.:: New Line ::.
Disclaimer : Saya Kurosaki Kitahara sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini, Beneran deh!
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Vali lagi cari Jodoh!)
Warning : OOC (Terutama Vali), Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, bertemu teman baru dan juga musuh yang tangguh, akankah Naruto bisa menghadapi masalahnya didunia barunya? (Summary Updated!)
Happy Reading!
.:: oo0oo ::.
- Chapter #18 : A New Trouble!
- Unknown Place -
'Swuuussshhh!'
Malam semakin Larut, Bulan masih melakukan tugasnya dengan baik dengan ditemani bintang bintang yang selalu berada disisinya
Disuatu tempat yang gelap, hanya diterangi sebuah Lilin yang berada disetiap sudut ruangan itu, duduklah sesosok Datenshi di singgasananya, kesepuluh sayap hitamnya menyatu dengan gelapnya malam, dan juga matanya yang berwarna merah menyala memberikan kesan yang menyeramkan pada sosok itu
Tiba tiba didepan Datenshi itu muncul lingkaran sihir berwarna ungu, dari lingkaran sihir itu memunculkan sesosok Datenshi, sepertinya ia merupakan bawahan dari Datenshi yang duduk di singgasana itu
"Kokabiel-sama, sepertinya para Datenshi yang ditugaskan untuk menculik gadis yang memiliki mata yang langka itu gagal dalam tugasnya" ucap sosok Datenshi itu sambil menunduk kearah Datenshi yang duduk disinggasana itu, atau kita bisa sebut dia dengan nama Kokabiel
Kokabiel hanya memutar bola matanya bosan walaupun ia sebenarnya sedikit kesal karena bawahannya gagal menyelesaikan tugasnya, ia memang mengincar gadis itu untuk mengambil matanya, karena dibalik mata gadis itu, ada banyak kekuatan yang sangat menakutkan, salah satunya yaitu memberhentikan aliran waktu secara paksa, dengan begitu rencana yang ia dirikan selama ini akan berlangsung secara mulus
"Biarkan saja, walaupun mereka gagal hanya karena tidak bisa mengambil mata gadis itu, tetapi tidak akan menghalangiku dalam menjalani rencana besarku, yaitu GREAT WAR II" ucap Kokabiel dengan seringai yang mengerikan membuat Datenshi didepannya sedikit takut
Kokabiel mulai berdiri dari duduknya, ia berjalan kearah sebuah jendela yang berada disamping singgasananya, ia memandangi bulan yang masih setia menerangi bumi bersama dengan binta bintang yang terang dalam gelapnya malam, ia lalu menatap Datenshi tadi
"Kau bekerja dengan baik, lanjutkan pekerjaanmu dan pergi dari hadapanku!" ucap Kokabiel dengan tatapan yang mengerikan membuat Datenshi itu takut dan pergi menghilang melalui lingkaran sihir berwarna ungu dibawah telapak kakinya
Setelah perginya Datenshi tadi, tak lama kemudia Kokabiel pun ikut menghilang ditelan oleh Lingkaran sihir yang berada dibawahnya
"Tunggu saja! Rencanaku akan segera dimulai!"
.
.
.
.
.
- Kuoh City, 22.30 PM
Malam semakin larut, bersamaan dengan kota Kuoh mulai sepi, angin yang menerpa kota Kuoh lumayan dingin untuk bisa menusuk tulang, bahkan bulan saat ini tengah ditutupi oleh awan
"Kurumi-chan, Kau tertidur?"
Di Kota itu tepat di pinggir jalan, terlihat sesosok remaja laki laki tanggung seukuran anak SMA tengah berjalan sambil menggendong seorang gadis manis berambut hitam panjang yang diikat dua dan dibiarkan tergerai di kedua bahunya
"Hmm... Aku masih terjaga kok, Naruto"
Balas gadis yang yang bernama Kurumi itu, sebenarnya ia memang sangat ngantuk, namun entah kenapa ia sulit untuk tidur kali ini, entah itu karena digendong mungkin? Sedangkan Remaja laki laki yang dipanggil Naruto tadi hanya tersenyum
Naruto lalu berhenti berjalan saat melihat sebuah toko swalayan yang masih buka, Naruto lalu menurunkan Kurumi untuk duduk di bangku panjang dekat toko swalayan itu, Naruto lalu menyuruhnya untuk menunggu disana, Naruto lalu memasuki toko swalayan itu hendak membeli sesuatu
Beralih pada Kurumi, kini ia hanya duduk dibangku itu menunggu Naruto yang masih berada didalam toko swalayan itu, disaat ia masih menunggu Naruto, matanya teralihkan saat ia melihat sesosok pria tinggi di tengah jalan yang sepi, memiliki sepuluh sayap hitam dipunggungnya, serta mata merahnya yang menyala dikegelapan malam, Kurumi sedikit waspada saat ia mengetahui kalau sosok didepannya adalah Datenshi
Sosok itu lalu menatap Kurumi membuat Kurumi memandang kearah lain tak berani memandang mata merah sosok itu, sosok itu lalu menyeringai
"Kurumi-chan!"
