:: New Line ::
Disclaimer : Saya Kurosaki Kitahara sebagai Author dari Fic New Line tidak mengakui kepemilikan apapun Chara dari beberapa Anime yang berada dalam Fic ini, Beneran deh!
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dicoba ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Coming Soon!) (Vali gak mau jadi Jomblo!)
Warning : OOC (Terutama Vali), Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, bertemu teman baru dan juga musuh yang tangguh, akankah Naruto bisa menghadapi masalahnya didunia barunya? (Summary Updated!)
Happy Reading!
.:: oo0oo ::.
- Chapter #19 : There Is No Plan!
"Excalibur telah dicuri!"
.
.
.
.
- Kuoh Academy
Siang semakin terik, panas yang menyengat kulit, para siswa enggan untuk keluar dari kelasnya mengingat siang ini sangat panas
Beralih ke Naruto, kini ia tengah menguping pembicaraan didalam ruangan klub ORC itu, ia bersandar di sebuah pohon sambil menekan auranya agar keberadaannya sulit untuk dideteksi mereka yang berada didalam ruangan klub itu, Naruto terus memperhatikan mereka lewat jendela ruangan klub itu
"Satu yang lainnya belum ditemukan, namun keenam Excalibur kini berada dipihak gereja, walaupun tiga diantaranya dicuri oleh Datenshi" ucap Irina
"Begitukah, jadi apa urusannya dengan kami?" ucap Rias yang masih tenang
"Kami hanya ingin kau tidak ikut campur dengan urusan kami, karena ini masalah kami dengan para Datenshi, lagipula kami tidak ada waktu untuk membantai para iblis disini" ucap gadis berambut biru yang memakai jubah putih, membuat Rias sedikit marah, matanya yang awalnya berwarna Green-blue perlahan berubah jadi merah
"Gomen, ucapan Xenovia memang sedikit kasar, jadi tolong maafkanlah" ucap gadis berambut coklat terang bernama Irina yang berada disamping gadis berambut biru yang dipanggil dengan nama Xenovia itu
"Baiklah kalau begitu, namun ada satu hal yang harus kau ingat..." ucap Rias yang kini masih tenang duduk disofa, walaupun emosinya kini kian naik akibat ucapan pedas dari Xenovia tadi
"Aku tidak akan memihak kalian ataupun memihak Datenshi, kami bukan orang bodoh yang mau mencampuri urusan orang lain" ucap Rias
"Bagus kalau begitu, sudah kuduga adik dari Maou tidak akan berbuat hal yang bodoh" ucap Xenovia yang kini sedikit tersenyum
Namun dibalik obrolan mereka semua, ada satu sosok remaja yang kelakuannya kini tidak seperti biasanya, matanya terus memandangi benda besar yang diperban tepat berada dipunggung Xenovia, matanya memancarkan aura kebencian yang kuat
"Tak kusangka Excalibur sekarang tepat berada didepanku.." ucap pelan sosok remaja itu yang ternyata adalah Kiba Yuuto, Knight dari Rias Gremory
"Are? Kau mengucapkan sesuatu Kiba?" Tanya Issei yang tepat berada disampingnya, Kiba hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum pada Issei
'Aku tak menyangka mereka mempunyai Excalibur, seingatku dulu saat mereka datang kesini mereka tak mempunyai pedang suci itu, mereka hanya membawa pedang biasa' batin Kiba sambil terus menatap benda yang diperban itu
"Syukurlah kalau kau mengerti, kalau begitu kami pergi" ucap Xenovia lalu pergi berjalan keluar ruangan klub itu bersama Irina yang mengikutinya dari belakang
Beralih pada Naruto, kini ia sedikit kaget ketika Xenovia dan Irina mulai keluar dari ruangan klub itu, dengan cepat Naruto langsung pergi menjauh dari klub itu
.
.
.
.
.
- Lapangan Basket, Kuoh Academy
"Vali-kun!"
"Eh? Rize?"
