New Line
Disclaimer : Sampai kapanpun Naruto dan Highschool DxD tidak akan pernah menjadi milikku, bahkan dalam mimpi sekalipun, Karena yang kutahu bahwa pemilik Naruto adalah Masashi Kishimoto dan pemilik Highschool DxD adalah Ichiei Ishibumi
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan Lime ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Locked)
Warning : OOC, Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, AU, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!
Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!
.:: oo0oo ::.
[ End of Arc I ]
- Chapter 8 : Sayonara, Onee-chan!
'Blaaaarrrr!'
Di sebuah jalan jalan yang sepi serta gelapnya malam yang menambah kesan bahwa jalan itu begitu seram, terjadi pertarungan antara seorang remaja bersurai pirang dengan dua sosok iblis serta dua sosok Malaikat jatuh
Ledakan RasenShuriken itu membuat dua iblis serta satu Malaikat jatuh tewas dengan menggenaskan, sementara yang satunya lagi berhasil menghindar dari serangan maut Naruto
"Haah! Kau telah membunuh Rekanku manusia Sialan! Akan kubunuh kau!" ucap Malaikat jatuh itu dengan marah dan melesat cepat kearah Naruto
'Duuugg'
Pukulan dengan kekuatan penuh dari sang Malaikat jatuh dengan mudahnya Naruto tahan dengan lengannya walaupun remaja pirang itu sedikit merasa kesakitan yang terlihat dari Ekspresi wajahnya
Melihat Ekspresi Naruto yang menggambarkan kesakitan itu membuat sang Malaikat jatuh langsung menendang perut Naruto sehingga Naruto terpental beberapa meter
'Duaaaagg'
'Bruuukk'
Naruto perlahan bangkit setelah terjatuh akibat pukulan kuat yang bersarang diperutnya akibat Malaikat jatuh tadi, ia menyeka darah dengan kasar yang keluar dari sudut bibirnya, sang Malaikat jatuh menyeringai kejam
"Matilah kau Bocah! Rasakan Ini!" ucap Malaikat jatuh dengan amarah yang meluap dan melempar Light Spear yang berukuran agak besar dari tangan kanannya
'Swuuuusshh!'
Melihat serangan yang melesat menuju dirinya, Naruto lalu membuat Handseal dan menempelkannya ketanah, "Doton : Doryuuheki!" ucapnya, perlahan dari jalan itu muncul dinding yang terbuat dari tanah yang siap menahan Light Spear yang melesat kearahnya
'Kraaaakk!'
Light Spear itu tertahan oleh dinding tanah buatan Naruto walaupun dinding buatannya tembus perlahan serta retak, Naruto lalu melesat kearah Malaikat jatuh tadi dan melayangkan sebuah pukulan yang dialiri senjutsu
'Duuaaagg!'
Pukulan dari Naruto tadi membuat sang malaikat jatuh terpental dan melayang diudara dengan cepat, Naruto lalu menyiapkan Rasengan ditangannya dan kembali melesat kearah Malaikat Jatuh yang masih melayang tadi
"Inilah akhirnya jika berurusan denganku! RASAKAN INI!" ucap Naruto dengan lantang dan menghantamkan Rasengan nya kearah perut sang Malaikat jatuh sehingga ia terbentur ketanah dan lalu Rasengan itu mencabik cabik perutnya sampai Rasengan itu memudar
'Blaaaaaarrr!'
Akhirnya Sang malaikat jatuh tadi mati dengan menggenaskan dengan luka yang memenuhi sekujur tubuhnya, serta perlahan tubuhnya memudar dan menghilang hanya meninggalkan beberapa bulu gagak
"Kenapa mereka selalu mencari masalah denganku sih? Apa ada seseorang yang menyuruhnya untuk menghabisiku kah?" ucap Naruto monolog lalu melanjutkan perjalanannya ke tempat yang biasa Azazel memancing
.
.
.
"Yoo Azazel!"
Kini Naruto tengah berada dibawah jembatan yang ditengahnya dialiri sebuah sungai yang menjadi tempat memancing si Gubernur malaikat jatuh, siapa lagi kalau bukan Azazel, mendengar namanya dipanggil, Azazel yang tengah memancing menoleh keasal suara
"Oh kau Naruto! Apa kabarmu?" ucapnya basa basi, hanya dibalas anggukan oleh Naruto, lalu remaja pirang itu mendekati Azazel yang fokus kearah pancingannya
"Azazel, bolehkan aku meminta bertanya sesuatu darimu?" Tanya Naruto
"Kalau tidak terlalu sulit sih, itu tidak menjadi masalah buatku" ucap Azazel yang masih fokus dengan pancingnya, sesekali ia menarik pelan pancingnya mencoba merasakan apakah ada ikan yang memakan umpannya
"Apa ada cara untuk menekan aura hingga ke titik tak terasa sekalipun? Kau tahu setengah jam yang lalu, Bawahanmu serta dua orang iblis mengeroyoki ku, itu membuatku sedikit kewalahan" ucap Naruto
"Tapi kau mengalahkannya bukan?" ucap Azazel, hanya diibalas anggukan oleh Naruto
"Entahlah aku juga tidak terlalu tahu, seberapa kecil kekuatan sulit untuk ditekan sampai ke titik tak terasa oleh seseorang sekalipun, oh ya terima ini!" ucap Azazel lalu memberikan beberapa lembar uang kepada Naruto
"Untuk apa?" ucap Naruto
"Anggap saja tanda terima kasih atas pekerjaanmu untuk menjaga kelakuan bawahanku serta Novel keramatmu itu, kau tahu Novel itu benar benar hebat!" ucap Azazel yang hidungnya mulai kembang kempis
Naruto sweatdrop melihat wajah mesum Azazel yang sudah memasuki level akut itu, entah kenapa ia selalu berpikir bahwa seorang yang kuat pasti memiliki sifat yang unik, mesum contohnya?