Kurumi mengalihkan perhatiannya saat melihat Naruto baru saja keluar dari toko swalayan itu sambil membawa sebuah minuman kaleng, ia langsung menghampiri Naruto dengan cepat
"Naruto, itu..."
"Hah? Ada apa Kurumi-chan?"
"Dia, Naruto!" ucap Kurumi sambil menunjuk kearah jalanan, Naruto lalu mengalihkan penglihatannya kearah yang Kurumi tunjukkan
"Siapa? Disana tidak ada siapa-siapa?"
Kurumi lalu menoleh kearah jalanan itu, kini sosok Datenshi dengan sepuluh sayap dan juga mata merah yang menyeramkan itu tidak ada lagi ditempatnya, di jalan tempat sosok tadi hanya ada dua helai bulu gagak yang perlahan jatuh terbawa angin
"Tidak ada apa apa kok! Sebaiknya kau minum ini!" ucap Naruto menyerahkan minuman kalengnya pada Kurumi, Kurumi menoleh kearah Naruto, ia lalu mengambil minuman kaleng itu dari Naruto, membukanya lalu meminumnya
'gulp gulp!'
"Arigatou Naruto! Ngomong-ngomong kenapa kau hanya membeli satu?" tanya Kurumi membuat Naruto hanya bisa menggaruk kepala belakangnya mencoba mencari alasan
"Aku tidak haus, jadi aku membeli untukmu saja!" ucap Naruto sambil tersenyum
'Sebenernya sih, Aku gak bawa uang sama sekali, ini aja syukur banget ketemu duit disaku celanaku'
"Kalau begitu, ayo pulang! Mau kugendong lagi?" ucap Naruto pada Kurumi, dan hanya dibalas anggukan dari Kurumi
Naruto lalu menggendong Kurumi, setelah itu mereka berjalan pulang di malam yang semakin larut seperti ini, tanpa mereka ketahui, tidak jauh dari mereka, mereka sedang diawasi oleh seorang Datenshi dengan sepuluh sayapnya dari atas sebuah gedung
"Uzumaki Naruto! Bocah itu akan jadi penghambat rencana besarku!" ucap sosok Datenshi itu mengepalkan tangannya, ia lalu pergi menghilang melalui lingkaran sihir
.
.
.
.
'tok tok tok...'
"Rize-chan, buka pintunya!"ucap Naruto yang kini sudah berada didepan pintunya sambil menggendong Kurumi yang sepertinya sudah tertidur lelap dalam gendongannya
'Ckleek!'
"Naruto-kun?"
"Hufftt... Tadaima!"
Rize hanya diam sambil memandang Naruto dengan penasaran, wajar sih, pakaian atau lebih tepatnya seragam sekolah yang dipakainya kini sangat kotor dan juga beberapa noda darah di beberapa bagian seragam sekolahnya, Naruto lalu membawa Kurumi kekamar gadis itu dan membaringkannya ke Spring bed
Setelah itu ia berjalan keluar kamar Kurumi dan berjalan memasuki kamarnya mengambil pakaian salinan dan menuju kearah Kamar mandi, sekilas Naruto melihat Vali yang masih terjaga sambil menonton acara Bola di Tv, Naruto lalu kembali berjalan kearah kamar mandi, namun langkahnya terpaksa diberhentikan oleh Rize yang berada didepannya
"Naruto-kun, ada yang harus kau jelaskan padaku!" Ucap Rize dengan penekanan disetiap ucapannya seolah ia tidak ingin ada penolakan dari ucapannya, sedangkan Naruto hanya bisa menghembuskan nafas lelah
"Nanti saja Rize-chan, kan tidak enak kalau aku menceritakan hal yang panjang dengan masih memakai pakaian ini" ucap Naruto sambil memperhatikan seragam sekolah yang ia pakai, kotor dan juga beberapa noda darah di beberapa bagian
"Huh! Yasudah sana cepetan! Bau tau!" ucap Rize mengembungkan pipinya sedikit kesal pada Naruto sambil memberikan sedikit ejekan pada remaja berambut pirang itu
"Segitunya..."
.
.
.
.
"Jadi, bisa kau jelaskan sekarang, Naruto?"
Kini, Naruto tengah ditanyai oleh Rize yang menatapnya, sedangkan Vali yang berada disamping Rize hanya bisa menguap menahan rasa kantuk yang melanda dirinya, Naruto hanya bisa menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal,
"Hmm.. Aku harus mulai dari mana ya?"
"Oii Naruto-Bego! Udah ceritain cepetan, Aku dah ngantuk berat nih!" Ucap Vali agak kesal yang sepertinya menahan dengan keras rasa kantuknya, maunya sih dia langsung pergi kekamarnya dan tepar disana, tapi karena Rize yang memaksa untuk ikut mendengarkan cerita Naruto, yah mau tak mau ia ikut saja
"Hmm.. Aku hanya bermain keluar rumah bersama Kurumi" ucap Naruto sekenanya
"Naruto, Kau bohong kan?" Tanya Vali yang sepertinya meragukan ucapan Naruto
"Lupakan lupakan... aku tadi hanya bercanda" ucap Naruto sambil nyengir gaje, membuat Rize hanya bisa menahan kesalnya pada remaja pirang yang menyebalkan didepannya ini, sedangkan Vali kini tengah mengepalkan tangannya dengan kuat, dahinya memunculkan urat berbentuk perempatan jalan
"Oii Naruto! Jalanan Luas tuh! Berantem Yok!" ucap Vali kesal sambil menarik kerah baju yang Naruto kini kenakan
"Kau jangan teriak teriak ditengah malam seperti ini Vali, kau tahu, Kurumi dan juga tetangga sebelah sepertinya sudah tidur, Elu mau digigit Anjing peliharaan tetangga sebelah?" ucap Naruto santai membuat Vali melepaskan cengkramannya pada Kerah baju Naruto dan menatap Naruto dengan kesal
"Terserah kau saja, Bego!"
