New Line
Disclaimer : Saya sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x ? (Coming Soon!) Vali x ? (Saran?)
Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, Dll
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)
A/N : Pertama yang ingin saya sampaikan adalah Permintaan maaf saya kepada Reader-san yang telah lama menunggu Update Fic yang amburadul ini
Jujur saja, saya belakangan ini agak sibuk dengan tugas saya yang seorang pelajar di sebuah sekolah menengah Kejuruan, entah itu PR, tugas, ataupun mengerjakan Remedi :v (Maklum, ane bukan orang yang pinter-pinter amat atau malah bisa dikatakan bego :v)
So, Happy reading dan semoga menghibur!
.:: oo0oo ::.
Opening Song : Cascade by UNLIMITS
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Terlihat Naruto berjalan di sebuah padang rumput hijau yang lebar sejauh mata memandang
Umareta hikari ima, hanatou
Setelah beberapa saat berjalan di padang rumput yang indah itu, terlihat didepan Naruto, Vali dan Rize melambaikan tangannya sambil tersenyum kearahnya
Kohakuiro no yuuyake ni somerareta
Gambar berganti, Terlihat Naruto duduk dikursi dan berhadapan kearah jendela kamarnya sambil memandang bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Machi wa kanashii hikari to kage utsushite ita
Gambar kembali berganti memperlihatkan Rias yang berdiri didepan Jendela klub ORC sambil memandangi bulan yang terang dimalam hari
Ikutsu mono kiseki no ito
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto dan Rize duduk dipinggir pantai sambil menatap sunset di sebuah pantai yang indah
Tsunagatte Karamatte
Dan berganti menjadi kelompok ORC yang berdiri disebuah bukit tanpa bergandengan tangan sambil menatap bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi
Tadoritsuita yo hajimeru no wa ima, kono basho kara
Lalu gambar berganti memperlihatkan Kokabiel yang duduk disebuah singgasana sambil menyeringai dan dikawal oleh para malaikat jatuh serta beberapa Iblis yang bersekutu dengannya
Ame nochi hare ano kumo ni nare iwa wo oyoide yuku
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali dan Rize bergerak menyerang para Malaikat jatuh yang lumayan banyak didepan mereka yang siap untuk bertempur
Sono kokoro shibaritsuketeru tamerai furi hodoite
Dan gambar bergerak memperlihatkan Naruto dengan serangan kuat nan cepat kearah Kokabiel yang dengan mudah menghalau setiap serangan Naruto sambil menyeringai kejam
Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de
Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto, dan Rize yang duduk disebuah tebing tinggi diujung pantai sambil memandang matahari yang hendak menenggelamkan dirinya di arah barat
Umareta hikari ima, hanatou
Dan gambar bergerak memperlihatkan Rize yang memeluk Naruto dengan wajah memerah malu, Naruto terlihat terkejut dengan wajah memerah, sementara Vali hanya memejamkan matanya merasakan angin sejuk di sekitar
Latar pun menjadi gelap, dan kembali terang dan menampilkan Sebuah Tulisan berwarna merah gelap, dan tulisan itu adalah "New Line!"
- Chapter 14 : Invasion at Kuoh Academy!
'Ctraakk!'
"Issei-kun! Dibelakangmu!"
"Duaagg!"
"Craaassshh!"
.
.
.
.
Pada hari itu, tepatnya pada jam 5.00 sore, di halaman sekolah Kuoh Academy, para malaikat jatuh kembali melakukan penyerangan, namun target mereka kali ini terlihat berbeda, yang biasanya target mereka adalah Naruto, kini mereka menyerang sekumpulan iblis muda dari sebuah klub disekolah, yaitu ORC
Para malaikat jatuh dengan cepat menyerang para anggota ORC secara langsung secara bersamaan, ada juga menyerang dari jauh menggunakan Light Spear milik mereka, semakin lama para Malaikat jatuh itu semakin banyak membuat para anggota ORC kewalahan
'Craaasshh!'
Terliihat salah satu anggota ORC, sang cassanova Kuoh Academy, yaitu Kiba Yuuto dengan lincahnya mengayunkan pedangnya secara vertikal kearah para malaikat jatuh yang ada disekitarnya yang membuat mereka tumbang dalam satu tebasan
"Kiba! Dibelakangmu!"
Salah satu anggota ORC lain, salah satu anggota dari trio mesum, yaitu Hyoudo Issei berteriak kearah Kiba memperingati kawannya yang tengah diserang dari belakang, mendengar teriakan dari kawannya, membuat Kiba menoleh kebelakang, matanya membulat saat para malaikat Jatuh melemparkan Light Spear dalam jumlah yang banyak
'Swuuusshh!'
