New Line

Disclaimer : Sampai kapanpun Naruto dan Highschool DxD tidak akan pernah menjadi milikku, bahkan dalam mimpi sekalipun, Karena yang kutahu bahwa pemilik Naruto adalah Masashi Kishimoto dan pemilik Highschool DxD adalah Ichiei Ishibumi

Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Locked)

Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Author lain, Maka dari itu, Gomennasai!

Selamat Membaca!

.:: oo0oo ::.

- Chapter 7 : Sendirian? -

Pagi yang indah, pagi yang menawan, pagi yang selalu memberikan semangat pada setiap makhluk hidup, entah itu Manusia, hewan, tumbuhan, ataupun makhluk supranatural

Para penduduk kota kuoh memulai pekerjaannya masing masing, ada yang bekerja dikantor, mengelola toko, bekerja di swalayan, ataupun menjadi seorang Maid

Semua pekerjaan yang dikerjaan itu dibolehkan selagi tidak mencuri, namun berbeda dengan Pemuda kuning yang sering kita panggil dengan Naruto

Caranya mencari Uang sangat unik, ia membuat tiga bunshin dan disuruh bekerja selama seminggu, lalu jatahnya disetorkan ke bocah pirang itu, lalu dengan seenaknya ia menghilangkan bunshin yang ia buat untuk menghindari rasa pusing akibat banyaknya ingatan yang diperoleh dari Bunshinnya

Caranya mencari uang itu cukup licik, namun jika dipikir lebih dalam lagi itu memang tidaklah licik, ia membuat sebuah Bunshin, Bunshinnya itu juga merupakan bagian dari dirinya sendiri, dan jatahnyapun dikembalikan kepada dirinya, dengan begitu secara tidak langsung ia bekerja dengan dirinya sendiri bukan?

Kini bocah pirang itu tengah duduk dibangku kelasnya dengan santai, menopang dagunya dengan telapak tangannya yang menandakan bahwa dia sedang berpikir tentang sesuatu

Sementara dibelakang bocah pirang itu, seorang pemuda berambut coklat yang para siswa lain lebih mengenalnya dengan julukan salah satu dari Trio Mesum, memegang pundak Naruto hendak menegurnya

"Naruto-san?"

Merasakan sebuah pegangan tangan dari bahunya, membuat Naruto menoleh kebelakang dari Asal pegangan tadi, didapatinya temannya dan merupakan salah satu dari anggota ORC, yang namanya adalah Hyoudou Issei

"Ada apa? Tukang ngintip?" tanya Naruto dengan Acuh, mengingat Rias lebih mengkhawatirkan si mesum ini, apa yang lebih baik dari dirinya? Yang ada hanyalah Kemesumannya yang akut, pikir Naruto

"Apa kau baik baik saja, Naruto-san?"

"Kau ini nanya apaan sih? Sudah sana sama grup elu, aku mau ke kantin sebentar" ucap Naruto kesal dan menggeser tangan Issei dari pundaknya dengan kasar, lalu berjalan pergi keluar dari kelas

.

.

.

"Huuffftt... Hari yang membosankan!"

Diatas atap sekolah, seorang pemuda pirang yang mengenakan Headset ditelinganya dan sedang meminum minuman kaleng tengah bersantai disana, mendengarkan alunan musik yang membuat kepalanya tanpa sadar bergeleng pelan mengikuti irama lagu

Menutup kedua matanya mencoba merasakan irama lagu dengan dalam, sesekali minuman kaleng nya ia minum, namun saat lagi asik asiknya menikmati irama lagu, suara lagu yang berasal dari headset nya berubah menjadi deringan pesan, ia lalu mengambil ponselnya dari sakunya

"Hee? Akeno-san?" gumam Naruto saat melihat nama pengirim pesan yaitu Akeno, yang merupakan wakil ketua dari klub ORC

Ia lalu membuka pesan dari Akeno dan membacanya

:: vv ::

To : Naruto-kun

Subject : ?

Naruto-kun... Bisakah kau datang ke klub sekarang juga, ada sesuatu yang ingin Buchou sampaikan, jangan sampai terlambat ya! Kalau terlambat, maka aku akan menciummu, ufufufu..

