Malam ini terasa sangat dingin, angin yang beralun dengan lamban membawa orang-orang terbuai dalam lembutnya alunan angin, bintang-bintang yang menghiasi langit sebagai lukisan dikala malam, juga bulan yang kini tengah terang-benderang dalam gelapnya malam menyinari bumi dengan cahayanya yang indah
Suasana yang indah? sepertinya begitu...
Dunia ini memiliki banyak suasana, suasana dimana kau merasa semua yang ada didunia ini hanya milikmu, suasana dimana kau merasa dunia inilah tempatmu bersantai dengan damainya, dan terkadang muncul suasana dimana kau merasa tak ada tempat untukmu didunia ini
Karena beginilah dunia ini, dunia yang yang indah dengan penuh kemisterian didalamnya
Kembali ke alur cerita...
Beralih kesebuah sekolah Academy yang bertempat di kota Kuoh, kota yang cukup luas dengan ramainya penduduk yang tinggal dikota ini. Dari luar sekolah itu terlihat baik baik saja, sunyi sepi tanpa ada seorangpun yang masih berada di gedung yang biasa diisi oleh para siswa yang bersekolah disana
Namun sebenarnya...
Sekolah itu telah dipasang Kekkai yang mengelilinginya, yang sebenarnya bahwa sekolah itu sudah seperdua hancur dengan api yang berkobar dibeberapa bagian, halaman sekolah yang rusak parah dengan para pelajar serta dua sosok Datenshi dan Cerberus yang kini saling bertarung
Terlihat seorang remaja berambut perak yang kini dalam mode Balance Breaker tengah melesat kearah salah satu Datenshi yang terus menghindari serangan remaja itu yang bisa dibilang sangat cepat dan kuat, sepertinya sosok remaja berambut perak itu mencoba melindungi sosok gadis berambut ungu yang terbaring tepat beberapa meter dibelakangnya
Di sisi lain, sekelompok remaja yang kini tengah menyerang seekor Cerberus secara Keroyokan, mereka terlihat bekerja sama dengan baik dalam melawan binatang yang Katanya sebagai penjaga pintu neraka tersebut
Sedangkan yang satunya lagi, seorang remaja berambut pirang yang kini tengah berdiri tegak dengan wajah yang mengadah keatas, menatap tajam sesosok Datenshi bersayap sepuluh yang saat ini tengah duduk disinggasana yang melayang diudara
Tangan remaja itu terkepal erat, raut wajahnya yang tak terlihat dalam gelapnya malam sambil ditutupi rambutnya, tangannnya yang awalnya terkepal erat perlahan memegang baju yang dikenakannya dibagian dada kiri lalu meremasnya dengan kuat
"Kokabiel, akhirnya aku menemukanmu..."
"Begitukah, jadi kau sudah menantikan diriku dengan sebegitu lamanya?"
"Menyedihkan sekali!"
"..."
Remaja pirang tadi terdiam tak membalas ucapan Datenshi itu, namun karena hal itu, Datenshi itu sedikit terkejut saat perlahan kekuatan alam tertarik dan berkumpul menuju remaja pirang tadi
Dan...
Dengan cepat, remaja pirang itu langsung melesat cepat kearah Datenshi itu dengan tangan yang terkepal erat siap untuk memberikan sebuah pukulan yang menjanjikan akan sebuah kesakitan, matanya yang berwarna kuning dengan garis horizontal dibagian tengahnya kini menatap tajam Datenshi itu seolah mengintimidasi
"Aku akan membunuhmu-"
"-Kokabiel!"
::
::
::
::
:: New Line! ::
::
::
:: Disclaimer ::
Me and You Know, Masashi Kishimoto and Ichie Ishibumi
:
:: Rating ::
T+ for Story and Language, but M for Safety (Bukan tanpa alasan)
:
:: Genre ::
Adventure, Romance, Supernatural, A Bit Comedy
:
:: Warning ::
OOC, AU, Typo, Miss-Typo, CrackPair, Semi-Canon, Mainstream, Garing, Bahasa tidak Baku, EYD yang berantakan, and More...
:
:: A/N :: Saran untuk membaca Chapter ini, tolong untuk memperhatikan tanda baca dengan teliti karena ucapan bahasa jepang, Jurus/Jutsu dan ucapan batin saya buat Italic
::
::
:: Chapter #24 :: Break The Line! ::
::
::
::
::
"Aku akan membunuhmu-"
"-Kokabiel!"
Datenshi yang dipanggil dengan nama Kokabiel itu tertawa pelan, matanya yang merah dengan tangannnya yang kini tengah melakukan sebuah gestur, dari gestur tangannya itu, muncul dua buah Light Spearyang muncul dikedua sisinya dan melesat kearah remaja pirang itu
Naruto, nama remaja pirang itu kini dengan lihai menghindari kedua Light Spearyang melewati dirinya, matanya masih terfokus pada Kokabiel yang kini masih menatapnya dengan tatapan bosan
"Hmphh!"
Kokabiel menghembuskan nafasnya dengan kasar saat Naruto kini sudah berada didepannya, Datenshi jahat itu langsung menghindar dengan cara menunduk saat Naruto mencoba memukul wajahnya. Alhasil, singgasana melayang yang lumayan mewah itu rusak dan hancur akibat pukulan Naruto
"Kau terlalu mengambil langkah yang ceroboh Bocah-"
"Kau yang terlalu percaya diri, Keriput!"
Dengan cepat Naruto langsung merapal handseal saat Kokabiel mencoba memukulnya secara frontal, seketika muncul Bunshin Naruto yang kini berada di samping, atas, dan belakang Kokabiel yang sudah siap untuk menyerang balik
Dengan kuat, ketiga Bunshin Naruto langsung melakukan serangan tersendiri secara bersama-sama, hingga membuat Kokabiel terkena serangan Naruto dan terpental kebawah dan menghantam tanah hingga membuat tanah retak
"Cih, tidak buruk juga, Aku suka itu!"
Decih Kokabiel, secara perlahan ia terbangun setelah menghantam tanah dengan kuatnya, tangannya mencoba menyapu jubah yang ia pakai yang sedikit kotor karena debu yang menempel seolah hal yang baru saja terjadi tidak ada pengaruh apapun padanya
"Bagaimana kalau sekarang giliranku-"
"-Naruto!"
Ucap Kokabiel dengan nada yang sedikit mengerikan, langkahnya mulai berjalan mendekati Naruto yang mendarat sempurna ketanah, seringainya mengembang saat ditangannya kini Light Spearberukuran besar siap untuk dilemparkannya pada Naruto
"Tch, lagi-lagi dia mengandalkan tombak sialannya itu!"
Mencoba memfokuskan tenaganya pada tumpuan kedua kakinya, Naruto langsung menghindar dengan melompat kesamping saat Light Spear yang berukuran besar itu dengan cepat melesat kearahnya
Setelah menghindar, Naruto kembali dikagetkan dengan beberapa Light Spear yang kini melesat kearahnya dengan cepat. Mencoba bertahan, Naruto langsung melakukan Handseal lalu menempelkan kedua telapak tangannya ketanah
"Doton : Doryuuheki!"
Dari tanah, muncul dinding setinggi dua meter tepat didepan Naruto membuat semua Light Spear yang melesat kearahnya tertahan oleh dinding yang terbuat dari tanah
"Huh... inilah yang kubenci dari para Datenshi, mereka suka sekali main lempar-lemparan!"
Ucap Naruto kesal, ia lalu melompat dan menaiki dinding tanah yang setinggi dua meter itu, matanya yang indah kini menatap Kokabiel yang tengah menyeringai ria
Naruto masih ingat saat ia pertama kali bertemu dengan Kokabiel, yang katanya salah satu veteran perang Great War yang masih hidup. Pertemuannya pertama kali bukanlah hal yang menyenangkan, bahkan bisa dikatakan itu hal yang terburuk
Sebuah pertemuan yang langsung disuguhkan dengan pertarungan yang mempertaruhkan nyawa satu sama lain, hingga akhirnya salah satu dari keduanya terbawa kedunia lain yang asing baginya, dan dari situ, takdir hidupnya telah berubah. Bukankah itu hal yang buruk?
