New Line
Disclaimer : Aku tidak mengakui kepemilikan atas Naruto, Highschool DxD, Tokyo Ghoul beserta Chara yang ada disana, aku hanya meminjam beberapa bagian untuk kelangsungan Fic bodoh milikku ini
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa adegan yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Coming Soon!) Vali x ? (Saran?)
Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
A/N : Aku sebagai Author Newbie meminta maaf kepada Author yang lain jika ada kesamaan fic milikku dengan Kalian, Maka dari itu, Gomennasai!
Dan untuk para Reader dan Silent-Reader :v maupun Reviewer yang setia membaca tulisanku yang gaje ini, Selamat Membaca dan semoga memuaskan!
.:: oo0oo ::.
Opening Song : Cascade by UNLIMITS
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Terlihat Naruto berjalan di sebuah padang rumput hijau yang lebar sejauh mata memandang
Umareta hikari ima, hanatou
Setelah beberapa saat berjalan di padang rumput yang indah itu, terlihat didepan Naruto, Vali dan Rize melambaikan tangannya sambil tersenyum kearahnya
Kohakuiro no yuuyake ni somerareta
Gambar berganti, Terlihat Naruto duduk dikursi dan berhadapan kearah jendela kamarnya sambil memandang bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Machi wa kanashii hikari to kage utsushite ita
Gambar kembali berganti memperlihatkan Rias yang berdiri didepan Jendela klub ORC sambil memandangi bulan yang terang dimalam hari
Ikutsu mono kiseki no ito
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto dan Rize duduk dipinggir pantai sambil menatap sunset di sebuah pantai yang indah
Tsunagatte Karamatte
Dan berganti menjadi kelompok ORC yang berdiri disebuah bukit tanpa bergandengan tangan sambil menatap bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Tadoritsuita yo hajimeru no wa ima, kono basho kara
Lalu gambar berganti memperlihatkan Kokabiel yang duduk disebuah singgasana sambil menyeringai dan dikawal oleh para malaikat jatuh serta beberapa Iblis yang bersekutu dengannya
Ame nochi hare ano kumo ni nare iwa wo oyoide yuku
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali dan Rize bergerak menyerang para Malaikat jatuh yang lumayan banyak didepan mereka yang siap untuk bertempur
Sono kokoro shibaritsuketeru tamerai furi hodoite
Dan gambar bergerak memperlihatkan Naruto dengan serangan kuat nan cepat kearah Kokabiel yang dengan mudah menghalau setiap serangan Naruto sambil menyeringai kejam
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto, dan Rize yang duduk disebuah tebing tinggi diujung pantai sambil memandang matahari yang hendak menenggelamkan dirinya di arah barat
Umareta hikari ima, hanatou
Dan gambar bergerak memperlihatkan Rize yang memeluk Naruto dengan wajah memerah malu, Naruto terlihat terkejut dengan wajah memerah, sementara Vali hanya memejamkan matanya merasakan angin sejuk di sekitar
Latar pun menjadi gelap, dan kembali terang dan menampilkan Sebuah Tulisan berwarna merah gelap, dan tulisan itu adalah "New Line!"
- Chapter 13 : Gadis manis dan Invasi di Kuoh Academy!
"Haa! Menyenangkan sekali!"
"Menyenangkan katamu? Kau yang baka!, bagaimana jika Rias melapor pada kakaknya yang seorang Maou Lucifer itu? Bisa bisa aku dan kau dihajar habis habisan para iblis"
"Kau takut heh?"
"Kau yang bego!"
