:: New Line! ::
:: Disclaimer :: Aku tak pernah berpikir untuk memiliki Naruto maupun Highschool DxD, Aku menggunakannya hanya bertujuan untuk hiburan semata
:: Rating :: T+ for Story and Language, but M for Safety (Bukan tanpa alasan)
:: Pair :: Naruto x Kurumi, Vali x Rize
:: Genre :: Action-Adventure, Romance, Supernatural, Comedy
:: Warning :: OOC (Pastinya!), CrackPair!, Alternative Universe, Typo, Miss-Typo, Alur Berantakan, Mainstream!, DLDR, Semi-Canon, Strong!Naru, ThreeElement!Naru, Strong!Vali, Friendly!Vali, And More!
:: A/N :: Yosh! Akhirnya Invasi Kokabiel sudah dimulai! Chapter kali ini awal permulaan dari pertarungan Naruto dkk juga ORC melawan Kokabiel dengan Urushihara, Chapter ini didominasi dengan Scene Battle, semoga Reader-san semua tak bosan dengan tulisan saya yang begini adanya...
Sesuai judul Chapter, Insert Song yang pas buat chapter ini yaitu...
Supercell – The Bravery
Sekedar saran aja, untuk lagunya sendiri sangat bagus deh, kalian tau sendiri kan lagu lagunya Supercell banyak yang bagus?
Happy Reading!
:: : ::
::
:: Chapter #23 : The Bravery! ::
:::::::
::::::
:::::
::::
:::
::
::
'Swuuuush...'
Hari sudah berganti malam, matahari pun mulai beristirahat dengan menenggelamkan dirinya kearah barat, membuat sang langit kesepian akan sinar matahari yang menghangatkan tubuh, angin semilir mulai menerpa bumi yang dingin menusuk tulang
Beralih ke sebuah tempat, tepatnya dipinggir hutan dekat Kuoh Academy, kini terlihat seorang remaja berambut pirang yang masih mengenakan seragam sekolahnya, berdiri dengan tegak sambil menatap sang lawan yang berada didepannya, yaitu sesosok Datenshi berjubah hitam dengan dua pasang sayap yang keluar dari punggungnya, seringai kecil terpampang diwajah Datenshi itu
"Jadi, akhirnya pahlawan datang terlambat kah?"
"Entahlah? Kau pikir aku terlihat seperti seorang pahlawan?"
Urushihara tertawa pelan saat mendengar respon dari Naruto, ia memang sudah menduga hal ini, bahwa sosok yang akan mengganggu rencananya adalah orang yang kini berada didepannya, yaitu Uzumaki Naruto
"Tentu, Kau adalah orang yang berani menanggung semua beban yang diberikan padamu, orang yang tercemar namanya karena kesalah pahaman orang lain, orang yang sudah ikut campur dalam masalah ini, dan kau orang yang akan mengganggu rencana ini, kurasa itu sudah cukup jelas bukan?"
"Begitu buruknya kah pandanganmu terhadap diriku?"
Naruto tersenyum simpul, ia sedikit menunduk membuat rambut pirangnya kini menutupi ekspresinya, secara perlahan energi alam yang berada disekitarnya berkumpul dan memasuki dirinya membuat Urushihara cukup terkejut, juga Irina dan Xenovia yang membulatkan matanya
"Memang begitu, Kau adalah orang yang terhina yang datang ke dunia ini karena sebuah kecelakaan bukan?"
"Kau hanyalah sampah yang tak punya tempat didunia ini!"
Naruto mendecih pelan saat dirinya dihina dengan seenaknya oleh Urushihara, tangannya sedikit terkepal erat saat hampir terbawa emosi, perlahan ia mulai menenangkan diri, Datenshi didepannya ini mencoba membuatnya emosi, karena emosi akan memberikan kelemahan bagi Naruto
"Nee... Irina-san, Xenovia-san..."
"Eh?"
Irina dan Xenovia agak terkejut saat Naruto memanggil nama mereka berdua, kembali mereka membulatkan mata mereka saat kini aura berat dan kuat menguar dari tubuh Naruto serta iris matanya yang berwarna Blue Saphire telah tergantikan dengan mata berwarna kuning dan garis horizontal ditengahnya layaknya mata kodok, serta kelopak matanya yang berwarna merah
"Pergilah dari sini, itu jika kalian ingin selamat..."
Irina dan Xenovia menelan ludahnya dengan kasar saat kini Naruto menatap mereka berdua dengan tatapan dingin menusuk, sedangkan Urushihara yang dari tadi terus terdiam mulai bosan
"Jadi, kau ingin menyelamatkan mereka?"
"Damare..."
'Duaaaaaaagg!'
Irina dan Xenovia kembali membulatkan mata mereka saat Naruto dengan cepatnya langsung melesat kearah Urushihara dan menendang kepala Urushihara hingga terpental jauh sekitar lima meter
"Cepatlah pergi dari sini!"
'Yah... Setidaknya aku bisa menghabisi Urushihara disini untuk memudahkanku nantinya...'
Batin Naruto saat kembali melihat Urushihara yang mulai bangkit, menggerakkan kepalanya ke kiri dan ke kanan menghasilkan bunyi yang terdengar sedikit ngilu, juga Irina dan Xenovia yang mulai menuruti perintah Naruto dan mulai pergi dari tempat itu mengabaikan Excalibur milik Irina yang dicuri oleh Urushihara
"Mereka tidak bisa kabur semudah itu loh!"
Ucap Urushihara misterius, ia langsung melempar sebuah jarum yang berasal dari saku jubahnya kearah Xenovia yang kini terluka
"Irina-san-"
"Xenovia!"
Irina langsung mendorong Xenovia saat jarum itu hampir mengenainya, namun, jarum itu malah mengenai Irina tepat dibagian bahu hingga membuatnya langsung terjatuh
'Sraaaak...'
"Irina!"
Xenovia langsung menghampiri Irina, mencabut jarum yang menusuk bahu Irina, raut wajahnya menjadi khawatir saat Irina perlahan mulai kehilangan kesadarannya, sedangkan Naruto kini menatap Urushihara dengan tajam
"Tenang saja, dia tidak akan mati, jarum itu hanya membuatnya kehilangan kesadaran saja"
Naruto mendecih pelan, Naruto tahu kalau Urushihara itu sosok yang licik, ia tak akan mudah melepaskan targetnya begitu saja, karena jika tidak begitu, dia bukanlah Aib bagi para Datenshi Bukan?
"Xenovia-san, bawa Irina-san pergi..."
"Tapi-"
"Cepatlah pergi Bodoh!"
Ucap Naruto dengan nada yang meninggi, ia memang tahu, kalau dua gadis utusan gereja itu sedikit keras kepala, buktinya saja mereka melawan sesosok Datenshi kuat yang bahkan mereka tahu kalau mereka tak akan bisa mengalahkannya
Xenovia agak kaget saat Naruto membentaknya, ada rasa sedikit kesal saat ia diperintahkan begitu saja oleh Naruto, namun mau bagaimana lagi, saat ini hanyalah Naruto yang bisa menyelamatkan dirinya dan Irina
Xenovia lalu menggendong tubuh Irina, dan berlari menjauh walaupun agak sulit mengingat lukanya yang masih terasa nyeri
"Akhir-akhir ini kau sering menggangguku ya, Naruto..."