:: ^^ ::

Naruto terkikik geli saat membaca bagian akhir dari pesan Akeno, ia lalu menyimpan kembali Ponselnya ke sakunya dan berjalan sambil membawa minumannya

.

.

.

'Ckleek'

Semua orang yang berada di dalam Klub ORC itu tiba tiba mengalihkan perhatiannya kearah pintu masuk dari Klub itu, didapatinya seorang remaja pirang yang mereka kenal dengan Nama Naruto

"Syukurlah kau datang Naruto, aku menyuruhmu datang kesini karena kita akan mengadakan rapat" ucap Rias bersidekap dada yang tengah duduk disofa

Naruto lalu tersenyum, ia berjalan kearah sofa yang diduduki oleh Anggota ORC, ia duduk di samping Kiba dan Koneko, sedangkan didepannya duduk Akeno, Rias, dan Issei dan Asia

"Kita mulai rapatnya, dalam seminggu kedepan kita akan ke villa milik keluargaku untuk berlatih disana, mengingat Rating Game akan dilaksanakan seminggu lagi" ucap Rias

"Kita akan kesana? Bukankah kita berada diwaktu sekolah, akan sangat merepotkan jika kita ke villa milik ku dan paginya berangkat ke Sekolah" ucap Issei berkomentar

"Untuk itu aku sudah meminta Izin dari kepala sekolah dengan Alasan kegiatan Klub" ucap Rias

"Lalu bagaimana denganku? Aku kan bukan bagian dari Peeragemu Onee-chan, jadi apa boleh aku kesana?" ucap Naruto bertanya

"Gomen ne Naru-chan, aku tidak bisa membawamu kesana, walaupun kau anggota dari Klub ini, namun kau bukan Peerageku, lagipula pelatihan ini hanya untuk menyelesaikan rating game yang akan datang, jadi kau tidak bisa ikut Naru-chan" ucap Rias

"Souka? Jadi untuk apa aku disuruh datang kesini" gumam Naruto sambil menundukkan kepalanya

"Aku menyuruhmu karena Buchou takut jika kau akan kebingungan jika tak ada kami diklub selama seminggu" ucap Akeno dengan senyumannya

"Ada yang ditanyakan lagi? Jika tidak maka aku akan meminta Izin kepada kepala sekolah sekarang" ucap Rias dibalas dengan Anggukan para Peeragenya minus Naruto

'Kemarin kau memperlakukanku dengan berlebihan Onee-chan, dan sekarang kau memperlakukanku dengan tidak adil, sebenarnya apa yang kau inginkan?'

.

.

.

.

- Keesokan Harinya

Naruto kini tengah berjalan di lorong sekolahan sambil membawa tas sekolahnya, ia benar benar kesal hari ini, bukan karena pagi harinya tidak ada sesuatu yang bisa ia makan, namun anggota klub ORC yang langsung pergi tanpa memberitahunya, setidaknya mereka berpamitan dengan Naruto, benarkan Naru? #KauBenarAuthor-chan

Naruto terus berjalan, namun karena ia tidak berhati hati, pemuda pirang itu menabrak bahu seorang gadis sehingga gadis itu terjatuh

Dengan Reflek, Naruto lalu membantu gadis itu untuk bangun, kemudian Gadis itu mendongakkan wajahnya, terlihat sepertinya gadis didepannya lumayan manis, rambutnya yang tergerai bebas berwarna ungu dengan iris mata yang senada dengan warna rambutnya, serta kacamata yang bertengger di batang hidungnya

"Apa tadi itu sakit, anoo?" ucap Naruto dengan nada Khawatir, namun dibalas dengan gelengan secara cepat oleh gadis tadi

"Rize Kamishiro" ucap Gadis itu memperkenalkan namanya membuat Naruto tersenyum

"Naruto Uzumaki, maaf membuatmu terjatuh Kamishiro-san" ucap Naruto sambil membungkukkan badannya menandakan ia meminta maaf

"A-ah, kau tidak perlu Meminta maaf Uzumaki-san, tapi apa kau mau membantuku?" ucap gadis itu dengan malu membuat Naruto membatin 'Kawaii!'