Disebuah gang kecil di kota kuoh, terlihat dua orang remaja yang terlihat jelas perbedaan diantara mereka, yang satu berambut pirang dengan iris mata berwarna biru saphire dan satu lagi berambut silver dengan iris mata berwarna biru es, keduanya terlihat memakai seragam sekolah kuoh yang terlihat sangat kotor
"Oh iya Vali! Ngomong ngomong kau mendapatkan dari mana pedangmu itu" Tanya Naruto dengan penasaran, yah walaupun sebenarnya ia tidak ahli dalam hal kenjutsu, namun ia lumayan tertarik dengan namanya pedang
"Oh Little One maksudmu?" tanya Vali dan dibalas dengan anggukan oleh Naruto
"Dulu sebelum aku bersama Azazel, aku hanyalah seorang pengembara muda"
"Kau mengembara?" Tanya Naruto dengan penasaran
"Ya, aku mengembara untuk bertemu dengan sosok yang kuat, lalu aku mengajaknya bertarung denganku" ucap Vali dengan santai yang malah membuat Naruto sweatdrop
"Disaat dalam pengembaraanku, aku bertemu Malaikat jatuh buronan dan juga adik dari Kokabiel, yaitu Sariel (OC)" ucap Vali yang membuat Naruto agak terkejut
"Buronan?" Tanya Naruto
"Ya, ia merupakan Malaikat jatuh yang berhasil membunuh banyak malaikat jatuh serta bawahan Azazel seorang diri, sampai saat ini pun aku tidak tahu apa alasannya?" ucap Vali
'Jadi Kokabiel mempunyai adik? Lumayan menarik'
"Disaat aku bertemu dengannya membuat hasrat bertarungku keluar dengan membara, dan juga sepertinya ingin bertarung denganku yang seorang Hakuryuukou, pertarunganku dengannya lumayan sulit, sampai akhirnya ia mengeluarkan pedangnya yang sekarang menjadi Little One milikku"
"Pertarungannya menjadi lebih sengit, setiap seranganku yang menggunakan demonic power selalu ia tahan dengan pedangnya yang malah membuat pedang itu bertambah kuat, namun pada akhirnya ia mati ditanganku dan aku mengambil pedangnya yang sekarang kunamakan Little One!, Keren kan?" ucap Vali
"Enggak juga!, apa Azazel tahu tentang ini?" Tanya Naruto
"Dia sudah tahu, ia hanya memberikan keempat jempolnya kearahku saat aku menceritakan cerita itu padanya" ucap Vali, Naruto hanya membayangkan saat Azazel memberikan keempat jempolnya kepadanya
"Lalu kau apakan Jempolnya?"
"Kau ini memang Bego! Maksudku itu ia senang dengan ceritaku sambil menunjukkan jempolnya kepadaku, bukannya ia memotong jempolnya dan memberikannya kepadaku!" ucap Vali dengan kesal, dan hanya dibalas cengiran gaje dari Naruto
Disaat tengah berjalan santai menuju apartemen mereka atau yang lebih tepat yaitu tempat tinggal mereka, tiba tiba langit ditempat mereka berdua berada berubah menjadi ungu, dan mereka merasakan sebuah aura yang mereka kenal sebagai Rize dan juga aura Malaikat jatuh dan juga seorang manusia didekat mereka
"Vali, ini?"
"Kau jangan banyak tanya baka! Ayo selamatkan Rize sekarang" ucap Vali dengan agak keras, yah walaupun agak jengkel saat dibentak Vali, namun ucapan Vali memang benar, Naruto dan Vali memang harus menyelamatkan Rize yang notabene nya adalah keluarga baru mereka
'Swuuuussshh!'
.
.
.
.
.
'Tap!'
