Jung'S Special Diaries

Author : Nyanil

Rate: T ( aman )

Genre : romance, drama, and family

Pairing : YunJae

Cast:

Kim Jaejoong ( yeoja )

Jung Yunho ( namja )

And The Other

Part : 2/2 end

Disclaimer : semua member milik Tuhan, Orang tua dan management nya masing-masing

Warning : GS, , alur cerita ngaje. Ini ff buatan aku yang terinspirasi dari kisah baek seungjo Special diaries yang aku remak jd YUNJAE ada sedikit yang aku tambahin . Hehehehe Typo bertebaran di mana-mana udah pasti, penulisannya sedikit ancur gegara ngebut, DON'T LIKE DON'T READ.

SUMMARY :Suara yang rebut itu keluar dari suara eomma yang penuh dengan kegembiraan dan memenuhi rumah ini. Awal penderitaan ini sudah pergi dan sekarang cahaya matahari memebuat semua bersinar. Dan untuk bayi kami juga.

Happy Reading ^^

Part sebelumnya :

" apa?" Tanya yunho sambil sedikit menautkan alisnya.

" ah tidak apa-apa" kulihat wajah wajah khawatir yunho menghilang begitu mendengar jawabanku. Dia datang menghampiriku dan langsung memelukku. Dekapannya begitu hangat. Benar-benar hangat dan menenangkan.

" kau sudah bekerja keras jaejoongku! Tunggulah beban berat ini untuk beberapa hari lagi."

Jaejoong pov end

Last Chap:

Yunho POV On

Melihat jaejoong yang diam, aku pun menariknya kepelukkanku dan mengelus rambutnya. Nafas jaejoong yang begitu lembut terasa di dadaku. Aku merasa sangat damai jaejoong di pelukkanku. Seperti cahaya kembang api, perlahan-lahan di keningnya, lalu di daun telinganya hingga berakhir di bibir cherynya aku mulai menciumnya. Perlahan-lahan ini semakin menghangat dan bergairah. Dia mengikutin permainan lidahku di dalam mulutnya dengan sedikit membuka mulut agar lidahku dapat bergeriliya di dalamnya dan jaejoong pun semakin merapat kepelukkanku. Nafas itu semakin cepat dan dalam. Saat aku ingin merapat padanya, dia tiba-tiba saja mendorongku menjauh.

" Kenapa? Apa ada yang salah? Kau tidak menyukainya?" Tanya ku heran melihat tingkahnya. Biasanya dia yang selalu memulai duluan merayuku agar aku menyentuhnya, tapi kini saat aku yang sedang memulai dia malah mendorongku menjauh. Sebenarnya ada apa dengan gajah imutku ini?

" ini karena aku sedikit lelah. Maaf, mungkin karena test itu maka aku sedikit tidak nyaman." Jawabnya dengan wajah memelas.

Aku merasa khawatir dan sakit saat melihat jaejoong benar-benar lelah. Dapatku rasakan hembusan nafasnya yang begitu berat.

" kalau begitu, biarkan aku memelukmu dan tidur"

Kenapa dia seperti ini. Apakah ini benar-benar karena test? Ini terlihat seperti ada sesuatu yang dia khawatirkan dan sembunyikan. Dia tampak begitu tertekan karena test ini. Aku harus bisa menghiburnya bagaimanapun caranya.

Yunho Pov Off

Jaejoong Pov On

Walau pun aku berada dipelukan yunho dan berciuman dengannya tapi tetap tidak dapat berhenti mengkhawatirkan apa yang akan terjadi nanti. Apa yang harus aku akukan? Apakah seseorang sepertiku dapat menjadi ibu yang baik? Aku tidak pandai, orang yang ceroboh dan selalu mendapatkan kesialan. Dan bagaimana jika aku tidak bisa bersama anakku? Seperti yang terjadi dengan eommaku saat melahirkanku, eomma pergi setelah aku lahir hingga aku harus hidup tanpa merasakan kasih sayang seorang ibu. Aku tidak ingin memikirkan hal ini tapi hal ini terus muncul dan membuatku merasa khawatir. Yunho~ah, apa yang harus aku lakukan? Aku ingin menjadi seperti seorang ibu setelah menyelesaikan mimpiku dan menjadi orang yang baik dan beguna untuk semua orang. Karena sudah menjadi sepeti ini, apa yang harus kita lakukan? Jung jaejoong! Berhentilah panik dan mulailah rajin belajar!