"Baiklah aku akan membantumu, namun jangan panggil aku dengan nama belakangku, kau boleh memanggil namaku saja" ucap Naruto dengan senyum cerahnya membuat gadis didepannya memerah

"Baiklah, Na-Naruto-san, tolong antarkan aku keruangan kepala sekolah ya?" ucap Rize dibalas dengan anggukan sang pemuda pirang

"Yosh! Ayo ikuti aku!" ucap Naruto berseru sambil menarik tangan sang gadis ungu membuat sang gadis bersemu merah atas perlakuan sang pemuda pirang

Mereka terus berjalan ke arah ruangan kepala sekolah, suasana menjadi diam, hanya saling melempar senyum antara dua manusia berbeda kelamin itu

"Nah itu dia ruangannya!" ucap Naruto sambil menunjuk pintu masuk ruangan kepala sekolah

"Kalau begitu sampai disini saja ya Kamishiro-san, kuharap kita bisa bertemu kembali" ucap Naruto berpamitan dan meninggalkan Rize disana membuat sang Gadis tersenyum senang

"Uzumaki Naruto kah? Kuharap kita sekelas nantinya Naruto-san" gumam gadis itu lalu memutar knop pintu dan masuk keruangan kepala sekolah

.

.

.

Kini Naruto terlihat sedang mati kebosanan dengan pelajaran yang diajarkan Senseinya, matanya berputar sambil menopang dagunya dengan telapak tangannya yang menandakan si pirang itu benar benar bosan

"Jadi, rumus untuk mencari diameter dari bom atom, bla bla bla" ucap Senseinya yang sedang mengajar sambil menulis sesuatu di papan tulisnya

'Dasar Gila! Dia malah mencari diameter dari bom atom, kalau aku sih lebih baik kabur daripada mencari masalah dengan benda penghancur itu' batin Naruto nista

Beberapa menit kemudian, pintu kelas itu diketuk oleh seseorang yang membuat Sang guru yang mengajar membuka pintu kelas itu, didapatinya seorang gadis berambut ungu dengan kacamata yang ia pakai

"Sensei, aku siswa baru disekolah ini, dan juga Kepala sekolah menyuruhku memberikan surat ini padamu" ucap sang gadis, guru itu lalu membaca surat itu dan tersenyum

"Baiklah kalau begitu, silahkan masuk Kamishiro-san" ucap sang guru, guru itu lalu menyuruh sang gadis berkenalan didepan teman teman barunya

Naruto yang tadinya kebosanan perlahan terkejut melihat gadis yang berada didepannya itu, rambut ungunya yang tergerai bebas, iris mata yang senada dengan warna rambutnya, serta kacamata yang ia pakai, 'bukankah itu Kamishiro-san?' batin Naruto

"Para Siswa sekalian, kita akan kedatangan teman baru, Kamishiro-san, kau boleh memperkenalkan dirimu" ucap guru dengan senyumnya yang ditujukan kepada siswa barunya itu

"Watashi wa Rize Kamishiro desu, aku merupakan siswa pindahan dari eropa, Yorishiku Onegaishimasu" ucap Rize memperkenalkan dirinya untuk pertama kalinya didepan teman barunya

Tidak ada sorakan maupun teriakan para siswa, yang ada malah tatapan aneh dari para siswa yang membuat Rize menjadi gugup dan menundukkan kepalanya

"Baiklah kau boleh duduk di samping Uzumaki-san, Uzumaki-san tolong angkat tanganmu" ucap Sang guru membuat sorot mata Rizr tertuju pada remaja pirang yang berada di paling belakang yang sedang mengangkat tangannya, siapa lagi kalau bukan Naruto, senyuman hangat Naruto lemparkan pada Gadis ungu itu

Rize lalu berjalan ke bangku yang berada disamping Naruto, menaruh tasnya dan mengambil buku serta peralatan menulis dari dalam tas nya, ia menoleh kearah pemuda pirang disampingnya

"Ohayou Kamishiro-san, kuharap kita bisa berteman nantinya" ucap Naruto dengan senyum hangat membuat gadis itu memerah malu

"Hei Gaki! Apa kau merasakan sesuatu dari tubuh perempuan disampingmu itu" sebuah suara berat yang hanya dapat didengar oleh Naruto, Naruto lalu mengangguk

'Ya Aku merasakannya Kurama, namun kekuatannya itu sangat kecil, mungkin ia menahannya dengan sangat kuat'

"Yasudah aku tidur saja, selebihnya kau nikmati saja kehidupanmu yang rumit itu Kuso-Gaki!"