"Kibaa!/Kiba-kun!/Kiba-senpai!/Yuuto!" Teriak seluruh anggota ORC khawatir melihat sang cassanova kuoh tengah dalam keadaan gawat
'Tap!'
Tiba-tiba dibelakang Kiba muncul sesosok remaja seumurannya, menunduk sambil menempelkan kedua telapak tangannya ke tanah, wajahnya tertutupi dengan rambut kuning dengan gaya spike nya, namun terlihat jelas oleh Kiba, bibir remaja itu mengucapkan sesuatu
"Doton : Doryuuheki!"
Tanah sedikit bergetar setelah remaja misterius itu mengucapkan sesuatu, perlahan tanah didepan remaja pirang itu, naik keatas dan membentuk sebuah dinding yang terbuat dari tanah, yang membuat beberapa anggota ORC terkejut
"Dia bisa mengendalikan tanah?"
"Mungkinkah dia?!"
"Naruto!"
Remaja pirang yang mereka panggil Naruto itu pun perlahan berdiri, kini ia mendongakkan wajahnya sehingga wajahnya terlihat dengan jelas tanpa ditutupi oleh rambut pirang nya, ia menoleh kearah Kiba
"Lain kali hati hati! Aku hanya tak ingin membuat kau mengecewakan para gadis yang ada di Kuoh Academy" ucap Naruto dengan alasan yang terkesan asal
Kiba hanya tersenyum masam, Ya bagaimanapun juga didepannya adalah orang yang pernah bertarung dengan klub ORC, orang yang pernah membuat ketuanya mengeluarkan air matanya, namun kini ia malah menolongnya
"Kau Naruto!, apa yang kau lakukan disini hah!"
Naruto sedikit menoleh kearah teriakan Issei yang terdengar jelas ditelinganya, ia hanya tersenyum misterius dan kembali menatap kedepan yang membuat Issei menahan kesalnya
"Rasakan ini!"
Semua pasang mata kembali terkejut dengan suara teriakan dari atas, mereka semua menengok keatas melihat Naruto yang tengah melakukan sebuah handseal
"Katon : Gokakyou no Jutsu!"
Sebuah bola api besar muncul dari tiupan mulut Naruto,bola api besar itu dengan cepat meluncur kearah para malaikat jatuh yang menyerang Kiba sebelumnya, semua pasang mata kembali terkejut saat mereka menyadari Naruto ada dua
'Blaaarr!'
"Aaarrrggg!"
Para malaikat jatuh tadi mengerang kesakitan terbakar bola api buatan Naruto yang tepat mengenai mereka,perlahan api yang membakar para malaikat jatuh tadi padam dan hanya menyisakan bulu bulu gagak yang terbakar
'tap!'
Naruto lalu mendarat tepat disamping Naruto yang bersama Kiba tadi (ngerti kan?), Naruto lalu memegang kembarannya, tiba tiba kembarannya langsung menjadi gumpalan asap putih yang ternyata adalah bunshinnya
Naruto lalu melompat menaiki dinding tanah buatannya sendiri, Kiba hanya diam tak bergeming setelah dibantu oleh Naruto tadi, sedangkan anggota ORC yang lain menatap Naruto dengan tatapan yang sulit untuk diartikan
"Na-naruto, apa maksud semua ini? Setelah kau menyerang kami dihari kemarin, dan sekarang, kau malah membantu kami, apa yang sebenarnya kau inginkan?" ucap Rias agak berteriak
"Ya! Apa maksudmu Naruto!" tambah Issei berteriak keras
Naruto menoleh sedikit kebelakang menatap satu per satu anggota ORC, lalu kembali menghadap kedepan
"Maksudku? Tidak ada, dan juga Issei, bukankah yang disana adalah Rival sejatimu?" ucap Naruto sambil menunjuk kearah langit
Semua anggota ORC mengikuti arah yang ditunjuk oleh Naruto, benar saja, terlihat jelas dimata mereka, Vali yang sedang bertarung dengan beberapa malaikat jatuh
"Aku tidak memperdulikannya, aku hanya bertanya apa maksudmu menolong salah satu dari kami Naruto!" Ucap keras Rias agak membentak
"Sudah kubilang aku tidak punya maksud apa apa! Apa kau tidak paham juga!" ucap Naruto dengan nada membentak balik yang membuat Rias diam
Berbeda dengan Issei, ia hanya menggeram kesal melihat Naruto yang membentak buchou kesayangannya, rasanya ia ingin sekali memukul wajah Naruto
Beralih kepada Vali, kini ia sudah menghabisi para malaikat jatuh dengan sendirian,dengan gesitnya, ia terbang menggunakan sayap berwarna birunya menghindari setiap serangan yang dilakukan oleh para malaikat jatuh disekitarnya yang tersisa hanya dua musuh lagi
"oh ayolah!, kalian tidak membuatku semangat sama sekali!" ucap Vali dengan maksud untuk membuat emosi kedua malaikat jatuh tersebut
Dan benar saja!, salah satu dari kedua malaikat jatuh itu tersulut emosi, malaikat jatuh itu dengan cepat melesat kearah Vali yang malah membuat Vali menyeringai bak seorang psikopat (Vali : Kurasa kau berlebihan Author -_-)
Malaikat jatuh itu langsung menyiapkan sebuah Light Spear dan hendak menusuknya kearah Vali, namun sebelum itu, Vali sudah mengeluarkan pedang kesayangannya, Little One, dan melompat keatas menghindari serangan dari malaikat jatuh tadi
"katakan Haloo pada kematianmu!"