"Kau Mesum Azazel!" Komentar Naruto
"Aku tidak mesum, tapi super Mesum!"
"Ya ya, kau dan Kemesumanmu!, baiklah kalau begitu, aku pergi, jaa" ucap Naruto melambaikan tangannya keatas lalu pergi meninggalkan Azazel yang masih memancing disana
.
.
.
- Seminggu Kemudian
Tak terasa bagi Naruto telah melewati hari hari sepinya tanpa sang pujaan hati, seminggu yang lalu merupakan hal yang bosan bagi Naruto, dan Kini Rias dkk sudah kembali ke Club ORC setelah pelatihan di villa yang membutuhkan waktu seminggu
Kini Di ruangan Klub itu, Rias dkk minus Naruto tengah bersiap siap untuk melawan Raiser dalam Rating Game, sementara Naruto hanya duduk disofa mendengarkan lagu kesukaannya melalui headset yang ia pasang ditelinganya
"Onee-chan Semangat ya!" ucap Naruto menyemangati sang kakak, atau bisa dibilang sang pujaan Hati, sambil mengangkat tangan kanannya
"Arigatou Naru-chan!" ucap Rias dengan senyum lembut
"Keluargaku yang manis! Saatnya untuk pertarungan dimulai!" ucap Rias dengan lembut, perlahan dibawah kaki Rias dkk muncul lingkaran sihir berwarna merah khas Gremory, tubuh mereka semua bersinar dan perlahan menghilang
.
.
.
.
Di sebuah gang, Naruto berjalan mencari angin malam yang mungkin menghilangkan rasa Bosannya, ia terlalu bosan untuk menunggu Rias apakah ia menang dalam Rating game itu dan menggagalkan Pernikahannya atau kalah dan menerima dengan terpaksa pernikahan yang tidak diinginkannya itu
Tiba tiba langit berubah menjadi berwarna ungu dan muncul sesosok malaikat jatuh yang terbang diudara, Naruto kini merasa kesal, kenapa ia selalu bertemu dengan bawahan Azazel yang membangkang itu
"Ternyata Kau yang membunuh rekanku seminggu yang lalu, tak Kusangka Tuanku menyuruhku untuk menghabisi Bocah pirang seperti kotoran manusia sepertimu" ucap Malaikat jatuh itu dengan Arogan
"Makhluk seperti kalian membuatku kesal, datang dan selalu menyerangku tanpa alasan yang jelas, apa adakah rencana dari tuanmu itu sehingga ia menyuruhmu membunuh Manusia sepertiku? Menurutku kau lebih hina daripada kotoran kucing" ucap Naruto dengan nada datar
"Kau Banyak Bicara Bocah!" ucap Malaikat jatuh itu yang tersulut Emosi akibat ejekan dari Naruto, ia lalu melemparkan sebuah Light Spear kearah Naruto
'Swusssshh!'
Melihat serangan yang berasal dari depan yang melesat cepat kearah dirinya, Naruto tidak tinggal diam, ia lalu melompat kesamping sehingga Light Spear dari Malaikat jatuh tadi gagal mengenainya
"Jangan harap kau bisa membunuhku dengan tombak putih itu" ucap Naruto dan melesat kearah sang Malaikat jatuh dengan sebuah pukulan yang dialiri Chakra
'Tapp!'
Pukulan Naruto dengan mudahnya ditangkap oleh sang Malaikat jatuh, malaikat jatuh itu lalu hendak memukul perut Naruto dengan kuat, namun sebelum pukulannya mengenai perut Naruto, Naruto terlebih dahulu melompat kebelakang
Naruto kembali menghantamkan pukulannya kearah kepala sang Malaikat jatuh, namun sang Malaikat jatuh menghindar dengan menundukkan kepalanya dan melakukan serangan balik berupa pukulan yang melesat kearah dada kiri Naruto, Namun Naruto lagi lagi menghindar kesamping dan menendak pinggul sang Malaikat jatuh hingga terpental beberapa meter
"Uggghh! Aku akan membunuhmu bangsat!" Sang Malaikat jatuh kembali bangkit setelah terkena tendangan yang amat kuat dari Naruto, setelah itu ia Melesat cepat kearah Naruto
Malaikat jatuh itu kembali menyerang Naruto dengan pukulan yang kuat, lagi lagi Naruto kembali menghindar dengan melompat kebelakang, namun itulah yang ditunggu oleh sang Malaikat jatuh, ia lalu melempatkan sebuah Light Spear kearah Naruto sehingga menembus perut pemuda pirang itu
'Poffftt!'