Bahkan sampai sekarang, Naruto masih tak menyangka jika takdir hidupnya menjadi rumit seperti ini hanya karena seorang Datenshi membawanya kesebuah dunia yang dipenuhi dengan hal-hal berbau Supernatural
Dendam? Naruto bukanlah orang yang pendendam, ia malah seperti orang yang pemaaf, hanya saja sudah sepantasnya ia menaruh dendam pada Datenshi yang berada didepannya ini, mengingat apa yang telah ia alami selama ini berakar dari sosok yang berada didepannya
Dan sekarang...
Tujuan satu-satunya adalah membunuh sosok yang berada didepannya itu dan mengambil apa yang ia pakai di tangan kanannya tepatnya dijari manisnya itu, karena benda itu merupakan salah satu benda yang mengubah takdir hidupnya
Dan selanjutnya, ia tinggal memilih antara pulang ke dunianya atau tetap berada disini
Ia harus memilih diantara kedua itu jika ia benar-benar berhasil membunuh veteran perang yang kini terbang didepannya!
"Kokabiel, aku sekarang tak akan menahan diri lagi..."
Ucap Naruto dengan nada yang datar, tubuhnya perlahan diselimuti Chakra berwarna oranye, matanya yang berwarna kuning dengan garis horizontal dibagian tengahnya telah ditambahkan dengan garis vertikal yang membentang digaris lurus itu, kekuatannya pun meningkat drastis yang menandakan bahwa ia berada dalam Bijuu Mode
"Menarik! Teruslah bertambah kuat Bocah!"
Ucap Kokabiel sedikit berteriak dengan raut wajah yang terkejut sekaligus kagum saat menatap perubahan pada Naruto plus kekuatannya yang mulai melonjak naik beberapa tingkat
"Sudah saatnya kau mati, Kokabiel!"
*Swuuuusshh!*
Dengan kecepatan yang bahkan sulit untuk dilihat dengan mata telanjang, Naruto langsung melesat kearah Kokabiel yang masih terbang diudara, tangannya yang terkepal ia coba hantamkan pada Kokabiel
Melihat serangan frontal menuju kearahnya, Kokabiel langsung menahan kepalan tangan Naruto dengan tangan kanannya, sedikit mundur kebelakang saat menahan pukulan Naruto yang kuat, kini ditangan kirinya muncul Light Sword yang siap untuk ia tebaskan kearah Naruto
"Kena kau!"
Sambil menyeringai, Kokabiel langsung mencoba menebaskan pedang cahayanya kearah Naruto, namun sebelum itu, Chakra oranye yang menyelimuti tubuh Naruto mulai membentuk sebuah tangan dan menahan Light Sword milik Kokabiel, hal itu membuat Kokabiel mendecih kesal
Melihat keadaan Kokabiel yang kedua tangannya tak bisa bergerak semaunya, Naruto langsung melakukan serangan berupa tendangan kaki kearah selangkangan Kokabiel, alhasil Kokabiel langsung melepaskan kepalan tangannya lalu memegangi selangkangannya dengan wajah yang agak kisut
"Sialan! Kau-"
"Katon : Gokakyou no Jutsu!"
Belum sempat Kokabiel menyelesaikan ucapannya, Naruto langsung merapalkan Handseal dan mengucapkan jutsu miliknya, dari tiupan mulutnya muncul bola api besar yang langsung menghantam Kokabiel dan melesat ketanah
Tepat beberapa detik setelah Kokabiel menghantam tanah bersamaan dengan bola api itu, Naruto langsung mendarat ketanah dengan sempurna, pandangan matanya masih menajam saat menatap Kokabiel yang kini mulai bangkit walau jubah hitam serta salah satu sayapnya terbakar api hasil dari Jutsu -nya
"Kisama! Beraninya kau membakar diriku dengan api sialan tadi!"
Naruto hanya diam tak membalas saat Kokabiel berucap dengan nada murka, ia masih setia berjalan kearah Naruto, tidak peduli walau jubah hitamnya kini tengah terbakar. Sebenarnya Naruto ingin sekali tertawa melihat hal itu, namun kali ini tawanya ia urungkan. Situasi seperti ini bukanlah situasi yang pantas untuk dia jadikan bahan tawaan
"Kage Bunshin no Jutsu!"
Naruto langsung melancarkan Jutsu andalannya saat Kokabiel mulai melesat kearahnya dengan kedua tangan yang memegang sebuah Light Sword, dengan perintah yang mutlak, Naruto menyuruh para Bunshinnya untuk menghadapi Kokabiel
"Minna, serang dia!"
"Main keroyokan huh? Kau pikir itu bisa mengalahkanku-"
"-Naruto!"
Kokabiel langsung melesat kearah kumpulan Bunshin Naruto, ia langsung menyerang para Bunshin Naruto dengan Light Sword yang kini digenggamnya, sekilas gaya bertarungnya terlihat acak-acakkan, namun jika diperhatikan lebih detil, setiap serangan yang dilontarkan Kokabiel selalu tepat mengenai titik vital para Bunshin Naruto
'Sial! Dia menghabisi para Bunshin-ku'
Batin Naruto saat Kokabiel dengan cepat menghabisi para bunshinnya tidak seperti dugaannya, ia saat ini belum punya rencana apapun untuk menghadapi Datenshi jahat itu, oleh karena itulah ia membuat Bunshin untuk mengulur waktu agar ia bisa memikirkan sebuah rencana
"Tidak ada cara lain!"
Kini Naruto mulai memfokuskan Chakra miliknya ke telapak tangannya, tak berselang beberapa detik muncul sebuah bola Chakra yang berputar seperti putaran angin, kemudian ia langsung melesat kearah Kokabiel
Kokabiel yang menyadari hal itupun langsung menghabisi Bunshin Naruto yang terakhir, menekankan tenaganya pada tumpuan kakinya, Kokabiel langsung melesat kearah Naruto dengan kedua Light Sword yang berada digenggamannya
"Naruto!"
"Rasengan!"
Light Sword dan Rasengan itu beradu, cukup lama kedua serangan itu beradu hingga serangan Kokabiel kalah oleh Rasengan Naruto, membuat kedua pedang cahayanya hancur dan tubuhnya menghantam Rasengan Naruto hingga membuat tubuhnya tercabik-cabik oleh Rasengan itu dan menabrak sebuah pohon
"Ughh... Omoshiroi!"
Bukannya kesakitan, Kokabiel malah tertawa sambil menyeringai saat menerima serangan Naruto, secara perlahan ia bangun walau luka dibagian perutnya mengeluarkan darah dan membuatnya sulit untuk bergerak
"Sekarang giliranku... Naruto!"
Dengan kecepatan penuh, Kokabiel langsung melesat kearah Naruto, hal itupun membuat Naruto bersiap siaga menerima kedatangan Kokabiel yang siap untuk menyerangnya dengan tangan kosong
*Duaaagg!*
Adu pukulan pun tak terelakkan lagi, Pukulan tangan kanan Kokabiel yang hendak ia sarangkan kearah kepala Naruto dengan cepat Naruto tahan dengan tangan kirinya, tangan kanannya mencoba memberikan pukulan kearah Kokabiel
Melihat itupun Kokabiel tidak hanya diam saja, Kokabiel langsung menahan sekaligus menangkap kepalan tangan kanan Naruto, memutar lengan Naruto dengan kuat hingga membuat Naruto sedikit meringis lalu menendangnya dengan kuat hingga membuat Naruto mundur kebelakang
"Huft..."
Belum sempat Naruto mengambil nafas, perutnya kembali menghantam tendangan Kokabiel yang kini sudah berada didepannya, tendangan itu membuat tubuhnya terpental keudara, hal itu membuat Kokabiel menyeringai
"Rasakan ini Bocah!"
Melakukan gestur tangan, muncul puluhan Light Spear disekitar Kokabiel, ia langsung mengarahkan puluhan tombak cahaya yang tajam itu kearah Naruto yang masih berada diudara
'Sial! Aku tak bisa bergerak bebas diudara!'
Batin Naruto saat puluhan Light Spear itu melesat cepat kearahnya, tak perlu berpikir lama, Naruto lalu membuat satu Bunshin dan menggunakan Bunshinnya untuk menjadi tumpuan kakinya dan melompat keatas menghindari puluhan Light Spear yang melesat kearahnya itu
'Sekarang!'
"Katon : Gokakyou no Jutsu!"
