.:: New Line ::.
Disclaimer : Saya Kurosaki Kitahara sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini, Beneran deh!
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Vali lagi cari Jodoh!)
Warning : OOC (Terutama Vali), Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, bertemu teman baru dan juga musuh yang tangguh, akankah Naruto bisa menghadapi masalahnya didunia barunya? (Summary Updated!)
Happy Reading!
.:: oo0oo ::.
- Chapter 16 :Kurumi, Gadis Yang Ingin Aku Selamatkan!
'swuuussshh!'
Hari berganti menjadi malam, Matahari sudah melakukan tugasnya dengan baik sebagai penerang dunia, dan kini digantikan dengan Bulan yang siap menerangi dunia sepanjang malam yang gelap ini
'tap!'
'sraaakkhh!'
"Ayo kedalam!"
Di malam itu, tepat disebuah Rumah tua yang sudah tidak ditempati lagi yang lokasinya agak jauh dari kota Kuoh, terlihat dua sosok Datenshi tengah berada didepan pintu rumah itu, salah satu dari dua Datenshi itu tengah menggendong seorang gadis yang dalam keadaan tak sadarkan diri, mereka membuka pintu rumah itu kemudian masuk kedalamnya, namun tanpa mereka ketahui, mereka sebenarnya sudah dibuntuti oleh seorang remaja tanggung berambut pirang spike dengan pakaian yang masih mengenakan seragam sekolah
Uzumaki Naruto, nama remaja itu yang kini tengah membuntuti kedua Datenshi tadi, ia terus memperhatikan seluk beluk rumah itu, matanya terlihat sangat tajam memperhatikan sekitar rumah itu
Naruto kembali memperhatikan kedua Datenshi tadi dari pintu rumah itu, mengingat pintu rumah itu ternyata lupa ditutup oleh Datenshi tadi sehingga membuat Naruto bisa dengan mudah memperhatikan kedua Datenshi tadi
Naruto menaikkan sebelah alisnya disaat ia melihat kedua Datenshi itu tengah menekan dinding yang dibuat dari susunan keramik itu, setelah ia menekan dinding itu, seketika pula dinding itu berputar seolah ada pintu rahasia dibalik dinding itu, dan Kedua Datenshi tadi memasuki pintu rahasia tersebut
"Sial!, mereka sudah jauh, dan dua di samping pintu rumah, dan tiga didalam rumah itu? sepertinya ini tidak akan sesulit yang seperti kufikirkan!" ucap Naruto monolog melihat penjagaan di Rumah tua itu
Dari semak semak itu, Naruto langsung melemparkan sebuah Kunai pada salah satu Datenshi yang berjaga di pintu rumah itu, Kunai itu langsung melesat dengan cepat hingga mengenai telinga Datenshi itu
"Aaaarrgghh!"
Datenshi yang terkena Kunai Naruto tadi langsung berteriak kesakitan sambil memegangi telinganya yang mengeluarkan darah, sontak membuat Datenshi lainnya yang menjaga pintu rumah itu langsung menghampiri kawannya yang terluka
"Hoi... Kau tidak apa ap—"
'Jraassshh!'
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Datenshi yang awalnya hendak memeriksa keadaan temannya yang terluka itu, kini malah tewas ditempat dengan sebuah kunai yang mengenai pelipisnya hingga menembus kepalanya
"Satu telah tewas! Lihat saja Datenshi, akan kutunjukkan bagaimana cara Shinobi menghabisi para musuhnya" ucap Naruto dari balik semak semak yang merupakan pelaku dari tewasnya salah satu Datenshi tadi
Beralih kepada Datenshi yang terluka tadi, kini ia hanya bisa menatap terkejut salah satu temannya yang tewas didepan matanya dengan kepala yang tertembus sebuah Kunai yang dialiri dengan Chakra angin, Datenshi itu langsung mengalihkan perhatiannya mencari siapa dalang dibalik pembunuhan temannya tersebut
Naruto hanya diam dibalik semak semak itu, untung saja ia sudah menekan chakranya hingga hampir mencapai titik dimana keberadaannya sulit untuk terdeteksi, sehingga membuat Datenshi itu sulit untuk menemukan Naruto
"Yosh! Kunai ini cukup untuk mengalihkan perhatiannya!" Bisik Naruto sambil melemparkan sebuah kunai kearah Datenshi itu
"Kunai Kage Bunshin no Jutsu!"
'Swuuuusshh!'
Malakat jatuh itu langsung mengalihkan perhatiannya kesamping saat ia merasakan sebuah serangan yang mengarah kepadanya, matanya melotot saat puluhan atau bahkan ratusan kunai yang kini tengah melesat kearahnya
'Traaanngg!'
Datenshi itu langsung menangkis Kunai kunai itu dengan Light Spear yang ia genggam, ia terus menangkis serangan itu walaupun beberapa bagian tubuhnya sedikit lecet dan mengeluarkan darah akibat tajamnya Kunai yang mengenai dirinya tersebut
"Saatnya!"
