.:: New Line ::.

Disclaimer : Saya Kurosaki Kitahara sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini, Beneran deh!

Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)

Pair : Naruto x ? (Unlocked in This Chapter!) Vali x ? (Coming Soon!)

Warning : OOC, Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, Dll

Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, perlahan Naruto mencoba kembali ke Garis awal, apakah ia bisa? (Bad Summary)

A/N : sesuai tulisan diatas, Pair Naruto akan terbuka di Chapter ini, bisakah kalian menebaknya sebelum membaca Chapter ini?

Dan untuk Pair Vali, masih beberapa Chapter lagi untuk membukanya, jadi kalian bisa memberikan saran kepadaku, Oke!

Happy Reading!

.:: oo0oo ::.

'Sraaaaassshh'

"Huaah! Berendam seperti ini setelah melakukan kegiatan yang melelahkan memang nge-poll banget!"

Disebuah apartemen di kota Kuoh, tepatnya berjarak 700 meter dari Kuoh Academy, dan lebih tepatnya lagi, didalam kamar mandi apartemen itu, terlihat agak samar seorang remaja tanggung berambut pirang sedang berendam dengan tenangnya

Sambil berendam, ia membasuh tubuhnya dengan air yang hangat itu, ia hanya bersender sambil menutup matanya mencoba merasakan secuil ketenangan dan kedamaian di dalam sebuah kamar mandi, sungguh menggelikan

Sementara di lain sisi...

"Disaat seperti ini, memang asiknya berendam dan menyegarkan tubuh, top banget pastinya!"

Terlihat seorang remaja berambut perak tengah berjalan ke arah kamar mandi sambil membawa pakaian salinannya dan juga handuk, ia terus berjalan ke arah kamar mandi sambil bersiul gaje

Setelah sampai di depan kamar mandi, ia langsung dengan cepat membuka pintunya tanpa berpikir apa ada orang yang didalam

"V-Vali?"

Vali langsung terdiam saat melihat seorang remaja pirang berdiri di dalam kamar mandi itu yang tengah membasuhkan air ke sebuah benda yang berada di tengah selangkangannya

"Naruto, apa yang kau lakukan?"

"Ya seperti yang kau lihat!" ucap Naruto agak santai walaupun wajahnya yang memerah menahan kekesalannya

"Sekarang aku tanya kau, apa kau pernah keselek botol sabun?"

Vali hanya menggelengkan kepalanya saat melihat Naruto yang siap melemparkan botol sabun kearahnya

"Aku belum pernah mengalami hal seperti itu!" ucap Vali sambil menggeleng gelengkan kepalanya saat melihat sebuah benda keramat yang ada di antara selangkangan Naruto, sedangkan Naruto yang seakan tahu apa maksud Vali, ia langsung menutupi benda keramatnya dengan kedua tangannya

"Cepetan pergi sana Baka!, Gue lagi mandi"

"Yasudah cepetan mandinya" Ucap Vali lalu berjalan meninggalkan Naruto yang berada di dalam kamar mandi

'Dasar, Vali-Teme!'

.

.

:: Opening Song : Cascade by UNLIMITS ::

Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de

Terlihat Naruto berjalan di sebuah padang rumput hijau yang lebar sejauh mata memandang

Umareta hikari ima, hanatou

Setelah beberapa saat berjalan di padang rumput yang indah itu, terlihat didepan Naruto, Vali dan Rize serta Kurumi yang melambaikan tangannya sambil tersenyum kearahnya

Kohakuiro no yuuyake ni somerareta

Gambar berganti, Terlihat Naruto duduk dikursi dan berhadapan kearah jendela kamarnya sambil memandang bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi

Machi wa kanashii hikari to kage utsushite ita

Gambar kembali berganti memperlihatkan Rias yang berdiri didepan Jendela klub ORC sambil memandangi bulan yang terang dimalam hari

Ikutsu mono kiseki no ito

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto dan Rize serta Kurumi yang duduk dipinggir pantai sambil menatap sunset di sebuah pantai yang indah

Tsunagatte Karamatte

Dan berganti menjadi kelompok ORC yang berdiri disebuah bukit tanpa bergandengan tangan sambil menatap bulan yang terang dimalam hari yang sunyi sepi

