.:: New Line ::.
Disclaimer : Saya Kurosaki Kitahara sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini, Beneran deh!
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Coming Soon!) (Vali lagi cari Jodoh!)
Warning : OOC (Terutama Vali), Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, bertemu teman baru dan juga musuh yang tangguh, akankah Naruto bisa menghadapi masalahnya didunia barunya? (Summary Updated!)
Happy Reading!
.:: oo0oo ::.
- Chapter 16 : Trap! And Para Gagak yang kembali berulah!
Malam semakin Larut, tenggelam didalam kelamnya malam, orang orang memilih untuk beristirahat, namun ada beberapa dari mereka yang masih begadang hanya untuk menonton sebuah siaran Tv yang menayangkan tayangan olahraga, dan juga beberapa dari mereka melakukan kegiatan sebagai mana mestinya seorang pasangan suami istri, Ups!
Sama halnya dengan makhluk makhluk yang berada di sebuah apartemen yang berjarak 700 meter dari Kuoh Academy itu, tepat disebuah kamar di dalam apartemen itu, terlihat dua orang remaja tanggung yang tengah terlelap dibawa alam mimpi
Posisi berbaring mereka satu arah, yaitu keduanya menghadap kekanan, dipinggir Spring bed sebelah kanan adalah seorang remaja kuning yang tengah tertidur sambil memeluk sebuah bantal Guling bergambar Rubah oranye, sedangkan disamping remaja kuning itu, seorang remaja berambut perak dengan tertidur seperti orang normal biasanya
Namun hal tak terduga terjadi, remaja berambut perak itu tanpa sadar menggerakkan kakinya hingga menendang remaja kuning yang tidur disampingnya, alhasil, remaja kuning itu terdorong kesamping dan terjatuh dari spring bed mereka
'Gdubraaakk!'
"Ittaaii..."
Remaja kuning itu lalu tersadar dari tidurnya, mengelus elus kepalanya yang kesakitan berbenturan dengan lantai apartemen itu, kini wajahnya memerah menahan kesal saat ia menyadari siapa yang menendangnya hingga terjatuh dari tempat tidurnya
"Vali-Teme!"
Remaja kuning yang kita ketahui namanya Naruto itu, bangkit setelah terbaring dilantai, ia menatap Buas Remaja berambut perak yang ia panggil Vali tadi yang tengah tertidur, wajahnya memerah dengan mata menyala digelapnya malam, serta asap yang mulai mengepul dari kepala Naruto
Dengan kesalnya Naruto mengambil jam weker yang berada disamping tempat tidurnya, dengan sekuat tenaga ia melempar Jam weker itu hingga mengenai pelipis Vali, membuat Vali yang tadinya tertidur langsung terbangun sambil berteriak kesakitan memegangi kepalanya yang terlihat memerah akibat dilempar Naruto dengan jam weker tadi
"Ittaaaiii!"
"Makan Tuh Bangsat! Makhluk kampret sepertimu pantas untuk menerimanya!"
Vali terus memegangi pelipisnya yang kesakitan, mendengar ocehan di tengah malam seperti ini, membuat Vali menahan kekesalannya sambil mengeraskan tangannya hingga menghasilkan bunyi germelutuk, mengetahui siapa dibalik semua ini
"Konoyaro! Apa maksudmu melempar jam weker ini ke kepalaku hah!" ucap Vali Murka sambil memegangi jam weker itu dengan keadaan berbaring, bahkan saking kuatnya ia menggenggam jam weker itu, jam itu pun yang awalnya berbentuk bundar kini sudah berbentuk oval karena bengkok dibeberapa bagian
"Itu salahmu bangsat! Kau menendangku saat kau tertidur hingga membuatku terjatuh dari tempat tidurku!"
"Kau pikir tidak sakit kepalamu dilempar dengan jam weker dengan sekuat tenaga? Pikirkan itu Bakayaro!"
Mereka berdua berpandangan dengan tatapan Buas, Mata mereka menyala didalam gelapnya kamar itu, bahkan tiba tiba asap mengepul diatas kepala mereka, Naruto mengepalkan tangannya dengan kuat, sedangkan Vali Terus menggenggam jam berbentuk oval itu hingga Hancur ditangannya karena semakin kuat genggaman tangannya
"Sini Kau Bangsat!"
"Kau yang Kesini Konoyaro!"
"Hyaaaahh!"
.
.
.
- Scene di Skip untuk beberapa alasan
"Aduh duh!"
