New Line

Disclaimer : Aku bukanlah pemilik Naruto maupun Highschool DxD, namun Fic ini murni tulisanku dan beberapa Inspirasi dari para Fic buatan Senpai hebat disana

Rating : M (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Locked)

Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

.:: oo0oo ::.

~ Chapter 3 : Pemuda Ero ~

Pagi hari kembali datang, sang mentari kembali terbit dari timur dan menyinari bumi yang indah ini, Naruto saat ini tengah melamun setelah bangun dari tidurnya

'Aku mimpi bertemu Kaa-chan dan Tou-chan, andai kalian masih hidup, mungkin hidupku tak serumit ini' Batin Naruto sedih, tak terasa air matanya jatuh membasahi pipinya

"Ada apa denganmu Naru? Kau menangis?" Ucap Rias yang baru bangun dari tidurnya, ia Merasa Khawatir pada Naruto sampai ia meghapus air mata Naruto

"Terkadang aku merasa hidupku ini tak adil, hidup tanpa adanya orangtua membuatku menjadi lebih berpikir dewasa sejak dini" ucap Naruto yang kini menunduk menutupi raut wajahnya sekarang

"Memangnya kenapa dengan orang tuamu Naru?" Tanya Rias

"Mereka sudah meninggal tepat dihari kelahiranku" ucap Naruto menunduk tak terlihat raur wajahnya, merasa bahwa pertanyaannya menyinggung perasaan Naruto, Rias lalu membawa Naruto kedalam pelukannya

"Maaf karena aku bertanya seperti tadi, namun kau tahu disini ada aku Sebagai kakakmu" ucap Rias hendak menenangkan Naruto, Naruto yang tengah sedih membalas pelukan sang kakak, mencoba mencari kehangatan disana

"Nah, sebaiknya kau mandi sana, aku tak ingin melihat Otouto ku ini bolos sekolah" ucap Rias tersenyum lembut, Naruto hanya menuruti sang kakak

Naruto lalu membersihkan dirinya, setelah itu ia memakai pakaian seragam sekolahnya, ia lalu pergi menuju dapur hendak memasak seuatu untuk mengganjal perutnya

"Ohayou! Kali ini biarkan aku yang membuatkan sarapanmu" Naruto terkejut karena Rias kali ini yang memasak, Naruto duduk di bangku meja makannya

"Itadakimasu!"

.

.

.

"KYAAAA!"

"MEREKA BEDUA COCOK YA!"

"WHOOAAA"

"TERKUTUKLAH KAU MANUSIA TAMPAN!"

Abaikan teriakan siswa yang terakhir, Kini Naruto berjalan bersama Rias, namun bukan itu yang membuat Siswa ngenes tadi berteriak, itu Karena Rias kini tengah menggandeng lengan Naruto, membuat Naruto agak gugup

"Onee-chan!? Apa bisa kau lepaskan gandenganmu, aku malu dilihat semua orang" ucap Naruto sedikit berbisik, ia sempat melirik rombongan siswa laki laki, mereka menatap Naruto dengan tatapan tajam yang membuat Naruto ngeri

"Memangnya kenapa? Kau itu adikku jadi tidak apa kan?" Ucap Rias cuek dan tetap berjalan menggandeng Naruto, Naruto hanya menghela nafas lelah

Setelah masuk ke gedung sekolah, Rias tiba tiba Berhenti, Naruto hanya bingung, lalu Rias memegang pundak Naruto

"Naru? Apa kau bisa melakukan sesuatu untukku?" Ucap Rias sambil memegang pundak Naruto, Senyum Manis bertengger di bibirnya yang membuat para lelaki terpana

"Apa itu? Jika itu terlalu sulit mungkin aku tidak bisa melakukannya" ucap Naruto

"Tidak, ini tidak sulit, kau hanya mengawasi teman sekelasmu yang bernama Issei itu, itu saja" ucap Rias, sebelum Rias pergi, ia mencium pipi Naruto membuat Naruto bersemu merah

'Terkadang aku bingung dengan perlakuannya, ia menyayangiku layaknya adik atau menyayangiku sebagai seorang lelaki' batin Naruto

Naruto berjalan kearah kelasnya, namun karena ia berjalan tak memperhatikan arah depan, Ia akhirnya tak sengaja menabrak seseorang didepannya