"Urusai Kurama!" Teriak Naruto kesal berdiri dari bangkunya membuat Siswa serta sensei yang mengajar dikelasnya mengalihkan perhatiannya kepada Pemuda Pirang itu

"Ada masalah? Uzumaki-san" Tanya sang Sensei, Naruto menggelengkan kepalanya sambil nyengir gaje dan kembali duduk di bangkunya

'Benar benar Rubah yang menjengkelkan!'

.

.

.

.

Bel berdering Kencang, menandakan bahwa jam Istirahat sudah memasuki jamnya, semua siswa maupun siswi keluar mencari angin segar setelah menerima pelajaran yang mungkin membuat mereka jenuh, entah itu ke kantin, nongkrong bareng, ataupun ngegosip (?)

Namun berbeda dengan si Pemuda Pirang, entah kenapa ia sangat menyukai tempat yang biasa ia datangi disaat jam istirahat, yaitu diatap, memang kau bisa melihat pemandangan yang indah dari atas, namun selebihnya tak ada yang lain

Naruto duduk dibalkon yang disediakan disana, duduk tenang dengan suara lagu yang terdengar dari headset yang tersambung di ponselnya, serta melihat awan yang beberapa hari yang lalu ia sangat menyukainya, Sepertinya kau tertular virus dari Shikamaru, Naru (?)

"Yoo Gaki!'

'Oh kurama! Ada apa? Apa ada sesuatu' ucap Naruto dalam hati merespon dari si Rubah ekor sembilan itu

"Apa kau tidak berniat untuk keluar dari Dunia ini? Maksudku, kenapa kau tidak kembali ke Konoha, tempat Kelahiranmu"

'Entahlah Kurama, saat aku masuk kedalam dunia ini, aku bahkan tidak merasakan aura dari gagak itu, mungkin ia bersembunyi di suatu tempat?'

"Lalu kenapa kau tidak Mencarinya?"

'Aku juga tidak tau kenapa, tapi saat aku merasakan hangatnya kekeluargaan, aku seakan melupakan ambisiku untuk kembali ke Konoha, lagipula dunia ini tidak terlalu buruk juga'

"Heh? Dasar Bocah kurang kasih sayang!"

'Dan kau, Dasar Tukang tidur!'

Beberapa waktu setelah berbicara melalui telepati dengan Kurama sang Kyuubi no Yoko, tiba tiba pintu menuju atap itu terbuka menampilkan seorang gadis berambut ungu, Naruto mengalihkan perhatiannya kearah asal suara pintu terbuka itu, pasalnya jarang jarang siswa pergi keatap hanya untuk sekedar bersenang senang, setelah melihat gadis itu, secara spontan Senyum hangat tercipta dari bibir sang Pemuda pirang itu

"Konichiwa, Uzumaki-san" sapa Gadis itu lalu duduk disebelah Naruto, ditangannya ia membawa bekal makan siangnya

"Hm! Konichiwa mo Kamishiro-san, ngomong ngomong kenapa Kamishiro-san pergi keatap?" ucap Naruto mencoba mengakrabkan diri pada teman Barunya itu, mendengar pertanyaan dari si pirang, gadis yang diketahui Namanya yaitu Rize Kamishiro itu cemberut

"Apa Uzumaki-san mengusirku, begitu?"

"Bukan begitu maksudku Kamishiro-san, hanya saja aku heran melihat seseorang pergi keatap, jarang siswa yang sekolah disini pergi keatap hanya untuk sekedar bersenang senang maupun menenangkan pikiran" ucap Naruto sambil menggelengkan kepalanya

"Aku kesini untuk mencarimu, Uzumaki-san"

"Hee? Mencari aku?"