"Ittaaaii!"
Terlihat Naruto dan Vali terduduk di sisi Kamar mereka secara berlawanan, Terlihat keadaan Naruto dengan kepalanya yang penuh bekas jitakan dari Vali, sedangkan Vali duduk di sisi kamar itu dengan wajah yang tercetak sebuah gambar tangan berwarna merah tepat mengenai pipi kiri dan kanannya
"Sudahlah, lebih baik aku tidur di sofa ruang tengah saja!" ucap Naruto sambil mengambil bantal dan juga bantal guling bergambar rubah oranye dan berjalan keluar kamar
"Siapa juga yang peduli!" ucap Vali sambil berjalan merangkak kearah Spring bed dan hendak kembali tidur sehabis melakukan pertengkaran yang memalukan tadi
Kembali ke Naruto, Kini ia tengah berjalan ke arah ruangan tengah yang gelap akibat Lampu yang dimatikan, ia terus berjalan sambil membawa bantal dan bantal guling walaupun jalannya agak miring akibat rasa kantuk yang luar biasa
"Huuaaahhh..."
Setelah berada didepan sofa ruang tengah apartemen itu, Naruto langsung menaruh bantal dan guling itu di sisi kanan sofa itu, dengan rasa ngantuk yang menyerangnya, ia langsung tepar di sofa itu dan kembali memasuki alam mimpinya
.
.
.
.
"Naru.."
"Ruto-kun..."
"Naruto-kun, ayo bangun!"
"ngh?"
"Rize, biar aku saja yang membangunkannya, lebih baik kau memasak saja"
Tak terasa hari sudah pagi, matahari baru saja naik sepenggalah, orang orang keluar rumah melakukan aktivitasnya masing masing, entah itu bekerja, ke kantor, jogging, ataupun hal yang lainnya
Kecuali untuk sekelompok remaja yang berada disebuah apartemen ini, terlihat Naruto masih tidur dengan pulasnya sambil memeluk bantal gulingnya dengan sangat erat, Rize yang kini tengah bergelut dengan alat alat dapur, Kurumi yang berjongkok disamping Naruto memandangi wajah damai Naruto yang tengah tertidur, sedangkan Vali? Kini ia tengah membawa sebuah sendok makan Stainless dan berjalan ke arah Naruto
"Kurumi, sebaiknya kau agak jauh darinya, Pagi ini aku akan balas dendam!"
Kurumi hanya menuruti perkataan Vali, yah walaupun sebenarnya ia penasaran apa yang akan dilakukan Vali dengan sendok makan itu, mungkin saja karena ribut ribut semalam, itu karena ia mendengar kamar Naruto dan Vali sangat ribut di tengah malam
"Bangun Kau Naruto!"
"Hyaaahh!..."
Dengan kekuatan penuh, Vali langsung melempar sendok makan itu kearah kepala Naruto, alhasil, sendok makan itu langsung mengenai pelipis Naruto membuat Naruto yang awalnya tidur dengan nyaman langsung bangun secara terpaksa sambil meringis kesakitan memegangi kepalanya yang menjadi sasaran lemparan Vali
"HeadShot!" ucap Vali sambil memberikan jempolnya pada Naruto, sedangkan Kurumi hanya tertawa manis melihat tingkah laku keduanya yang seperti anak kecil
"HeadShot Pala lu! Kau tidak lihat kepalaku sakit seperti ini! Dasar kau Bangsat!" ucap Naruto sangat Murka sambil memegangi pelipisnya yang sedikit lecet akibat lemparan Vali, sedangkan Vali hanya diam saja walaupun dalam hatinya ia tersenyum penuh kemenangan
Kurumi yang melihat kepala Naruto yang lecet langsung mengambil kotak p3k, lalu berjalan kearah Naruto sambil membuka kotak p3k itu, ia langsung menempelkan plester di luka lecet di pelipis Naruto
"Vali-san, kau terlalu berlebihan!" ucap Kurumi yang tengah menempelkan plester di pelipis Naruto
"Tidak juga, sebenarnya dia lah yang berlebihan, kau tahu? Semalam ia melempar sebuah jam weker ke kepalaku dengan kuatnya, lihatlah! Pelipisku juga memerah karena dia tapi untungnya tidak lecet, jadi aku hanya balas dendam saja" ucap Vali membela diri sambil menunjukkan pelipisnya merah akibat semalam, mendengar itu, Kurumi langsung sweatdrop
"Mereka berdua memang seperti itu Kurumi-chan, jadi maklumi saja" ucap Rize ikut Nimbrung yang kini tengah sibuk memasak didapur
Kurumi yang awalnya khawatir keduanya akan bertengkar, langsung menghela nafas lega saat mendengar ucapan Rize dari dapur, jadi mereka memang seperti sebelumnya, tidak bisa akur sekali
"Nah, Sudah Naruto!" ucap Kurumi yang telah selesai memasang plester di kepala Naruto
"Arigatou Kurumi-chan!" ucap Naruto dengan senyum cerah secerah pagi ini pada Kurumi, membuat wajah Kurumi agak memerah membuat gadis itu memalingkan wajahnya kearah lain
"Dan kau Vali, aku masih banyak urusan denganmu!"