'Bruukk'

"Ano.. Gomenasai!, apa Kaichou baik baik saja?" Ucap Naruto meminta maaf lalu mengulurkan tangannya hendak membantu berdiri sosok gadis aka Sona Sitri sang ketua OSIS yang ia tabrak

"Uggghh.." Sona hanya mengerang merasakan sakit di pantatnya yang menjadi tumpuannya saat jatuh, namun saat ia melihat Naruto, ia membulatkan matanya

'Dia?! Bukankah ia sosok yang tak sadarkan diri dimalam hari yang lalu, sepertinya Rias menurutiku untuk tidak menjadikan ia Peeragenya' Batin Gadis itu

"Apa ada yang salah diwajahku?" Ucap Naruto menyadarkan Sona didepannya dari lamunannya, Sona lalu berdiri dengan bantuan Naruto

"Oh maaf, Arigatou, aku harus pergi" Sona langsung pergi Meninggalkan Naruto, Naruto agak bingung namun ia tak mempermasalahkannya lalu kembali berjalan kekelas

Setelah sampai kekelas, Naruto lalu duduk dibangku kursinya yang berada di belakang, ia sempat melirik Issei yang merupakan target tugasnya untuk mengawasi Issei

'Aku memang merasakan sesuatu aneh didalam dirinya, mungkin Rias akan menjadikannya peerage atau apa? Aku tak peduli' batin Naruto, tak lama Guru datang kekelasnya hendak mengajar lara siswa

"Ohayou Minna-san, kali ini kita belajar tentang Kimia, kalian bisa membuka buku kalian pada halaman 74"

.

.

.

"Gila! Ini tempat top dah!"

"Matsuda! Kau agak geser dikit, gue gak bisa liat!"

"OOOII! BAGIAN GUE YANG MANA!"

Naruto hanya menepuk dahinya melihat tingkah trio mesum, bukan karena ia kurang kerjaan tapi ini karena perintah Rias, jadi mau tak mau ia harus melakukannya, kini Naruto tengah berada di atas sebuah pohon, sedangkan trio mesum tengah mengintip di lubang kecil di belakang klub kendo yang tengah mengganti pakaian

"KYAAA! ADA YANG MENGINTIP!"

"SELAMATKAN KEPERAWANANMU!"

"AYO KITA HAJAR MEREKA!"

Teriak para siswa perempuan di dalam ruang ganti itu, Matsuda dan Motohama terlihat berkeringat dingin dan kabur melarikan diri, sementara Issei yang nggak kebagian terjatuh karena kaget kedua sohibnya kabur

"Hyoudou Issei!"

Issei mengalihkan wajahnya kearah asal suara, namun ia terlihat berkeringat dingin melihat para siswa perempuan yang siap menghajarnya

"DASAR MESUM!"

"Duaagghh! Dugghh! Buugghh!"

Setelah selesai dengan menghajar Issei, para Siswa itu langsung pergi begitu saja, Naruto hanya tertawa lepas melihat Issei, sudah nggak kebagian, malah kena Hantam, Naruto langsung menghampiri Issei

"Apa kau tidak apa apa?" Ucap Naruto sambil mengulurkan tangannya kepada Issei, Issei lalu berdiri dengan bantuan Naruto

"Apa kau tidak lihat?" Ucap Issei kesal, ada darah mengalir di sudut bibirnya, sedangkan wajahnya terlihat merah terkena hantaman para Gadis tadi

"Makanya hilangkan sifat mesum mu itu, jika tidak kau pasti akan seperti ini lagi, lagipula apa enaknya mengintip ramai ramai" ucap Naruto lalu pergi begitu saja meninggalkan Issei yang tengah kesal

"Urusai! Karena tujuanku adalah Menjadi Raja Harem! Aku tidak bisa menghilangkan sifatku ini" ucap Issei

"Ya ya ya terserah kau saja" ucap Naruto cuek dan tetap berjalan pergi

.

.

.

"Apakah Kau mau menjadi pacarku?, Issei-kun?"

Kini terlihat Issei dengan sosok gadis berambut hitam yang wajahnya terlihat manis, Issei sebenarnya tidak mengenal Gadis didepannya ini, namun saat ia berucap bahwa ingin menjadi pacarnya, Issei langsung bahagia sekali

"Yuuma-chan? Apa kau serius?"

