Ummm...sehubung author udah gak tau lagi mo ngasih apa buat nerusin ni fic, ini kayaknya chap terakhir.

Gk bakalan complete, tpi mungkin author gk terlalu sering update fic ini, juga gak janji. Gomen m(_ _)m.

.

.

Ep. Special: Tipe suami Manba.

.

.

"Dek?"

"Ya?"

"...sebenernya, tipe cowok yang kamu suka itu gimana sih?"

"Heh?"

Manba hampir menjatuhkan piring cantik hadiah detergen yang ia genggam.

Ni kakak kesambet apa lagi?!

.

.

.

"...lah, cowok yang kamu suka itu gimana?"

Sungguh tumben sekali pos lucknut kompleks di indahkan atas kehadiran bidadari-bidadari dengan keluarga biadab bak keluarga besar Iblis.

"...gak tau."

Hiza facepalm.

Salah dia yang mengiyakan buat bantu kawannya.

"Kalo Naki gimana?"

Lempar batu sembunyi diri loe, Manba.

Naki berpikir sejenak.

"Yang jelas cowok tulen," jawaban greget dari cewek manis rasanya gimana gitu. "Gak mesum, baik, bisa jadi imam yang baik, gak punya masalah soal pamanku yang sengkle-!"

"Bukan sifatnya, Naki..."

Naki tersenyum malu.

"Ehehe, sorry..."

.

.

.

Sementara itu...

"Sial...!"

Slaap!

"Shhhh! Jangan nyaring-nyaring...!"

Para pejuang cinta kompleks ternyata belum menyerah.

Walaupun mereka harus rela tumpang-tindih demi informasi berharga.

Amigay, uyyy.

"Shhh! Neng Naki mo ngomong tu."

.

.

.

"Fisik yah, hmm..." gumam Naki. "Umm, tinggi, gagah, laki tulen...ummm, mungkin kayak bang Denta...?"

.

.

.

Mereka bukan level Naki.

.

.

.

"Kamu gimana, Hiza?"

"E-eh?! Ka-kayak anija!"

"...complex mu kelewatan, bro."

"Yaaamaaaa...!"

.

.

.

"Apa mereka incest...?" tanya Mutsu dengan penuh ketakutan.

"Gak mungkin...kan..?"

Plakk!

"Bodo, kakak dia hampir sama nyereminnya kayak Hori."

Untung Hori lagi bulan madu ma suami tercinta, coba kalo masih di kompleks...

.

.

.

"Kamu gimana, Yama?"

.

.

.

Inilah yang ditunggu-tunggu.

Hasil pengorbanan mereka akan segera mereka dapatkan.

Semua darah, tangisan, rasa sakit, serta biaya rumah sakit, akan terbayar sekarang.

Dan...

.

.

.

"...aku mending milih kucing dari pada cari tipe cowok idaman. Malah gak ada minat buat punya hubungan romantis ma cowok."

.

.

.

Krik...

Semua sirna bagaikan abu terbawa angin.

Hampa dan kandas sudah harapan mereka.

Ckckck, kacian.

((Author di hajar massa))

.

.

.

"Kamu aseksual?"

"Ndak tau."

Naki berpikir sejenak.

"Hmmm, pernah ada cowok yang kamu suka gak?" tanyanya dengan raut wajah serius.

Manba geleng-geleng kepala kayak anak dugem.

"...sama sekali..?" ulang Hiza buat mastiin dia gak salah liat ato denger.

"Sama sekali."

Naki makin penasaran.

"Kalo liat foto cowok dengan roti sobek?"

"Biasa aja. La wong kak Bushi punya."

"Kalo liat cowok ganteng tebar pesona?"

"Jijik."

"Cewek seksi?"

"...Naki, aku suka cewek sebagai temen, gak lebih."

Naki menghela nafas panjang dan dalam, sementara Hiza masih mastiin Manba masih sehat dan gak ngelantur.

"Aku gak percaya selama ini kamu aseksual," gumam Naki, mata melirik kearah tempat sampah dimana mayit-mayit berserakan. "Yang sabar kalian yah.." tambahnya untuk mayit-mayit tersebut.

Semua hanya karena ketidak tertarikan Manba kepada apa-apa yang berbau romantis.

"...aseksual...?" ujar Manba sambil ngerjapin mata. "Jadi, aku boleh mungut kucing?"

Kedua kawannya sweatdrop.

Astaga, ni bocah minta di gaplok sekali-sekali.

"Kenapa mungut...?"

"Kasian liat kucing jalanan, iya masa tersingkir karena kucing luar yang harganya bisa buat ngasih makan buat kucing sekampung."

Hati Manba memang baik dan tidak kalah cantik dengan wajahnya, tapi terkadang, otaknya rada gak nyambung walaupun ada benernya.

Fix, Naki ma Hiza nyerah.

"Ya udah, ayo."

.

.

.

Para jones makin ngenes setelah tau bahwa sang pujaan hati ternyata memilik orientasi seksual yang berbeda.

Ini karma merek yang telah mengiyakan segala cara buat dapetin si Manba.

Mamam tu karma.

.

.

.

Kata pak polisi-Nagabonar-, jatuh ke aspal tak seindah jatuh cinta.

Tapi kata tukang sayur-bang Oteg-, cinta itu kayak utang, bentar-bentar datang terus ngilang tanpa jejak.

Nah, dari sini kita bisa belajar bahwa;

Cinta itu ironi.

The End.

.

.

.

Meh.

Harusnya update kemaren, tapi berhubung vid-call ma makhluk buronan rehab fujo, ane terlena~

XDD

Makasih banyak yng udah dukung sampe sekarang. Author tau ini ending yg gak banget, tapi gimana ya, udah kehabisan ide :')))

Sampai jumpa lagi, minna-san!(^^)/