Beralih kepada Naruto, melihat musuhnya kini tengah sibuk dengan kunainya membuat ia melihat sebuah celah, ia langsung melakukan sebuah handseal, seketika tanah yang ia pijak tepat disamping kiri dan Kanannya mengeluarkan masing-masing tiga tombak tajam yang terbuat dari tanah dan melesat kearah Datenshi itu
'Swuuuushh!'
Masih sibuk dengan Kunai, Datenshi itu tak menyadari bahwa ada lagi serangan berupa enam tombak tajam yang terbuat dari tanah yang melesat cepat kearahnya
'Jraaassshh!'
dengan cepat tombak tombak itu langsung mengenai beberapa bagian tubuh Datenshi itu, kedua tangannya, kedua paha dan juga perutnya, dan yang terakhir mengenai dada kirinya
"Uggghh!"
'Satu lagi tewas, Tunggu aku Kurumi!' batin Naruto keluar dari semak semak dan berlari masuk kedalam Rumah tua itu
Sedikit gelap, itu yang Naruto lihat didalam rumah tak terurus ini, ia berjalan pelan menelusuri rumah itu tanpa menurunkan kewaspadaannya, ia lalu berdiri dan diam didalam rumah itu
"Keluarlah kalian! Aku tahu kalian bersembunyi!"
Setelah berucap seperti itu, tiba tiba tiga Light Spear langsung melesat kearah Naruto dengan cepat dari arah yang berbeda, merasa ada serangan yang mengarah padanya, Naruto langsung melompat keatas sehingga ketiga Light Spear tadi gagal mengenai Naruto dan saling bertabrakan
Serangan tidak hanya berhenti disitu saja, tiba tiba tiga sosok Datenshi langsung menyerang Naruto secara langsung dengan menggunakan sebuah Light Spear yang mereka pegang masing masing
'Traaangg!'
Dengan lincahnya Naruto menahan serangan dari ketiga Datenshi itu dengan kunai yang ia pegang di kedua tangannya, setelah agak lama berada diudara, Naruto dan juga ketiga Datenshi itu langsung turun dan berpijak kembali ke lantai, Kini Naruto tengah dikelilingi tiga Datenshi itu
"Tiga lawan satu?" gumam Naruto memandang sekelilingnya yang sudah dikelilingi oleh ketiga Datenshi
Ketiga Datenshi itu hanya menyeringai memandang lawannya yang hanya seukuran bocah SMA, mereka sangat yakin selagi mereka bertiga, maka mereka akan sangat mudah menghabisi nyawa bocah didepan mereka itu
Dengan cepat, ketiga Datenshi itu langsung melesat cepat menyerang Naruto secara teratur, membuat Naruto agak kesulitan menahan setiap serangan yang diberikan oleh ketiga Datenshi itu, terbukti dengan adanya beberapa luka lecet disekujur tubuh Naruto akibat luka yang diberikan oleh ketiga Datenshi itu
'Traaaanggg!'
'Sial! Jika seperti ini terus maka aku bisa kalah!' Batin Naruto sambil terus menahan serangan yang diberikan oleh ketiga Datenshi itu, walaupun pertahanannya kini semakin melemah
'Traaanggg!'
Naruto lagi lagi menahan tebasan Light Spear Datenshi itu dengan kunainya, membuat Datenshi itu mundur kebelakang, dan Datenshi lain menyerang Naruto dari belakang, membuat Naruto menghindari serangan itu dengan cara menunduk, yah walaupun sebenarnya ia diam diam melemparkan tiga kunai yang sudah ia tempelkan kertas peledak kearah yang berbeda
Terus mendapatkan serangan yang membuatnya tidak bisa melakukan apa apa selain menahan serangan saja, Naruto langsung melompat keatas menghindari serangan langsung dari ketiga Datenshi tadi
"Sekarang giliranku! Katon : Gokakyou no Jutsu!" ucap Naruto sambil melakukan Handseal diudara
Muncul bola api yang besar berasal dari tiupan mulut Naruto dan melesat kearah ketiga Datenshi yang tengah berdiri ditempat Naruto berpijak tadi, secara reflek, ketiga Datenshi itu langsung melompat kebelakang menghindar dari bola api Naruto
'Blaaaarrr!'
Ketiga Datenshi itu berhasil menghindari serangan Naruto, namun belum sampai situ saja, tanpa mereka ketahui, kaki dari ketiga Datenshi itu tanpa sengaja mengenai kertas peledak yang menempel di Kunai Naruto yang sebelumnya sudah ia lemparkan ke segala arah, membuat kertas peledak itu mengeluarkan cahaya dan...
'Blaarrrr blaaaarrrr blaaaaarrr!'
