:: New Line ::
Disclaimer : I am Kurosaki Kitahara aka Kitahara-kun not own all Anime and all Chara in This Fiction, but I hope Tokisaki Kurumi-chan become my Mine! :v :v
Rating : M for Safety (untuk kata yang kurang sopan dan beberapa Scene yang tak pantas untuk dilakukan ataupun yang lain)
Pair : Naruto x Kurumi, Vali x ? (Vali iri sama Naruto!) (Vali maksa pengen punya Pair!)
Warning : OOC (Terutama Vali), Typo, Miss-Typo, Gaje, Amburadul, Alur Berantakan, Mainstream, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Summary : Menjalani hidup digaris yang berbeda, membuat Naruto harus mau tak mau bisa beradaptasi didunianya sekarang, bertemu teman baru dan juga musuh yang tangguh, akankah Naruto bisa menghadapi masalahnya didunia barunya? (Summary Updated!)
A/N : Cuma mau kasih tahu, kemaren kemaren kan ada yang minta yang manis manis, di Chapter kali ini ada Scene Romance yang udah aku siapin buat para Reader-san, semoga suka dengan Romance yang kubuat kali ini ^_^
Buat Chapter kali ini, Lagu yang enak didenger adalah "Oracion" by Ai Kayano, tapi terserah Reader-san mau denger lagu apa, Cuma rekomendasiin aja...
I Hope You Like This Chapter! and Happy Reading!
.:: oo0oo ::.
- Chapter #20 : Hari Yang Panjang!
Malam semakin larut, hujan lebat pun telah berhenti membasahi kota Kuoh, digantikan dengan lukisan alami yang indah berupa bulan purnama dengan ditemani para bintang bintang yang bersinar sebagai temannya
Beralih kesebuah tempat yang entah berantah, disana sangat gelap, hanya disinari oleh sebuah lilin yang berada disetiap sudut ruangan, tempat itu terkesan seram, disana ada sebuah singgasana yang tengah diduduki oleh sesosok Datenshi bermata merah dengan 5 pasang sayap yang menyatu dengan kegelapan
Tiba tiba didepan Datenshi yang duduk disinggasana itu, muncul sebuah lingkaran sihir berwarna ungu, dari lingkaran sihir itu menampilkan sesosok Datenshi lain dengan 3 pasang sayap dipunggungnya yang menandakan dia bukan orang sembarangan, Datenshi itu membuka matanya, kini terlihat mata berwarna ungu gelap yang sedikit menyeramkan
"Kokabiel..."
Ucap Datenshi itu menyebut nama Datenshi yang duduk disinggasana itu, Kokabiel hanya memutar bola matanya bosan, pasalnya kini didepannya hadir sesosok Datenshi yang menurutnya sulit sekali untuk diatur, lagipula Datenshi didepannya itu bukanlah bawahannya, mungkin lebih tepat kalau disebut sekutu
"Bagaimana keadaannya?"
"Yah sesuai perjanjian, kau memberikan Excalibur kepadaku dengan syarat aku akan memusnahkan para kutu yang mengacaukan rencanamu bukan? sejauh ini tidak ada gangguan, namun kurasa 'Sang Penyelamat' itu cepat atau lambat akan mencari keberadaanmu untuk memaksamu untuk membuatnya kembali kerumahnya, dengan kata lain ia ingin membunuhmu dan mengambil benda itu, dengan begitu rencanamu akan terhambat karenanya" ucap Datenshi itu sambil menunjuk sebuah cincin yang berada di jari manis tangan kanan Kokabiel
Mendengar kabar dari Datenshi didepannya, membuat bibir Kokabiel agak melengkung keatas, namun itu bukanlah senyuman, itu sebuah seringai yang menyeramkan!
"Uzumaki Naruto kah? Sudah kuduga ia akan menjadi penghambatku!" ucap Kokabiel sambil menyeringai
"Jadi? Ada kabar lain?"
"Ada sih? Tapi lain kali saja, Aku malas untuk menceritakannya..." ucap Datenshi itu seenaknya dan pergi menghilang dengan menggunakan lingkaran sihir berwarna ungu meninggalkan Kokabiel diruangan yang gelap itu
Sedangkan Kokabiel yang merasa sedikit dipermainkan oleh Datenshi itu agak kesal dengan kelakuannya, melakukan hal dengan seenak jidatnya dan susah diatur, semua itu membuat Kokabiel kesal, terbukti dengan munculnya perempatan berwarna merah dipelipis Kokabiel
"Dasar, Lagi lagi dia mempermainkanku!"
.
.
.
.
.
- At Apartement, 02.00 AM
Mari kita beralih ke apartemen yang ditempati oleh Naruto dkk, disana sedikit gelap, hanya ruangan dapur saja yang lampunya dinyalakan, terlihat Rize yang tertidur disofa ruang tengah, Naruto yang tertidur sambil bersandar di dinding kamarnya, Vali yang tertidur dilantai dengan nyenyaknya, dan Kurumi yang tertidur dengan beralaskan tatami dan juga selimut yang menyelimuti dirinya
Mungkin ada yang bertanya mengapa mereka tertidur bukan dikamar mereka, yah bisa dibilang sih mereka semalam bersenang senang sehabis acara makan bersama, itu dikarenakan Rize yang sore kemarin membelikan beberapa cemilan yang lumayan banyak, Rize dan Kurumi yang asik ngobrol sambil memakan cemilan, sedangkan Naruto dan Vali sibuk memainkan game konsol milik Naruto
Dan sekarang mereka semua dalam keadaan tertidur, mereka semua tertidur dengan nyenyaknya, bahkan angin malam yang menerpa mereka melalui ventilasi angin di jendela tak membuat mereka kedinginan sama sekali
Beralih ke Naruto, walaupun ia masih dalam keadaan tertidur, namun ia masih bisa merasakan bagian tubuhnya yang agak berat, ya.. seperti ada yang bersandar didada bidangnya, ia perlahan membuka matanya walau rasa kantuk masih melanda dirinya
Dirinya sedikit terkejut saat ia melihat Kurumi kini tertidur sambil bersandar didada bidangnya, yah gadis itu memang dalam keadaan tertidur, namun yang ia pikirkan kenapa Kurumi bisa tertidur bersamanya, bukankah ia tertidur diatas tatami itu? Entahlah, ia malas untuk memikirkannya
Naruto tersenyum, kedua tangannya tanpa sadar memeluk Kurumi dan membawa Kurumi kedalam pelukannya, aroma harum tercium oleh Naruto dari rambut Kurumi yang hitam bersih nan indah yang membuat siapa saja kagum melihat keanggunan dan kecantikannya, Naruto menyandarkan kepalanya ke bahu Kurumi dan menutup matanya
"Mmmhh..."