Tadoritsuita yo hajimeru no wa ima, kono basho kara

Lalu gambar berganti memperlihatkan Kokabiel yang duduk disebuah singgasana sambil menyeringai dan dikawal oleh para malaikat jatuh serta beberapa Iblis yang bersekutu dengannya

Ame nochi hare ano kumo ni nare iwa wo oyoide yuku

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali dan Rize dan juga Kurumi bergerak menyerang para Malaikat jatuh yang lumayan banyak didepan mereka yang siap untuk bertempur

Sono kokoro shibaritsuketeru tamerai furi hodoite

Dan gambar bergerak memperlihatkan Naruto dengan serangan kuat nan cepat kearah Kokabiel yang dengan mudah menghalau setiap serangan Naruto sambil menyeringai kejam

Kimi to boku nigirishimeta futatsu no te no naka de

Gambar kembali berganti, memperlihatkan Vali, Naruto, dan Rize juga Kurumi yang duduk disebuah tebing tinggi diujung pantai sambil memandang matahari yang hendak menenggelamkan dirinya di arah barat

Umareta hikari ima, hanatou

Dan gambar bergerak memperlihatkan Kurumi yang memeluk Naruto dengan erat, sedangkan Naruto hanya mencoba melepaskan pelukannya dari Kurumi, sedangkan Vali dan Rize duduk berdua tersenyum sambil menatap Tingkah Naruto dan Kurumi

Latar pun menjadi gelap, dan kembali terang dan menampilkan Sebuah Tulisan berwarna merah gelap, dan tulisan itu adalah "New Line!"

- Chapter 15 : Aku Akan Selalu Menjagamu!

"Dasar Vali, seenaknya saja, andai saja ia tidak pergi, pasti akan kubakar selangkangannya dengan apiku!"

Di dalam apartemen sederhana itu, seorang remaja tanggung berambut pirang keluar dari kamarnya, dengan penampilan yang normal, T-shirt berwarna hitam dengan gambar rubah oranye di tengahnya serta celana Jeans pendek yang membuatnya bisa bergerak bebas

Naruto lalu berjalan kearah kulkas yang berada didapur apartemennya itu dan membuka pintu kulkas itu berharap ada sebuah makanan ringan yang bisa ia makan sekedar mengisi perutnya malam ini

"Hah?!"

Wajah Naruto yang tadinya penuh harap saat membuka kulkasnya berharap ada sebuah benda yang bisa dimakan, kini wajahnya berubah suram saat isi kulkasnya hanya ada air mineral saja

"Rize-chan!, apa tadi kau tidak membeli bahan makanan?" ucapnya agak berteriak agar Rize yang berada dikamarnya dapat mendengar ucapannya

"Gomen Naruto-kun, sore tadi aku memasak bersama Kurumi-chan, jadi bahan makanannya habis"

"Heeh... Padahal Perutku lapar sekali, bahkan saking laparnya, perutku menjadi perih seperti ini!" ucap Naruto lesu

Naruto lalu mengeluarkan dompetnya dari saku celananya, ia membuka dompetnya dan terlihat beberapa lembar uang, ia kini tengah berpikir hendak membeli apa agar keuangannya tidak cepat habis

"Yosh! Sudah kuputuskan ingin membeli apa nantinya" ucapnya monolog

Ia berjalan hendak keluar apartemennya sambil memegangi perutnya yang sudah mulai perih, namun sebelum ia benar benar keluar dari apartemennya, ia mengucapkan sesuatu

"Vali!, kau mau ikut denganku?" ucap Naruto agak kuat agar Vali yang berada di kamar dapat mendengarnya

"Apa? Gak kedengeran!"

"Kau mau ikut keluar denganku?"

"Kau mau membeli bahan makanan bukan?, aku tidak mau ikut, nanti kau hanya memanfaatkanku dengan menyuruhku membawa barang belanjaanmu"

'Kampret!, ia ternyata tahu maksudku' batin Naruto saat mendengar balasan dari Vali

Tak membalas ucapan Vali, Naruto lalu kembali berjalan keluar, namun kali ini ia berhenti didepan pintu apartemennya saat seseorang memanggilnya dari dalam apartemen

"Naruto!"

