New Line

Disclaimer : Aku bukanlah pemilik Naruto maupun Highschool DxD, namun Fic ini murni tulisanku dan beberapa Inspirasi dari para Fic buatan Senpai hebat disana

Rating : M (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Locked)

Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

.:: oo0oo ::.

Chapter 5 : Sang Penyelamat

Di Malam Hari, Kota Kuoh terlihat tak seberapa ramai, hanya segelintir orang yang mau keluar rumah pada malam hari, Namun suasananya berbeda di Ruang Klub ORC yang tengah terjadi keributan

Di dalam ruangan itu, Naruto hendak memohon kepada temannya hendak menyelamatkan seorang temannya yang tinggal di gereja, namun itu ditolak dengan mentah mentah oleh sang Buchou, Rias Gremory

"Onee-chan! Untuk satu kali ini saja, aku memohon kepadamu ataupun yang lainnya untuk menyelamatkan temanku itu, dia ditangkap oleh Malaikat jatuh dan Aku tahu apa yang akan diperbuat oleh si sialan itu!" ucap Naruto dengan penjelasan namun tak mengubah Rias untuk memberikan pertolongan kepada pemuda Pirang itu

"Tidak Naru, Tempat itu merupakan musuh bagi para iblis, jika kita kesana maka mungkin akan ada lagi peperangan antar Fraksi" ucap Rias menjelaskan,

Naruto akhirnya mengalah, ia lalu berjalan keluar klub ORC dan saat berada di pintu, ia berucap "Aku akan menolongnya, ini atas namaku sendiri bukan bangsa kalian, Azazel sial itu akan ku marahi lagi" ucap Naruto lalu pergi meninggalkan gumpalan Asap saja

"Azazel? Bukankah ia Gubernur malaikat jatuh, Rias?" tanya Akeno

"Ya, kau benar, namun dari mana Naru tahu dan kenal dengan Azazel?" ucap Rias hanya dibalas gelengan oleh para Anggota ORC yang lainnya

.

.

Kini Naruto sudah berada kurang dari 500 Meter dari Gereja tempat Asia diculik namun sebelum ia berlari ke arah tempat itu, ia di halangi oleh Malaikat jatuh yang lain dan berjumlah tiga orang

"Jadi inikah orang yang dibilang oleh Raynare! Terlihat lemah" ucap Malaikat Jatuh yang berambut biru

"Perkenalkan aku Mittelt, disampingku Dohnaseek dan disebelahku Kalawarner" ucap Malaikat jatuh berambut blonde dan pendek

"Aku tak peduli! Aku harus menyelamatkan temanku itu, minggir kalian" Bentak Naruto, ketiga makhluk yang berada didepan Naruto hanya tertawa meremehkan

Mereka bertiga lalu menyerang Naruto dengan Light Spear yang berukuran sedang dan melesat kearah tubuh Naruto, namun sebelum tepat mengenai tubuhnya Naruto melompat kesamping sehingga Light Spear itu hanya mengenai tanah

"Kau cukup Lincah juga Manusia!" ucap sosok Malaikat jatuh berjenis laki laki dengan memakai topi ala detektif yang bernama Dohnaseek, Naruto hanya cuek mendengarnya

"Kage Bunshin no Jutsu!"

Setelah mengucapkan nama jurus serta Handseal, muncul Bunshin di kedua sisi Naruto, Naruto lalu melompat dan memberikan sebuah pukulan kearah Dohnaseek, sama juga dengan kedua Bunshinnya yang melakukan serangan kepada Musuh didepannya

Dohnaseek menghindar dari pukulan Naruto dengan bergeser kesamping, namun tanpa ia duga, Naruto langsung berbalik dan menendang punggung Dohnaseek sehingga ia terjatuh ditanah

'Duaaagghh!'

