:: New Line! ::
:: Disclaimer :: Aku tak pernah berpikir untuk memiliki Naruto maupun Highschool DxD, bagiku bisa menonton Anime, membaca Manga, maupun LN nya saja sudah membuatku senang, jadi aku tak perlu memilikinya
:: Rating :: T+ for Story and Language, but M for Safety (untuk kata atau Kalimat yang kasar dan beberapa Sceneyang tak pantas untuk ditiru ataupun yang lain)
:: Pair :: Naruto x Kurumi, Vali x Rize
:: Warning :: OOC (Pastinya!), CrackPair!, Typo, Miss-Typo, Alur Berantakan, Mainstream!, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
Happy Reading!
:: : ::
::
:: Chapter #22 : Today is Not a Beautiful Day! ::
::
::
::
::
::
::
::
"Huft..."
Malam semakin larut, gemerlap bintang serta cahaya sang rembulan perlahan redup ditutupi oleh awan hitam, meninggalkan tragedi kelam saat beberapa jam yang lalu, angin berhembus dengan kencang membawa dedaunan terbang mengangkasa
"Fuh..."
Beralih kesebuah apartemen kecil yang berjarak 700 meter dari Kuoh Academy, kini terlihat seorang remaja pirang tengah terbaring diatas kasur dengan seorang gadis berambut hitam yang tengah tidur disampingnya, remaja itu tidaklah tidur, ia masih terjaga sambil menatapi langit langit kamarnya
'Aku pergi dulu Uzumaki Naruto! Targetku sudah tertangkap, senang bisa berpartner denganmu!'
Ucapan Datenshi beberapa jam yang lalu kembali berputar dikepala Naruto, hal itu membuatnya sulit untuk tidur, ia terus memikirkan hal itu, ia juga tahu kalau sebenarnya Kurumi lah yang diinginkan Datenshi itu, tapi kenapa harus Kurumi? Apa dia mempunyai hubungan dengan Kurumi? Memikirkan hal itu membuat Naruto pusing
'Sraaak...'
Posisi berbaring Naruto berubah menjadi menyamping, matanya menatap lembut saat melihat Kurumi yang saat ini tengah terbaring tenang disampingnya, hatinya merasa sejuk saat melihat wajah Kurumi yang damai dibawa alam mimpi
"Jika aku memberikan Kurumi padanya, Aku akan kembali ke Duniaku begitu..."
Tangan Naruto mencoba menggapai wajah Kurumi, mengelus pelan wajahnya dengan perasaan yang lembut, menatap wajah Kurumi yang tengah tertidur nyenyak membuatnya tak ingin meninggalkan Kurumi
Kembali ia teringat perkataan Datenshi, jika ia memberikan Kurumi pada Datenshi tidak jelas itu, maka Datenshi itu akan menjanjikannya untuk kembali ke Dunianya, Naruto ingin itu! Naruto dari dulu menginginkan hal itu sejak ia terlempar kedunia ini, namun baginya, ia tak bisa menukarkan Kurumi dengan hal itu, ia tak ingin memanfaatkan Kurumi hanya untuk keegoisannya, terlebih saat hatinya tak menginginkan Kurumi untuk pergi meninggalkannya
"Tentu saja aku tak mau..."
Naruto tersenyum, jari jarinya memainkan rambut hitam panjang Kurumi yang tergerai dengan indahnya, kedua tangannya mencoba menggapai tubuh Kurumi yang masih tertidur kedalam pelukannya, ia memeluk tubuh gadis itu seakan tak ingin kehilangan gadis itu
Selang beberapa menit, Naruto beranjak bangun dari acara berbaringnya, perlahan ia berjalan keluar kamarnya meninggalkan Kurumi yang masih tertidur lelap dibawa alam mimpi
'Ckleeek...'
'Tap... Tap...'
Langkah kakinya berhenti diikuti dengan kepalanya yang menoleh melihat jam yang kini bertengger di dinding rumahnya
"Jam 02.30 pagi kah..."
Naruto menghiraukan itu, ia kembali berjalan hendak keluar dari apartemen, niatnya hendak bertemu dengan Azazel yang biasanya sih masih mancing di jam jam segini, ada yang perlu ia bicarakan dengan Gubernur miskin itu, namun saat ia melewati kamar Rize...
"Vali-kun~"
"Nyaaah~!"
"Aahhhnn~!"
Wajah Naruto menjadi kisut sambil garuk garuk kepala belakangnya mendengar suara yang seharusnya tak perlu ia dengar, bisa dikatakan suara yang terdengar sedikit mesum, ada rasa sedikit menyesal saat telinganya mendengar suara tadi
"Jam segini mereka malah melakukan hal yang enak enak..."
"Vali-kunh~!"
"Mmmhh~!"
.
.
"Kampret! Suara Laknat itu malah membuatku aneh"
Naruto menusuk telinganya dengan jari kelingkingnya saat suara desahan itu kembali terdengar ditelinganya, suara yang biasanya dihasilkan oleh orang orang dewasa dalam film... Ettoo... aku tak perlu menjelaskan film apa bukan?
Jadi Naruto mengerti kenapa semalam Vali tidak tidur disampingnya, biasanya sih ia tidur bersama Naruto dan Kurumi tidur bersama Rize, namun semalam Vali meminta Kurumi untuk sementara tidur bersama Naruto, Naruto tak mengerti apa maksud Vali, tapi Kurumi hanya mengiyakannya saja, namun setelah mendengar suara ini, Naruto mengerti apa yang diinginkan Vali
"Toh biarlah... untuk kali ini biarkan mereka bersenang senang sedikit" ucap Naruto acuh padahal ia juga sebenarnya kepingin seperti itu
ia lalu berjalan kearah pintu keluar mengabaikan alunan suara yang indah yang membuat siapa saja tergoda, setelah itu ia menghilang meninggalkan kepulan asap putih
'Poofftt!'
..
..
..
..
..
Untuk sementara kita mengabaikan Naruto yang masih OTW ke tempat Azazel memancing, Beralih kesebuah tempat yang entah berantah, disana sangat gelap, hanya disinari oleh sebuah lilin yang berada disetiap sudut ruangan, tempat itu terkesan seram, disana ada sebuah singgasana yang tengah diduduki oleh sesosok Datenshi bermata merah dengan 5 pasang sayap yang menyatu dengan kegelapan
"Hah! Bosannya!"
Eluh Datenshi itu, mata merahnya yang menyala dalam kegelapan, juga kelima pasang sayapnya yang menyatu dalam kegelapan, memainkan jari telunjuknya seolah hanya jari telunjuknya yang kini bisa menghilangkan rasa bosannya
'sriiiing!'