"Aku juga ada urusan penting denganmu, Baka!"
Mereka berdua saling bertatapan dengan tatapan ganas, bahkan samar samar terlihat listrik kecil diantara pandangan mereka, mereka saling mendekati satu sama lain hendak kembali melakukan kegiatan semalam yang belum selesai urusannya, tapi...
.
.
.
"Terus saja seperti itu, maka aku tidak akan memberikan jatah makan pada kalian berdua!" ucap Rize dari dapur membuat keduanya langsung berhenti bertengkar, Naruto langsung berjalan kearah kamar mandi dan Vali duduk di sofa
"Rize-chan memang bisa diandalkan ya" Ucap Kurumi melihat Rize yang dengan mudahnya menundukkan keduanya yang sulit untuk diatur, Kurumi lalu tertawa halus, ahh! aku sebagai Author tidak bisa membayangkan betapa Manisnya wajah Kurumi saat tertawa
.
.
:: N L ::
.
.
Kini, Naruto, Vali, dan Kurumi tengah duduk dimeja makan, dan Rize yang saat ini tengah membawa makanan ke meja makan secara satu per satu, setelah itu Rize lalu ikut duduk di meja makan
"Itadakimasu!"
"ahh... Masakanmu sungguh enak Rize-chan! Kau sangat berbakat dalam memasak!" ucap Naruto yang tengah menggigit potongan kaarage
"Kau benar Naruto, masakanmu enak sekali Rize!" ucap Vali menyetujui ucapan Naruto membuat Rize tersenyum senang
Melihat keduanya kembali akur membuat Rize dan Kurumi tersenyum, Rize lalu berbisik pada Kurumi hendak mengatakan sesuatu
"Lihatlah, sebesar apapun masalah antara mereka, tetap saja mereka akan kembali akur hanya dalam hitungan jam, jadi maklumi saja jika mereka nanti kembali bertengkar" bisik Rize pada Kurumi yang tengah menikmati sarapannya, Kurumi hanya mengangguk sekedar merespon ucapan Rize
"Naruto!"
"Ada apa, Kurumi-chan?"
"Aaamm!"
Kurumi langsung menyodorkan sepotong kaarage kearah Naruto membuat Naruto agak salah tingkah karena kini Rize dan Vali tengah menatapnya dengan senyuman
"Kurumi-chan, kau tidak perlu melakukan ini"
Ekspresi Kurumi yang awalnya sangat senang berharap Naruto memakan potongan kaarage darinya, kini berubah menjadi sedih membuat Naruto jadi tak tega, akhrnya Naruto langsung memakan potongan kaarage yang Kurumi sodorkan padanya
Kurumi kembali tersenyum senang, sedangkan Naruto hanya mengunyah makanannya sambil melirik Vali dan Rize yang terus menatapnya sambil tersenyum
"Apaan kalian menatapku sambil tersenyum seperti itu?"
"Tidak apa apa, hanya saja Kurumi sangat perhatian padamu, Naruto-kun"
"Aku setuju denganmu, Rize!"
"Apaan Kau Vali Ikut ikutan segala?"
"Memang kenapa? Lagipula aku punya hak untuk berbicara"
Sedangkan Kurumi yang menjadi pembicaraan ketiganya, membuat gadis berambut hitam dan mata yang berbeda warna itu menunduk menyembunyikan wajahnya yang kini memerah malu
.
.
.
.