Dengan sedikit tenaga, Vali langsung melemparkan pedangnya kearah malaikat jatuh tadi dan mengenai malaikat jatuh yang malang itu bahkan hingga menembus dada kirinya
'Craaassshh!'
Suara benda logam menembus sesuatu terdengar keras disana, malaikat jatuh itu hanya meringis kesakitan sambil memegangi pedang yang menembus dada kirinya hendak mencabutnya, Vali sedikit melirik kearah Malaikat jatuh yang lain yang hendak melesat kearah temannya yang terluka
'Swuuusshh!'
Dengan cepat, Vali melesat kearah malaikat jatuh yang hendak menolong itu dan menendang nya dengan keras kearah bawah hingga jatuh ditanah dengan keras, tanah disekitar malaikat jatuh itu pun sedikit retak akibat kuatnya hantaman dari sang malaikat jatuh
'Braakk!'
Vali sedikit melirik kearah Malaikat jatuh yang satunya hendak mencabut pedangnya dari dada kirinya yang terus mengeluarkan darah yang banyak, Vali langsung melesat kearahnya dan mencabut pedang itu dengan keras
'sraakhh!'
"Arrggghh!"
Malaikat jatuh itu berteriak kesakitan setelah dicabutnya pedang yang menembus dada kirinya dengan keras, Vali lalu mengambil posisi untuk menebas kepala sang Malaikat jatuh itu
"Sebelum kau berani mengajakku bertarung, sebaiknya kau lebih kuat lagi!"
'Craaasss!'
Setelah menebas kepala sang malaikat jatuh, perlahan tubuh dan kepala sang malaikat jatuh itu memudar dan menghilang hanya meninggalkan bulu gagak yang berjatuhan ke tanah
- Di sisi Lain
"Tak kusangka si penggila pertarungan itu benar-benar memenggal kepalanya" ucap Naruto menatap Vali yang baru saja memenggal kepala
Sementara anggota ORC hanya diam membisu setelah melihat adegan kejam didepan mata mereka, terutama Issei yang merinding mengingat Vali merupakan sang Hakuryuukou yang merupakan Rival sang Sekiryuutei, yaitu Issei sendiri
Tatkala semuanya asik memandang sang Hakuryuukou memenggal kepala sang malaikat jatuh yang malang tadi, tanpa mereka sadari kecuali Naruto dan Vali, disekeliling mereka muncul lingkaran sihir yang amat banyak dan dari lingkaran sihir itu menampilkan sosok malaikat jatuh yang lumayan banyak
Naruto hanya memandang datar para malaikat jatuh itu, sedangkan tim ORC sedang bersiaga jika ada serangan dari para malaikat jatuh yang banyak itu, sedangkan Vali? Jangan ditanya, dia sudah asyik bertarung dengan beberapa malaikat jatuh yang mengepungnya
"Tak kusangka Invasi besar akan diadakan disini, benar benar malaikat jatuh yang menjengkelkan!" ucap Naruto dengan raut wajah kesal
Naruto langsung melesat kearah kerumunan para malaikat jatuh itu, dengan lihainya ia menghindari seitiap pukulan maupun serangan yang dilontarkan oleh kerumunan malaikat jatuh yang menggila itu
'Craasshh!'
Terdengar suara tusukan saat Naruto melemparkan kunainya dengan sedikit chakra anginnya hingga mengenai salah satu leher kerumunan malaikat jatuh itu, sehingga malaikat jatuh itu tumbang dengan penuh darah yang terus keluar dari lehernya, hingga akhirnya tubuh malaikat jatuh itu perlahan menghilang dan lenyap
"Selanjutnya sia-"
'Duaaagg!'