Naruto membuka mantanya saat Kurumi sedikit menggerakkan tubuhnya, tangannya yang awalnya memeluk Kurumi dari belakang perlahan ia lepas, Kurumi perlahan membuka matanya yang masih dalam keadaan kantuk, ia merasakan sesuatu dibahu kanannya, Ia lalu menoleh kesamping melihat apa yang ada dibahunya
"Na-Naruto?"
"Gomen, Aku membangunkanmu..."
"Tidak apa apa"
Kurumi kembali menutup matanya, kini ia bahkan lebih bersandar didada bidang Naruto, tangan Naruto yang tak lagi memeluk dirinya perlahan ia tuntun dengan kedua tangannya untuk membuat kedua tangan Naruto kembali memeluknya, Naruto sedikit tersenyum, ia kembali menyandarkan kepalanya kebahu Kurumi
"Jadi, Nanti kau akan mulai sekolah?"
"Tidak, aku belum mau sekolah.."
"Hee? Memangnya kenapa?"
Kurumi tak membalas ucapan Naruto, namun ia hanya menggeleng pelan menandakan bahwa ia memang tidak ingin pergi kesekolah, Naruto pun memakluminya, mengingat beberapa hari kemarin dimana Kurumi diculik para Datenshi, membuat Kurumi tak mau keluar rumah
Naruto juga memang tak ingin gadis yang dalam pelukannya ini berada dalam bahaya, pasalnya jika Kurumi terus menerus bersamanya, mau tak mau gadis manis ini akan masuk kedalam masalah yang Naruto hadapi, Naruto tak mau itu, ia benar benar tak menginginkan itu, jadi ia hanya ingin Kurumi tetap bersekolah dan berada di apartemen dimana Kurumi bisa bersama Naruto, karena satu satunya tempat yang paling aman adalah tempat kau pulang, yaitu rumahmu sendiri
"Baiklah kalau kau tak ingin pergi ke sekolah, aku juga tak memaksamu..."
"Lagipula untuk apa aku sekolah?"
"Itu agar kau lebih pintar, Baka..."
Ucap Naruto sambil mencubit pipi Kurumi, Kurumi hanya bisa tersenyum atas perlakuan Naruto, yah selama ini ia selalu diperlakukan dengan baik oleh Naruto, menjaganya, menyelamatkannya, memanjakannya, dan masih banyak lagi, ia juga tahu kalau apa yang Naruto lakukan itu tulus dari dalam hatinya, itu terlihat dari senyum cerah bak matahari miliknya, rasanya ia ingin sekali balas budi kepada Naruto, walaupun Naruto tak mengharapkan itu
"Naruto?"
"Hmm? Nani?"
"Apa kau akan selalu bersamaku?"
"Aku tidak bisa menjawabnya, tapi aku akan berusaha agar selalu bisa bersamamu, menjagamu, bahkan jika kau pergi meninggalkanku, aku akan mencarimu dan terus mencarimu bahkan sampai keujung dunia sekalipun, hingga aku kembali bertemu denganmu, dengan begitu akan selalu bersamamu, selalu..."
Kurumi tersenyum mendengar jawaban dari Naruto, benar kata Rize, Naruto itu remaja setengah polos yang mempunyai sifat yang baik hati, selalu bersikap baik dan perhatian pada temannya, walaupun ia sering bermasalah ataupun bertengkar dengan Vali, namun dalam hatinya ia menganggap Vali itu sebagai saudaranya sendiri yang harus ia jaga, ia juga merasakan hal itu
Kurumi perlahan melepaskan tangan Naruto yang memeluk dirinya, perlahan ia membalikkan tubuhnya dan menghadap Naruto membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya, Kurumi memegang kedua bahu Naruto, tubuh Kurumi kini bersentuhan dengan dada bidang Naruto, wajahnya ia dekatkan dengan wajah Naruto
"Ku-Kurumi-chan? Apa yang kau lakukan?"
"Ufufufu... Rasanya aku ingin sekali bermain denganmu.."
Dan kini, Dahi Kurumi bersentuhan dengan Naruto, wajah Naruto terlihat memerah, Kurumi kini lebih berani lagi, hingga hidung mereka bersentuhan, deru nafas hangat Kurumi membuat Naruto memejamkan matanya, aroma harum dari rambut hitam nan indah milik Kurumi membuat Naruto melayang memikirkannya
"Ufufufu..."
Kurumi tertawa halus, perlahan ia membelai pipi Naruto dengan tangan kanannya, dan tangan Kirinya bertumpu pada bahu Naruto, ia benar benar menikmati ini, merasakan bahu Naruto yang sedikit berisi dan dada bidangnya, serta wajahnya yang halus dan hangat
Naruto yang merasakan belaian tangan Kurumi dipipinya hanya bisa menikmatinya, semua yang ia alami saat ini benar benar seperti mimpi, ia bahkan berpikir apakah ini nyata? Dan ternyata memang nyata! Ia benar benar tak tahan dengan ini, perlahan ia memajukan wajahnya kearah wajah Kurumi hingga bibir mereka hampir bersentuhan
2 cm
1 cm
"..."