Naruto melirik kearah dua Bunshinnya, kedua Bunshin itu tengah sibuk dengan pertarungannya masing masing, melihat sebuah celah, Dohnaseek kembali melemparkan Light Spear kearah Naruto

'Swuusshh'

Namun jangan sebut Naruto pahlawan desa jika bahaya kecil saja sudah membuatnya kalah, merasa ada serangan dari samping, Naruto lalu menghindar dan langsung melesat kearah Dohnaseek

'Duaaagg!'

Sebuah pukulan tangan tepat mengenai Dohnaseek membuat Malaikat jatuh itu terlempar hingga menabrak pohon dibelakangnya, ia lalu bangkit dan menerjang Naruto

'Swuusshh'

Dohnaseek langsung hendak memukul Naruto dibagian kepalanya, Namun Naruto menghindar kesamping dan memberikan serangan balik dengan menendang perut Dohnaseek, namun tendangannya segera dihalau Dohnaseek dengan menangkap Kaki Naruto lalu melemparnya kesembarang arah,

'Braakk!'

"Uggh! Kali ini aku akan serius!" ucap Naruto setelah ia menghantam sebuah pohon akibat lemparan sang Musuhnya, ia lalu melempar enam kunai sekaligus kearah Dohnaseek

Dohnaseek hanya memandang remeh, ia lalu menghindar kesamping sebelum Kunai Naruto mengenai tubuhnya

"Heheh! Kau pikir kau bisa melukaiku dengan bend-" "Kau pikir aku mau menggunakan kunaiku untuk melukaimu, tentu saja tidak, yang tadi itu hanyalah pengalihan saja!"

Dohnaseek terkejut mendengar suara seseorang yang melesat cepat dari arah depannya, Naruto kini sudah menyiapkan sebuah Rasengan ditangannya dan menghantamkannya ke Dada kiri Dohnaseek sehingga Dohnaseek terpental terbawa Rasengan Naruto dan meledak

'Blaaarrr!'

Ledakan yang lumayan besar hingga menyisakan sebuah kawah berukuran sedang dengan beberapa bulu gagak tepat ditengah kawah itu

"Tidak akan kumaafkan kau! Manusia Rendahan!" Naruto berbalik mendengar suara dengan Nada penuh Amarah, ia melihat dua malaikat jatuh yang ia tahu namanya adalah Mittelt dan Kalawarner

"Rasakan ini!" teriak keduanya sambil melemparkan masing masing sebuah Light Spear berukuran sedang kearah Naruto, Naruto dengan sigap membuat Handseal dan mengucapkan nama Jutsunya

"Doton : Doryuheki!"

Setelah mengucapkan nama Jutsu serta menempelkan telapak tangannya ke tanah, muncul dinding yang terbuat dari tanah yang melindungi Naruto sehingga Light Spear mereka hanya mengenai dinding tanah ciptaan Naruto

"Kalian sudah membuang waktuku untuk menyelamatkan temanku!" ucap Naruto dingin dengan tatapan tajam yang membuat kedua malaikat jatuh itu memandang ngeri, Naruto lalu melesat cepat kearah keduanya

Naruto lalu menyerang keduanya dengan sebuah Kunai, adu pukulan tak terelakkan lagi, Naruto hendak menebaskan kunainya kearah leher Kalawarner, namun kalawarner menghindar dengan cara mundur kebelakang

Disamping itu Mittelt menyerang Naruto dari belakang dengan menghantamkan tinjunya kearah kepala belakang Naruto, namun Naruto menunduk dan menangkap kepalan tangan Mittelt dan membantingkannya ketanah

'Braaakk!'

"Aaarrrggghh!"

Setelah membanting tubuh mungil Mittelt, Naruto lalu menancapkan sebuah kunai yang ia pegang ketangan kanan Mittelt hingga menembus ketanah membuat malaikat jatuh itu kesakitan serta darah mengalir dari tangannya

"Aaaarghh!"