Merasa nama depannya dipanggil, Naruto lalu menoleh kebelakang melihat siapa yang memanggilnya, dilihatnya kini seorang gadis remaja yang tengah berdiri sekitar satu meter dibelakang Naruto, seorang gadis berambut hitam dengan pony rambut yang menutupi mata kirinya

"Kurumi-chan?" ucap Naruto menyebutkan nama gadis itu

"Apa kau ingin keluar?"

"Ya, aku ingin membeli beberapa bahan makanan untuk kita, karena bahan makanan sudah habis!" ucap Naruto senormal mungkin

yah, wajar saja ia bersikap normal, karena ia belum tahu benar sifat gadis didepannya ini, ia hanya ingin terlihat sebagai remaja normal sama seperti remaja lainnya di mata gadis itu

"Ano.. Naruto"

"Hmm?"

"Apa boleh aku ikut denganmu?" ucap Kurumi sedikit menunduk menutupi wajahnya dengan rambut hitam panjangnya

'Sepertinya ia gadis yang pemalu'

"Baiklah, sekalian kita jalan jalan keluar, Ayo!" ucap Naruto sambil melakukan gerakan tangan agar Kurumi mengikutinya dari belakang

Kurumi yang tadinya menunduk, kini ia mengadahkan wajahnya kearah Naruto, ia terlihat tersenyum senang, dan berjalan kearah Naruto, sedangkan Naruto yang kini tengah menatap mata Kurumi yang seolah ia mengerti suatu Hal

'Ekspresinya itu?, Sepertinya ia...?"

.

.

.

.

Kini Naruto dan Kurumi tengah berada didalam supermarket, terlihat mereka tengah memilih apa saja yang akan dibeli untuk bahan makanan nanti tentunya, beberapa sayuran, snack, minuman, dan juga ramen cup yang menjadi favorit si kepala kuning itu

"Apa uangmu tidak habis untuk membeli semua ini, Naruto?"

"Tenang saja, untuk saat ini, kondisi keuanganku masih dalam keadaan baik kok" ucap Naruto tersenyum bohong, padahal uangnya kini hanya tinggal sedikit lagi

"Benarkah?"

"Tentu!"

Kini mereka tengah berjalan pulang keapartemen mereka, berjalan berdua dimalam seperti ini, Naruto yang kini membawa sebagian besar barang belanjaannya dan juga dibantu Kurumi yang juga ikut membantu dengan membawa sebagian kecil barang belanjaan mereka

Naruto lalu memasukkan tangannya ke tas plastik belanjaannya mencoba mengambil sesuatu, merasa menemukannya, Naruto lalu menarik tangannya dan mengeluarkan dua buah minuman kaleng bersoda

"Kau mau? Kurumi-chan?"

Kurumi menatap Naruto, Naruto hanya tersenyum lalu menyodorkan kaleng minuman itu padanya, Kurumi hanya tersenyum simpul dan menerima minuman itu dari Naruto

'glup glup'

"Nee... Kesepian itu sungguh menyakitkan bukan?"

"Huh?"

"Kau merasakannya juga bukan? aku menyadarinya saat kau betapa bahagianya saat aku memperbolehkanmu untuk ikut berbelanja tadi"

"Itu—"

"Kau tahu, sebenarnya aku bukan berasal dari sini"

"Maksudmu?, aku tidak mengerti Naruto"

"Seperti yang kukatakan sebelumnya, aku bukan berasal dari sini, atau lebih tepatnya bukan berasal dari dunia ini" ucap Naruto lalu duduk dibangku di pinggir trotoar jalan yang memang disediakan disana, Naruto menepuk-nepukkan tangannya dibangku itu mengisyaratkan agar Kurumi juga duduk disebelahnya, Kurumi lalu menurutinya

"Be-benarkah?"

"Benar, Aku sebenarnya berasal dari dimensi lain, namun karena ulah seseorang, aku akhirnya pindah ke dunia ini"

"Dulu saat aku masih kecil dan masih berada diduniaku, aku juga sama halnya seperti dirimu, hidup dalam kesendirian, kesepian, haus akan namanya kehangatan keluarga, dan masih banyak lagi"

"Memangnya Orang tua dan saudaramu kemana?"

