Hello~

Episode 15

Sorry lama ^^"

Buat yg UNBK tetep semngat!

Dan buat yg lagi anteng di rumah, met menikmati^^

Btw, ane tercuyduk ama Nyansen Ichimeownji :3 imoeett gimana gitu :3 xDDD/abaikan/

Dn karena Sayo kayak kucing(liar) yg mudah kaget(bagi ane), jadilah ep ini xDDDD

.

.

.

"Nee, Naki?"

"Hmm?"

"...tu siapa...?"

Mata tertuju kearah pemuda yang gak tinggi-tinggi banget lagi dielus sama Sayo, dan kayaknya tu cowok seneng banget di elus ma Samonji termuda(dan terunyu).

"...yang jelas bukan kucing."

"Makanya aku tanya...dia imut..."

"Iya..."

Untung Hori ma Paman Nagay lagi sibuk ngurus mantenan AzuKoryuu(iye, ane ngeship mereka xp) di pulau sebelah, coba kalo di rumah, abis dah tu orang baru.

Keberuntungan empus.

:v

.

.

.

"Kak Manba! Kak Naki!"

Panggilan Sayo yang gak mungkin di hiraukan ato loe kena tebas penuh kasih sayang dari Souza dan Kousetsu Samonji.

Ato gak, loe jadi babu mbak Souza.

Hasebe aja trauma, gimana yang laen?

Hiiiiiii...!

Sereeemmm!

"Ada apa, Sayo-kun? Apa kau tersesat?" tanya Naki dengan nada lembut.

"Enggak, aku gak kesasar," jawab Sayo dengan senyum kecil, tangan mungilnya masih mengelus rambut milik orang tak mereka kenal. "Aku nemenin Ichimonji-san berkeliling."

Keduanya sweatdrop.

"Ummm, apa anda orang baru...?" tanya Manba, ikutan jongkok, mastiin ni orang beneran manusia dan bukan jelmaan kucing.

"Iya, mbak," jawab si kucing. "Panggil aja Nyansen-eh, Nansen, nyaa~"

Krik...

Crassssss...!

Tangan Naki auto ngeremas mie Indomie-apha yang niatnya mau dia masak di rumah Manba.

Sementara Manba berusaha buat jaga image.

'Gusti! DIA BILANG APA TADI?!'

Pekikan dalam hati untung gak di denger siapa-siapa, ampe ada yang denger, kelar idup ni anak kucing.

Nyansen loh, bukan Sayo.

Dihantui kakak Sayo, kelar idup.

"U-ummm, tetangga baru keluarga Samonji itu yah?" tanya Naki, berusaha memberikan senyuman. "Ah, saya Nakigitsune, panggil saja Naki. Ini teman saya, Yamanbagiri," tambahnya, ikutan jongkok karena susah ngomon liat kebawah terus.

(((Author di bantai kurcaci)))

"Salam kenal," sapa Manba.

"Salam kenal, nyaa!"

'BOLEH GUE KARUNGIN GAK NI KUCING?!'

Kagak boleh, event blom selesai.

Ehem, balik ke cerita.

"Iya, saya baru pindah dari negara sebelah," ujar Nansen, menjawab pertanyaan Naki. "Tau kenapa, insting bilangnya suruh pindah kesini, nyaa~"

'GUSTI! KAMI GA T...!'

"...Sama kalo gitu..." gumam Naki. "...ummm, udah kemana aja kalian?"

"Baru sampai blok C, kak," jawab Sayo. "Kak Souza lagi sibuk cari babu, kalo kak Kousetsu lagi betapa."

Duo bidadari kompleks sweatdrop.

"Kak..."

Semua alarm darurat hidup.

"Iya?"

Sayo mengangkat kepalanya, mimik wajah bingung terlihat dengan jelas.

"...bisa temanin kami keliling...?"

Siapa sih yang bisa nolak permintaan dari ni bocah?!

Orang mati, mungkin!

"Bisa," jawab Naki tanpa beban, matanya melirik kearah Nansen.

Sayo tersenyum lega.

"...terima kasih..."

"Terima kasih banyak, nyaa!"

Mari berharap, kedua bidadari kompleks gak tercyduk ama Nansen kayak Author.

Amun.

.

.

.

Di suatu pulau...

Dedek tercyduk! Dedek tercyduk!

Alarm ajaib berbunyi di dalam kepala Hori, tapi karena sang empu lagi sibuk pasang janur, ia cuma bisa nyumpah.

"AWAS KAU! KUCING JEJADIAN! GUE POTONG KAU JADI DUA! BRENGSEQ!"

"Woi! Hori! Ngomong sama siapa?!"

"MA TUHAN! SUAPAYA GAK ADA KUCING GARONG YANG BERANI DEKETIN DEDEKKU!"

Yang denger cuma sweatdrop.

"PAMAN! DEDEK DI TERCYDUK KUCING JALANAN!"

"KAMPRET JAHANAM! GUE KUTUK TU JELMAAN JADI KUCING SEUMUR IDUP!"

Ok, mari pindah lokasi.

.

.

.

Balik ke kompleks, si Nansen merinding walau gak ada angin lewat.

"Kenapa, Na(y)nsen-san?" tanya Naki.

Nansen menggelengkan kepala.

"Gak papa," jawabnya. "Cuma perasaan aja yang gak enak, nyaa..."

Manba dan Naki hampir berhenti, dan berniat buat nenangin si empus.

'Tahan diri...!'

"Paling mau masuk angin," tutur Sayo dari pundak Nansen, mata tertuju ke langit. "Ntar malam mau hujan deras."

"Ho-oh, lebat banget," tambah Nansen. "Tambah angin. Cucian jangan ditaruh di luar ya, mbak-mbak." Ujarnya kearah Manba dan Naki, ditambah senyuman polos.

'Gusti..! Lindungi anak kucing ini...!'

"Iya, makasih infonya," ujar Manba. "Mudah-mudahan C dengan baik hati mau bantu turunin jemuran."

"Sapa tu C?"

"Itu amang CCO," jawab Sayo. "Kakak angkat kak Manba dan kak Naki."

"Heh? Jadi atu kompleks saling kenal?"

"Sejak kapan C jadi kakak angkatku...?" pertanyaan Naki diabaikan.

"Iya, biar pada rukun, kata ketua RT, padahal mah..."

Semua itu terjadi sebab kau sendiri Manba...

"Kita bisa kenalin mereka ke Ichimonji-san!"

"Beneran?! Okay, nyaa...!"

Kamu beneran polos apa polos-polosan sih...?

.

.

.

Ini garing banget -_-

Ane masih terima request, tapi kalo buat squeal ato pre-queal, sorry, ane gk buat, masalahnya, belom ampe situ inspirasinya/sigh/.

Ntar, klo gak terima request, ane kasih tau :*

Bye-bye~