Setelah melakukan Handseal, Naruto langsung menyemburkan bola api yang besar dari tiupan mulutnya, bola api yang besar nan panas itupun melesat kearah Kokabiel yang kini menyeringai dengan tangan yang tengah menggenggam Light Sword
"Kau pikir api bisa membunuhku? Kau salah bocah!"
Bukannya menghindar, Kokabiel malah menunggu kedatangan bola api itu, tepat setelah bola api itu berada didepannya, Kokabiel langsung membelahnya menjadi dua dengan Light Sword digenggamannya
"Kau pikir aku bisa membunuhmu dengan api milikku? Kau yang salah paham!"
Kokabiel sedikit terkejut tepat setelah ia berhasil membelah bola api tadi menjadi dua, kini didepannya muncul sosok Naruto yang sudah siap melakukan serangan frontal padanya. Dengan kuat, Naruto langsung melakukan tendangan kewajah Kokabiel hingga Datenshi itu terpental kebelakang
Mendarat dengan sempurna ditanah, Naruto langsung kembali bersiap siaga. Ia tahu kalau Kokabiel tidak akan menghindari serangan bola api miliknya tadi, hal itu ia jadikan rencana untuk menyerang Kokabiel dengan menghilang dari pandangan Kokabiel dengan mengikuti bola api itu dari belakang, sehingga tepat setelah bola api itu dibelah Kokabiel, ia langsung bisa melakukan serangan kejutan pada Datenshi jahat itu
"Kisama..."
Naruto kembali bersiaga saat Kokabiel mulai bangkit, Datenshi yang katanya veteran Great War itu mulai bangkit, mata merahnya yang menyala menatap tajam Naruto, pipinya yang sedikit berkeriput itu lecet dengan sedikit mengeluarkan darah, hal itu membuatnya murka
"Kisama!"
Murka dengan apa yang dilakukan musuh terhadap dirinya, Kokabiel langsung melesat dengan kecepatan penuh kearah Naruto hendak melakukan serangan lagi. Disisi Naruto, ia juga kini melesat kearah Kokabiel hendak melakukan serangan yang bisa memberikan luka yang cukup berarti pada Kokabiel
*Swuuuuusshh!*
*Duaaagg!*
::
::
::
::
Mengabaikan Naruto yang masih bertarung sengit dengan Kokabiel, kini beralih ke Vali yang dalam mode Balance Breaker juga tengah bertarung sengit dengan Urushihara
Sebelumnya Vali yang terus menerus memberikan serangan secara beruntun dan dihindari oleh Urushihara, kini keadaanya berbalik, sekarang giliran Urushihara yang menyerang Vali dengan Excalibur miliknya
"Aku tak menyangka akan bertarung dengan Hakuryuukou disini!"
"Begitukah?"
Vali langsung melompat kebelakang saat Urushihara mencoba menghunuskan pedang Excalibur nya kearah kepala Vali, namun hal itu membuat Urushihara tersenyum menyeringai
Urushihara langsung mengeluarkan Light Spear dengan tangan kirinya, dengan cepat ia langsung melemparkannya kearah Vali yang kini masih melompat kebelakang sehabis menghindari serangan Urushihara
"kau meremehkanku Datenshi!"
Light Spear itu melesat cepat kearah Vali, namun sebelum benar-benar mengenai Vali, Light Spear itu tertahan oleh sebuah lingkaran sihir berwarna biru, melihat itu membuat Urushihara mendecih kesal karena serangannya gagal
Urushihara mulai terbang keatas dengan sayapnya, matanya masih menatap tajam sosok Vali yang kini dibalut armor berwarna putih dengan sayap biru yang menandakan bahwa ia sedang dalam mode Balance Breaker, perlahan kedua tangan Urushihara melakukan sebuah gestur
"Kena kau, Hakuryuukou!"
Muncul beberapa Light Spear disekitar Urushihara, sambil tersenyum atau mungkin lebih tepatnya menyeringai, ia langsung mengarahkan semua Light Spear itu kearah Vali yang kini berdiri tegak menatapnya
"Kau terlalu meremehkanku..."
"Half Dimension!"
Beberapa Light Spear yang saat ini tengah melesat kearah Vali langsung terdiam dengan bentuk yang perlahan menciut, hingga akhirnya lenyap dan pecah menjadi butiran cahaya. Melihat itupun Urushihara langsung terkejut
"Sial dia menggunakan itu!"
Umpat Urushihara dengan sedikit kesal, ia langsung terbang secara acak menghindari serangan Half Dimension yang saat ini Vali lakukan, ia bisa-bisa akan dikalahkan oleh Vali dengan mudah jika ia terjebak dan terjepit akibat dimensi yang dibengkokkan oleh Vali dengan Half Dimension nya
Melihat sang musuh terus-terusan terbang secara acak, Vali mulai mengumpulkan Demonic Power ditelapak tangannya hingga membuat sebuah bola berwarna putih, dengan kuat ia langsung melemparkannya kearah Urushihara
Vali hanya terdiam saat serangannya gagal mengenai Urushihara, merasa bosan musuhnya terus-terusan menghindar, Vali perlahan mulai ikut terbang mengejar Urushihara dengan sayap birunya
Melihat Vali yang kini terbang dan mengikuti alur pertarungannya, membuat Urushihara langsung berhenti dan menantang Vali dengan pedang Excalibur yang ia acungkan pada Vali
Urushihara langsung melesat kearah Vali dengan mencoba menebaskan pedangnya secara Horizontal kearah Vali. Melihat Urushihara yang kini datang berniat memberikannya serangan, Vali langsung menghindar kesamping tepat sebelum Urushihara menebaskan pedang Excalibur itu padanya
Tak menyerah begitu saja, Urushihara kembali melesat kearah Vali sambil terus menyerangnya dengan pedang Excalibur miliknya, pertarungan sengit pun terjadi, Urushihara yang terus memberikan serangan dan Vali yang terus menghindari tebasan dari pedang suci milik Urushihara
"Jangan hanya menghindar saja Hakuryuukou!"
Ucap Urushihara agak keras mencoba memprovokasi Vali, rasa terkejut muncul diraut wajah Urushihara saat tebasan pedangnya kini tertahan oleh lingkaran sihir kecil berwarna biru tepat beberapa centimeter didepan dada Vali
"Kau berisik sekali Datenshi!"
Tepat sesaat setelah ucapan Vali selesai, Urushihara langsung terpental dengan kuatnya melesat ketanah akibat pukulan Vali yang dialiri Demonic Power yang memberikan sedikit kekuatan pada pukulannya. Dengan kuatnya, Urushihara langsung menghantam tanah dengan Excalibur yang awalnya berada digenggamannya kini tertancap ditanah tepat berada disebelahnya
"Kau boleh juga-"
"Divide!"
"-Ugh...!"
Urushihara kembali terkejut saat kekuatannya terkuras secara perlahan akibat ulah dari Vali, tatapan matanya masih menatap tajam sosok Vali yang kini masih terbang diudara dengan sayap birunya yang terang yang merupakan Sacred Gear nya sendiri
"Tch! Sial!"
Urushihara kembali terkejut saat sebuah bola berwarna putih hasil dari Demonic Power milik Vali kini melesat kearahnya, dengan cepat ia lansung bangkit dan mengambil pedangnya yang tertancap ditanah lalu melesat menghidari bola berwarna putih itu
*Blaaarr!*
Tepat setelah bola putih hasil dari Demonic Power milik Vali itu mengenai tanah, bola itu meledak dengan kuatnya, hingga akhirnya menghasilkan lubang kawah berdiameter tiga meter. Urushihara yang melihat hal itupun hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar
"Masih mau meremehkanku huh?"