"..."

"Maaf menanya—"

"Sebenarnya aku tidak mempunyai saudara, dan juga orang tuaku telah mati sejak aku lahir"

Kurumi sempat membulatkan matanya sedikit terkejut saat mengetahui kenyataan dibalik Naruto, yang tidak mempunyai saudara, dan bahkan merelakan masa kecilnya tanpa adanya perhatian dari orang tua

"Saat itu aku sangat kesepian, terkadang aku berbuat masalah dengan orang orang hanya untuk mendapatkan perhatian dari mereka, namun karena ulahku dan juga sesuatu dari diriku, aku sempat dibenci di desa ku"

"Terkadang aku berpikir, kehidupan ini sungguh tidak adil, diluar sana, banyak anak remaja sepertiku mempunyai orang tua, mereka seharusnya bersyukur dengan cara membahagiakan kedua orang tua mereka, namun sayangnya beberapa dari mereka bahkan berani menyakiti perasaan orang tua mereka, bersikap kasar, bahkan ada yang lebih dari itu"

"Andai mereka merasakan kesedihanku disaat kesepian, tanpa orang tua, tanpa teman, dan menjadi sebatang kara"

"Apa mereka mengerti itu? Tentu saja tidak, Karena sejarah telah membuktikan bahwa manusia merupakan makhluk yang sulit untuk mengerti satu sama lain" ucap Naruto mengakhiri ceritanya, lalu meminum minuman bersoda miliknya

Sedangkan Kurumi, kini ia tengah menatap Naruto sambil mencoba memahami ucapan Naruto tadi, ia juga memang nasibnya bisa dikatakan hampir sama seperti Naruto, namun baginya, Nasib Naruto sungguh jauh lebih susah dari dirinya, tak terasa air mata keluar dari sudut matanya

"Hiks Hiks!

"Hee? Kurumi-chan kau menangis? Apa aku menyakitimu?" ucap Naruto agak panik saat gadis disampingnya tiba tiba menangis

"Hiks, terkadang aku berpikir tak ada seseorang yang hampir sama seperti diriku, namun aku ternyata salah, ternyata ada orang yang mempunyai nasib yang sama sepertiku, bahkan lebih buruk dariku, aku bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana jika aku menjadi dirimu, Naruto, Hiks!"

Naruto tersenyum mendengar penuturan dari Kurumi, tangan Naruto mulai bergerak mencoba menghapus air mata Kurumi, sedangkan Kurumi hanya diam saja mendapatkan perlakuan seperti itu dari Naruto

"Sudahlah, aku menceritakan ini juga untuk kebaikanmu kedepannya, bahwa aku dan orang lain yang senasib seperti kita bisa mengerti perasaanmu, sekarang kau tidak kesepian lagi, ada Aku, Rize-chan, dan Vali-teme!" ucap Naruto dengan penekanan saat mengucapkan nama Vali

Kurumi agak tertawa saat ia mengetahui betapa kesalnya Naruto pada Vali, ia tahu bahwa Naruto dan Vali memang tidak pernah akur di apartemen mereka, dan juga sifat mereka sangat jauh berbeda, namun terkadang mereka bisa menjadi duo yang hebat, dan karena perbedaan itulah Mereka bisa berteman dengan baik

"Heee... lihatlah mereka, adegan manis yang sungguh menggelikan"

Tanpa disadari oleh Naruto dan Kurumi, Kini didepan mereka telah muncul dua malaikat jatuh yang berdiri tegak didepan mereka, Naruto sempat menyipitkan matanya saat menatap musuh didepannya, musuh didepannya kini berbeda dari yang sebelumnya, mempunyai tubuh yang besar tinggi dan juga fisik yang kuat, Naruto langsung berdiri didepan Kurumi, ia langsung melakukan handseal, terciptalah Bunshin yang kini sudah berada disamping Kurumi, dan juga Bunshin yang tengah membawa tas plastik belanjaannya

"Kurumi-chan, sebaiknya kau pulang duluan, aku akan mengatasi mereka!" ucap Naruto

"Tapi Naru—"

"Tenang saja, aku akan kembali dengan cepat, Karena aku akan selalu menjagamu!"