Akhirnya, ketiga Datenshi itu tewas akibat serangan Naruto, beberapa bagian rumah itupun rusak dan hangus akibat ledakan dari kertas peledak milik Naruto dan juga bola api tadi, bahkan beberapa kursi yang berada dirumah itu masih dalam keaadan terbakar api
'Taapp!'
Naruto mendarat mulus di lantai, ia berjalan kearah suatu dinding tanpa memperdulikan keadaan rumah tua yang kini hangus dan terbakar, setelah berada didepan suatu dinding itu, Naruto menekan dinding itu hingga dinding itu berputar, Naruto lalu masuk kedalam sisi dibalik dinding yang berputar itu
'Tunggu Aku, Kurumi!'
.
.
.
.
- At Apartement
Beralih pada Apartemen Naruto, kini di apartemen itu hanya ada dua makhluk, yaitu Rize dan juga Vali, suasananya cukup sepi tanpa kehadiran Naruto yang selalu berisik dan juga Kurumi yang biasanya selalu membantu Rize
Terlihat Vali hanya bermalas malasan di sofa ruang tengah, ia terus menerus menekan tombol remote Tv mencari siaran yang bisa membuatnya tertarik, sedangkan Rize tengah memasak didapur
"Rize, Apa kau tahu dimana Naruto dan Juga Kurumi? Sejak aku pulang, aku tidak melihat mereka bahkan sampai kini" Tanya Vali pada Rize, seolah ia peduli pada Naruto dan Kurumi, padahal ia hanya memperdulikan Kurumi saja, Soal Naruto, mau pergi, hilang, atau apalah ia tidak perduli sama sekali
"Heh? Tak kusangka Vali-kun Sekarang bisa peduli pada orang lain" ucap Rize yang sedikit mengejek Vali
"Tidak juga, sebenarnya aku hanya memperdulikan Kurumi, gadis itu belum bisa menjaga dirinya dengan baik, kalau Naruto sih, Mau dia mati juga aku tidak akan peduli" Ucap Vali bersidekap dada dan membuang mukanya kearah lain
'Segitunya' batin Rize Sweatdrop
"Kenapa tidak kau telpon Naruto-kun saja, kurasa sekarang ia bersama Kurumi-chan?" ucap Rize memberikan ide yang cemerlang, Namun karena ide cemerlang dari Rize, membuat muka Vali menjadi suram
"Aku tidak punya Ponsel"
"..."
"Hah?"
"Sudah kubilang aku tidak punya Ponsel!" ucap Vali agak keras
Mendengar ucapan Vali, membuat Rize tertawa pelan, bagaimana bisa seorang remaja tampan yang lumayan populer di Kuoh Academy dan juga merupakan Hakuryuukou ini tidak mempunyai ponsel? Padahal benda yang beratnya tidak lebih dari 1kg itu sangat berguna saat hal hal yang genting
"Kau Lucu Vali-kun! Remaja sepertimu ternyata tidak mempunyai Ponsel, kalau begitu pakai ponselku saja untuk menelpon Naruto-kun" ucap Kurumi sambil mengeluarkan Smartphone dari sakunya dan menyodorkan Smartphonenya kearah Vali
"Kenapa tidak kau saja yang menelponnya?"
"Aku sedang memasak Vali-kun no Baka!" balas Rize sedikit agak kesal
"Ha'i" ucap Vali lalu berdiri dari acara berbaring di sofanya, ia lalu berjalan kearah Rize dan mengambil smartphone milik Rize, ia lalu mencari nomor kontak milik Naruto dan mencoba menelponnya
'Tuuutt... Tuuuuut...'
.
.
.
.
.
Beralih kepada Naruto, kini ia tengah berhadapan dengan lima Datenshi sekaligus yang membuat semangat bertarungnya keluar, yah, ia sudah lama tidak bertarung secara keroyokan
'Swuuuussshh!'
Naruto dengan lincahnya menghindari setiap serangan dari kelima Datenshi itu, ada yang melemparkan Light Spear Kearah Naruto, melakukan serangan secara terang terangan, sekaligus menyerang secara bersamaan pada Naruto
'Drrrrrttt... Drrrrrttt...'
'Sial! Kenapa disaat seperti ini Ponselku harus berdering sih? Memangnya siapa yang menelpon?' Batin Naruto kesal
Karena Ponsel yang berada disakunya berbunyi, Naruto lalu melakukan Handseal setelah itu ia hentakkan tangannya ketanah
"Doton : Doryuuheki!"
Muncul dinding tinggi yang terbuat dari tanah yang berada didepan Naruto membuat serangan para Datenshi itu dengan mudahnya ditahan oleh dinding tanah itu, sedangkan Naruto kini tengah mengambil ponselnya dari saku celana sekolahnya, dia ternyata belum mengganti seragam sekolahnya
'Drtttt...'
"Moshi Moshi?"