"Ya, aku serius karena Issei-kun menurutku remaja yang baik, jadi apa kau mau menjadi pacarku?" Ucap gadis yang bernama Yuuma itu

"Y-ya! Aku mau menjadi pacarmu"

"Arigatou Issei-kun, aku pergi dulu, dah" ucap Yuuma dan melenggang pergi, Issei kini terlihat senang sekali

Sementara di atas sebuah gedung yang tidak terlalu tinggi didekat Issei berada, Naruto tengah mengawasi Issei, ia terlihat Sweatdrop melihat tingkah Issei sekarang

"Dasar Jones!" Komen Naruto

"Namun yang membuatku bingung adalah, kenapa malaikat jatuh sepertinya tertarik kepada Issei?" Ucap Naruto penuh tanya

"Untuk apa aku melakukan hal hina seperti ini, kalau membuntuti seseorang yang cantik ataupun yang baik itu lumayan, namun ini yang aku buntuti adalah sosok mesum yang hanya ada oppai di otaknya" ucap Naruto kesal

Naruto lalu pergi menghilang dari atas gedung itu

Sementara itu, diruang Klub ORC

"Dia sosok yang menarik, walaupun sifat mesumnya yang membuatku kesal" ucap jelas Koneko dang wajah datar seperti biasanya

"Ara ara, dia memang terkenal sebagai Trio mesum bukan?" Ucap Akeno ikut nimbrung dengan senyum palsunya

"Entahlah, namun aku merasakan sesuatu didalam dirinya, itu seperti Sacred Gear namun aku tidak tau Sacred Gear macam apa yang ada pada dirinya" ucap Rias sambil menyeruput teh buatan ratunya yaitu Akeno

Lagi asik asiknya mengobrol, suara pintu terbuka menginterupsi obrolan mereka, Naruto yang membuka pintu ruangan klub itu, dilihat dari wajahnya, ia seperti sedang dongkol

"Ada apa denganmu Naru?" Ucap Rias yang pertama kali bertanya kepada Naruto, Naruto hanya memutar matanya bosan, menurutnya memperhatikan si mesum tadi sama saja berciuman dengan Sasuke selama beberapa menit

"Yyeekk" Naruto tiba tiba jijik dengan khayalannya sendiri

"Onee-chan? Kenapa kau menyuruhku untuk mengawasi si Mesum itu, kau tahu? Di otaknya hanya ada Oppai, Pantat, dan hal hal yang lainnya yang berbau mesum" ucap Naruto

Rias dan Akeno hanya terkikik geli mendengar keluh kesah Naruto, berbeda dari Rias dan Akeno, Koneko hanya diam sambil memakan cemilan yang ada di tangannya

"Ara ara, Naruto-kun sekarang sudah tau ya soal hal dewasa" ucap Akeno, Naruto hanya memalingkan wajahnya mendengar ucapan Akeno

"Hihihi, tak kusangkan Naru sekarang berpikiran seperti itu juga" ucap Rias terkikik geli, perempatan muncul di dahi Naruto

"Kalian malah menuduhku berpikiran mesum, sudahlah lebih baik aku pergi dulu" ucap Naruto kesal lalu pergi keluar, Rias dan Akeno kembali tertawa melihat ekspresi Naruto

.

Kembali ke Naruto, kini ia tengah menikmati Sunset yang terpajang didepan matanya, ya walaupun ia melihat di bawah jembatan yang luas, Namun rerumputan di bidang miring seperti dibawah jembatan itu membuatnya merasa Nyaman

"Hei anak muda, apa yang kau lakukan disini?" Tiba tiba dari belakang Naruto, muncul sesosok paruh baya dengan rambut yang aneh, bayangkan saja rambut belakangnya berwarna hitam, sedangkan bagian poni nya berwarna kuning, ia membawa sebuah ember dan sebuah pancing

"Kau tidak lihat? Aku sedang menikmati keindahan sunset didepanku" ucap Naruto cuek, membuat pria itu tertawa, Naruto hanya bingung pria itu tiba tiba tertawa

"Ahaha, tak kusangka masih ada remaja yang menikmati hal seperti ini, kau tahu anak remaja jaman sekarang suka bermain main ke mall ataupun kencan dengan kekasihnya" ucap pria itu lalu memancing di pinggir sungai yang ada dibawah jembatan itu