Mendengar jawaban dari Naruto, membuat Kurumi kini merasa tenang dan Hatinya menghangat, ia lalu pergi bersama Bunshin Naruto

"Jadi kau tahu kalau kami mengincar gadis itu ya?, kalau begitu bagaimana jika kami menangkapmu saja, kurasa Tuan akan senang!" ucap salah satu malaikat jatuh itu sambil menatap kepergian Kurumi

"Tentu, aku sudah lama berurusan dengan malaikat jatuh yang nista seperti kalian, dan juga kalian itu licik, makanya aku harus berhati hati!" ucap Naruto sambil mencoba melakukan kuda kuda

Salah satu malaikat jatuh itu lalu membuat Light Spear yang berukuran sedang dan melempar dengan sekuat tenaganya kearah Naruto, melihat sebuah serangan yang mengarah kearahnya, membuat Naruto reflek menghindar dengan melompat kesamping, namun sayang , Malaikat jatuh yang lainnya sudah mendahului Naruto dengan melesat kearah tempat Naruto menghindar, malaikat jatuh itu dengan kuatnya menendang bagian perut Naruto dengan kuatnya

'Duaaakk!'

Naruto terpental dengan kuatnya hingga menghantam kuat dinding sebuah bangunan, tak ada yang melihat kejadian itu, karena orang orang telah istirahat dirumahnya masing masing, dan juga jalanan itu cukup sepi jadi tak ada yang melihat kejadian itu

"Ughh... Kuso—"

'Craaaass!'

Disaat Naruto mencoba berdiri, tiba tiba sebuah Light Spear melesat kearahnya dengan kecepatan penuh, dan naasnya, Light Spear itu mengenai Naruto tepat dibagian kaki kirinya

"Sudah kuduga, bocah sepertimu bukanlah tandingan kami!"

Naruto hanya tersenyum simpul mendengar ucapan malaikat jatuh itu, ia memang sudah tau beberapa sifat Malaikat jatuh yang membangkang, yaitu suka meremehkan musuhnya saat bertarung

Tiba tiba tubuh Naruto berubah menjadi gelondongan kayu yang membuat kedua malaikat jatuh itu terkejut, mereka berdua lalu bersampingan dan memandang sekitar mencari keberadaan Naruto

"Rasakan Ini!"

Kedua Malaikat jatuh itu terkejut saat mendengar teriakan Naruto dari belakang, salah satu dari mereka tak sempat melihat kebelakang karena terkena serangan Rasengan dari Naruto hingga terpental dengan menghantam dinding dengan sangat kuat

"Aaaarrrgggghhh!"

Melihat temannya yang terpental dengan punggung yang terhantam Rasengan, membuat malaikat jatuh itu marah dan melesat kearah Naruto, ia langsung menyerang Naruto dengan mencoba menghantamkan tinjunya dengan kuat

'Syuuutt!'

Naruto dengan cepat menghindar kesamping, adu pukulan pun tak terelakkan lagi, Naruto kini mulai mencoba menghantamkan tangannya kearah kepala malaikat jatuh itu, namun dengan cepat malaikat jatuh itu menahan serangannya dengan tangan kirinya dan melakukan serangan balik dengan mencoba memukul Naruto dengan tangan kanannya sekuat tenaga

'Duaagg!'

"Ugh!"

Pukulan malaikat jatuh itu tepat mengenai bagian perut Naruto membuat Naruto memegangi perutnya yang kesakitan, melihat Naruto lengah, malaikat jatuh itu langsung menghajar Naruto habis habisan

'Duaaagg, Buukk, Duuuuggg!'