Untuk sementara kita beralih pada Vali dan juga Rize, kini tim basket Vali tengah dilapangan basket mereka, mereka tengah berada dalam bahagia mengingat pertandingan basket dengan sekolah lain dimenangkan oleh tim Vali, Kuoh Academy
Vali terkejut saat kini ia tengah dipeluk oleh seorang gadis berambut ungu dengan kacamata yang dikenakannya, ia tak menyangka kalau ada Rize disini, sedangkan teman setim Vali menatap Vali dengan bermacam macam tatapan, ada yang senang, tersenyum sendiri, Iri, bahkan ada yang mengutuk Vali karena ia tengah dipeluk oleh gadis cantik seperti Rize
"Vali-san, Siapa dia?" tanya teman setim Vali, mereka juga penasaran pada Rize, setahu mereka Vali jarang sekali berbicara ataupun akrab dengan gadis, yah walaupun Vali populer di mata gadis gadis siswi Kuoh Academy
"Oh... Dia teman seapartemenku, Kamishiro Rize!" ucap Vali tersenyum pada teman temannya sembari mengelus rambut ungu Rize
'Teman Seapartemennya? Anjaayy!' Begitulah batin para teman setim Vali yang menatap Vali dengan iri
"Rize, perkenalkan Dirimu" Ucap Vali pada Rize, Rize lalu melepas pelukannya pada Vali, lalu menghadap ke teman setim Vali
"Namaku Kamishiro Rize, Salam kenal!" ucap Rize sambil tersenyum
'Sial! Dia Kawaii!' Batin teman setim Vali yang mengakui betapa manisnya Rize saat tersenyum
"Kalau begitu, aku pergi duluan ya! Minna!" ucap Vali pada teman temannya dan berjalan pergi sambil menggenggam tangan Rize, sedangkan teman setim Vali sedikit merasa heran
"Vali-san, Kau tidak merayakan kemenangan tim kita bersama sama?" ucap salah satu teman Vali mewakili pertanyaan dari temannya yang lain
"Gomen, Tapi aku akan merayakannya bersama Rize dan Kurumi juga Naruto malam nanti" Ucap Vali sambil tersenyum pada mereka dan berjalan pergi bersama Rize, teman setim Vali hanya bisa kecewa, padahal mereka berharap Vali merayakan kemenangan mereka bersama sama, dengan begitu mereka bisa lebih kenal dengan gadis manis berambut ungu itu, yaitu Kamishiro Rize
.
.
.
.
- Kuoh City, 6.30 PM
Tak terasa hari semakin sore, langit cerah yang berwarna biru yang indah perlahan berubah menjadi warna kuning keemasan yang menawan, awan awan berada di sekitar matahari membuat kesan yang indah dimata siapapun yang memandang langit
Beberapa orang mungkin tidak ingin melewatkan hal seperti itu, namun berbeda dengan sesosok pria paruh baya yang berada dibawah jembatan ini, ia memakai Yukata berwarna hitam, rambutnya yang terkesan aneh, yaitu berwarna pirang hanya dibagian depannya saja, sedangkan rambut belakang dan sampingnya didominasi dengan warna hitam, tangannya kini tengah menggenggam sebuah bambu yang diikat senar pancing, yah ia kini tengah memancing
Setelah beberapa menit menunggu umpannya dimakan sang ikan, tiba tiba ia merasakan getaran pada bambu yang dipegangnya
"Strike!"
dengan cepat ia menarik bambu yang ia pegang dan menangkap ikan yang berhasil ia pancing, matanya berbinar saat melihat ukuran ikan hasil tangkapannya itu, yah mungkin ukuran ikan itu bisa membuatnya kenyang jika ia memakannya
"Tangkapan yang bagus Azazel!"