"Naruto-kun, kau jadi mau cerita gak sih?" ucap Rize yang sepertinya ia hampir dilupakan oleh kedua remaja labil yang berada disamping dan didepannya ini
"Hufftt... Sudah kuduga mau tak mau aku pasti akan menceritakan pada kalian" ucap Naruto menghembuskan nafas lelah
"Sebenarnya Kurumi tadi diculik oleh para Datenshi.." ucap Naruto sambil memejamkan matanya, membuat Rize terkejut, lain lagi dengan Vali yang kini tengah menguap bosan, ia benar benar tidak tertarik dengan apa yang Naruto ceritakan
"Be-Benarkah Naruto-kun?"
"Tentu saja, ia diculik tepat sore hari, aku melihatnya dalam keadaan tak sadarkan diri dan dibawa oleh para Datenshi.."
"...Aku mengikuti mereka hingga sampai pada sebuah Rumah tua, Kurasa itu salah satu markas mereka"
"Aku lalu memasuki Rumah itu dan menuju ruang bawah tanah yang berada dirumah itu, namun sebelum aku bisa menyelamatkan Kurumi, aku harus mengalahkan puluhan Datenshi itu dulu..."
"Kenapa Kau tidak meminta bantuan kami, Naruto-kun?" Tanya Rize sambil menatap Naruto, Vali juga menangguk pertanda ia setuju dengan pertanyaan Rize
"Ide itu tak terlintas difikiranku, saat itu aku hanya memikirkan bagaimana caranya menyelamatkan Kurumi..."
"Namun yang membuatku bingung, Siapa yang menyuruh mereka untuk menculik Kurumi? Apa mereka tahu kekuatan Kurumi sesungguhnya? Dan Rencana apa yang mereka lakukan sehingga mengharuskan mereka untuk menculik Kurumi?" Ucap Naruto sambil berpose layaknya seseorang yang tengah berpikir
"Lupakan saja Dahulu, sekarang bagaimana keadaan Kurumi-chan?" Tanya Rize, ia sangat mengkhawatirkan gadis itu rupanya
"Keadaannya lumayan baik, hanya kaki kanannya saja yang terkilir sehingga mengharuskan aku untuk menggendongnya agar bisa pulang" ucap Naruto, Rize hanya bisa menghembuskan nafas lega, sedangkan Vali kini sudah berada disofa depan Tv dan tepar disana, ia ternyata sudah benar benar ngantuk
"Kalau begitu, sebaiknya kau lekas tidur, Rize-chan!" ucap Naruto sambil berjalan kearah pintu apartemen
"Tunggu Naruto-kun! Kau mau kemana?" Tanya Rize sedikit khawatir pada Remaja pirang itu, mengingat sekarang sudah tengah malam
"Jangan khawatir, Aku hanya ingin menemui seseorang yang ingin sekali aku pukul kepalanya.." ucap Naruto lalu menghilang meninggalkan asap putih
.
.
.
.
Malam semakin larut, dunia pun semakin gelap, bahkan bulan yang seharusnya menerangi dunia malam ini pun tengah ditutupi oleh awan, serta angin yang dingin menusuk tulang
Kini Naruto tengah berada dipinggir sungai tepat dibawah jembatan, ia memandang sekitarnya seolah ia mencari seseorang, pandangannya berhenti saat ia melihat sesosok makhluk yang berada dibawah jembatan tengah duduk sambil membakar sebuah ikan yang besar diatas api, Naruto lalu menghampiri sosok itu
"Yo... Azazel!" Sapa Naruto pada sosok yang tengah membakar ikan yang lumayan besar itu
Sosok yang dipanggil Naruto dengan nama Azazel itu hanya mengalihkan pandangannya kedepan, ditangkap oleh matanya sosok remaja pirang seukuran anak SMA yang memakai celana pendek dengan baju orange, ia lalu tersenyum memandang Naruto
"Naruto kah? Hisashiburi! Bagaimana Kaba Vali?"
"Kabar Vali baik baik saja, walaupun terkadang aku berharap agar dia sengsara!" ucap Naruto membuat Azazel sedikit tersenyum
"Jadi, ada apa gerangan sehingga kau ingin bertemu denganku di tempat favoritku ini?" tanya Azazel yang kini menangkat ikan bakarnya yang telah matang, ia lalu memakannya dengan lahap
"Hmm, Enak... Kau Mau?"