Malaikat jatuh itu langsung mengakhiri serangannya dengan tendangan yang kuat mengenai Naruto hingga terpental, Malaikat jatuh itu menyeringai, Namun seringaiannya luntur saat melihat Naruto kembali bangkit setelah menerima tendangan yang sangat kuat

Malaikat jatuh itu kembali melesat kearah Naruto yang sudah bersiap siaga, adu pukulan kembali terjadi, malaikat jatuh itu mencoba menghantamkan tangannya kearah kepala Naruto, dengan cepat Naruto memiringkan kepalanya kesamping menghindari serangan malaikat jatuh itu

Naruto lalu menyerang mengarahkan tangannya kearah dada kiri malaikat jatuh itu, namun serangannya dengan cepat ditahan dengan lengan malaikat jatuh itu, dan melakukan serangan balik mengarahkan tinjunya ke kepala Naruto

Merasa serangannya ditahan dan dibalas dengan serangan balik, membuat Naruto menghindar dengan menunduk, melihat sebuah celah, Naruto langsung menghantamkan tinju nya kearah selangkangan malaikat jatuh itu dengan kuat

'Duaaaggg!'

"Geee!"

Malaikat jatuh itu mengerang menahan rasa sakit diselangkangannya, ia langsung duduk bersimpuh sambil memegangi selangkangannya

"Rasakan itu! Juniormu itu tidak akan bisa genjot untuk malam ini!" ucap Naruto ngelantur

Kembali melihat celah, Naruto langsung melesat kearah Malaikat jatuh yang masih kesakitan itu, dengan sekuat tenaganya, Naruto langsung menendang wajah malaikat jatuh itu dengan sekuat tenaga hingga membuat malaikat jatuh itu terpental dengan kuatnya hingga menghantam salah satu dinding sebuah bangunan dengan kerasnya

'Braaaakk!'

"Mati kau Bangsat!"

Naruto langsung menoleh kebelakang saat mendengar teriakan dari malaikat jatuh lainnya, kini sebuah Light Spear melesat kearahnya dengan cepat, bukannya menghindar, Naruto malah menunggu datangnya Light Spear tersebut sambil melakukan kuda kuda

'Grep!'

Naruto dengan cepatnya menangkap Light Spear itu dan melemparnya kearah Malaikat jatuh yang menghantam dinding tadi, dengan kecepatan yang tidak bisa diikuti oleh mata telanjang, Light Spear itu langsung mengenai malaikat jatuh itu tepat di bagian dada kirinya

"Aaaarrrgghhh!"

"Lemparan yang bagus, Tapi..."

"Kampret! Tak kusangka tombak cahaya itu sangat panas ditanganku" ucap Naruto sambil meniup tangannya yang merah akibat panasnya Light Spear yang ia pegang tadi

Sementara malaikat jatuh yang melempar Light Spear tadi hanya terkejut memandang tak percaya, kini temannya telah mati karena serangannya sendiri, perlahan tubuh temannya memudar hingga lenyap tak tersisa hanya menyisakan satu bulu gagak

Setelah merasa tangannya tidak merasakan panas lagi, Naruto langsung mengalihkan pandangannya kearah malaikat jatuh yang tengah terdiam itu, ia langsung mengeluarkan sebuah Kunai, dan langsung melemparkannya kearah Malaikat jatuh itu dengan sedikit ia alirkan Chakra pada kunai itu hingga Kunai itu melesat sangat cepat

'Jleb!'

"Eh?"

Malaikat jatuh itu kembali terkejut saat dada kirinya kini telah tertancap sebuah Kunai yang dialiri Chakra, ia mengerang kesakitan sambil memegangi Kunai di dada kirinya hendak mencabut benda tajam itu, melihat musuhnya sibuk dengan Kunainya, Naruto langsung melakukan Handseal

"Katon : Gokakyou no Jutsu!"

Munculah bola api dari tiupan mulut Naruto, bola api itu melesat cepat kearah malaikat jatuh yang kini hanya terdiam pasrah melihat bola api yang sudah berada didepannya

'Blaaarrr!'

"Hufftt... sebaiknya aku pergi sebelum ada yang melihat semua ini!" ucap Naruto entah pada siapa dan menghilang meninggalkan kepulan asap

.

.

.

.

- Sementara Di apartemen Naruto

"Kurumi-chan? Ada apa? Kau tidak memakan makan malammu?"

"..."

Kini di meja makan apartemen itu, terlihat tiga makhluk tengah menikmati makan malam mereka, Kurumi hanya terdiam melamunkan sesuatu, Rize hanya menatap Kurumi dengan penasara apa yang terjadi dengan gadis itu, sedangkan Vali? Ia makan dengan lahapnya seolah ia belum makan selama tiga hari

"Adha Apwa, Kurwumi?"