"Ya mauku sih begitu, namun seseorang yang kusukai lebih menganggapku adik daripada seorang pria, padahal aku ingin lebih dari seorang adik" ucap Naruto lemah

"Hoo jadi begitu, apa kau sudah mengatakan tentang perasaanmu itu" ucap Pria itu, setelah berucap tiba tiba pancingannya bergetar, lalu ia mengangkat pancingannya, tetapi bukan ikan yang didapat, malah sepatu bekas

"Hahaha, kau kurang beruntung" Naruto tertawa melihat yang didapat sang pria itu, pria itu hanya menghela nafas lelah

"Oh ayolah ikan ku sayang, datanglah kepadaku" ucapnya ngelantur lalu kembali memancing, Naruto hanya terkikik geli mendengar ucapan ngelantur pria tadi

Kira kira menunggu lema menit, pria itu kembali merasakan getar dilancingannya, ia lalu mengangkatnya dan whooaa, ia mendapatkan ikan yang lumayan besar

"Wah kali ini kau beruntung" ucap Naruto melihat pria itu tengah memasukkan ikan yang ia dapat dari acara memancingnya

"Yah kau benar, biasanya ikan ikan kecil yang kudapat, namun kali ini lumayan besar" ucap Pria itu tersenyum simpul

"Oh ya? Apa kau tidak terkejut melihat keanehan yang berada didepan matamu" ucap pria itu dengan penuh arti, Naruto hanya tersenyim simpul

"Aku tau maksudmu, yang menurutmu aneh itu sudah biasa bagiku, lagipula sebangsamu pernah menyerangku dan membawaku ke dimensi ini" ucap Naruto

"Jadi kau sudah tau ya? Dan siapa yang menyerangmu itu hingga membawamu kesini, lagipula dari perkataanmu, kau itu seakan berasal dari dimensi lain" ucap pria itu

"Ya kau benar aku berasal dari dimensi lain, dan sebangsamu itu yang menyerangku adalah Kokabiel, katanya sih ia bisa berpindah dimensi itu karena menggunakan Saced, Sacer, Sared, Sa- itulah pokoknya, dan itu berasal dari seseorang yang bernama Azazel" ucap Naruto

Pria itu itu membulatkan matanya, namun ia kembali tenang 'ternyata Kokabiel yang mencuri Sacred Gear buatanku, benda itu bisa berbahaya jika jatuh ke tangan yang salah' batinnya

Pria itu lalu berdiri dan berbalik ke arah Naruto yang tengah duduk santai, ia lalu mengeluarkan ke dua belas sayap hitamnya, Naruto terperangah melihat sayap sebanyak itu

"Namaku Azazel, dan aku Gubernur malaikat jatuh, maaf sebelumnya jika bawahanku berbuat seenaknya kepadamu" ucap pria itu alias Azazel sambil membungkuk ke arah Naruto

"Haha, kau tak usah membungkuk seperti itu Azazel-san, kau tak berhak menunduk kepadaku yang seorang Manusia, perkenalkan Namaku Naruto Uzumaki" ucap Naruto sambil tertawa garing

"Baiklah, namun aku merasakan kekuatan yang berada didalam dirimu dan itu terasa hangat" ucap Azazel, Naruto tersenyum simpul sambil mengambil sesuatu di tangannya

Naruto lalu mengeluarkan sebuah kertas, ia lalu mengalirkan Chakranya ke kertas itu, tak lama kertas itu terbelah dua, bagian satunya menjadi debu dan satunya terbakar, Azazel terkagum melihat itu

"Itulah sedikit kekuatanku, aku mempunyai tiga element yang ketiganya merupakan salah satu Unsur dari bumi, yaitu Angin, api dan tanah" ucap Naruto menjelaskan

"Itu bagus!, bagaimana jika kau mau mengatasi beberapa bawahanku, akhir akhir ini mereka sering membangkang dan melakukan hal hal seenaknya, kadang mereka membunuh ataupun yang lain" ucap Azazel

"Maaf aku tidak bisa menuruti keinginanmu, namun jika bawahanmu itu melakukan sesuatu kepadaku maupun temanku, jangan salahkan aku jika kau melihat mereka dengan keadaan yang menggenaskan" ucap Naruto lalu beranjak pergi

"Arigatou Naruto!, itu kuanggap kau menyetujuinya" ucap Azazel dengan agak berteriak, Naruto menghela nafas lelah mendengar ucapan Azazel

.