"Ya, aku mencarimu, karena dikelas, hanya beberapa siswa yang mau menerimaku sebagai teman, selebihnya mereka mengabaikanku" ucap Rize menundukkan kepalanya, menutupi ekspresi yang ia gunakan sekarang, Naruto sedikit terkejut mendengar ucapan gadis disampingnya, perlahan tangannya menarik bahu sang gadis untuk bersandar ke bahu Naruto

"Tenang saja, aku akan selalu menerimamu, menerimamu sebagai teman yang mau diajak suka maupun duka, jadi jangan sedih dihari pertama sekolahmu ya?" ucap Naruto menenangkan gadis disampingnya itu membuat sang Gadis tenang

"Baiklah kalau begitu, tapi apa aku boleh memanggilmu dengan Namamu" ucap Rize dengan mata yang membuat semua manusia akan luluh hatinya, apa lagi kalau bukan Puppy Eyes nya

"Hm! Kau boleh memanggil Namaku, sebaliknya maka aku akan memanggil namamu juga, Rize-chan" ucap Naruto dengan senyum cerah serta penambahan Suffix 'chan' yang seenak jidatnya membuat sang empunya Nama merona merah

Mereka lalu mengobrol biasa sembari diselingin candaan agar suasana tidak terlalu tegang, Rize menawarkan bekalnya untuk dimakan bersama Naruto, Naruto agak malu menerimanya, namun Akhirnya iapun menerima tawaran dari Rize, mereka lalu makan siang bersama, tak jarang mereka saling suap menyuap makanan yang membuat suasana terlihat Romantis (?)

.

.

.

Di sebuah Halaman Villa yang tengah ditempati oleh Anggota ORC, dihalaman itu, terlihat para Anggota ORC yaitu Rias, Akeno, Kiba, Koneko serta si mesum yang mendapat julukan mesum siapa lagi kalau bukan Issei

Disana terlihat Issei dengan Boosted Gearnya tengah berhadapan dengan Kiba yang membawa pedangnya, sementara yang lain hanya melihat dari kejauhan

"Issei! Latihan kali ini kau akan menggunakan kekuatan dari Boosted Gearmu itu, jadi bersemangatlah!" ucap Rias menyemangati Pion kesayangannya dari kejauhan, sementara yang disemangati tersenyum senang

"Mulai!"

Kiba langsung melesat kearah Issei dengan kecepatan yang sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, Tangannya dengan lihai menebaskan pedangnya kearah bagian vital Issei yaitu Lehernya, namun sebelum mengenai Leher Issei, Boosted Gearnya lebih dahulu menahan serangan dari Kiba

'Traaaanggg!'

Sementara serangan Kiba tertahan oleh lengan yang dilapisi Boosted Gearnya, Issei langsung menghantamkan tinjunya kearah kepala Kiba dengan sekuat tenaga, sayangnya serangannya digagalkan dengan kiba dengan cara melompat beberapa meter kebelakang

"Saatnya Mencoba jurus Baru!" seru Issei dengan semangat, perlahan aura dari Boosted Gearnya meningkat, terdengar suara dari Boosted Gearnya itu

'BOOST! BOOST! BOOST!'

"Dragon Shot!"

Dari Boosted Gearnya, muncul bola berwarna merah dengan kekuatan yang kuat melesat kearah Kiba berada, Issei agak Mundur kebelakang akibat mengeluarkan Serangan yang lumayan Kuat itu, sementara Kiba yang melihat serangan yang dilontarkan Issei kepadanya itu langsung melesat menghindarinya

'Duaaaarr!'

Suara ledakan dari serangan mematikan Issei, akibatnya halaman yang dilewati oleh Bola merah tadi kini menjadi tanah yang berserakan

"Sugoi!" Seru Issei kagum dengan jurus barunya itu

Rias dan yang lainnya lalu menghampiri Issei yang tengah terduduk, mereka melemparkan senyum kearah pemuda yang kelebihan hormon lelaki itu, membuat Issei ikut Tersenyum

.

.

.