ia menoleh kebelakang saat seseorang mengucapkan sesuatu padanya, kini dimatanya terlihat seorang remaja berambut pirang dengan gaya spike, seragam sekolahnya yang masih melekat ditubuhnya, serta tangannya yang kini tengah menggenggam kopi kaleng
"Naruto kah? Lihat tangkapanku kali ini!" ucapnya sambil memamerkan ikan hasil tangkapannya, remaja yang dipanggil Naruto tadi hanya bisa tersenyum dan berjalan kearah Azazel
"Yah, sepertinya hari ini hari yang beruntung buatmu Azazel!" ucap Naruto yang kini sudah berada disamping Azazel, Azazel lalu memasukkan ikan hasil tangkapannya keember yang sebelumnya sudah ia siapkan
"Jadi? Ada kabar apa sehingga kau datang kemari?" ucap Azazel sambil kembali melemparkan kail pancingnya kesungai
"Apa yang kau ketahui tentang excalibur, Azazel?" ucap Naruto yang malah balik bertanya
Azazel kini berpose layaknya seorang yang tengah berpikir, mencoba mencari ingatan tentang pedang suci yang bernama Excalibur itu, setelah merasa ingat, ia lalu tersenyum
"Excalibur ya? Excalibur adalah pedang suci yang dimiliki oleh pihak gereja, dikatakan bahwa pedang itu bisa membuat Iblis langsung kalah hanya dalam sekali tebasan, Excalibur yang asli sudah lama hancur pada perang dulu, namun pihak gereja menemukan pecahan-pecahannya dan menciptakan tujuh Pedang suci baru, Banyak sih yang kutahu tapi kelamaan buat diceritain" ucap Azazel menjelaskan
Naruto tersenyum atas informasi yang Azazel berikan, yah selama ia berada didunia ini, salah satunya adalah Azazel, orang yang paling ia percaya, Gubernur fraksi Datenshi yang sedikit mesum dan cepat sekali akrab dengan orang lain, memiliki segala informasi di otaknya serta tertarik untuk meneliti Sacred Gear, untuk Kekuatan Azazel, Naruto selama ini belum pernah melihatnya, namun ia percaya kalau kekuatan Azazel jauh berada diatasnya
"Lalu, kenapa kau bertanya tentang pedang itu?" ucap Azazel sambil menoleh kearah Naruto
"Begini, aku mendapat informasi kalau Excalibur telah dicuri" ucap Naruto yang membuat Azazel menaikkan sebelah alisnya
"Dicuri?"
"Ya, kudengar tiga pedang Excalibur telah dicuri oleh para Datenshi, namun yang membuat pikiranku bingung adalah, apa Kokabiel ada kaitannya dengan semua ini?" Tanya Naruto
"Entahlah, namun aku mendapat informasi dari Grigori kalau di Kuoh ada pergerakan aneh yang dilakukan para Datenshi yang membangkang, aku sudah menyuruh para bawahanku untuk menyelidikinya" ucap Azazel
"Jadi? Apa yang akan kau lakukan?"
"Aku tidak tahu, aku tidak punya rencana kali ini, lagipula aku datang kesini hanya ingin mendengar informasi itu darimu" ucap Naruto lalu berjalan pergi meninggalkan Azazel
.
.
.
.
.
'Ctraaangg!'
"Sialan!"
'Traaanngg!'
Hari semakin malam, hujan turun dengan sangat deras, orang orang enggan untuk keluar rumah mengingat malam ini sungguh dingin, suasana menjadi sunyi dan sepi
Beralih kesebuah perempatan gang, terlihat seorang remaja pirang dengan wajah cantik memakai seragam Kuoh Academy, dia adalah Kiba Yuuto, Knight dari Rias Gremory tengah bertarung dengan sesosok Datenshi yang memegang pedang yang memiliki Aura yang kuat
'Traaangg!'
Serangan dari Kiba dengan mudahnya ditahan oleh sang Datenshi, Kiba hanya menggeram dengan penuh kebencian, sedangkan sang Datenshi hanya menyeringai
Datenshi itu langsung mendorong pedangnya sehingga Kiba agak mundur kebelakang, dengan cepat Datenshi itu melesat kearah Kiba hendak menebaskan pedangnya
'Syuut!'
Dengan kecepatan knightnya Kiba menghindari serangan Datenshi itu dengan bergeser kesamping, Kiba sedikit tersenyum saat melihat celah, ia langsung menebaskan pedangnya kearah leher sang Datenshi dari belakang, namun dengan cepat Datenshi itu menunduk menghindari serangan Kiba dan berbalik melakukan serangan dengan menebaskan pedangnya secara vertikal kearah Kiba
'Crasss!'
"Arrrgghh!"
Kiba langsung mundur kebelakang saat menerima tebasan pedang yang dilakukan oleh Datenshi tadi, ia terus memegangi bagian dadanya yang terkena serangan datenshi tadi, ia sedikit meringis kesakitan saat darah mulai keluar dari lukanya dan mengeluarkan asap hitam dari luka itu
"Sial! Tak kusangka bisa sesakit ini jika terkena Pedang Suci Excalibur!"
"Bagaimana rasanya? Sakit kah? Ternyata benar adanya kalau Pedang Suci sangat ampuh melawan para Iblis!" ucap Datenshi itu sambil menyeringai dan mengacungkan pedangnya kearah Kiba
Datenshi itu langsung melesat kearah Kiba hendak menendangnya, Kiba yang tengah meratapi kesakitannya hanya bisa diam tak dapat menghindar, alhasil, Kiba langsung terpental beberapa meter akibat tendangan dari Datenshi tadi
'Duaaaggghh!'