"Yah, kupikir aku terlalu meremehkanmu"
Ucap Urushihara membalas ucapan Vali, tangannya masih menggenggam erat Excalibur itu, tatapan matanya mulai menajam saat Vali mulai mendarat ketanah setelah beberapa waktu terbang diudara
'Sial! Aku harus berhati-hati, dia mempunyai serangan dan kecepatan yang gila'
Batin Urushihara sambil menggenggam erat Excalibur miliknya saat Vali mulai berjalan mendekatinya, tubuhnya yang masih diselimuti armor khas Balance Breaker itu membuat Urushihara paham bahwa musuhnya ini bukanlah musuh yang sembarangan
Sejenak Urushihara berpikir musuh yang dilawannya ini sedikit berbeda dengan Naruto yang sebelumnya pernah ia lawan, memang disatu sisi ia bisa menandingi bahkan melebihi kekuatan bocah pirang itu walau akhirnya ia bisa dikalahkan secara tak terduga oleh bocah itu
Namun musuh didepannya ini lain lagi, serangannya terkesan amat mematikan dan tidak terlalu terburu-buru, sosoknya yang sedikit pendiam namun penuh akan kepastian yang jelas berbanding terbalik dengan Naruto yang dikenal dengan keberisikannya, dan yang jelas, musuhnya didepan ini memiliki kekuatan yang diberkati yaitu sebuah Sacred Gear yaitu sayap birunya itu sendiri yang membuatnya paham akan situasi saat ini yaitu...
Ini situasi yang merepotkan!
"Jangan hanya diam saja Datenshi!"
Urushihara dikagetkan dengan Vali yang kini sudah berada didepannya, dengan cepat ia langsung menahan dengan pedang Excalibur miliknya saat Vali melakukan tendangan kearahnya hingga membuatnya terseret dan mundur karena kuatnya tendangan Vali
"Sial! Jika begini aku akan terpojok!"
Umpat Urushihara kesal, perlahan ia memokuskan kekuatannya pada pedang Excalibur miliknya hingga membuat pedang suci itu mengeluarkan aura hingga layaknya terbakar oleh sesuatu yang berwarna emas, dengan kuat ia langsung menancapkan pedang suci itu ke tanah
"..."
Vali hanya terdiam memperhatikan apa yang dilakukan Urushihara, disatu sisi ia memang tak mengerti apa yang akan dilakukannya, namun dilain sisi, ia tahu kalau kekuatan Urushihara dan pedang sucinya itu perlahan meningkat
Sebenarnya Vali mempunyai dendam tersendiri dengan Datenshi didepannya ini, ia masih ingat saat dimana Rize diculik oleh Datenshi didepannya ini dan itu terjadi hanya karena sebuah kesalahan yang tak ingin ia dengar
Ia juga tidak tahu seberapa besar kekuatan Datenshi ini, yang Vali dengar dari Naruto, Urushihara ini bisa mengimbangi Naruto saat mereka bertarung beberapa waktu yang lalu walau akhirnya Urushihara dikalahkan oleh Naruto
Namun info yang diberikan Naruto tak membuatnya meremehkan Urushihara. Ia memang suka meremehkan orang lain namun jika dalam masalah ini lain lagi, ia tidak bisa berdansa dengan santai dan harus melawan Datenshi didepannya ini dengan serius karena sosok didepannya ini merupakan salah satu dalang dibalik semua yang telah terjadi
Itu benar, ia harus mengalahkannya! Apapun itu!
Perlahan ia memfokuskan tenaganya pada tumpuan kakinya dan melesat dengan cepat kearah Urushihara, namun hal diluar dugaan membuatnya terkejut. Urushihara mencabut pedang sucinya itu dan menebaskan pedangnya secara horizontal kearah Vali hingga dari tebasan itu mengeluarkan sebuah aura tajam berwarna emas
"A-Apa itu?"
Secara cepat Vali langsung menghindari aura emas yang tajam itu, ia masih terkejut ternyata pedang suci yang dipegang Urushihara bisa mengeluarkan sebuah serangan seperti itu, ia menoleh kebelakang menatapi aura emas yang melewati dirinya tadi, sedikit tersenyum walau ada rasa terkejut saat melihat aura emas itu mulai mengenai sebuah pohon hingga pohon itu langsung terpotong secara halus
"Hmm... Menarik..."
Gumam Vali melihat serangan yang dihasilkan oleh Urushihara bisa dibilang lumayan mematikan, pandangannya lalu beralih kearah Urushihara, Datenshi itu masih setia menatapnya dengan tajam plus pedang sucinya yang kini terlihat kuat dengan aura emas yang membakarnya seolah menjanjikan akan kesakitan bagi siapa saja yang melawannya
Vali masih terdiam tak bergeming, tatapan matanya tak pernah ia alihkan selain kepada Urushihara, otak encernya mulai menyusun rencana bagaimana cara mendekati Datenshi itu dengan mudah, karena dengan serangan Datenshi tadi, itu sudah membuktikannya bahwa akan sulit untuk mendekatinya
"Kenapa kau diam saja Hakuryuukou? Apa kau takut?"
"..."
Vali tak membalas ucapan Urushihara yang mencoba untuk memprovokasi dan menaikkan emosinya itu, karena jika ia membalas ucapannya, bisa-bisa ia termakan jebakan yang dilontarkan oleh Datenshi didepannya itu
Karena satu hal yang Vali ketahui dari Naruto, bahwa jangan pernah termakan ucapan musuh yang bisa membuatmu termakan emosi, jika karena kau sudah memakan jebakan itu, emosi yang mempengaruhimu akan membuatmu lemah dan menjadi kelemahan bagimu
Dan Vali rasa, ia mempercayai apa yang diberitahu teman baiknya itu
Naruto itu baik ya? Yah mungkin begitulah pikir Vali walau terkadang Naruto itu bisa menjadi sosok yang berisik dengan tingkah yang menyebalkan!
Kembali ke pertarungan...
Urushihara mulai menyeringai saat Vali mencoba mengumpulkan Demonic Power ditelapak tangannya hingga menghasilkan bola berwarna putih kebiruan, memfokuskan kekuatannya dan tenaganya pada tangannya, Vali langsung melempar bola putih kebiruan itu kearah Urushihara
"Hyaah!"
Tak ingin terkena serangan Vali, Urushihara mulai menebaskan pedang sucinya secara horizontal hingga mengeluarkan aura tajam berwarna emas, aura itu mulai melesat cepat kearah bola putih kebiruan milik Vali hingga akhirnya bertubrukkan satu sama lain
*Blaaarrr!*
Terjadi ledakan yang lumayan besar dari serangan antara Vali dan Urushihara, ledakan yang menghasilkan sebuah lubang yang besar ditanah, tanahpun sedikit bergetar dengan debu yang menutupi pandangan mereka
Vali tak menyianyiakan moment ini, dalam debu yang mulai menutupi pandangan mereka berdua, Vali langsung memfokuskan tenaganya pada tumpuan kakinya dan melesat cepat kearah Urushihara yang berada didepannya walau sosoknya masih tak terlihat terselimut debu yang menggumpal
"...!"
"Kau pikir serangan kejutanmu berhasil? Tentu saja tidak!"
'Rencanaku sudah ketahuan kah? Menarik!'
Batin Vali saat serangannya berupa tendangan yang ia hantamkan kearah Urushihara gagal akibat Urushihara yang menghindari serangannya dengan bergerak kesamping, hal itu membuat Urushihara tak terkena serangan yang berarti
Urushihara langsung melakukan gestur tangan hingga memunculkan beberapa Light Spear di sisi kirinya, setelah itu ia arahkan semua Light Spear itu kearah Vali
"Rasakan itu!"
Beralih ke Vali, ia menatap datar semua Light Spear yang kini tengah melesat kearahnya, dengan kecepatan kaki yang menakjubkan, ia langsung menghindari semua Light Spear yang melesat kearahnya
Selagi terus menghindari Light Spear yang terus melesat kearahnya, diam-diam Vali mengeluarkan pedang kesayangannya dari lingkaran sihir yang berada disampingnya, setelah mengambil pedang Little One miliknya, Vali langsung melesat kearah Urushihara sambil menebaskan pedang andalannya
*Ctraaangg!*
Vali hanya bisa tersenyum simpul saat serangan frontalnya ditahan oleh Urushihara dengan pedang sucinya, tatapan mereka beradu tajam, masih dalam keadaan beradu pedang, Urushihara mencoba mendorong pedangnya kearah Vali hingga Vali sedikit terdorong kebelakang
"Sekarang!"
Melihat Vali yang lengah, Urushihara langsung melesat kearah Vali dengan pedang yang ia coba untuk menghunuskannya kearah Vali, menyadari hal itu membuat Vali yang tadinya terdorong kebelakang mulai bersiaga
"Kena kau!"
"Begitukah?"
.
.
