Huhuhu~
Ep 14
Buset, dh sampe ep. 14 xDDDD :*
Makasih yang udah dukung saya m(_ _)m sampai titik darah penghabisan/so dramatis/
.
.
.
.
Alkisah diawali pagi yang cukup cerah.
Burung-burung berkicauan dengan merdu, anak-anak bersiap untuk sekolah, emak-emak ngamuk ke anaknya yang lelet macam siput yang lagi mager, jones meratapi nasib, dan bang Oteg yang lagi menunggu kepastian.
Woi, bang, nunggu kepastian apa?
"Yang pada ngutang lah, Thor. Ye masa kepastian akad Ijum ma dek Hori? Kasian dek Hori, di gantung mulu ma iklan sampo gagal."
Buset, bang. Padas kali kata-kata kau.
"Abang galau, neng!"
Jangan ampe ketularan jones kompleks lo, bang. Jijay.
"Peduli setan ma jones kompleks, Thor. Mending ikut ngopi bareng bang Nihon ma bang Tombo. Piker keri, neng."
Elah, serah abang mah. Aye mo lanjut.
"Ho-oh. Semangat, Thor."
Meninggalkan bang Oteg yang lagi galau, kita berpindah ke keluarga tokoh utama kita.
Keluarga Kunihiro.
Beserta paman somplak, duo sepupu kece, dan atu bocah imut tapi suka ngilang kehutan.
"Paman mau sarapan apa?" Tanya setan unyu kompleks yang masih ikhlas di gantung ma calon suami sendiri.
Hori mah punya banyak kesabaran.
Kecuali buat cogan ma kekgan yang gak punya urat malu yang telah dia laknatkan buat dekatin adeknya.
"Yang gaul dikit, sambel teri lalap terong."
...belom pernah keselek mangga muda ni orang...
"Tu mah, ndeso banget, paman.." ujar Mune. "Aku juga mau, kak." Tambahnya dengan mata berbinar-binar.
Sohaya sweatdrop dengerin percakapan ajaib tersebut.
"Hori, abang boleh minta kerupuknya lagi gak?"
"Tu di toples, bang Denta."
'Iya masa cuma gue yang rada waras.. pikir Sohaya yang sebenernya sangat ironis untuk dia pikirkan.
"Kakaka! Kyoudai! Ijum kau tuh! Dah melas di pintu belakang! Kakaka!"
Tok. Tok. Tok..
"Kunihiro..." lirih si kucing garong-eh, Izumeo nya Hori sambil bawa piring plastik kosong.
Melas kali idup loe, Jum.
"Kagak dikunci bang! Abang aja suka dobrak pintu kamar Hori tiap malam jum'at."
Sohaya keselek piring porselen antik milik Hori.
"Ng-ngapain loe ke kamar Hori tiap malam jum'at?!" Sohaya udah gak kuat. Hayati lelah mendengar percakapan pagi ini.
Hori mengerjapkan mata bingung sementara Ijum duduk di sebelah Manba yang tumben lagi anteng.
"Ngapain lagi?" pertanyaan itu sukses buat Sohaya sawan. "Yasin-nan lah. Sohaya kira ngapain?"
Sohaya melambaikan tangan.
"Saya gak kuat..."
"Pagi-pagi dah kagak waras."
Pengen rasanya nabok ni produk iklan gagal, tapi Sohaya itu anak yang baik, penyabar, pengertian, sedikit somplak, tau tata krama dan gak mau kena amuk emak Hori, jadinya, dia meratapi nasibnya saja.
"Kasen kemana, Jum?" tanya Manba yang akhirnya buka mulut.
"Bantui mbak Jirou," jawab si Ijum. "Mo ada arisan katanya."
"Arisan berondong?"
"Amit-amit jabang bayi, Man," Ijum ngeri sendiri dengan asumsi Manba. "Gak bakalan gue anggep kakak kalo dia ampe buat dosa macam itu."
"Berondong itu apa, kak?"
Krik...krik...
KRAK...!
"Itu gak lengkap, dek," syukur bang Denta bisa menyelamatkan hari. "Yang lengkap tu berondong jagung, bahas gaulnya 'pop corn'."
"Oooh..." Mune ngangguk.
Manba menghela nafas pelan.
"Makasih, bang," bisik Manba yang kebeneran duduk disebelah bang Denta. "Ntar dedek traktir."