Bel sekolah berdering keras menandakan jam pulang sekolah, para siswa berjalan keluar kelas membawa tasnya masing masing dan pulang menuju rumahnya masing masing pula

"Dah! Naruto-kun!"

"Hm! Dah! Rize-chan"

Di gerbang akademi Kuoh, terlihat seorang remaja bersurai pirang yang terkesan acak acakan bersandar di gerbang itu sambil melambaikan tangannya pada gadis berambut ungu yang berjalan pulang kerumahnya, tak lupa senyum cerah yang membuat Gadis itu merona merah, gadis itu terus berjalan sampai ia melewati suatu gang sehingga Pemuda pirang itu berhenti melambaikan tangannya

"Gadis yang manis! Lebih baik aku kembali ke Klub" ucap Naruto entah pada siapa lalu berjalan kearah Klub ORC

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya rrmaja pirang itu sampai di tempat tujuannya yaitu klub ORC, perlahan ia memutar knop pintu dan mendorongnya kedepan

'Ckleek'

Tatapannya saat melihat ke dalam klub itu sedikit agak sedih, pasalnya mereka menganggap Naruto sebagai Anggota ORC, namun mereka malah tidak mengajak Naruto, yang alasannya pun membuat Naruto bingung, yaitu dengan alasan kegiatan Klub, bukankah ia pasti ikut jika ada kegiatan Klub mengingat ia merupakan anggota dari klub ini

Naruto akhirnya berbaring disofa, perlahan matanya menutup mencoba memasuki dunia mimpinya

'Kurasa Tidur siang tidak buruk juga'

.

.

.

- Naruto POV

Sekolah Akademi Kuoh, sekolah yang sekarang aku tuntut ilmunya disana (?) tempat dimana pertama kali aku berpindah ke dunia yang rumit ini

Disebuah klub dari Sekolah ini, Aku baru saja bangun dari tidurku yang lumayan nyenyak, namun berbeda dengan mimpiku, mimpiku itu sangatlah membuatku jijik dan kesal

Bagaimana tidak, di mimpiku aku dan sasuke tengah melakukan pernikahan? WHAT THE FUCK! yang lebih mengejutkan lagi, aku yang menjadi pengantin perempuannya, benar benar mimpi yang sial

Kini aku tengah memasak makanan yang sudah menjadi makanan favoritku, apa lagi kalau bukan Ramen, menurutku Ramen adalah makanan yang terlezat yang pernah kucoba

Setelah matang, aku lalu memakannya, yah memang begitu, aku sudah terlalu biasa dengan namanya Kesepian, seakan Kesepian itu adalah bagian dari diriku sendiri

Setelah makan dan perut ku sudah tidak menjerit untuk diberi makan lagi, aku lalu berjalan kearah kamar dan mengganti seragam sekolahku menjadi pakaian biasa

Kini aku hanya memakai pakaian yang normal saja, T-shirt hitam dengan gambar pusaran angin ditengahnya serta celana pendek selutut berwarna putih

Aku lalu melihat penampilanku dari cermin, lumayan tampan untuk anak dari seorang hokage bukan? Aku lalu keluar dari ruangan Klub itu lalu mengincu pintunya, mengingat hanya aku yang menempati ruangan itu, sedangkan yang lain tengah pergi

- Naruto POV [End]

Kini remaja pirang itu tengah berjalan disebuah jalan yang terlihat sepi, ditambah gelapnya malam membuat jalan itu terkesan angker, namun Naruto tetap berjalan kesana karena tujuannya kini hanya ingin bertemu dengan Azazel

Disaat ia berjalan disana, tiba tiba langit malam yang gelap menjadi merah, serta kemunculan beberapa Malaikat Jatuh serta iblis yang diperkirakan dua orang Malaikat jatuh dan dua Iblis yang terbang di udara

"Heh! Tak kusangka kekuatan yang kurasakan ini hanya berasal dari bocah ingusan seperti dia!" ucap sang iblis dengan nada meremehkan

"Ya! Kupikir ia sangat kuat atau apa, namun melihat penampilannya saja, kukira dia hanya seperti bocah yang hanya bisa menangis" ucap Malaikat yang juga meremehkan

Naruto mengepalkan tangannya dengan kuat mendengar ocehan para Iblis serta Malaikat jatuh yang membuat telinganya panas, sorot matanya menajam kearah empat musuhnya itu

"Kalin jangan hanya berbicara saja! Ayo buktikan dan lawan aku sekarang!" ucap Naruto dengan lantang

Sementara Iblis dan Malaikat jatuh itu saling berpandangan, mereka mengangguk dan kembali memandang Naruto dengan tatapan meremehkan, akhirnya satu iblis dan Malaikat jatuh melesat kearah Naruto, sementara Sisanya menunggu dan melihat pertarungannya

'Jdaaak!'