Secara tiba tiba, muncul lingkaran sihir berwarna ungu didepan Datenshi itu, dari lingkaran sihir tadi, muncul sosok Datenshi dengan dua pasang sayap yang masih melekat ditubuhnya, ia memakai jubah hitam yang sedikit robek dibeberapa bagian seolah memberitahu bahwa ia baru saja sedang bertarung
"Akhirnya kau datang juga"
"Yah... Aku hanya perlu kabur dari kedua bocah itu karena tujuan pribadiku yang gagal"
"Jadi, ada kabar baru?"
"Yah mungkin bukan berita yang membuatmu tertarik, bocah pirang itu mulai konflik dengan adik si Maou, mungkin kau bisa memanfaatkan hal itu untuk invasi yang tak terduga di Kuoh Academy?"
"Cukup menarik, akan lebih mudah menghancurkan sekolah itu saat mereka dalam keadaan tak bersahabat bukan? dan memulai peperangan yang selama ini kutunggu bertahun tahun atau mungkin berabad abad?"
"Itu terserah kau saja, selagi kau bisa memanfaatkan itu dan terus membayarku, aku akan mendukungmu"
Datenshi yang berada disinggasana itu mulai menyeringai kejam, matanya yang merah menyala dalam gelapnya malam, sedangkan Datenshi yang memakai jubah itu hanya menguap bosan dan berjalan berbalik meninggalkan Datenshi yang tengah duduk disinggasana itu
"Jadi, Kau ingin pergi kemana?"
"Entahlah, kupikir aku perlu menyembuhkan dan menenangkan diriku setelah kehilangan kedua sayapku"
'Sriiiing!'
Dan selang beberapa detik kemudian, Datenshi itu pun menghilang dengan menggunakan lingkarang sihir berwarna ungu tepat berada ditelapak kakinya meninggalkan Datenshi bermata merah yang menyeramkan itu
..
..
..
..
..
..
..
"Yoo! Azazel!"
Beralih ke Naruto, saat ini ia berada di sebuah sungai tepat berada di bawah jembatan di kota Kuoh, menyapa sesosok Gubernur Datenshi yang saat ini tengah asik memancing, memancing? Ya, saat ini ia tengah memancing, terlihat sebuah ember yang dipenuhi oleh ikan tepat berada disamping Azazel
"Naruto kah?"
Azazel tersenyum simpul melihat Naruto yang kini tengah berjalan kearahnya, menarik joran pancingnya dan menaruhnya disamping
"Jadi, apa yang membuatmu datang padaku? Kau tahu ini bukan jam dimana seorang remaja sepertimu berkeliaran bukan?"
"Oh ayolah Azazel, kau selalu menganggapku seperti seorang bocah yang perlu diawasi, seharusnya yang perlu kau awasi adalah muridmu yang saat ini tengah berhubungan intim dengan seorang gadis berambut ungu yang tinggal bersamaku itu"
"Eh? Apa katamu?"
Naruto langsung tertawa pelan saat sifat Pervert Azazel mulai kambuh, terlihat diwajah Azazel yang sedikit memerah dengan hidung yang sedikit mengeluarkan darah, Naruto berpikir mungkin saat ini Azazel tengah memikirkan muridnya, yaitu Vali yang telah beranjak dewasa dan melakukan hal yang bahkan belum pernah ia coba
"Kau yakin Vali melakukan hal seperti itu?"
"Tentu saja! Aku mendengar desahan mesra mereka dari sebelah kamarku, karena itulah aku terbangun di jam segini"
"Kyaaah~! Ahhnn~! Vali-kunhh~! Begitulah mereka mendesah dengan mesranya"
Ucap Naruto sambil meniru suara desahan yang sebelumnya ia dengar dari kamar sebelah apartemennya, membuat Azazel langsung menatap Naruto melongo dengan hidung yang kebanjiran darah
'Awalnya kupikir Azazel mirip dengan Ero-sennin, namun dugaanku ternyata benar, sikap Pervert mereka sama persis'
Batin Naruto Sweatdrop menatap Azazel yang kini tengah mengelap hidungnya yang terus kebanjiran darah dengan menggunakan kain
"Murid Kampret! Ternyata dia sudah mendahuluiku!"
Ucap Azazel yang sepertinya terlihat kesal karena muridnya telah mendahuluinya dalam hal hal yang dewasa, sementara Naruto Cuma bisa nyengir gaje melihat Azazel yang dikalahkan oleh muridnya dalam hal lain
"Kau tidak perlu khawatir Azazel, bukankah pepatah mengatakan bahwa suatu saat seorang Guru akan dikalahkan oleh muridnya?"
Ucap Naruto mencoba meredakan rasa kesal Azazel, sedangkan Azazel hanya mendecih pelan
"Untuk sekarang kau abaikan muridmu dahulu, aku ada pertanyaan yang harus kau jawab"
"Oh iya, Aku lupa!"
Ucap Azazel dengan watados, sepertinya ia melupakan tujuan Naruto datang kepadanya?
"Jadi, apa yang ingin kau tanyakan?"
"Ini menyangkut soal Fraksi-mu yaitu Datenshi, apa kau mengenal sesosok Datenshi bersayap enam?"
Saat ini Azazel langsung berpose layaknya seorang yang tengah berpikir, mencoba kembali merombak ingatannya untuk mengingat siapa yang dimaksud Naruto
"Bisa kau berikan informasi yang lebih detail?"
"Dia Datenshi bersayap enam, memakai jubah hitam, rambut yang berwarna ungu sama seperti iris matanya, serta lingkaran sihirnya yang sedikit berbeda dengan Datenshi lainnya, soalnya lingkaran sihirnya berwarna ungu"
Azazel langsung membulatkan matanya saat ia mengingat sosok Datenshi yang sama seperti yang dijelaskan Naruto, Azazel langsung menatap Naruto
"Kau bertemu dengannya?"
"Memangnya kenapa?"
"Dia adalah Teroris Datenshi yang telah membunuh ratusan rasnya sendiri, ia juga merupakan Datenshi bayaran yang rela melakukan apa saja selagi bayarannya sesuai, ia sosok Datenshi yang rela membocorkan informasi Fraksinya sendiri hanya untuk kepentingan pribadinya, ia dicap sebagai buronan dan dicari oleh Grigori"
"Dia adalah Urushihara, yang juga dikenal sebagai Aib bagi Fraksi Datenshi"
..
..
..
..
..
