OoO
Kuroshitsuji Fanfiction
Diclaimer by Yana Toboso
Title : His butler or her butler?
Couple pair : Sebastian M. and FemCiel
Rate : M (For safe)
Genre : Romance
Warning : OCC, AU.
Cerita ini di luar cerita asli dari Anime ataupun Manga-nya, kalau ada perbedaan sifat dan karakter harap dimaklumi, selamat membaca.
Prolog
Setelah Ciel menjadi demon, perjanjian awal yang Sebastian buat dengan Ciel pun berakhir dengan kenyataan yang sedikit ambigu atau malah belum berakhir hingga sekarang? Berdasarkan Faustian Contract seharusnya, Sebastian memakan jiwa Ciel kan? Tapi, kemana jiwa Ciel pergi? Kenapa dia sekarang malah jadi demon? Jikalau, Sebastian bisa menemukan jiwa Ciel apa yang dilakukannya?
...
..
.
Tokyo, Jepang
24 Desember 2012
Sekarang Tokyo memasuki musim keempat disetiap tahunya, sebut saja musim fuyu. Di malam yang sangat dingin bahkan hampir membekukan ini, salju turun dengan lebatnya. Mungkin mencapai mata kaki orang dewasa, dipinggiran jalan Shibuya toko-toko banyak menghiasi tempatnya dengan dekorasi natal yang identik dengan warna merah, hijau, dan putih. Tak lupa juga dengan pernak-pernik natal seperti, pohon natal, loceng, pita sampai ada orang yang ber-cosplay menjadi santa dan rusanya.. sungguh menyenangkan, bukan?
Disebuah blok yang tak jauh dari keramaian itu, terdapat sebuah lorong yang terlihat sangat sepi. Lorong itu mungkin jalan tembus? Atau tempat pembuangan sampah? Entahlah, yang jelas sekarang di tempat itu tampak dua sosok manusia. Kalau dilihat dari panjangnya rambut mereka, kemungkinan besar mereka adalah wanita.
Sosok gadis berambut blonde dengan orb sebiru langit itu terlihat memojokan gadis yang satunya.
"Kau lebih baik mati, Phantomhive!" bentak si blonde itu sambil mencekik keras gadis berambut dark blue itu. "To-long.. henti.." pinta gadis yang dicekik itu. Seringai picik pun mucul diwajah jahatnya, "Tak akan, lebih baik kau MATI!"
Setelah memastikan mata sapphire itu terpejam untuk selamanya, "Hahaha, rasakan kau Phantomhive.." ia pun pergi dengan tawa puasnya.
Lalu, apa yang terjadi pada gadis yang dicekik tadi? Apa dia mati? Sepertinya 'Iya'.. malang sekali nasibnya, mati dimusim seperti ini.. bisa-bisa polisi mengira ia mati bukan karena dibunuh, bisa saja mereka beranggapan gadis itu homeless yang mati kedinginan? Atau, bahkan.. mungkin saja mayatnya tak ditemukan dikarenakan timpunan salju? Who knows? Sungguh kasian gadis itu.
Namun, perlahan tapi pasti ada sesosok pria yang mendekati gadis tadi sepertinya ia berniat menolong? Tapi, sudah terlambat.. ketika pria berpakaian serba hitam itu menyentuh pergelangan tangan si gadis nadinya tak berdenyut lagi, kulitnya memutih dan mendingin. Perlahan, pria beriris crimson itu mengarahkan tangannya ke tengah dada gadis malang itu.. jantung gadis itu pun tak berdetak lagi. Artinya gadis itu sudah tiada kan?
Tetapi, mengapa si pria itu terlihat tersenyum? Apa dia senang? Entahlah.. Kemudian si pria itu mengambil kotak yang ada dibalik mantel hitamnya, dan ia buka kotak yang ukurannya tak terlalu besar itu. Di dalamnya terdapat cincin bermata sapphire dan bola kecil berwarna serupa, ia memasangkan cincin itu ke jempol kanan gadis berambut navy blue itu.
"Saya akan segera membangunkan Anda, Bocchan.."