Kini, duo remaja yang tampan dan berbeda dari segi penampilan sudah tiba ditempat aura yang mereka rasakan itu berasal, tatapan mata mereka terkejut dan berganti menjadi menajam, mereka melihat Rize yang terduduk di dinding gang dengan luka yang lumayan banyak dan mayat beberapa Malaikat jatuh yang perlahan memudar dan juga dua Malaikat jatuh yang melayang diudara yang terlihat sedang menggendong seorang remaja perempuan berambut hitam yang terlihat pingsan
"Na-Naruto-kun, Selamatkan Dia!" lirih Rize sambil menahan rasa sakit yang menjalar di area lukanya
Vali lalu menghampiri Rize dan menggendongnya ala Bridal Style, Vali lalu menoleh ke arah Naruto, "Selamatkan Gadis itu, Rize akan kurawat sesampainya dirumah nanti" ucap Vali dengan tatapan datar seperti biasanya
"Baiklah.." ucap Naruto menggantung, "Dan juga jika kulihat kau melakukan hal hal aneh pada Rize, akan kubakar kepalamu itu" ucap Naruto dengan nada mengancam sambil memperlihatkan telapak tangannya muncul kobaran api berukuran kecil, Vali hanya memutarkan bola matanya bosan seolah tidak takut sama sekali dengan ancaman Naruto, sedang kan Rize? Ia hanya menghela nafas lelah memaklumi sifat Overprotective Naruto
Yah Naruto Overprotective pada Rize bukan karena ia mencintai gadis itu, soal perasaan remaja pirang itu masih misterius, Ia overprotective pada Rize karena ia menganggap Rize adalah Saudara perempuannya yang harus ia jaga dari siapapun yang menyakitinya
Vali lalu berjalan sambil menggendong tubuh Rize,tujuannya adalah kembali keapartemen mereka, sedangkan Naruto terlihat menatap tiga malaikat jatuh itu dengan tajam, sedangkan tiga malaikat jatuh itu hanya memandang Naruto remeh
"Turunkan Gadis itu sekarang!" ucap Naruto mencoba dengan cara yang baik baik, malah ditertawakan oleh kedua Malaikat jatuh tadi
"Bocah Bodoh! Kau bisa mengambilnya dengan mengalahkan kami! Rasakan ini!" ucap salah satu dari mereka bertiga dan melemparkan sebuah Light Spear kearah Naruto
'Swuuusshh!'
Melihat sebuah serangan datang, Naruto tidak diam saja, ia melompat kesamping sehingga serangan dari malaikat jatuh tadi gagal mengenainya yang membuat sang pelempar Light Spear tadi hanya mendecih kesal
"Jadi kalian mengajakku untuk bertarung heh? Kurasa kalian salah mencari pasangan bertarung kalian!" ucap Naruto dengan tatapan tajam kearah keduanya, ia mengeluarkan aura pekatnya yang membuat kedua malaikat jatuh itu sedikit takut dan mundur kebelakang
"Kage Bunshin no Jutsu!" Ucap Naruto sambil merapalkan handseal, tak berselang beberapa detik kemudian, muncul beberapa asap putih dan dari asap putih itu memunculkan sosok yang mirip bahkan sama dengan Naruto yang merupakan Bunshin Naruto itu sendiri
"Kekuatannya diluar dugaanku?!"
"Ayo kita kabur, ini demi rencana Bos!"
Kedua malaikat jatuh itu lalu kabur meninggalkan Naruto, Naruto hanya mendecih kesal dan memerintahkan Bunshinnya untuk mengejar kedua malaikat jatuh tadi dan juga ia ikut dalam pengejaran ketiga malaikat jatuh itu
"Kabur heh? Minna! Kejar dia!"
"Ha'i, Oyabun!"
Semua bunshin Naruto dan juga Naruto asli mengejar kedua malaikat jatuh yang hendak kabur itu, ada yang mengejarnya dengan melompati atap atap rumah, berlari dengan kecepatan ninja, dan juga ada yang dilempar sesama bunshinnya, hah?
"Cih Mereka hanya bisa terbang dan kabur!" ucap Naruto sambil melompati atap atap rumah warga dan tepat berada dibawah ketiga malaikat jatuh tadi, tanpa pikir panjang ia langsung melompat dan merapalkan handseal
"Kena Kalian! Katon : Hosenka no Jutsu!" Ucap Naruto menyebutkan nama jutsunya, dari tiupan mulutnya muncul bola bola api kecil yang panas dan melesat cepat kearah kedua malaikat jatuh tadi
'Swuuuussshh!'
