New Line
Disclaimer : Aku bukanlah pemilik Naruto maupun Highschool DxD, namun Fic ini murni tulisanku dan beberapa Inspirasi dari para Fic buatan Senpai hebat disana
Rating : M (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Locked)
Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
.:: oo0oo ::.
- Chapter 6 : Kebenaran yang menyakitkan
"Haah! Sudah lama aku tak mengunjungi dunia manusia!"
.
.
Siang hari, di sekolah kuoh Academy yang para siswanya masih belajar dikelasnya, rata rata siswa disana didominasi oleh kaum perempuan, itu sudah wajar karena dulunya sekolah kuoh adalah sekolah yang dikhususkan untuk perempuan, namun karena suatu hal, sekolah ini berganti menjadi sekolah umum
Beralih ketempat lain, kini diruangan Klub ORC yang diketuai oleh Rias Gremory, para siswa mengenalnya dengan julukannya yaitu salah satu "Two Great Onee-sama" bersama Akeno Yang katanya merupakan siswi yang sempurna, paras cantik dengan bentuk tubuh yang membuat para hidung belang meleleh, serta sifatnya yang ramah membuatnya pantas untuk mendapatkan julukan itu
Namun kini sifat ramahnya perlahan menjadi wajah datar saat melihat makhluk didepannya, yaitu seorang pria berambut kuning dengan keriput di kedua pipinya, sifatnya yang sombong terlihat dari cara tingkah laku pria itu
"Hay Rias Sayangku!" ucap Pria itu dengan senyum, namun senyumnya itu senyum seolah olah mengejek
"Mau apa kau kesini Raiser!" ucap Rias kepada Pria didepannya itu yang bernama Raiser, Raiser hanya tertawa pelan
"Bukankah saat ini kita harus mengurus urusan kita berdua?" ucap Raiser
"Lebih Baik Ojou-sama dan Raiser-sama duduk dahulu" ucap seorang wanita berbaju maid yang rambutnya berwarna perak yang diketahui namanya Grayfia
.
.
.
.
"Huuaahh! Teh buatan Ratu Rias memang sangat enak!" Komentar Raiser sambil menyeruput tehnya
"Arigatou!" ucap Akeno
Kini mereka tengah duduk ditempatnya masing masing seperti orang yang sedang rapat, beralih kepada Naruto, kini ia tengah kebingungan dengan dua makhluk berbeda jenis yang asing baginya, ia hendak bertanya kepada Rias namun melihat reaksi rias yang berbeda membuat Naruto enggan untuk bertanya
Saat hendak meminum teh yang tengah digenggamnya, Naruto mendengar bisik bisik dari Issei yang tengah berbisik kepada Akeno
"Akeno-san, pria itu siapa?" bisik Issei pada Akeno
"Dia itu adalah tunangan Rias-buchou"
'Ppfffffttt!'
Naruto yang terkejut mendengar penuturan dari Akeno langsung menyemburkan teh dimulutnya, namun tanpa ia duga, teh yang disemburkannya mengenai wajah Issei, Issei lalu mengelap wajahnya dengan tangannya dan menatap tajam Naruto
"Bangsat kau Naruto! Apa masalahmu terhadapku!" ucap Issei marah sedangkan Naruto hanya nyengir kuda
"Go-gomenasai, aku tersedak" ucap Naruto seadanya sambil nyengir dan tak lupa menggaruk kepala belakangnya
Akeno menatap Naruto dengan ekspresi yang susah ditebak, 'Sepertinya Naruto terkejut saat aku bilang pada Issei kalau itu Tunangan Rias' Batin Gadis itu
Perhatian mereka bertiga teralihkan saat Suara Rias sedang berargumen dengan pria yang mereka kenal dengan Raiser itu, Naruto memandang datar Raiser 'Arogan, Sombong heh? Aku membenci sifat itu' Batin Naruto