Belum selesai dengan ucapannya, tiba tiba Naruto terpental agak keras setelah menerima tendangan yang kuat dari salah satu kerumunan malaikat jatuh itu, disaat ia masih terpental, Naruto melakukan salto kebelakang dan mendarat dengan sempurna
"Datenshi kampreet! Belum selesai ngomong dah maen hajar aja, sekarang giliranku!" ucap Naruto sedikit kesal dan sambil melakukan sebuah handseal
'kraaakk!'
Tiba tiba tanah dikedua sisi Naruto muncul tombak tombak yang terbuat dari tanah dan melesat kearah kerumunan malaikat jatuh itu, sehingga beberapa dari mereka terkena serangan dari Naruto bahkan menembus ke dada kiri mereka hingga tewas, bahkan ada yang menembus kepala mereka, hingga akhirnya kerumunan itu malaikat jatuh itu hampir berkurang setengahnya
"Arrrggghhh!"
Melihat kerumunan malaikat jatuh yang sibuk menghindari tombak yang terus keluar dari tanah yang berada dikedua sisi Naruto, Naruto langsung melompat keatas dan melakukan sebuah handseal
"Katon : Gokakyou no Jutsu!"
Muncul bola api yang besar yang berasal dari tiupan mulut Naruto dan meluncur kearah kerumunan malaikat jatuh itu, beberapa dari mereka ada yang menghindar dan hanya menatap kosong bola api besar milik Naruto
'Blaaaarr!'
Asap mengepul ditempat kerumunan malaikat jatuh tadi, masih terlihat api kecil yang berkobar di tempat itu, tak lama kemudian, asap mulai menghilang dan terlihat bulu gagak yang berserakan serta ada yang terbakar
"Bangsat kau Bocah!"
Naruto menoleh kearah asal suara, ia langsung dikagetkan oleh beberapa Light Spear yang mencoba menusuk tubuhnya, ia langsung lompat keatas menghindari beberapa serangan tersebut, namun sayang, di sampingnya sudah ada malaikat jatuh yang selamat dari serangannya tadi mencoba menendangnya dengan sekuat tenaga
'Duaaaagg!'
Naruto terpental kesamping dengan kuatnya, dan terjatuh ditanah dengan kuat hingga debu mengepul disekitarnya, Naruto mencoba berdiri dan menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya dengan keras, dan tiba tiba kepulan debu itu bergoyang dan menampilkan para malaikat jatuh tadi siap menyerang dengan masing masing satu Light Spear di tangan kanan mereka
"Rasakan Ini!"
Namun belum sempat melempar Light Spear kearah Naruto, sebuah kilauan pedang menembus leher mereka dengan cepat hingga mereka membulatkan mata mereka
"Apa-"
Tiba tiba kepala mereka terlepas dari leher mereka serta mengeluarkan darah yang banyak, tubuh mereka pun terjatuh dengan kepala yang matanya masih terbuka, tak lama kemudian tubuh mereka menghilang dan hanya meninggalkan bulu bulu gagak
"Dasar Lemah, melawan mereka saja kau kewalahan!"
Naruto yang masih terkejut dengan kejadian tadi dengan cepat menoleh keasal suara, dilihatnya Vali yang sedang memasukkan pedang Little One nya kedalam lingkaran sihir miliknya
"Gomen, aku tadi tidak terlalu bersiaga, makanya terkena serangan kecil tadi" ucap Naruto nyengir gaje sambil menggaruk kepala belakangnya
"Kata maafmu tidak berguna bagiku, ayo cepat pergi dari sini!" ucap Vali sudah berada didekat Naruto sambil mengulurkan tangannya
Naruto hanya cuek mendengar ocehan Vali, ia lalu menerima uluran tangan Vali dan berdiri dengan tegak, mereka berdua sedikit melirik kearah ORC, dilihat dengan mata mereka, anggota ORC yang kelelahan sehabis menghabisi para malaikat jatuh yang melakukan invasi di Kuoh Academy
Naruto dan Vali hendak meninggalkan tempat itu namun sebuah suara yang berat membuat langkah kaki mereka terdiam di tempat
'Kau mau kemana Bocah Kuning!'
Naruto yang kenal dengan suara itu langsung mengedarkan pandangannya ke segala arah mencoba mencari sosok yang ia duga itu, sedangkan Vali hanya waspada jika kembali ada serangan yang mendadak
"KOKABIEL! Dimana kau hah!" ucap Naruto dengan Lantang
'Haha! Kau tidak akan bisa menemukanku, jadi percuma saja Naruto, Namamu Naruto kan?, jadi dengarkan aku Bocah!, kusarankan kau berhati hati dihari kedepannya, karena akan ada sebuah pertunjukkan yang menakjubkan, hahaha!'