Tiba tiba tubuh Naruto dilingkupi asap putih, setelah asap itu menghilang terlihat sebuah gelondongan kayu yang tertancap sebuah Light Spear sehingga menembus Kayu itu
'Ka-kayu! Dimana Dia?!' Batin sang Malaikat jatuh terkejut melihat tubuh Naruto tergantikan sebuah Gelondongan kayu yang telah tertancap Light Spear, Ia melihat sekelilingnya berharap menemukan sang Pemuda pirang itu
"Sudah kubilang jangan harap kau membunuhku dengan Tombak putih itu! Sekarang Giliranku! Katon : Gokakyou No Jutsu!"
Tiba tiba sebuah teriakan suara yang berasal dari atas yang diyakini milik seorang Pemuda pirang bernama Naruto itu, sang Malaikat jatuh melihat keatas, dilihatnya dengan matanya sendiri sebuah bola api berukuran besar yang sudah beberapa meter melesat kearahnya
'Blaaaaarrrr!'
.
.
.
.
Di atap sebuah sekolah yang diyakini sekolah Akademi Kuoh, disana terlihat pertarungan antara Issei dan Raiser, sementara Rias berada diujung dambil membopoh Asia yang terlebih dahulu pingsan
Namun tempat pertarungan Antara Raiser dengan Issei bukanlah sekolah akademi Kuoh yang sesungguhnya, tempat itu hanya imitasi yang dijadikan tempat rating game antara Kelompok Rias dan Raiser
Kalian pasti berpikir kenapa disana hanya ada Raiser, Issei, Rias serta Asia, itu karena yang lainnya telah terlebih dahulu kalah akibat pertarungan mereka sendiri
"Cooouuugghh!" Issei memuntahkan darah dari mulutnya setelah mendapatkan sebuah pukulan telak yang amat kuat serta dialiri api di tangan Raiser
"Issei Hentikan!" Rias menjerit penuh kekhawatiran kepada Pion Kesayangannya ini, perlahan dari ekor matanya, sebuah air mata mengalir deras disana
Issei lagi lagi kembali mendapatkan pukulan kuat dari Raiser, tubuhnya mendpatkan beberapa luka, serta darah yang terus ia muntahkan dari mulutnya
"Ti-tidak Buchou! Aku akan menghabisi Raiser! Aku akan menyelamatkanmu dari Pernikahan yang tidak kau inginkan itu! Dan yang terpenting aku melakukan ini semua karena aku Menyayangimu!"
Rias membulatkan matanya terkejut mendengar ucapan dari Pawn Kesayangannya itu, matanya terus mengeluarkan air mata melihat Issei terus diberi pukulan yang menyakitkan dari Raiser
"Kau sangat Menjengkelkan sekali! Rasakan Ini!" Raiser menggeram marah dan mencengkram kerah seragam sekolah Issei dan mengangkatnya keatas, perlahan dari tangan satunya, sebuah Bola Api yang besar siap membakar apapun muncul dan hendak ia berikan kepada Issei
"Hentikan! Aku menyerah!" Teriak Rias yang tak mampu melihat pawn kesayangannya terluka, Raiser lalu menyeringai dan melepaskan seragam Issei dari tangannya sehingga Issei jatuh tersungkur, sementara Issei hanya membulatkan matanya mendengar sang buchou menyerah
"Rias-sama telah Kalah! Rating Game selesai!
.
.
.
.
.
Setelah kekalahan Rias dari Rating Game, kini Dirumah tepatnya dikamar Issei, ia mengutuk dirinya sendiri, bahkan hanya untuk menolong Buchounya dari Pernikahannya saja ia tidak bisa, perlahan air mata jatuh dari mata coklatnya
Tiba tiba muncul lingkaran sihir didepan Issei yang membuat Issei heran dan sedikit waspada, dari lingkaran sihir itu muncul sesosok wanita berambut perak dengan mengenakan pakaian Maid
"Grayfia-san, ada apa kau kemari?" ucap Issei
"Kau menyukainya bukan?" kini Grayfia malah memberikan sebuah pertanyaan kepada remaja mesum itu
"Apa maksudmu?"
"Jika kau benar benar Menyukainya, kau bisa merebutnya kembali, rebut dia dari orang yang hendak akan menikahinya itu, rebut dia dengan semua kekuatanmu daripada kau duduk merutuki nasibmu disini" ucap Grayfia sembari memberikan sebuah kertas yang bergambar lingkaran sihir
"Datanglah pada acara pernikahannya dan rebut dia dengan kedua tanganmu" ucap Grayfia dan menghilang menggunakan lingkaran sihir
Issei termenung mendengar ucapan Grayfia tadi, apa ia benar bisa merebutnya kembali dan menghentikan pernikahannya itu?