"Ittaii..." Ringis Kiba sedikit memuntahkan darah dari mulutnya, ia lalu menyingkirkan darah dari sudut bibirnya menggunakan tangannya dengan kasar, Kiba menatap ganas sang Datenshi
Kiba mulai bangkit, dalam hujan deras itu, Kiba terus menatap Datenshi itu penuh benci, sama halnya dengan pedang Suci Excalibur yang dipegang Datenshi itu, itu karena ia mempunyai kenangan pahit pada Pedang Suci itu
"Mati kau, Sialan!"
Kiba langsung melesat cepat dengan kecepatan Knightnya kearah Datenshi itu, Datenshi itu hanya diam menunggu kedatangan Kiba sambil menyeringai, dengan cepat dan sulit diikuti oleh mata telanjang, Kiba langsung mengayunkan pedangnya secara Vertikal, namun dengan cepat ditahan Datenshi dengan pedang sucinya
'Ctraaangg!'
Adu pedang tak terelakkan lagi, mereka berdua saling menyerang satu sama lain, Datenshi itu menebaskan pedang sucinya kearah Kiba, namun dengan cepat Kiba menghindar dan melakukan serangan balik, Kiba langsung mengayunkan pedangnya secara Horizontal kearah Datenshi itu
'Syuuut!'
'Ctraangg!'
Tidak ingin mati lebih cepat, Datenshi itu langsung menahan serangan Kiba dengan pedangnya, Datenshi itu langsung mendorongkan pedang sucinya kearah Kiba hingga membuat Kiba agak sedikit terdorong beberapa langkah kebelakang, Datenshi itu menyeringai, ia langsung menebaskan Pedang Sucinya tepat mengarah leher Kiba
"Matilah dengan tenang, Iblis Nakal!"
Namun diluar dugaan sang Datenshi, Kiba dengan kecepatan Knightnya langsung menunduk menghindari ayunan pedang suci sang Datenshi, dengan kuat, Kiba langsung menendang sang Datenshi tepat dibagian perutnya
'Duaaaggg!'
Datenshi itu langsung terpental beberapa meter, ia sedikit memuntahkan darah akibat kuatnya tendangan Kiba yang bersarang diperutnya, Datenshi itu lalu mulai bangkit, ia kembali menyeringai pada Kiba
"Omoshiroi! Sekarang Giliranku!" ucap Datenshi itu menyeringai senang, ia lalu mengalirkan kekuatannya pada pedang suci itu sehingga pedang itu terlihat seperti terbakar oleh api, dan ditangannya kini sudah muncul Light Spear berukuran sedang
Datenshi itu langsung melempar Light Spear itu dengan kuat dan melesat kearah Kiba, dengan sigap Kiba langsung menahan Light Spear itu dengan pedangnya, namun tanpa diduganya, kini Datenshi itu sudah beberapa senti didepannya
'Sial! Ia menggunakan Light Spear itu untuk mengalihkan perhatianku dan melesat kearahku dengan sangat cepat!' Batin Kiba sedikit membulatkan matanya
Datenshi itu menyeringai kejam, ia kini hendak menghunuskan pedangnya kearah Kiba yang sudah tak ada waktu lagi untuk menahan serangan sang Datenshi akibat perhatiannya teralihkan dengan Light Spear tadi, namun...
'Duaaaaggg!'
Tiba tiba muncul sosok remaja pirang dari samping dan menghajar sang Datenshi yang hendak menusukkan pedangnya kearah Kiba, akhirnya Datenshi itu langsung terpental dengan kuatnya, nyawa Kiba pun terselamatkan
"Na-Naruto-kun?"
Remaja pirang itu adalah Naruto, Naruto hanya diam tak merespon ucapan Kiba, Naruto lalu melakukan Handseal dengan cepat
"Katon : Hosenka no Jutsu!"
Muncul bola bola api kecil dengan jumlah yang lumayan banyak dari tiupan mulut Naruto dan melesat kearah Datenshi itu, Datenshi itu hanya bisa menghindari serangan dari Naruto
"Akhirnya sang penyelamat datang juga! Keberadaanmu bisa menghambat rencana Kokabiel loh!" ucap Datenshi sedikit tersenyum aneh
"Siapa kau? Dan apa hubunganmu dengan Kokabiel!?" Ucap Naruto agak keras pada Datenshi didepannya itu, Datenshi itu hanya menyingkirkan darah yang keluar dari sudut bibirnya dan menaruh pedang sucinya ke punggungnya
"Aku? Untuk saat ini kau tak perlu tahu siapa Aku? Yang jelas aku adalah lawanmu nanti!" ucap Datenshi itu lalu berjalan membelakangi Kiba dan Naruto sambil mengeluarkan sayapnya
'Sraaakk!'