Naruto kini merasakan sebuah benda yang bersentuhan dengan bibirnya, perlahan ia membuka matanya, ternyata jari telunjuk Kurumi yang telah Kurumi tempelkan pada Bibir Naruto dengan maksud untuk tidak melakukan 'itu'
"Gomen, Bukannya aku tidak siap, tapi aku belum mau melakukannya.." ucap Kurumi meminta maaf pada Naruto sambil tersenyum semanis mungkin pada Naruto, bersyukurlah kau Naruto dengan apa yang Kurumi lakukan padamu!
Ahh tidakk! Aku iri denganmu Naru- ups! Kembali ke cerita
Naruto hanya bisa tersenyum walaupun ia sedikit kecewa, seakan mengerti dengan apa yang Naruto rasakan saat ini membuat Kurumi tersenyum, Kurumi kini melingkarkan kedua lengannya ke leher Naruto dan memeluk erat Naruto, sontak membuat Naruto terkejut
"Tenang saja, Suatu saat kita akan melakukannya, jadi, sabar yaa!" bisik Kurumi di telinga Naruto dengan nada yang manis membuat pipi Naruto memerah
Setelah berbisik para Naruto, Kurumi lalu mencium pipi Naruto, membuat Naruto kembali memerah merona, Kurumi melepaskan pegangannya pada leher Naruto dan menatap Naruto dengan senyuman, Kurumi mengedipkan sebelah matanya pada Naruto, setelah itu ia kembali membelakangi Naruto dan bersandar didada bidang Naruto, tangan Naruto ia tuntun untuk melingkari pinggulnya dan memeluknya, perlahan ia menutup matanya sambil tersenyum berharap mimpi indah datang padanya
"Oyasumi... Naruto..."
"O-Oyasuminasai, K-Kurumi-chan.."
.
.
Beralih ditempat lain, terlihat seseorang yang tengah mengetik cerita ini sambil berteriak sesuatu pada Naruto
"Ahh tidakk!, Aku iri, Aku sangat iri denganmu Naruto-Teme!, Arrggghh!" Teriak Seseorang itu yang ternyata Author Fic ini, Anjaayy! Authornya ngenes!
.
.
.
.
.
Tak terasa hari sudah berganti pagi, sejenak kita melupakan teriakan Author ngenes diatas, peran bulan kini digantikan oleh matahari yang mulai muncul dari ufuk timur, udara segar mulai menerpa kota Kuoh, para burung yang terbang diudara melantunkan lagu alami yang terdengar merdu
Di apartemen yang ditempati oleh Naruto dkk itu, terlihat Rize yang menatap Naruto sambil tersenyum, sedangkan Vali yang kini tengah menonton acara paginya di Tv
Yap, didepan Rize ada sebuah tontonan yang manis, yaitu Naruto yang masih dalam keadaan tertidur sambil memeluk Kurumi yang juga tertidur, raut wajah Kurumi juga tidak terlihat risih atas apa yang dilakukan Naruto padanya, melihat keduanya membuat Rize tersenyum sambil menggeleng gelengkan kepalanya
"Vali-kun, Lihatlah mereka! Mereka seperti anak anak saja!" ucap Rize menoleh kearah Vali
"Mereka terlihat seperti pasangan yang serasi.." Komentar Vali sekilas melihat Naruto dan Kurumi dan kembali menatap layar kacanya
"Mungkin kita bisa membiarkan mereka dalam keadaan seperti itu, lagipula dilihat dari wajah mereka, Naruto-kun maupun Kurumi-chan terlihat menikmatinya" ucap Rize tersenyum lalu berjalan kearah dapur melaksanakan apa yang harus ia lakukan seperti hari hari biasanya
.
.
:: New Line ::
.
.
"Huaaahh..."
"Naruto-kun masih ngantuk yah?"
"Makanya kalo tidur jangan kemalaman!"
Yap, kini Kurumi, Vali dan juga Naruto berada dimeja makan hendak sarapan pagi, beberapa makanan kini tengah dibawa Rize ke meja makan, membuat Vali menatap beberapa makanan itu dengan tatapan buas layaknya singa yang belum mendapatkan jatah makannya dan juga membuat Naruto yang awalnya dibebankan dengan rasa kantuk langsung hilang saat ia mencium bau makanan kesukaannya, berbeda dengan Kurumi yang kini duduk manis menunggu sarapan paginya tiba
"Itadakimasu!"
"Hmm...Masakan Rize memang yang terbaik!" ucap Vali memuji masakan Rize
"Nyam... Bukannya mau protes tapi andai saja kalau ditambahkan Kue ikan pasti ramen ini akan tambah enak!" Komentar Naruto sambil memakan ramennya, lagipula ia tak pantas untuk protes
Rize hanya bisa tersenyum pada keduanya, yah melihat Naruto yang memakan ramennya dengan lahap serta Vali yang memakan sup Udonnya dengan tenang membuat hatinya menghangat, ia sudah lama tak merasakan kehangatan sebuah keluarga seperti ini, mata ungunya beralih memperhatikan Kurumi yang dengan santainya memakan sarapan paginya
"Kurumi-chan, Oishii?"
"Ha'i Oishii Desu!"
.
.
.
.
.
- Skip Time
Sejenak kita melupakan Scene sarapan pagi diatas, dan maju ke beberapa jam kemudian setelah Naruto, Rize dan juga Vali yang sudah berangkat Sekolah meninggalkan Kurumi diapartemen, yah Gadis manis berambut hitam itu lagi lagi tak ingin pergi kesekolah untuk yang kedua kalinya
kini terlihat Naruto tengah berada di atap sekolah, ia berbaring dengan lipatan lengannya sebagai bantalannya, menatap awan putih berbentuk abstrak yang perlahan bergerak terbawa angin
"Bagaimana keadaan Konoha disana ya...?"