"Bajingan Kau, Manusia Sialan!" Naruto langsung mengadahkan wajahnya kedepan melihat Kalawarner yang benar benar marah yang bahkan tak membuat Naruto takut

"Ayo sini! Akan kutunjukkan caranya bertarung!" ucap Naruto lantang, Kalawarner langsung melempar sebuah Light Spear kearah Naruto dan langsung melesat kearah Naruto

Melihat sebuah serangan berupa Light Spear didepan matanya, Naruto menghindar dengan melompat kesamping, Naruto kembali di kejutkan dengan Kalawarner yang sudah hendak menghantam Kepala Naruto dengan kepalan tangannya

'Tap!'

Naruto menangkap kepalan tangan Kalawarner, lalu membantingnya seperti yang dilakukan kepada Mittelt, setelah itu ia menancapkan kembali kunai ketangan Kirinya, setelah itu Naruto mengambil jarak dari keduanya lalu melompat tinggi

"Aaarrrgghh!"

"Kalian akan mati Disini, jadi Nikmati saja api milikku ini, Katon : Gokakyou no Jutsu!" ucap Naruto lantang sambil membuat Handseal dan mengucapkan nama Jutsunya

Sebuah bola api yang besar dari mulut Naruto melesat cepat kearah dua Malaikat jatuh itu membuat keduanya berkeringat dingin dan pasrah melihat bola api itu semakin mendekat

'Blaaaarrr!'

"Malaikat jatuh itu membuang-buang waktuku saja!" gerutu Naruto lalu melesat cepat kearah tempat Asia diculik (?)

.

.

'Braakk!'

Naruto membuka pintu gereja itu, namun yang membuatnya heran, tak ada siapapun didalam ruang itu, hanya ada kekosongan tanpa seorangpun yang berada disana

"Kau mencari siapa huh? Apa kau akan menyelamatkan Biarawati muda itu? Dia sedang melakukan pengambilan sacred gear di ruang bawah tanah, bagaimana jika kau bertarung denganku, akan kucolok matamu dan semuanya haha!" ucap Seseorang yang muncul dibalik ruangan itu dengan ucapan layaknya seorang Psikopat

"Namaku Freed, aku akan memenggal kepalamu itu dan kujadikan pajangan dikamar mandiku, haha" ucap Pria itu yang bernama Freed dengan bahasa yang bisa dikatakan seolah olah ia adalah Psiko

"Mari, akan kutunjukkan kepadamu caranya berdansa!" ucap Naruto yang secara tak sengaja mengikuti kata favorit si Madara Uchiha, mereka berdua lalu melesat cepat

'Traaanngg!'

Suara adu antara Pedang dan Kunai, Freed Menatap Naruto dengan padangan meremehkan, Namun Naruto hanya memandangnya dengan tatapan datar, Naruto lalu menendang perut Freed sehingga ia terpental menabrak dinding ruangan itu

'Braaakk!'

"Arrgghh! Itu sakit sekali, bagaimana jika sekarang giliranmu, hyaah!" ucap Freed lalu bangkit dan kembali menerjang Naruto, Naruto kembali bersiaga

'Traangg!'

Pedang Dan Kunai beradu lagi menghasilkan suara dentuman yang keras, Freed menyerang Naruto secara membabi buta, Namun Naruto dapat menghindarinya dengan mudah, sampai saat Freed Berhasil menyerang Naruto dibagian dada kirinya, namun tak lama tubuh Naruto menjadi gelondongan kayu

"Kau hanya menyerang dengan kekuatanmu saja, Rasakan ini!" Freed terkejut mendengar sebuah suara dengan nada keras berasal dari belakangnya, namun sebelum ia menengok kebelakang, ia merasakan sakit di bagian dada kirinya

'Jraaaasshh!'