Kini didepan apartemen mereka, terlihat Naruto, Vali, dan juga Rize telah memakai seragam sekolah Kuoh, sedangkan Kurumi memakai seragam sekolah lain, mereka siap untuk berangkat sekolah
"Sayang sekali ya, Kurumi-chan, kita tidak satu sekolahan" ucap Rize hanya dibalas senyuman dari Kurumi
"Kurumi-chan, setelah sepulang sekolah, sebaiknya kau diapartemen saja ya, aku takut kau kenapa kenapa" ucap Naruto dengan lembut
Kurumi tersenyum senang saat mengetahui bahwa Naruto juga mengkhawatirkan dirinya, ia lalu mengangguk pada Naruto merespon ucapan Naruto, sedangkan Vali hanya menatap Naruto dengan malas
'Dasar, Sifat Overprotective-nya muncul lagi'
"Ayo cepat Naruto, Mau berapa lama kau berdiri didepan Kurumi seperti itu?" ucap Vali yang telah berjalan bersama Rize dan agak jauh dari Naruto
"Kalau begitu, Jaa nee!" ucap Naruto melambaikan tangannya pada Kurumi dan berlari kearah Rize dan Vali yang sudah jauh darinya
"Hati hati Naruto!"
.
.
.
.
Tak terasa mereka bertiga, yaitu Naruto, Rize, dan juga Vali sudah berada didepan gerbang sekolah mereka, Rize lalu meminta Izin pada Naruto dan Vali untuk lebih dahulu ke kelasnya karena ada urusan, Vali dan Naruto hanya mengiyakan saja
Naruto hanya menguap ketika melihat gedung sekolahannya, ia benar benar tidak pandai soal belajar di sekolah, namun ini semua karena Rias yang telah memasukkannya sebagai siswa di Sekolah Akademi ini, jadi mau tak mau ia akhirnya harus kembali ke sekolah
Sedangkan Vali yang berada di samping Naruto yang tengah menguap, ia langsung menutup hidungnya dengan tangannya
"Oii Naruto! Kau ini gosok gigi gak?"
"Ya iyalah, Harum ya?"
"Terserah kau saja" ucap Vali malas
Naruto dan Vali lalu berjalan kearah gedung utama sekolah dengan malas seolah tak ada niat untuk bersekolah, Naruto terus menguap karena ada rasa ngantuk yang melanda dirinya, sedangkan Vali hanya bersiul gak jelas
"Naruto!"
Merasa Nama depannya dipanggil seseorang, Naruto dan juga Vali menoleh kearah belakang mereka melihat siapa yang memanggil Nama Naruto, kini, tepat dibelakang Vali dan juga Naruto, terlihat Rias dan Issei berada tepat satu meter dibelakang mereka, Rias menatap Naruto dengan tatapan sedikit benci, sedangkan Issei menatap Vali dengan tatapan sedikit amarah, mengingat ia sangat diremehkan oleh Vali pada beberapa chapter lalu
"Aku benci mengatakannya, tapi aku ingin kalian berdua pergi ke klub ORC pada jam istirahat nanti, ada hal penting yang ingin kutanyakan pada kalian berdua" ucap Rias
"Dan kau juga Kazuki Akira, Aku akan membalas perbuatanmu yang sudah meremehkanku!" ucap Issei menatap Vali dengan sedikit amarah
Vali yang ditatap seperti itu oleh Issei hanya menguap bosan, bagaimanapun dimatanya kini Rival yang tepat berada dibelakangnya hanyalah seorang pecundang yang hanya bisa menggunakan Balance Breaker hanya dalam hitungan menit
"Terserah Kau saja, dan juga Namaku bukanlah Kazuki Akira, Tetapi Vali, Vali sang penakluk!" ucap Vali menyebutkan namanya yang agung
'Vali sang Penakluk? Nama konyol macam apa itu?' Batin Naruto sweatdrop
Setelah berbicara hal yang rumit, Rias dan Issei pergi meninggalkan Naruto dan juga Vali, Naruto kini tenggelam dalam pikirannya sedangkan Vali kini tengah meluapkan kekesalannya dengan menunjuk nunjuk Issei yang telah pergi jauh
"Grrrr... Seenaknya dia berbicara seolah dia bisa mengalahkanku, lihat saja nanti, akan kupatahkan tangannya, kuputar kepalanya hingga180 derajat, grrr..." ucap Vali yang kesal sambil melakukan gerakan seolah ia mematahkan tangan dan memutarkan kepala orang
Sempat sweatdrop ditempat saat melihat Vali yang tengah kesal, Naruto lalu menanyakan sesuatu pada Vali
"Vali, apa menurutmu kita harus kesana?"