'S-Sayapnya ada enam! Siapa dia sebenarnya?' Batin Kiba terkejut
"Kalau begitu kita akhiri pertarungan ini bocah cantik, Dan kau Uzumaki Naruto, Sampai ketemu lagi nanti!" ucap Datenshi itu tersenyum misterius lalu menghilang menggunakan lingkaran sihir
"Nee.. Naruto-kun?" ucap Kiba kini memanggil Naruto, sedangkan Naruto yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh keasal suara
"Hm? Nani?"
"Arigatou sudah menyelamatkanku!" ucap Kiba sambil membungkukkan tubuhnya kearah Naruto
"Sudahlah kau tidak perlu membungkuk seperti itu, lagipula kita ini satu sekolah bukan?" ucap Naruto sambil tersenyum pada Kiba
Kiba kini menatap Naruto, tepat didepannya kini sudah disajikan senyum hangat yang bisa membuat siapapun tenang melihatnya, yah itulah senyum Naruto, senyum khasnya, Kiba lalu berdiri tegap, ia tersenyum pada Naruto
"Kalau begitu, aku pergi, teman temanku sudah menunggu diapartemen" ucap Naruto lalu berjalan meninggalkan Kiba sendirian dalam hujan disana, namun...
"Tunggu Naruto!"
"Ada apa?" ucap Naruto menghentikan langkah kakinya tanpa menoleh kearah Kiba
"Apa kau membenci kami?"
Naruto terdiam mendengar pertanyaan dari Kiba, yah kini pikirannya kembali teringat kejadian kejadian dahulu dimana ia masih berada di ORC, bersenang senang, memiliki teman baru, dan mencoba menggapai sosok gadis yang tak akan pernah bisa digapai, semua ingatan itu kembali berputar dikepala Naruto saat ini, ingatan tentang Rias yang bahagia bersama Issei tanpa dirinya, ingatan dimana Issei mengingkari janjinya, dan Rias yang menghancurkan harapannya
"Gomen, Aku tidak bisa menjawabnya..." ucap Naruto agak pelan dan pergi meninggalkan Kiba sendirian disana dalam kesendirian dan kehujanan
'Gomen Naruto, aku menanyakan hal yang tidak bisa kau jawab...'
.
.
.
:: New Line ::
.
.
- At Apartement, 07.30 PM
"Argghh Bangke! Mana sih Naruto sialan itu! Lama Amatt!"
"Sabar Vali-kun, kuyakin dia sebentar lagi pulang"
Beralih keapartemen yang dihuni oleh Naruto, Vali, Rize dan juga Kurumi, terlihat disana tepat dimeja makan sudah disediakan berbagai macam makanan yang menggugah selera, kata Rize sih mereka ingin merayakan kemenangan Vali atas pertandingan basketnya, Kurumi juga ikut kata Rize aja sambil membantu Rize memasak, dan Vali yang memang gak bisa masak hanya bisa beristirahat sambil nonton Tv, padahal ia sebenarnya gak enak sama Kurumi dan Rize, mereka sudah mau capek hanya untuk merayakan kemenangannya dalam pertandingan basket
Dan kini, mereka tengah menunggu Naruto, remaja rese' yang hyperaktif, jarang banget akur sama Vali, akur juga mungkin ada alasan tertentu mengapa mereka akur, Rize bilang mereka akan merayakannya bersama sama, namun karena itulah mereka kini sudah menunggu selama kurang lebih 15 menit hanya untuk menunggu Naruto
"Memangnya Naruto gak pulang bareng sama Vali dan Rize-chan?" Tanya Kurumi yang kini mulai berbicara
"Enggak, lagian tadi di sekolah ia tidak ada dikelas, jadi aku pulang bareng Vali-kun" ucap Rize menjawab pertanyaan Kurumi, Kurumi hanya ngangguk polos
"Oh ya Rize! Kenapa tidak kau telpon saja dia?" Ucap Vali memberikan ide yang cemerlang
Rize hanya tersenyum atas saran Vali, Rize memang tau kalau Vali tidak mempunyai Handphone, bukan karena ia tidak mempunyai uang, tapi ia memang malas untuk membeli benda serbaguna itu
Rize lalu mengeluarkan smartphone miliknya dari sakunya, ia lalu mencari nomor kontak milik Naruto dan mencoba menelponnya, namun sebelum Rize benar benar menelpon Naruto...