Ucap Urushihara, melesat kearah Naruto dengan seringai yang terpampang diwajahnya, Excalibur Mimic hasil curiannya ia simpan sedangkan Excalibur yang biasa ia gunakan kini hendak ia tebaskan kearah Naruto
'Swuuush!'
Naruto langsung melompat kebelakang menghindari serangan frontal Urushihara, tak cukup sampai disitu, Urushihara kembali melesat kearah Naruto dengan serangan frontal kembali
"Jangan menghindar saja Naruto, ayo berdansa denganku!"
Naruto tersenyum simpul, dengan cepat ia mengeluarkan kunainya dan menahan serangan Urushihara dengan kunainya, yah walaupun kunainya menjadi retak tak kuat menahan serangan dari pedang Excalibur milik Urushihara
'Ctraaaak!'
'Swuuush!'
Mendecih pelan saat serangannya ditahan, Urushihara langsung memutar badannya dan melakukan tendangan kearah kepala Naruto, dengan cepat Naruto langsung menunduk menghindari tendangan Urushihara dan berbalik menyerang Urushihara dengan menendang kakinya
'Seeet!'
"Kena Kau!"
Urushihara langsung melompat menghindari tendangan Naruto, sambil menyeringai, dengan kuat ia tebaskan pedangnya kearah Naruto yang kini berada dibawahnya, Naruto yang melihat itupun tidak diam saja, dengan cepat ia merapal Handseal dan menempelkan tangannya ke tanah
"Doton : Doryuuheki!"
Tepat sebelum pedang Urushihara mengenai Naruto, muncul dinding tanah tepat didepan Naruto membuat serangan Urushihara tertahan dan menancap di dinding tanah itu
'Kraaak!'
Sementara Urushihara yang sibuk mencabut pedangnya yang masih menancap di dinding tanah milik Naruto, dengan cepat Naruto langsung melesat kearah Urushihara dengan kunai yang kini digenggam dengan jari jari tangan kanannya
'Syuuut!'
'Sraaaak!'
Naruto mendecih kesal saat kunainya yang hendak ia tebaskan kearah Urushihara kini tertahan dengan sayap milik Urushihara yang melindungi dirinya, Naruto melompat kebelakang saat sayap hitam Urushihara mencoba mendorongnya kedepan
"Sekarang giliranku!"
Kini Urushihara melakukan kuda kuda, dengan siap ia langsung melompat kearah Naruto yang masih berada diudara, Naruto pun tak bisa diam saja saat melihat Urushihara yang kini melesat kearahnya hendak menyerang, dengan cepat ia merapalkan Handseal
"Katon : Gokakyou no Jutsu!"
Setelah merapal Handseal, Naruto langsung meniup udara melalui mulutnya hingga memunculkan bola api yang besar dan melesat kearah Urushihara, Urushihara pun sedikit menyeringai saat bola api besar itu kini melesat kearahnya
'Zraaaaasss!'
Diluar dugaan Naruto, Urushihara langsung menebaskan pedangnya kearah bola api itu hingga terbelah menjadi dua bagian dan kembali mendekati dirinya hendak menebaskan pedangnya, Naruto pun langsung mengeluarkan Kunainya dan menahan tebasan pedang Urushihara
'Ctraaaang!'
'Kraaaak!'
Pertahanan Naruto pun terpatahkan oleh Urushihara saat Kunai yang ia gunakan untuk bertahan pun patah, sedikit luka lecet di dada kanan Naruto karena terkena tebasan pedang Urushihara, sambil menyeringai, Urushihara langsung melakukan Drop Kick kearah dada Naruto hingga Naruto terpental dan melesat ke tanah
'Braaaaaaak!'
"Ugh... Tch!"
Sedikit meringis dan mendecih saat Naruto menghantam tanah dengan kasarnya, Naruto membuka matanya, dengan cepat Naruto langsung bangun dan menghindar saat Urushihara mendarat dengan pedang yang ia hunuskan ke tanah yang sebelumnya hendak ia hunuskan kearah Naruto
"Pedang itu sungguh menyebalkan!"
"Kage Bunshin no Jutsu!"
"Habisi dia!"
Setelah Naruto merapalkan handseal sambil menyebutkan nama jutsu andalannya, muncul kurang lebih empat puluh Bunshin yang kini berada diantara Naruto, layaknya seorang bos, Naruto langsung memerintahkan para Bunshinnya untuk menyerang Urushihara yang kini berlari kearahnya sambil menyeringai
'Untuk sekarang, mungkin aku bisa menggunakan Chakra Kurama, oh ya? Sudah lama aku tak bertemu dengannya bukan?'
Batin Naruto bertanya pada dirinya sendiri, dengan konsentrasi penuh, ia langsung menempelkan kedua telapak tangannya dan mencoba terbawa kedalam alam bawah sadarnya
"Omoshiroi~!"
Mengabaikan Urushihara yang kini tengah bermain dengan para Bunshinnya, perlahan Naruto mulai masuk kedalam alam bawah sadarnya untuk bertemu dengan teman pertamanya, sekaligus teman yang pernah membuatnya menderita saat ia masih kecil dulu
'Aku datang, Kurama...'
::
::
::
::
::
::
'Pyaaak...'
Naruto perlahan membuka matanya, kini ia berada disebuah tempat yang gelap dengan hanya diterangi beberapa lilin yang berada disudut ruangan, tempat itupun juga dialiri air layaknya tempat pembuangan air
"Kurama!"
Naruto berjalan mengikuti satu satunya jalan yang berada didepan, sesekali memanggil nama temannya yang merupakan sesosok Bijuu rubah berwarna oranye, Naruto berhenti berjalan saat didepannya kini terlihat sesosok rubah yang tengah tertidur, mungkin akan terlihat seperti berhibernasi?
"Dasar rubah kesepian... sudah kuduga ia pasti akan tidur dalam waktu yang cukup lama"
Sindir Naruto saat rubah yang ia panggil Kurama itu membuka matanya merasakan kehadiran Naruto, Kurama terlihat tersenyum simpul akan kehadiran Naruto
"Ada apa Gaki? Kau tidak mungkin datang kesini hanya untuk bermain bukan?"
"Hahaha... apa aku terlihat seperti seseorang yang suka memanfaatkan orang lain?"
Naruto tertawa pelan saat ucapan Kurama yang memberikan kesan yang sedikit tidak enak padanya, berjalan dan duduk bersila didepan wajah Kurama yang kini menatapnya
"Kurama, bolehkan aku meminjam kekuatanmu?"
"Sudah kuduga, Padahal aku sering kali mengisi kembali chakramu yang kadang terkuras habis hanya untuk hal hal yang tidak penting, dan sekarang kau memintaku untuk memberikanmu kekuatanku? Dasar bocah!"
"Cepatlah Kurama! Aku tidak punya banyak waktu"
"Baiklah Baiklah!"
Kurama perlahan mengulurkan lengannya dan menyentuhkan jarinya kearah Naruto, dengan itu, perlahan Chakra berwarna biru yang amat besar berasal dari Kurama ditransfer ke Naruto, dan Naruto pun tersenyum saat Chakra Kurama yang amat besar masuk kedalamnya
"Bruuuss!'