"Pokoknya aku tidak mau jika aku dinikahkan dengan dia" ucap Rias sambil menunjuk wajah Raiser
"Jika Ojou-sama menolak, maka dengan terpaksa Lucifer-sama menyuruh Kalian berdua harus melakukan Rating Game, jika Ojou-sama menang maka Ojou-sama dapat membatalkan pernikahan ini, namun jika Raiser-sama menang, maka mau tak mau Ojou-sama dinikahkan dengan Raiser-sama" ucap Grayfia
"Rating game heh? Aku sudah beberapa kali memenangkan permainan itu, kau tidak ada apa apanya denganku Rias" ucap Raiser dengan Arogan
"Aku menerimanya!" ucap Rias dengan Lantang membuat Raiser tertawa dengan sombongnya
"Jadi kau menerimanya heh? Kau akan kalah dariku Rias! Lagipula apa ini semua Peeragemu?" ucap Raiser sambil menatap satu per satu peerage yang dimiliki Rias
"Jika ia memangnya kenapa?" ucap Rias sengit
Raiser tertawa lalu menjentikkan jarinya, lalu muncul kobaran api di ruangan itu, setelah api itu padam muncul 15 perempuan yang semuanya merupakan Peerage Raiser
"Aku mempunyai satu set lengkap, dan lihat milikmu, kau hanya mempunyai sedikit, dan seorang Manusia renda-" ucap Raiser dengan sombongnya, namun ucapannya terpotong saat sebuah Kunai melesat disamping kepalanya yang nyaris mengenai kepalanya jika ia bergerak, dan kunai itu tertancap di dinding ruangan Itu
"Tolong jangan dilanjutkan ucapanmu Iblis! Kau sudah meremehkan orang" ucap si pelempar Kunai yang ternyata Naruto yang sudah berdiri dengan tatapan Tajam kearah Raiser, sementara Raiser mengacuhkannya, terlihat para peerage Raiser sudah bersiaga jika ada apa apa dengan raja mereka
Perhatian mereka teralihkan saat mendengar ucapan aneh si mesum yang dikenal disekolahnya dengan julukan trio mesum, siapa lagi kalau bukan Issei, terlihat matanya berkaca kaca sambil berbicara "Lima belas perempuan, kau memang laki laki sejati!" ucapnya lalu menangis lebay
"Rias, ada apa dengan Peeragemu itu?" tanya Raiser
"Cita citanya menjadi seorang raja harem" ucap Rias
Raiser lalu tertawa dan memanggil ratunya yaitu Yubeluna, Semua anggota ORC plus Naruto menaikkan sebelah alisnya heran, Raiser dan Yubelin saling berpandangan, akhirnya bibir keduanya bertemu, lumatan demi lumatan dilakukan dengan nafsu oleh keduanya membuat Rias merasa jijik
"Kau tidak bisa melakukan ini Iblis rendahan!" ucap Raiser dengan sombongnya sambil memegang salah satu aset berharga ratunya itu dengan satu tangannya
Issei menggeram marah, marah saat melihat adegan itu, bukan karena ia menginginkannya, namun Raiser melakukan hal itu didepan tunangannya sendiri, itulah membuat Issei marah
Issei marah sambil berbicara dengan nada tinggi terhadap Raiser, lalu Issei mengeluarkan Sacred Gearnya yaitu Boosted Gear, yang merupakan sebuah Gauntlet ditangannya yang didiami roh naga yaitu Ddraig, Issei lalu melesat kearah Raiser namun ia dihadang salah satu peerage Raiser
Issei hendak melewati Peerage dari Raiser itu namun Gadis itu menyerang Issei dengan menghunuskan tongkat yang dipegangnya kearah perut Issei, Issei hanya menutup matanya mencoba merasakan sakit yang hendak ia dapat
'Tap!'