.

- Keesokan Harinya

Hari ini bertepatan dengan hari minggu, mungkin sebagian besar remaja merasa senang mereka libur dihari minggu, namun berbeda dengan Naruto, kini ia tengah menggerutu kesal

'Kenapa Rias selalu menyuruhku untuk mengawasi si mesum itu sih? Apa ia kira aku ini homo apa?" Gerutu Naruto sambil mengawasi Issei yang tengah menunggu seseorang di taman kota

Sudah setengah jam Naruto mengawasi Issei namun Issei terlihat masih menunggu seseorang yang entah siapa yang ditunggunya membuat Naruto kesal

'Rias sialan!, Issei hanya menunggu disitu selama beberapa waktu, apa yang ditunggunya sih?' Naruto kembali menggerutu kesal

Setelah tiga puluh menit kemudian, Naruto melihat seseorang yang turun dari taksi, ia adalah sesosok gadis yang Naruto dengar namanya adalah yuuma, Issei terlihat senang dengan sosok yang ditunggunya

"Ohayou Issei-kun!, apa kau menungguku dari tadi?" Tanya Yuuma dengan nada lembut

"Ohayou Yuuma-chan!, tidak kok, aku barusan saja datang" ucap Issei dengan senang, sementara Naruto yang mengawasi dari jauh hanya sweatdropped ria

'Dasar!, padahal ia sudah satu jam berdiri ditempat itu' batin Naruto sweatdrop dan terus mengawasi pergerakan keduanya

Mereka berdua ( Issei dan Yuuma) lalu berkencan ria, mereka lalu masuk ke pusat perbelanjaan yaitu Mall, mereka beruda terlihat amat senang

'Untuk apa sih aku melakukan hal hina seperti ini?, Rias benar benr membuatku kesal, lagipula biarkan saja bocah mesum itu kencan dengan sesosok malaikat jatuh' batin Naruto kesal

Mereka berdua lalu memasuki salah satu restoran, mereka lalu memesan makanan dan makan dengan senang, sedangkan Naruto yang sedang mengawasi membatasi jarak dengan duduk dibangku yang agak jauh dan memesan Kopi saja

Setelah selesai makan di restoran mereka lalu memasuki toko perhiasan, terlihat Issei membelikan sebuah gelang berwarna pink kepada Yuuma membuatnya tersenyum manis, sementara Naruto yang mengendap endap, kepalanya diketok sang pemilik toko

"Hei hei! Apa kau akan mencuri heh?" Ucap pemilik toko itu Sinis, Naruto yang mengaduh kesakitan dikepalanya hanya menggerutu kesal

"Gomen, aku bukan bermaksud seperti itu, aku hanya disuruh oleh temanku untuk mengawasi mereka" ucap Naruto sambil menunjuk keduanya (Issei dan Yuuma), pemilik toko itu hanya tertawa renyah

"Hahaha, temanmu itu lucu juga, untuk apa mengawasi seseorang yang sedang kencan" ucap pemilik toko lalu kembali ke tempatnya, Naruto hanya cuek menanggapinya

Naruto terus membuntuti kedua makhluk berbeda jenis itu, syukurnya Naruto menekan kekuatannya sampai tak terasa sehingga Malaikat jatuh yang bersama Issei tak merasakannya

Mereka lalu memasuki Game Center, Issei dan Yuuma terlihat senang memainkan salah satu permainan yang ada di sana, sementara Naruto hanya membeli minuman kaleng, ia tak berminat bermain game

.

.