Terlintas pikiran Naruto akan desa tercintanya, desa tempat tinggalnya dulu serta desa tempat ia lahir, Konohagakure, terkadang ia sangat rindu dengan desa tercintanya itu, bahkan kegiatan yang ia lakukan saat ini mengingatkannya dengan desanya, dimana ia pernah memandang awan bersama temannya yang memiliki tingkat kemalasan yang super tinggi yang selalu berkata "Mendokusai" setiap harinya, kurasa kalian tahu siapa dia?
Ia juga masih mengingat dimana ia membuat janji pada Sakura, temannya dulu, ia berjanji akan kembali membawa Sasuke, teman semasa kecilnya serta Rivalnya kembali ke Konoha, namun kini ia merasa sudah mengkhianati Janjinya sendiri dengan terjebak didunia ini, Dunia yang damai dibalik bayang bayang
Ia bahkan masih ingat saat ia dilatih untuk menjinakkan sang Kyuubi no Yoko dengan bantuan seorang rapper amatiran yang berasal dari Kumogakure dan juga merupakan adik dari sang Raikage, yaitu Paman Bee, begitulah ia memanggilnya, ia memang sering dilatih oleh dia, dia juga merupakan sosok yang lucu di mata Naruto dan orang yang baik, namun yang ia sesalkan ketika telah berada didunia ini adalah ia belum sempat berterima kasih padanya karena telah membantunya untuk menjinakkan Kurama
Terkadang ia merasa sangat rindu dengan dunianya dulu dan ingin sekali rasanya kembali ke tempat tinggalnya, namun kini ia tidak bisa, ia tidak bisa pulang dengan mudah terlebih ia juga tidak ingin meninggalkan keluarga barunya didunia ini, ia bingung, akan lebih baik ia tinggal di dunia barunya ini atau kembali ke dunia lamanya, mungkin butuh waktu yang cukup lama untuk memikirkan hal kecil seperti itu
"Memikirkan sesuatu, Heh?"
Pikirannya kabur saat suara seseorang mengagetkannya, ia perlahan duduk dan menengok kebelakang melihat siapa sosok yang berucap tadi, padahal ia sudah tahu siapa orangnya
"Tidak juga,dan Kau bolos jam pelajaran, Vali?"
Vali, ia merupakan teman Naruto didunia ini, mungkin mereka tidak terlalu akrab dan kadang tidak pantas disebut sebagai teman, lagipula banyak perbedaan diantara mereka, tapi dengan perbedaan itulah mereka bisa menjadi teman, dengan begitu mereka bisa menutupi kekurangan mereka masing masing sebagai teman
Naruto juga tahu kalau Vali itu sebenarnya seorang iblis, mungkin juga Vali tahu itu, tapi Naruto tak ingin menanyakan langsung padanya, biarkan waktu yang menjawabnya dimana Vali akan menceritakan dirinya yang sebenarnya pada Naruto
"Yah, Kau tahu? Pak tua botak yang seorang guru itu membuatku pusing dengan bahasa anehnya, Persen dari 700 dikali 2, akar dari pangkat 20, panjang dikali lebar lah, keliling lingkaran, atau apalah, rasanya kepalaku ingin sekali meledak karena bahasa anehnya, jadi aku pergi keluar kelas dengan alasan kalau kurang enak badan dan ingin pergi ke ruang Kesehatan"
Naruto hanya tertawa kecil mendengar ocehan Vali, ia memang tahu kalau remaja berambut perak yang kini tengah berjalan kearahnya itu sangat malas untuk belajar, lagipula ia tidak terlalu tertarik dengan belajar, ia lebih tertarik untuk bertarung dengan sosok sosok yang kuat
"Sudah berapa kali kau bolos pelajaran?"
"Seminggu ini, aku sudah melakukannya sekitar 15 kali"
Naruto hanya bisa menggeleng, bagaimana bisa remaja ini melakukan itu berkali kali, bisa saja ia masuk ruang BK atau malah tidak naik kelas, lagipula membolos pada jam pelajaran itu bukanlah hal yang baik, jadi kuharap Reader semua jangan mengikuti langkah Vali ya!
"Bagaimana kalau kau tidak naik kelas, Baka!"
"Tenang saja! Aku bisa mengambil nilai mata pelajaran yang tertinggal dengan para guru di kantor kapan saja!"
"Sebegitu mudahkah?"
"Ya, Tinggal ku gunakan kekuatanku untuk mempengaruhi para guru, sehingga aku akan mendapatkan nilai yang tinggi.."
"Rupanya kau licik juga, Vali"
Naruto hanya bisa terkekeh saat mengetahui kalau Vali lumayan licik, yah namanya juga Iblis, iblis memang dikenal dengan kelicikan dan keburukannya, namun tidak semua iblis memiliki sifat seperti itu
Vali lalu berbaring tepat berada disamping Naruto, matanya bergerak gerak seolah mencari sebuah benda yang membuatnya tertarik, pandangannya terhenti saat matanya menatap awan putih berbentuk abstrak dengan langit biru yang indah sebagai backgroundnya
"langitnya indah yah..."
"Yah, kau benar, langit yang indah, juga dunia yang damai..."
'Ckleeek...'