Semua Iblis disana terkejut saat tongkat yang hendak mengenai perut Issei itu langsung ditangkap dengan tangan seorang pria Berambut pirang yang siapa lagi kalau bukan Naruto, Issei perlahan membuka matanya, yang pertama ia lihat adalah Naruto yang sedang membelakanginya
"Issei, lain kali jika kau diserang, jangan sekali menutup matamu, sesekali cobalah kau menghindar dengan jantan walaupun hasilnya sama saja" ucap Naruto
Naruto lalu menarik tongkat yang dipegang gadis itu hingga terlepas dari gadis itu dan Naruto melemparkannya kesembarang arah, "Kau bisa diam Nona? Meski aku sangat malas membantu si Mesum itu, namun ini adalah kewajiban ku untuk melindungi mereka, lebih baik kau lindungi tuanmu yang hidung belang itu" ucap Naruto dengan tatapan tajam nan menusuk membuat gadis itu mundur kebelakang
Raiser yang merasa direndahkan menggeram marah, "Apa maksudmu Manusia! Aku bahkan bisa mengalahkanmu dalam lima detik!" ucap Raiser, membuat Naruto tertawa pelan
"Sudah kubilang jangan sekali meremehkan orang, kau tahu diduniaku meremehkan orang sama saja dengan mengantarkan nyawa kepada musuh" ucap Naruto
Naruto langsung melesat kearah Gadis yang menyerang Issei tadi dan Mencekiknya dan mengangkatnya keatas, sang gadis hanya mengerang kesakitan sambil memegang cengkraman tangan Naruto dilehernya, setelah itu Naruto melepaskan cekikannya keleher gadis itu sehingga Gadis itu tersungkur kelantai sambil terbatuk dengan memegangi lehernya
"Untung saja Kau seorang gadis, sehingga aku masih mempunyai rasa kasihan kepadamu, jika tidak mungkin kupatahkan lehermu tadi" ucap Naruto datar
Raiser menggeram marah, Raiser lalu melesat cepat Kearah Naruto dengan tangannya yang telah dibalut oleh api miliknya, Melihat ada serangan yang menghampiri, Naruto langsung melompat kesamping sehingga Pukulan Raiser gagal mengenai Naruto
Raiser semakin marah, ia hendak melakukan serangan yang sama kepada Naruto, namun sebelum itu ia dihadang oleh Grayfia yang membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya pertanda heran
"Sudah Cukup Raiser-sama! Jika kau melakukan hal yang berlebihan, maka aku sebagai ratu dari Lucifer-sama tidak akan berdiam diri saja!" ucap Grayfia dengan mengeluarkan aura yang kuat membuat Raiser mundur satu langkah kebelakang, bagaimana tidak? Ratu Lucifer itu sangat berbeda jauh lebih kuat diatasnya, wajar saja jika ia mundur kebelakang
"Baiklah, Rating game akan dimulai seminggu kemudian, dan bersiaplah Rias! Kau akan menjadi Istriku, haha!" ucap Raiser arogan dan menghilang dengan kobaran api bersama kelima belas peeragenya
"Kalau begitu aku undur diri dulu, Ojou-sama" ucap Grayfia lalu menghilang dengan lingkaran sihir
Suasana diruangan itu menjadi kaku setelah kepergian kedua iblis itu, Naruto hanya menghela Nafas dan hendak berjalan keluar, Namun tak diduganya, seseorang memeluk (dibaca : Menabrak) Naruto membuat tubuh Naruto sedikit oleh kebelakang
"Naruto-san! Kau sangat keren!" ucap seseorang yang menabrak itu membuat Naruto memandangnya jijik, dan menjauhkan tubuhnya dari pelukan Issei
" Menjauhlah dariku Mesum! Tak kusangka kau sekarang berubah haluan" ucap Naruto dengan jijik membuat Issei langsung pundung disudut ruangan dengan aura yang suram 'apa Aku memang berubah haluan oh satan-sama, namun setidaknya aku masih menyukai Oppai yang besar' Batin Issei nista
Semua Anggota ORC tertawa dengan kejadian tersebut, namun berbeda dengan Akeno, dia hanya menatap Naruto dengan tatapan yang sulit untuk diartikan, walaupun sifat Naruto yang bisa membuat suasana menjadi ceria, namun Akeno bisa melihat dari sorot mata Naruto yang terlihat sedih, mungkin saat ia mengucapkan bahwa Raiser adalah Tunangan Rias
Beralih kepada Naruto, kini remaja pirang itu berjalan kearah Rias dan berhenti tepat didepan gadis berambut merah itu, Rias hanya tersenyum kepada Naruto, namun Naruto hanya tersenyum masam, dari mata saphire nya itu ada sebuah kesedihan yang sangat ia sembunyikan dari Rias hingga gadis berambut merah itu tak menyadarinya
"Onee-chan, apa dia yang tadi adalah tunanganmu?" ucap Naruto dengan penuh tanya, ia seharusnya tidak menanyakan hal ini karena ia akan merasa tersakiti, namun ia harus tahu kenyataannya bukan?