"Aaarrgghh!" Dari belakang Freed, Naruto menghunuskan kunainya ke arah Jantung yang membuat Freed berteriak kesakitan, Naruto lalu mendorong tubuh Freed hingga terjatuh kelantai dengan darah mengucur dari dada kirinya

"K-kau!" Akhirnya Freed tewas bersimbah darah dengan tusukan di bagian dada kirinya tepat dijantungnya, Naruto hanya menatap datar tubuh Freed yang sudah tidak bernyawa lalu mencari jalan ruang bawah tanah yang diberitahu oleh Freed

.

.

.

"Asia-chan!"

Semua di ruang bawah tanah termasuk Para Exorcist, Malaikat jatuh yang Naruri baru tahu namanya Raynare, dan Asia menengok kearah Naruto, Asia yang tengah diikat disalib tersenyum sambil menitikkan air matanya

"Hey.. Apa yang kau lakukan disini Bocah!" Bentak salah satu Exorcist kepada Naruto

"Kalian akan mendapatkan balasan setelah apa yang kalian lakukan pada Asia-chan! Kage Bunshin no Jutsu!" Ucap Naruto lalu membuat Handseal dengan mengucapkan nama Jutsunya

'Pooffftt poooffftt'

Asap putih bertebaran di samping kiri maupun kanan Naruto, dengan Bunshin yang sebanyak itu Naruto menyuruh para Bunshinnya untuk menyerang para Exorcist dan Naruto menyelamatkan Asia yang tengah disalib

"Mari Berdansa!" Teriak salah satu Bunshin Naruto membuat para Exorcist Sweatdrop berjamaah

'Traaangg!'

Suara dengtingan benda tajam teralun merdu diantara pertarungan lara Exorcist melawan para Bunshin Naruto, Naruto kini beberapa meter lagi dengan Asia

"Nih kuberikan dia kepadamu, karena Sacred Gearnya sudah kuambil, hahah!" ucap Raynare sambil tertawa, dan melepaskan Rantai yang mengikat Asia hingga terjatuh, namun sebelum mengenai lantai, Naruto langsung menggapai tubuhnya

'Greep!'

"Asia-chan Bertahanlah!" ucap Naruto dengan penuh Khawatir terhadap temannya itu, sementara Asia menatap Naruto dengan tatapan Sendu

"Sudahlah Naruto-san, aku juga tak akan lama lagi, mungkin aku akan bertemu dengan Kami-sama sebentar lagi..." ucap Asia lalu menutup kedua matanya, Naruto membulatkan kedua matanya, apa ia tidak bisa walau hany untuk menyelamatkan nyawa seseorang?

"Hahah... Wajar saja dia mati, itu karena Sacred Gearnya kuambil secara paksa" ucap Raynare dengan bangga, sementara Naruto menunduk menutupi raut wajahnya sekarang, namun dari aura yang dia keluarkan, ia saat ini benar benar marah

Dengan kecepatan yang sangat cepat, Naruto langsung mencengkram leher Raynare dan mengangkatnya keudara membuat Raynare mengerang kesakitan, Naruto lalu melempar tubuh Raynare kearah dinding dibelakang salib tadi

'Braakk!'

"Uuugghh! Manusia Sialan! Rasakan Ini!" ucap Raynare lalu melemparkan Light Spear kearah Naruto, namun tanpa ia duga, Naruto malah menangkap Light Spear miliknya dan melemparkan kearah Raynare dengan sangat cepat sehingga Raynare tidak sempat menghindar

'Jraaasshh!'

"Aarrrgghh!"