*Ctraaangg!*
Kaget? Terkejut? Mungkin itulah yang dirasakan Urushihara saat ini saat pedang suci Excalibur miliknya terpental keatas melayang diudara saat Vali menahan serangannya, mungkin kurang tepat untuk dibilang sekedar menahan
Saat Urushihara mencoba menyerangnya dengan menghunuskan pedang suci Excalibur miliknya, Vali bukan mencoba bertahan namun mencoba menyerang balik, bukan sosok Urushihara yang ia serang melainkan mencoba menyerang pedang suci Excalibur itu dengan pedangnya, dan alhasil, pedang suci milik Urushihara terlepas dari genggamannya
"Kau lengah!"
"Ugghh~!"
Urushihara merintih kesakitan saat pedang Little One andalan Vali menembus perutnya, matanya membulat saat menatap Vali yang terus mendalamkan tusukan pedangnya pada perut Urushihara hingga mengeluarkan banyak darah
"K-Kau?!"
"Beginilah seharusnya jika kau berani menyentuh seseorang yang berharga bagiku!"
Ucap Vali dengan nada yang sedikit tajam, ia langsung mencabut pedangnya secara kasar dari perut Urushihara hingga membuat Datenshi itu memuntahkan darah dari mulutnya. Dengan kuat Vali langsung melakukan pukulan dengan tangan kirinya yang bersarang di perut Urushihara, Datenshi itupun akhirnya terpental akibat pukulan Vali
"Uuuughh~!"
Urushihara terbaring tak berdaya ditanah, darah mulai membanjiri sekitarnya, tangan kanannya yang mencoba menutupi luka dibagian perutnya dengan raut wajah yang merintih menahan rasa sakit yang menjalar
*tap...tap...*
Beralih kepada Vali, saat ini ia tengah berjalan dengan pedang suci Excalibur milik Urushihara yang berada digenggaman tangan kanannya, sedangkan pedang Little One miliknya sudah terlebih dahulu ia simpan dalam sebuah lingkaran sihir
Setelah sampai disamping Urushihara, Vali berdiri terdiam, matanya mulai menatap tajam sosok Urushihara yang kini tengah menahan sakit dengan tangan yang mencoba menutupi luka yang menganga
Vali mulai mengangkat lengannya yang tengah menggenggam pedang suci Excalibur itu kearah perut Urushihara, hal itu membuat Urushihara melotot dengan ekspresi yang terkejut
"K-Kau!"
"Begini, kau tahu?, aku ini bukan orang yang sadis seperti seorang Psycho, tapi untuk kali ini, mungkin aku perlu bersikap sadis untuk menghabisimu!"
*Jraasss!*
"Aaaarrggg~!"
Urushihara berteriak keras merintih saat pedang suci Excalibur miliknya sendiri menembus perutnya, darah terus berkeluaran dari luka yang menganga tersebut, tangannya yang lemas mencoba melepaskan pedangnya sendiri dari tubuhnya, tatapannya menajam kearah Vali yang kini menatapnya dengan tangan yang mengarah padanya
"K-Kau Sialan!"
"Sudah saatnya kau mati, Urushihara!"
"Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide!"
Kekuatan Urushihara terus menurun drastis saat Vali melakukan salah satu kekuatan Sacred Gearnya yaitu Divine Dividing, sebuah kekuatan dimana ia bisa dengan mudah membagi kekuatan orang lain dan menambahkan pada dirinya sendiri setiap sepuluh detik tepat setelah ia berhasil melakukan kontak fisik dengan si target, bukankah itu kekuatan yang spesial?
Tangan Urushihara yang awalnya mencoba melepaskan pedang yang menancap diperutnya perlahan melemas dan jatuh ketanah, darahnya masih terus keluar dari luka yang menganga, raut wajahnya yang mengekspresikan akan rasa sakit yang luar biasa
Vali kembali mencabut pedang suci itu dari perut Urushihara membuat Datenshi itu kembali merintih, sedikit menatap iba sang Datenshi yang tersiksa akan sikap sadisnya, Vali langsung mengarahkan pedang suci itu ke leher Urushihara. Toh sosok yang diberi iba adalah sosok yang menjadi musuh sekaligus cabang akar dari semua permasalahan ini, untuk apa dia dikasihani? pikirnya
"Aku akan mengingat pertarungan kita, Urushihara, jadi-"
"-Sayonara..."
*Jraaaaassss!*
::
::
::
::
Mengabaikan Vali yang sudah membunuh salah satu Dalang dibalik masalah ini, beralih ke kelompok Occult Research Club dengan salah satu utusan Gereja. Saat ini mereka tengah memulihkan diri setelah berhasil mengalahkan makhluk buas yang Katanya menjadi penjaga neraka, yaitu Cerberus
Rias, gadis cantik bak seorang tuan putri, seorang Ruin Princess dengan rambut merah crimsonnya yang indah itu, kini tengah menatapi para Peerage nya yang tengah memulihkan diri, Issei yang tengah terduduk lelah, Koneko yang kini tengah mendapatkan penyembuhan luka dari Sacred Gear milik Asia yaitu Twilight Healing, sebuah Sacred Gear yang dapat menyembuhkan luka
Peerage Rias yang lain yaitu Akeno kini tengah menunggu giliran untuk disembuhkan oleh Asia, sedangkan Kiba dan Xenovia kini hanya bisa menatap pertarungan Naruto dengan Kokabiel dari jauh, sedikit terkejut dan ngeri melihat pertarungan mereka berdua saat menatap ekspresi keduanya
"Issei..."
Ucap Rias memanggil Pawn kesayangannya itu, kedua kakinya yang indah mulai melangkah mendekati Issei yang kini terduduk menatapi dirinya, iris mata Green-Blue miliknya yang indah itu mencoba menatap lembut sang Pawn kesayangan
"Sumimasen Buchou, aku masih terlalu lemah..."
Rias tersenyum saat mendengar penuturan Issei, inilah yang ia sukai dari Pawn kesayangannya ini, ia tidak malu untuk mengakui kelemahannya, selain itu, Pawn kesayangannya ini termasuk orang yang bekerja keras hanya untuk menjadi bertambah kuat demi dirinya
Itu benar, demi dirinya, demi kebahagiaannya!
Rias mulai duduk didepan Issei, matanya masih menatap lembut sosok Issei yang kini tengah menunduk menutupi raut wajahnya, tangan putih dengan jemarinya yang lentik mencoba membawa sang Sekiryuutei itu kedalam pelukannya
*Hug*
"Bu-Buchou?"
Ucap Isssei sedikit terbata memanggil sang ketua sekaligus tuannya, Rias tak merespon ucapan Issei dan terus memeluk Issei dalam dengan mata yang mulai terpejam, hal itu membuat Issei tahu bahwa Buchou nya saat ini tengah khawatir padanya
"Syukurlah, akhirnya kita berhasil mengalahkan Cerberus!"
Perlahan senyum mengembang diwajah Issei. Itu benar, apa yang dikatakan Rias memang benar, mereka berhasil mengalahkan Cerberus, mereka mengalahkannya dengan kekuatan mereka, anggota Occult Research Club dengan bantuan Xenovia yang merupakan utusan Gereja, mereka berhasil mengalahkan penjaga neraka itu
"Rias-Buchou!"
Saat Rias sedang asik-asiknya memeluk erat sang Pawn kesayangan, perhatiannya teralihkan saat salah satu Peeragenya yang juga Queen dari Peerage nya, yaitu Akeno memanggil namanya sambil menunjuk kearah depan. Lantas hal itu membuat Rias dan Issei melepas pelukan mereka dan menatap kebelakang mereka
"K-Kau?"
"Kazuki Akira, Kau itu Hakuryuukou?!"
Ya itu benar, sosok yang dilihat mereka adalah sosok seorang Hakuryuukou yaitu Vali, tubuhnya masih dibalut dengan armor Divine Dividing Scale Mail, kecuali bagian kepalanya yang tidak tertutupi oleh armornya, kedua tangannya kini tengah mengendong sosok Rize yang terlihat sedikit lemah
Vali hanya mendenguskan nafasnya saat mendengar nama aneh itu, yah sebenarnya ini salahnya juga sih, toh saat para ORC bertarung dengannya dulu, ia memanggil namanya sendiri dengan nama Kazuki Akira, nama yang cukup aneh untuk orang seperti dirinya
"Berhentilah memanggil namaku seperti itu, nama asliku itu Vali.."
