New Line
Disclaimer : Aku bukanlah pemilik Naruto maupun Highschool DxD, namun Fic ini murni buatanku dan beberapa Inspirasi dari para Fic buatan Senpai hebat disana
Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
.:: oo0oo ::.
~ Chapter 2 : Anggota Baru yang bukan Iblis ~
Di sebuah Gudang yang agak jauh dari pemukiman warga, muncul lingkaran sihir berwarna merah khas klan Gremory, dari Lingkaran sihir tersebut muncul lima orang, bukan tapi maksudku empat Iblis dan Manusia
'Braak, bruuk, kraak, klontang, meoonng!'
Terdengar suara dari balik benda benda yang ada digudang itu, semua Anggota ORC plus Naruto langsung bersiap siaga jika ada yang hendak menyerang secara tiba tiba
"Hmm, aku mencium bau Manusia dan beberapa iblis nakal" muncul Sosok monster berwajah yang terlihat menyeramkan, juga muncul monster berwajah kuda yang mengerikan
"Onee-chan.. apa mereka lawan kita?" Tanya Naruto kepada Rias, Rias hanya mengangguk, Rias lalu menyuruh para budaknya untuk menyerang kedua Monster itu
Kiba menyerang Monster berwajah menyeramkan itu dengan pedangnya, ia dengan gesit memainkan pedangnya untuk menyerang monster itu
Lalu giliran Koneko, ia langsung memukul monster berwajah menyeramkan itu dengan tangan kosong, monster itu terpental dan menabrak dinding, Naruto terkejut melihat tubuh kecil koneko bisa membuat monster sebesar itu terpental
'Braakk'
'Ufufufu... kini giliranku" ucap Akeno dengan tawa khasnya, ia lalu menggunakan petirnya untuk menyerang monster itu, terlihat monster itu tersambar petir milik Akeno dan tergeletak lemas
Setelah itu giliran Rias, ia langsung mengeluarkan Power of Destruction untuk memusnahkan Monster itu, Setelah terkena Power of Destruction milik Rias, monster itu lenyap dengan kata lain ia sudah mati
"Onee-chan, yang kepala kuda itu biar aku saja yang menghadapinya yaa?" Ucap Naruto dengan penuh harap, Rias agak ragu namun ia mengangguk setuju
Setelah mendapat persetujuan dari Rias, Naruto langsung melesat cepat dan membuat empat Bunshin, ia berhenti agak jauh dari Monster itu dan membuat Rasengan dengan dibantu kedua bunshinnya, sedangkan dua bunshinnya yang lain mencoba mengalihkan perhatian Monster itu
"Ia bisa membelah diri? Aku ingin tahu kekuatan apa yang dimiliki Naru" ucap Rias melihat Beberapa Naruto yang sedang bertarung dengan Monster disana, anggota ORC yang lain mengangguk setuju
Bunshin Naruto menghantamkan tinjunya kearah wajah kuda si Monster membuat Monster itu agak miring kesamping karena pukulan kuat Naruto, di samping Monster itu sudah ada Bunshin Naruto yang lain yang sedang membuat Handseal
"Katon : Endan"
Bunshin Naruto menyemburkan api dari mulutnya dan mengenai Sang Monster membuat Monster itu terbakar dalam api milik Naruto, disisi lain anggota ORC terkagum kagum melihat Naruto dapat mengendalikan api seperti klan Phenex
"Ara-ara~ Ia bisa mengendalikan api, sungguh mengagumkan bukan? Ufufufu~" ucap Akeno lalu diakhiri tawa khasnya, Anggota ORC lain mengangguk setuju dengan ucapan Akeno
Balik ke Naruto, melihat Monster itu sedang terbakar dengan api sang Bunshin, Naruto langsung melesat dengan Rasengan yang telah dibantu oleh dua bunshin yang membantunya membuat Rasengan
"Rasakan ini Kuda Menyeramkan, Rasengan" Naruto langsung menghantamkan Rasengan ditangannya kearah perut sang Monster yang tengah terbakar, monster itu terseret beberapa meter lalu Rasengan Itu meledak tepat saat Monster itu menabrak dinding gudang itu
'Blaaarr!'