Vali berpose seolah ia tengah berpikir dengan serius saat mendapatkan pertanyaan dari Naruto, selang beberapa menit sembari memikirkan hal baik dan buruknya jika datang kesana, Vali lalu kini telah selesai dan menatap Naruto dengan serius
"Itu terserah kau saja"
"..."
"NGAPAIN LU SOK MIKIR SEGALA KALAU JAWABNYA GITU DOANG MONYET!"
.
.
.
.
- Skip Time
Tak terasa bel istirahat telah berbunyi beberapa detik lalu, para siswa maupun siswi berbondong bondong keluar dari kelas mereka, sejenak menghilangkan rasa penat yang memenuhi kepala sehabis bertarung dengan beberapa materi pelajaran yang susah untuk nyambung, beberapa dari siswa itu ada yang pergi ke ke kantin, berjalan jalan di lorong sekolah, pergi ke atap sekolah untuk menenangkan diri, pergi ke ruangan klub masing masing, atau malah pergi ke ruang guru karena suatu masalah yang ada kaitannya dengan kelakuan para siswa
Sama halnya dengan Naruto dan Vali, kini mereka tengah berada di atap sekolah mengingat banyak siswa yang enggan untuk pergi keatap sekolah, Naruto dan Vali kini tengah duduk di bangku yang ada disana
"Vali, menurutmu kita pergi kesana atau tidak?"
"Sudah kubilang terserah kau saja"
"Oh ayolah Vali, setidaknya kau ikut membantuku untuk mempertimbangkan baik tidaknya kita pergi kesana!"
"Kalau begitu kenapa tidak memakai Bunshinmu saja, bukankah itu lebih praktis?"
Mendengar saran Vali, tiba tiba sebuah boklam muncul diatas ubun ubun Naruto yang entah datang dari mana, Naruto baru saja satu hal, padahal hal yang sangat sederhana, tapi hal itu tidak terlintas dikepalanya
"Kau benar juga Vali, Kau memang makhluk menyebalkan yang bisa diandalkan!"
"Aku bingung kau memujiku atau mengejekku"
Naruto lalu berdiri dari bangkunya, ia lalu melakukan handseal, seketika muncul kepulan asap putih yang menampilkan Dua Bunshin Naruto, setelah itu salah satu Bunshin Naruto melakukan Henge menyerupai Vali, Vali hanya menatap datar Bunshin Naruto yang kini mirip dengannya, walaupun dalam hatinya ia sedikit kagum dengan jurus Naruto
"Dengar, Kalian pergi ke Klub ORC untuk menghadiri undangan dari Rias tadi pagi, sesampainya disana bersikaplah seperti biasanya, jangan terlalu bersikap yang mencolok, dan jangan lupa untuk berhati hati" ucap Naruto memerintah kedua Bunshinnya
"Ha'i, Oyabun!" ucap para Bunshin Naruto lalu menghilang dalam kepulan Asap
"Jadi, apa yang kita lakukan sekarang?" ucap Vali pada Naruto
"Mungkin kita akan mengamati Klub ORC dari jauh saja, sisanya biarkan Bunshinku yang menyelesaikannya" ucap Naruto
"Baiklah, Kuserahkan saja padamu!"
.
.
.
.
- At ORC
Kini didepan sebuah klub yang bertempat di gedung lama sekolah itu, terlihat Naruto dan Vali (Yang sebenarnya Bunshin Naruto) yang hendak masuk keruangan klub itu
"Tempat ini tidak berubah sejak kita pergi dari sini" ucap Naruto
"Udah gak usah banyak omong, cepat ketuk pintunya!"
'tok tok tok!'
Beralih kesudut pandang Rias, didalam klub itu ternyata sudah berkumpul semua anggota ORC dan duduk di sofa ruangan itu, diantaranya para gadis termasuk Rias dan dua orang remaja laki laki, mereka semua lalu menoleh kearah pintu saat mendengar pintu ruangan itu diketuk oleh seseorang
"Masuk!"