"Tidak, Aku belum lapar, kau selalu to the point Azazel, tidak seperti kau yang dulu yang banyak oceh" ucap Naruto lalu Duduk berhadapan dengan Azazel yang dibatasi dengan api yang dibuat Azazel
"Yah mau gimana lagi, ini sudah malam, Remaja sepertimu tidak seharusnya keluar rumah di jam sekarang" Ucap Azazel sambil memakan ikan bakarnya
Naruto hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, bisa bisanya Gubernur malaikat jatuh mengkhawatirkan dirinya, kadang ia merasa senang mempunyai teman yang khawatir pada dirinya
"Ini tentang bawahanmu yang membangkang, sore tadi mereka berhasil menculik salah satu temanku separtemenku, Tokisaki Kurumi" ucap Naruto menjelaskan
"Oh, Si gadis bermata dua itu kah?"
"Emang matanya dua bego!"
"Bukan itu maksudku, gadis yang memiliki warna mata yang berbeda itu kan?"
"Bagaimana kau tahu kalau warna matanya berbeda? Kau pernah bertemu dengan Kurumi sebelumnya?" Tanya Naruto penasaran
"Sudah kubilang dulu, Grigori itu Gudangnya info!, Dengan begitu aku bisa mendapatkan info yang up to date setiap harinya!" ucap Azazel yang lagi lagi mempromosikan tempat penelitiannya itu seperti yang ia ucapkan di Chapter 9 yang lalu
"Yah, Kau dan Tempat nistamu itu..." ucap Naruto sambil tersenyum aneh pada Azazel
"Jadi, Bagaimana kelanjutannya?"
"Mereka menculik Kurumi dan menyanderanya di sebuah Rumah tua di hutan agak jauh dari Kuoh, Sepertinya mereka mengincar mata Kurumi yang memiliki kekuatan yang misterius itu" ucap Naruto
"Dan Kau menyelamatkannya bukan?"
"Yah seperti yang kau ucapkan, tapi yang membuat pikiranku terganggu adalah, apa semua yang mereka lakukan itu ada kaitannya dengan Kokabiel? Akhir akhir ini banyak sekali Datenshi yang mengincarku dan juga Teman seapartemenku" ucap Naruto sambil berpose layaknya seseorang yang sedang berpikir
"Kokabiel ya? Sebenarnya sudah lama aku menyuruh para bawahanku untuk mencari keberadaannya, namun sampai sekarang tak ada informasi yang bisa menerangkan dimana keberadaannya sekarang" ucap Azazel sambil menatap api unggung yang berada didepannya
"Yah akupun kini mencari keberadaannya, aku hanya ingin kembali ke desa kelahiranku" Ucap Naruto
Azazel kini menatap Naruto, bocah brengsek didepannya ini merupakan bocah yang berasal dari dimensi lain, namun karena suatu insiden, ia harus terjebak didunia yang rumit ini, bertemu teman baru, musuh baru, dan masalah baru yang siap menghampirinya kapan saja dan dimana saja
Azazel sedikit merasa bersalah pada bocah didepannya ini, bagaimanapun juga ialah yang membuat Sacred Gear yang masih tahap percobaan itu yang membuat Naruto bisa sampai didunia ini, yah walaupun Kokabiel lah yang membawa Naruto sampai kedunia ini, Naruto tidak seharusnya terjebak didunia yang rumit ini, ia seharusnya bisa hidup tenang di dunianya dulu, di desa kelahirannya, Konohagakure
"Naruto, Gomen..." ucap Azazel pelan
Beralih pada Naruto, kini ia menatap Azazel dengan pandangan aneh, ada apa dengan Gubernur Datenshi didepannya ini? Bisa bisanya ia meminta maaf pada manusia yang tepat berada didepannya ini, mungkin begitu yang saat ini Naruto pikirkan
"Untuk apa kau meminta maaf padaku Azazel? Seharusnya akulah yang meminta maaf padamu karena telah menghabisi nyawa para bawahanmu" ucap Naruto
"Tidak apa apa, rasanya aku ingin sekali meminta maaf padamu, dan soal bawahanku yang membangkang, kau bisa mengatasinya tanpa memberitahuku" ucap Azazel yang kini tersenyum pada Naruto, membuat Naruto mau tak mau ikut tersenyum
"Dan juga, sepertinya kau betah di dunia ini, apa karena gadis bermata dua itu?" Ucap Azazel mencoba menggoda Naruto, Naruto yang tau maksud Azazel hanya bisa terkejut dengan kedua pipinya yang memerah
"A-apa yang kau bicarakan Azazel!"
"Bagaimana Hubunganmu dengannya?, apa kau sudah menciumnya atau malah menidurinya?" ucap Azazel sambil tersenyum mesum
"Dasar Gubernur mesum, ya jelas enggak lah! Aku gak mungkin berbuat yang aneh aneh padanya, kalau begitu aku pergi dulu, Jaa mata Ashita!" ucap Naruto lalu berbalik dan pergi meniggalkan Azazel sambil melambaikan tangannya pada gubernur Datenshi itu
.
.
.
.
.