Dan saat setelah selesainya Kurama mentransfer Chakra besarnya pada Naruto, terjadi perubahan pada Naruto, kini tubuh remaja pirang itu dipenuhi dengan Chakra berwarna kuning yang membalut tubuhnya, sekilas jika melihatnya, seluruh tubuhnya terlihat berwarna kuning dengan beberapa aksen hitam dibeberapa bagian tubuhnya padahal sesungguhnya itu adalah Chakra dan kekuatan yang Kurama berikan padanya
"Tuh Sudah selesai"
"Tunggu Kurama! Apa ini bertahan lama sama seperti dulu?"
"Tenang saja, aku akan memberikan Chakraku padamu, dengan begitu tubuhmu akan terus berwarna kuning seperti itu, bukankah itu bagus? Dimataku kau terlihat seperti kotoran manusia, haha!"
"Urusai!"
Muncul rasa sedikit kesal dihati Naruto saat Kurama mengejeknya dengan ejekan yang sedikit memalukan, ia bahkan diejek seperti kotoran manusia? Ia merasa terlalu hina untuk menjadi kotoran manusia
"Kalau begitu, aku pergi..."
Perlahan tubuh Naruto memudar, Kurama pun sedikit tersenyum saat bocah yang dulunya keras kepala ini sudah semakin besar, seorang bocah yang bukan menganggapnya sebagai senjata, tapi bocah yang menganggapnya sebagai teman walaupun mereka memiliki perbedaan yang mencolok
"Arigatou, Kurama..."
Dan akhirnya tubuh Naruto memudar sepenuhnya dan hilang dari hadapan Kurama, Kurama pun mulai kembali beranjak tidur, bukan tidur sih, ia Cuma mengistirahatkan tubuhnya sambil berfokus pada Chakra yang akan ia transfer pada Naruto nantinya
"Dasar, ia tak berubah sama sekali!"
..
..
..
..
..
..
..
Beralih ke dunia nyata, kini Urushihara sudah menghabisi bunshin Naruto yang terakhir, ia lalu menoleh kearah Naruto, ada rasa sedikit terkejut saat tubuh Naruto agak berbeda, tubuh Naruto kini dibalut dengan warna kuning yang menandakan bahwa ia sudah memasuki Bijuu Mode
"Oii Apaan itu? Kau bercanda?"
Ucap Urushihara yang awalnya hendak ingin tertawa saat melihat tubuh Naruto yang sangat mecolok itu, namun ia urungkan untuk tertawa saat aura kuat yang menguar dari tubuh Naruto
"Ejeklah aku sepuasmu, karena aku tidak akan peduli..."
Ucap Naruto dengan nada datar, perlahan ia membuka matanya, kini iris mata kuning dengan garis horizontal ditengahnya telah ditambahkan dengan garis vertikal yang membentang ditengah garis datar itu membuat siapa saja yang menatapnya akan terkejut
'Tap...'
'Duaaaaaaaggg!'
Seakan pergerakannya tak dapat diikuti oleh mata telanjang, dengan sangat cepat Naruto langsung melesat kearah Urushihara dan memberikan tendangan yang amat kuat kearah Urushihara hingga terpental dengan sangat cepat
'Braaaaak!'
Tubuh Urushihara terpental hingga menabrak beberapa pohon yang bahkan pohon itupun patah dan hancur akibat bertabrakan dengan tubuhnya, sedangkan Naruto pun menatap datar hasil dari serangan kuatnya itu
"Iteee... Tak kusangka kau akan serius"
Naruto menatap datar saat Urushihara yang kini berjalan kearahnya dengan santai seolah tak merasakan sakit yang baru saja menimpa dirinya, Naruto mengerti, Datenshi didepannya ini bukanlah makhluk yang sembarangan
"Aku akan serius jika itu akan menghentikanmu!"
"Urushihara!"
..
..
..
..
..
..
..
'Swuuuush...'
"Nee Vali-kun, sebenarnya apa yang kau tunggu?"
Beralih ke Kuoh Academy, tepatnya dilantai atas, kini terlihat sesosok gadis berambut ungu panjang yang tergerai lengkap dengan kacamata yang bertengger dihidungnya tengah bertanya pada sosok remaja berambut perak yang dipanggil Vali itu, Vali hanya memejamkan matanya sambil bersandar di pagar pembatas yang ada diatap
"Entahlah? Seseorang menyuruhku untuk menunggu disini"
"Sebaiknya kau pulang Rize, ini sudah malam"
Gadis itu- Rize cemberut saat Vali menyuruhnya untuk pulang, ia tahu kalau sekarang sudah malam, tapi ia tidak bisa meninggalkan Valinya disekolahan ini sendirian, ada rasa khawatir dihati jika ia meninggalkannya
"Tidak! Aku akan bersamamu!"
Vali menghela nafas pelan mendengar bantahan dari Rize, ia mengerti kalau Rize belakangan ini sedikit agak keras kepala, ia juga tahu kalau gadis ungu didepannya ini tengah mengkhawatirkan dirinya, tapi setidaknya ia bisa mengerti sedikit tentang masalah ini
Vali tahu kalau Azazel menyuruhnya untuk menunggu disini bukan tanpa alasan, pasti ada sesuatu yang ganjil disekitar sini hingga Azazel menyuruhnya, lagipula Azazel bukanlah pribadi yang suka bercanda yang berlebihan, ada saatnya gubernur miskin itu menjadi serius dalam mengatasi sesuatu
"Cepatlah pulang Rize, temani Kurumi diapartemen sana"
"Aku akan pulang bersamamu!"
Vali kembali menghela nafas, jadi beginikah saat seorang gadis dalam keadaan keras kepala?
"Terserah kau saja..."
Angin berhembus melewati kedua remaja itu, rambut ungu Rize yang tergerai bebas kini tengah berayun dibawa sang angin, kedua pipinya sedikit memerah saat menatap Vali yang kini sedikit terlihat tampan, dengan rambut yang terayun terbawa angin serta tatapannya yang terkesan sedikit dingin
Tatapan Vali menjadi sedikit lebih serius saat merasakan ada aura asing yang perlahan mendekatinya, matanya mencoba melihat lihat halaman sekolah dari atas atap sekolah mencari sumber dari aura asing itu
"Nee Vali-kun..."
"Hmm? Ada apa-"
Vali menengok kearah Rize, ekspresi terkejut terpampang diwajahnya serta ucapannya yang terputus saat melihat sosok Datenshi yang muncul dibelakang Rize hendak menyerang Rize dari belakang, dengan cepat Vali mengeluarkan sesuatu dari saku celananya, yang ternyata adalah sebuah bolpoin, dengan kuat ia langsung melempar bolpoin itu kearah Datenshi itu sambil menyuruh Rize untuk menunduk
"Rize, Menunduk!"
Rize terkejut saat Vali melemparkan bolpoin kearahnya, secara reflek ia menunduk sehingga bolpoin itu tak mengenainya dan melesat mengenai Datenshi yang berada dibelakangnya
'Craaat!'
Bolpoin itu tepat mengenai dahi Datenshi itu hingga mengeluarkan darah, Rize agak terkejut saat kini dibelakangnya ada sesosok Datenshi yang gagal menyerangnya, ia lalu berlari kearah Vali yang kini tengah mengeluarkan pedang andalannya, Little One dari lingkaran sihir
'Hug!'
"tenanglah, aku akan menjagamu!"