Setelah Rias berkata seperti itu, Pintu ruangan itu terbuka menampilkan Naruto dan Vali yang berjalan memasuki klub itu dengan santainya, beberapa anggota ORC kecuali Rias dan Issei sontak terkejut, mengingat kedua orang yang kini tengah memasuki ruangan klub mereka adalah orang yang pernah menyerang mereka beberapa waktu lalu, mereka lalu kini bersiap siaga dan berdiri didepan Rias menjaga sang Buchou
"Jadi ini sambutan kalian pada Tamu kalian!" ucap Vali menatap beberapa anggota ORC yang bersiap siaga, dan hanya dibalas anggukan oleh Naruto
"Tenanglah Minna, mereka memang sengaja kusuruh untuk kesini untuk alasan tertentu!" ucap Rias pada anggota, setelah berkata seperti itu, para anggotanya yang tadinya bersiap siaga lalu menurunkan kewaspadaan mereka dan berdiri dibelakang sofa kosong yang sebelumnya mereka tempati
"Silahkan duduk!" ucap Rias mempersilahkan Vali dan Naruto untuk duduk di sofa yang berada didepan Rias
"Jadi, ada apa kami disuruh kesini?" ucap Vali langsung to the point
"Begini, aku ingin kalian menjelaskan beberapa kejadian di hari yang lalu, dimana kalian menyerang kami, dan juga kalian membantu kami menghajar para Datenshi yang menyerang Kuoh Academy, aku rasa kalian ikut campur dalam masalah kami, jadi aku ingin kalian menjelaskannya!" ucap Rias dengan nada tegas, tidak ada kata manis yang biasanya ia lakukan pada Pawn kesayangannya yaitu Issei
Ya wajar saja sih, kini didepan Rias tengah duduk dua orang yang tangguh, entah mereka teman tau malah jadi musuh, jadi setidaknya Rias berjaga jaga jika ada hal yang tidak diinginkan nantinya
"Itu saja, Pertanyaan yang bodoh, kalian tidak menanyakannya pun kalian sudah tau jawabannya" ucap Vali seenaknya membuat perempatan Muncul di dahi Rias menandakan Rias tengah kesal pada Remaja laki didepannya ini
"Benar, Kurasa tak ada yang perlu dijelaskan" ucap Naruto ikut nimbrung, yah masalahnya ia hampir dilupakan disini jika ia hanya diam saja
Rias kini berpikir dengan keras, bagaimana caranya kedua orang didepannya ini agar mau menjelaskan sesuatu, lagipula apa masalahnya sih kalau hanya itu saja, kau hanya perlu menjelaskan sesuatu setelah itu kau boleh keluar dengan bebas, cukup Lama Rias berpikir, Rias lalu mendapatkan sebuah ide, walaupun idenya cukup licik
"Jadi kalian tidak ingin menjelaskannya?"
"Memangnya kenapa kalau tidak kami jelaskan padamu, Cabai merah?" Ucap Vali seenaknya yang kembali Membuat Rias ingin sekali menghajar muka Vali dengan Power of Destruction nya
"Maka aku akan memaksa kalian untuk menjelaskannya" ucap Rias yang kini ditambah dengan nada manis yang menggoda sambil mengedipkan mata kanannya
Merasa ada yang aneh, Naruto hendak berdiri, namun kini kakinya terlihat sudah terborgol dan juga tubuhnya yang ditahan oleh salah satu anggota ORC, yaitu Toujo Koneko sang Rook dari Rias
Hal yang sama juga Dirasakan oleh Vali, Kaki nya juga sudah diborgol dan sebuah pedang yang berkilau yang sudah berada tepat beberapa sentimeter dari lehernya, dan pedang itu milik Anggota ORC, yaitu Kiba Yuuto sang Knight dari Rias Gremory
"Ara ara... Aku memang pandai soal Sihir, jadi kurasa aku perlu memborgol kaki kalian sebelum kalian menjelaskan sesuatu pada Buchou" ucap sang wakil ketua ORC, yaitu Himejima Akeno sang Queen dari Rias Gremory
Naruto menghelas nafasnya, memang hal seperti ini sudah ia duga sebelumnya, ia tahu Rias merupakan orang yang keras kepala, apapun keinginannya harus dilaksanakan, itu terbukti saat ini, yaitu Rias yang memaksa Naruto dan Vali untuk menjelaskan sesuatu
"Kalian menjebak kami bukan? tapi sebelum itu..."