- Kuoh City, 06.45 AM
Hari berganti menjadi pagi yang indah, matahari siap menggantikan peran sang bulan yang menerangi bumi, kicauan burung mewarnai pagi yang cerah, juga udara yang bersih yang membuat siapa saja nyaman untuk berada disana
Beralih pada Apartemen yang tepat berada sekitar 700 meter dari Kuoh Academy itu, terlihat sosok remaja pirang keluar dari kamarnya meninggalkan sosok remaja berambut perak yang masih tertidur dikamar itu, ia berjalan kearah wastafel untuk membasuh wajahnya yang masih mengantuk
"Ohayou! Naruto-kun!"
Setelah membasuh wajahnya, Naruto lalu menoleh keasal suara, dimatanya kini terlihat sosok gadis cantik berambut ungu dengan kacamata yang masih melekat dimatanya, ia mengenakan baju tidur berwarna putih yang memberikan kesan cantik bagi gadis itu
"Ohayou.. Rize-chan!" ucap Naruto tersenyum pada Rize, gadis cantik berambut ungu yang mengenakan kacamata itu
"Jarang sekali kau bangun pagi, Naruto-kun, tidak seperti biasanya" ucap Rize yang merasa ada sedikit perubahan pada Naruto
"Tidak juga, aku bangun sepagi ini karena aku mengalami mimpi buruk, itu saja"
"emang Naruto-kun mimpi apa?" Tanya Rize yang membuat Naruto sedikit nyengir gaje sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal
'Ah tidak tidak! Aku tidak mungkin menceritakan mimpi burukku itu, tidak mungkin kan aku menceritakan pada Rize kalau aku bermimpi disodomi Vali' Batin Naruto yang sangat jijik dengan mimpinya semalam, ia mengeleng gelengkan kepalanya mencoba menghilangkan bayang bayang mimpinya semalam dari pikirannya
"Hanya mimpi buruk biasa" ucap Naruto mencoba berbohong pada gadis ungu didepannya itu, sedangkan Rize hanya mengangguk saja
Naruto lalu berjalan kearah kamar mandi dan melakukan hal seperti biasanya yaitu mandi pagi, setelah selesai mandi ia lalu berjalan kearah kamarnya menghiraukan Vali yang baru saja bangun tidur dan keluar kamar
.
.
.
.
"Gochisousama!"
Kini mereka bertiga, Naruto, Rize dan juga Vali sudah menyelesaikan sarapan pagi mereka, yah kali ini mereka sarapan dengan tenang, biasanya sih Naruto kalo enggak Vali yang selalu ribut selagi sarapan
"Oh ya, Kenapa Kurumi belum bangun?" Tanya Naruto
Vali hanya menggeleng pelan pertanda ia tidak tahu apa apa, sedangkan Rize kini tengah membereskan meja makan mereka
"Entahlah, kau bisa membangunkannya Naruto-kun? Aku sedang membereskan ini" ucap Rize
Naruto hanya menangguk dan berjalan kearah kamar Rize dan juga Kurumi, sedangkan Vali kini bermalas malasan sambil menonton Tv berharap ada acara yang bagus yang membuat mood paginya sedikit membaik
Beralih pada Naruto, kini ia tengah mengetuk pintu kamar Rize dan Kurumi sambil memanggil nama Gadis itu, namun sama sekali tak ada respon dari dalam, Naruto hanya menghela nafasnya, ia lalu membuka pintu kamar itu dan masuk kedalamnya, sebenarnya sih gak sopan asal masuk ke kamar orang lain tanpa izin, tapi Rize menyuruhnya untuk membangunkan Kurumi, jadi mau tak mau ia harus masuk kedalam untuk membangunkan Kurumi
"Gelap" ucap Naruto menggambarkan kamar yang ia masuki saat ini, Naruto lalu berjalan kearah jendela kamar itu dan membukanya agar sinar matahari masuk kedalam kamar itu dan menjadi terang
Naruto lalu menoleh kearah tempat tidur yang berada disampingnya, ia sedikit terkejut saat melihat Kurumi yang masih tertidurdenan pulasnya, Naruto lalu berjongkok didepan Kurumi dan mencoba mengacak acak rambut hitam Kurumi berharap gadis itu bangun dari tidurnya
"Kurumi-chan, ayo bangun, Sudah siang loh.." ucap Naruto sambil membelai pelan rambut hitam gadis itu
"enggghh..."
Kurumi lalu mulai bangun dari tidurnya, matanya masih kabur mencoba beradaptasi dengan cahaya yang baru saja memasuki matanya, ia lalu menoleh kesamping, terlihat Naruto yang menatapnya sambil tersenyum
"Naruto?"
"Ayo bangun, kau tahu sekarang jam berapa? Kau sekolah kan?" ucap Naruto sambil tersenyum mengulurkan tangannya pada Kurumi
Kurumi hanya menatap datar sambil memikirkan ucapan Naruto, ia sebenarnya tidak ingin sekolah, ia takut akan kembali diculik dan membuat repot keluarga kecilnya, namun sekolah tetap saja sekolah, kau harus menuntut ilmu untuk mendapatkan pengetahuan yang luas
"Gomen Naruto, hari ini aku tidak sekolah dulu.." ucap Kurumi sambil mengalihkan perhatiannya kearah lain
Naruto hanya bisa menghela nafas, ia lalu menarik kembali tangannya yang sebelumnya ia ulurkan pada Kurumi, ia sudah menduga ini, Kurumi pasti tidak akan mau sekolah mengingat hal yang menimpanya semalam
'pluk!'