Hantaman pukulan yang diberikan oleh Iblis dan malaikat jatuh itu dengan mudah Naruto tahan, namun tanpa diduganya, sang Malaikat jatuh langsung menendang kakinya hingga ia oleng dan sang Iblis memukul perutnya dengan sekuat tenaga yang membuat Naruto terpental kebelakang

'Duaaaagg!'

'Braaakk!'

Naruto langsung menghantam dinding pembatas jalan pukulan kuat dari sang Iblis dan terbaring jatuh, perlahan ia bangkit dan menjatuhkan sebuah kunai yang sudah dipasang kertas peledak

Iblis dan Malaikat jatuh itu kembali melesat kearah Naruto dengan sebuah pukulan, namun Naruto menghindak kesamping dan menjauh sehingga pukulan kuat dari Iblis dan Malaikat jatuh tadi hanya mengenai dinding, namun tanpa mereka duga, kunai yang sudah dipasang kertas peledak tadi perlahan bersinar

'Duaaaaaarr!'

Asap mengepul ditempat sang iblis dan Malaikat jatuh, sementara Naruto tengah menunggu kepulan asap itu menghilang, setelah menghilang, terlihat sang Iblis dan Malaikat jatuh terluka walaupun hanya bisa dibilang lumayan

Remaja pirang itu lalu membuat puluhan Bunshin dan menyuruhnya menyerang keempat musuhnya, baik itu yang tengah terluka dan yang hanya memandang pertarungannya tadi, sementara Naruto bersembunyi dibalik pohon didekat jalan tempat ia bertarung dengan Iblis dan Malaikat jatuh

'Pooffftt!'

"Yosh! Saatnya berdansa!" seru para Bunshin dan menerjang iblis dan Malaikat jatuh tadi

Serangan para Bunshin membuat keempat musuhnya itu kesulitan, sehingga akhirnya dua iblis serta dua malaikat jatuh itu terpojok ke dinding pembatas jalan akibat serangan para Bunshin

Namun saat Keempat makhluk itu hendak menyerang, secara serentak puluhan bunshin tadi menghilang meninggalkan asap putih yang membuat Para Iblis dan malaikat Jatuh kesulitan untuk melihat

Dari kepulan asap Putih tadi, tiba tiba Naruto hendak menyerang dari udara dengan RasenShuriken ditangannya, serta matanya yang bergaris horizontal berwarna orange menandakan ia memasuki mode Senjutsunya

"Rasakan Ini! Rasenshuriken!" ucap Naruto lantang dan melempar kearah Para Iblis dan Malaikat jatuh yang terlihat pasrah dengan serangan Naruto

'Blaaaarrr!'

.

.

.

.

:: To Be Continued ::

A/N : Yosh! Ketemu lagi denganku si Author bego yang gak pernah konsisten!

Untuk chapter kali ini muncul Chara baru, yaitu Rize Kamishiro, untuk penampilannya kalian pasti tahu ya? Kalau tidak tahu, coba deh Tonton Anime Tokyo Ghoul, kamu pasti tau nantinya

Untuk kekuatannya belum bisa aku jelaskan, namun yang pasti dia bukanlah Ghoul, dan Sifatnya sedikit agak melenceng dari Chara aslinya

Nah segitu aja dah yang bisa kutulis, lagipula ini aku lagi buru buru banget, mumpung dapet Wifi Gratisan :v

Soalnya Kuota Internetku habis

Salam dariku dan sampai jumpa di Chapter depan!

Jangan lupa RnR!

:: Log Out ::