"Ma-ama, dek."
Ding...dong!
"Eh, tumben ada tamu," ujar Hori seraya meletakan lalap terong pesenan pamannya dan Mune.
"Biar aku saja yang buka! Kakaka!"
"Paling tukang pos," Manba, plis, berhenti berasumsi. "Ato enggak kakek Bango yang pengen numpang makan. Denger-denger, bang Pikacu tangannya cedera abis maen Tepok Nyamok ma bang Iwa(k), kang Stoberi, ma kakek siluman Rubah."
"Manba, plis, cukup," sela si paman. "Paman gak kuat."
"Kuatnya paman dimana? Nonton film horor aja gak berani ke kamar mandi sendiri. Dah TIGA HARI! PAMAN! GAK ADA SETAN NONGOL DI SIANG BOLONG!"
"Ehehe, kebayang-bayang terus.."
Manba facepalm.
"Kakaka! Shimai! Ada Naki!"
Bushi ma Naki menampakkan diri. Satu dengan senyum pepsaden dan yang satunya dengan wajah kalem cap tembok datar.
"Tumben," ujar Manba sambil berdiri buat ngambil piring lagi. "Duduk gih, kak Hori gak bakalan biarin kamu lari tanpa sarapan bareng."
Naki ngelirik kearah Hori yang sudah tersenyum manis.
"Iya..."
Untung Bushi bikin mejanya besar, coba kayak meja makan keluarga kecil, lesehan deh mereka.
"Tumben dah nyampe sini, dek," komen Nagayoshi. "Paman kau dah mati?"
Plak!
"Addaaauuuu! Punggung mulusku...!"
Plak! Plak!
Hori makin mengganas.
"Jangan disumpahin juga, paman..." ucap Naki. "Ichigo ma yang laen lagi ribut soal kamu yang gak sengaja nyium Ichigo waktu kita SMA, Yama."
Hening...
Kress...kresss...
Bang Denta, pahamlah akan situasi.
"Heh? Tu kan dah lama,"
Taak!
Balasan itu sukses buat Hori kehilangan centong sayur tradisionalnya yang dia beli di pasar loak.
"Kok dia bisa tau? Kan dia pingsan waktu itu?"
Bushi kesedak tawanya sendiri jadi;
"KukukuKeke!"
"Entah. Tambah lagi, paman juga ngungkit soal aku yang gak sengaja nyium Kikkou. Jadi ribut deh semuanya."
"Hedeh...masa lalu diungkit-ungkit."
"Tau. Orang tua mah biasa."
Dasarnya cewek, kalo dah asik, gak sadar dunia selain dunia mereka.
Alhasil, mereka gak sadar kalo bodyguard pribadi sudah siap memanggil dukun.
Sadar, woi, sadar. Dah gak zaman.
"Dah selesai kah, dek Mune?" tanya Manba yang sudah selesai makan.
"Sudah! Waktunya berangkat ke hutan-eh, ke sekolah!"
Ni bocah...
.
.
.
"Fufufu~ Wahai pangeran stoberi lucknut peserta liang kubur..."
Ichigo merinding waktu denger suara gaib di dalam mobilnya.
"Perasaan gue gak enak..." gumamnya seraya melirik kesegala arah.
"Kau yang sudah berani menodai adikku!"
Tiga makhluk gaib muncul dan menikam si stoberi.
Sayang, mobil Ichigo kedap suara, jadi bang Oteg cuma ngelus dada waktu liat mobil item itu bergoyang ria.
"Jaman sekarang, berzini kok di dalem mobil. Mudahan cepet sadar dan bertobat," ucapnya sebelom dorong gerobak sayurnya lagi. "YUR! SAYUR! MENDING MASAK SAYUR DARI PADA TAMBAH DOSA! SAYUR BUUUUU! SAYUR NEEEEENGGG! SAYUR CIIIIINNNN!"
Bang, loe...ah, sudahlah.
Mari kita bersama-sama berdoa supaya perkebunan stroberi Ichi panen banyak tahun ini-eh, salah naskah!
Ehem, semoga Ichigo diterima di sisi-Nya.
Amiiiinnn!
.
.
.
:333
Hoho~ Ichi saya bully terus~ sorry ya, stoberi, salahkan pixiv yg telah menistain kamu klo jadi seme~ jadi keikut deh~
XDDDD