"Kalau begitu, kau tetap di rumah saja ya! Dan jangan membuatku kembali khawatir padamu!" ucap Naruto tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Kurumi, Kurumi hanya bisa menunduk dengan wajah yang memerah
Naruto lalu keluar dari kamar Kurumi, setelah keluar dari kamar Kurumi dan menutup pintu kamarnya, kini Rize dan juga Vali berada tepat didepan Naruto seolah ingin mempertanyakan sesuatu
"Jadi? Bagaimana?" Tanya Rize
"Dia tidak sekolah hari ini, aku akan menyuruh bunshinku untuk menjaganya" ucap Naruto lalu melakukan handseal, setelah itu muncul satu Bunshin tepat berada disamping Naruto, Naruto lalu menyuruhnya untuk menjaga Kurumi
"Kalo begitu ayo berangkat, Hari ini aku ada Sparring Basket dengan sekolah lain" ucap Vali sambil berjalan kearah pintu apartemen diikuti dengan Rize dan juga Naruto yang mengikuti Vali dari belakang
.
.
.
.
.
.
'drap drap drap...'
"Hayase-san!"
'psyuuut...'
'Tap!'
Kita beralih ke lapangan basket yang berada di Kuoh Academy, terlihat Rize dan juga Naruto yang kini menonton pertandingan persahabatan antara Kuoh Academy dengan sekolah lain, Rize hanya bisa memberi semangat pada Vali yang memang ikut main kali ini, sedangkan Naruto hanya menonton pertandingan itu dengan malasnya, kalau saja bukan Karena Rize yang mengajaknya, ia tidak akan sudi untuk melihat pertandingan ini
Terlihat seorang pemain basket Kuoh Academy yang bernama Hayase tadi tengah mengoper bola basketnya ke teman satu timnya yang bernomor punggung #6 yang membuat pemain lawan sedikit terkecoh
"Nice Pass!"
Pemain bernomor punggung #6 itu dengan cepat membawa bola ke daerah lawan, namun tanpa ia duga, dua orang lawannya sudah mencoba menghalanginya dari depan
"Kotarou!"
Mendengar teriakan dari Vali yang kini tidak dijaga oleh siapapun, pemain basket bernomor punggung #6 yang bernama Kotarou itu langsung mengoper bolanya kearah Vali
'Swuuussshh!'
'Tap!'
"Okee!"
Dengan tepat, Vali menerima bola dari operan Kotarou, Vali lalu berlari membawa bola dengan cepat ke daerah lawan, beberapa teman setimnya mengikutinya dari belakang dan dari sisi samping
"Tidak akan kubiarkan kau Lewat!"
Vali berhenti disaat di depannya sudah berdiri lawannya yang siap untuk menghalangi Vali, tubuh lawannya itu lumayan tinggi, mungkin tinggi Vali hanya mencapai lehernya saja, yah wajar lah namanya pemain basket, pemainnya rata rata tinggi
"Kau perlu banyak berlatih sebelum kau bisa melewatiku dalam satu lawan satu!" ucap Vali sedikit menyeringai
Dengan cepat, Vali langsung berlari membawa bolanya kearah lawannya yang membuat lawannya tersenyum senang, namun tanpa diduga, Vali langsung melakukan Dribble dengan sangat cepat hingga membuat lawannya tidak bisa mengikuti pergerakannya dan hanya bisa diam sambil terkejut
'Cepat sekali!'
"Tak kusangka si Kampret itu bisa bersemangat seperti ini, biasanya ia hanya melakukan hal yang menyebalkan dan merepotkan" ucap Naruto dari bangku penonton entah ia memberi pujian pada Vali atau malah mengejek Vali
"Vali-kun! Ayoo Kalahkan mereka!" Teriak Rize memberi semangat pada Vali yang juga berada di bangku penonton tepat berada disamping Naruto
Beralih ke lapangan basket, Vali kini telah melawati satu lawannya dengan mudah, ia terus berlari kearah daerah lawannya, namun lagi lagi ia dihadang oleh lawannya, namun kali ini lawannya tidak sendiri, kali ini dua orang sekaligus yang menghadangnya
Vali lalu berhenti tepat didepan kedua lawannya itu, ia mencoba bergerak kesamping, namun lawannya dengan cepat mengikuti pergerakannya membuatnya sulit untuk melewati kedua lawannya
Vali mendecih kesal, ia langsung melakukan gerakan layaknya seorang pemain bola yang ingin melakukan Shoot, seolah tahu apa yang dilakukan Vali, kedua lawannya langsung melompat sambil mengangkat tangannya keatas
"Tidak akan kubiarkan kau mencetak angka!" ucap Salah satu lawannya
"Benarkah? Namun kurasa aku akan mencetak angka sekarang!" ucap Vali
Kedua lawannya terkejut, ternyata Vali tidak melakukan Shooting, ia hanya melakukan Fake pada kedua lawannya, dengan cepat Vali langsung melewati kedua lawannya yang masih berada diudara
Setelah melewati kedua lawannya tadi, Vali langsung berhenti sambil terus memantulkan bolanya kelantai, dengan akurasi yang pas dan juga konsentrasi yang tinggi, Vali langsung melakukan Shoot!