Belum beberapa menit setelah Vali berbaring dengan nyamannya dilantai atap sekolahan, kini kenyamanan mereka terganggu dengan kedatangan sang Ketua OSIS sekolah, Sona Shitori, Sontak Vali dan Naruto langsung berdiri dan menghadap kearah Sona
"Apa yang kalian lakukan disini? Cepat kembali ke kelas kalian!" ucap Sona memerintah kedua remaja yang tengah membolos jam pelajaran itu
"etoo, Sona-kaichou, bagaimana kalau kami tidak mau?" ucap Naruto agak membantah secara halus yang kini tengah menguap membuat Sona agak sedikit kesal walaupun tertutupi dengan wajah datarnya
"Cepatlah kalian kekelas, atau aku akan-"
"Hei, dengar ya Mata empat! Bukankah sudah kami bilang kalau kami tidak mau?" ucap Vali memotong ucapan Sona
Sona kehabisan kesabarannya, ia memang sering memergoki kedua remaja labil ini tengah membolos jam pelajaran dan sangat sulit untuk diajak kembali ke kelas mereka, matanya menajam, perlahan ia berjalan kearah Vali dan Naruto membuat Naruto dan Vali mundur kebelakang hingga terpojok ke dinding pembatas, Sona kini tersenyum penuh kemenangan
"Kau pikir bisa menangkap kami dengan sebegitu mudahnya kah?" ucap Vali membuat Sona penasaran
Diluar dugaan Sona, Naruto dan Vali nekat melompati dinding pembatas atap sekolah itu dan terjun ke bawah, Sona sedikit terkejut, ia langsung berlari kearah dinding pembatas itu dan mencoba melihat keadaan Vali dan Naruto yang nekat terjun dari atap sekolahan itu
"Cih, mereka melarikan diri lagi!" umpat Sona kesal saat tak lagi melihat Naruto dan Vali disana
"Dasar Manusia aneh!" Sona lalu berjalan kearah pintu menuju atap sekolah dan pergi dari sana dengan santainya seolah tidak terjadi apa apa
.
.
.
.
.
"Haahh... Akhirnya bisa kabur juga!"
"Ya, jika saja kita tertangkap olehnya, pasti kita akan disuruh membersihkan kamar mandi sekolah..."
Kini Naruto dan Vali berada ditempat yang gelap, mereka tak tahu mereka ada dimana, yang jelas mereka masih berada di gedung sekolah mengingat setelah mereka melompati pagar pembatas atap sekolah, mereka memasuki salah satu ventilasi udara berukuran kecil yang mustahil untuk dimasuki oleh tubuh mereka, namun nyatanya mereka bisa memasuki itu
"Naruto, kita dimana? Gelap amat.."
"Aku tak tahu kita dimana- kyaahh!"
Vali sedikit penasaran saat ucapan Naruto diakhiri dengan desahan, tangannya pun kini tengah memegang sesuatu, terasa seperti sebuah benda yang dibalut dengan kain, Vali perlahan mulai meremas benda itu
"Akkhh! Apa yang kau lakukan Vali!"
Mengerti apa yang Naruto katakan, Vali langsung menarik tangannya dan sedikit mundur dari Naruto, ia sedikit nyengir gak jelas, sedangkan Naruto hanya bisa kesal sambil memegangi selangkangannya
"Dasar Homo! Seenaknya aja megang punya orang!"
"Hoi! Kau keterlaluan, lagipula aku memegangnya secara tidak sengaja, tempat ini kan gelap, aku juga tidak akan mau memegang barang milikmu!"
"Kalau begitu, kenapa kau memegang punyaku hah! Punyamu sendiri kan ada!"
"Kan sudah kubilang aku tidak sengaja!"
"Sudahlah, lebih baik kau mencari tombol lampu, kurasa ruangan ini dipasang lampu"
Mengesampingkan masalah mereka, Naruto dan Vali mulai mencari sebuah tombol yang mereka harap bisa menghidupkan lampu yang berada diruangan itu, perlahan mereka meraba raba dinding ruangan itu, hingga akhirnya Naruto menemukan sebuah tombol
"Aku menemukannya!"
"Yaudah jangan ngomong aja, cepetan pencet!"
Naruto lalu menekan tombol itu, sedetik kemudian ruangan itu menjadi terang berkat lampu yang menyala berada di langit langit ruangan itu, Naruto dan Vali melihat lihat sekitar mencoba mengira ruangan apa yang mereka tempati ini
"Ruangan berwarna putih, beberapa loker, dan gantungan baju.."
"Baju renang sekolah, Beberapa Bra yang berserakan, dan juga Pantsu yang menumpuk...T-tunggu?!"
"I-inikan...?!"
"Ruang ganti perempuan!"
Perlahan darah mulai keluar dari hidung mereka berdua saat menyadari dimana mereka sekarang, mereka berdua mulai panik!, Naruto hanya bisa bergerak kebelakang mencoba berjalan kearah pintu keluar diikuti Vali dari belakang
"C-cepetan keluar Naruto! Kalau ketahuan, bakal habis kita!" ucap Vali sedikit panik
"K-kuyakin kalau ini terjadi pada Azazel, P-pasti ia sudah pingsan dengan hidung yang kebocoran darah!" Ucap Naruto sedikit tertawa pelan walaupun sebenarnya ia juga sangat panik
'Ckleek...'
Akhirnya mereka membuka pintu ruang ganti perempuan itu dan berjalan keluar, dengan cepat mereka menutup pintu dan menghela nafas lega, mereka lega bisa keluar dengan selamat, namun mereka tak menyadari kalau ada yang melihat mereka keluar dari ruangan itu
"Haah! Akhirnya aku keluar dari neraka!" ucap Naruto mendramatisir
"Kau benar Naruto! Aku tak bisa membayangkan bagaimana kalau kita ketahuan, mungkin saja mereka akan membekap kita dengan Bra dan Pantsu yang ada disana.." ucap Vali agak ngawur, mana mungkin mereka akan membekap dengan Bra dan Pantsu milik mereka bukan?
"K-kalian?!"
Mereka sedikit terkejut saat mendengar suara feminim dari samping, mereka langsung menoleh kesamping dengan berbarengan, wajah mereka menjadi semakin panik, terlihat disana seorang gadis berambut hitam dengan gaya bob memakai kacamata tengah menatap tajam mereka berdua
"S-Sona-Kaichou!"
'Shimatta!'
'Mampus kita!'
"Jadi kalian kabur dariku dan bersembunyi diruangan ganti perempuan, bukankah itu ide yang bagus untuk remaja mesum seperti kalian..." ucap Sona berjalan kearah Naruto dan Vali sambil membawa sebuah penggaris besar dan panjang yang terbuat dari kayu
Naruto dan Vali mundur kebelakang dengan wajah yang kembali panik, Sona pun juga mulai mendekati kedua remaja yang nakal itu, Akhirnya Naruto dan Vali saling berpandangan, merasakan sesuatu yang akan dilakukan oleh kedua remaja itu, membuat Sona berhenti
"Satu..."