:: New Line! ::
..
..
..
..
..
"engghh..."
Tak terasa hari sudah menjadi pagi, disambut dengan indahnya matahari pagi yang hangat serta udara pagi yang menyegarkan tubuh, juga dilengkapi dengan para orang orang yang kini mulai melakukan aktivitas mereka masing masing
"Uhmm..."
Beralih ke sebuah apartemen, kini terlihat Naruto yang masih setengah terbangun dari tidurnya, matanya sedikit terbuka mencoba beradaptasi dengan cahaya yang perlahan masuk dan menerangi matanya
"Uh... berat..."
"Eh? Kurumi-chan?!"
Naruto membulatkan matanya yang berwarna Blue Saphire itu dengan wajah yang sedikit memerah saat matanya menangkap sosok tubuh Kurumi yang kini terbaring diatas tubuhnya, terlebih kedua dada Kurumi yang menempel dengan dada bidangnya yang membuat dirinya sedikit merasa aneh
"Aku bukan orang mesum... aku bukan orang mesum..."
Secara perlahan Naruto mencoba menggeser tubuh Kurumi dengan memegang pinggang Kurumi, namun hal itu malah membuat Kurumi terbangun dari tidurnya, membuka matanya yang masih sayu sambil menatap Naruto
"Ku-Kurumi-chan?!"
"Umm... Ohayou Naruto..."
Ucap Kurumi dengan nada lemah sambil mencoba tersenyum pada Naruto, sedangkan Naruto hanya terpaku saat Kurumi tersenyum sambil memberi salam pagi padanya
Wajah Naruto memerah saat Kurumi menekan tubuhnya diatas dada bidang Naruto, hal itu membuat Kurumi menjadi tersenyum dengan manisnya, yah kurasa ia senang membuat Naruto seperti itu
"Kurumi-chan, apa yang kau-"
"Sssttt..."
Naruto terdiam saat jari telunjuk Kurumi yang lentik menempel di bibirnya, perlahan Kurumi mengelus pipi Naruto mencoba menggodanya yang membuat Naruto memerah
"Kau semalam keluar tanpa bilang padaku bukan? hmmm?"
"A-Aku hanya keluar sebentar, tidak lebih kok!"
"Benarkah?"
Naruto memejamkan matanya dengan wajah yang memerah saat Kurumi kembali membelai pipinya dan memainkan telinganya, apa yang Kurumi lakukan membuatnya sedikit geli dan merasa aneh
'Aku tak tahu kalau Kurumi mempunyai sisi lain seperti ini!'
"Naruto... Bolehkah aku menciummu?"
Naruto membuka matanya terkejut saat Kurumi berucap demikian, wajahnya memerah saat wajah Kurumi tinggal beberapa centimeter dari wajahnya, plus dengan kedua bibir mereka yang hampir bersentuhan satu sama lain
"Ku-Kurumi-chan?!"
'Ckleeek!'
"Naruto-kun! Kurumi-chan! Ayo bangun-"
Aksi Kurumi yang hendak mencium Naruto berhenti saat Rize masuk kekamar mereka dengan wajah yang sedikit memerah, jelas Rize melihat mereka hampir berciuman, dengan gugupnya ia langsung berbalik dan kembali menutup pintu
"Gomennasai! Aku mengganggu waktu kalian berdua!"
'Dasar Rize! Andai ia tak masuk kekamarku, mungkin saja ciuman pertamaku sudah hilang saat ini!' Batin Naruto nista saat Kurumi mulai menjauhi wajahnya sambil tersenyum
"Gomen Naruto, mungkin kita bisa melakukannya lain kali, ufufu..."
Kurumi lalu bangun dari tubuh Naruto, merapikan tempat tidurnya dan berjalan keluar kamar diikuti oleh Naruto yang melakukan hal yang sama dengannya, ada rasa sedikit kecewa di hati Naruto saat ciuman pertamanya gagal diambil oleh Kurumi, dasar Naruto!
..
..
..
..
..
"Gochisousama..."
Saat ini, Naruto beserta teman seapartemennya, Vali, Rize dan juga Kurumi selesai atas sarapan pagi mereka, Naruto mengangkat piringnya dan berjalan kearah dapur hendak mencucinya
"Naruto, kudengar dari Kurumi, semalam kau keluar, memangnya kau kemana?"
Naruto yang masih fokus dengan piring yang ia cuci sejenak berhenti saat Vali melontarkan sebuah pertanyaannya, diikuti dengan Rize yang juga mengangguk setuju atas pertanyaan Vali
"Aku hanya menemui Azazel saja, tidak lebih kok!"
"Lalu, Kau dan Rize semalam ngapain? Kalian tahu? Suara kalian itu terdengar keras dan membuatku terbangun..."
Strike! Naruto menyeringai setelah berhasil menjebak Vali dengan pertanyaan yang bisa dikatakan sulit untuk dijawab, wajah Vali dan Rize langsung memerah saat Naruto memberikan pertanyaan yang seharusnya tidak perlu dijawab bukan?
Sedangkan Kurumi yang tak tahu maksud Naruto dengan kata Suara itu hanya diam sambil menunggu jawaban dari Vali
"K-Kau mendengarnya?"
"I-Itu bukanlah pertanyaan yang harus dijawab bukan? Nee Vali-kun?"
Naruto menengok kearah Vali dan Rize, ia tersenyum penuh kemenangan saat berhasil menyudutkan mereka berdua, dilihatnya dengan iris matanya yang berwarna Blue Saphire, Vali dan Rize kini memerah dengan wajah yang saling menoleh berlawanan arah
"Naruto? Memangnya suara apa yang kau dengar semalam?"
Naruto kembali tersenyum saat Kurumi bertanya dengan raut wajah yang terlihat imut, sedangkan Vali terbatuk dan langsung berdiri dan berjalan ke toilet, dan Rize yang kini menatap Naruto seolah mengatakan "Jangan Beritahu Kurumi-chan!"
"Itu, suaranya seperti-"
"Naruto-kun!"
"Haha~! Gomen Kurumi-chan, Rize-chan tak memperbolehkanku untuk memberitahukannya padamu!"
"Mou, kau pelit Naruto..."
..
..
..
..
..
..
..
'Drap... Drap...'
Saat ini Naruto tengah berjalan hendak pergi kesekolahnya melewati gang sempit, sebelumnya ia mengantarkan Kurumi yang sudah mulai mau kembali sekolah dan menyuruh Rize dan Vali untuk berangkat terlebih dahulu, jadi ia saat ini berangkat sekolah sendirian
'drrrtt!'