"Ddraig! Aku ingin Bicara padamu!" ucapnya pada lengannya yang muncul sinar hijau
"Kapanpun aku bisa diajak berbicara padamu, Partner!"
.
.
.
.
Beralih ke Ruangan Klub ORC, kini terlihat seorang remaja pirang sedang menikmati ramen cup yang ia masak tadi, sambil mendengarkan musik kesukaannya dari Headset yang tersambung ke ponselnya
Yah walaupun suasana di ruangan itu terlihat sepi, namun terasa Ramai bagi si pirang jika sudah ada ramen ditangannya serta musik yang sanggup membuat moodnya membaik, namun tiba tiba suara seseorang yang terdengar samar bagi Naruto membuatnya berhenti menelan ramen dimulutnya
"Naruto-san!"
'Braaaakkk!'
Dengan paksa, seseorang yang datang di klub itu membuka pintu masuk dengan kasar membuat Naruto tersedak ramennya sendiri, dilihatnya orang yang baru datang itu adalah Issei, ia mendekatinya dengan berjalan patah patah (?)
"Na-Naruto-san?"
'Duaaaaggg!'
Dengan pukulan yang tepat bersarang diwajah Issei, Naruto kini benar benar kesal, sementara Issei yang terjatuh akibat pukulan Naruto menatap Naruto dengan beringas
"Apa Maksudmu Hah?!" Geram Issei dengan marah, baru datang saja ia langsung dipukul
"Khau mhemwang bhangswat! Aku Therswedak Ramen!" kini Naruto berbalik membentak iblis mesum itu, dengan ucapan belepotan akibat masih tersedak ramennya
Naruto lalu berlari ke arah dapur dan mencari air yang bisa menghilangkan rasa tersedaknya, setelah itu ia kembali ke ruangan Issei berada dengan wajah yang lega
"Bangsat kau Bakayaro! Apa maksudmu mengganggu acara makanku hingga aku tersedak hah?! Bukankah kau sedang berada dengan Onee-chan?!" Kini remaja pirang itu kembali membentak Issei dengan wajah beringas
Issei kini bergidik ngeri, tak disangka remaja pirang dengan tiga kumis yang seperti kucing itu sangat liar jika ia sedang dalam mode marahnya
"Tenangkan Dirimu! Ada sesuatu yang ingin kubicarakan denganmu!"
"Bagaimana bisa tenang setelah kau seenaknya mendobrak pintu klub ini bego! Dasar tukang ngintip sialan!"
"BUCHOU KALAH MELAWAN RAISER!"
Amarah Naruto tiba tiba mereda dengan ucapan Issei yang terdengar nyaring itu, namun kini raut wajahnya bingung, jika Rias kalah maka ia benar benar akan melaksanakan pernikahannya bukan?
"Kalah? Siapa yang kalah?"
"Lupakan ucapanku tadi! Sebaiknya kau bersiap untuk menyelamatkannya dari pernikahannya yang tidak ia inginkan itu!, masih ada harapan untuk menyelamatkannya!"
Walaupun merasa jengkel disuruh oleh Manusia- ralat.. Maksudnya Iblis mesum ini, namun perkataan Issei benar, ia harus menyelamatkan Rias sekarang
"Bagaimana caranya?" ucap Naruto dengan pertanyaan yang masuk akal
"Aku memiliki ini, kita akan menyelamatkannya bersama sama!" ucap Issei sambil menunjukkan secarik Kertas sihir berlambang Gremory, namun Naruto menggeleng dengan pelan
"Aku tidak Bisa Tukang Ngintip, aku ini seorang Manusia, kau tahu bukan jika seorang manusia memasuki dunia bawah!" ucap Naruto membuat Issei menunduk menutupi raut wajahnya
Naruto lalu memegang bahu Issei, perlahan dari genggaman tangan Naruto, muncul cahaya berwarna hijau yang membuat tubuh Issei merasa sejuk dan merasa kuat, Issei lalu mendongakkan wajahnya melihat siapa yang memegang bahunya
"Aku akan mati disana sebelum menyelamatkannya!, namun jangan fikir aku tidak berbuat apa apa, aku sudah memberikan sedikit kekuatanku kepadamu, gunakanlah saat kau sudah merasa terpojok" ucap Naruto dengan senyumnya
"Bukankah kita harus menyelamatkan seseorang yang berharga bagi kita walaupun dengan nyawa sebagai taruhannya?"
"Jangan Bodoh! Kau pikir dengan datangnya aku kesana maka semua akan baik baik saja? Kau salah tukang ngintip, kau benar benar salah, sudah kubilang aku akan mati jika memasuki dunia bawah bahkan sebelum menyelamatkan Onee-chan, itu sama saja mengantarkan nyawaku kepada Shinigami!"