'Naruto, Sekarang kau dimana? Apa Kau bersama Kurumi? Oh ya kalau mampir ke toko swalayan jangan lupa untuk membeli snack ya? Rize bilang jangan pulang terlalu malam"
Mendengar suara Vali dari telpon itu membuat urat dipelipis Naruto membentuk sebuah perempatan jalan, bagaimana Tidak? Disaat genting seperti ini Vali malah menelpon dan menanyakan hal yang bodoh tanpa menanyakan keadaan Naruto sekarang
"Terserah kau saja!" Ucap Naruto dengan kesal dan memutuskan telponnya
Sementara Naruto sibuk dengan ponselnya, kelima Datenshi itu langsung terbang dengan sayap hitam mereka melewati dinding tanah yang tinggi itu
"Serang!" ucap salah satu Datenshi itu memerintah yang lainnya untuk menyerang Naruto, secara serempak, kelima Datenshi itu langsung melemparkan sebuah Light Spear kearah Naruto dengan cepat
'Swuuusshh'
Sedangkan Naruto, kini ia hanya menatap Lima Light Spear yang melesat kearahnya dengan cepat, Naruto lalu melompat kebelakang menghindari serangan dari kelima Datenshi itu
'tap!'
"Kage Bunshin no Jutsu!" ucap Naruto sembari melakukan handseal, seketika muncul dua bunshin di kedua sisi Naruto
"Minna! Hajar mereka!"
"Ha'i, Oyabun!"
keempat bunshinnya langsung melesat kearah lima Datenshi yang terbang itu, melihat keempat bunshinnya bertarung dengan pasangannya, Naruto dengan cepat melesat kearah Datenshi yang tidak ada lawan dan hendak menusukkan kunainya kearah Datenshi itu
Datenshi itu secara reflek bergeser kesamping menghindari serangan Naruto dan membiarkan Naruto melewati dirinya dari samping, dengan cepat, Datenshi itu langsung menangkap kaki kanan Naruto dan melemparkan tubuh Naruto kearah Lantai dengan Kuat
'Braaakkk!'
Dengan kuatnya, Naruto menghantam lantai itu hingga membuat Lantai itu retak, debu debu menutupi penglihatan Datenshi itu, Naruto sedikit mengerang kesakitan memegangi punggungnya yang menghantam Lantai dengan kuatnya, Naruto lalu mengeluarkan dua buah Kunai yang sudah ia tempelkan kertas peledak dan melemparkannya kearah Datenshi itu selagi debu debu itu masih menutupi dirinya
'Syuuuutt!'
Datenshi itu hanya menatap remeh dua buah Kunai yang mengarah kepalanya, ia hanya memiringkan kepalanya menghindari dua buah kunai itu, namun tanpa Datenshi itu tahu, Kunai yang ditempelkan kertas peledak itu mulai mengeluarkan cahaya dan meledak
'Blaaaarrrr!'
"Tak kusangka Datenshi bisa digoblokin pake Kunai yang ditempelkan kertas peledak"
Naruto sedikit nyengir memperhatikan ledakan yang terjadi pada Datenshi itu, ia mengalihkan perhatiannya pada keempat bunshinnya yang tengah bertarung, kini Bunshinnya sudah mengalahkan keempat Datenshi itu membuat Datenshi itu lenyap dari bumi dan meninggalkan bulu bulu gagak
"Kerja bagus, Minna!" ucap Naruto mulai berdiri dari acara berbaringnya akibat lemparan dari Datenshi yang tewas mengenaskan tadi, sedangkan para bunshinnya hanya memberikan jempolnya pada Naruto
'Poffffttt...'
"Lalu, Kemana lagi jalannya?" ucap Naruto monolog memperhatikan ruangan tempatnya berada, ia hanya menemukan satu jalan dan itu juga merupakan jalan untuk kembali, namun sekarang ia merasakan hal yang janggal
"Aneh? Kenapa ruangan kosong seperti ini hanya ada sebuah rak buku yang besar?" ucap Naruto berjalan mendekati sebuah rak buku yang tinggi tepat berada di pojok dinding
Naruto mulai menggeserkan rak buku besar nan tinggi itu kesamping, ia agak kesusahan menggeser rak buku itu mengingat rak buku itu besar dan juga berat, setelah beberapa menit berusaha menggeser rak buku itu dan berhasil, ia menemukan sebuah jalan menuju ruangan bawah tanah dari balik rak buku tadi
"Tak kusangka rumah tua yang seram seperti ini mempunyai ruangan bawah tanah juga" ucap Naruto lalu berjalan memasuki jalan keruangan bawah tanah itu
.
.
.
.