Sore harinya mereka pergi ke taman, entah kenapa sore hari itu Taman terlihat sepi, tiba tiba Yuuma berlari dan berhenti didepan air mancur, sementara Naruto tengah mengawasi diatas pohon yang tak terlihat mereka berdua sambil menyeruput minuman kalengnya

"Issei-kun! Apa kau mau melakukan sesuatu untukku" ucap Yuuma sambil tersenyum manis

"A-apa itu Yuuma-chan" ucap Issei terbata 'apa ia memintaku untuk menciumnya, wuuhuu' batinnya kegirangan

"Apakah kau mau mati Untukku?" Ucap Yuuma dengan Nada dingin

"A-apa Yuuma-chan? Apa aku salah dengar" ucap Issei terkejut, ia mengorek telinganya mungkin pendengarannya salah

Tiba tiba langit menjadi gelap, dan Tiba tiba gadis yang dikenal Issei itu sebagai Yuuma langsung berubah menjadi gadis yang memakai baju yang memperlihatkan lekuk tubuhnya, dan sepasang sayap di punggungnya

'Aku melihatnya! Oppai Yuuma-chan! Tak besar namun cocok ditanganku' Batin Issei mesum walau nyawanya diujung tanduk, sementara Naruto hanya tertawa terbahak bahak melihat wajah mesum Issei dari atas pohon

'Jraaassshhh!'

Naruto terkejut mendengar suara tusukan benda tersebut, ia melihat kearah Issei, Issei tengah terkapar dengan tusukan Light Spear di perutnya, Naruto hanya menggerutu kesal

"Sial! Gara gara tertawa, nyawa seseorang pun melayang!" Ucapnya kesal lalu menerjang sang malaikat jatuh itu

'Swuuusshh'

'Duuaaagghh!'

'Kyaaahh!'

Naruto langsung memukul malaikat jatuh itu dengan sikutnya, membuat sang malaikat jatuh menghantam ke arah dinding air mancur itu

"Kau akan mati! Kau membunuh targetku! Kupikir kau memang benar kekasihnya, ternyata kau membunuhnya, Bajingan!" Teriak Naruto diatas udara sambil memegang Rasengan ditangan nya, ia langsung melesat kearah malaikat jatuh itu dan menghantamkan Rasengannya, namun sebelum terkena sebuah Rasengan, Malaikat jatuh itu lalu menghindar

'Blaaaaarrr!'

Terjadi ledakan besar di tempat air mancur itu, ledakan yang sanggup membuat beberapa Chuunin tewas, setelah ledakan itu perlahan selesai, terlihat kawah sedang dengan bulu bulu gagak di tengah kawah itu

'Sial Dia Kabur!' Batin Naruto melihat sang Malaikat jatuh terbang menjauh

"Sial! Targetku terbunuh, Bagaimana ini! Rias akan memarahiku" ucap Naruto pada dirinya sendiri, sedangkan Issei terkapar dengan darah mengalir dari perutnya

Langit pun menjadi seperti biasa tidak menggelap lagi, Naruto hanya bingung, mau diapakan mayat Issei ini, Namun tiba tiba lingkaran Sihir berwarna merah muncul disamping Issei, dari lingkaran sihir itu muncul Rias dan Akeno saja

"Kerja bagus Naruto!" Ucap Rias, muncul perempatan didahi Naruto karena mendengar ucapan Rias

"Bagus apanya! Lihat, si Mesum ini mati karena Kemesumannya" ucap Naruto kesal sambil menunjuk Issei yang terkapar, Akeno hanya tertawa mendengar ucapan Naruto yang menurutnya lucu itu

"Ufufufu~, Naruto-kun Lucu deh" ucap Akeno dengan senyum manisnya

"Ngomong-ngomong bagaimana kalian tahu kalau aku ada disini?, bukankah aku sudah menekan kekuatanku sampai tidak terasa" ucap Naruto bertanya

"Kau menekan kekuatanmu katamu? Aku bahkan merasakannya, bahkan itu terasa sangat kuat sehingga aku menyuruh Akeno untuk berteleport kesini" ucap Rias

"Ya mungkin itu saat aku menghabisi Gadis Gagak tadi, lagipula untuk apa sih mengawasi si Mesum ini? Kau tahu? Bahkan saat ia melihat sang gadis Gagak tadi berubah wujud, ia masih berpikiran mesum" ucap Naruto

"Sudah sudah, kau banyak bicara Naru, aku akan menolong Dia dan menjadikan peerageku" ucap Rias membawa tubuh Issei dan pergi melalui lingkaran sihir

"Memangnya kenapa kalau langsung menjadikan Peeragemu sebelum ia tewas seperti ini!" ucap Naruto agak berteriak namun sayang Rias sudah pergi dahulu

"Ara ara~, kita tidak bisa mengambil Kemanusiaan seseorang secara paksa Naruto-kun, lagi pula apa kau mau menjadi iblis hmm?" Ucap Akeno

"Benar juga, namun ajakanmu untuk mengajakku menjadi iblis mungkin akan kutolak dengan keras" ucap Naruto sambil memikirkan bagaimana jika ia menjadi iblis

"Ara ara~, Bagiklah kalau kau tidak mau Naruto-kun, aku pergi dulu, dah!" Ucap Akeno lalu menghilang dengan lingkaran sihir, Naruto makin kesal

"Mereka main pergi saja! Hufft"

.