Issei termenung mendengarkan ucapan Naruto, yang dikatakan Naruto benar, setidaknya berpikir terlebih dahulu jika akan melakukan sesuatu, jika kau melakukan sesuatu dengan gegabah, maka hal itu akan merugikan dirimu sendiri
"Arigatou Naruto-san! Aku berjanji akan membawa pulang Buchou" ucap Issei dengan semangat dan kini ia menggunakan kertas sihir itu untuk pergi ke pernikahan Rias
'Semoga janjimu bisa kau tepati, Tukang ngintip' Batin Naruto
.
.
.
Kini disebuah pesta pernikahan yang megah, terlihat sesosok iblis dengan wajah arogan serta keriput disekitar pipinya, namanya adalah Raiser, ia sangat senang setelah mengalahkan Rias sang tunangan dari Rating Game
"Salam untuk para tamu Undangan! Kali ini aku akan memperkenalkan mempelai wanitaku, dialah Rias Gremory!" ucap Raiser dengan lantang, lalu tiba tiba disebelahnya muncul lingkaran sihir berwarna merah dan menampilkan Rias dengan menggunakan gaun pengantin yang terlihat cantik
Bertepatan dengan kemunculan Rias, tiba tiba pintu masuk acara pesta pernikahan itu didobrak oleh seseorang membuat suasana menjadi ricuh, semua pasang mata menatap kearah sosok yang berani mengacaukan acara sakral ini
"Issei!" gumam Rias melihat Pawn kesayangannya datang, tak disadarinya perlahan air matanya jatuh dari mata blue-green diwajah cantiknya
"Buchou! Aku datang untuk menyelamatkanmu!" ucap Issei dengan keras membuat Raiser menggeram marah, ia benar benar muak dengan tingkah si Sekiryuutei ini
"Nee Raiser-kun!" tiba tiba suara dengan penuh wibawa terdengar diruangan itu, terlihat sesosok pria dengan rambut merah dan wajah yang mirip sekali dengan Rias, siapa lagi kalau bukan Sirzech Lucifer, salah satu Yondai maou dan merupakan kakak dari Rias Gremory
"Sebenarnya aku agak keberatan atas kemenanganmu dalam Rating Game, mengingat kau sudah bisa dibilang hebat dalam Rating Game sedangkan adikku yang manis itu belum berpengalaman dalam hal Rating Game" ucap Sirzech
"Aku ingin kau bertarung dengan Issei-kun, jika kau menang maka kau boleh menikahi adikku itu, namun jika kau kalah, maka adikku boleh membatalkan pernikahan ini" ucap Sirzech yang membuat Raiser merasa tertantang
"Baiklah Sirzech-sama, aku akan membakar iblis rendahan seperti dia, dan Rias! Tunggu aku nanti di ranjang!" ucap Raiser dengan arogan plus ucapan yang sedikit vulgar keluar dari mulutnya
"Baiklah kalau begitu, aku sebagai wasit akan mengirim kalian kearena pertarungan" ucap Grayfia lalu memindahkan Raiser dan Issei ke arena pertarungan demi menyelamatkan Rias
.
.
.
'Duaaaagg!'
'Blaaaaarrr!'
Di Arena pertarungan, terlihat beberapa kawah akibat pertarungan antara Issei dengan Raiser, dari kawah tadi, terlihat masih ada bekasapi yang membara akibat serangan dari Raiser
' 6 Detik'
Sementara Issei, kini Ia tersungkur jatuh setelah menerima pukulan kuat dilapisi api dari Raiser, walaupun ia kini memasuki mode Balance Breaker namun rasa sakit itu tetap saja ia rasakan
"Kau lemah sekali! Mana omonganmu untuk menyelamatkan Raja mu itu! Hanya omong kosong belaka! Sekarang kau hanya seperti seonggok sampah yang tak berguna!" ucap Raiser dengan arogan, serta perlahan bola api membesar ditangannya
' 5 Detik'
'aku sudah memberikan sedikit kekuatanku kepadamu, gunakanlah saat kau sudah merasa terpojok'
Tiba tiba Issei teringat sesuatu, yaitu sesuatu yang hampir ia lupakan, sesuatu yang membantunya walau hanya lewat kekuatan saja, yaitu kekuatan Naruto yang sedikit diberikan kepada Issei
Issei memang belum menggunakan kekuatan yang Naruto berikan, karena ia terlalu mengandalkan Boosted gearnya, sehingga ia melupakan bantuan dari temannya sendiri
'Baiklah Naruto-san, aku akan menggunakannya dan menepati janjiku'
'4 Detik'
Ia lalu berkonsentrasi pada kekuatan yang Naruto berikan dan menggunakannya, setelah ia gunakan, ia merasa tubuhnya seakan akan lebih kuat dari sebelumnya, serta pertahanan tubuhnya membesar, dan pula kecepatannya yang agak meningkat
'Jadi ini kekuatan yang Naruto berikan, ini sama saja seperti mengembalikan staminaku'
Kini Issei bangkit, menatap Raiser yang tengah menatapnya dengan arogan serta meremehkan yang membuatnya muak, Issei langsung melesat dengan cepat kearah Raiser dan melayangkan sebuah pukulan
"Boost! Boost!"