- At Apartement
"Sial! Telponnya terputus" ucap Vali sambil menatap smartphone milik Rize yang menampilkan durasi obrolannya dengan Naruto
"Jadi? Apa yang Naruto-kun katakan?" ucap Rize penasaran, ia kini tengah menyiapkan makan malam untuk mereka berempat, yah walau dua dari mereka kini sedang berada diluar apartemen entah dimana mereka berada
"Entahlah, namun dari nada bicaranya ia sepertinya tengah kesal" ucap Vali lalu berjalan kearah meja makan
"Oh begitu... Kalau begitu tunggu dia pulang saja!" ucap Rize sambil menaruh beberapa makanan keatas meja makan
"Wah! Kali ini kau masak lumayan banyak Rize!, aku tak sabar untuk memakannya!" ucap Vali menatap makanan itu layaknya orang tak pernah makan selama seminggu
"Eitt! Kita harus menunggu Naruto dan juga Kurumi sebelum kau bisa makan!" ucap Rize melarang Vali yang tengah menatap liar makanan yang dimasak oleh Rize
'Naruto-kun,Kuharap kau baik baik saja!'
.
.
.
.
- Play This Song : "Let Me Hear" by "Fear, and Loathing in Las Vegas" (Saran aja, Tergantung Mood Reader-san mau dengar lagu apa)
'tap... tap... tap...'
"Haaah! Sampai kapan aku harus terus menuruni tangga ini!" gerutu Naruto yang kini tengah menuruni tangga menuju ruangan bawah tanah
Ia terus berjalan menuruni tangga itu, ruangan itu cukup sunyi, hanya ada suara pantulan dari langkah kaki Naruto, dan juga ruangan itu juga sangat gelap, ia bahkan menggunakan element apinya untuk menerangi tangga yang terus menurun kedalam bawah tanah
"Pintu?" ucap Naruto ketika ia sudah sampai pada sebuah pintu tinggi dan juga besar tersebut
Ia mencoba membuka pintu itu dengan cara memutar knop pintu itu dan mendorongnya kedalam, namun pintu itu tetap tak terbuka seolah pintu itu terkunci dari dalam, tak habis akal, Naruto langsung mengumpulkan chakranya pada tangan kanannya,dengan kuatnya Naruto langsung memukul pintu itu hingga terbuka dan rusak
'Braaaakkk!'
Naruto langsung membulatkan matanya saat melihat ruangan dibalik pintu yang ia rusak, kini tepat lima belas meter dari Naruto, terlihat dengan mata kepalanya sendiri, Kurumi tengah di sandera, gadis manis berambut hitam panjang itu tengah diikat disebuah tiang yang terbuat dari kayu
"Siapa Disana?"
Puluhan Datenshi yang berada diruangan itu pun langsung mengalihkan perhatian mereka pada pintu keluar ruangan itu, yah karena ruangan penyanderaan itu sangat terang berbanding terbalik dengan jalan menuju ruangan ini yang sangat gelap, dilihatnya oleh mereka seorang remaja berambut kuning dengan gaya spike berseragam sekolah yang sudah kotor juga sedikit noda darah di seragamnya
"Datenshi!" Teriak Naruto dengan kuatnya menandakan ia sedang marah, melihat gadis manis berambut hitam panjang yang kita kenal dengan nama Tokisaki Kurumi itu tengah disandera
"Yoo... Naruto!"
'K-Kurama?'
"Sudah lama aku tidak berbicara denganmu, Tidur panjang membuatku sangat bosan!"
'Apa maksudmu Kurama? Apa yang kau inginkan?'
"Hah... Seperti biasa kau bocah menyebalkan yang selalu to the point"
'Sudah katakan saja apa maumu! Aku sedang dalam keadaan genting!'
"Mau menggunakan kekuatanku?"
'Eh?'
"Sudah kubilang apa kau mau menggunakan kekuatanku? Sama seperti kau menggunakan kekuatanku setelah kau berhasil mengendalikanku dengan bantuan dari Hachibi"
'Baiklah, akanku gunakan kekuatanmu, Sankyuu, Kurama!'
"Kau tidak perlu berterima kasih padaku Gaki! Kau hanya perlu menghabisi musuh didepanmu, itu sudah membuatku senang!"
Puluhan Datenshi itu hanya bisa diam saat melihat Naruto yang tadinya berteriak keras penuh dendam kini malah menutup matanya, namun beberapa menit kemudian tubuh Naruto perlahan dilapisi chakra berwarna kuning
Naruto langsung membuka matanya, kini ia merasakan kekuatan yang sangat besar mengalir dalam dirinya, Chakranya yang sebelumnya terkuras sebesar 37% kini menjadi kembali terisi dengan penuh, ia menatap puluhan Datenshi yang berada didepannya, dengan kecepatan yang bahkan sulit untuk diikuti oleh mata telanjang, Naruto langsung melesat kearah puluhan Datenshi itu
'Swuuuussshh!'
Tepat ditengah kerumunan puluhan Datenshi itu, Naruto langsung menyerang para Datenshi yang ada disekelilingnya, ia memukul para Datenshi itu dengan kuatnya, ia juga dengan kuatnya menendang para Datenshi yang menyerangnya dari belakang, dengan cepat ia mengeluarkan Kunainya dan menebaskan kearah para Datenshi itu
'Craaaassshh!'