Dinding gudang yang menjadi hantaman Monster itu rusak seketika, Naruto yang berada beberapa meter dari ledakan itu hanya tersenyum
Setelah ledakan itu perlahan mereda, terlihatlah kawah berukuran sedang yang tak seberapa dalam, Monster itu lenyap setelah terkena serangan Naruto yang lumayan mematikan itu
Naruto lalu berjalan kearah teman temannya, terlihat mereka semua tersenyum senang sekaligus kagum dengan apa yang Naruto lakukan
Rias lalu menghampiri Naruto lalu memeluknya, Naruto yang agak kaget dengan perlakuan Rias hanya diam tak bergeming, ia senang dipeluk oleh orang yang dianggap kakaknya itu
"Baru sehari kau menjadi Adikku, kau sudah membuatku bangga padamu, aku bersyukur mempunyai adik sepertimu, Naru" bisik Rias ditelinga Naruto, Naruto hanya tersenyum mendengar pujian dari Rias
Rias melepas pelukannya kepada Naruto dan menarik tangan Naruto kearah temannya yang lain, mereka semua tersenyum hangat kepada Naruto, akhirnya mereka kembali ke klub dengan menghilang dengan lingkaran sihir
.
.
.
Malam yang sunyi, peran matahari yang menyinari bumi untuk sementara digantikan oleh sang rembulan dan para bintang bintang yang indah
Di sebuah ruang klub sekolah, muncul lingkaran sihir berwarna merah khas Gremory, dari lingkaran sihir itu muncul lima, Bukan tetapi empat iblis dan satu orang manusia
Naruto memandangi dua anggota ORC yaitu Kiba dan Koneko, ia lupa bahwa sebelumnya ia belum sekali berkenalan dengan dua siswa Kuoh berbeda kelamin itu
"Namaku Naruto Uzumaki, senang bertemu denganmu, maaf sebelumnya aku belum memperkenalkan namaku" ucap Naruto mengulurkan tangannya
"Namaku Kiba, Kiba Yuuto, senang bertemu denganmu" ucap Kiba menjabat tangan dengan Naruto senyum terukir di bibir sang remaja cantik itu
Setelah itu Naruto beralih ke Koneko, ia sempat terdiam melihat wajah datar Koneko, mengingatkan dia sosok teman yang ada dikonoha
"Namaku Naruto Uzumaki, senang bertemu denganmu" ucap Naruto memperkenalkan diri kepada Koneko sambil mengulurkan tangannya
"Koneko, namaku Toujo Koneko" ucap Koneko datar lalu menjabat tangan Naruto
Mereka lalu mengobrol disofa ruangan itu, kadang diselingi candaan agar suasana tak terlalu serius dan tegang, tak lama kemudian Akeno, Kiba, dan Koneko pamit pulang
"Nee, Onee-chan tidur dikamar saja, biar aku tidur disofa" ucap Naruto memecah keheningan, Rias terlihat bingung dengan Ucapan Naruto dan berbalik bertanya
"Memangnya kenapa?, lebih baik kau tidur bersamaku, disofa itu dingin, apa kau mau kedinginan?" Ucap Rias berbalik bertanya, terlihat wajah Naruto memerah
"Bukan itu, tapi-" ucapan Naruto terpotong saat Rias menarik tangan Naruto untuk memasuki Kamar diruangan Klub itu lalu menutup pintu kamar itu
"Pokoknya kau akan tidur bersamaku" ucap Rias memaksa, Naruto hanya pasrah, ia telah mengetahui satu sifat Rias, yaitu jika ia mempunyai keinginan, maka ia akan melakukan sampai keinginannya berhasil
"Aku tidur duluan yah Onee-chan, aku lelah melawan kepala kuda tadi" ucap Naruto lalu beebaring di ranjang berukuran Queen Size itu, Sementara Rias hanya tersenyum simpul
'Aku tak menyangka akan mempunyai teman sekaligus adik di sisiku' batin Rias memandangi Naruto yang tengah tertidur
.
.
.