"Rasakan ini Bangsat! Katon : Endan!" ucap Naruto dengan penuh amarah dan membuat sebuah Handseal sambil mengucapkan nama jutsunya

Lalu mucullah semburan api yang lumayan besar dari mulut Naruto yang siap membakar apa saja, Raynare yang terkena api milik Naruto hanya mengerang kesakitan, dan Akhirnya ia lenyap dan meninggalkan beberapa bulu gagak pertanda ia telah Mati

Naruto melihat sepasang Cincin berkilau hijau melayang di Temlat Raynare tadi, ia lalu mengambilnya dan memasangkannya di jari Asia

"Aku teman yang bodoh! Bahkan untuk menyelamatkan seseorang trman saja aku tidak bisa" ucap Naruto dengan raut wajah tidak terlihat karena terturupi rambut Blonde turunan dari sang ayah

Sementara itu di pertarungan Exorcist vs Bunshin

Muncul Lingkaran sihir berwarna merah, dari Lingkaran sihir itu muncullah lima sosok iblis, diantaranya adalah Rias, Akeno, Kiba, Koneko, serta Si mesum Issei

Mereka terkejut dengan pemandangan yang tersuguhkan didepan mereka, mayat mayat para Exorcist yang mati dengan menggenaskan serta para Bunshin Naruto yang berlumuran darah

"Aku tak menyangka Naru berbuat hal seperti ini" ucap Rias

"Ara ara~, Aku menyukai hal seperti ini, ufufufu~" ucap Akeno dengan tawa khas serta 'ara ara' nya

"Naruto-kun sangat hebat" Puji sang pangeran Kuoh Academy, Kiba Yuuto

"Sadis" satu kata dari Koneko

Sementara Issei hanya memandang tak percaya melihat mayat yang berserakan dimana mana, baru kali ini dia melihat kejadian ini, entah ia berekspresi apa

"Itu Naru! Ayo kesana!" ucap Rias, mereka semua lalu berlari kearah Naruto yang tengah menunduk entah karena apa, tubuhnya dipenuhi drngan luka lecet, tak ada luka yang cukup serius

Setelah sampai diatas, mereka melihat seorang gadis yang tewas entah karena apa, sedangkan Naruto hanya menunduk, 'mungkin dia yang ingin diselamatkan Naruto' batin mereka semua

"Naru!" mendengar sebuah suara, Naruto menengok keasal suara tersebut, terlihatlah Kelompok ORC yang baru datang, Naruto hanya tersenyum sinis

"Bukankah kalian tidak mau membantuku? Jika tidak bisa apa apa lebih baik kalian pergi" ucap Naruto sambil menatap tajam kesemua anggota ORC yang membuat beberapa di antara mereka berkeringat dingin

"Apa kami tidak bisa membantu keluarga kami hanya untuk sekali saja, Naru?" ucap Rias, sebenarnya ia agak khawatir kepada Naruto, namun karena ia lebih memikirkan akibat dari Naruto lakukan, jadi ia tak membantunya tadi

"Jika kalian ingin membantuku, bisa kah kalian menghidupkan dia, dia seorang biarawati yang mempunyai kekuatan untuk penyembuhan, mungkin kukira itu Sacred Gear" ucap Naruto menjelaskan sambil memandangi Asia yang tengah terbaring tanpa nyawa

"Aku mohon kepadamu Onee-chan, aku sempat merasa de javu saat Asia mati didepan mataku sendiri dan yang membunuhnya pun sama dengan orang yang pernah membunuh Issei" ucap Naruto membuat semua anggota ORC membulatkan matanya 'Ternyata yang melakukan ini adalah orang yang hendak membunuh Issei' Batin Rias

"Lalu bagaimana dengan keadaan seseorang yang membunuh Issei itu" Tanya Rias, sementara Issei memandang mereka dengan bingung 'jadi Rias-Buchou benar jika aku pernah mati?' batin Issei

"Issei-kun? Ada apa kau melamun" tegur sahabatnya Kiba yuuto

"A-ah tidak apa apa Kiba, hanya saja aku terkejut jika mengetahui jika aku mati, kupikir Rias-Buchou berbohong kepadaku" ucap Issei sambil menggaruk kepala belakangnya