"Aku sangat benci mengakuinya namun itu memang benar, memangnya ada apa Naru-chan?" ucap Rias
"Ahaha~, tidak apa apa kok, yasudah aku pergi dulu, ada yang ingin ku bereskan" ucap Naruto dengan tertawa garing dan berjalan meninggalkan mereka, Rias hanya menatap Naruto bingung, ia merasa ada yang aneh dengan Naruto
"Akeno, ada apa dengan Naru? Apa dia ada masalah?" tanya Rias pada Peerage, keluarga sekaligus teman baiknya yaitu Akeno, Akeno hanya menggeleng pelan pertanda ia tidak tahu sambil menatap kepergian Naruto
'Andai kau tahu Rias! Andai saja kau tahu jika Naruto menyukaimu! Maka apa yang akan kau lakukan sekarang?'
.
.
.
'Splaaass!'
"Tak kusangka dia mempunyai tunangan, malangnya nasibku ini, kalau dia bukan milikku, kenapa rasa ini semakin dalam saja!"
Sore itu, Naruto sedang duduk dibawah jembatan yang biasa Azazel memancing disana, melempari batu batu kecil ke sungai yang membuat cipratan airnya mengenai dirinya sendiri
"Yoo! Bocah sialan!"
Mendengar suara yang amat familiar ditelinganya, Naruto menoleh kebelakang, ditaangkapnya sosok laki laki paruh baya yang rambutnya berwarna pirang dibagian poninya saja, sedangkan bagian belakangnya berwarna hitam, ditangannya terlihat membawa sebuah ember dan pancingan yang ia genggam
"Yoo! Azazel-teme! Apa kau akan memancing" ucap Naruto menyapa balik dengan sebuah pertanyaan bodohnya
"Kau bodoh atau apa? Sudah tahu aku membawa sebuah pancing dan ember, ya mau mancing lah! Kau pikir aku mau berenang gitu?" ucap Azazel sengit, sementara Naruto hanya nyengir
"Dan apa yang kau lakukan disini Naruto, kau tahu? Biasanya jika kau kesini ada dua alasan, yang pertama memarahiku dan satunya lagi memeras uangku" ucap Azazel sambil melemparkan kail pancingannya kesungai, Alis Naruto berkedut mendengar penuturan Azazel yang menurutnya terlalu jujur itu
"Kau berkata seperti itu seolah kau mengusirku saja! Aku hanya menenangkan diri saja disini" ucap Naruto cuek sambil mengeluarkan Smartphone dan Headsetnya lalu menyambungkan Headsetnya ke ponselnya lalu memakainya ketelinganya, setelah itu memutarkan lagu lagu kesukaannya
"Menenangkan diri heh? Jadi apa hal yang merepotkan sampai kau menenangkan diri dibawah jembatan heh? Sangat aneh untuk remaja sepertimu jika menenangkan diri di bawah jembatan, kan bisa ditaman yang indah, atau pusat perbelanjaan yaitu Mall" ucap Azazel panjang lebar
"Hanya masalah kecil saja, lagipula tempat ini membuatku tenang dan dapat merasakan apa arti damai yang sesungguhnya" ucap Naruto tenang dan berbaring di rerumputan yang miring disana, dan kedua tangannya sebagai bantalannya
"Kedamaian ya? Kau tahu, aku sangat menginginkan sebuah perdamaian itu, sehingga aku lebih tenang dalam memancing, daripada harus melihat para malaikat jatuh yang terluka parah akibat Great war dulu" ucap Azazel memandang awan yang dengan tenang bergerak terbawa angin
"Ya, memang benar, suasana yang damai, dan sunset yang sangat indah dimata, bagus bukan? Seandainya saja aku mempunyai adik perempuan, mungkin aku tidak akan kesepian didunia ini" ucap Naruto