Tepat setelah Naruto selesai berbicara, pintu apartemen itu terbuka perlahan, membuat para anggota ORC mengalihkan perhatian mereka pada pintu, sedangkan Naruto dan Vali yang kini sedang ditahan, langsung menghilang meninggalkan kepulan asap
"Kalian Butuh waktu yang cukup lama untuk bisa menjebak kami!" Ucap Naruto yang ternyata membuka pintu klub itu, dibelakang Naruto terlihat Vali yang tengah memakan sebuah apel
Para anggota ORC tak terkecuali Rias membulatkan mata mereka terkejut, bukankah Naruto dan Vali kini sedang mereka tahan? Merasa penasaran, mereka lalu menoleh kearah sofa tempat Naruto duduk tadi, kini di sofa itu tak ada sosok Naruto dan Vali yang tadinya mereka tahan, Rias langsung kembali mengalihkan Perhatiannya pada Naruto dan Vali
"Tak kusangka, Cabai merah itu licik juga" ucap Vali sambil memakan buah apel, hanya dibalas anggukan oleh Naruto, mereka kini pergi meninggalkan ruangan klub itu
Kini ruangan klub ORC itu hanya terdiam tenggelam dalam pikirannya masing masing, ada yang memikirkan bagaimana caranya Naruto dan Vali tadi dapat keluar dari jebakan mereka, ada yang hanya memikirkan Oppai saja, dan juga Buchou mereka yang kini berpikir keras apa maksud Naruto dan Vali menyerang mereka sekaligus menyelamatkan mereka beberapa hari yang lalu
.
.
.
.
Hari semakin sore, terlihat sinar matahari berwarna kuning yang menyejukkan hati, para siswa sudah pulang dari sekolahnya, dan mungkin ada saja yang belum pulang sekedar bermain ditaman atau malah ada urusan dengan klub sekolahnya
Lain hal nya dengan Naruto, kini ia tengah berjalan pulang dari sekolah sendirian, yah wajar saja, sebenarnya ia dari tadi menunggu Vali dan Rize untuk pulang bareng, tapi ia baru menyadari kalau Rize ada janji sama temannya, dan juga Vali yang memang ikut klub basket dan ia ikut latihan sore ini dengan teman klubnya, jadi yah, ia pulang sendirian hari ini
Dan juga, sebenarnya Naruto sedari tadi terus memikirkan Kurumi, bukan karena apa, tapi ia hanya takut gadis itu menjadi incaran atau bahkan diculik para malaikat jatuh, dan gadis itu juga tidak terlalu bisa menjaga dirinya tidak seperti Rize yang bisa menjaga diri jika ada apa apa
Tiba tiba angin disekitar Naruto menjadi lebih kuat, membuat Naruto seolah merasakan hal yang tidak enak, entah itu apa ia tidak tahu, ia langsung berlari pulang ke apartemennya, karena satu hal yang kini ada di pikirannya, yaitu Kurumi
'drap drap drap!'
Naruto kembali merasakan hal yang tidak beres, ia berlari dengan sangat cepat, suara derapan sepatunya terdengar jelas ditelinga orang orang yang berada di jalan, ia terus berlari sambil berharap tidak terjadi apa apa pada sesuatu yang tidak ia ketahui
Kini ia telah sampai di perumahan dekat apartemennya, ia terus berlari kearah apartemennya, namun setelah Naruto berada tinggal lima meter dari apartemennya...
'Deg!'
Hal yang tidak beres yang dirasakan Naruto benar benar terjadi!, Kini tepat di atas apartemennya, dua malaikat jatuh tengah terbang menjauh dari apartemen Naruto, namun salah satu malaikat jatuh itu tengah membawa Kurumi yang tidak sadarkan diri, membuat Naruto sangat marah, ia mengepalkan tangannya dengan kuat
"Datenshi Bangsat!"
Seketika, Naruto langsung melesat dari tempatnya hendak membuntuti kedua malaikat jatuh itu dari belakang, karena ia ingin tahu dimana tempat para malaikat jatuh berkumpul sehingga ia bisa membasmi para malaikat jatuh itu seorang diri
'Tunggu aku Kurumi-chan, Aku pasti akan menyelamatkanmu!'
.
.
.
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : Yoo... Ketemu lagi denganku Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun di Fic New Line pada chapter ini
Bagaimana kabarnya? Sehat? Ya alhamdulillah, Sakit? Aku doakan semoga cepat sembuh!