'Ckleek'
"Tadaima..."
Pintu apartemen dibuka, ,memperlihatkan Naruto yang basah Kuyup akibat hujan yang cukup lebat diluar, Rize dan Vali juga Kurumi hanya memandangi Naruto dengan tatapan datar, Naruto yang merasa diperhatikan lalu menoleh kearah mereka
"Hah? Ada apa?"
Mereka masih terdiam, namun berbeda dengan Vali, kini ia mulai berdiri dari bangkunya dan berjalan menuju tempat Naruto berdiri, ia terlihat mengangkat lengan bajunya dan merenggangkan otot lengannya
'grep!'
"Elu dari mana aja Monyet!" Ucap Vali menatap Naruto dengan ganas, ia kini memegang kerah baju Naruto dan menariknya
"Apaan lah Lu Vali!? Baru saja pulang sudah seperti ini, ngajak berantem?" ucap Naruto yang kini emosinya agak naik akibat ulah Vali
"Ayo! Siapa takut! Jalanan luas tuh!"
Mereka berdua menatap satu sama lain dengan tatapan marah, benci, dan juga kesal, bahkan jarak diantara mereka terlihat seperti ada sebuah listrik berwarna biru, melihat tingkah kekanakan keduanya, membuat Kurumi tertawa pelan, dan Rize hanya bisa menghela nafas lelah
"Vali-kun Naruto-kun, terus saja kalian bertengkar atau panci ini melayang kearah kalian berdua!" ucap Rize yang kini sedikit mengancam keduanya sambil memegang panci yang siap untuk dilemparkan kearah Naruto dan juga Vali, yah memang selalu Rize lah yang bisa membuat kedua remaja labil itu berbaikan
Mendengar ancaman dari Rize, Vali lalu melepas genggaman tangannya dari kerah baju Naruto dan berjalan menuju meja makan, sedangkan Naruto hanya merapikan kerah bajunya yang tadinya ditarik Vali
"Bersyukurlah kau, jika saja Rize seperti itu, bisa bisa kepala dengan rambut durenmu itu aku jadikan botak!" ucap Vali yang masih kesal pada Naruto, Naruto hanya tersenyum remeh mendengar ancaman dari Vali
"Benarkah? Coba saja kalau kau bisa membuatku botak, nih cepetan sekarang!" ucap Naruto sambil menunjuk-nunjuk kepalanya dengan jari telunjuknya, yang membuat Vali kembali menahan kekesalannya pada Naruto
"Cepetan Botakin-"
'Bleetaaakk!'
"Ittaaii!"
Naruto kini memegangi kepalanya yang kesakitan yang menjadi sasaran panci yang dilemparkan oleh Rize, Naruto lalu menatap Rize dengan wajah memelas, sedangkan Rize kini menatap Naruto dengan sedikit kesal
"Mou, Rize-chan..."
"Cepetan mandi dan ganti baju sana! Atau sendok dan piring ini kulemparkan lagi padamu!" ucap Rize mengancam, mendengar ancaman Rize, lantas Naruto langsung lari kekamar mandi
"Naruto itu lucu ya..?" ucap Kurumi yang masih tertawa halus
"Yah, namun dengan adanya dia diapartemen ini, suasana disini menjadi ramai dengan segala tingkah konyolnya, aku tidak bisa membayangkan kalau saja dia tidak ada diapartemen ini, mungkin suasana menjadi sepi.." ucap Rize yang kini tersenyum
.
.
:: New Line ::
.
.
"Itadakimasu!"