"Kenapa perempuan? Bukankah lebih baik laki laki?, ataukah kau akan melakukan 'itu' dengan adikmu" komen Azazel sambil menoleh kearah Naruto yang tengah berbaring
"Hei hei! Apa apan itu! aku bukanlah seorang Incest seperti yang kau lihat, kau hanya berpikiran mesum saja, wajar saja jika bawahanmu itu rata rata pakaiannya tidak ada yang benar" ucap Naruto dengan nada mengejek
"Kau jangan bawa bawa nama bawahanku seenaknya saja! Lagipula mereka sendiri yang memilih pakaian seperti itu, bukankah itu keberuntungan bagiku?" ucap Azazel sambil nyengir
"Dasar mesum! Kau mengingatkanku dengan seseorang yang dulu pernah mengajariku, namanya Jiraiya, namun aku lebih sering memanggilnya Ero-Sennin, itu karena kemesumannya yang sering mengajakku mengintip di onsen, sejak itu aku memanggilnya dengan sebutan itu" ucap Naruto membuat Azazel tertawa pelan
"Walaupun sifat mesumnya yang kelewatan, tapi ia seseorang yang sangat kuat, seseorang yang baik" tambah Naruto
Naruto lalu meraba kantung celananya dan mengambil sesuatu dari kantung celananya, setelah tangannya keluar, terlihat tangannya menggenggam sebuah buku yang bertuliskan 'Icha Icha Paradise'
"Jadi? Bagaimana kabarnya sekarang?" ucap Azazel yang kini kembali fokus dengan pancingannya
"Ia sudah meninggal!" ucap Naruto pelan, merasa pertanyaannya agak menyinggung, Azazel lalu meminta maaf
"Maafkan aku menanyakan hal seperti itu"
"Tidak apa, lagipula dia sudah tenang disana, satu satunya hal yang membuatku teringat padanya hanyalah buku novel ini" ucap Naruto sambil melihat buku ditangannya, Azazel pun menoleh kearah Naruto
"Apa itu?" tanya Azazel singkat
"Dulu dia adalah seorang penulis novel yang terkenal dari kalangan dewasa, kurasa ini cocok bagimu, aku masih belum cukup umur untuk membacanya" ucap Naruto lalu melemparkan buku yang berada ditangannya kearah Azazel, lalu Azazel menangkapnya
Azazel sekilas melihat cover bukunya yang bertuliskan 'Icha Icha Paradise', tanpa perlu lama memperhatikan cover bukunya, Azazel lalu membaca buku novel itu dengan serius, namun beberapa menit kemudian, wajahnya berubah menjadi mesum dan hidungnya mengeluarkan darah
'Croot!'
"Bagaimana kau mendapatkan buku seperti ini Naruto! Kau tahu ini bagaikan harta karun yang terpendam dari dalam onsen" ucap Azazel membara dengan darah yang mengalir dari hidungnya, tak lupa wajah mesumnya, hidungnya kembang kempis bagaikan ban motor yang betus karena terkena paku
"Jadi kau menyukainya ya? Sudah kubilang itu merupakan buku novel Ero-Sennin, kau boleh mengambilnya jika kau mau" ucap Naruto santai
Azazel lalu tersenyum senang, ia lalu menyimpannya kedalam sakunya dan berjalan pulang membawa ember dan Pancingannya, Naruto dibuat heran, Gubernur itu bahkan belum mendapatkan apa apa malah ia pulang duluan
"Oii Azazel! Kau mau kemana?" ucap Naruto agak berteriak
"Aku mau pulang, kau lebih baik pulang saja Bocah Pirang!" ucap Azazel dari jauh sambil terus membaca buku novel pemberian Naruto
"Yoo! Aku juga pulang dan Jangan lupa Siapkan tisu sebelum membacanya Azazel!" Teriak Naruto dan berjalan pulang setelah melihat sang mentari sudah tenggelam
'Croott!'