Pagi mulai tiba, perlahan matahari masih malu malu untuk menampakkan dirinya, burung burung berkicauan mencoba merayu sang Matahari untuk menampakkan jati dirinya
Naruto perlahan membuka matanya yang baru bangun dari tidur, iris matanya mencoba untuk beradaptasi dari cahaya yang masuk kematanya
Perlahan ia menyandarkan punggungnya ke sandaran ranjang yang ia tempati, ia melirik ke arah Kakak angkatnya yang tengah tertidur, wajah cantik dengan surai merahnya yang indah membuat Naruto terpaku melihatnya
Ia lalu bangun dan menuju kamar mandi hendak membersihkan badan, setelah itu ia memakai pakaian yang ia pakai kemarin yaitu baju tidur milik Rias, sebenarnya ia agak malu dengan ini namun ia tak punya hal lain lagi selain meminjam milik Rias
Naruto lalu membuat tiga Bunshin, muncul kepulan asap putih yang mengepul, setelah asap itu menghilang menampilkan sosok imitasi dari Naruto
"Kalian cari pekerjaan disini apapun itu, untuk sebagai samaran kalian bisa memakai henge menjadi seseorang yang terlihat normal, kalian bisa menyetorkan hasilnya kepadaku tiap minggunya" Perintah Naruto pada Bunshinnya, setelah itu Bunshinnya menghilang meninggalkan Naruto
Naruto lalu berjalan menuju dapur Klub itu, didapur itu, yang pertama kali ia lakukan adalah membuka kulkas yang ada disana, melihat apa saja bahan yang ada disana
"Mungkin aku bisa membuat sesuatu dengan bahan bahan ini"
Beralih ke Rias Gremory, kini ia tengah bangun dari tidurnya dalam keadaan telanjang?, What?, iya memang benar karena itu adalah kebiasaannya, untung saja Naruto tidak melihat jika ia tidur dalam keadaan telanjang
Ia lalu berjalan kekamar mandi hendak membersihkan tubuh nya yang wow!, setelah mandi ia memakai seragam sekolahnya yaitu Kuoh Academy
Namun yang membuatnya penasaran, ia mencium bau yang enak yang berasal dari dapur klub yang ia tempati, karena penasaran ia langsung berjalan menuju dapur klubnya itu
"Na-Naruto?"
Naruto yang merasa namanya dipanggil langsung membalikkan badannya, ia tersnyum melihat Rias yang tengah melihat kegiatan Naruto sekarang
"Ohayou Onee-chan!, jika kau mau sarapan kau bisa memakan sekotak bento yang sudah kubuat dimeja makan, jangan lupa dihabiskan yah" ucap Naruto Sambil tersenyum ramah
Rias diam terpaku, ia sebelumnya tak pernah merasakan ini sebelumnya, di pagi harinya ada yang menyiapkan sarapan untuknya, ia biasanya membuat sendiri, ada rasa senang di dalam hatinya
Rias lalu duduk di meja makannya, ia lalu menyantap sarapan paginya yaitu sekotak bento, setelah itu datang Naruto membawakan segelas air lalu memberikannya kepada Rias, Rias langsung meminumnya
"Yasudah, Onee-chan berangkatlah ke sekolah, biar aku yang mengurus tempat ini" ucap Naruto menyuruh Rias untuk berangkat sekolah, Rias lalu berdiri dan tiba tiba memeluk Naruto
"Aku benar benar bersyukur mempunyai adik sepertimu Naru" ucap Rias yang tengah memeluk Naruto, Naruto membalas pelukan kakaknya
Rias lalu melepas pelukannya terhadap Naruto, ia lalu berjalan pergi menuju sekolahnya, Naruto hanya menatap lembut sang Kakak angkatnya itu
'Kau membuatku senang Rias, namun kau tidak tahu bahwa aku menyukaimu sejak pertama kita bertemu' batin Naruto memandangi Rias yang telah pergi keluar
.
.
.
Tak terasa hari semakin siang membuat Naruto mati kebosanan, ia bingung harus melakukan apa, toh semua sudah dilakukannya pagi hari tadi
"Gaki, bisa kau kesini? Ada yang ingin kubicarakan padamu"
Sebuah suara terdengar dikepalanya, ia baru ingat bahwa ia lupa mengunjungi sahabatnya itu, setidaknya ia merasa rindu dengan rubah pemalas itu
Pertama Naruto duduk bersila di lantai, ia lalu melakukan konsntrasi penuh agar ia mendapatkan akses ke alam bawah sadarnya
- Mindscape Naruto
Naruto membuka matanya, kini ia berada ditempat yang digenangi air, dan hanya diterangi lilin disetiap pojok dindingnya, ia melihat seekor rubah sedang bermalas malasan disana
"Ada apa Kurama sampai sampai kau menyuruhku kesini" ucap Naruto agak berteriak kepada rubah yang bernama Kurama itu
"Ada yang ingin aku katakan kepadamu, ini menyangkut hal yang membuatmu pindah ke dimensi yang aneh ini"ucap Kurama dengan suara beratnya
"Apa itu?"