'Tapp!'
Ditangkapnya dengan mudah kepalan tangan Issei oleh Raiser, ia lagi lagi memandang remeh sang Sekiryuutei, namun tanpa diduga Raiser, Issei memukul perut Raiser dengan kuat sehingga tangannya terlepas dari cengkraman Raiser, Issei lalu mengangkat tubuh Raiser dan melemparkannya kebawah
'3 Detik'
'Braaaaakkkk!'
Tubuh Raiser lalu menghantam tanah tempat pertarungan itu dengan indahnya, perlahan ia memuntahkan darah dari mulutnya, ia lalu hendak bangkit namun tubuhnya terasa sangat sakit untuk digerakkan
'2 Detik'
"Ini serangan terakhirku! Dan ini kulakukan demi Buchou!" ucap Issei dan langsung melesat cepat kearah Raiser yang tengah terbaring di tanah, ia hendak memukul Raiser dengan kekuatan penuhnya
"Boost! Boost! Boost!"
'1 Detik'
'Duaaaaarrrrr!'
Ledakan pun terjadi ditempat Raiser terbaring setelah Issei dengan sekuat tenaganya menghajar Raiser, debu mengepul disana menghalangi setiap pandang mata yang menonton pertarungan mereka
'Waktu Habis Partner'
Setelah debu itu perlahan menghilang, terlihat Raiser terbaring tak berdaya dan pingsan setelah menerima serangan Issei, dan Issei kini tengah berdiri tegak memandangi Raiser yang terbaring tak berdaya, kini ia tak memakai mode Balance Breaker lagi dikarenakan perjanjian dengan Ddraig untuk mendapatkan kekuatan hanya sepuluh detik saja
"Issei Hyodou, Pawn Rias-sama Memenangkan pertarungan!"
.
.
.
Kini Anggota ORC telah kembali ke klub mereka, mereka yaitu Rias, Akeno, Kiba, Koneko, serta Issei telah berada didepan Klub mereka
"Buchou! Ayo Naik Griffin!" ucap Issei dengan semangat, dibalas dengan anggukan oleh Rias
Mereka lalu menaiki Griffin itu dan terbang keangkasa merasakan betapa indahnya dunia ini, dan momen indah pun terjadi, dengan bulan sebagai latar belakangnya, Rias dan Issei berciuman mesra!
"Untung saja setelah aku mengecek keadaan Naruto, ia tengah tertidur pulas, Seandainya Naruto melihat ini, pasti ia akan sakit melihatnya" gumam Akeno melihat adegan panas didepannya yang hanya terdengar oleh dirinya sendiri mengingat betapa Cintanya Naruto pada kakak angkatnya itu
.
.
.
.
- Keesokan Harinya
Kini hari sudah kembali menjadi pagi yang cerah, langit biru dengan burung burung berkicau beterbangan dengan bebas menggambarkan suasana damai yang diidam idamkan semua orang
Beralih ke Naruto, kini Remaja pirang itu tengah berjalan dengan santainya, terlihat kepalanya sedikit menggeleng geleng merasakan musik yang nikmat dari headset yang ia pasang ditelinganya
Tiba tiba samar samar ia mendengar suara panggilan dari belakangnya membuat pemuda pirang itu memutar tubuhnya tubuhnya kearah suara berasal
'Deg'
Entah kenapa ia kini merasakan nyeri dihatinya, rasa sakit yang menjalar inci demi inci disetiap sudut hatinya, ia melihat disana Kelompok ORC dengan wajah gembira serta Rias yang menggandeng lengan Issei
"Naru-chan Ohayou!" ucap Rias pada Remaja pirang didepannya
"O-ohayou mo Onee-chan! Kau semalam kemana? Kenapa kau tidak pulang?" ucap Naruto dengan nada bertanya, terlihat pula dari raut wajahnya yang curiga
"Gomen ne Naru-chan, namun sekarang Onee-chan akan tinggal bersama Issei" ucap Rias dengan gembira
Berbanding terbalik dengan Naruto, kini si pirang itu kembali merasakan sakit hati yang ia rasa, Issei berjanji kepadanya untuk menyelamatkan Rias dan kembali kepadanya, namun apa?, kini malah Rias berada dalam pelukan Issei bukan dalam arti yang sesungguhnya
Dan juga Rias yang entah kenapa memutuskan untuk memilih tinggal bersama Issei, apa ia kurang tampan, apa ia kurang perhatian kepada kakaknya itu, ataukah ia sudah tidak merasakan kenyamanan pada remaja pirang bernama Naruto sehingga Rias lebih memilih tinggal bersama Issei
Ia merasa Di Khianati oleh Issei, temannya sendiri!
"Go-Gomen" ucap Naruto lirih dan berlari meninggalkan Kelompok ORC yang memandangnya dengan pandangan bingung
.