"Aaaaarrrgggghhh!"
Beberapa Datenshi di kerumunan itu berteriak kesakitan saat Naruto menebaskan kunainya tepat di leher mereka dan mengeluarkan darah yang banyak membuat mereka mengerang kesakitan dan tewas seketika, Naruto hanya menatap beberapa Datenshi yang telah mati itu dengan tatapan datar dan terus menyerang kerumunan para Datenshi itu
'Craaassshhh!'
'Duaaaggg!'
"Aaaaarrggghhh!"
Para Datenshi pun terus berjatuhan akibat serangan dari Naruto yang kini semakin kuat, beberapa Datenshi yang lain yang masih hidup pun memikirkan bagaimana cara mereka untuk mengalahkan Naruto
'Craaassshh!'
Disaat Naruto tengah menghabisi salah satu Datenshi, puluhan Datenshi yang lainnya langsung menyerang Naruto secara bersamaaan atau dengan kata lain yaitu Keroyokan, Naruto yang mengetahui itu pun langsung melompat tinggi keatas menghidari serangan dari puluhan Datenshi itu
'Swuuushhh!'
"Sial! Dia melompat keatas!"
Puluhan Datenshi itu menatap Naruto yang kini tengah berada diudara, beralih pada Naruto, kini ia tengah melakukan Handseal
'Pooffftt!'
Muncul dua bunshin di belakang Naruto, Naruto mengarahkan tangannya pada kedua Bunshin itu, seakan tahu apa yang dimaksud Naruto, kedua Bunshin itu pun langsung membuat Rasengan ditelapak tangan Naruto, mereka juga mencampurkan elemen angin pada jutsu milik Yondaime Hokage itu membuat Rasengan itu berbentuk seperti sebuah Shuriken raksasa yang berputar ditelapak tangan Naruto
"Sekarang saatnya balasan dariku setelah apa yang kalian lakukan pada Kurumi!"
"Fuuton : Rasenshuriken!"
Naruto langsung melemparkan Rasenshuriken itu kearah puluhan Datenshi itu seiring dengan kedua Bunshinnya yang menghilang, dengan cepat, Rasenshuriken itu langsung tepat mengenai kerumunan puluhan Datenshi itu
'Blaaaaarrrr!'
Naruto sedikit menatap ngeri efek dari Rasenshuriken itu, alhasil, ruangan yang awalnya berlantai keramik yang menawan, kini berubah menjadi sebuah kawah akibat dahsyatnya serangan Naruto
'Tap!'
Naruto lalu mendarat ke lantai dengan sempurna, ia lalu berjalan mendekati Datenshi yang kini berjarak lima meter dari Naruto kini tengah berada disamping Kurumi yang tengah dalam keadaan tidak sadarkan diri
"Jangan Mendekat! Atau kubunuh gadis ini!"
Naruto langsung terkejut saat Datenshi itu langsung mengarahkan Light Spear di tangannya kearah Kurumi yang tidak sadarkan diri, namun tidak sampai mengenai gadis manis berambut hitam tersebut
Naruto hanya menggeram kesal para Datenshi itu, sedangkan Datenshi itu tersenyum dengan penuh kemenangan, Naruto kini tengah memikirkan sesuatu agar ia bisa menghajar Datenshi itu dan Kurumi dalam keadaan selamat, Naruto lalu mendapatkan sebuah ide, yah walaupun sedikit beresiko
Naruto langsung melakukan Handseal,seketika muncul dua Bunshin di sisi kanan dan kiri Naruto, kedua Bunshin itu melompat keatas membuat perhatian Datenshi itu teralihkan, dengan cepat, Naruto melesat kearah Datenshi itu dengan kecepatan penuh
"Beraninya kau main-main denganku Datenshi!"
Naruto langsung memukul Datenshi itu kesamping dengan kuatnya hingga terpental kesamping dan menabrak dinding, Light Spear milik Maiakat jatuh yang terlepas dari tangannya itu pun langsung diambil Naruto dengan tangan kanannya dan ia lemparkan kearah dada kiri Datenshi itu
'Jraaassshh!'
"Uggghh!"
Datenshi itu mengerang kesakitan sambil memegangi dada kirinya yang kini tertanam sebuah Light Spear miliknya sendiri, akhirnya Datenshi itu tewas akibat kehabisan darah, karena darah yang terus mengalir dari dada kirinya
"Kurumi!"
Naruto langsung berlari kearah Kurumi, Chakra kuning yang awalnya menyelimuti tubuh Naruto perlahan memudar dan menghilang, dengan cepat Naruto langsung melepaskan ikatan tali yang mengikat kaki dan juga tangan Kurumi pada tiang yang terbuat dari kayu itu, Naruto langsung membaringkan tubuh Kurumi kelantai
"Kurumi! Kau tidak apa apa kan? Kurumi ayo bangun! Kau mendengarkanku kan? Kurumi!" ucap Naruto sambil mengguncang-guncangkan tubuh gadis itu namun tidak ada respon dari Kurumi
"Kurumi! Ayo Bangun! Aku datang menyelamatkanmu! Aku tidak terlambatkan? Kurumi!"