"Menurutku, musuh yang kau lawan sebelum kau masuk kedimensi ini berasal dari dimensi ini, kau ingat gadis merah dan gadis berambut hitam itu mengeluarkan sayap kelelawar" ucap Kurama
"Ya, waktu itu saat aku ditolong oleh mereka" ucap Naruto mengingat ingat kembali ingatan beberapa hari yang lalu
"Mereka mempunyai sayap kelelawar, sedangkan buku buku yang pernah kau baca menampilkan jika malaikat itu bersayap putih, coba pikirkan bagaimana jika sayap putih itu menjadi hitam"ucap kurama
Naruto berpikir sejenak mengikuti perintah Kurama membayangkannya, tak lama ia pun berbicara
"Mungkin akan terlihat seperti sayap gagak yang berwarna hitam, memangnya kenapa kau menanyakan itu" ucap Naruto dengan nada bertanya
"Mungkin itu yang disebut malaikat jatuh, jika malaikat bersayap putih mungkin malaikat jatuh bersayap hitam, sedangkan iblis disini bersayap kelelawar, dan Musuh yang kau lawan waktu itu bersayap gagak hitam, mungkin ia salah satu malaikat jatuh, namun itu hanya pemikiranku saja" ucap Kurama memberi penjelasan
"Kau ternyata pintar Kurama! Kupikir kau hanya bermalas malasan dan tidur sepanjang hari, Terima kasih infonya" ucap Naruto bersorak senang, dia tak menyangka rubah yang berada ditubuhnya itu pintar juga
"Kurama Gitu loh! Dan berhentilah mengucapkan terima kasih kepadaku, itu membuatku risih, sudah kau pergi sana, aku merasakan si gadis merah sudah ada didekatmu" ucap Kurama agak narsis di awal ucapannya, Naruto pun perlahan menghilang menjadi butiran cahaya
- In Kuoh City
Naruto perlahan membuka matanya, ia melihat beberapa orang didepannya dengan raut wajah yang terlihat bingung membuat Naruto kaget dan mundur kebelakang
"Hei hei! Kalian membuatku kaget saja" ucap Naruto ketus
"Lagian kau juga terlihat aneh, apa yang kau lakukan hmm? Duduk bersila di lantai dan menutup matamu, kau seperti petapa saja" ucap Rias di ikuti anggukan Anggota ORC yang lain
"Aku hanya menenangkan diriku saja Onee-chan, memangnya apa yang bisa kulakukan disini, semuanya sudah kulakukan, sebenarnya aku ingin keluar dari tempat ini dan berjalan jalan, namun mengingat aku memakai pakaian wanita aku merasa malu untuk keluar" ucap Naruto panjang lebar
"Hahaha" tawa Rias, Akeno, serta Kiba, sementara Koneko hanya tersenyum simpul, Naruto yang merasa ditertawakan hanya cemberut
"Sudahlah, cepat ganti pakaianmu dan pakai yang ini, dan satu itu seragam sekolah untukmu karena mulai minggu depan kau akan memasuki sekolah" ucap Rias memberikan kantong plastik yang berisi Baju seragam dan pakaian sehari hari untuk Naruto
"Arigatou, Onee-chan" ucap Naruto menerima kantong Plastik itu dan berjalan masuk kekamar ruangan itu meninggalkan Anggota ORC
Beberapa menit kemudian..
Naruto keluar dari kamarnya, kini penampilannya berubah buka memakai baju tidur lagi, kini terlihat ia memakai T-shirt putih polos dengan celana bahan berwarna hitam mebuat penampilannya terlihat keren
"Kau terlihat keren Naru" ucap Rias, membuat Naruto tersenyum
"Yah seperti yang kau lihat"
.