.
.
.
- Sore harinya setelah jam pelajaran selesai
Kini Naruto berada diatap sekolah, ia begitu menyukai tempat ini, dengan begitu ia bisa melihat setiap sudut kota dan melihat pemandangan yang indah, serta langit sore keemasan yang membuat suasana disana terlihat menawan
Ditangan remaja itu, sekuntum Bunga berwarna merah ia genggam, sedangkan dirinya kini tengah fokus pada Ponselnya yang hendak mengirim pesan singkat kepada Rias
:: vv ::
To : Rias Onee-chan
Subject : Unknown
Onee-chan, bisakah kau pergi keatap dan menemuiku disana, ada sesuatu yang ingin kubicarakan kepadamu seorang, jadi kumohon datanglah
:: ^^ ::
Ia sudah berkali kali mengirim pesan singkatnya kepada Rias, namun Rias tidak meresponnya dengan membalas pesannya ataupun datang menemuinya, bahkan ini sudah terlampau lima belas menit lama menunggu kedatangannya
Merasa ada kecurigaan pada perasaannya, Pemuda pirang itu lalu pergi menuju Klub ORC sambil membawa bunga yang ia pegang, kini tujuannya adalah pergi ke klub ORC
'Aku rasa aku masih memiliki harapan untuk memilikinya sebelum Issei lebih jauh mengambilnya dariku'
.
.
.
Kini ia sudah berada didepan pintu klub ORC, entah kenapa hatinya merasa berdebar debar padahal hanya untuk membuka pintu itu saja, tidak lebih
Tangannya lalu memegang knop pintu dan hendak memutarnya dan membuka pintu masuk ke dalam ruangan ORC itu, namun suara seseorang dari dalam membuatnya menahan hasratnya untuk membuka pintu
"Bu-buchou?!"
Setelah mendengar suara seseorang yang diyakini sebagai laki laki itu, satu yang ada dibenak remaja blonde itu, Issei! Ya Issei, entah apa yang dilakukan si Tukang ngintip itu sambil memanggil ketuanya dengan nada agak aneh
Setelah lama berpikir, Naruto lalu memutar knop pintu masuk ruangan ORC itu dan perlahan membukanya, kini matanya masih mencoba menangkap cahaya dari dalam ruangan itu, dan setelah dirasa ia bisa melihat isi ruangan itu, ia terkejut!
'Sraaakk!'
Bunga yang ia pegang dengan indahnya jatuh atau lebih tepatnya lepas dari pegangan tangannya, wajahnya terlihat terkejut dengan rasa dihatinya yang kini tengah bentrok, Sakit, Kecewa, dan Marah perlahan menggerogoti hatinya
Didepan remaja blonde itu tersaji adegan mesra antara sang King dan Pawn kesayangannya, dilihatnya dengan matanya sendiri sebagai buktinya bahwa Rias mencium Issei yang tengah terpojok ke dinding sambil memejamkan matanya merasakan nikmatnya berciuman
Sakit!, hanya itu yang bisa dirasakan olehnya, rasa nyeri dihatinya melihat orang yang disayanginya melakukan adegan itu dengan temannya yang berjanji untuk mengembalikan Orang yang disayanginya itu!
Perlahan air matanya tak kuasa jatuh dari ekor matanya sedih melihat orang yang disayanginya menyayangi orang lain, ia lalu menunduk menyembunyikan Ekpresinya sekarang
"He-Hentikan!" lirih Naruto yang membuat Rias dan Issei berhenti melakukan adegan itu
Mereka berdua yaitu Issei dan Rias melirik siapa berucap tadi, dilihatnya Naruto tengah menunduk yang ekspresinya tak terlihat tertutupi oleh surai pirangnya, keduanya lalu terkejut, seharusnya Naruto tak melihat adegan ini!
Naruto lalu berbalik hendak meninggalkan ruangan itu, namun sepasang tangan memegang lengannya dengan maksud membuat remaja bersurai pirang itu untuk berhenti
"Naruto-san? Kau baik-baik saja?" meluncur pertanyaan bodoh dari Issei yang membuat Naruto kesal, ia lalu melepaskan genggaman tangan Issei dengan Kasar dan berlari keluar
Naruto lalu keluar dari ruangan ORC itu, dilihatnya Akeno sedang menatapnya dengan wajah penasaran, Naruto mengabaikan pandangan Akeno lalu kembali berlari keluar
Dari dalam klub itu, keluarlah Issei serta Rias dengan wajah khawatir, sementara Akeno kembali memandangi keduanya dengan tatapan bingung
"Sebenarnya ada apa ini? Dan kenapa Naruto menangis?" Tanya Akeno
"Nanti saja jelaskannya, lebih baik kita mengejar Naru!" ucap Rias lalu mereka bertiga mengejar Naruto
.
.
.