"Vali-kun, sebaiknya kau telan dahulu makananmu sebelum berbicara" ucap Rize menegur Vali yang berbicara dengan belepotan

"Naruto.."

"Hah?"

"Ada apa dengan Naruto-kun, Kurumi-chan?"

"Tadi Naruto tengah bertarung dengan manusia bersayap gagak, aku sempat terkejut namun Naruto menyuruhku agar pulang duluan, apa Naruto akan kembali dengan selamat?" Ucap Kurumi sambil memandangi Rize dan Vali secara bergantian

Mendengar ucapan penuh khawatir dari Kurumi, membuat Rize tersenyum simpul, sedangkan Vali hanya terdiam sambil memejamkan matanya, lalu kembali membuka matanya dan menatap Kurumi

"Tenang saja, Si Kuning Kampret itu pasti akan kembali dengan selamat, aku yakin itu!" ucap Vali mencoba meyakinkan Kurumi

"Apa benar itu Rize-san?"

"Ha'i, kau hanya perlu menunggunya pulang, Kurumi-chan!"

Kini, Kurumi tak seberapa khawatir lagi, ia tahu kalau Naruto itu kuat, ia bisa melalui setiap rintangan dalam hidupnya, dan juga teman seapartemennya juga tidak terlalu mengkhawatirkannya, karena mereka tahu kalau Naruto akan kembali

'Tok Tok'

"Ha'i"

Mendengar suara pintu apartemen diketuk, Rize lalu berdiri dan berjalan kearah pintu apartemen, namun sebelum itu, tangan Vali menghadangnya

"Biarkan Kurumi yang membukanya, karena orang yang ia bicarakan telah datang" ucap Vali pada Rize, membuat Rize cemberut dan menyuruh Kurumi untuk membuka pintu apartemen

'Ckleek'

"..."

"Yo, Kurumi-chan!"

Kurumi sempat terdiam sesaat saat mengetahui orang yang dinantinya telah datang, walaupun pakaian yang ia pakai sangat kotor, serta beberapa lecet dibeberapa bagian tubuhnya yang sedikit mengeluarkan darah yang sudah mengering

"A-ada apa Kurumi—"

"Naruto!, kau baik saja bukan? kau tidak apa apa kan?"

"Yah seperti yang kau lihat, Aku baik baik saja, walau dengan keadaanku yang seperti ini" ucap Naruto sambil memperhatikan dirinya sendiri yang kotor, serta beberapa luka lecet dengan darah yang sudah mengering

Melihat Naruto baik baik saja, Kurumi tersenyum senang dengan setitik air mata di matanya, kini rasa khawatir yang membanjiri hati gadis itu, telah menghilang setelah melihat keadaan orang yang dikhawatirkannya dengan mata kepalanya sendiri, ia langsung memeluk Naruto dengan erat

"Syukurlah... Syukurlah kau tidak apa apa" ucap Kurumi senang sedangkan Naruto yang tengah dipeluk gadis itu hanya merespon dengan mengelus elus surai rambut hitam gadis itu

sedangkan Rize dan Vali? Rize hanya tersenyum melihat keduanya, dan Vali hanya menggeleng gelengkan kepalanya

"Dasar Naruto-kun, selalu saja ia mengkhawatirkan orang lain" ucap Rize

"Entah pelet apa yang digunakan Naruto hingga membuat gadis cantik seperti Kurumi menyukainya" ucap Vali sambil bersidekap dada

Dan akhirnya, Naruto mengajak Kurumi yang terus memeluk dirinya, mereka masuk kedalam apartemen mereka tidak lupa menutup pintu apartemen mereka dan melewati malam yang panjang...

"Oii Rize-chan... kalian sudah makan malam? Mana Ramen cup milikku?"

"Gomen Naruto-kun, Ramenmu tadi dimakan Vali-kun"

"Bangsat kau Teme!, Mati saja kau sana!"

"Kau sih yang kelamaan pulang, jadi kumakan saja mumpung masih hangat"

"Naruto tenanglah, akan kubuat ramen untukmu nanti"

"Arigatou Kurumi-chan! Dan kau Vali, awas saja kau nanti!"