Merasa ponsel miliknya bergetar didalam sakunya, membuat Naruto mengambilnya dan membuka kunci ponselnya, raut wajahnya sedikit penasaran saat ia mendapatkan pesan dari Azazel
"Azazel? Tidak biasanya ia mengirim pesan padaku"
Naruto lalu membuka pesan itu dan membacanya
:: :: :: :: :: :: ::
From : Ero-Datenshi
Subject : Penting!
Naruto, Setelah kau pulang sekolah, segeralah bawa gadis berambut hitam yang tinggal bersamamu itu ke apartemenmu dan cepatlah kesini, ada hal yang sangat penting yang akan kubicarakan padamu, aku mendapatkan informasi dari Grigori tentang Kokabiel dan Datenshi yang kau bicarakan kemarin dan tentang rencana mereka
Dan jangan lupa untuk sampaikan salamku pada Vali!
:: :: :: :: :: ::
Raut wajah Naruto menjadi semakin penasaran setelah membaca pesan Azazel, ia lalu menutup ponselnya dan berjalan, namun...
"Pesan dari Pacarmu kah?"
Naruto membulatkan matanya saat Datenshi yang baru saja Azazel katakan dalam pesan kini muncul didepan matanya, terlebih saat kedatangan Datenshi itu sendiri, bukankah biasanya jika Datenshi datang, langit akan menjadi gelap atau hal lain semacam itu?
"K-Kau?!"
Naruto langsung mundur beberapa langkah, hari ini ia tak ingin bertarung di tempat seperti ini, ia tak bisa bertarung ditempat sempit sekaligus tempat publik seperti ini
"Tenanglah! Aku datang bukan untuk bertarung kok!"
Ucap Datenshi itu dengan nada yang terdengar bersahabat, saat ini Datenshi itu mengenakan celana hitam panjang dengan Jaket berwarna hitam, rambut ungunya yang bergaya Emo serta kedua pasang sayap yang muncul dipunggungnya
Sementara Naruto saat ini masih terus waspada, ia tidak bisa meremehkan sosok didepannya saat ini, sosok misterius yang memiliki hubungan dengan Kokabiel, sekaligus sosok yang saat ini tengah mengincar Kurumi
"Apa yang kau inginkan dariku Urushihara!"
"Jadi kau sudah tau namaku? Kau hebat juga dalam mengumpulkan informasi!"
"Aku datang untuk kembali bernegosiasi saja..."
Naruto mengepalkan tangannya, ia tahu Datenshi didepannya ini bukanlah sosok yang baik baik, bisa saja ia langsung menyerangnya disini tanpa berpikir apa yang terjadi dengan hal yang ada disekitarnya, jadi ia perlu waspada
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku tidak mau?"
"Apa kau yakin? Aku bisa saja loh menculiknya sekarang?"
"A-Apa katamu?!"
"Aku bohong kok! Saat ini aku masih banyak urusan, mungkin nanti sore atau nanti malam aku baru bisa melakukan hal yang menarik"
Naruto mengerti, jadi ini yang dikatakan Azazel, ternyata Datenshi didepannya ini bisa menculik Kurumi jika ia tidak waspada, dan juga apa maksudnya bisa melakukan hal menarik disaat sore dan malam? Bukankah ia bebas makanya ia bisa datang kesini?
"Pokoknya, Aku tidak akan menukarkan Kurumi hanya untuk kepentingan pribadiku!"
"Hah... Kau keras kepala juga ya!"
"Yasudah kalau begitu, tapi kalian jangan terkejut jika ada sesuatu yang terjadi diantara kalian nantinya"
Setelah itu, Datenshi itu langsung menghilang menggunakan lingkaran sihir bewarna ungu, Naruto kini menghela nafas dan bisa lega, jujur saja, ini bukan waktu yang tepat untuk bertarung
"Sial! Aku terlambat ke sekolah!"
'Drap... drap...'
..
..
..
..
..
..
..
"Vali-kun! Ganbatte!"
Beralih ke gedung olahraga, saat ini Vali tengah latihan basket bersama teman satu timnya, juga Rize yang kini berada dibangku penonton tengah menyemangati Vali dengan senangnya
"Pantas saja hari ini Vali bersemangat, ternyata pacarnya saat ini datang mendukungnya"
Ucap Kotarou, teman satu tim dengan Vali yang bernomor punggung #6, saat ini ia tengah mendribble bola mencoba mengecoh lawan yang berada didepannya
"Kau berisik seperti biasanya! Cepat kesini, Kotarou!"
Dengan cepat, Kotarou langsung mendribble bolanya dan melewati lawannya yang kini terdiam ditempat terkejut saat gagal mengikuti bola yang kini dibawa oleh Kotarou, Kotarou lalu mengoper bolanya kearah Vali
'Staap!'
"Nice Pass!"
Vali tersenyum saat mendapatkan operan bola dari Kotarou, ia langsung menangkap bola itu dan maju kedepan dengan kecepatan penuh, sesaat ia mengecoh lawan lawannnya dengan dribble nya hingga ia bisa maju kedepan
"Dasar Vali, padahal ini Cuma pertandingan latihan, tapi ia bisa bersemangat seperti ini"
Ucap Hayase, teman satu tim Vali yang bernomor punggung #8 yang kini berlari disamping Kotarou, Kotarou hanya bisa tertawa pelan saat mendengar gumaman Hayase
"Itu karena Pacarnya menontonnnya, Hayase-san!"
"Kampret! Ternyata ia punya pacar!"
Decih Hayase saat sekilas ia melihat gadis yang dimaksud oleh Kotarou, gadis yang kini duduk dibangku penonton, gadis cantik yang memakai seragam Academy Kuoh dengan rambut berwarna ungu, tak lupa kacamata yang ia kenakan memberikan kesan cantik pada diri gadis itu
"Rize-san kah?"
"Lihat tuh! Lagi lagi Vali mencetak poin!"
Pandangan Hayase beralih kedepan saat Kotarou berucap sambil menunjuk kedepan, terlihat saat ini Vali melakukan Lay Up dengan santainya
"Yosh!"
"Kau terlihat bersemangat Vali!"
Ucap Hayase yang kini berlari bersama Kotarou kearah Vali, sedangkan Vali hanya sedikit tersenyum seperti biasanya
"Tidak juga"
"Apa karena gadis itu?"
Ucap Kotarou melirik Rize yang kini tengah berlari kearah Vali, Vali hanya menggeleng pelan, sedangkan Hayase hanya tertawa pelan, ia tahu kalau Vali bukanlah orang yang pandai berbohong
"Tidak-"
"Vali-kun!"