Merasakan sebuah serangan melesat kearah mereka berdua, membuat kedua malaikat jatuh itu menoleh kebelakang, dilihat dengan mata mereka sendiri bebearpa bola api kecil ayng lumayan banyak melesat kearah mereka, mereka mencoba menghindar denga terbang kesamping, namun sebelum itu, bola bola api tadi mengenai sayap kedua malaikat jatuh tadi sehingga mereka terjatuh tak bisa terbang dan melepaskan cengkraman pada tubuh gadis berambut hitam itu
Naruto langsung melesat menggapai gadis berambut hitam dikuncir dua itu, sedangkan para Bunshinnya menhajar kedua malaikat jatuh itu habis habisan, sampai pada akhirnya kedua malaikat jatuh itu lenyap setelah dihajar para Bunshin Naruto
Langit kembali menjadi berwarna hitam malam yang tadinya berwarna ungu akibat kedatangan para malaikat jatuh tadi, Naruto menggendong gadis itu ala Bridal style, ia manatap wajah gadis itu, terlihat rambut hitamnya yang panjang dan dikuncir dua lurus kebahunya serta pony nya yang menutupi sebelah matanya yang terkesan cantik bagi remaja laki laki seumuran Naruto, gadis itu mengenakan seragam sekolah yang bukan berasal dari Kuoh Akademi, gadis itu terlihat tak sadarkan diri walaupun lukanya tak begitu banyak dan juga tidak begitu parah
"Gadis yang manis, untung saja kau tidak ternodai oleh para malaikat jatuh tadi" gumam Naruto memandangi wajah gadis itu, dan akhirnya ia pergi meninggalkan tempat itu dan menghilang meninggalkan asap putih
'Poooffftt!'
.
.
.
.
"Vali! Buka pintu nya cepat!"
"Sabar bego!"
Malam itu, disebuah apartemen yang tidak lumayan besar, terlihat Naruto yang sedang menggendong seorang gadis yang tengah dalam keadaan pingsan, kulit putihnya sedikit terluka dibagian kakinya, dan juga luka lecet di sekujur tubuhnya yang tak terlalu berarti
'Ckleek'
Terdengar suara pintu terbuka dari apartemen itu, menampilkan Vali yang tengah memegang sebuah kapas yang dikira Naruto mungkin bocah perak itu tengah mengobati Rize yang tengah terluka
"Hee... Kau menculiknya dari mana Naruto?" ucap Vali sekenanya yang membuat Naruto menggeram kesal, terlihat dari kepalanya yang memunculkan urat berbentuk perempatan serta wajahnya yang agak memerah
"Urusai! Dia gadis yang kutulong tadi Bodoh! Masa' kau tidak ingat?"
Vali lalu berpose layaknya orang yang sedang berpikir, dan beberapa detik kemudian ia mengangguk sendiri yang membuat Naruto Sweatdrop
"Aku tidak ingat, tapi ya sudahlah, kau obati saja dia!, biar aku yang mengobati Rize"
'Untuk apa Dia mengangguk jika ia memang tidak ingat? Dasar orang aneh!' Batin Naruto nista
Naruto lalu melenggang masuk ke apartemen mereka tanpa memperdulikan Vali yang tengah mengobati Rize yang terluka, melihat tak ada ruang yang cukup disana, Naruto lalu berjalan memasuki kamarnya (Kamar Naruto gabung dengan Vali, sedangkan kamar Rize berbeda tempat)
"Nee.. ingat Naruto-chan! Jangan berbuat yang aneh aneh!" ucap Vali dengan Nada menyindir, Naruto hanya mengacuhkannya, ia lebih memperdulikan keselamatan gadis yang digendongnya ini dari pada ejekan Vali
Sesampainya dikamarnya, Naruto akhirnya membaringkan gadis itu di ranjang tidurnya, ia lalu mengambil kotak p3k di lemari, yah walaupun mereka Cuma tinggal bertiga, setidaknya mereka mempunyai obat untuk jaga-jaga jika ada yang sakit ataupun terluka
Naruto lalu mengambil obat berupa cairan, ia lalu menuangkannya diwadah kecil, ia lalu memegang sebuah kapas dan sedikit mencelupkannya, perlahan ia membersihkan luka yang ada pada gadis itu
"Yup! kurasa akan sembuh nantinya" gumam Naruto sambil memperhatikan gadis yang tengah dalam keadaan pingsan itu
.