Perhatian Issei dan kiba teralihkan saat Naruto berucap dengan dingin

"Si Bangsat itu sudah mati ditanganku!" ucap Naruto dingin

"Baiklah tak apa, lagipula jika kita mempunyai keluarga baru yang mempunyai kemampuan penyembuhan membuat kita mempunyai nilai plus bukan?" ucap Rias sambil mengeluarkan Evil Piece dari sakunya, Dan Evil Piece nya adalah bidak Bishop

"Bishop?" ucap Akeno melihat Rias mengeluarkan Evil Piece nya

"Yah dia akan menjadi Bishop ku, kemampuan penyembuhannya akan sangat menguntungkan bagi kita disaat keadaan sedang buruk, ia akan menjadi Bishop yang hebat!" ucap Rias lalu melakukan ritual Pembangkitan sama saat ia membangkitkan Issei sebagai Pawn nya

'Jadi Begini cara Iblis memiliki Peerage, andaikan di Dunia Shinobi ada jutsu seperti ini, mungkin orang tuaku tidak meninggalkanku sendirian' Batin Naruto

"Nah Sudah Selesai! Dan Naru-chan kau yang lebih mengenalnya daripada aku jadi aku serahkan padamu" ucap Rias tenang

"Mou... Onee-chan jangan panggil aku dengan Suffix itu dong, itu membuatku terlihat seperti anak kecil" ucap Naruto, yah di Konoha juga, memang beberapa orang yang dekat dengannya manggilnya dengan Suffix itu yang membuat Naruto agak risih

"Terserah padamu, Namun itu terlihat cocok dengan namamu Naru!" ucap Rias dan berjalan kearah anggota ORC yang lain

Tak lama kemudian, Asia perlahan membuka matanya, Naruto tersenyum lembut saat Asia mulai tersadar dan membantu gadis yang srkarang menjadi iblis itu untuk duduk

"Na-Naruto-san?!"

"Syukurlah kau hidup kembali, tapi sayangnya kau menjadi iblis sekarang" ucap Naruto yang membuat Asia menaikkan sebelah alisnya

"Aku sekarang Iblis?"

"Apa kau menyesalinya?" Tanya balik Naruto, dengan cepat Asia langsung menggelengkan kepalanya, Asia kembali penasaran melihat beberapa makhluk dibelakang Naruto

"Siapa mereka, Naruto-san?" Tanya Asia

"Mereka adalah keluarga barumu, kau yang merupakan iblis akan berada diantara mereka, dan menjadi sebuah keluarga, benarkan Onee-chan?" ucap Naruto sambil bertanya kepada Rias sekedar memastikan

"Ya kau benar Naru-chan, dan sebaiknya kita kembali ke klub, aku akan memperkenalkan semuanya kepadamu, Asia-chan" ucap Rias mencoba mengakrabkan diri pada iblis baru itu, mereka semua lalu menghilang setelah menggunakan lingkaran sihir yang dibuat oleh Akeno

.

.

Mereka semua kini telah tiba di ruangan klub mereka, lalu Rias mempersilahkan mereka semua untuk duduk, yah tidak apalah memperlakukan semua keluarganya layaknya tamu

"Jadi bisa kau jelaskan semua yang kau lakukan Naru?" ucap Rias dengan tatapan seriusnya membuat suasana di ruangan itu menjadi serius

"Itu... Aku hanya mengikuti kata hatiku, temanku dalam bahaya jadi aku membantunya, apa aku salah?" ucap Naruto seadanya membuat Rias menghela nafas lelah

"Tapi apa kau tahu jika apa yang kau lakukan akan menyulut peperangan terhadap fraksi lain?" ucap Rias kembali

"Bukankah sudah kubilang jika ini atas kemauanku sendiri bukan dari utusan fraksi iblis, lagipula dalang dari apa yang terjadi tadi adalah sesosok malaikat jatuh," ucap Naruto

Rias kembali menghela nafas, adiknya ini memang unik, ia bahkan menolong temannya, meski itu harus nyawa sebagai taruhannya, benar benar sosok yang unik