"Tuh! Dia udah menyahut duluan! Kalau begitu kami duluan ya Vali!"
Ucap Hayase menggoda Vali dan berjalan bersama Kotarou kearah teman teman setimnya yang kini duduk dibangku cadangan, sedangkan Vali hanya menghela nafas saat kini Rize berlari kecil kearahnya memanggil nama Vali dengan riangnya
"Rize... bisakah sedikit diam dan tenang, aku sedikit malu saat mereka mengejekku"
"Memangnya kenapa? Apa gak boleh?"
"Enggak juga sih..."
"Tuh kan! Kau juga senang kan aku beri semangat seperti tadi!"
Ucap Rize yang kini memeluk lengan Vali, membuat Vali sedikit merasa tak tenang saat teman temannya kini memandangnya dengan pandangan aneh, tersenyum, bahkan iri
"Rize lepaskan! Mereka melihatnya tuh!"
"Enggak!"
"Rize!"
"Enggak mau!"
..
..
..
..
..
..
"Fyuh..."
Mengabaikan Rize yang masih ngebet meluk Vali, kita beralih ke Naruto, saat ini ia tengah duduk bersandar dibangku tepat di atap sekolah, sesekali ia meminum kopi kaleng yang tersisa setengah di genggamannya
"Hari ini, hari yang indah bukan?"
Ucapnya monolog, berpikir hari ini adalah hari yang indah, suasana damai dengan suara alami khas pepohonan yang diterpa angin juga dibarengi dengan kicauan burung sebagai musik latar, juga langit yang kini cerah dengan awan awan yang berbentuk abstrak menemani sang mentari menjalankan tugasnya untuk menerangi bumi
"Rias kah? Ia pasti membenciku sekarang..."
Pikiran Naruto kembali teringat akan ingatan saat tadi pagi, dimana tak sengaja ia berpapasan dengan Rias serta anggotanya yang terlihat tak begitu baik, ia memang tak punya niatan untuk menyapa mereka, namun saat itu Rias menatapnya dengan tatapan penuh akan kebencian pada dirinya seolah melihat seorang penjahat kelas kakap yang baru saja keluar dari penjara
Ia menghela nafas, ia tahu kalau ia berada dalam keadaan dimana ia bisa saja benar dan bisa saja salah, benar karena ia hanya membela diri dari aksi pengeroyokan anggota ORC yang tanpa berdasarkan alasan yang pasti, salah karena ia menghajar anggota ORC yang bahkan diantara mereka bahkan hampir saja mati karenanya
Ia juga mengerti ia tak punya tempat dalam masalah ini, ia tidak dalam lindungan sang mantan Kakak alias Rias Gremory, bukan juga aliansi dari Datenshi hanya karena ia berteman dengan Gubernurnya, dan dengan Fraksi Tenshi? Ia bahkan pernah menghajar utusan gereja, mana mungkin ia dianggap orang yang baik baik oleh pihak Gereja
Ia sendirian didunia ini dalam artian tertentu, selama didunia ini, tujuannya hanyalah ingin kembali kedunianya dan menjaga orang orang yang berharga di dunianya maupun di dunia ini, namun nyatanya? Selama ini ia bahkan tak bisa kembali didunianya dan terjerat dalam masalah yang berbelit belit
Dan mungkin saja, kedepannya ia menjadi buronan Maou Lucifer karena ia menyerang Peerage dari adik Maou yaitu Rias karena yang ia dengar dari Azazel, Maou Lucifer itu mengidap penyakit Siscon, dan juga bisa saja diburu pihak Gereja karena berani melukai utusan gereja yang tengah menjalankan tugasnya, dan lebih parahnya lagi, ia bahkan dianggap bersekutu dengan Urushihara yang merupakan salah satu dalang dari masalah tentang Excalibur, padahal sebenarnya bukan seperti itu
Mereka hanya salah paham! Mereka hanya menyimpulkan sesuatu berdasarkan apa yang mereka lihat, bukan apa yang mereka dengar!
Dan sekarang, orang yang bisa ia percayai dan percaya padanya adalah teman temannya sendiri, yaitu Vali, Rize, Kurumi dan juga Azazel
Mungkin benar kata Kaa-sannya dulu, ia tak perlu memiliki banyak teman, tapi pilihlah teman yang bisa kau percayakan sepenuhnya dan bisa percaya padamu, itu sudah cukup untuk membuat hidupmu lebih berwarna
"Huft..."
Menghela nafas pelan, mencoba menenangkan pikirannya yang terus diingatkan dengan masalah masalah
Ia benar benar pusing, Kurumi yang menjadi target penculikan, Rize yang pernah diculik hanya karena kesalahan, tujuan Urushihara yang masih misterius, dianggap bersekutu dengan musuh dan masalah lainnya, semua hal itu membuat kepalanya ingin meledak
"Argg! Kepalaku rasanya ingin meledak!"
Gerutu Naruto sambil menggaruk garuk kepalanya mencoba menghilangkan semua beban yang saat ini ia pikirkan
Tak terasa bel sekolah terdengar hingga ke rongga telinga Naruto, membuat Naruto bangun dari acara duduk duduk siangnya dan berjalan meninggalkan atap sekolah, ia teringat akan pesan Azazel untuk menjemput Kurumi setelah pulang sekolah dan datang padanya
..
..
..
..
..
..
"Vali-kun! Aaam~!"
Di kelas, saat ini Rize tengah menyuapi Vali dengan makan siang mereka, berupa kotak bento berisi nasi lengkap dengan Kaarage dan juga beberapa sayuran
Vali menghela nafas, ia lalu melahap potongan Kaarage yang Rize sodorkan padanya, mengunyah Kaarage itu dengan enaknya dan mengabaikan siswa lain yang kini tengah menatap kemesraan mereka
"Apa yang kalian lihat?"
Ucap Vali setelah menelan Kaaragenya, para siswa yang awalnya menatap Rize dan Vali pun langsung menggeleng dan mulai keluar dari kelas, yah bisa dibilang Vali merupakan siswa yang agak disegani didalam kelas, mudah baginya untuk membuat para siswa dikelasnya berada dalam genggamannya dalam arti lain yaitu menjadikannya budak
"Aku heran, kenapa para siswa sedikit takut padamu, padahal kau itu lumayan tampan dan sedikit pendiam"
Tanya Rize pada Vali, ia memang penasaran dengan hal itu, pasalnya, Vali merupakan orang yang dingin dan jarang berbicara serta sedikit berkarisma, namun lain halnya jika ia sudah disandingkan dengan Naruto, semua sifatnya itu runtuh menjadi sosok yang berbeda dari Vali yang dikenal sebagai sosok yang pendiam
"Entahlah, mungkin karena aku sering membolos?"