Ucap Vali setelah menangkap tubuh Rize yang hendak memeluknya, ia memeluk erat gadis bersurai ungu itu dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya kini tengah menggenggam pedangnya yang ia sodorkan kearah Datenshi yang menjadi korban dari bolpoinnya
'Sriiiing! Sriiing! Sriiiing! Sriiing!'
"Tch! Mereka berkelompok..."
Decih Vali saat kini muncul lingkaran sihir yang lumayan banyak disekitar Datenshi itu, dari lingkaran sihir itu muncul Datenshi lain yang kini siap untuk menyerangnya, langit yang awalnya hitam khas gelapnya malam berubah menjadi ungu sebagai pertanda bahwa para Datenshi telah datang
"Rize, kau tetaplah dibelakangku, aku akan menghadapi mereka"
Ucap Vali sambil melepaskan pelukannya pada Rize, ada rasa sedikit khawatir dihati Rize saat Vali ingin menghadapi para Datenshi itu, namun saat Vali menatapnya dengan senyumnya, membuat rasa khawatir itu hilang
'Tap... tap...'
Rize pun mundur dan berdiri dibelakang Vali, juga Vali yang kini perlahan berjalan kearah para Datenshi itu sambil menyeret pedangnya membuat para Datenshi itu bersiaga
"Little One, sudah saatnya kau menunjukkan ketajamanmu..."
Ucapnya pada pedangnya sendiri, dengan kecepatan kakinya, ia langsung melesat ke kumpulan para Datenshi itu dengan pedang yang tengah ia tebaskan pada para Datenshi itu
'Craaaaaaash!'
..
..
..
..
..
..
..
"Hah...Hah..."
Beralih ke pertarungan Naruto vs Urushihara, kini mereka berdua berdiri dengan jarak yang agak jauh, Naruto berdiri dengan tegak menatap tajam Urushihara dengan chakra kuning yang mulai menguap dari tubuhnya serta sedikit beberapa luka lecet akibat pertarungan dengan Urushihara
"Omoshiroi!, kau bahkan lebih kuat dari sebelumnya"
Ucap Urushihara, kini ia tengah berdiri agak jauh dengan Naruto, keadaannya sama seperti Naruto, banyak luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya, akan tetapi ia kini terengah-engah sedikit lelah sehabis bertarung dengan Naruto
"Begitukah?"
Ucap Naruto mengulas senyum tipis, sebenarnya jika ia tidak dibantu dengan chakra Kurama yang mengalir ditubuhnya serta obat yang diberikan oleh Azazel, ia pasti sudah sangat lelah lebih dari yang Urushihara rasakan
"Ya, bahkan lebih dari apa yang kubayangkan!"
'Swuuuuussh!'
Tepat setelah menyelesaikan ucapannya, dengan cepat, Urushihara langsung melesat kearah Naruto dengan Excalibur yang berada digenggamannya, Naruto pun tak bisa diam saja, dengan cepat ia melakukan handseal, seketika muncul sepuluh tombak yang keluar dari tanah disekitarnya, dengan cepat tombak tanah itu melesat kearah Urushihara yang kini melesat kearahnya
'Swuuuush!'
'Ctraaaak!'
Urushihara terus melesat kearah Naruto sambil menghindari tombak tanah yang melesat kearahnya, sesekali ia menghancurkan tombak tanah itu dengan pedangnya karena tak sempat untuk menghindar
"Akan kuakhiri ini!"
'Swuuuush!'
Ucap Naruto dengan nada yang sedikit meninggi, dengan cepat ia berlari kearah Urushihara dengan sebuah kunai digenggamannya, Urushihara pun tersenyum senang saat Naruto mengikuti gaya bertarungnya
"Kau benar! Ini akan berakhir!"
Seakan gerakan melambat, mereka berdua terus berlari hingga semakin sedikit jarak diantara mereka, Urushihara pun tersenyum layaknya seorang psikopat sambil menusukkan pedang Excaliburnya kearah kepala Naruto
"Tak semudah itu!"
Namun sayangnya Naruto terlebih dahulu menghindari tusukan pedang Urushihara dengan cara menunduk lalu menusukkan kunainya kearah dada kiri tepat dibagian jantung Urushihara
'Jleeb!'
"Tch!"
Waktu kembali berjalan normal, Naruto sedikit mendecih saat tusukan Kunainya gagal mengenai dada kiri Urushihara dan malah mengenai bahu Urushihara hingga mengeluarkan darah, Urushihara pun sedikit meringis kesakitan saat bahunya terus mengeluarkan darah segar
'Duaaaaag!'
Dengan kuat nan kasar, Naruto langsung menendang Urushihara sambil mencabut kunainya dari bahu Urushihara hingga membuat Urushihara terpental akibat tendangan Naruto
'Braaaak!'
Urushihara menabrak sebuah pohon dengan sangat kuat, duduk bersandar dipohon itu sambil memegangi luka dibahunya, Urushihara pun mengulas senyum saat kembali ia dikalahkan oleh Naruto
'Sriiiiing!'
Diluar dugaan Naruto dan Urushihara, muncul dua buah lingkaran sihir diantara Naruto dan Urushihara, dari dua lingkaran sihir itu, muncul sekelompok iblis yang memakai seragam Kuoh Academy serta salah satu Utusan Gereja yang Naruto kenal
Mereka adalah para anggota ORC serta ketuanya juga para OSIS Kuoh Academy juga ketuanya, serta salah satu utusan gereja yang Naruto kenal, yaitu Xenovia
"Jadi, mereka bala bantuanmu Naruto?"
"Aku-"
"Maaf saja, kami bukan sekutu dari bocah yang kau sebut Naruto itu!"
Ucapan Naruto dipotong oleh Rias, yang merupakan ketua ORC dengan nada yang sedikit tajam, membuat Naruto sedikit kesal karena ucapannya dipotong dan ucapan gadis itu yang terdengar kasar, Rias menatap Urushihara yang kini dalam keadaan tidak baik lalu menatap tajam Naruto dari ekor matanya
"Begitukah? Baiklah kalau begitu, lain kali kita akan bertarung lagi, Naruto!"
Ucap Urushihara dengan nada yang mantap walaupun keadaannya saat ini tak memungkinkan, perlahan tanah yang ia duduki muncul lingkaran sihir berwarna ungu, tubuhnya pun ikut menghilang seiring dengan menghilangnya lingkaran sihir yang berada dibawahnya. Naruto mendecih kesal saat Urushihara berhasil kabur
Setelah perginya Urushihara, sekelompok iblis dan juga utusan gereja itupun menatap Naruto dengan tatapan tajam
'Sudah kuduga mereka akan membenciku karena berita palsu itu, dan Rias yang kurasa kini amat membenciku karena telah menyerang para peeragenya'
Batin Naruto sambil menghela nafas saat kini Rias dan Sona serta anggota mereka dan juga Xenovia menatapnya dengan tatapan seolah menginginkan penjelasan darinya
'Tapi tunggu! Kenapa mereka ada disini?'
"Kenapa kalian ada disini?"
Tanya Naruto pada mereka semua, mendengar pertanyaan dari Naruto, membuat mereka memberikan beberapa ekspresi, ada yang aneh, benci, menatap tajam, dan saling berpandangan, "apa maksudnya pertanyaan Naruto itu" mungkin itulah yang ada dipikiran mereka semua
"Kau tak pantas bertanya pada kami, seharusnya aku yang bertanya padamu kenapa kau berani menyerang keluargaku?!"