Jaejoong Pov Off

Yunho Pov On

Aku pikir dia sudah tidur, tapi jaejoong diam-diam melepaskan pelukkanku dan duduk di depan meja. Dia terlihat begitu sedih. Gajah kecil itu terlihat sangat rajin demi menggapai mimpinya. Aku bangga padamu joongie, tapi melihatmu seperti ini, ini membuat hatiku seperti tertancap pisau. Aku melihatnya dari belakang saat dia sedang belajar tanpa mengatakan apapun. Semangat gajahku joongie! Perlahan-lahan dia terjatuh di meja dan tidak terbangun lagi.

'dia pasti tertidur meskipun dia tak bisa terjaga terus semalaman' gumamku dalam hati sambil terus memperhatikannya yang tengah tertidur sambil terduduk di meja belajarnya.

Angin berhembus.. aku berfikir dia tidak akan terbangun jadi aku pelan-pelan mengangkatnya dan memindahkannya ke atas kasur. Setelah itu aku memilihkan beberapa pertanyaan untuk ujian dan menjelaskan masalah dari pertanyaan yang dia jawab salah dan memeriksa masalah apa saja yang perlu dia ketahui. Ini adalah hadiah kecilku untuk kerja kerasmu. Semoga sukses di test terakhirmu sebagai calon perawat minggu depan. ^^

Yunho Pov Off

~next week~

Jaejoong Pov On

Akhirnya hari ini adalah test….. mulai sekarang, bayi ini dan aku dapat mengatasi masalah ini. Karena kami sama-sama belajar, bayi ini pasti merasa menderita saat aku menarik perutku, itu terkadang terasa sakit. Maafkan aku, aku hanya terkejut baby, maaf baby. Namun saat aku membelai perutku maka semuanya baik-baik saja. Kau pasti akan sangat tulus dan seperti aku, kau akan sangat dingin jika kau seperti yunho. Tunggu… bagaimana jika kau sepertiku yang tidak pintar? Tidak baby kumohon kau harus memiliki otak sejenius yunho dan keperibadian sepertiku. Kumohon.. aku sungguh-sungguh memohon padamu baby.

Ketika aku berangkat test, seluruh keluarga mengantarku sampai halaman rumah, sedangkan yunho tengah menungguku di dalam mobil.

"meski aku tahu kau bodoh, tapi lakukan yang terbaik untuk test" kata adik ipar changmin menyemangatiku. Aku tahu dia benar-benar tulus mendoakanku lulus meski ucapannya sedikit kasar memang

"joongie! Minumlah beberapa obat untuk menenangkan hatimu, dan omo! wajahmu sangat pucat" ucap jung eomma yang selalu khawatir. Aku bangga memiliki seorang mertua yang sangat menyayangiku bahkan lebih menyayangiku dibandingkan yunho yang notabene nya anak kandungnya sendiri.

"makanlah bekal siang ini" ucap ayahku. Dan ayah mertua hanya menepuk punggungku memberi semangat.

Semua orang memberi semangat dan datang ke tempat test. Tapi mengapa aku merasa pusing dan rasanya semua berputar? Ini tidak boleh terjadi. Biarkan aku mendapat kekuatan. Baby! Semoga kekuatan itu diberikan kepada kita. Semangat untukmu juga yunho! Berikan kami kekuatan.

Jaejoong Pov Off

Yunho Pov On

Aku sedang menunggunya di depan tempat test, sebaiknya aku membawanya pergi untuk makan sesuatu yang sehat. Untung saja udara tidak sedang dingin. Kau pasti melihatku dari jauh karena kau terus tersenyum dan berlari ke arahku.

'apa kau merasa begitu baik?' gumamku dalam hati.

Aku merasa hatiku berdebar-debar dan merasa gembira. Tetapi tiba-tiba saja jaejoong pingsan di hadapanku dan secara tiba-tiba hatiku bagai terjun kedalam lubang yang begitu besar. Untung saja aku segera meraih tubuhnya sebelum menimpa lantai koridor kampus yang dingin. Aku segera meminta pertolongan dan langsung membawanya ke rumah sakit yang tak jauh dari kampus tempat test kami.

" karena stress yang diterima oleh ibu maka bayi yang ada didalam rahimnya juga merasa stress. Jadi sebaiknya anda sebagai suami tolong menjaga istrinya agar tidak mendapatkan stress dan tertekan. "

"ibu?" aku merasa seorang memukul bagian belakang kepalaku dengan palu begitu mendengar penuturan hasil pemeriksaan. Aku langsung menolehkan kepala ku melihat jaejoong " apa kau sudah tahu?" tanyaku pada jaejoong.

"yeah"

" bodoh, kenapa kau tidak memberitahuku?" sergah ku dengan sedikit bentakkan. Dapat ku lihat wajah jaejoong yang dikit terkejut mendengar perkataanku barusan.