"Dua..."
"KAABBUURR!"
Naruto dan Vali langsung lari meninggalkan Sona disana, Sona yang melihat hal itupun tidak diam saja, ia langsung berlari mengejar kedua remaja nakal itu
Mereka terus berlari menjauh dari Sona, mengabaikan beberapa siswa maupun guru yang tak sengaja mereka tabrak maupun mereka senggol, sedangkan Sona hanya bisa meminta maaf atas perlakuan kedua remaja itu pada siswa maupun guru yang berhasil mereka tabrak
"Ah sial! Jalan buntu!"
"Apa nasib kita akan berakhir disini?"
Naruto dan Vali berhenti saat mereka berada dijalan buntu, mereka berdua berbalik, wajah mereka berdua mulai panik saat Sona mulai mendekati mereka, sedikit demi sedikit mereka mundur kebelakang hingga mentok ke dinding sekolah
"Ba-bagaimana ini Vali? Kita akan ditangkapnya"
"Masih ada cara lain!"
'drap drap...'
"T-tunggu, apa yang kau lakukan Vali?!"
Vali kini berlari kearah Sona yang kini mulai mengangkat penggaris kayu besarnya hendak memukul Vali, namun disaat Sona langsung memukulkan penggaris kayunya, Vali langsung menunduk hingga merosot melewati bawah Sona tepatnya diantara kedua Kaki Sona mengingat kedua kaki Sona agak dilebarkan oleh dirinya sendiri
'Syuuut...'
'Yattaa!'
"Oii Vali! Tunggu Aku!"
"Nggak mau! Lebih baik aku menyelamatkan nyawaku sendiri!" ucap Vali langsung berlari meningggalkan Naruto dan Sona yang masih cengo atas perbuatan Vali tadi
'K-konoyaro!'
"Dasar! Lagi lagi dia kabur, dan Kau Naruto, Kau tidak bisa kabur sekarang!" ucap Sona mulai mendekati Naruto sambil menyeret penggaris kayunya
'Sialan Kau Vali, Kau meninggalkanku!'
.
.
.
.
.
"Huft... Lelah sekali..."
Hari mulai sore, langit yang awalnya berwarna biru cerah kini menjadi berwarna kuning emas, Naruto kini sedang berada dalam perjalanan menuju kerumah, sedikit menghela nafas sambil kembali mengingat hukuman yang diberikan oleh ketua OSIS tadi
'Setelah pulang sekolah, kau harus membereskan gudang sekolah dan juga membersihkan kamar mandi serta wc sekolah!'
"Hah, dasar ketua OSIS, dia tak tahu betapa sulitnya aku menghilangkan noda yang berada di kloset wc sekolah!" ucap Naruto mengeluh sambil terus berjalan
Naruto terus berjalan hingga mencapai sebuah gang yang sepi, Naruto berjalan melewati gang itu, matanya kembali memutar bosan saat langit yang awalnya berwarna kuning emas perlahan menjadi berwarna ungu gelap, menandakan seorang Datenshi akan datang kepadanya
'Swuuushh!'
"Uzumaki Naruto, benarkan?"
Naruto menoleh kebelakang, dilihatnya seorang Datenshi yang berjalan keluar dari lingkaran sihir yang menempel di dinding gang itu, Naruto menatap Datenshi itu datar, walaupun tubuhnya kini dalam keadaan siaga
"Kau yang menyerang Kiba waktu itu kan? Apa maumu?"
"Sebuah kehormatan bagiku karena 'Sang Penyelamat' masih mengingat diriku yang hina ini" ucap Datenshi itu sedikit tersenyum sambil membungkukkan tubuhnya sekitar 15 derajat, lalu kembali berdiri tegap sambil mengeluarkan ketiga pasang sayap hitamnya
"Siapa kau dan Apa maumu? Kalau kau ingin bertarung denganku maka aku akan menolak, aku sangat lelah hari ini.." ucap Naruto
"Kau menarik sekali Naruto, aku datang padamu bukan bermaksud untuk bertarung, lagipula aku tidak semangat bertarung denganmu, itu hanya akan buang buang waktuku saja" ucap Datenshi itu dengan nada remeh yang membuat Naruto mengepalkan tangannya dengan kuat dan menatap tajam Datenshi itu
"Aku hanya ingin sedikit berbicara dan memberikan sebuah penawaran padamu" ucapnya yang malah membuat Naruto menaikkan sebelah alisnya pertanda bingung
"Penawaran? Yasudah cepat katakan saja!"
Datenshi itu tertawa pelan saat melihat sifat Naruto yang tidak sabaran, Datenshi itu lalu mengambil sebuah kertas yang berada disaku bajunya, lalu melemparkan kertas yang berada digenggamannya itu pada Naruto, Naruto lalu menangkapnya dan melihat apa yang ada dikertas itu
"Datang dan temui aku, ada yang ingin kubicarakan padamu dan memberikan sebuah penawaran padamu" ucap Datenshi itu lalu pergi menghilang dalam sekejap, langit yang berwarna ungu gelap pun kembali berwarna kuning emas
Naruto hanya diam saat melihat kertas itu, sebuah gambar, atau lebih tepatnya sebuah denah menuju sebuah tempat, yang mungkin disanalah yang dikatakan Datenshi tadi, Naruto kini memikirkan apa lebih baik kesana atau tidaknya
"Hah... emang apa maunya sih? Kalau ada yang ingin dibicarakan kan tinggal bilang aja kok repot! Kenapa aku selalu berurusan dengan Datenshi sih?" ucap Naruto yang akhirnya berniat untuk mendatangi Datenshi itu dengan mengikuti petunjuk dari denah yang ia pegang tersebut
.
.
.
.
.
"Jadi, Disini kah tempatnya?"