Ucap Vali sekenanya, ia juga tak tahu kenapa ia bisa menjadi sosok yang disegani, padahal selama ia bersekolah disini, ia tak pernah melakukan banyak hal, dan bahkan ia hanya melakukan aktivitas layaknya remaja sekolahan, belajar, mengobrol dan bercanda dan melakukan aktivitas klub
"Nee Vali-kun, ada yang ingin kutanyakan padamu..."
"Hmm? Apa itu?"
"Sudah berapa lama kau mengenal Naruto dan bagaimana menurutmu tentangnya?"
"Kenapa kau menanyakan hal itu?"
"Aku hanya ingin tahu saja Naruto itu seperti apa, ia memang teman yang menyenangkan dan baik, tapi disisi lain, ia seperti mempunyai sesuatu yang tak bisa ia beritahukan pada kita"
Vali kini tengah berpikir, mengingat ingat kembali pertemuan pertamanya dengan Naruto, serta hal hal yang ia ketahui tentang Naruto
"Entahlah aku lupa sudah berapa lama aku mengenalnya, yang jelas pertemuan pertama kami bisa dikatakan buruk dan tak pantas untuk diceritakan"
Ucap Vali saat kembali mengingat pertama kali ia bertemu dengan Naruto, ia masih ingat saat baru saja mereka bertemu, mereka langsung berdebat panjang hanya karena masalah sepele dan tak ada yang mau mengalah
"Dia juga sosok sahabat yang baik dan suka membantu, sifatnya yang berisik dan pantang menyerah, dan mungkin sedikit keras kepala dan masih banyak lagi"
"Soal hal lain dari dirinya, aku tidak memikirkannya, biarlah ia menyimpannya sendiri, yang terpenting saat ini ia masih menjadi sahabat kita bukan?"
Ucap Vali tersenyum sambil mengelus pucuk kepala Rize dengan lembut, sedangkan Rize hanya menunduk memejamkan matanya sambil tersenyum mencoba menikmati elusan tangan lembut Vali yang kini mengelus kepalanya
"Tapi yang kudengar dari Azazel, dia itu sebenarnya manusia yang berasal dari dunia lain"
"Eh? Maksudmu?"
"Aku juga memang tidak mempercayainya, tapi Naruto sendiri yang menceritakan itu pada Azazel, dan Azazel menceritakan itu padaku"
Ucap Vali menjelaskan, seperti yang diucapkannya, ia memang tidak terlalu mempercayainya, lagipula kekuatan Naruto bisa dikatakan cukup unik, didalam tubuhnya ada kekuatan yang berbeda, ia tak begitu yakin, tapi kekuatan itu saling terhubung, tentu saja itu bukanlah kekuatan ada didunia ini dan terasa asing baginya, dan juga kekuatannya yang lain yaitu Senjutsu, yaitu kekuatan yang mengandalkan energi alam
"Tunggu, bukannya malah terdengar aneh? Bagaimana bisa ia yang seorang manusia dari dunia lain datang ke dunia ini?"
"Entahlah, kudengar dari Azazel, itu karena seseorang yang membawanya kedunia ini secara tak sengaja"
"Benarkah?"
Gumam Rize sambil berpikir, memang terdengar mustahil baginya untuk bisa datang kedunia lain bukan? hal semacam itu seperti cerita cerita fiksi yang mengandung genre supernatural, lagipula bagaimana caranya untuk pindah kedunia lain? Itu bukanlah hal yang mudah layaknya membalikkan telapak tangan
"Kalau begitu kenapa kau tidak menanyakan padanya langsung saja, Rize?"
"Tidak, aku tidak ingin memaksa dia untuk menceritakannya, hanya saja aku ingin mengenal dia dari sudut pandang orang lain"
"Begitukah? Kau gadis yang baik, Rize!"
Ucap Vali kembali tersenyum sambil kembali mengelus pucuk kepala Rize, dan Rize tersenyum sambil menunduk merasakan tangan halus yang kini membelai rambutnya dari atas kepala
..
..
..
..
..
"Azazel!"
Tak terasa hari sudah semakin sore, saat ini Naruto tengah berada di dekat sungai tepat berada dibawah sebuah jembatan, melambaikan tangannya sambil memanggil Azazel yang kini tengah bersandar di dinding penyangga jembatan itu
"Cepat sini Naruto!"
Naruto sebenarnya tak tahu hal sepenting apa yang dibicarakan Azazel, ia langsung berlari kecil menghampiri Azazel yang masih berdiri sambil bersandar disana
"Makanlah ini!"
Naruto sedikit cengo saat Azazel memberikannnya sebuah pil, ia menggaruk kepalanya sambil menatap Azazel, ia masih bingung kenapa Azazel memberikan pil itu, ini becanda kan?
"Apa-"
"Engg!"
Belum selesai Naruto berbicara, Azazel langsung memasukkan pil itu ke mulut Naruto dan memaksanya untuk menelannya, sedangkan Naruto yang terkaget pun langsung menelannya dan menatap Azazel dengan tatapan kesal
"Kenapa kau memaksaku untuk memakannya?"
"Dengarkan aku, aku akan menjelaskan semuanya"
Ucap Azazel dengan serius, awalnya Naruto berpikir Azazel sedikit bercanda, namun saat menatap wajah Azazel yang kini serius, mau tak mau Naruto mengikutinya
"Aku mendapatkan informasi dari Grigori bahwa Kokabiel dan Urushihara akan menghancurkan Kuoh Academy malam ini"
"A-Apa?"
"Itulah kenapa aku menyuruhmu untuk membawa Kurumi keapartemenmu, karena jika tidak, Urushihara akan menculiknya dan mengambil mata gadis itu untuk mendapatkan kekuatan, dan dengan kekuatan itu ia akan memporak porandakan Kuoh Academy nanti"
Naruto membulatkan matanya saat mendengar penjelasan Azazel, ia beruntung kali ini karena ia sudah menjemput Kurumi tadi siang dan menyuruhnya untuk tetap berada didalam apartemennya sesuai dengan perintah Azazel, jadi ia mengerti kenapa Azazel menyuruhnya untuk melakukan hal ini
"Tapi bagaimana dengan Kurumi?"