Kini aku meng-update Fic ku sedikit lebih cepat daripada Updatean Chapter sebelumnya, Itu karena aku melihat Para Reader semua yang antusias memberi Review dan Saran padaku membuatku semangat dalam menulis Fic
Untuk Fic kali ini, mungkin agak membosankan, karena tidak ada Scene Fighting dan juga Humor yang kurang greget, jadi maklumi saja, Aku masih Author Newbie yang belum mempunyai banyak bakat dalam menulis
Pada Chapter kali ini, Vali OOC banget ya? Yah, aku memang menyukai Vali yang OOC seperti ini, Tingkahnya kadang lucu tapi kadang Nyebelin, tapi ia bisa juga serius seperti di Canonnya, yah aku hanya membuat Vali sedikit OOC tapi kayaknya kebanyakan sih, barangkali ada yang menyukai sifat Vali yang OOC?
Soal Rias yang ngebet banget minta penjelasan Vali dan Naruto, akan terungkap di chapter depan kenapa dia ingin sekali meminta penjelasan dari Naruto dan Vali
Soal Kurumi... Yah Kurumi nya Di culik sama om Datenshi!, tapi tenang aja Kurumi gak diapa apain kok sama Om Om Datenshi, bisa bisa aku nanti di Rasengan sama Naruto :v , Di Chapter selanjutnya Naruto pasti akan menyelamatkannya kok, jadi para Reader jangan marah marah padaku Karena telah membuat Kurumi diculik, tapi marahlah pada Om Datenshi yang udah Berani Menculik Kurumi #hahaha
Soal Kekuatan Kurumi, tidak seperti di Canonnya yang dikenal sadis dan kuat, disini Kurumi belum bisa menjaga dirinya dengan kata lain, Kurumi masih lemah, itu karena ia masih belum bisa mengendalikan kekuatan yang terdapat dimatanya, untuk kedepannya, Kekuatan Kurumi akan melesat Naik dengan cepat kok!
Dan Untuk Balasan Review yang tidak login maupun Yang login tapi belum ku balas :
Christian : Thx Supportnya! Aku sangat menghargai dukunganmu!
Aydie Lucifer : Maaf kalo udah ngecewain, tapi Single Pair udah pilihan terakhir buat Naruto, mungkin kamu bisa memberi Saran padaku agar Vali yang dibikin Mini-Harem! Thx Reviewnya!
Name : Tuh kan! Kamu juga setuju kalo Kurumi itu Cantik, Manis, dan Kawaii, mungkin beberapa orangpun berpikiran sama seperti kita! Maka dari itu aku membuatnya menjadi Pair Naruto, Thx Reviewnya!
(Gak ada nama) : Mungkin beberapa Chapter kedepan saat Kokabiel melakukan penyerangan besar besaran di Kuoh Academy, jadi yang sabar ya nungguin Update Fic gaje milikku ini!
4A-GE : Itsuka Shiori? WTF!, memang sebenarnya cakep juga sih Charanya, tapi sayangnya Hode :v :v , tapi mungkin saja bisa aku Buat si Itsuka Shido jadi Fem!Shido, penampilannya sama kayak Shiori :v :v
.980 : Ini udah Di Lanjutin kok :v :v
I XA : Untuk Fic itu, aku belum bisa melanjutkannya saat ini, Gomen!
NameHz : Kayaknya enggak deh, soalnya Naruto udah punya Kurumi, dan Juga single Pair buat Naruto, Gomen, tapi kamu bisa kok saranin Rize biar jadi Pair Vali
Kuroyami Ataka : Thx Pujiannya, Pair Naruto memang Pair yang aku dambakan selama ini :v :v #njirrr
TsukiNoCandra : Thx Udah ngasih nilai Fic gaje milikku ini, yah walaupun Nilainya dikurangin sepuluh gara" lama update, untuk Update Fic, aku usahakan agar tidak terlalu lama, dan Word Kali ini bahkan mencapai 4.300 untuk Chapter ini, Ciee Ikutan Promo :v, Lain Kali aku akan mampir di Fic milikmu!
Holi-san : Gomen Kalau Romance di Chapter kemarin kurang seru, Tapi aku akan membuat Romance yang Manis di Chapter depan Dimana Naruto akan menyelamatkan Kurumi nantinya! Jadi jangan bosan untuk menunggu Updateannya ya!
Orang Asing Biasa : Ini udah Lanjut kok!
Mungkin segitu aja balasan Reviewnya, jangan Bosen untuk nungguin Chapter terbarunya, dan jangan lupa untuk memberikan Review serta sarannya padaku, karena dengan itu, aku semakin semangat dalam menulis Fic!
Akhir Kata, Sampai Jumpa di Chapter selanjutnya!
.:: Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun ::..
.:: Log Out ::.