Kita kembali lagi di apartemen yang dihuni oleh empat makhluk itu, terlihat mereka tengah makan bersama merayakan kemenangan Vali, beberapa makanan yang lumayan sudah disiapkan sebelumnya, membuat siapapun tidak tahan untuk memakannya, Ada Ramen, Kaarage, sup Udon, dan beberapa makanan lainnya yang menggugah selera
Dan Naruto kini telah membersihkan badannya (Mandi), ia memakai celana pendek berwarna hitam dengan baju T-shirt berwarna oranye dengan gambar rubah ditengahnya, kalo gak salah sih itu baju kesayangannya
Sama halnya dengan yang lainnya, Vali mengenakan baju berwarna biru es senada dengan warna matanya dengan celana jeans berwarna hitam, Rize mengenakan baju lengan panjang berwarna peach dengan bawahan yaitu skirt pendek diatas paha berwana hitam, dan Kurumi? ia tampil manis dengan mengenakan Sweater berwarna putih dengan syal berwarna hitam yang melingkar dilehernya dengan bawahan yang sama seperti Rize, yaitu skirt pendek diatas paha berwarna hitam
"Naruto-kun, Oishii desu ka?" Tanya Rize pada Naruto yang dengan lahap memakan semangkuk ramen
"Hmm.. Oishii!" ucap Naruto puas dengan makanannya
"Berterima kasihlah pada Rize dan Kurumi, karena mereka berdua yang telah membuat semua masakan ini" ucap Vali yang masih memakan sup udonnya
"Arigatou, Rize-chan, Kurumi-chan!" ucap Naruto tersenyum hangat pada kedua gadis itu, dan dibalas dengan senyum oleh kedua gadis itu
"Rize.."
Rize mengalihkan perhatiannya pada Vali yang memanggilnya, matanya agak membulat terkejut saat Vali kini mencoba menyuapi (Menyodorkan) Rize sepotong kaarage, Rize kini sedikit bersemu merah dipipinya, ia sedikit melirik Naruto dan juga Kurumi, Naruto hanya menutup mulutnya dan membuang mukanya kearah lain, sedangkan Kurumi hanya bisa tersenyum pada Rize
"Haupp!"
"Hmmphh! Tak kusangka Vali sekarang bisa menjadi pria yang romantis!" ucap Naruto pelan sambil menahan tawanya
Mendengar ucapan Naruto, membuat Rize semakin bersemu merah, sedangkan Vali mengalihkan mukanya kearah lain, yah wajahnya sedikit memerah akibat ucapan frontal dari Naruto
"Bukan seperti itu! Aku melakukan itu karena aku hanya ingin berterima kasih kepadanya!" ucap Vali sedikit membela diri
"Jangan percaya ucapannya Rize-chan, ia melakukan itu karena ia menyayangimu tulus dari dalam hatinya!" ucap Naruto mencoba menggoda Rize dan juga Vali, Rize semakin memerah bersemi
"Naruto! Udah jangan digodain lagi mereka berdua, lihat! Vali juga memerah" ucap Kurumi yang sempat melihat Vali yang memerah
"Benarkah? Whooaa! Tak kusangka Vali bisa tersipu malu seperti itu! Hahaha..." ucap Naruto sambil tertawa, Namun ia berhenti tertawa saat melihat sebutir nasi yang menempel di pipi Kurumi
"Kurumi-chan, tolong Diam.." ucap Naruto lalu mengambil nasi yang menempel dipipi Kurumi lalu memakannya, sontak membuat Kurumi menjadi memerah, melihat Kurumi yang memerah, membuat Naruto sedikit tersenyum, ia lalu mengambil sepotong Kaarage dan menyuapi (Menyodorkan) Kurumi sama seperti apa yang dilakukan Vali pada Rize
"Aaamm!"
'Haupp!'
"Oishii Desu ka?"
"Ha'i, Oishii Desu!"
Dan ya, mereka melewati malam mereka yang menyenangkan melupakan semua masalah mereka masing masing, mereka terlihat bahagia bersama, tertawa bersama, sungguh teman- bukan, maksudku keluarga yang bahagia
.
.
.
.
.
'Kreek!'
"A-Ampuni A-aku-"
"Krtaaak!'
Malam itu, disebuah gang sempit, terlihat sesosok malaikat jatuh dengan enam sayap hitamnya yang menyatu di gelapnya malam, Datenshi itu tengah mencekik seorang pendeta dan mengangkatnya keudara hingga terdengar suara patah dari leher pendeta itu, setelah melakukan hal yang sadis, ia lalu melepaskan cekikannya pada Pendeta itu hingga Pendeta itu jatuh dan tak lagi bernyawa
"Dasar! Mereka hanya mengirimkan tikus tikus kecil untuk kembali mengambil pedang suci yang telah dicuri? Yang benar saja! Mereka sudah meremehkanku dan juga Kokabiel!" ucap Datenshi itu yang terlihat agak sedikit kesal
"Mungkin untuk saat ini aku tidak punya rencana, tapi yang jelas aku akan melakukan hal yang menarik bersama Kokabiel nanti! Ufufufu!" ucap Datenshi itu lalu terbang menjauh menggunakan keenam sayap hitamnya
'Swuuusshh!'