"Whooaa! Terima kasih banyak Narutooo!" teriak Azazel dengan OOC nya, tak lupa tampang mesum dengan darah yang mengalir dari hidungnya
.
.
.
Kini malam hari menyelimuti kota Kuoh, suasana malam serta terpaan angin dingin seakan menjadi pendukung gelapnya malam, para masyarakat yang tinggal di Kuoh terlihat enggan keluar rumah, mengingat dinginnya udara yang menusuk tulang
Beralih diruangan klub ORC, disana terlihat sepi, para anggota lain sepertinya sudah pulang kerumah mereka masing masing, disana hanya terlihay seorang gadis berambut merah duduk disofa yang terlihat sedang menunggu seseorang
"Naru, kau dimana? Aku disini kesepian" gumam gadis itu
Tak lama setelah gadis berambut merah itu bergumam, pintu ruangan itu terbuka dan menampilkan sosok remaja pirang yang ditangannya kini membawa barang belanjaan yang sepertinya persediaan bahan makanannya untuk beberapa hari kedepan
"Tadaima!"
Mendengar suara dari arah pintu, membuat gadis berambut merah itu mengalihkan pandangannya kearah pintu, didapatnya seseorang yang ia tunggu tunggu, sosok seorang adik yang walaupun hanyalah adik angkat, sosok yang membuat klub itu ceria, serta sosok yang selalu mendukung maupun membantunya dalam masalah apapun
Dengan mata yang berkaca kaca, gadis merah itu langsung melesat kearah pemuda pirang itu dan memeluknya dengan erat
"Na-Naru-chan! Aku mencarimu kemana mana namun aku tak menemukanmu, Kau tidak tahu jika aku kesepian disini" ucap Gadis itu lirih kepada pemuda pirang yang ia peluk yang namanya adalah Naruto
Naruto terpaksa menjatuhkan barang belanjaannya setelah mendapatkan pelukan dari seseorang yang sangat ia cintai itu, ia tahu, gadis itu tidak akan pernah ia gapai walaupun sampai ujung dunia sekalipun, namun pemuda pirang itu selalu berusaha agar ia bisa menaklukan hati sang gadis merah yang ia sebut dengan 'Onee-chan' itu
"A-ah, Gomen jika aku membuatmu khawatir Onee-chan, sekali lagi gomen!" ucap Naruto sambil membalas pelukan sang kakak dengan lembut, mencoba mencari kehangatan dari pelukan sang kakak yang sangat ia sayangi itu, membuat sang kakak luluh dan memeluk adiknya itu dengan erat
Setelah beberapa menit berpelukan, Naruto melepaskan pekukannya kepada gadis merah yang disebut kakaknya itu, "hee? Tak kusangka Onee-chan menangis hanya karena aku pulang kemalaman" ucap Naruto sambil menyingkirkan air mata yang perlahan jatuh dari mata berwarna Blue-Green sang kakak yaitu Rias Gremory membuat Rias memerah merona
Mendengar godaan dari sang adik, membuat Rias mengembungkan pipinya yang terkesan imut, Naruto sempat terpaku melihat kakaknya seimut itu
"sebagai balasan atas rasa kekhawatiranmu, bagaimana jika aku memasakkan makan malam khusus kita berdua dan aku yang akan membuatnya, Bagaimana?" tawar Naruto membuat Rias menganggukkan kepalanya dengan cepat
Akhirnya kedua makhluk berbeda jenis itu, mereka berjalan karah dapur dengan membawa barang belanjaan yang Naruto beli sebelumnya, namun yang membuat Naruto heran, mengapa Onee-chan nya itu terus menggenggam lengannya, apa ia habis terkena racun tikus atau semacamnya?, oke lupakan kalimat tadi, anggap saja angin berlalu
Sesampainya di Dapur, Rias langsung duduk dimeja makannya menunggu hidangan yang akan Naruto buat nanti, sementara Naruto kini sedang berkutat dengan alat perangnya yaitu perabotan dapur
Setelah sekitar lima belas menit menunggu, akhirnya Naruto membawakan masakannya ke meja makan, Rias hanya memejamkan matanya mencium bau sedap dari masakan Naruto, yah walaupun tidak terlalu banyak yang dimasak, namun itu sudah Cukup untuk porsi berdua
"Itadakimasu!"