.
.
.
.
"enggghh?"
Hari kembali menjadi cerah menggantikan malam yang telah berlalu, matahari menerangi dunia menyebarkan kehangatan disetiap cahayanya, menggantikan malam tragedi penyerangan tak terduga dari malaikat jatuh yang entah dipimpin oleh siapa dan diperintah oleh siapa
Terlihat seorang gadis baru bangun dari tidurnya, matanya masih terlihat mengantuk khas orang yang baru bangun tidur, ia perlahan duduk di kasur yang berukuran pas untuk dua orang itu, merenggangkan kedua tangannya yang terasa pegal
"enggh.. Vali jangan terlalu keras..."
Tiba tiba terdengar suara igauan dari sebelah gadis itu membuat sang gadis sedikit terkejut,ia lalu menoleh keasal suara, dilihatnya seorang remaja berambut pirang jabrik yang tidur sambil duduk menyenderkan wajahnya di pinggiran kasur yang ditempati gadis itu
Perlahan wajah gadis itu menjadi kaget dan memerah, ia segera mengambil bantal dan melemparkannya kearah Naruto yang tengah tertidur pulas yang entah bermimpi apa, aku sebagai author pun tidak tahu (?)
"Dasar Mesum!" pekik gadis itu sambil melemparkan bantal kearah Naruto
'Bukkk!'
"Uggghh!"
Akhirnya bantal itu tepat mengenai wajah Naruto dengan kuat sehingga membuat kepala Naruto terdorong hingga jatuh kebelakang, sedangkan gadis itu hanya duduk dipojok dengan tangannya yang memegangi tubuhnya seakan melindungi dirinya
"Uggghh!"
Naruto perlahan bangun setelah terkena hantaman bantal dari arah depan, ia mengelus kepalanya yang kesakita terkena lantai, matanya melirik kearah gadis yang ia selamatkan semalam, ia melihat gadis itu tenang duduk dipojok dengan wajah takut
"Jangan Sentuh Aku!"
"Hei! Tenanglah, jangan salah paham!"
"Tolong jangan!"
Sebuah bantal kembali dilemparkan oleh gadis itu kearah Naruto, dengan mudahnya Naruto menangkap bantal itu dan kembali menaruhnya ketempat asalnya, Naruto mulai menaiki kasur itu dan merangkak mendekati sang gadis yang membuat sang gadis memejamkan matanya ketakutan
"Kau tak apa? Semalam kau hampir diculik dengan gagak terbang, jadi aku menyelamatkanmu"
Masih memejamkan matanya, gadis itu merasakan sebuah tangan hangat yang menempel didahinya, perlahan ia membuka matanya, ia melihat Naruto tepat didepannya dengan jarak yang kurang dari 60 cm, seketika wajah gadis itu memerah
"hei! Wajahmu memerah, kau sakit?"
"Ti-tidak, aku tidak sakit" ucap gadis itu sambil memegang kedua pipinya
"baiklah kalau begitu, akan kujelaskan kronologisnya mengapa kau bisa sampai disini, namun tolong jawab aku siapa sebenarnya dirimu"
Seketika gadis itu menunduk merenungi masa lalunya, masa ketika semua temannya dibunuh satu persatu oleh para iblis liar yang seenaknya menghabisi temannya, dan bahkan keluarganya pun dihabisi oleh para iblis liar
"Namaku Tokisaki Kurumi, aku hanya manusia biasa dengan sebuah Sacred Gear dimataku ini" ucap gadis itu sambil mengangkat rambut pony yang menutupi mata kirinya
Terkejut? Itulah yang dirasakan Naruto, ia merasa terkejut saat melihat warna kedua mata gadis itu berbeda, yang sebelah kanan berwarna merah terang yang cantik, sedangkan warna mata kiri yang ditutupi dengan ponynya berwarna kuning dengan pola seperti jam romawi yang amat misterius
"Lalu apa kekuatan mata-" ucap Naruto sambil menunjuk kearah mata gadis itu, namun ucapannya terpotong saat mata kiri gadis itu bersinar terang dan jarum jam dimatanya berputar
"Aleph!"