Naruto hanya menahan amarahnya mendengar omongan Kokabiel yang sudah ia tahu apa maksudnya, karena Kokabiel lah yang telah memasukkan kedunia ini, serta Kokabiel lah yang menjadi kunci menuju Konoha, tempat kelahiran serta Dunia Naruto yang tentunya berbeda dengan dunia yang ditempatinya ini
Anggota ORC yang kelelahan hanya mendengarkan ucapan seseorang yang entah dimana asalnya itu, sedangkan Vali? Jangan ditanya, ia sekarang sedang mencolok telinganya dengan jari kelingkingnya mencoba mencheck apakah pendengarannya sedikit terganggu
"Jadi, kaulah dalang dibalik Invasi bodoh ini?" ucap Naruto dengan penuh tanya dikepalanya
'Kau benar sekali Bocah! Akulah yang berada dibalik semua penyerangan ini!, sebenarnya ada sebuah rencana yang dari dulu ku impikan, namun baru sekarang rencana manis itu aku jalankan, dan sekarang kau tak perlu mencariku, bersenang senanglah, karena beberapa hari kedepan akan ada pertunjukan yang akan mengancam nyawamu, So.. jaga dirimu Bocah! Hahaha!'
Tak lama setelah ucapan seseorang yang entah dimana keberadaaanya itu, Langit kembali berubah menjadi warna oranye tanda waktu sudah sore yang tadinya warna langit berubah menjadi warna ungu
"Sudahlah jangan terlalu dipikirkan, jika itu memang terjadi, aku pasti akan membantumu"
Naruto menoleh kesamping saat Vali memegang bahunya serta mencoba menurunkan amarahnya dengan ucapan Vali, Naruto hanya tersenyum kepada Vali yang sudah mensupport dirinya
"Arigatou Vali! Kau memang sahabatku, walau terkadang kau itu menjengkelkan" ucap Naruto dengan senyum lima jarinya
"Aku bingung kau memuji diriku atau malah mengejekku" ucap Vali dengan sweatdropped
Mereka berdua lalu hendak berjalan meninggalkan tempat itu, namun suara seorang gadis membuat kaki mereka kembali berhenti untuk kedua kalinya, Vali hanya mendecih kesal sedangkan Naruto hanya diam
"Naruto! Bukankah ada yang harus kau jelaskan pada kami?" ucap Rias agak berteriak pada Naruto, yah jarak mereka memang agak jauh
"Tidak ada yang perlu dijelaskan kepadamu"
"Masih ada yang harus kau jelas-"
Belum selesai Rias berbicara, Naruto perlahan menghilang terbakar api, sedangkan Vali masih berada disana sambil menatap Issei
"Inikah Rivalku? Terlihat sangat lemah!" ucap Vali dengan nada meremehkan membuat Issei naik darah!
Vali lalu membentangkan sayap birunya dan terbang meninggalkan anggota ORC yang masih terdiam dengan sejuta pertanyaan yang hendak mereka tanyakan pada Naruto dan juga Vali
"Bangsat Kau Hakuryuukou!"
.
.
.
.
:: To Be Continued ::
A/N : Yoo... ketemu lagi dengan ane si author tampan mempesona ini!
Seperti yang sudah kukatakan diatas, aku minta maaf atas keterlambatanku mengupdate fic yang gaje ini, Gomennasai!
Saat pertama membaca chapter ini, mungkin kalian menduga chapter ini adalah Invasi yang dilakuin Kokabiel kayak Di Canon, dugaan kalian sebenarnya gak semuanya benar.
Di Fic aku membuat dua kali Invasi yang dilakukan oleh Kokabiel, pertama di chap ini dan yang kedua akan muncul di chap depan
Namun pada Chapter ini, Kokabiel gak turun ke pertempuran, mungkin Invasi yang kedua nanti, So.. jangan pernah bosen nunggu updateannya yaa!
Untuk word kali ini, yah memang pendek dan agak mengecewakan, soalnya aku menyesuaikan judul Chapter, dan juga memang begini skill menulisku dalam scene Action :v
Dan juga soal Kurumi? Chapter depan dia pasti muncul kok, dan juga mengambil banyak peran pada chapter kedepannya
Balasan Review? Mungkin nanti aja di Chapter depan yaa! Agak males sih Nulisnya :v
So... Sampai jumpa di Chapter berikutnya!
:: Log Out ::