"sebelumnya tolong obati dia dulu"
Ucap Vali berjalan kearah Asia yang kini tengah menyembuhkan Akeno, ia lalu membaringkan tubuh Rize ketanah dan meminta pertolongan pada Asia untuk menyembuhkan gadis yang berharga baginya itu. Setelah itu, ia mengeluarkan sebuah benda dari lingkaran sihir yang berada disampingnya
"Dan berikan pedang tumpul ini pada gadis berambut biru itu"
Ucap Vali pada Issei dan Rias lalu melemparkan sebuah pedang suci Excalibur milik mendiang Urushihara ke tanah. Para angota ORC tak terkecuali Xenovia yang seorang utusan gereja menatap Vali terkejut
"K-kau berhasil membunuh Datenshi itu?"
"..."
Vali hanya terdiam tak membalas ucapan Rias yang terdengar seperti seorang bertanya, para anggota ORC yang lain pun menunggu jawaban Vali. Sedangkan Vali? Dia hanya menguap dengan tangan kanan yang mencoba menutupi mulutnya, hal itu membuat mereka Sweatdrop ria
"Abaikan Datenshi yang kini tengah pergi ke surga itu, kusarankan kalian untuk berdiam diri disini saja, biar aku yang membantu Naruto untuk mengalahkan Kokabiel!"
Ucap Vali dengan nada seperti memerintah, hal itu membuat Issei sedikit menggeram tidak suka, namun amarahnya sedikit menurun saat sang ketua, Rias Gremory memegang bahunya sambil menatapnya seolah berkata 'Jangan'
"Untuk apa kami berdiam diri disini? Kami juga punya hak untuk mengalahkan Kokabiel"
Ucap Rias, matanya masih menatap Vali yang kini hanya bisa menggaruk kepala belakangnya
Begini, Vali hanya menghela nafas saat menyadari betapa keras kepalanya sang Ruin Princess didepannya ini, dulu Naruto pernah bilang padanya kalau anggota ORC itu semuanya keras kepala, awalnya ia tidak mempercayai itu, namun sekarang, sepertinya ia percaya pada ucapan Naruto
Lagipula jika memang ORC akan membantu mereka mengalahkan Kokabiel, itu hanya akan menambah jumlah korban, dan pelakunya adalah Kokabiel
Mungkin mereka semua yang ada dihadapan Vali ini tidak seberapa tahu, tapi Vali tahu benar, bahwa Kokabiel bukanlah orang yang sembarangan, bukan sosok yang sekali dilempar Power of Destruction langsung kalah dan mati menggenaskan
Kokabiel itu veteran perang dijaman Great War dulu, yang katanya bahwa Kokabiel adalah mantan musuh dari Raja Iblis dan Tuhan (Dalam Anime) itu sendiri, ia juga memiliki sepuluh sayap yang hitam membentang dipunggungnya, jadi ia sudah tahu seberapa kuat Datenshi itu hanya dengan mendengar cerita seperti itu
Jadi kesimpulannya adalah, jika ORC akan ikut membantu...
Itu akan menjadi tambah merepotkan!
"Kalian tidak perlu membantu kami berdua, kalian cukup beristirahat saja disini"
"Kenapa kami tidak boleh? Apa salahnya kami membantu Naruto huh?"
Vali tersenyum simpul saat mendengar balasan dari Rias, membantu Naruto katanya? Yang benar saja, mengalahkan sesosok Cerberus saja sudah kesusahan, apalagi menghabisi Kokabiel?
"Membantu katamu...?"
"Kau terlalu naif"
Ucap Vali dengan nada datar, perlahan ia melangkahkan kakinya, berjalan kearah Naruto yang kini tengah bertarung sengit dengan Kokabiel, mengabaikan tatapan para anggota ORC yang kini menatapnya dengan tatapan bingung sekaligus penasaran
"Kau tak perlu membantu kami, kami bisa melakukannya sendiri, Lagipula-"
"-Bukankah kalian semua membenci Naruto?"
Rias membulatkan matanya saat mendengar ucapan Vali yang terakhir, Issei yang juga mendengar hal itupun hanya bisa mendecih kesal, sedangkan anggota lain hanya memberikan ekspresi yang berbagai macam
Ya, Vali tahu akan hal itu. Vali sering kali mendapati Naruto yang ditatapi dengan tajam oleh para anggota ORC saat mereka bersekolah seperti biasanya, tatapan seolah mereka tak suka akan kehadiran Naruto, namun hal seperti itu diabaikan oleh Vali
Vali memang tidak tahu apa hubungan Naruto dengan anggota ORC sebelumnya, jadi ia tidak mengerti apa yang terjadi dengan mereka, dan ia juga tidak ingin tahu hal itu
Namun saat Vali bertarung bersama Naruto melawan kelompok Rias dahulu, mereka bertarung dengan sangat serius, ia masih ingat saat Rias murka setelah para Peerage nya dilukai olehnya dan oleh Naruto. Semua itu sudah membuat Vali mengerti bahwa satu hal yang ia pahami dari semuanya yaitu...
Rias dan kelompoknya membenci Naruto!
"A-apa Ma-"
"Sudahlah, jika kalian semua memang ingin membantu Naruto, kalian harus beristirahat disini, karena itulah satu-satunya cara untuk membantunya"
"Cara membantu macam apa itu hah?! Aku tidak mengerti maksudmu?!"
Kini Issei mulai menyangkal apa yang diucapkan Vali, menurutnya apa yang diucapkan Vali itu sangat aneh, memang ada cara membantu orang lain dengan cara seperti itu? Itu bukan membantu, lebih tepatnya bersenang-senang diatas penderitaan orang lain, mungkin begitu?
"Apa itu salah kalau kami membantunya, Vali?!"
"Tentu saja, karena jika kalian membantunya dengan cara kalian, itu hanya akan membuatnya repot!"
Issei menggeram kesal, tangannya masih terkepal erat. Jika dipahami lebih teliti, ucapan Vali tadi terkesan meremehkan dan merendahkan kekuatan mereka seolah kekuatan mereka sangat tidak berguna dan hanya bisa merepotkan orang lain
"K-Kau!"
"Dasar keras kepala!"
*Swuuuussshh!*
Mengabaikan ucapan Issei yang menekan nada bicaranya, armor Vali mulai menutupi kepalanya, sayap birunya mulai membentang dan terbang kearah Naruto yang kini tengah bertarung melawan Kokabiel, mengabaikan kelompoknya Rias yang keras kepala
::
::
::
::
*Duaaagg!*
Saat ini, Naruto sedikit terbawa kebelakang akibat menahan pukulan Kokabiel yang kuat, matanya masih menatap tajam sosok Kokabiel, Datenshi itu mulai menyeringai seolah menikmati pertarungan ini
Keadaan mereka berdua bisa dibilang tidak terlalu baik. Naruto dengan luka lecet dibeberapa bagian tubuhnya, sedangkan Kokabiel juga sama seperti apa yang dialami Naruto plus tiga sayapnya yang putus hingga menyisakan ketujuh sayapnya, semua yang terjadi pada mereka berdua telah membuktikan bahwa pertarungan keduanya cukup sengit dan mungkin agak mengerikan
Naruto menghela nafasnya, sedikit terengah akibat pertarungan yang bisa dibilang cukup lama dan cukup menguras tenaganya, dalam hal Chakra, ia memang bisa dibilang cukup banyak plus dibantu dengan Chakra Kurama yang selalu diberikan padanya, namun dalam hal stamina, mungkin kini staminanya berkurang sepertiga. Mengingat Naruto memiliki stamina besar berkat latihannya selama ia masih tinggal didunianya dulu
Naruto kembali bersiap siaga saat Kokabiel kembali melesat kearahnya dengan kedua Light Sword digenggamannya, dengan cepat Naruto langsung memfokuskan Chakra miliknya ketelapak tangan kanannya hingga membuat sebuah bola Chakra berwarna biru yang berputar
Dengan kecepatan tinggi, mereka berdua langsung melesat kearah yang sama satu sama lain, Naruto yang mencoba menghantamkan Rasengan nya kearah Kokabiel, sedangkan Kokabiel yang berniat melukai Naruto dengan pedang cahayanya
"Bodohnya kau menahan seranganku dengan benda bercahaya itu, Kokabiel!"