Naruto terbengong saat tiba tiba gadis didepannya sudah tidak ada didepannya lagi, tak disangkanya gadis yang ia selamatkan bisa pergi dengan mudahnya, padahal ia belum berterima kasih, pikir Naruto
"jangan sentuh aku!"
Naruto mengalihkan pandangannya kebelakang disaat mendengar suara feminim dari arah belakangnya, ia kembali terkejut ternyata gadis yang dikiranya sudah pergi kini berada dibelakangnya dengan berdiri sambil berpose siaga
'Jadi itu salah satu kekuatannya, ia bisa berpindah tempat dengan cepat sekali, hal ini mengingatkanku pada ayahku saja' Batin Naruto sambil tersenyum kearah gadis itu
"tenanglah! Aku tidak akan menyakitimu, anggap saja aku temanmu" ucap Naruto turun dari tempat tidurnya dan berjalan mendekati Kurumi
Naruto lalu mengangkat tangannya mencoba meraih pucuk kepala gadis bernama Kurumi itu, namun Kurumi sedikit mundur kebelakang menghindari tangan Naruto yang hendak menyentuhnya, namun Naruto dengan cepat meraih pucuk kepala gadis itu dan mengelusnya dengan lembut membuat gadis itu memejamkan matanya
"Lihat! Aku tidak akan menyakitimu, anggap saja aku ini temanmu, Oke?" ucap Naruto dengan lembut serta senyum mentarinya
Kurumi membuka matanya, melihat senyum cerah Naruto membuat hatinya tenang, seakan ada yang menemaninya dalam kegelapan yang ia rasakan selama ini, kegelapan setelah para iblis saatu persatu membunuh teman serta keluarganya
"Ha'i" ucap Kurumi lemah
"Jadi bisa dijelaskan apa saja Kekuatan matamu?" Tanya Naruto dengan antusias, namun hanya dibalas gelengan dari Kurumi
"Aku tidak bisa memberitahu mu, bisa saja kau adalah seseorang yang akan memanfaatkan diriku suatu saat nanti" ucap Kurumi sambil mengalihkan pandangannya kearah lain membuat Naruto tersenyum kecut
'Ternyata dia belum sepenuhnya percaya padaku'
"Baiklah kalau begitu, ayo cepat keluar dari kamar ini, akan kuperkenalkan dirimu dengan teman seapartemenku!" ucap Naruto dengan senyum cerah, ia menarik tangan Kurumi dan berjalan keluar dari kamar itu
.
.
.
.
"Minna! Perkenalkan nama Kalian!"
"Namaku Vali, Kau bisa memanggilku Vali"
"Namaku Kamishiro Rize, kau boleh memanggilku Rize, dan terima kasih atas bantuanmu semalam, dahulu aku diselamatkan oleh Naruto-kun, disaat Ak-"
"Terlalu Panjang Rize-chan!, Perkenalkan namaku Uzumaki Naruto, kau boleh memanggilku Naruto"
Di sebuah apartemen yang bisa dikatakan agak luas itu, tepat berada di ruang makan yang menyatu dengan ruang keluarga, Naruto, Vali, dan Rize memperkenalkan dirinya kepada si gadis yang Naruto selamatkan semalam
"Sekarang giliranmu untuk memperkenalkan dirimu, Kurumi" ucap Naruto mempersilahkan untuk Kurumi memperkenalkan dirinya
"Perkenalkan namaku Tokisaki Kurumi, aku tidak bisa menjelaskan detail tentang diriku, kuharap kalian dapat memaklumi" ucap Kurumi dengan tenang
'Hoii Naruto... kurasa perkenalan ini terlihat kaku sekali" bisik Vali pada Naruto
"diamlah Vali, ini lebih baik daripada harus menemani Azazel memancing" ucap Naruto sambil bersidekap dada
'Apa hubungannya dengan Azazel? Dasar pirang Bego!' batin Vali nista
Di sisi lain, Rize hanya cemberut karena perkenalannya tadi disela oleh Naruto, ia lalu berdiri dari kursinya dan berjalan kearah dapur, "Aku akan menyiapkan makanan" ucapnya sambil berjalan kearah dapur
"Anoo..."