.

.

.

.

.

.:: To Be Continued ::.

Kata Kata Keren yang keluar dari Mulut Naruto pada Chapter ini :

- "sejarah telah membuktikan bahwa manusia merupakan makhluk yang sulit untuk mengerti satu sama lain"

- "Tenang saja, Karena aku akan selalu menjagamu!"

- "Rasakan itu! Juniormu itu tidak akan bisa genjot untuk malam ini!"! #Njirr

- "Bangsat kau!, Mati saja kau sana!" #Njiirrr

A/N : Yoo! Bertemu lagi denganku di Update Fic New Line yang ke-15 ini! Dengan Words sebanyak 3924 walaupun ada sedikit Typo

Bagaimana Kabar Reader-san semua? Kudoakan baik baik saja, dan yang sedang sakit, kudoakan cepat sembuh

Gomen sebelumnya jika updatenya kelamaan, sebenarnya aku menunggu liburan panjang ini untuk melanjutkan Fic ini, namun aku gregetan saat mengetahui kalau Raporku ditahan oleh wali kelasku hanya karena tidak mengumpulkan sebuah poto berukuran 3x4 hitam putih, Eh kok malah Curhat?

Bagaimana dengan Chapter kali ini? Keren? Jelek? Atau malah membosankan? Aku terima kok kritik kalian dengan senang hati

Sesuai Janji, pada Chapter ini Pair Naruto terbuka, yaitu Tokisaki Kurumi!

Tak ada alasan khusus menjadikannya pair Naruto, hanya saja Kurumi itu Cantik, Manis, Imut, dan matanya itu loh yang aku suka!, Bahkan Picnya aku jadiin Wallpaper Laptopku!, coba aja gadis kayak dia ada di dunia, dah aku Pacarin tuh! #Njiirrr #AuthorJones

Soal Kurumi yang agak OOC di Fic ini, Aku sudah tau kalian mungkin memikirkan hal ini, tapi kurasa sifatnya di Fic ini lebih kusukai daripada sifat Psikopat-nya di Anime Date A Live, dan juga aku tak tahu apa yang diinginkan Kurumi, Coba saja kalian Pikirkan, Di Season pertama digambarkan bahwa Kurumi kelihatan Psikopat dan mengincar nyawa Itsuka Shido, dan Di Season keduanya digambarkan bahwa Kurumi membantu Shido untuk menyelamatkan Yatogami Tohka, jadi, apa yang diinginkan Kurumi Sebenarnya?

Tetapi aku menarik kesimpulan... Kalau Kurumi itu tetap saja Gadis yang cantik, Manis, dan juga Kawaii :v :v #AuthorKampret

Untuk Naruto mungkin Single Pair, masalahnya agak Sulit untuk membuat Romance yang serius jika Pairnya mini-harem, Menurutku Pair Mini-harem lebih cocok untuk Fic yang bergenre Comedy, Gomen sudah mengecewakan kalian yang menginginkan Naruto Pairnya Harem #Gomennasai

Dan untuk Pair Vali, Aku masih memperbolehkan kalian untuk menyarankan Chara cewek buat Vali, Diutamakan dari Anime Highschool DxD ataupun Anime Date A Live, Soalnya agak susah memasukkan Chara cewek yang ada di Anime Naruto di Alur cerita yang sekarang, Jadi.. jangan lupa untuk memberikan sarannya ya!

Kalau Begitu... See You in Next Chapter, jangan Bosen untuk terus mengikuti Fic milikku yang aneh ini, dan Satu lagi...

Selamat Liburan buat kalian anak sekolahan! Entah itu PAUD, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, SMK, MA, atau tingkat yang lebih tinggi lagi!

BANZAI ! BANZAI ! BANZAI !

Promosi : Jangan Lupa ya untuk membaca Fic Buatanku yang berjudul A Hole In Our Heart, Ficnya bergenre Romance and Drama, Fic yang bagus untuk kalian yang ingin mengeluarkan air mata kalian, untuk lebih lanjut, kalian bisa langsung ke Profil FFN ku untuk melihat Fic buatanku

.:: Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-Kun ::.

.:: Log Out ::.