" karena kau akan kaget dan sedang sibuk belajar untuk test. Aku juga tidak menyiapkan apapun karena semuanya terasa mendadak " Suara yang keluar dari mulutnya itu terdengar ragu-ragu,

" lalu apa kau berniat menggungurkannya?" tanyaku sambil mendelik melihat jaejoong.

Jaejoong sangat kaget dengan suaraku yang marah dan matanya terlihat membesar lalu dia mengangguk dan mengatakan hal ini sambil menangis

" aku pikir ini akan membingungkanmu jika aku mengatakannya saat kau sedang sibuk belajar, setelah kita menyelesaikan test ini…"

" kenapa kau tidak mempercayaiku? Kau membuat semua penderitaan ini dan aku bahkan tidak tahu jika kau tertawa seperti orang bodoh sedang di hatimu tengah menderita karena menyembunyikan ini. Kenapa kau membuatku terlihat seperti orang jahat?" ucapku memotong penjelasannya.

Melihat tangisan yang jatuh dari mata jaejoong, aku berhenti mengatakan kata-kata yang menyakitkan. Mengatakan kata-kata ini aku pikir bayi ini akan mendengarnya dan mengabaikan mata jaejoong. Jung Yunho, kau memiliki jalan yang panjang untuk pergi. Dia terus menundukkan kepalanya, menangis dan dengan wajah ketakutan itu suaranya begetar.

" Tidak itu.. itu… bukan itu. Jika eomma mengetahui ini… berhenti belajar… Biarkan itu pergi… dia pasti mengatakan seperti itu. Aku benar-benar ingin menjadi seorang perawat dan istri yang baik untukmu.."

Jaejoong yang setengah menangis ini dan baby ini membuat hatiku luluh. Jika saja dia bertemu dengan lelaki normal maka baby ini tidak akan menderita seperti ini…. Jika aku lebih menjaganya… seseorang yang akan menjadi dokter bahkan tidak mengetahui bahwa istrinya sedang hamil dan dia menderita seperti ini… sesaat aku merasa tanggung jawab ini mencekikku. Dengan diriku ini bagaimana aku mengatasi rasa ketakutan ini dan membuat baby ini nyaman? Kata maaf tidak keluar dari mulutku. Aku merasa begitu rendah dan buruk, dan yang bisa kulakukan hanya memeluk jaejoong.

Dan pada saat aku menelan semua kesedihan ini semua keluar begitu saja, tangisan yang sedih untuk sesaat. Berapa lama tubuh mungil ini dalam penderitaan? Seperti suami yang bodoh, tangisan itu membuat tulang ini sakit. Tangisan dari lelaki yang istrinya menangung semua penderitaan ini.

" sebenarnya aku takut, aku takut bahwa aku tak bisa menjaga anakku seperti eommaku lalukan"

Aku mengerti. Kau merasa terluka dari sesuatu yang bahkan aku tak pernah pikirkan.

" itu baik-baik saja. Kau memiliki aku. Aku akan menjagamu. Tidak peduli apapun aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkan ku sendiri. Jadi jangan khawatir. Mengerti!"

Sebuah janji dan ciuman. Airmata di pipinya dan airmata di bulu matanya itu. Air mata penderitaan di keningnya yang memerah juga… mulai sekarang jangan menangis sendiri. Dengan menghilangnya air mata ini maka aku akan menghilangkan semua kesedihanmu. Kesendirian yang ada di air matamu itu aku minta kau menghapusnya. Perlahan-lahan air mata jaejoong pun mulai mereda.

" apa kita tetap memberitahu hal ini pada orang tua kita?" dengan wajah penuh air mata dia bertanya.

" tidak, dengan sikap eommaku yang agresif itu kita tidak tahu apa reaksinya jadi kita harus menunggu hingga hasil test ini keluar. Setelah kita lulus maka dia tidak akan memintamu untuk keluar dan berhenti kuliah. Ngomong-ngomong, aku dengar jika seseorang sedang hamil maka akan menginginkan sesuatu. Apa kau menginginkan sesuatu?"

" apa kau benar-benar akan membawakan apapun yang aku inginkan?"

"tentu"

" sejauh ini belum ada yang aku inginkan"

Menanyakannya seolah-olah jika dia tidak percaya dan dengan mata doe eyes yang berbinar. Apakah aku benar-benar seperti itu? Ini adalah sesuatu yang tidak pernah aku pikirkan sebelumnya. Sejujurnya walaupun aku mengatakan aku mencintaimu tetapi terkadang aku mengabaikan hal-hal kecil yang kau lakukan untukku. Maafkan aku lagi. Kenapa cinta berarti mengatalan maaf? Kapan akan ada hari dimana cinta lebih efisien dengan mengatakan maaf?