"Baiklah kali ini kumaafkan kau, dan Asia-chan!" ucap Rias sembari memanggil keluarga barunya itu yang merupakan seorang mantan biarawati setelah ia menjadi iblis, sementara Naruto hanya membatin kesal 'bukankah sudah kubilang ini kemauanku sendiri, lagipula apa salahku padanya hingga ia berucap seperti itu' batinnya

"Ha'i"

"Aku akan memperkenalkan diri kami dan menceritakan tentang sejarah fraksi iblis" ucap Rias dan menyuruh keluarganya memperkenalkan diri mereka masing masing yang dimulai dari Issei

"Konbanwa! Namaku Hyoudou Issei, aku merupakan pawn dari Rias-Buchou, salam kenal" ucap Issei dengan mata yang berbinar binar, yah jtu dikarenakan Asia yang terlihat manis di mata si pria mesum itu

"Salam, Namaku Toujo Koneko, Rook dari Rias-bucho, salam kenal" ucap Koneko memperkenalkan diri, dengan sikap datarnya

"Konbanwa, Namaku Kiba Yuuto, Knight dari Rias-Buchou, salam Kenal" ucap Kiba dengan senyumnya

"Konbanwa! Namaku Himejima Akeno, Queen dari Rias, salam kenal, ufufufu" ucap Akeno memperkenalkan dirinya dengan tawa khasnya itu

"Kau sudah tau namaku kan?" ucap Naruto dibalas anggukan oleh Asia, Asia lalu tersenyum dan gilirannya memperkenalkan dirinya

"Konbanwa Minna-san, namaku Asia Argento, sekarang aku menjadi Bishop dari Rias-buchou, salam kenal Minna-san!" ucap Asia memperkenalkan diri dengan senyum , yang lainnya ikut tersenyum

Rias lalu menceritakan tentang sejarah fraksi iblis dengan panjang lebar yang Author dan Naruto pun malas mendengarkannya, setelah Selesai Rias bercerita, suasana di ruangan itu menjadi cair, tak lama kemudian satu persatu anggota mulai pulang kerumah, Asia disuruh Rias untuk tinggal di klub sementara dan Naruto terpaksa tidak tidur dikamar kerena disana ada Asia dan Rias jadi terpaksa ia tidur disofa

.

.

.

- Satu Minggu Kemudian

Diatap sebuah gedung sekolah yang kita kenal dengan Nama Kuoh Academy, seorang pria besurai pirang tengah menenangkan diri dengan duduk santai memandang awan yang terpampang didepan matanya dengan ditemani minuman kaleng, serta irama musik yang terdengar dari earphone ditelinganya yang tersambung dari ponselnya

Ia menikmati pemandangan dengan tenang, suara lagu yang terdengar dari earphone yang tersambung dengan Ponselnya membuat Naruto menggelengkan kepalanya sambil menutup matanya menikmati lagu yang tengah didengarkannya, ia menyeruput minuman kalengnya, entah kenapa ia sekarang menyukai minuman kaleng, mungkin itu lebih praktis dan mudah dibawa

Naruto mengingat ingat kejadian setelah hari penyelamatan Asia, ia agak terkejut saat Asia memilih untuk tinggal bersama Issei, bukan karena apa, tapi sifat Issei yang membuatnya terkenal di Kuoh yaitu sifat mesumnya, Naruto takut si Mesum itu melakukan hal yang tidak tidak dengan Asia, entah apa yang dilakukan Issei hingga membuat Asia mau tinggal bersamanya, namun Naruto tau satu dari Issei, Ia pasti melindungi orang yang ia anggap berharga bagi dirinya

Akhirnya untuk mengantisipasinya, Naruto mengancam Issei dengan ucapan "jika kau berani melakukan yang tidak tidak terhadap Asia-chan, kupastikan keluargamu akan mendapatkan kado spesial dariku yang berisi potongan dari bagian tubuhmu!" ucapan Naruto itu membuat Issei langsung diam seribu bahasa

