Yosh, saya balik lagi ke sni dengaan atarashii story.. ^^

Saya akan berusaha menulis sebaik yang saya bisa, saya juga menerima komentar berupa kritk ataupun saran ^^

Karena, pendapat dari Anda Akan membantu saya agar bisa membuat saya menulis dengan lebih baik lagi..

Well, selamat membaca.. ^^


Chapter I

His butler or her butler : with new life?

...

..

.

"Saya akan segera membangunkan Anda, Bocchan.." ucapnya sambil berusaha memasukan bola kecil itu ke dalam mulut si gadis, tapi tak berahasil tubuh gadis itu sudah sedikit mengeras. Namun, si pria berambut raven itu tak kehabisan akal.

Digigitnya bola sapphire itu, lalu dengan kedua tangannya ia memegang dagu dan pipi gadis malang itu atau lebih tepatnya membuka paksa mulut gadis itu kemudian ia memasukan bola itu dari mulutnya ke mulut gadis itu, lalu dengan lidahnya ia mendorong bola itu agar masuk ke tenggorongkan si gadis. Setelah benda itu ditelan gadis imut itu dengan sempurna barulah ia mengeluarkan lidahnya dan menjauhkan bibirnya dari milik si gadis rupawan itu.

"Oya, oya.. ternyata Anda sedikit berdarah young master.." ucap pria serba hitam itu sambil melirik sudut bibir gadis yang dipanggilnya 'young master' tadi. Dengan segera pria itu menjilati bagian yang mengeluarkan darah, "Nah, sekarang terlihat jauh lebih rupawan.. My Lord.." tuturnya lagi sambil menggendong gadis itu dan membawanya pergi dari tempat itu.

Jalanan di kawasan Shibuya yang hampir tak pernah terlihat sepi, sekarang malah bertambah menjadi sangat ramai. Sepertinya pasangan kekasih mendominasi tempat itu, mungkin karena hari ini malam natal? Kaum muda-mudi Jepang itu berjalan dengan riangnya sambil menggandeng tangan orang tercinta. Di restoran-restoran yang ada di sekitar situ banyak orang yang merayakan event tahunan itu dengan keluarga dan teman sekerjanya. Sungguh menyenangkan, bukan?

Di sudut jalan yang kini dipenuhi berpasang-pasang manusia itu, tampaklah sosok pria berpakaian serba hitam .. pria itu menggendong gadis layaknya seorang putri. Pria yang bisa dibilang kakkoii itu melangkah ke suatu tempat, kemudian langkahnya terhenti ketika sampai ke tempat yang bertuliskan 'Love hotel' sepertinya itu tempat tujuannya?

Setelah mendapatkan kamar pesanananya, ia menidurkan si gadis di kasur king size-nya. Perlahan si pria itu melihat wajah tidur yang sangat polos dari tuannya tersebut. Lalu, ia membuka sarung tangan yang ia kenakan. Dengan tangannya yang tanpa alas kini ia menyentuh wajah cantik itu, tangan lembutnya berlari menyentuh rambut panjang halus itu. Namun, tiba-tiba saja..

TOK TOK! Terdengarlah suara ketukan pintu dari luar, "Room service.." ucap seseorang dari luar. Dengan segera pria berambut raven itu kembali mengenakan sarung tangannya dan membuka pintu.

CKLEEKK! Pintu pun terbuka, "Tuan Sebastian Michaelis, saya mengantarkan pesanan Anda.." tutur si room service itu dengan senyumannya. "Terimakasih.." ucap Sebastian singkat sambil membawa masuk barang pesanannya dan memberikan tip pada si room service. Kemudian, ia kembali mengunci pintu kamar itu.

Saat ia membalikan tubuhnya, "Hoammm~~~" gumam seseorang yang kini sudah bangun dari tidurnya. Mata sapphire-nya langsung menatap ke arah Sebastian dengan sedikit bingung, "Sebastian, apa yang kau lakukan? Cepat sediakan air panas untukku.." perintah gadis itu sambil merenggankan tubuhnya. Bulter itu pun mendekati majikannya, "Sudah saya siapkan, young master.." katanya sambil menunduk.

Dengan segera gadis yang tadinya duduk itu berdiri dengan mata terpejam, lalu butler serba hitam itu menggendong tuannya ke kamar mandi. Dengan tangan sebelah ia membuka pintu kamar mandi, kemudian ia menurunkan young master-nya itu. Perlahan ia mulai membuka semua pakaian yang melekat pada gadis itu, sekarang gadis itu tampak polos layaknya bayi baru dilahirkan ke dunia.

Dengan mata yang masih terpejam gadis itu melangkah menuju bathtub, ia menyelupkan jari telunjuknya memastikan airnya tidak terlalu panas, setelah yakin airnya hangat barulah ia masuk ke bathtub itu. "Hmm.." gumamnya.

"Sebastian, apa yang kau lakukan? Cepat gosok punggungku!" perintahnya pada butler itu. "As your wish My Lord." Ucap Sebastian sambil membuka spons mandi yang ada di dalam lemari kamar mandi itu, lalu ia sedikit membasahi benda tersebut. Kemudian, Sebastian mulai menggosok punggung majikannya itu dengan lembut.

Entah mengapa Ciel merasakan sensasi geli di seluruh tubuhnya saat pria bersarung tangan itu mulai membersihkan bagian punggungnya, ini aneh karena baru pertama kali ia merasakan hal seperti ini. Ciel langsung membenamkan kepalanya ke dalam air panas itu, lima menit pun berlalu. Ketika ia merasa membutuhkan oksigen, ia pun langsung mengeluarkan kepalanya. Ciel meresakan panas di seluruh bagian tubuhnya, terutama wajahnya.

'Apa-apaan ini, aneh..' batinnya dalam hati, ia pun berpikir kegiatan berendamnya cukup untuk kali ini. Ciel memutuskan untuk ke luar dari bak mandi itu, dengan cepat Sebastian mengambil handuk untuk mengeringkan tubuh tuannya itu. Ciel merasakan kalau pipinya kembali memanas mungkin sekarang wajahnya mirip dengan kepiting rebus?

'Apa yang kau pikirkan, Ciel?' tanyanya pada dirinya sendiri. Ia pun kembali mengatupkan iris sapphire berusaha untuk tak memikirkan apa-apa untuk saat ini. Kini, Ciel hanya bisa merasakan kain lembut yang menjelajahi seluruh bagian tubuhnya itu. Tanpa sengaja, tangan besar Sebastian menyentuh suatu bagian tubuhnya yang membuat dirinya mendengungkan kata, "Aahh~~" dari mulut mungilnya itu.

'Tunggu? Tadi apa yang kugumamkan? Aahh?' batin Ciel, 'Heh? Ada apa denganku?' batinnya lagi. Lalu, dengan sisa keyakinan yang ada dalam dirinya, ia pun memberanikan dirinya untuk kembali membuka matanya.

Iris crimson dari butler-nya menatap heran pada majikannya itu, sapphire dan ruby itu bertatapan untuk beberapa saat, ketika menunduk Ciel melihat tangan Sebastian masih berada betah di oppai-nya. 'Oppai? Tunggu? Sejak kapan aku—'

Suasana hening sejenak

5

.

4

.

3

2

1

.

.

"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!" Ciel pun berteriak sekencang-kencangnya, seperti seorang gadis yang akan dimakan binatang buas. Lalu, ia pingsan di tempat tak sadarkan diri.


Terlalu singkat? mungkin iyaa..

But, Mind to Review?