Naruto menghela nafas, sudah diduganya kalau Rias akan berkata begitu dan menanyakan hal yang menyangkut tentang pengeroyokan kemarin, dimana dirinya hampir saja menjadi dibunuh oleh para ORC hanya karena dianggap bersekutu dengan Urushihara
"Aku hanya membela diri, apa itu salah?"
"Hah? Membela diri katamu? Kau hampir saja membunuh keluargaku!"
Naruto langsung menutup kedua telinganya dengan telapak tangannya saat Rias membentaknya dengan nada yang tinggi
Kemarin, Naruto memang membuat para peerage Rias terluka, itu ia lakukan agar para peerage Rias berhenti menyerangnya yang menyerang tanpa ada alasan yang mendasar, jika saja ia tidak melakukan itu, ia pasti sudah menjadi bulan bulanan peerage Rias kala itu
"Huft... kau hanya tidak tahu situasinya seperti apa, Onee-chan..."
"Jangan panggil aku dengan sebutan kakak!"
Bentak Rias dengan nada tinggi saat Naruto dengan sengaja memanggilnya dengan sebutan kakak perempuan, teman teman Rias yang lain pun menatap Rias dengan sedikit khawatir, khawatir karena gadis yang merupakan adik dari Maou Lucifer itu kini tengah terbawa emosi
Naruto kembali menghela nafas, ia memang sengaja memanggil Rias seperti itu, ia hanya ingin tahu bagaimana pandangan Rias tentang dirinya, masihkah Rias mengharapkannya untuk kembali atau tidak, dan dia sudah mengetahui jawabannya, bahwa Rias sekarang membencinya
Naruto sendiri tak ambil pusing, mau Rias tak menganggapnya, membencinya, atau mengutuknya sekalipun, ia sama sekali tak peduli, lagipula Rias juga bukanlah kakak kandungnya, yang sekarang ia pedulikan adalah temannya yang kini tengah berada di Kuoh Academy yang akan dihancurkan oleh Kokabiel
"Kenapa kau diam saja Naruto!"
Naruto mendecih kesal saat salah satu anggota ORC, yaitu Issei sedikit membentaknya, rasanya ingin sekali ia putar kepala bocah naga itu hingga patah dan bisa diputar kembali
"Baiklah! Aku akan menjelaskannya!"
"Kemarin, Datenshi yang kalian lihat tadi memberikan sebuah penawaran kepadaku-"
"Sudah kuduga kau bersekutu-"
"Jangan potong ucapanku, Sekiryuutei!"
Ucap Naruto kesal karena ucapannya dipotong oleh Issei, membuat sang inang dari Ddraig itu terdiam karena bentakan Naruto
"Ia memberikan penawaran bahwa jika aku membawa salah satu teman seapartemenku padanya, ia akan menjanjikanku untuk bisa kembali ke duniaku"
Anggota ORC serta OSIS dan juga Xenovia saling berpandangan, memangnya Naruto punya teman seapartemen? Lagipula mereka tak tahu Naruto sekarang tinggal dimana. mereka semua menatap Sona, Sona pun menggeleng pelan bahwa ia memang tidak tahu alamat Naruto, itu karena di data siswa sekolah, data tentang Naruto hanya menunjukkan bahwa ia tinggal di kota Kuoh
"Lalu, Apa jawabanmu?"
Lanjut Rias bertanya tanpa memperdulikan siapa teman Naruto, karena sekarang ia memang tidak peduli lagi dengan remaja yang bahkan hampir membunuh keluarganya
"Tentu saja aku menolaknya! Aku mungkin bisa kembali pulang kerumah, tapi aku tidak bisa menyerahkan temanku yang seorang gadis pada Datenshi licik seperti dia"
Mereka kembali saling berpandangan, seorang gadis kata Naruto? Mungkin dipikiran mereka saat ini yaitu seorang gadis berambut ungu yang sering terlihat bersama Naruto dan juga Hakuryuukou bernama Vali itu
"Memangnya siapa gadis itu?"
"Aku tidak akan memberitahukannya, apa yang kukatakan sudah cukup kalian terima"
Ucap Naruto, ia memang tahu kalau sekelompok iblis didepannya ini suka mencari-cari informasi tentang orang lain beserta kekuatannya, lalu mereka akan menjadikannya peerage mereka persis seperti dulu saat Naruto yang disuruh Rias untuk mengamati Issei, dulu sekali
"Sekarang jawab pertanyaanku, kenapa kalian disini? Dan kenapa kalian tidak berada di sekolah?"
"Untuk apa pergi kesekolah malam-malam begini, kau bodoh ya?"
Ucap Issei membalas pertanyaan Naruto, diikuti dengan teman-temannya yang juga mengangguk menyetujui ucapan Issei, sedangkan Naruto hanya bisa menepuk dahinya dengan telapak tangannya melihat kebodohan iblis didepannya
Sekarang Naruto mengerti kenapa Azazel menyuruh Vali untuk tetap berada di Kuoh Academy, Gubernur itu sengaja menyuruh Vali karena Azazel tahu kalau anggota ORC dan OSIS yang menguasai wilayah itu tak ada disana dan memaksa Vali untuk bertarung dengan para Datenshi yang saat ini menyerang Kuoh Academy, hal itu juga membuktikan bahwa bukan karena dirinya yang menginginkan kehancuran Kuoh Academy hanya karena Kokabiel yang merupakan Datenshi akan menghancurkan sekolah itu, makanya ia menyuruh Vali untuk menjaga tempat itu sebagai tanda bahwa Azazel bukanlah dalang dibalik penyerangan Kokabiel
"Bodoh! Apa kalian tahu kalau saat ini Kuoh Academy tengah diserang para Datenshi?"
"Apa katamu?"
Ucap Rias yang malah bertanya balik kepada Naruto. Naruto pun menghela nafas, ia merasa bodoh karena menanyakan hal itu pada mereka semua, ia benar benar tak mengerti jalan pikiran para iblis, bahkan keadaan wilayahnya sendiri mereka tak tahu
"Aku bodoh berbicara pada kalian..."
'Poooofftt!'
Tepat setelah selesai mengucapkan kata katanya, Naruto pun berjalan meninggalkan Rias dkk dan menghilang meninggalkan kepulan asap putih yang tebal
Hening tercipta diantara mereka, beberapa dari mereka memikirkan apa yang barusan Naruto ucapkan, mereka tahu kalau ekspresi Naruto tadi tidaklah berbohong, tapi mereka tidak bisa langsung percaya pada Naruto
"Kaichou, apa yang dikatakan Naruto tadi ada benarnya?"
Tanya Tsubaki, yang merupakan wakil ketua OSIS, Sona hanya bisa menggeleng pelan merespon pertanyaan Tsubaki, ia memang tak tahu apa yang terjadi di Kuoh saat ini, karena sebelumnya ia mempunyai urusan dengan Rias
"Aku tak tahu, bukankah kita tadi tengah berada di dunia bawah bersama Rias dan Akeno?"
Ucap Sona pada Tsubaki, Rias dan Akeno pun mengangguk menyetujui apa yang diucapkan oleh Sona. Karena sejak siang tadi, Rias dan Akeno serta Sona dan Tsubaki berada didunia bawah tengah membicarakan sesuatu
"Minna, setelah kalian pulang sekolah tadi, apa ada sesuatu yang aneh pada sekolah kita?"