Naruto kini sudah berada di luar sebuah gereja yang bisa dikatakan agak jauh dari pemukiman masyarakat, hari pun kini telah berganti menjadi malam, yah seharusnya Naruto bisa saja sampai ke gereja ini sebelum malam
"sepertinya aku kenal dengan tempat ini?" ucap Naruto mencoba mengingat sesuatu sambil berjalan kearah Gereja itu
"Bukankah ini tempat dimana aku menyelamatkan Asia dulu kan?" ucap Naruto yang kini sudah ingat, ia dulu pernah menyelamatkan Asia, Bishop dari Rias Gremory yang sempat diculik para Datenshi disini untuk diambil sacred gear miliknya
Naruto lalu membuka pintu gereja itu, baru saja ia sedikit mendorong pintu gereja itu kedalam, pintu itu langsung roboh dan jatuh kelantai membuat Naruto kaget dan mundur kebelakang
'Braaakk!'
"Kampret, bikin kaget aja!" umpat Naruto lalu menatap isi Gereja itu
"Oii Datenshi! Aku tahu kau berada disini, ayo cepat keluar dan katakan padaku apa yang ingin kau bicarakan denganku"
Beberapa detik setelah Naruto memanggil Datenshi itu, muncul lingkaran sihir berwarna ungu didalam Gereja yang gelap itu, dari lingkaran sihir itu muncul sesosok Datenshi dengan ketiga pasang sayapnya yang menyatu dalam kegelapan, Datenshi itu lalu berjalan keluar Gereja dan mendekati Naruto
"Akhirnnya kau datang juga, kupikir kau pulang daripada datang kesini..." ucap Datenshi itu sambil terus mendekati Naruto
"Jadi, apa yang ingin kau katakan padaku..."
"Seperti biasa, kau selalu To The Point persis seperti apa yang Kokabiel katakan" ucap Datenshi itu
Naruto hanya bisa memasang wajah keras dengan tangan yang ia kepalkan kuat, pasalnya Datenshi didepannya ini mengenal Kokabiel, sang Veteran Great War yang membawa Naruto kedalam dunia yang rumit ini!
"Hoho... Sebegitu bencinya kah kau pada Kokabiel huh?"
"Kokabiel... si Datenshi bangsat itulah yang membawaku kedalam dunia ini!" ucap Naruto dengan tatapan tajam
"Begitukah, bagaimana kalau aku memberikan penawaran padamu..."
"Aku akan menghabisi Kokabiel dan memberikan benda yang membawamu kedunia ini, dengan syarat, aku akan membawa gadis manis berambut hitam dengan mata yang berbeda yang tinggal bersamamu itu!" ucap Datenshi itu sambil menyeringai
Naruto agak terkejut saat mengetahui Datenshi didepannya ini mengincar salah satu temannya, Tokisaki Kurumi, Naruto tak tahu apa yang diinginkan Datenshi itu, namun kemungkinan Datenshi didepannya ini sudah mengetahui kekuatan misterius dibalik mata Kurumi yang berbeda itu
Ia kini agak bingung, ia mungkin bisa dengan mudah kembali ke dunianya dulu dengan bantuan Datenshi didepannya ini, namun dilain sisi, ia juga tak ingin memberikan Kurumi pada siapapun, terlebih Datenshi didepannya ini
"Kenapa kau menginginkan Kurumi?" Tanya Naruto
"Kau tidak perlu tahu, yang jelas aku membutuhkan kekuatannya!" ucap Datenshi itu sambil menyeringai
"Ayo... Apa kau mau, Uzumaki Naruto?" ucap Datenshi itu sambil menunggu Naruto berpikir
Naruto berpikir dengan sangat keras, dan Datenshi itupun menunggu jawaban dari Naruto, suasana pun menjadi hening hingga akhirnya datang tamu tak diundang yang kini tengah berlari kearah Naruto dan Datenshi itu
"Yah, kau terlalu lama Naruto, lihatlah! Kita kedatangan tamu yang bahkan tak diundang" ucap Datenshi itu menatap beberapa sosok yang berada tepat empat meter dibelakang Naruto
Naruto yang penasaran pun langsung membalikkan tubuhnya melihat siapa yang dikatakan Datenshi tadi, wajahnya kini tengah mengekspresikan rasa terkejut saat melihat sosok yang berada didepannya
"Kalian? Apa yang kalian lakukan disini?" tanya Naruto saat melihat beberapa remaja yang satu sekolahnya disana, yaitu Kiba Yuuto, Hyoudo Issei, Toujou Koneko, Xenovia dan juga Shidou Irina
"Tak kusangka kau bekerja sama dengan para Datenshi, dasar Busuk!" ucap Issei yang menatap Naruto dengan tatapan tajam
"Bahkan Manusia ikut campur dalam masalah ini, dia perlu dibunuh!" ucap Xenovia sambil mengeluarkan pedang Excalibur Destructionnya
Hal yang sama pun dilakukan oleh yang lainnya, Issei yang sudah siap dengan Boosted Gear nya, Kiba yang mulai mengeluarkan pedangnya, Koneko yang kini sudah siap siaga, dan juga Irina yang sudah mengeluarkan pedang Excalibur Mimic
"Haduh... Maaf Naruto, sudah membawamu kedalam masalah kami" ucap Datenshi itu yang malah meminta maaf pada Naruto yang malah membuat Naruto memiringkan kepalanya bingung dengan sifat Datenshi itu
'Datenshi yang aneh!' pikir Naruto
"Aku sebenarnya tidak ingin ikut campur dengan masalah kalian, toh aku juga tidak terlalu tertarik dengan Excalibur" ucap Naruto yang membuat Xenovia dan Irina membulatkan matanya terkejut
"Bagaimana kau tahu kalau masalah ini adalah masalah yang bersangkutan dengan Excalibur?" tanya Irina pada Naruto
"Bukankah kalian membicarakannya di Klub ORC di sekolah kemarin? Aku tak sengaja mendengar pembicaraan itu, makanya kalau punya Excalibur itu dijaga yang bener!" ucap Naruto dengan santainya membuat anggota ORC serta Xenovia dan Irina kembali terkejut dan sedikit marah, ternyata Naruto mendengar pembicaraan mereka yang seharusnya seorang manusia tidak perlu tahu
"K-Kau!"