'Swuuuush!'
Semua pemain basket yang berada dilapangan itu entah itu Kuoh Academy maupun lawannya kini menatap Bola yang melayang diudara, sedangkan Vali kini berjalan kebelakang seolah ia tahu kalau bolanya akan masuk tanpa meleset sekalipun
'Ctaasss!'
'Prriiiiiitt!'
Tepat bersamaan dengan habisnya waktu, bola basket itu langsung masuk kedalam ring tanpa meleset sedikitpun, kini pertandingan basket dimenangkan oleh Kuoh Academy dengan skor 89-67, Para teman setim Vali langsung meneriaki nama Vali sambil berlari kearahnya
"Yattaa! Kita menang!"
"Vali!" "Vali-kun!" "Vali-san!"
Teman setim Vali langsung mengerumuni Vali dan mengangkat tubuh Vali sambil melemparkannya keatas, Vali hanya bisa merinding sambil berteriak ketakutan didalam hatinya atas perlakuan teman setimnya
Beralih ke bangku penonton, Naruto berdiri dari bangku dan berjalan meninggalkan lapangan itu, namun sebelum ia benar benar meninggalkan lapangan itu...
"Rize-chan! Sampai kapan kau terus menatap Vali? Ayo kita balik ke kelas, apa kau mau menghampiri Vali dulu" ucap Naruto
"Naruto-kun duluan saja! Aku ingin menghampiri Vali-kun dahulu!" ucap Rize yang kini tengah berjalan kearah lapangan basket
"Terserah kau saja.." ucap Naruto, ia lalu pergi meninggalkan lapangan basket itu
.
.
.
.
Siang semakin terik, para siswa enggan untuk keluar dari kelasnya mengingat betapa panasnya siang kali ini, sedangkan Naruto yang kini tengah berjalan kearah gedung sekolah hanya bisa mengibaskan tangannya akibat panasnya siang ini
Naruto lalu berteduh di sebuah pohon, ia lalu duduk dan bersender dibatang pohon yang lumayan besar itu, ia lalu mengambil sebuah minuman kaleng yang sebelumnya ia beli, dengan cepat, Naruto langsung meminumnya
'glup glup..'
"Huaaahh... Gila! Panas amat!" Keluh Naruto
Disaat ia tengah bersantai dipohon itu, tanpa disengaja, ia kini meliihat beberapa anggota ORC dan juga dua sosok gadis yang memakai jubah berwarna putih, mereka berambut coklat dan juga berambut biru dengan benda yang lumayan besar dipunggungnya namun diperban, Hah?
"Sepertinya aku ingat mereka" ucap Naruto sambil mencoba mengingat siapa gadis yang berjubah putih tersebut
"Aku ingat, mereka yang mempunyai aura suci itu, namun apa yang mereka lakukan dengan ORC" ucap Naruto yang kini mengingat gadis yang menyerang ia dan juga Vali di chapter #11 yang lalu
Naruto sedikit penasaran, memang sih sebelumnya kedua gadis itu pernah bertemu dengan ORC, namun Naruto tidak tahu apa maksud mereka menemui kumpulan Iblis seperti ORC, dan sekarang, kedua gadis itu lagi lagi menemui ORC, sepertinya mereka memiliki maksud yang terselubung
"Mereka sedikit mencurigakan, sepertinya aku harus mengikuti mereka" ucap Naruto monolog sambil mengikuti ORC dan juga kedua gadis itu dari belakang, tak lupa Naruto menekan Auranya dengan stabil agar ia sulit dideteksi oleh ORC maupun kedua gadis itu
Sekita empat menit Naruto mengikuti mereka, kini mereka sudah sampai di ruangan klub ORC, mereka lalu memasuki ruangan itu, Naruto hanya bisa mendecih kesal, ia lalu berjalan mendekati ruangan itu dan mencoba menguping dari sebuah pohon dekat ruangan klub itu
Naruto hanya mendengarkan obrolan berat mereka dari luar ruangan itu, obrolan mereka hanya menancing emosi satu sama lain, apalagi gadis yang berambut biru itu, ucapannya terdengar pedas hingga membuat emosi para anggota ORC sedikit naik akibat ucapan pedasnya
Naruto hanya menghela nafasnya, ia pikir dengan menguping obrolan mereka, ia bisa mendapatkan sebuah informasi, bosan mendengar obrolan mereka, Naruto lalu berjalan meninggalkan mereka, namun belum sempat meniggalkan ruangan itu, Naruto langsung berhenti saat mendengar gadis biru itu mengucapkan sesuatu
"Excalibur telah dicuri!"
.
.
.
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : Yosh! Kembali lagi bertemu denganku Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun dengan update Chapter #18 dari Fic New Line!