Kini Rias, Issei, serta Akeno mengejar Naruto yang hendak keluar lingkungan sekolah itu, mereka terus memanggil Nama Naruto dengan keras namun diabaikan oleh sang pemilik Nama, sampai saat Naruto sudah berada di gerbang sekolah, ia berhenti berlari dan ketiganya pun berhenti tepat tiga meter dibelakang Naruto
"Tolong jangan ganggu Aku!" lirih Naruto, setelah berkata seperti itu, ia berbalik, dilihat oleh ketiganya, wajah sedih Naruto yang menggambarkan ekspresi yang sedikit sulit untuk dijelaskan
"Tolong jangan dekati aku, kau telah terlalu menyakiti hatiku, memberikan perhatian lebih kepadaku yang membuatku berharap bisa memilikimu, namun apa yang kulihat?, kau lebih memilih diakan? Onee-chan?" ucap Naruto kepada Rias sambil menunjuk Issei
"A-apa Maksudmu Naru?"
"Benar dugaanku, kau memang tidak mengerti, kau lebih mengerti dengan pawn kesayanganmu daripada adikmu, yah walaupun hanya adik angkat, tidak lebih dari itu, namun aku berharap itu lebih"
"Sekali lagi kuucapkan kepadamu, tolong jangan ganggu aku lagi, aku sudah sakit melihatmu melakukan itu dengannya, dan kau lagi lagi akan memberikan perhatian lebih kepadaku bukan? Tolong jangan lagi sakiti aku"
"Dan Kau Issei! Kau telah MENGKHIANATIKU!" ucap Naruto dengan menekan kata Khianat itu pada Issei yang membuat Remaja mesun itu sedikit takut
Setelah berucap seperti itu, tiba tiba didepan Naruto muncul kobaran api yang membuat Ketiganya tidak bisa mendekati Naruto, setelah itu Naruto berbalik pergi meninggalkan ketiganya
" Sayonara, Onee-chan!"
.
.
.
.
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Ketemu lagi denganku si Author polos yang gak pernah konsisten ini dengan update chapter terbaru dari fic bernama New Line!
Kayaknya Chapter ini chapter yang terburuk daripada sebelumnya ya? Tapi maafkan kesalahanku, aku Hanya Author amatiran yang masih belajar didunia FFN
Sebelumnya maaf jika aku membuat Naruto tidak menyelamatkan Rias dari pernikahannya, itu dikarenakan memang sudah aku rencanakan dari awal
Dan di Chapter ini, Naruto keliatan lebay ya? #GomenNaru
Tapi genre Fic inikan ada 'Hurt/Comfort' nya, jadi maklumi aja yah
Dan bagaimana dengan Adegan NTR nya :v :v
Sepertinya Feel nya gak kena sama sekali setelah ngebacanya ya? Entah kenapa tiba tiba ide untuk adegan NTR muncul di pikiran ku, dan juga memang Pair Naru bukan Rias, mungkin itulah yang membuat ide Nista itu muncul dikepalaku :3
Jika ada yang bertanya kenapa aku membuat adegan nyesek itu di Fic ini, entahlah? Aku pun tidak terlalu mengerti, namun aku menyukai Fic orang² yang ada adegan NTR nya :v :v ada rasa asem kecut gimana gitu pas ngebacanya :v
Dan Chapter ini merupakan Penghujung dari Arc I, setelah memasuki Arc II, mungkin baru muncul deh Pair Naruto, entah itu single pair ataupun mini-Harem
Dan untuk yang bertanya apakah Rize Kamishiro adalah Pair Naruto, kita lihat nanti saja! Kalau aku umbar sekarang, itu tidak seru!
Dan untuk balasan Review :
Seneal : Kita lihat nanti saja :v soalnya aku masih nentuin pair Naru Mini-harem atau Single! Dan ini udah Update
Uzumaki Nurroni : untuk sementara ini belum bisa aku beri tahu, mungkin beberapa chapter kedepan akan diketahui kekuatan Rize yang sebenarnya
Alma Restu440 : haha, aku juga memang menyukai Chara Rize, walaupun sikap salinya serem banget :v, tapi di fic ini mungkin akan melenceng sedikit dari aslinya
Muhammad2611 : sudah kukatakan chapter sebelumnya, bahwa pair Naru bukan Rias, mungkin chara lain atau dari anime lain ataupun OC
David991 : syukurlah kalau tambah seru!
Kekuatan Rize untuk saat ini tidak bisa kuberitahu deh, maaf ya!
Guest : Anda penggemar NTR? Berarti sama kayak aku :v :v
Akan kuusahakan dibuatkan seperti itu! Thx
Alvin J : kekuatan Rize belum bisa diberitahu
Dan untuk yang nyelametin Rias dari pernikahannya, terjawab di Chapter ini
Dan untuk yang review 'Lanjut Gan' dan semacam, sebangsa, dan senegaranya :v, ini udah Update chapter terbaru sekaligus penghujung dari Arc I
Segitu saja deh bacotan dari Author bego ini!
Salam dan sampai jumpa di chapter berikutnya!
Dan satu lagi!
Selamat menunaikan Ibadah puasa bagi yang menjalankan