Tanya Rias pada semuanya, mereka hanya menggeleng merespon pertanyaan Rias, mereka tidak merasakan hal yang aneh pada sekolah mereka, karena sekolahan saat itu berjalan seperti biasanya
"Tidak ada yang aneh Buchou, sekolah berjalan seperti biasanya, tak ada hal yang mencurigakan"
Ucap Issei meyakinkan, diikuti dengan anggota ORC dan anggota OSIS yang lainnya setuju dengan apa yang diucapkan oleh Issei
Rias berpikir, adik dari Maou Lucifer itu memang tak mempercayai Naruto, ada satu hal yang ia ketahui dari Naruto bahwa dia tak pernah berbohong, tapi entah kenapa pikirannya tak ingin terpengaruh dengan itu dan lebih mempercayai teman temannya yang notabene tak tahu dengan keadaan sekolahan mereka sekarang
Ia menoleh kearah Sona, gadis berkacamata itu juga saat ini tengah berpikir, yang mereka ketahui saat ini disekolah tak ada siapapun mengingat hari sudah malam, tentu para siswa maupun guru sudah pulang kerumah mereka masing masing untuk istirahat menanti hari esok
Mereka berdua lalu bertatapan, seakan bisa saling membaca pikiran satu sama lain, mereka mengangguk berbarengan, dan memerintahkan teman mereka untuk pergi ke sekolah mereka, Kuoh Academy
"Minna, kita akan pergi ke sekolah untuk mengecek apa yang terjadi disana!"
'Sriiiiing!'
..
..
..
..
..
..
..
'Ctraaaang!'
'Jraaaaass!'
Beralih ke Kuoh Academy, keadaan sekolah itu saat ini bisa dibilang sangat memprihatinkan, dengan beberapa ruangan yang hancur, beberapa anak tangga yang rusak, serta lantai lantai yang tak datar lagi, bahkan dibeberapa sudut ruangan, ada sedikit api yang membakar sudut ruangan itu
'Slaaaasshh!'
Kita beralih ke gedung utama Kuoh Academy, tepatnya dilantai dua, kini terlihat Vali yang tengah menghabisi para Datenshi yang menghadangnya dengan pedang andalannya yaitu Little One, serta dibelakangnya yaitu Rize yang kini menjaga dari belakang
'Jraaaass!'
Vali langsung melempar pedangnya kearah salah satu Datenshi yang berada didepannya itu hingga tepat mengenai kepala Datenshi itu, dengan cepat ia kembali melesat mencabut pedang yang menancap dikepala salah satu Datenshi itu dan kembali menyerang Datenshi yang lain
'Craassshh!'
Kita berganti pada Rize, kini ia menyerang keempat Datenshi yang berada didepannya dengan menggunakan keempat ekornya yang berwarna merah dari belakangnya, dengan cepat keempat ekornya itu menusuk dua sosok Datenshi yang gagal menghindari serangan Rize (Penjelasan tentang Rize lihat A/N Ch 10)
'Sriiing!'
Tanpa diduganya, salah satu Datenshi itu melemparkan sebuah Light Spear kearah Rize, dengan gesit Rize menghindari Light Spear itu dengan bergeser kesamping, namun yang membuatnya terkejut, Light Spear itu kini melesat kearah Vali yang sibuk mengurus para Datenshi yang lain
"Vali-kun!"
Vali menoleh kearah Rize, wajahnya terkejut saat sebuah Light Spear kini melesat kearahnya yang tak sempat untuk menghindar karena tengah bertarung dengan Datenshi yang lain, namun...
'Braaaaakkk!'
'Ctraaaangg!'
Diluar dugaan mereka berdua, atap lantai itu rusak dan hancur hingga berlubang, dari lubang itu muncul Naruto yang menahan Light Spear itu dengan Kunai yang kini berada digenggamannya
"Gomen! Aku terlambat"
"Tak usah dipikirkan, sebaiknya kau bantu Rize"
Tanpa babibu, Naruto langsung membantu Rize yang kini tengah menahan setiap serangan yang diberikan para Datenshi yang menjadi lawannya, sedangkan Vali kini terus menyerang para Datenshi lainnya dengan pedangnya
'Slaaass!'
'Craaass!'
Selang beberapa menit setelah mereka bekerja sama menghabisi para Datenshi, Vali langsung berlari menghampiri Naruto dan Rize, senyum terpampang saat melihat Naruto dan Rize masih dalam keadaan baik baik saja, Vali lalu mengulurkan tangannya kearah pucuk kepala Rize
'Pluk!'
"Kerja bagus! Dan maaf aku tak bisa membantumu tadi"
Ucap Vali sambil mengelus pucuk kepala Rize dengan lembut. Rize tersenyum sambil menggeleng pelan, ia akui bahwa ia memang memerlukan bantuan Vali, tapi di sisi lain, ada rasa bangga dihatinya saat ia berhasil bertarung dengan kekuatannya sendiri walau sedikit dibantu dengan Naruto
"Tidak apa apa kok, seharusnya aku yang minta maaf padamu karena aku membuatmu khawatir"
"Rize..."
"Vali-kun~!"
.
.
.
"Bisakah kalian berhenti saling bertatapan seperti itu? Aku tahu kalau kau pasti akan minta jatah pada Rize malam ini, tapi untuk kali ini tolong fokus dengan masalah ini"
Ucap Naruto pada Vali, ia memutar matanya bosan saat Vali dan Rize kembali melakukan adegan adegan romantis layaknya pemain drama sinetron, ayolah! Ini bukan saat yang tepat untuk melakukan hal seperti itu
Sedangkan Vali, ia hanya bisa menatap Naruto dengan tatapan tajam saat mengerti apa yang dimaksud Jatah oleh Naruto, Naruto hanya bisa nyengir gaje sambil menggaruk kepala belakangnya
Sedangkan Rize? Ia hanya bisa membuang mukanya kearah lain karena wajahnya yang kini memerah setelah mencerna ucapan Naruto tadi, dasar Naruto! Bisa bisanya ia mengatakan itu tepat didepan orangnya
"Sekali lagi kau berbicara seperti itu, akan kutusuk kepalamu itu dengan pedang ini"
Ancam Vali sambil menodongkan pedangnya itu kearah Naruto, membuat Naruto menggeleng pelan sambil mundur beberapa langkah
"Vali-kun, jangan lakukan itu!"
Ucap Rize melerai Vali yang sedikit terbawa emosi, ia memegang tangan kiri Vali yang sedikit agak dingin itu berharap emosi Vali menurun. Akhirnya Vali menghela nafas pelan lalu menurunkan pedangnya sambil menatap Rize
"Oii Vali!"
"Apa?"
"Entah kenapa aku merasa sekolahan ini sudah dipasang Kekkai, apa itu benar?"
Ucap Naruto, ia memang baru saja merasa bahwa tempat ini tengah dibatasi dengan sebuah Kekkai, itu juga dibenarkan dengan langit yang tadinya berwarna ungu kini berganti dengan warna merah, yah jika dipikir sih, lebih baik dipasang Kekkai agar orang luar tidak bisa masuk kedalam dan tempat ini pun terjaga dari orang luar
"Entahlah, ini mungkin kerjaannya SeitoKaichou yang notabene seorang Iblis keturunan Sitri, ia pasti memasang Kekkai disekolahan ini agar orang-orang luar tidak mengetahui apa yang terjadi dengan sekolah ini"
"Lihatlah, ORC kini tengah bertarung dengan para Datenshi serta beberapa Iblis"
Ucap Vali sambil menunjuk kearah lapangan, Rize dan Naruto pun melihat apa yang ditunjuk oleh Vali, dan benar saja, kini dilapangan sekolah terlihat sekelompok anggota ORC yang kini tengah bertarung melawan para bawahan Kokabiel
"Sebaiknya kita pergi kesana!"