Para anggota ORC serta Xenovia dan Irina langsung berlari kearah Naruto dan juga Datenshi itu hendak menyerang mereka berdua, Naruto kini bersiap siaga sedangkan Datenshi itu hanya menghela nafas lelah
"Huft... Naruto, mungkin untuk saat ini kita menjadi partner untuk melawan mereka, apa kau mau?" ucap Datenshi itu
"Terserah kau saja, yang jelas aku disini hanya membela diriku sendiri!" ucap Naruto yang kini matanya mulai berubah, yang awalnya berwarna saphire menjadi mata layaknya mata katak menandakan bahwa ia dalam Sennin Mode, yah sebelum ia datang kesini, ia menyerap energi alam untuk berjaga-jaga, makanya ia datang agak lama ke Gereja ini
"Baiklah kalau begitu, tapi kita bekerja sama hanya untuk kali ini saja loh!" ucap Datenshi itu dengan nada aneh yang malah membuat Naruto agak merinding
"Bersiaplah Kalian berdua, Naruto! Datenshi!" ucap Issei yang kini melesat kearah Naruto dan Datenshi itu disertai dengan teman temannya, Kiba, Koneko, Xenovia, dan juga Irina
"Maa maa..terserah kalian mau ngomong apa, tapi jangan salahkan aku jika kalian akan kalah!" ucap Datenshi itu dan langsung melesat dengan cepat kearah Issei dkk.
'Swuuuuusshhhh!'
..
..
..
..
..
..
.:: To Be Continued ::.
A/N : Yosh! Ketemu lagi denganku Kurosaki Kitahara aka Kitahara-kun dengan fic New Line dichapter terbarunya yaitu Chapter #20 !
Ogenki Desu ka? Semoga semuanya sehat ya! Dan yang sakit semoga cepat sembuh dari penyakitnya ^_^
Sebelumnya aku minta maaf pada Reader semua karena keterlambatan Update, belakangan ini aku yang seorang siswa di sebuah sekolah kejuruan banyak dibebani dengan pekerjaan, entah itu PR, bikin Kliping, Makalah, atau apalah, serta Review Chapter kemarin yang sedikit membuatku kecewa
Buat yang request Romance manis manis? Tuh udah ada diatas sana!
Gimana? Puas? Atau malah Kecewa? Yah begitulah gaya penulisanku,
Mungkin kurang ngena kali ya? Atau malah kayak terlalu dipaksakan? Aku terima semua kritikannya kok!
Buat Chapter kali ini, mungkin ada yang bertanya siapa sih Datenshi itu? Jawabanku adalah "Rahasia", Datenshi itu Bisa saja Chara dari anime lain atau malah OC?, untuk kekuatannya mungkin hampir setara dengan Kokabiel namun berada dibawahnya dikit, dan untuk yang lebih jelasnya, tunggu aja kelanjutannya yah, males ngasih Spoiler nya ^_^
Sekarang beralih ke Balasan Review!
Caius : ini udah Update! So.. Happy Reading! ^_^ #ThxForReview
Yellow flash115 : Ini udah Lanjut kok! Kayaknya enggak deh, maaf ya! #ThxForReview
Mr. Uzumaki 22 : Thx pujiannya! awalnya pengen dibuat kayak gitu, tapi gak kepikiran sih, lagian saya bukan orang yang Puitis sih :v , Nanti saya usahakan! #ThxForReview
(Enggak Ada Nama) : Untuk Fic itu mungkin Discontinue, tapi mungkin lain kali bisa saya update... #ThxForReview
Adam. Muhammad. 980 : ini udah lanjut Adam-san, Happy Reading ya! #ThxForReview
Arifkarate : Sankyuu atas pujiannya! #ThxForReview
Holi-san : Haha, Kekerenan Naruto gak akan hilang kok! Soal Romance, Syukurlah kalau kamu suka, untuk Romance saya usahakan yang terbaik kedepannya #ThxForReview
TsukiNoCandra : Gomen Kalau agak berlebihan, akan Saya usahakan agar lebih baik lagi gaya penulisan saya kedepannya, Thx atas kripik- Maksudku Kritikannya! Sangat membantu dan tidak menyinggung saya kok! #ThxForReview
Archise : Setelah Vali ngambek di pojokan, tuh diates dia sekarang iri sama Naruto dan maksa pengen punya pair :v :v
Untuk hal itu udah dijelasin di Chapter ini, dan soal Bijuu Mode, udah kok pas Nyelametin sih Kurumi di Chapter #17, coba aja dibaca ulang #ThxForReview
Saputraluc000 : Salam juga dariku Kurosaki Kitahara yang ganteng ini :v :v
Silahkan dibaca ulang, dan sankyuu atas doanya, kudoakan kamu juga sehat selalu #ThxForReview
AkagamiSaiyan : Thx Pujiannya! Maaf, tapi tebakan kamu salah, itu masih misterius lho, coba tebak lagi deh, Clue nya yaitu salah satu anime yang bergenre Humor yang ada Datenshi nya juga! #ThxForReview
Pian-sama : Thx dukungannya! Akan kuperbaiki lagi gaya penulisanku dengan baik! #ThxForReview
Mungkin Cuma segitu aja yang Review, jangan Lupa Review yah! Terserah mau Kritik, Saran, Flame, tapi Flame yang berguna, kalo Flame yang sekedar Cuma mau ngehina sih gak akan saya tanggapi
Mungkin Cuma sampai sini perjumpaan kita kali ini, sampai jumpa di Chapter depan yaa Minna-san!
:: Kurosaki Kitahara ::
:: Log Out ::