.
.
Satu minggu telah berlalu, kini Naruto tengah istirahat sekolah di atap sekolah, ia sengaja beristirahat disana karena ia bisa mengingat kebiasaannya bersama temannya dikonoha yaitu Shikamaru
Ketika sedang damai damainya duduk sambil memandangi awan, Naruto dikejutkan dengan tiga Klon nya yang datang, Naruto langsung tersenyum
"Bos, ini hasil dari kerja kami, semuanya kira kira 10000 yen" ucap Bunshin Naruto yang ditengah mewakili ucapannya dari Bunshin yang lainnya
"Hmm.. Lumayan walau baru bekerja seminggu" ucap Naruto sambil menghitung lembaran uang yang berada ditangannya itu, ia menghitungnya layaknya seorang rentenir, ia lalu menyimpan hasil kerja Bunshinnya ke sakunya
"Selama kalian bekerja, apa ada seseorang yang sedang memperhatikan kalian? Mengingat aku lupa menyuruh untuk menekan tekanan Chakra kalian" ucap Naruto bertanya lalu dibalas dengan gelengan Oleh sang Bunshin
"Syukurlah, sudah kalian kembali bekerja dan jangan lupa untuk menekan kekuatan kalian" ucap Naruto laku para Bunshin menghilang dengan kepulan asap putih
'Kriiing Kriiiinnngg'
Bel Masuk terdengar si segala ruangan sekolah itu, Naruto lalu beranjak dari duduknya dan berjalan ke kelasnya
Selama diperjalanan, Naruto hanya mendapatkan tatapan senang, berbinar binar, ataupun yang lain, itu dikarenakan Naruto memiliki sifat yang ramah, baik dan Easy Going membuatnya dikenal sebagai murid yang baik
Yah walaupun ketenarannya tidak sebanding dengan Kiba Yuuto sang pangeran sekolah, namun Image nya sebagai Murid yang baik membuatnya senang
Naruto memasuki kelasnya, ia sedikit melirik kearah pria berambut coklat yang terkenal dengan kemesumannya itu, ia lalu tersenyum simpul
'Aku merasakan kekuatan terpendam didalamnya, apa itu yang namanya Sacred Gear?' Batin Naruto lalu duduk dibangkunya
.
.
- Skip Time
'Krrriiinngg Kriiiinngg'
Bel sekolah berbunyi menandakan waktu pulag sekolah tiba, para siswa langsung berhamburan keluar, rata rata para sisea itu didominasi oleh perempuan mengingat Sekolah itu dulunya Khusus perempuan
Naruto pergi ke toko swalayan terdekat, kini ia hendak berbelanja dari gaji pertamanya, yaa walaupun gajinya bukan dari dirinya melainkan klon nya
"Roti, Selai, Ramen cup, dan beberapa Lainnya" ucap Naruto bermonolog melihat barang belanjaannya, ia lalu pergu kekasir dan membayar barang belanjaannya
Setelah keluar dari toko swalayan dan membawa barang belanjaannya, Naruto mampir sebentar ke toko pakaian, ia ingat bahwa bajunya hanya satu dan itupun pemberian dari Rias
Ia lalu memilih milih pakaian yang ada disana, lalu ia mengambil salah satu pakaian dan menuju ruang ganti
Setelah beberapa menit berganti pakaian, Naruto keluar dari ruangan itu, kini penampilannya berbeda, dengan Baju oranye terang dengan gambar rubah ditengahnya, dan memakai celana jeans pendek selutut
Setelah itu ia berganti pakaian lagi dan membawa pakaian yang hendak ia beli dan beberapa pakaian yabg lain, tidak lupa ia membeli pakaian perempuan yang hendak ia hadiahkan kepada Rias
Hari semakin sore, Naruto lalu pulang membawa barang belanjaannya, namun di sebuah gang yang jarang penduduk, tiba tiba langit menjadi hitam dan muncul sesosok Pria dengan sayap gagak dipunggungnya dan berdiri beberapa meter dari Naruto
"Siapa kau? Kau punya masalah denganku?" Ucap Naruto mencoba berbicara dengan baik baik, namun dibalas dengan tatapan sinis oleh Pria aneh didepannya
"Kupikir Tuanku menyuruh untuk membunuh Musuh yang lumayan Kuat, namun kulihat hanya manusia biasa yang tidak bisa apa apa" ucap Pria itu dan melaju cepat menerjang Naruto
Naruto yang merasa pria didepannya berniat buruk langsung melepaskan barang yang ia beli dan melaju cepat kearah Pria tadi
'Duuaaakk'