Naruto langsung menghantamkan Rasengannya kearah Kokabiel, Kokabiel pun tak hanya diam saja, ia langsung menahan serangan Naruto dengan kedua pedang cahayanya, namun hal itu gagal hingga membuat pertahanan Kokabiel lepas dan menghantam Rasengan Naruto hingga terbawa dan menghantam tanah dan Rasengan itu meledak dan mencabik-cabik tubuhnya
"Butuh bantuan?"
Naruto menoleh kesamping saat mendengar sebuah suara yang menawarkan bantuan padanya, senyum mengembang diwajahnya saat melihat temannya, Vali yang kini dibalut armor Divine Dividing Scale Mail
"Kau terlambat, Vali!"
"Huh... kau tahu? Datenshi bernama Urushihara itu cukup merepotkan, sehingga aku harus memaksanya untuk pergi ke surga"
Ucap Vali memejamkan matanya sambil menghembuskan nafas. Mendengar penuturan Vali tadi membuat Naruto Sweatdrop, ia tak menyangka Vali bisa menggunakan kalimat aneh seperti itu, namun dengan begitu, ia paham kalau Urushihara telah dikalahkan oleh Vali
"Sudahlah, sekarang giliranku!"
Mengabaikan ucapan Naruto, Vali membuka matanya, sedikit mengisi kembali kekuatannya sambil menatap Kokabiel yang kini mulai bangkit walau tubuhnya dipenuhi luka lecet. Vali langsung melesat kearah Kokabiel yang kini sudah siap siaga
"Kau tahu Kokabiel? Azazel menyuruhku untuk membawamu padanya, yah walaupun bayarannya tidak sesuai, tapi kurasa aku cukup menikmati pertarungan besar ini"
*Duaaagg!*
Melesat cepat dengan kecepatan yang tak terduga, membuat Kokabiel langsung memuntahkan air liurnya saat Vali kini berada didepannya dengan tangan yang menghantam perutnya, hal itu membuat Kokabiel langsung terpental kebelakang
"Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide! Divide!"
Kokabiel terbaring ditanah, perlahan kekuatannya dikuras secara drastis oleh Vali hingga membuatnya lemas, luka-luka lecet yang ia dapatkan dari pertarungannya dengan Naruto perlahan kembali mengeluarkan darah sedikit demi sedikit. Ia benar-benar murka atas hal ini, namun apa daya, ia agak lemas akibat kekuatannya yang diambil oleh Vali
"Naruto, Sekarang!"
"Sankyuu, Vali!"
Tidak hanya sampai disitu, Naruto yang tepat berada dibelakang Vali kini langsung melompat ke udara, tangan kanannya yang kini terlihat sebuah Shuriken putih yang terbuat dari Chakra siap ia lemparkan kearah Kokabiel
"Dan sekarang, Matilah kau Kokabiel!"
"Rasenshuriken!"
*Ziiiingg!*
Naruto langsung melempar Rasenshuriken itu kearah Kokabiel yang terbaring ditanah, suara yang tajam dengan sedikit melengking yang dihasilkan oleh Rasenshuriken itu seolah memberikan jawaban bahwa siapa saja yang mengenainya akan mati
Kokabiel yang melihat itupun terkejut, ingin rasanya ia segera menghindar dari serangan mematikan itu, ia masih ingat serangan itu, serangan yang pernah dilakukan Naruto padanya saat mereka bertemu pertama kali, itu sungguh amat menyakitkan dan hampir membuatnya mati
Namun apa daya, ia mati lemas akibat kekuatannya yang diserap banyak oleh Vali, hal yang bisa ia lakuka hanya menyeringai dan menanti serangan mematikan itu menghantam dirinya, persis sama seperti dulu saat ia bertarung dengan Naruto untuk pertama kalinya
Deja vu? Mungkin itu yang dirasakannya saat ini...
*Blaaaarrr!*
Naruto mendarat disamping Vali, mereka berdua hanya menatap datar ledakan besar hasil serangan dari Naruto, sedikit membayangkan bagaimana jika mereka berdua menjadi Kokabiel dan merasakan serangan yang besar itu membuat mereka sedikit merinding
"Berakhir kah?"
Ledakan pun berakhir, menghasilkan sebuah kawah yang amat lebar dengan Kokabiel yang berada ditengahnya, keadaanya cukup menggenaskan, dengan beberapa sayap yang patah dan putus, luka-luka bekas cabikan memenuhi sekujur tubuhnya, serta darah yang terus keluar dari luka-luka tersebut
Namun hal diluar dugaan yang membuat mereka terkejut adalah, Kokabiel masih sadarkan diri! Matanya masih terbuka walau seluruh tubuhnya sudah hampir tak bisa ia gerakkan lagi
Naruto dan Vali tak habis pikir betapa kuatnya musuh didepannya ini, mereka yang berpikir terkena ledakan dan tercabik-cabik oleh serangan Naruto saja bisa mengira bahwa mereka bisa saja mati terkena serangan Naruto, namun tidak dengan Datenshi didepan mereka ini, semuanya diluar dugaan mereka
"S-Sialan k-kau, Na-Naruto..."
Ucap Kokabiel dengan nada lemah dan terkesan memiliki dendam yang amat besar, matanya menatap tajam sosok Naruto dan Vali yang kini tengah berdiri dipinggiran kawah
Vali awalnya ingin kembali menyerang Kokabiel saat Kokabiel hendak melakukan sesuatu dengan tangan kanannya yang masih bisa bergerak walaupun sedikit sulit, namun hal itu ia urungkan saat cincin yang berada dijari tangan kanan Kokabiel bersinar dan sebuah celah dimensi muncul disampingnya
"Dia?!"
Vali yang hendak melesat kearah Kokabiel yang telah tersedot kedalam celah dimensi itu dihentikan oleh Naruto, matanya masih menatap Naruto meminta sebuah penjelasan, Naruto hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum
"Biar aku saja yang mengejarnya, kau tak perlu melakukan hal yang lebih dari ini"
"A-apa maksudmu Naruto?"
Naruto kembali tersenyum simpul, ia memegang bahu sahabat baiknya itu saat Vali menatapnya dengan tatapan seolah ingin meminta penjelasan, perlahan Naruto membuka mulutnya hendak mengatakan sesuatu...
"Biar aku yang memastikan kematiannya, kau tak perlu terlempar kesebuah tempat hanya karena mengejarnya, biar aku yang melakukan semua ini, ini sudah tugasku"
"Tapi Naruto-"
"Sudah, kau cukup tinggal disini dan menjaga Rize-chan dengan baik, tolong jaga dia dengan baik ya!"
Entah kenapa apa yang diucapkan Vali membuat hatinya sedikit sedih, ucapan sahabat karibnya itu seolah ia akan pergi dan tak akan pernah kembali lagi, dan itu terasa dari nada ucapannya
"Dan terakhir Vali..."
"Tolong jaga Kurumi-chan untukku..."
Tepat setelah selesai menyelesaikan ucapannya, Naruto langsung melesat cepat kearah celah dimensi yang perlahan mulai menutup itu hingga akhirnya ia masuk kedalamnya dan mengejar sosok Kokabiel yang juga masuk kedalam celah itu
Sedangkan Vali, ia hanya bisa menatap kepergian sahabatnya itu dengan tatapan sedih, tubuhnya kini tak lagi dibalut dengan armor Divine Dividing Scale Mail, entah kenapa setitik air mata muncul diekor matanya
"Kau egois Naruto, meskipun begitu, kau tetap sahabat sejatiku..."
"Kau berkata seperti itu seolah kau ingin pergi selamanya, apa kau tak tahu kepergianmu akan membuat Rize dan Kurumi sedih?"
"Dan-"
"Apa yang akan kuucapkan pada Rize dan Kurumi tentang dirimu nanti?"
"Uzumaki Naruto..."
Dan tepat setelah mengakhiri ucapan monolognya, Vali menatap celah dimensi yang mulai menutup dan menghilang secara perlahan, tangannya masih terkepal erat dengan setitik liquid cair yang berada diekor matanya
Ia bingung...
Saat ini ia bingung, apa yang akan ia katakan nanti pada Rize dan Kurumi saat sosok Naruto tak bersama dirinya? Dimana Naruto? Kemana perginya Naruto?
Ia benar-benar bingung dan tak bisa menjawab pertanyaan seperti itu!