"Tunggu Naruto!"
Naruto yang awalnya berlari, kini berhenti saat Vali menyuruhnya untuk berhenti, ia menoleh kearah Vali, menatap remaja berambut perak itu sambil menunggu apa yang ingin dia ucapkan
"Sebenarnya, ada apa ini?"
"Kokabiel akan menghancurkan sekolah ini dan membunuh Rias dan Sona-Kaichou untuk memulai Great War ke-2, Azazel pasti akan kerepotan dengan apa yang Kokabiel lakukan, makanya ia menyuruh kita untuk berada disini dan mengalahkannya"
Ucap Naruto menjelaskan secara rinci pada Vali, saat ini mereka memang harus menghentikan aksi Kokabiel yang sudah kelewatan. Vali mengangguk setelah mendengar sambil mencerna penjelasan Naruto
"Ayo pergi!"
"Baiklah kalau begitu, ayo Rize!"
Akhirnya, Naruto berlari menuju lantai bawah hendak pergi ke lapangan sekolah, diikuti dengan Vali yang juga berlari bersama Rize dibelakangnya
'Drap... Drap...'
..
..
..
..
..
..
'Craaass!'
'Slaaass!'
Beralih ke lapangan olahraga Kuoh Academy, kini para Anggota ORC terus menyingkirkan para Datenshi dan beberapa iblis yang lumayan banyak. Serta terlihat sesosok Datenshi yang kini duduk disinggasana yang melayang diudara sambil menatap bosan para anggota ORC yang tengah berhadapan dengan para bawahannya
'Craaasss!'
Salah satu Datenshi langsung tewas seketika dan lenyap saat salah satu anggota ORC yang juga merupakan Cassanova Sekolah, yaitu Kiba Yuuto menyerangnya dengan pedang tajamnya
Duaaagg!'
Disisi lain, anggota ORC yang lain yang merupakan Rook dari Rias Gremory, yaitu Toujo Koneko kini tengah menghabisi salah satu Datenshi dengan tangannya, yah walaupun tubuhnya Loli, tapi untuk kekuatan dia bisa diadu
'Blaaarr!'
Berganti pada salah satu anggota ORC lain yang merupakan Sekiryuutei, yaitu Hyoudou Issei, ia menyerang beberapa Datenshi yang mengumpul disana dengan Dragon Shot nya, membuat para musuhnya langsung kalah dengan kekuatannya
Serangan pun diakhiri dengan Akeno yang kini terbang dengan sayap iblisnya, gadis miko itu berkonsentrasi dengan lingkaran sihir di tangannya hendak melakukan sesuatu yang menakjubkan
"Raikohou!"
Serentetan petir menghujani lokasi para Datenshi didepan mereka, dengan serangan seperti itu, membuat para Datenshi maupun beberapa iblis langsung terluka terkena serangan Akeno
"Pertarungan yang membosankan, kalian semua! Terus serang mereka!"
Ucap Datenshi yang duduk disinggasana yang melayang itu, dialah dalang dibalik semua ini, yaitu Kokabiel, mata merahnya yang menyala menatap bosan kelompok Rias yang kini terus menghadapi para bawahannya yang semakin ganas
"Buchou! Jumlah mereka terlalu banyak, aku sulit menghadapinya!"
Ucap Issei yang kini tengah menghindari serangan para Datenshi, hal itupun disetujui oleh Kiba Yuuto yang terus menahan serang para Datenshi yang mengganas, tentu saja mereka sulit menghadapinya, karena mereka saat ini kalah jumlah
"Untuk sementara, Kalian terus bertahan-"
.
.
"Bertahan tidak akan menghasilkan apa apa, bodoh!"
Belum sempat Rias menyelesaikan perintahnya pada para peeragenya, sesosok lain memotong ucapannya, gadis berambut merah crimson itu sedikit terkejut saat melihat kehadiran Naruto yang kini tengah berada diudara serta memegangi Rasenshuriken ditangannya dibantu oleh dua bunshin disampingnya
"Na-Naruto?"
Samar samar para anggota ORC yang lain mendengar sang ketua memanggil nama Naruto, mereka menoleh kebelakang atas, dan benar saja, ditangkapnya dengan mata mereka sesosok remaja yang kini tengah berada diudara sambil memegangi sesuatu yang mereka tak tahu
"Kalian! Pergilah dari sana, itupun jika kalian ingin terus hidup!"
Ada rasa kesal dihati mereka mendengar ucapan Naruto yang menyuruh mereka pergi, awalnya mereka tak berniat untuk pergi, namun hal itu mereka urungkan saat Naruto melempar Rasenshuriken nya kearah mereka yang notabene dekat dengan kumpulan para Datenshi maupun iblis, mereka langsung pergi menghindari serangan Naruto
'Swuuuuuushh!'
'Blaaaaaarrr!'
Tepat setelah Rasenshuriken itu mengenai beberapa Datenshi dan menyentuh tanah, Rasenshuriken itu langsung meledak dengan kuatnya, kumpulan Datenshi dan beberapa iblis yang terkena ledakan itupun tercabik cabik didalam ledakan itu. Sedangkan anggota ORC lain yang berhasil menghindar dari serangan Naruto hanya bisa membulatkan mata mereka menatap ledakan besar itu
Ledakan itupun berhenti dan menghasilkan kawah yang lebar, dikawah lebar itupun banyak terdapat bulu bulu gagak yang terbakar serta cipratan darah yang memenuhi kawah itu
'tap...'
Naruto lalu mendarat dipinggir kawah itu, ia menatap datar kawah hasil dari serangannya, pandangannya lalu menatap kearah Kokabiel yang kini tengah menyeringai padanya
'Swuuuush!'
Para anggota ORC kembali dikejutkan dengan seorang remaja sambil menggendong seorang gadis yang melewati mereka semua dari udara, keduanya adalah Vali dan Rize, keduanya tepat mendarat disamping Naruto
"Naruto! Apa maksudnya ini?!"
Naruto hanya bisa menghela nafas saat Issei meneriakkan namanya sambil mencoba meminta sebuah penjelasan padanya, sedangkan Vali mendecih pelan mendengar keberisikan Issei
"Naruto! Menghindar!"
Vali langsung membawa tubuh Rize dan melompat kesamping saat Kokabiel menyerang mereka dengan Light Spear yang amat besar, Naruto pun ikut menghindar melompat mengikuti Vali, sedangkan gerombolan Rias menghindar melompat kearah yang berlawanan dengan Naruto dan Vali
"Naruto! Apa-"
"Bisakah kau diam bocah! Kita semua hampir terkena serangan tadi karena keberisikanmu itu!"