Naruto, Vali, serta Rize menoleh kearah Kurumi yang terlihat seperti ingin berbicara, "Apa boleh aku membantumu memasak? Rize-san, aku merasa tidak enak jika hanya diam disini tanpa melakukan sesuatu" ucapnya
Rize tersenyum, ia lalu melambaikan tangannya mengisyaratkan Kurumi untuk mengikutinya kearah dapur, dan direspon dengan baik oleh Kurumi, ia tersenyum kepada Rize dan berjalan kearah dapur
Naruto hanya tersenyum melihat kedekatan keduanya, sifat Kurumi yang belum terlalu jelas dimatanya serta sifat baik hati dari Rize yang membuat suasana di apartemen kecilnya ini seperti sebuah pelangi yang cerah, walau terkadang pelangi itu dihalang awan hitam dengan sifat Vali yang menyebalkan
"Naruto?"
Naruto menolehkan wajahnya kearah Vali, kini wajah Vali yang biasanya berekspresi menyebalkan, bodoh, serta apalah berubah menjadi serius yang membuat Naruto agak penasaran
"Apa?"
"Ini soal Malaikat jatuh semalam, kira-kira apa yang kau pikirkan tentang penyerangan mereka?"
Naruto mencoba kembali memutar ingatan tentang kejadian semalam dikepalanya, ada sesuatu yang mengganjal dikepalanya, yaitu aura dari malaikat jatuh semalam yang ditemuinya
"Aku masih belum terlalu tau apa motif penyerangan kedua malaikat jatuh kemarin, entah akupun tak tahu kenapa selalu berurusan dengan malaikat jatuh itu, namun satu hal yang mengganjal di pikiranku"
"Apa itu?" tanya Vali dengan penasaran, yah walaupun Vali seseorang yang maniac pertarungan dan tidak terlalu peduli dengan orang lain, namun berbeda dengan Naruto, entah kenapa hubungannya dengan Naruto seakan seperti sahabat sejati, yah walaupun hanya baru beberapa waktu lalu berkenalan, jadi sudah sepantasnya sebagai sahabat sejati untuk membantu sahabatnya bukan?
"Aku merasakan sebuah aura kecil pada setiap malaikat jatuh yang kutemukan pada tubuh mereka"
"Aura?"
"Kokabiel! Aku merasakan auranya disetiap malaikat jatuh yang bertemu denganku, kurasa mereka adalah bawahannya, namun yang membuatku bingung, jika memang benar Kokabiel pelakunya, kenapa mereka harus menculik Kurumi? Bukannya aku?" ucap Naruto bingung
"Entahlah, namun yang pasti ia akan merencanakan sesuatu yang besar jika kita bertemu dengannya nanti" ucap Vali
"Ya kurasa begitu, kita harus berhati hati dengannya!"
.
.
.
.
.
"Haah! Sore hari yang menyebalkan!"
"Sluurrpp! Itu hanya pemikiranmu saja!"