Adu pukulan terjadi disana, saat Naruto memukul pria itu, pria itu menghindar dengan menggeser sedikit kesamping dan memberikan pukulan kuat kearah wajah Naruto
Naruto terpental kebelakang namun tak sampai jatuh terbaring ditanah, ia dengan salto dan berdiri tegak setelah terkena pukulan pria tadi
"Apa itu kekuatanmu? Dasar lemah" ucap Pria itu dan melemparkan sebuah Light Spear kearah Naruto
'Ternyata dugaan Kurama benar, Kokabiel adalah Malaikat Jatuh dan ini adalah sebangsanya' Batin Naruto lalu menghindar kesamping saat Light Spear itu hendak mengengenainya
Naruto lalu melesat kearah Malaikat jatuh itu dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat dengan mata biasa, Malaikat jatuh itu semoat kesusahan melihat pergerakan Naruto sampai ia terkena pukulan kuat diperutnya
'Duaaagghh'
Naruto memukul kuat Pria itu dan mengangkatnya keatas, lalu Naruto melesat keudara dan Kembali memukul Pria itu dengan kuat hingga Menabrak tanah
'Braaakk'
"Uuggghh" rintih sang Malaikat jatuh sambil memegangi perutnya yang menjadi target pukulan Naruto, ia melihat keudara, terlihat Naruto masih melayang diudara dan merapalkan handseal
"Katon : Goukakyuu no Jutsu!"
Perlahan muncul Bola api yang panas dari tiupan mulut Naruto, sang Malaikat Jatuh hanya diam pasrah mendatangi ajalnya yang sudah dekat
'Blaaaarr!'
Terjadi ledakan besar disana, menyisakan Kobaran api yang belum padam sedangkan tubuh pria tadi lenyap tak tersisa, Naruto hanya menghela Nafas lelah dan mengambil barang belanjaannya
"Huh, begitulah jika meremehkan orang yang bahkan tidak kau kenali"
.
.
.
Naruto kembali ke area sekolahannya, itu karena ia tinggal di salah satu klub yang ada disekolahnya, ia berhenti dipintu klub ORC, perlahan ia putar knop pintu dan..
"Tadaima!"
"Oh Naru, Okaeri"
"Ara, Okaeri Naruto-kun"
"Okaeri Naruto-kun"
"Okaerinasai"
Naruto terlihat jelas senyuman bertengger di bibirnya, untuk kedua kalinya ia merasakan ada yang membalas ucapannya sebelum pulang, sebelumnya adalah Iruka Umino yang pernah membalas ucapannya itu
"Kau bawa apa Naru?" Tanya Rias melihat barang belanjaan Naruto yang dibawa
"Aah, ini hanya beberapa persediaan makanan dan pakaian untukku, karena ini gaji pertamaku" ucap Naruto tersenyum senang, sedangkan Rias terlihat bingung dengan ucapan Naruto, 'Gaji? Setahuku Naruto tak bekerja' batin Rias
"Kalian pasti bingung kenapa aku bisa mempunyai gaji walaupun aku bekerja bukan?" Anggota ORC hanya mengangguk setuju
"Itu karena beberapa Klon ku yang bekerja dan gajinya diserahkan kepadaku" ucap Naruto sedangkan Anggota ORC hanya manggut manggut saja
"Ara ara~, Naruto-kun seperti preman saja, menyuruh Klon mu dan Hasilnya menjadi Milikmu, ufufufu~" ucap Akeno, sementara Naruto hanya nyengir gaje seraya menggaruk belakang kepalanya
"Oh ya! Ini untuk kalian, aku membelikannya hanya untuk kalian" ucap Naruto lalu memberikan Coklat yang ia beli kepada teman temannya, mereka mengambilnya lalu memakannya
"Arigatou Naru/Naruto-kun/Naruto-senpai" ucap Rias, Akeno, Kiba dan Koneko berbarengan
Mereka mengobrol bersama, tanpa ada beban atau apapun merasakan suasana damai saat mengobrol diruangan itu, sampai Akhirnya Akeno, Kiba, dan Koneko memohon pamit izin pulang kerumah mereka masing masing
"Onee-chan, ayo sini ada yang ingin kuberikan kepadamu" ucap Naruto yang kini berlari menuju Kamarnya atau lebih tepat kamarnya Rias
"Ada apa sih Naru? Apa yang ingin kau berikan" ucap Rias yang tengah mendapati Naruto memcari belanjaannya tadi di kantong belanjaannya
"Lihat! Cukup Bagus Bukan? Ini untukmu" ucap Naruto memperlihatkan T-Shirt putih dengan lengan yang berwarna pinky, serta Skirt selutut yang terlihat feminim
Rias lalu mengambilnya dan memasuki toilet hendak mengganti pakaian yang dihadiagkan Naruto, setelah beberapa Menit ia keluar dari toilet dan..