"Aku.. Aku tidak terlambatkan? Kurumi, Jawab aku!"
Naruto terus mengguncang guncangkan tubuh Kurumi, namun Kurumi tak merespon apapun, Naruto hanya memejamkan matanya sambil menempelkan keningnya ke wajah Kurumi menahan tangisnya, ia mengutuk perbuatan para Datenshi, sudah cukup baginya untuk kehilangan orang tuanya, ia tidak ingin orang yang berharga baginya pergi dari dirinya
.
.
.
"nggghh!"
"Eh?"
Naruto langsung membuka matanya dan memperhatikan wajah Kurumi, gadis itu sedikit menggerakkan tubuhnya dan wajahnya mengeskpresikan sesuatu, jadi apa yang Naruto pikirkan saat ini ternyata salah
"Kurumi-chan?, Kau mendengarkanku kan?"
Perlahan Kurumi membuka matanya, ia masih ingat kalau sebelumnya ia diculik oleh Datenshi, pandangannya masih kabur, samar samar ia melihat wajah Naruto, ia mencoba membangunkan tubuhnya, namun masih terasa lemah, Naruto lalu membantunya untuk duduk
"Naruto?"
"Kurumi-chan tidak apa apa kan? Apa ada yang terluka?"
Kurumi hanya menggeleng lemah membuat Naruto tersenyum senang, yah walaupun di ekor matanya ada setitik air mata yang hendak keluar, Naruto lalu memeluk Kurumi dengan erat seakan ia tidak ingin melepaskan pelukannya pada gadis itu
"Yokatta... Hontouni Yokatta!" bisik Naruto pada Kurumi, Kurumi yang belum tahu apa yang sebenarnya terjadi hanya bisa membalas pelukan Naruto, ia sedikit tak tega melihat Naruto menangis
"Kau tahu... Aku hendak menyelamatkanmu dari para Datenshi itu.."
"Aku bahkan menghabisi mereka satu persatu dan mencarimu..."
"Dan saat aku menemukanmu dalam keadaan tak sadarkan diri, aku mengira kau sudah tiada dan meninggalkanku untuk selamanya, sungguh... aku sangat sedih..."
Kurumi hanya tersenyum kecil mendengar bisikan Naruto yang menceritakan perjalanannya menyelamatkan Kurumi layaknya seperti anak kecil, Kurumi mengelus elus pungung Naruto mencoba membuat Naruto menenangkan dirinya
"Sudahlah, lagipula aku tidak apa apa, aku juga tidak akan meninggalkanmu, Naruto-kun!"
Naruto melepaskan pelukannya, ia memegang bahu Kurumi dan menatap dalam gadis itu, Kurumi hanya bisa tersenyum seperti biasanya, mau tak mau Naruto ikut tersenyum senang walaupun air matanya terus membanjiri kedua pipinya
Naruto mulai mengusap air matanya yang terus keluar, ia memang remaja bodoh yang berisik dan tidak peka, namun ada kalanya ia menangis disaat tertentu, setelah mengusap air matanya, Naruto bangkit berdiri dan mengulurkan tangannya pada Kurumi
Kurumi hanya menatap Naruto yang tengah mengulurkan tangannya pada dirinya, ia mulai menggapai tangann Naruto dengan tangannya dan mencoba berdiri, namun kaki kirinya yang masih terlalu lemas untuk digerakkan membuatnya terpeleset dan...
'Bruuukk!'
"Kurumi-chan? Daijoubu?"
"Itaaii...Kaki kiriku agak sakit Naruto..."
Kini Kurumi berada dalam pelukan Naruto, itu bukan karena disengaja, karena ia terpeleset dan terjatuh, namun sebelum ia benar benar terjatuh, Naruto langsung merangkulnya kedalam pelukan remaja kuning itu
Naruto sekilas melihat pergelangan kaki kiri Kurumi, kaki kirinya memerah dan sepertinya terkilir mengingat gadis dalam pelukannya itu sudah terlalu lama diikat di tiang itu oleh para Datenshi, Naruto lalu mengelus rambut panjang, hitam nan Indah milik Kurumi berharap rasa sakit pada kaki kiri Kurumi mereda
Setelah puas mengelus rambut Kurumi, Naruto lalu membalikkan badannya dan berjongkok membelakangi Kurumi mengisyaratkan agar Kurumi mau berada dalam gendongannya
"Ayo Pulang, Kurumi-chan!"