Tak terasa waktu begitu cepat berputar hingga menjadi sore hari, terlihat di atap sekolah Kuoh Academy Naruto dan Vali sedang duduk beristirahat diatas sana, Naruto yang sedang menikmati pemandangan dari atas serta Vali yang sibuk meminum kopi kaleng yang ia beli di kantin
Mungkin ada yang bertanya mengapa mereka hanya berdua saja? Tanpa Rize dan Kurumi?, alasannya cukup masuk akal, keadaan mereka yang kurang baik memaksa Naruto untuk menyuruh mereka tidak sekolah untuk beberapa hari kedepan tergantung kapan fisik mereka kembali pulih akibat kejadian semalam, dan juga untuk berjaga jaga, Naruto sudah membuat dua Bunshin untuk menjaga keduanya
'Sriiingg!'
Disaat sedang asik asiknya bersantai diatap sekolah, dengan tiba tiba langit yang awalnya berwarna kuning sore berubah menjadi ungu, ditandai dengan datangnya beberapa kelompok para malaikat jatuh yang terbang diatas lapangan sekolah Kuoh Academy sekitar 15 meter
"Naruto, sepertinya kita diserang!"
"Tunggu dulu Vali, kita bukan sasaran mereka, lihat arah pandangan mata mereka" ucap Naruto sambil mengikuti arah pandangan para sekelompok malaikat jatuh itu, tak lupa Vali yang mengikuti arah pandangan Naruto
Pandangan mereka berhenti di lapangan depan Kuoh Akademi, dilihat dengan kedua mata mereka, Anggota ORC yang tengah bersiap siaga, dan juga para Anggota Osis yang sedang menyiapkan sebuah Kekkai penghalang
"Jadi mereka menyerang kembali? Aku bingung apa tujuan mereka sebenarnya?" ucap Naruto menepuk dahinya dengan pelan
"Sudah jangan terlalu dipikirkan, kalau terlalu banyak mikir lama lama kepalamu akan botak" ucap Vali menyindir
Naruto hanya mengacuhkan sindiran Vali, tujuan mereka saat ini adalah, menghabisi para musuh didepan mereka, tanpa aba aba, mereka lalu melompat kebawah dari atap sekolah itu
'Swuuusshh!'
.
.
.
.
.
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Lama tak berjumpa denganku Author polos, bego, kampreet dan sebagainya lah!, di Fanfic berjudul New Line ini!
Sebelumnya aku meminta maaf pada Reader semua, sudah beberapa minggu aku tidak mengupdate fic ini, bukan karena aku malas untuk melanjutkannya, hanya saja akhir akhir ini tugasku sebagai siswa baru di salah satu sekolah Kejuruan di tempatku sangat memakan waktuku untuk menulis dan menuangkan ideku dific ini, jadi Gomennasai!
Well, tuh udah keluar Chara terbarunya, yakni Kurumi Tokisaki dari anime Date A Live, kenapa aku memilihnya?, aku sedikit mempertimbangkannya dengan Chara lain Request dari Reader, namun kurasa Kurumi sangat cocok, sifatnya yang yang manis tapi Yandere yang membuatku sedikit suka, juga dengan penampilannya yang Maniss (ahh :v ) dan juga kekuatannya yang unik yang membuatku menjadikannya salah satu Chara di Fic ini
Soal OC Sariel? Itu merupakan OC buatanku, hanya sebagai pelengkap di chapter ini saja, jadi aku tidak akan menjelaskan secara detail tentang dirinya dan juuga penampilannya
Dan untuk tim Vali di Fic ini, akan ada pergeseran dengan cerita aslinya (Canon), dimana Vali bukan merupakan salah satu anggota dari Tim itu, untuk jelasnya akan terjawab di Chapter depan!
Dan Soal Khaos Brigade? Aku masih belum terlalu memikirkannya, namun kedepannya peran mereka akan dibutuhkan dalam Fic ini
Terakhir, kuharap chapter ini dapat memuaskan kalian, jangan lupa untuk Fav dan Follow yaa, dan jangan lupa Reviewnya, karena Review lah sumber semangat seorang Author kacangan sepertiku
:: Log Out! ::