Bagaimana Kabar reader-san semua? Kudoakan sehat selalu, dengan begitu Reader-san semua bisa mengikuti updatean Fic milikku ini dan memberi Review yang membuatku semangat dalam menulis fic
Well... Untuk chapter kali ini, hanya menceritakan si keempat penunggu Apartemen yang Absurd itu aja, beberapa humor yang garing dan juga beberapa Scene yang perlu ditambahkan di Chapter ini
Untuk alasan kenapa para Datenshi menculik Kurumi? Tuh udah dijelasin diatas kenapa alasannya, yang jelas mereka mengincar kekuatan mata Kurumi yang mengerikan, akan terungkap kekuatan Kurumi dichapter depan!
Pada chapter kali ini, entah kenapa aku malah memasukkan Scene dimana Vali yang bermain basket, apa ada yang menyukainya? Kuharap Reader-san semua menyukainya walaupun agak melenceng dari alur cerita :v
Soal Pair Vali, begini... sebenarnya aku sedikit bingung siapa yang akan kujadikan Pair Vali, memang sih banyak Chara cewek Bishoujo di DxD, Cuma untuk masukinnya kedalam cerita agak susah sih, jadi bagaimana kalo Rize jadi pairnya Vali, apa ada yang setuju?
Dan sekarang saatnya balasan Review!
AkagamiSaiyan : Thx Pujiannya! Ini udah update!
Pride : gimana ya? Aku memang menghargai Idemu, namun disini Rias menanggap Naruto itu adik kecilnya, dan lebih menganggap Issei sebagai laki laki yang disukainya, jadi kalau Naruto nge NTR Rias malah feelnya jadi aneh, tapi akan kupikirkan lagi. Thx sarannya!
Ari : Ini udah Lanjut ^_^
Pandora's Actor234 : Syukurlah kalau puas! Chapter kemarin memang lebih difokuskan ke Actionnya, jadi Romancenya sedikit atau malah gak ada, jangan bosen ya untuk nunggu Updateannya!
Yadie : Sebelumnya Maaf kalo Fic ini mengecewakan, tapi Reviewmu sedikit membuatku bingung, memangnya dibagian mana skip yang gak nyambung? Aku sudah membaca Chapter 13-14, namun kayaknya biasa aja gak ada yang janggal, jadi tolong beritahu dibagian mana yang salah, aku tahu aku bukan Author yang hebat, aku juga butuh yang namanya kritikan dan juga saran ^_^
Hitler : Oke! Ini Udah Lanjut and Happy Reading ^_^
Krisskun12pb : Thx udah ngasih tau! Akan Kuperbaiki nanti, Thx banget Loh! ^_^
Andres11 : Thx Pujiannya! Ternyata bukan aku aja yang suka ama sifat OOC nya Vali, kusarankan agar membaca dari awal, dengan begitu kamu bisa tau gimana alur cerita Fic gaje milikku ini
KidsNo TERROR13 : Ini Udah lanjut ^_^
Orang Asing Biasa : Chapter kali ini gak ada scene Fightingnya, malah ada Scene Sport :v , mungkin beberapa Chapter lagi akan dipenuhi dengan scene Fighting, jadi jangan bosen nungguin Updateannya ya!
.980 : Ini Udah Lanjut ^_^
Rizkar Syabani : Minat bacamu tinggi ya, Words yang sebanyak 4,5k masih kamu anggap pendek, akan kuusahakan agar dipanjangin lagi, jangan bosen nungguin Updateannya ya!
Makotoarisato1 : kali ini sih kayaknya Humor Garing aja :v :v Aku orangnya gak terlalu Humoris sih, tapi akan kuusahakan dichapter depan dengan humor yang bisa membuatmu tertawa :v
Ksatriabima38 : Ini Udah Lanjut ^_^
Uzumaki Bolt : Thx sudah memberitahu, Akan kuperbaiki nanti ^_^
Yellow flash115 : Ini Udah Lanjut ^_^
TsukiNoChandra : Thx udah Ngasih tau, memang rencanaku kayak gitu, soalnya Kurumi di Canonnya dikenal sadis dan kuat, sedangkan di Fic ini malah terlihat lemah, kedepannya mungkin ide ini akan terealisasikan, jadi tunggu aja!
Soal Lagu? Di laptopku banyak lagu Ost Anime yang bagus, Akan kusebutkan yang bagus aja yaa!
- Supercell "Kokuhaku"
- Supercell "Kare"
- Supercell "Kimi no Shiranai Monogatari"
- Fear, and Loathing in Las Vegas "Let Me Hear"
- UNLIMITS "Cascade"
- Goose House "Hikaru Nara"
Dan masih banyak lagi yang terlalu panjang untuk ditulis, coba deh denger lagunya, pasti langsung suka pas pertama kali denger ^_^
Archise : Kurang manis pak? Tambah gula pak biar tambah manis, sekalian tambah kecap :v :v, Iya tuh Vali lagi ikutan acara cari jodoh, tau aja dapet yang Loli atau malah MILF :v
Belum sampe lawan Kokabiel Kok! Tapi yang jelas bentar lagi!
Mungkin segitu aja balasan Reviewnya, jangan bosen ya untuk menunggu Updatean dari Fic gaje ini, kalau begitu Sampai jumpa di Chapter depan!
.:: Kurosaki Kitahara a.k.a Kitahara-kun ::.
:: Log Out ::