Kurumi hanya menurut saja dan mau berada dalam gendongan Naruto, Naruto lalu mencoba berdiri sambil menggendong Kurumi, dan berjalan kearah pintu keluar dari ruang bawah tanah yang sudah berantakan ini
"Lain kali, aku akan selalu berada di sisimu, dengan begitu aku selalu bisa menjagamu!"
.
.
.
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : Yoo! Ketemu lagi denganku Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun di Update chapter ke-17 pada Fic New Line
Bagaimana kabar reader semua? Kudoakan sehat selal agar bisa terus membaca dan mereview fic milikku ini!
Untuk chapter kali ini lebih difokuskan ke scene Action, yah walaupun ada sedikit Humor yang garing sama Romance yang kurang manis, tapi kuharap Chapter ini tidak terlalu mengecewakan
Chapter kali ini memperlihatkan Naruto dalam Mode Bijuu-nya, kekuatan Naruto bertambah sekitar 50% dari biasanya, mungkin untuk beberapa chapter kedepan akan memperlihatkan Naruto dengan Sennin-Mode nya
Soal kenapa Kurumi diculik? Itu akan dijelaskan pada Chapter selanjutnya, yang jelas sekarang Kurumi berhasil diselamatkan Naruto, dan juga Maaf kalo ada yang gak suka sifat Kurumi yang sangat OOC, serius, aku kesulitan untuk membuat Sifat aslinya di Fic ini, sedangkan ia juga merupakan Pair Naruto, jelas akan menjadi aneh jika sifat sadis dan Psicho nya dipasangkan dengan sifat Baik Naruto
jadi Sifatnya kujadikan OOC sebagai pilihan terakhir, tapi kemungkinan Sifat aslinya si Kurumi bisa kutulis di chapter depan, karena Chapter depan akan aku buat Kurumi-chanku sedikit berbeda!
Langsung ke Balasan Review aja ya! (Buat yang non Login ataupun Login namun belum kubalas)
KidsNo TERROR13 : Ini Udah Lanjut! Semoga gak mengecewakan!
RIDHO09 : Sankyuu Pujiannya, semakin banyak review ataupun kritikan dan saran, maka aku akan semakin semangat dalam menulis Fic, Soal kekuatan Baru, Lihat aja kedepannya yaa!
Archise : Syukurlah kalo ada yang suka sifat Gaje si Vali, untuk Romance kali ini sedikit banget, buat yang baper mah Nanti masih lama dimana ada sedikit masalah Naruto dengan Kurumi, tapi itu masih lama, kalo mau baper baca aja Fic milikku yang berjudul "A Hole In Our Heart"
Orang Asing Biasa : Ini Udah Lanjut! Semoga tidak mengecewakan!
Pandora's Actor234 : apaan tuh xopowo? Apa itu semacam makanan? :v :v
Soal peran Rize? Sebenarnya disini ia termasuk Main Chara, namun belum banyak mengambil peran, kedepannya ia pasti banyak ngambil peran kok!, Soal Kurumi-chanku udah kejawab di Chapter ini!
Saya Reader : Sankyuu Pujiannya, jangan bosen untuk nungguin Update Chapter terbarunya ya!
Arasi : Ini Udah Lanjut -_-
Guest : Thx Kritikannya! Dengan begitu aku bisa menemukan dimana letak kesalahanku, akan kuperbaiki lagi soal Dialog dalam Fic ini! Thx Banget!
Aydie Lucifer : Hn? Kamu gak niat mau Review ya? :v :v
Nina : Sankyuu atas sarannya, akan Kupertimbangkan lagi, jadi tunggu aja yaa!
Yadie : Maaf kalo Fic milikku ini mengecewakan, Soal Scene yang gak nyambung, Bisa kamu kasih tau dibagian mana? Soal Romance sih, Fic ini bukan Fic dengan Full-Romance, kalo mau Baca aja Fic milikku "A Hole In Our Heart" Fic itu bergenre Romance and Drama, Soal Membaca Fiction Senior, Aku sih memang selalu buka situs Fanfiction dan membaca beberapa Fic Senior yang udah Mahir dalam menulis Fic, Salah satunya Fic milik Brengzeck 014 (Dia Author Favoritku), Soal Inspirasi, aku selalu ada Inspirasi, entah itu dari Anime, Manga, Film, atau malah dari Kehidupanku sehari hari
Mr Uzumaki 22 : Scene Naruto dan Kurumi di Chapter kali ini sangat sedikit, Chapter kali ini didominasi dengan Scene Fighting
Msyukronx : Masih lama sih kayaknya, dan Juga ide kamu bagus juga! Nanti akan kupertimbangkan terlebih dahulu
: Ini Udah lanjut! Happy Reading!
Mungkin itu aja yang Review Kali ini, jangan Bosen bosen ya untuk mereview Fic ini, dengan begitu, aku jadi semangat dalam Menulis Fic dan akan kuusahakan agar cepat update!
So... Sampai jumpa di Chapter selanjutnya!
.:: Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun ::.
.:: Log Out ::.