" aku ingin makan strawberi. Apakah ada strawberi di bulan november?"

"pasti ada dirumah strawberi. Aku akan membelinya"

Untuk waktu merawatnya aku ingin mencobanya dan menyeimbangi apa yang telah dia berikan. Jadi aku pun berlari di tengah angin November mencari yang aegya dan istriku inginkan di masa ngidamnya.

" eomma, lihat hyung! Kenapa dia menyembunyikan strawberi yang dia bawa dan berlari begitu cepat? Betapa memalukannya ini. Dia berlari begitu cepat apa karena dia berfikir bahwa akan ada yang mencuri strawberi itu?"

"apa? Strawberi?"

Dari belakang aku mendengar ekspresi changmin yang ragu dan suara ibu yang tiba-tiba penasaran. Aku harus menyembunyikan ini dan cepat kedalam kamar.

" ini, aku membeli strawberi"

" ini memakan waktu yang lama dari yang aku pikirkan. Apa tidak ada yang menjualnya di sekitar sini?"

" yeah. Tidak ada tetangga yang memilikinya jadi aku pergi ke supermarket besar. Aku pikir aku tertangkap basah oleh changmin jadi cepatlah habiskan"

" benarkah? Kalau begitu kita berdua harus menghabiskannya"

" jangan membagi itu! Kau harus memakannya sendirian! Apa ada lagi yang ingin kau makan?"

Tiba-tiba aku merasa hatiku terpenuhi oleh tatapan mata jaejoong yang seperti cahaya bulan. Dengan cahaya bulan itu, hatiku dapat menghangatkan tubuhku.

" yunho! Jaejoongie!" panggil eomma yang langsung menerobos masuk kekamar kami dengan wajah berbinar.

eomma begitu cepat dan suaranya seperti menghentak kebelakang kepalaku

" kalian berdua memiliki sesuatu yang di sembunyikan benar bukan? Jawab dengan jujur. Apa jaejoongie hamil?" Rasa penasaran eomma itu sunggug gila. Sepertinya aku memang tidak dapat menyembunyikan baby ini dari eomma ku yang seperti para normal.

" ya"

" benar? Tebakan ku akurat! HAHAHAHAH kenapa kalian menyembunyikan berita gembira ini? Aku merasa sedih" ucap eomma dengan wajah dibuat sendu.

" sejujurnya … aku pikir kau akan memintaku untuk berhenti belajar"

Ibu terlihat menyesal dan dia meminta maaf kepada jaejoong dan jaejoong hanya menundukkan kepalanya.

" hey, kenapa aku akan memintamu berhenti belajar? Kau sudah bekerja keras. Saat kau sedang dalam masa ngidam maka itu akan ada istirahat jadi tidak apa-apa. Dan jika di hitung maka bayi ini akan lahir pada bulan agustus. Itu akan ada waktu liburan lagi jadi ini sangat sempurna. Yunho, kau benar-benar jenius bahkan sudah membuatnya dalam waktu yang sangat tepat."

Di daftar eomma yang eomma buat ini tampak begitu sempurna. Dia selalu sibuk. Tapi dia begitu cepat jadi aku rasa ini tidak akan menjadi masalah.

" jangan khawatir dan cukup lahirkan bayi yang sehat. Aku akan mengatur semuanya."

" Jangan memakaikan pakaian bayi perempuan lagi!" tegur ku yang langsung menatap tajam eomma, aku tidak mau pengalaman masa kecil ku terulang untuk kedua kalinya ke anakku juga. Di mana eomma yang sangat menginginkan anak perempuan memaksa aku yang saat itu masih kecil memakai pakaian anak perempuan hingga aku sekolah dasar.

" Tidak! Aku tidak akan melakukannya lagi! Jaejoongie akan melahirkan bayi yang cantik kan? Ya kan joongie? Apa yang kau lakukan? Ayo cepat telepon ayahmu. Changminie! Kau juga harus memikirkan nama bayi ! ah kita harus mengambil photo perayaan!" Suara yang ribut itu keluar dari suara eomma yang penuh dengan kegembiraan dan memenuhi rumah ini. Awal penderitaan ini sudah pergi dan sekarang cahaya matahari membuat semua bersinar. Dan untuk bayi kami juga.

End

Kyaaaa akhirnya selesai juga hhehhehe

Mianhae aku tidak bs balas satu persatu review kalian karena keterbatasan tanganku untuk bergerak… buat ngetik ajja perlu extra hati-hati….

Ini bukan playfull kiss special eps youtube, tp lebih tepatnya special diary baek seungjo yang Cuma di buat dalam bentuk tulisan. Hehehehe

Sekali lagi gomawo ^^