"Naru, bagaimana tampilanku? Apa aku terlihat cantik" ucap Rias dengan gaya imutnya
Kini terlihat Rias memakai T-Shirt hadiah dari Naruto, lengannya yang berwarna pinky terkesan feminim serta Skirt yang sepanjang selutut membuatnya seperti Gadis Yang Manis
Naruto sempat terdiam takjub dengan penampilan Rias saat ini, ia bagaikan gadis manis yang berada di film film sana, Rias hanya cemberut melihat Naruto yang terdiam
"Naru, Bagaimana penampilanku?"
"A-ah, Gomen, kau terlihat Manis dan Cantik Onee-chan" ucap Naruto jujur membuat Rias senang dalam hatinya
'Kruuyuk kryuuuk'
Terdengar suara dari perut Naruto, Rias memandang Naruto seakan berkata 'apa kau lapar?' Naruto hanya mengangguk sambil nyengir rubahnya
"Baiklah kali ini biar aku yang memasak, dan berikan belanjaan bahan makanan itu kepadaku" ucap Rias dan mengulurkan tangannya hendak menerima sesuatu, Naruto lalu memberi kan kantong belanjaannya
Tak menunggu Lama, Rias selesai memasak dan menaruhnya di meja makan, terlihat beberapa masakan yang membuat Naruto meneteskan air liurnya
"Itadakimasu!"
Naruto langsung menyantap masakan sang Kakak, sedangkan Rias hanya duduk dibangku depan Naruto sambil memandangi wajah Naruto yang tengah Makan
"Ternyata Masakanmu Enak sekali Onee-chan!" Ujar Naruto, Rias hanya tertawa kecil melihat sisa makanan Naruto yang menempel dipipinya
"Naru, kalau makan yang benar dong" ucap Rias membersihkan pipi Naruto yabg ada bekas Makanan Tadi, Naruto memerah diperlakukan seperti itu
'Andai kau tahu perasaanku Rias, Aku mungkin manusia bodoh yang sulit intuk mengungkapkan perasaanku, Namun membuat kau senang saja sudah membuatku lebih baik' Batin Naruto memandangi wajah Rias yang tengah mencicipi salah satu masakannya
.
.
:: To Be Continued ::
A/N : Halo! Kembali lagi bersamaku dalam fic ku yang berjudul New Line
Aku agak kecewa dengan respon dari para Reader-san, hanya beberapa yang mau mereview Fic ku ini, Aku akui tulisanku lebih buruk dari yang lain, Tolong aku hanya meminta Review, Flame juga gak papa lah yang penting ada Review ツ, karena hanya review yang membuatku semangat untuk menulis Fic
Di chapter ini sepertinya terlihat membosankan ya? Namun aku akan membuat Fic ini lebih baik lagi di Chapter yang akan datang, dan jika ada yang berpikiran Pair Naruto adalah Rias, itu masih Rahasiaku khukhukhu (ketawa ala Orochimaru)
Aku memohon kepada Reviewers serta para senpai untuk mereview ficku ini, entah itu Saran, Kritik, Atau Flame?, karena dengan begitu, aku bisa mengetahui dimana letak kesalahanku dalam menulis Fic
Akhir salam dari saya
Wassalam
:: Log Out ::