.
.
.
Setelah selesai dengan acara makan malamnya, Naruto lalu mencuci semuanya, sementara Rias terlihat melamun, setelah selesai mencuci piring, Naruto lalu menghampiri Rias
"Onee-chan? Ada apa? Apa ada sesuatu yang tak mengenakkan kah? Atau masakanku tadi tidaklah enak?" ucap Naruto dengan nada bertanya
Rias menggeleng pelan, "Aku hanya mengkhawatirkan semua keluargaku, terutama Issei" ucap Rias
Mendengar ucapan Rias, membuat Hati Naruto sakit, sakit karena ia lebih mengkhawatirkan keluarganya, bukannya dia egois, namun ia hanya ingin Onee-chan nya itu hanyalah miliknya seorang dan tidak ada yang mengganggu
Hatinya sakit saat Rias mengatakan jika ia mengkhawatirkan Issei, lebih baik di Chidori oleh Sasuke daripada merasakan ini, dibenak pemuda pirang itu, apa Rias tidak merasakan ataupun peduli dengan cintanya, saat Naruto menatapnya dengan tatapan yang dalam, saat Naruto mencoba membantunya dalam hal apapun, saat Naruto memberikan hadiah kepadanya, apa itu semua kurang cukup untuk memberi kode keras terhadap gadis merah itu
Naruto tersenyum masam, Rias terlalu bodoh untuk mengerti perasaan seseorang, "tidak apa apa kok, kau tenang saja, mereka baik baik saja!" ucap Naruto menenangkan Rias
"Onee-chan sebaiknya ke kamar saja, biar aku yang membereskan semuanya" ajak Naruto, Rias hanya mengangguk dan menarik tangan Naruto
"Gendong aku!"
"Heeeh?" Naruto terkejut tak percaya, sepertinya Rias didepannya bukan Rias yang sering ia lihat kemarin kemarin, apa sifat manjanya keluar atau ia tertelan obat nyamuk sehingga ia menjadi seperti ini? Oke lupakan kalimat tadi
Akhirnya Naruto menuruti perkataan sang Kakak, Naruto menggendong Rias ala Bridal Style, rias menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Naruto membuat Naruto memerah malu
Akhirnya Naruto berjalan menuju kamar sambil menggendong Rias, entah kenapa posisinya sekarang membuat jantung nya berdegup kencang
Sesampainya di Kamar, Naruto lalu membaringkan Rias ketempat tidurnya lalu membalutinya dengan selimut, seraya mengelus helai demi helaian rambut merah sang kakak, naruto berbalik hendak keluar dari kamar itu dan membereskan pekerjaannya, namun sebuah tangan menggenggam tangannya seketika itu juga Naruto berhenti dan menoleh kembali ke arah Rias
"Jangan lagi tinggalkan Aku" ucap Rias lemah dengan mata yang terlihat sudah mengantuk, Naruto lalu tersenyum yang penuh dengan ketulusan diiringi dengan Anggukan, setelah itu Naruto keluar dari kamar
'Ckleeek'
'Andai kau tahu Onee-chan! Andai saja kau tahu jika kau tahu aku mencintaimu, maka apa kau akan tetap mengatakan hal tadi didepanku, ataukah? Ataukah? Kau lebih mencintainya?'
.
.
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : yoo! Ketemu lagi!
Kali ini aku tidak banyak berbicara, diatas sudah dijelaskan perasaan Naruto terhadap Rias
Untuk Arc kedua, mungkin setelah Penyelamatan Rias dari Tunangan yang tidak diinginkannya, dan untuk yang menyelamatkannya aku masih mempertimbangkannya
Untuk para Review, rata rata nanya pair Naruto ya? Tenang saja Pair Naru akan datang beberapa chapter kedepan, yang jelas bukan anggota ORC, mungkin OC ataupun yang lain
Mungkin cuma segitu aja, yah baterai hapeku juga sudah sekarat, jadi salam ツツ
.:: Log Out ::.