.

.

Matahari mulai terbit dari timur, menandakan pagi hari mulai tiba, para siswa kuoh pun terlihat sudah berdatangan, Naruto kini tengah terlihat memikirkan sesuatu

'Rias dimana ya? Kenapa ia semalam tidak pulang?" Batin Naruto, ada rasa khawatir dihatinya mengingat Gadis itulah yang telah mengisi hatinya walaupun gadis itu tak mengetahuinya

Saat ia tengah berjalan ke gedung sekolah, ia sedikit melirik kearah gerbang sekolah, Matanya membulat sempurna namun kembali seperti biasa

Di gerbang itu terlihat Rias dan Issei berjalan berdua dengan Akeno, Kiba, dan Koneko dibelakang kedua makhluk berbeda kelamin itu

Raut wajah Naruto tertutupi oleh rambutnya, ia Hendak masuk ke gedung sekolah dan kekelasnya, namun sebuah suara memanggilnya membuat kakinya berhenti berjalan

"Naru!"

Ia melihat Rias berlari kearahnya sambil memegangi tangan Issei, Naruto mencoba memasang wajah ceria untuk menutupi perasaannya sekarang

"Naru, Arigatou telah membantuku, aku sangat-" "Doita!, tapi aku sekarang sedikit sibuk Onee-chan, mungkin lain kali saja"

Ucapan Naruto disela oleh Naruto, hati Pemuda pirang itu agak cemburu melihat kedekatan Rias dan Issei, ia lalu pergi meninggalkan Issei dan Rias

Sementara Akeno hanya memandang Naruto dengan wajah yang sulit diartikan

'Dia seperti mempunyai perasaan terhadap Rias, apa ia menyukainya?' Batin Akeno, namun tanpa ia duga, ia sudah mengetahui satu fakta yaitu..

Naruto menyukai Rias!

.

.

"Huuaah!, tak ada yang lebih nikmat dibandingkan menikmati pemandangan diatas atap ditemani minuman kaleng"

Back to Naruto, kini ia tengah duduk dibangku yang berada diatap sekolah, mencoba menghilangkan fikiran negatif maupun hal hal yang merepotkan

'Ckleeekk'

Lagi asik asiknya menenangkan diri di atap, tiba tiba suara pintu terbuka membuat pemuda pirang itu sedikit melirik kearah asal suara

"Oh Akeno-san, Konichiwa Akeno-san!" ucap si pirang, Akeno memandang Naruto dengan senyum palsu yang biasanya ia tebarkan

"Konichiwa Naruto-kun!" ucap Akeno

Naruto kembali meminum minuman kalengnya, Akeno tahu, Pemuda pirang didepannya itu mencoba mengelak dari sebuah masalah

"Naruto-kun, apa boleh aku bertanya padamu" ucap Akeno lalu duduk disamping Naruto

"Hmm, bertanya tentang apa?" ucap Naruto dengan senyumnya yang cerah membuat gadis itu memerah

"Mungkin ini agak pribadi namun tak apalah" ucap gadia itu bertele tele

"Apa Naruto-kun menyukai Rias-Buchou?"

.

.

.

.

.:: To Be Continued ::.

A/N : Yosh! Kali ini update chapter yang ketiga, mungkin Chapter kali ini lebih pendek dari Chapter sebelumnya

Di Chapter kali ini sudah diketahui bahwa Naruto Menyukai Rias, namun untuk seterusnya masih belum bisa aku beritahu ツ

Mungkin Di chapter kedepan ada Chara dari anime lain ataupun OC untuk mengisi salah satu tokoh di Fic ini, dan itu sudah aku pilih dengan matang

Mungkin sampai sini saja bacotanku, kurang lebihnya aku meminta maaf kepada para Reader-san dan Senpai hebat yang berkenan untuk membaca tulisanku ini

:: Log Out ::