"Tenang saja, ia akan baik baik saja, aku sudah memasang Kekkai disekitar apartemenmu untuk penjagaan, aku tahu Urushihara itu Datenshi yang lumayan licik"
"Dan sesuai informasi dari Grigori, jika Urushihara gagal mendapatkan Kurumi, ia akan menyerang utusan gereja yang membawa Excalibur itu untuk diambil, itu semua demi rencana mereka"
"Sebenarnya apa yang mereka rencanakan?"
"Great War Jilid 2"
Naruto kembali membulatkan matanya, ia memang pernah mendengar tentang itu, itu saat ia masih dalam naungan Rias dulu, Rias menjelaskan bahwa dulu terjadi perang antar fraksi secara besar besaran dan memakan banyak korban jiwa, mungkin didunianya sama seperti PDS atau Perang Dunia Shinobi
"Dan pil yang kau makan tadi adalah pil istimewa, pil itu menambah kekuatanmu sebanyak 30%, sedikit menambah staminamu dan akan meregenerasi tubuhmu saat kau terluka"
Sesuai ucapan Azazel, kini tubuh Naruto berasa ringan, kekuatannya yang kini terasa bertambah dan staminanya yang seakan akan terisi kembali
"Tapi tunggu, kenapa kau melakukan ini padaku?"
"Aku ingin kau menggagalkan rencana Kokabiel dan Urushihara dan menangkap mereka berdua, karena jika tidak, mereka akan menghancurkan markas dari adik Maou Lucifer itu dan membunuh utusan gereja itu dan membuat nama baik fraksi Datenshi memburuk, hal itu akan membuat ketiga fraksi akan kembali bersitegang dan kau tau selanjutnya bukan?"
"Kau tahu darimana info itu?"
"Aku mempunyai mata mata yang bekerja pada mereka berdua, namun sayangnya mata mataku telah dibunuh"
Naruto mengangguk, ia mengerti keadaannya sekarang, ketiga Fraksi akan kembali bersitegang jika ia tidak melakukan hal ini, tapi tunggu!
"Tapi kenapa harus aku? Aku juga tak yakin bisa membunuh mereka berdua..."
"Tenang saja, anggap saja kau ini beraliansi denganku, bukankah kau juga ingin membersihkan nama baikmu yang tercemar bukan?"
"Sebagai bantuan, aku sudah menyuruh Vali untuk tetap berada disana, yah mungkin ia tidak tahu kenapa aku menyuruhnya untuk tetap disana"
Bibir Naruto sedikit melengkung keatas saat Azazel menjelaskan semua itu padanya, yah disisi lain Azazel merupakan sosok yang lucu, mesum dan bersahabat, namun dilain sisi, ia bisa menjadi pemimpin dengan strategi yang baik
"Wakatta!"
Ucap Naruto sambil mengangguk, Azazel hanya bisa memberikan senyum simpulnya sambil memberikan jempolnya pada Naruto berharap Naruto menyelesaikan misinya, Naruto lalu mulai berjalan pergi, namun...
"Nee Azazel, aku ada satu pertanyaan terakhir..."
"Silahkan"
"Sebenarnya, apa kekuatan dibalik mata Kurumi?"
"Kau tak tahu? Mata itu bisa memanipulasi aliran waktu, dengan kata lain, kau bisa memberhentikan dan membalikkan waktu sesukamu, sejauh itu hanya itulah yang kutahu dan hanya beberapa yang tahu tentang hal itu"
Raut wajah Naruto sedikit terkejut, namun digantikan dengan senyum yang terpampang diwajahnya, ia lalu kembali berjalan meninggalkan Azazel yang masih bersandar di dinding penyangga jembatan itu
'Hanya beberapa yang tahu tentang kekuatannya kah?'
"Arigatou Azazel!"
..
..
..
..
..
..
..
'Craaass!'
Jam terus berputar, hari pun semakin sore dan matahari mulai mengenggelamkan dirinya di arah barat, menghasilkan langit berwarna jingga yang indah dengan awan awan yang menghiasinya, lumayan indah jika dibayangkan bukan?
'Ctraaaang!'
Abaikan bayangan tentang pemandangan indah itu, beralih ke pinggir hutan dekat Kuoh Academy, saat ini terlihat dua gadis yang merupakan utusan gereja dengan Excalibur ditangan mereka tengah menghadapi sesosok Datenshi yang mengenakan jubah hitam serta sebilah pedang Excalibur yang digenggam dengan jari jemarinya
"Tch! Tak akan kubiarkan kau Lolos!"
"Kau keras kepala juga ya!"
Xenovia langsung melesat kearah Datenshi berjubah itu hendak menyerangnya dengan Excalibur Destruction yang kini tengah ia genggam kuat kuat, dengan kuat ia menebaskan Excalibur Destruction itu kearah Datenshi tadi, namun...
'Craaaas!'
"Kau terlalu bodoh untuk menyerangku seperti tadi"
Xenovia membulatkan matanya dengan raut wajah yang menggambarkan kesakitan saat Datenshi tadi berhasil menghindari serangannya dan melakukan serangan balasan yaitu menebaskan pedangnya kearah Xenovia, alhasil Xenovia terkena serangan Datenshi tadi di bagian pinggang hingga membuatnya jatuh ketanah dengan pinggang yang terdapat luka yang mengeluarkan darah
"Dan sekarang giliran kau, gadis coklat"
Dengan ucapan bernada datar, Datenshi itu langsung melesat cepat kearah Irina yang kini tengah bersiap siaga, dengan cepat Irina langsung menahan serangan frontal dari Datenshi tadi
'Ctraaaang!'
"Lumayan juga..."
"Kau berisik!"
Irina langsung mendorong Excalibur mimicnya membuat Datenshi tadi terdorong kebelakang, Irina langsung mengarahkan Excaliburnya kearah kaki Datenshi tadi, lalu Excalibur itu melilit kaki Datenshi tadi, sesuai namanya, Excalibur Mimic adalah Excalibur yang bisa meniru, buktinya kini Excalibur itu melilit kaki Datenshi itu layaknya seutas tali
"Rasakan ini!"
Irina langsung menarik Excaliburnya keatas membuat Datenshi tadi ikut tertarik keatas karena lilitan Excalibur itu sangat kencang, dengan cepat, Irina langsung mengayunkan pedangnya kearah tanah membuat Datenshi tadi menghantam tanah dengan kuatnya
'Braaaaak!'
Tidak puas sampai disitu, Irina langsung mengayunkan pedangnya menyamping membuat Datenshi itu langsung terlempar dengan sangat cepat hingga menabrak pohon yang berada disana, bahkan pohon itupun rubuh akibat hantaman Datenshi itu yang sangat kuat
'Braaaak!'