Dan ia tertawa saat mengingat wajah Azazel yang kusut saat Naruto marahi, Menurut Naruto, Azazel itu mirip dengan Ero-Sennin, sosok yang kuat melebihi Naruto, namun juga baik, sifat konyol dan Mesumnya yang sangat mirip dengan Ero-sennin

Lagi Asik asiknya memandangi awan yang perlahan bergerak, irama musik di ponselnya berubah menjadi deringan telepon yang menandakan sebuah telepon dari seseorang, Naruto mengalihkan pandangannya kearah layar ponselnya dan satu dipikirannya 'Akeno? Ada apa?' Naruto lalu mengangkat telepon Dari Akeno

'Moshi Moshi! Naruto-kun!'

"Ada apa Akeno? Kenapa pake telepon segala? Kau bisa menemuiku diatap dengan mudah bukan?" ucap Naruto dengan Nada curiga

'Naruto-kun, cepatlah kau ke ruangan klub sekarang! Ini penting bagimu'

"Tapi bukankah kau bisa menemu-"

'Tuut tuut'

Telepon Naruto langsung diputus sebelah pihak oleh Akeno, Naruto menghela Nafas, ia melepaskan Earphone dari telinganya dan memasukkannya ke saku celana sekolahnya bersama ponselnya, dan berjalan sembari meminum minuman kaleng yang ia genggam

.

.

'Ckleek'

Suara pintu terbuka menginterupsi kegiatan di dalam klub itu, Naruto memperhatikan mereka semua, dan ada sosok yang asing baginya, sesosok perempuan yang berpakaian maid berambut perak yang ada di klub

"Ah~ untung kau kesini Naru, aku mencarimu dimana mana tapi kau tidak kutemukan, jadi kusuruh Akeno untuk menghubungimu lewat ponsel" ucap Rias sambil menyenggol bahu Akeno dan dibalas senyuman oleh Akeno

"Untuk apa aku dipanggil kesini? Rasanya tumben saja aku dicari seperti ini, jadi ada sesuatu yang mengejutkankah sampai wajah kalian serius seperti itu?" ucap Naruto, dia mengetahui jika suasana di klub itu tengah serius dan berjalan ke sofa hendak duduk

"Jadi begini, aku akan menjelas-" sebelum Rias menjelaskan, sebuah kobaran api muncul di ruangan klub itu, tak lama kemudian setelah kobaran api itu padam, muncul seseorang dengan rambut kuning dan keriput sedikit di pipinya

"Haah! Sudah lama aku tak mengunjungi dunia manusia!"

.

.

.

.

.

:: To Be Continued ::

A/N : Yosh! Bertemu lagi denganku, si Author baka yang gak pernah konsistenn ツ

Sebelumnya aku meminta maaf untuk beberapa review yang tak sempat kubalas, entah kenapa di Ponselku tidak bisa membuka FFN lewat browser manapun, dan aku melihat di google, ternyata beberapa kartu sim memang tidak bisa membuka beberapa situs, jadi aku membuka FFN lewat koneksi WiFi ataupun memakai trik supaya aku bisa mengakses FFN

Aku cukup terkesan dengan Review di Chapter sebelumnya, Thx buat para Reviewers yang sudah mendukungku dengan begitu banyak, aku tak menginginkan target review sampai berapa, beberapa review kritikan atau dukungan saja sudah cukup baik buatku

Bagaimana dengan chapter ini? Yah walaupun saat adegan Fightnya kurang maksimal, dan beberapa kekurangan disana sini yang bertebaran

Pair Naruto bukan Rias, Akeno, Asia ataupun yang lain, sedikit bocoran, Pair Naruto akan muncul saat memasuki Arc kedua, itu saja (Mohon maaf untuk penggemar Pair NaruRias or NaruAkeno)

Mungkin itu saja, salam dariku..!

:: Log Out ::