"Apa yang akan kukatakan pada mereka berdua nanti tentang dirimu-"
"-Naruto!"
::
::
::
::
::
::
::
:: To Be Continued ::
:: A/N :: Yoo! Lama tak berjumpa ya? Bagaimana kabarnya? Kangen gak sama Author yang satu ini?
Sebelumnya saya minta maaf atas keterlambatan dan lamanya meng-update Fic yang hampir lumutan ini, banyak alasan yang bisa saya sebutkan yang membuat saya lama mengupdatenya, sekali lagi saya minta maaf atas hal ini
Yah... bukan karena saya malas melanjutkan cerita ini sih, hanya saja, saya memiliki banyak Project di laptop kecil saya, Project yang tidak memakan waktu yang sedikit, entah itu Makalah, beberapa Document serta beberapa Fic Oneshot Dengan Fandom yang berbeda, dan Project lain tentunya
Dan bukan karena itu saja, keterlambatan saya ini disebabkan dengan Anime musim kemarin dan sekarang yang bisa dibilang cukup keren dengan Romance yang lumayan epic, ambil aja contohnya Masamune-kun no Revenge, dan EroManga-sensei, saya sudah cukup lama mengikuti alur cerita di Manga-nya hingga akhirnya saya bisa senang setengah mati saat melihat sosok Izumi Sagiri yang manisnya minta ampun dalam versi Anime! Kawaii ne~!
Oke lupakan curhatan saya yang diatas!
Membahas tentang Chapter ini, Ini merupakan Chapter penghujung dari Arc II, jadi Chapter selanjutnya akan masuk kedalam Arc yang baru yaitu Arc III
Dan...
kuharap Reader-san semua bisa cukup terhibur dengan Chapter yang hampir Full Battle dengan Word yang sebanyak 6,7k (A/N tidak termasuk kedalam Word yang saya tulis, Full Word sebanyak 7,8k) yah walaupun mungkin banyak typo, kuharap Reader-san semua bisa memaklumi, gak mudah loh bikin satu Chapter hampir Full-Battle dengan Word sebanyak 6k lebih ^_^
Dan itupun masih ada beberapa Scene Battle yang saya Skip, seperti pertarungan kelompok Rias dengan Cerberus, jadi saya mohon maaf yang sebesar-besarnya pada Reader-san semuanya...
Saya membuat Chapter ini sambil mendengarkan lagu 7! – Orange (Dalam huruf Katakana dibaca "Orenji"), memang Feel lagunya gak dapet ke Chapter ini, tapi lagunya enak banget kok! Coba deh Download lagunya, Feel lagunya dapet pas sambil baca Fic yang bergenre Romance-Hurt/Comfort, dijamin deh!
Ngomong-ngomong, apa ada yang menyadari gaya penulisan saya di Chapter ini agak berbeda dengan Chapter belakangan?
Jadi begini, saya membuat salah satu Fic baru dengan gaya bahasa yang berbeda jauh dengan Fic ini (Check di Profil), plus beberapa Project Fic Oneshot bergenre Romance yang membuat gaya penulisan saya sedikit berubah, dan entah kenapa itu membuat saya terbiasa dengan gaya penulisan yang seperti ini,dan perbedaan itu terlihat jelas saat saya mencobamenulis alur cerita dalam Scene biasa atau dialog biasa
Jadi tolong harap maklum...
Soal alur cerita, ini udah jauh melenceng dari apa yang ada di Canon, kalian pasti menyadarinya bukan? walaupun saya memang sering baca Fic yang plot ceritanya hampir sama, disini saya Cuma mencoba membuat Fic dengan alur yang berbeda dari yang lain, Cuma itu yang saya lakukan untuk membuat para Reader-san yang setia tertarik dengan Fic saya ini
Soal sifat Vali, kali ini saya buat ia mirip dengan versi Animenya, dingin, sedikit pendiam dan keren, apa kalian suka dengan sifatnya? Atau malah lebih suka sifat Vali yang sedikit lebih aktif seperti beberapa Chapter kemarin?
Membahas tentang Review, yah sedikit sedih sih saat melihat Review yang setiap update selalu menurun, saya gak punya patokan sampai berapa review per chapter sih, Cuma sedih aja ngeliat Review yang menurun
saya sebagai Author, bukan berarti saya gak butuh Kritik dan saran juga Flame, saya malah bisa dibilang membutuhkan ketiga hal itu, nge-Flame juga gak apalah, yang terpenting sertakan juga dimana kalian menemukan kesalahan dan hal yang menurut kalian janggal jangan hanya bisa melontarkan kata kasar aja
Untuk para Reader-san dan Reviewers-san yang masih setia sampai saat ini, Sankyuu atas dukungannya, saya bersyukur kalian masih setia nungguin update chapter terbaru fic ini!
Author Note yang saya berikan kepanjangan ya? Ya sudahlah langsung aja ke balasan Review!
:: Mangav :: jawabannya tidak, karena nasib Urushihara berakhir sampai di Chapter ini :v
:: .980 :: Sankyuu atas pujiannya, Happy Reading dan semoga terhibur!
:: Yellow Flash115 :: Pertanyaanmu terjawab di Chapter ini!
:: Mr. Uzumaki 22 :: Pertanyaanmu sama kayak reviewers diatas, dan jawabannya ada dichapter ini!
:: Guest :: Yah begitulah gaya penulisanku! Dibikin ngegantung biar kamu penasaran dengan kelanjutannya :v
:: .165 :: Sankyuu atas pujiannya, syukurlah kalo kamu suka konflik yang saya buat, btw Makasih banget loh udah di doain! Kamu baik banget ya! #Hehe
:: Saputraluc000 :: Apa kamu berpikir seperti itu? Coba baca chapter ini kamu pasti tahu kalau Naruto itu kuat kok!
:: N.S LOVER'S :: Tunggu dulu? Memang saya pernah ngomong kalau alur cerita ini diambil dari sehabis melawan Pain?
Soal itu, kamu memang benar. Saya gak mau ngebandingin Chara satu sama lain sih, Cuma satu Pain (Yang dibunuh Naruto di Canon) itu kekuatannya gak sebanding dengan Urushihara, Naruto juga pengen cepat-cepat masalahnya kelar, makanya ia ngeluarin Bijuu Mode dengan harapan bisa menghabisi Urushihara yang sudah ia tahu kalau Urushihara merupakan salah satu dalang dibalik masalahnya
:: Linux822 :: Oke! Sankyuu atas pujiannya! Happy Reading dan jangan lupa RnR ya!
:: ahmadsayuti1003 :: Jawaban dari pertanyaanmu akan terjawab diChapter depan! Maaf gak bisa menjawabnya sekarang, Gomennasai!
:: dilousfarm :: Daripada ngejelekkin Fic saya yang lumutan ini, mendingan kasih tau deh dimana bagian yang salah dalam penulisan saya, biar kedepannya saya bisa memperbaiki gaya penulisan saya
:: Sang Pembunuh374 :: Saya kurang ngerti apa yang kamu tanya, saran coba baca dari chapter awal deh biar kamu tahu alur ceritanya gimana
:: DandiDandi :: Yup! tebakan kamu benar! Urushihara dah tamat digiring Vali ke surga sana :v dan yang jadi lawan Kokabiel terjawab di chapter ini!
:: idkhom hikarinoyami13 :: Oke Sankyuu atas pujiannya! dan semoga Scene Battle di Chapter kali ini bisa membuatmu terhibur!
:: Ashuraindra64 :: Begini, alasan yang rasionalnya adalah untuk apa menggunakan kekuatan berlebih hanya untuk menghabisi musuh yang lemah bukan? Vali Cuma menggunakan prinsip seperti itu
Dan soal Vali yang seorang Hakuryuukou, dia memang benar Hakuryuukou, dan kekuatannya ia tunjukkan di Chapter ini, semoga chapter ini bisa membuatmu terhibur!
:: Arifkarate :: Minta Word lagi? Serius? Ini aja udah hampir 8k lho!
Mungkin segitu yang review kemarin, cukup senang sih saat masih ada yang mau Review Fic milikku ini, Makasih atas dukungannya selama ini!
Oke! Mungkin perjumpaan kita cukup sampai disini, sekian terima kasih dan sampai jumpa di Chapter berikutnya!
:: Kurosaki Kitahara Has Been Logged Out! ::