Bentak Vali memotong ucapan Issei yang setengah berteriak, membuat Issei kesal sambil menggertakkan giginya dengan tangan yang terkepal erat, sedangkan yang lainnya hanya menatap Vali dengan tatapan tajam
Beralih ke Naruto, kini ia menatap Kokabiel dengan tajam, apa yang dikatakan Azazel sore tadi masih terngiang dikepalanya, ia harus mengalahkan Kokabiel disini, membunuhnya juga tak apa selama masalah ini terselesaikan
"Akhirnya kita bertemu lagi Naruto!"
Akhirnya Kokabiel mengeluarkan suara, perlahan ia berdiri dari singgasananya, tatapan mata merahnya menajam kearah Naruto, serta kesepuluh sayap yang membentang dipunggungnya seolah memberitahu bahwa ia bukanlah sosok Datenshi yang sembarangan
Naruto hanya diam tak merespon salam dari Kokabiel, ia tak perlu memberikan ucapan pada Kokabiel, ia hanya perlu membunuh Kokabiel dan mengakhiri masalah ini
"Kau telah berubah ya? Baiklah kalau begitu, sebagai permulaan, akan kuberikan lawan yang sepadan pada kalian semua!"
Tepat setelah Kokabiel menyelesaikan ucapannya, muncul sesosok anjing berkepala raksasa di depan kelompok Rias, anjing itu adalah Cerberus, dikatakan bahwa Cerberus merupakan salah satu anjing penjaga Neraka
Disisi lain, tepat didepan Naruto, Vali dan juga Rize, muncul lingkaran sihir berwarna ungu, dari lingkaran sihir itu, muncul sesosok Datenshi, memakai T-shirt putih dengan celana panjang hitam, sedikit beberapa lecet ditubuhnnya serta lengan kirinya yang dibalut dengan perban
"U-Urushihara?!"
Ucap Naruto terbata, ia agak terkejut, pasalnya Datenshi yang berada didepannya ini sebelumnya mendapat luka yang bisa dikatakan cukup parah sehabis bertarung dengannya, namun kini, Urushihara terlihat baik baik saja walaupun beberapa bagian tubuhnya yang lecet dengan tangan yang diperban
"Kau kenal dia Naruto?"
"Ya... Dia adalah Aib bagi Datenshi itu sendiri..."
.
.
"Benarkan? Urushihara?"
..
..
..
..
..
..
..
:: To Be Continued ::
A/N : Yosh! Kembali lagi dengan saya Kurosaki Kitahara di Fic berjudul New Line! Tepat di Chapter ke-23 ini!
Bagaimana Chapter kali ini? Mungkin Scene battlenya kurang greget, plus dibagian akhir yang terkesan sedikit dipaksakan
Kita membahas hal lain, mungkin ada yang belum mengerti bagaimana kekuatan Rize? Coba deh baca A/N Di Chapter ke-10, disana ada penjelasan tentang siapa itu Rize dan apa kekuatannya
Dan kemarin yang masih pengen Naruto konflik sama Rias dkk? Tuh diatas mereka mulai berseteru lagi, yah walaupun konflik Cuma gara-gara salah paham, tapi kurasa itulah Plot yang lumayan bagus bagi saya
Dan soal penyerangan Kokabiel dengan Urushihara, Chapter ini adalah permulaan dari Invasi Kokabiel, mungkin chapter selanjutnya adalah chapter yang mengakhiri Invasi Kokabiel dan memasuki Arc Baru! Yeeaayy! :v
Soal Naruto, tuh diatas dia udah pake Senjutsu dan Bijuu Mode, kuharap kalian puas dengan pertarungan Naruto walaupun ada sedikit pertarungannya yang saya skip
Dan soal Vali? Yah belakangan ini sifatnya gak terlalu Over-OOC :v :v , tapi disisi lain, sikap kerennya udah mulai muncul di Chapter ini #pfftt
Dan sekarang saatnya membalas Review!
M1912 : Yosh! Ini udah Update Chapter terbaru, thx udah mau nunggu lama!
.165 : Yap! Konflik yang kamu bicarakan udah dimulai tuh, kuharap kamu suka dengan konflik yang saya buat
RamaO'otsutsuki : Sankyuu atas pujiannya! dan ini udah Update!
Mr. Uzumaki 22 : haha.. maaf kalo ngecewain kamu soal scene miss-kissing kemaren :v , soal Battle, Chapter ini sudah bisa dikatakan hampir full battle, Naruto juga kurasa gak terlalu Overpowered, kuharap kamu suka!
Yadi : Sankyuu atas pujiannya!
.980 : Ini udah lanjut gan! Happy Reading!
Sang Malapetaka : yah itu saat chapter 1-10 memang sengaja aku memasang genre Hurt/Comfort, tapi genrenya udah saya ganti ke Romance kok! Thx sudah memberitahu!
Hannavali795 : Thx udah mau Review panjang :v
Memang dari Chapter 1-12 (atau mungkin sampe Ch 19?) memang masih butuh perbaikan, entah dari segi cerita yang terlalu dipaksakan
Dan soal drama percintaan yang kamu katakan, bisa dibilang saya sangat payah dalam hal itu, apa yang kamu ucapkan memang benar dan saya mengakuinya, tapi selain itu, saya juga selalu mencari referensi ataupun inspirasi, bagaimana cara membuat Scene Romance yang manis manis, saya belajar tentang itu. Karena saya tahu, saya gak ngerti tentang cinta, bahkan hingga saat ini, hidup saya masih jomblo dan belum tersentuh dengan namanya cinta :v :v #KokMalahCurhat?
Dan soal Genre, itu sudah saya bahas direview atas...
Dan maaf kalau Fic saya ini membuatmu kecewa, saya memang masih tergolong baru didunia FFn ini, dan karena itulah saya membutuhkan review dan masukan dari pada Reader agar membuat saya lebih berkembang dari hari hari sebelumnya
Thx sudah mau review panjang, saya sangat menghargainya!
KidsNo TERROR13 : Ini udah lanjut, Happy Reading!
Sang Pembunuh374 : Itu karena hanya Naruto yang pindah ke dunia DxD di Fic ini, saran saya coba kamu baca lagi dari awal biar kamu ngerti alur yang saya buat deh!
Saputraluc00 : Pertanyaan kamu terjawab di Chapter ini, dan soal Kurumi? Sejauh ini dia masih berada ditempatnya, tapi Chapter depan, akan ada hal menarik yang menyangkut Kurumi kok!
DandiDandi : Ini udah Lanjut!, maaf kalo udah buat kamu nunggu lama
Ahmadsayuti1003 : Ini udah lanjut! Soal apa yang kamu tanyakan itu memang benar, saya mengambil salah satu Chara dari Anime itu
Yellow Flash115 : Lemon? Maaf,hal itu masih belum terlintas diotak saya, dan soal Cencored-Lemon(?) ValiRize kemarin, itu hanya Cuma Humor belaka, saya gak menuliskan Lemon ValiRize secara eksplisit kok :v
Itulah balasan Review Chapter kemarin, maaf buat Review yang tidak saya balas ataupun lainnya. Ngomong-ngomong soal Review, makin hari kok makin sedikit Review yang saya dapat ya? Kecewa sih, tapi ya mau bagaimana lagi, saya masih jauh berada dibawah Author lain yang mempunyai Fic yang sungguh amat menarik
Mungkin Cuma sampai disini perjumpaan kita, semoga menghibur dan jangan lupa untuk Review ya!
::
::
:: See You In Next Chapter! ::
:: Kurosaki Kitahara Has Been Logged Out! ::