"Xenovia!"
Mengabaikan Datenshi yang tidak diketahui keadaannya bagaimana, Irina langsung berlari kearah Xenovia yang kini terbaring dengan memegangi lukanya yang terus mengeluarkan darah
"Tunggu sebentar!"
Irina mengambil sesuatu dari sakunya, ia langsung mengeluarkan benda itu dari sakunya yang ternyata sebuah perban, secara perlahan ia lilitkan perban itu ke pinggang Xenovia berharap pendarahan Xenovia berhenti
"Arigatou, Irina!"
Ucap Xenovia sambil tersenyum, Irina membalas dengan anggukan lalu membantu Xenovia untuk duduk, namun belum saja mereka bisa bersantai, Xenovia membulatkan matanya saat Datenshi tadi kini melesat kearah Irina dan dirinya
"Irina! Dibelakangmu!"
'Ctraaaaang!'
Waktu melamban, Irina langsung berbalik dan menahan serangan Datenshi tadi yang nyaris mengenai dirinya, Excalibur Mimic Irina pun terlepas akibat berhantaman dengan serangan Datenshi tadi, namun diluar dugaan, Datenshi itu langsung melakukan manuver dengan salto keatas melewati Irina dan Xenovia dengan tangannya yang bergerak mencoba menggapai Excalibur Mimic yang kini tak lagi berada dalam genggaman Irina
"Dapat!"
'Sraaaaaak!'
Datenshi itu mendarat agak jauh dari Irina dan Xenovia, menyeringai saat kini di tangan kirinya sudah ada Excalibur Mimic yang berhasil ia dapatkan dari Irina, sedangkan Irina membulatkan matanya saat Excalibur miliknya dicuri oleh Datenshi itu
"Dan saatnya salah satu dari kalian untuk mati!"
Datenshi itu kembali melesat kearah Irina dan Xenovia yang kini terdiam, kembali menyeringai saat Irina yang terlihat pasrah dan Xenovia yang terluka
"Hyaaa!"
'Ctraaaang!'
'Duaaaaagg!'
Serangan Datenshi itu langsung tertahan oleh seseorang dan tubuhnya terpental saat mendapatkan tendangan yang bersarang diperutnya oleh sosok misterius itu, perlahan ia kembali berdiri menatap siapa yang berani mengganggu kesenangannya
"Lain kali lihatlah sekitar sebelum kau menyerang, Urushihara!"
"Oh Naruto kah? Merepotkan seperti biasanya..."
Ucap Datenshi itu alias Urushihara, sedikit tersenyum simpul sambil mengambil Excalibur Mimic hasil curiannya yang kini tergeletak di tanah, sedangkan Naruto hanya memejamkan matanya sambil menggaruk garuk kepala belakangnya
"Sudah kuduga, Hari ini bukanlah hari yang indah..."
..
..
..
..
..
..
..
..
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Ketemu lagi dengan saya Kurosaki Kitahara dengan Fic New Line! Di Chapter ke #22 ini!
Bagaimana kabarnya? Saya doakan agar sehat selalu...
Sebelumnya saya meminta maaf sebesar besarnya karena saya tak mengupdate Fic ini dalam waktu yang lama, karena belakangan ini, saya sibuk mencari inspirasi, entah itu menonton Anime yang belum ku tonton, membaca beberapa koleksi Manga, dan hal lainnya
Chapter kali ini mungkin membosankan dengan Humor yang garing dan hal lainnya, mohon dimengerti karena seperti inilah gaya penulisan saya yang acak acakan, juga chapter ini merupakan chapter untuk awal penyerangan Kokabiel yang dinanti nanti!
Dan yap! Identitas Datenshi itu telah terbuka, dia adalah Urushihara, untuk beberapa Chapter kedepan dia akan mengambil peran yang penting, dan untuk penampilan, kalian pasti akan tahu jika kalian menonton anime Hataraku Maou-sama!
Dan saatnya untuk balasan Review!
Ari977 : Ini udah lanjut kok! Happy Reading!
Adiputra02 : Sankyuu karena kamu telah menyukai tulisanku ini! Kedepannya saya akan berusaha agar lebih baik lagi!
Ahmad968 : Sankyuu Pujiannya! Plot Ceritanya memang mengikuti Canonnya, dan Pairingnya merupakan Pairing yang tepat bagi saya
Sasha : Ini udah Update kok! Maaf sudah membuatmu menunggu lama, dan Pairing Naruto Cuma Kurumi kok! Gak lebih!
Mr. Uzumaki 22 : Akan saya pertimbangkan saranmu, dan Sankyuu karena menyukai konflik di chapter kemarin! Saya juga gak nyangka sih Konfliknya bisa jadi kayak gitu
.165 : Yah Reviewer lain juga banyak ngomong kayak gitu, chapter kali ini saya ubah dikit sifat Vali menjadi kalem dan tetap keren tentunya!
Reyvanrifqi : Yah namanya juga iblis, kamu tau lah kayak mana kan? :v
Adisaputra123456 : Anoo... Maaf kalau udah ngecewain kamu, tapi Vali gak kalah tampan kok dengan Naruto untuk bersanding dengan Rize, malah menurutku mereka berdua cocok kok, sifat Vali yang pendiam dan Kalem walau kadang berisik ditambah sifat Rize yang manis dan baik, cocok bukan?
Yellow Flash115 : Entahlah, aku juga belum berpikir tentang itu, kita tunggu saja kedepannya seperti apa! Jangan bosen untuk nungguin Updateannya ya!
Saputraluc000 : Sankyuu Pujiannya!
DandiDandi : Yap! Dan tentang kekuatan dibalik mata Kurumi udah dijelasin diatas!
Nightmare99 : Vali akan menggunakan Balance Breakernya kalo dalam keadaan terdesak, lagian malah jadi terlalu aneh kalau Vali menggunakan Balance Breaker Cuma ngelawan beberapa musuh yang gak sepadan dengan kekuatannya, intinya Vali akan menggunakan kekuatannya dalam keadaan tertentu
Dan untuk yang Review Lanjut, Next, Dan semacanmnya, ini udah saya Update!
Mungkin hanya sampai disini pertemuan kita, kurang lebihnya saya mohon maaf sebesar besarnya pada Reviewer dan Reader yang sudah mau menunggu Fic saya ini, saya sangat menghargainya!
See You Next Time!
::
::
:: Kurosaki Kitahara Has Been Logged Out ::
:: Mind To RnR? ::