.
.
.
.
.
.:: To Be Continued ::.
A/N : Yosh! Bertemu lagi dengan saya Kurosaki Kitahara aka Kitahara-kun dengan Update Chapter #19 di Fic berjudul New Line ini!
Bagaimana kabar Reader semua? Semoga saja sehat semua dan sehat selalu, dan untuk yang sakit semoga cepat sembuh!
Untuk Chapter kali ini ngebahas awal awal masalah tentang Excalibur yang dicuri, untuk masalah tentang Excalibur agak beda dari Canonnya, di Canon jelas bahwa ORC juga ikut campur dalam masalah ini, namun disini mungkin agak sedikit kuubah, dimana Naruto dkk nanti akan ikut campur dimasalah ini, dan juga di Canon dilihatkan bahwa Freed yang memegang salah satu Excalibur saat bertarung dengan Kiba, namun disini bukan Freed, tapi salah satu Datenshi, untuk penjelasan siapa dia? Tunggu aja kelanjutan Fic nya!
Berbicara tentang Vali, semakin kesini semakin OOC ya si Vali? Gak papa Vali jadi OOC, toh ada nilai plusnya di Fic ini, yaitu menambahkan unsur Humornya (walaupun Garing), tapi dia gak selamanya OOC, dia bisa saja balik ke sifat aslinya didalam keadaan tertentu, Dan soal Pairnya, Yap! Seperti tulisan Pair diatas, Vali gak mau jadi Jomblo :v , Jadi kurasa pair Vali akan terbuka beberapa chapter lagi, dan kalian sudah bisa menebaknya bukan?
Dan untuk balasan review, kali ini sedikit ya? Tapi gak apa apa lah akan kujawab semuanya!
Souka 30 : Vali sama Ryuzetsu? Setuju sih, tapi untuk masukin Chara Ryuzetsu ke alur cerita yang sekarang udah susah, jadi maaf kayaknya gak bisa -_- ,
gak bisa! Mandangin Kurumi itu sama kayak makan Gula, Sama sama Manis :v , saya juga Rela Diabetes demi Kurumi #Anjaayy, bagus tuh idenya! Nanti saya pertimbangkan lagi, soal permintaanmu, tunggu aja Update Chapter terbarunya aja ya! #ThxForReview
980 : Sankyuu atas pujiannya, dan ini udah Dilanjutkan ^_^ #ThxForReview
Arif : Untuk itu sih kayaknya masih lama ^_^ #ThxForReview
Archise : Vali Jomblo? Jangan dong, tuh Baca tulisan Pair dibawah Disclaimer sama Rating, Vali bilang dia gak mau Jomblo :v :v , Syukurlah kalo setuju, soal Scene sport di chapter kemaren, yah memang kurang greget, lagian pas ngetik cerita juga gak nyangka ada Scene Sportnya :v , Duet Epic NaruVali? Nanti tunggu Chapter kedepannya aja! Yang jelas pasti ada kok Duet Epicnya ^_^ #ThxForReview
TsukiNoCandra : "Aku langsung jingkrak-jingkrak gak jelas, meskipun itu bohong" gitu sih ngapain dikasih tau kalo bohong :v :v , Thx Kritikannya, akan aku poles dikit lagi biar semakin bagus! #ThxForReview
AkagamiSaiyan : Sankyuu Pujiannya! Mungkin iya, mungkin juga tidak, tunggu aja kelanjutannya yaa! #ThxForReview
Yellow Flash15 : Ini udah Lanjut ^_^, Pair Vali akan muncul chapter depan ^_^ #ThxForReview
: Syukurlah kalo setuju ^_^ #ThxForReview
KidsNo Terror13 : Ini udah Lanjut ^_^ #ThxForReview
Mungkin Cuma segitu doang Yang review chapter kemaren, agak sedih juga sih Review jadi menurun, tapi tanggung jawabku sebagai Author untuk menlanjutkan Fic akan Kujalani dengan sepenuh hati meski gak ada yang mau review lagi ^_^
Kalo begitu, sampai jumpa Di chapter selanjutnya! RnR Please!
.:: Kurosaki Kitahara aka Kitahara-kun ::.
:: Log Out ::
