Memasuki dunia virtual membuat Naruto terkagum dengan pencapaian Akihiko Kayaba dalam game Sword Art Online. Dunia yang selama ini di impikan para gamer termasuk dirinya kini benar benar terwujud membuat Naruto tidak sabar untuk segera memulai petualangan di dunia virtual.

Naruto segera membuat avatar yang sesuai dengan tubuh aslinya hanya merubah warna rambut menjadi merah seperti Kushina Kaasan tercintanya serta menghapus kumis rubahnya. Setelah avatarnya jadi Naruto memutuskan memakai nama aslinya karena dia pikir sekalipun hanya dunia virtual siapa sih yang bakal menganggap arti sebuah nama. Naruto lebih menghargai nama pemberian orang tuanya dalam hal apapun dibanding membuat nama julukan atau samaran.

Setelah menyelesaikan proses login Sword Art Online sekarang Naruto tengah berdiri di sudut sebuah kota di lantai dasar Aincrad yang merupakan sebuah bangunan melayang yang terdiri dari 100 pulau melayang bertingkat membentuk lantai demi lantai. Naruto memutuskan memakai kimono atasan merah dengan motif api orange di ujung lengan dan hakama putih sehingga terlihat sebagai seorang samurai.

Padangan yang mengatakan kamu itu aneh terlihat begitu kental mengarah ke arah Naruto yang memasang wajah tak pedulinya. Desas desus di belakang Naruto santer terdengar hanya orang bodoh yang mau berpenampilan sebagai orang kuno. Naruto tidak peduli hal itu karena baginya selama masih bisa merasakan budaya jepang dia akan mengikuti budaya tanah kelahirannya.

Naruto berjalan dengan perasaan bangga akan tampilan budaya jepangnya. Sebuah katana yang terselip di pinggangnya menambah gagah penampilan Naruto.

Orang orang bodoh kenapa budaya jepang yang keren begini tidak di manfaatkan untuk membuat avatar. Harusnya dia menghargai budaya tanah kelahiran dengan tetap mempertahankan unsur budaya Jepang di game ini. Naruto menyayangkan penampilan orang orang yang menurutnya rumit dengan berbagai aksesoris seperti baju zirah.

Menyusuri jalanan kota awal di Aincrad yang ramai Naruto masih terkagum dengan pencapaian Akihiko Kayaba dalam menciptakqn sebuah game. Mata biru safir yang selalu menjadi kebanggaan Naruto menyisir setiap bangunan yang ada dengan penuh minat. Entah sudah berapa kali Naruto memasuki bangunan dan berinteraksi dengan NPC namun binar matanya terus menunjukkan kekagumannya.

Wow keren! Dunia virtual ini sangat mirip dengan aslinya. Mungkin tidak semua hal mirip dengan dunia nyata namun setidaknya ini adalah surga bagi orang orang yang kesulitan dengan sosialita dunia nyata.

"Hei kamu!" Naruto menoleh ke sumber suara yang seolah olah memanggilnya.

Terlihat seorang pemuda berlari ke arahnya dengan cepat. Naruto memandang heran pemuda ini karena memang tidak mengenalnya. Berpikir mengenal seseorang begitu awal dalam dunia virtual seperti ini adalah hal yang susah. Hal ini disebabkan banyak orang lebih memilih menyembunyikan identitas aslinya demi kenyamanan mereka.

Naruto tengah bersiap menyambut pemuda tadi barangkali memang pemuda itu mengenalinya. Siapa tahu dia adalah teman sekelasnya yang menyadari kemiripan avatarnya dengan tubuh aslinya. Teman teman Naruto di sekolah adalah orang yang cerdas sehingga mengenali Naruto dalam avatar mungkin dapat terjadi namun Naruto belum pernah satu game dengan temannya.

Pemuda itu terus berlari melewati Naruto begitu saja membuat Naruto membuka rahangnya. Pose gagahnya yang bersiap menyambut seorang teman hancur berantakan membuat Naruto pundung.

Are! Bukan aku yang di panggilnya. Aku pikir aku akan mendapatkan seseorang yang mengenaliku namun itu ternyata hanya sebuah halusinasi saja.

Setelah pulih dari pundungnya Naruto melihat pemuda yang berteriak tadi menghampiri seorang pemuda yang berjalan santai. Mereka membicarakan sesuatu yang terlihat asyik dilihat dari reaksi pemuda yang tadinya melewati Naruto.

Naruto hanya mengendikkan bahunya melihat kepergian dua pemuda yang di lihatnya itu dan melanjutkan perjalanannya. Setelah puas menikmati pemandangan virtual di Aincrad, Naruto memutuskan bahwa sekarang waktunya memulai petualangan di game ini.

Melirik katana di pinggangnya Naruto tersenyum puas karena bisa memperoleh katana yang bagus ini.

Katana yang aku dapat hanya katana biasa bernama MASAMUNE keunggulan katana ini yang aku tahu memberikan critical ketika di tusukkan karena tebasannya tidak terlalu tajam. Yosh kini saatnya memulai petualangan di dunia ini.

Naruto melangkahkan kakinya menuju tanah lapang di luar kota.

Setelah tiba di daerah yang sekiranya ada monster lemah Naruto dengan gagah mencabut katananya dan mencari monster lemah yangbisa di serangnya

Beberapa saat mengendap endap akhirnya terdengar suara rerumputan di lewati sesuatu dan muncullah beberapa babi yang terlihat marah karena Naruto memasuki teritori mereka.

Naruto dengan penuh percaya diri mengarahkan katananya ke arah babi babi itu dan memasang kuda kuda seperti ingin menebas. Seekor babi merasa terprovokasi dengan tindakan Naruto mulai menyerang dan di sambut Naruto dengan mengayunkan katananya ke tubuh babi itu.

BUGH

Bukannya tersayat ato tertusuk katana yang di ayunkan Naruto seolah olah hanya ranting kecil untuk memukul babi itu.

Naruto hanya bisa membuka rahang dan jawdrop dan babi itupun terpaku seperti kena stun karena kaget dengan yang di lakukan Naruto.

Kenapa seranganku gagal? Bukannya kalau aku menyabetnya dengan bagian bilah tajam ke arah tubuhnya itu akan membuat babi itu tersayat Naruto tidak habis pikir dengan kejadian itu.

Tiba tiba terdengar suara dengusan nafas yang berat membuat Naruto melihat arah suara itu dengan gerakan patah patah dan di depannya tiga ekor babi terlihat bersiap menyerangnya bersamaan.

Keringat dingin membasahi tengkuk Naruto membayangkan sesuatu yang absurd akan terjadi padanya.

Kuso! Sepertinya tebasan tadi hanya membuat mereka semakin marah dan ...

Belum habis pikirannnya berkata, ke tiga babi itu mulai berlari ke arah Naruto yang hanya bisa panik.

"Kusoooooooo!" Sebuah teriakan manis dan merdu segera terdengar saat Naruto mengambil langkah seribu di kejar tiga ekor babi.

Astaga apa yang harus aku lakukan supaya bisa membunuh mereka batin Naruto di sela kepanikannya kabur dari amukan babi.

"Hahahahaha!" Terdengar alunan melodi tawa yang membuat Naruto menjadi semakin panik dan malu sehingga tanpa sadar bertingkah abursd meloncat loncat seperti pemain akrobat menghindari terjangan babi babi yang berhasil mengejarnya.

Tak jauh dari tempat Naruto berjuang menghindari terjangan babi terlihat dua orang pemuda yang sempat di temui Naruto di kota tadi. Mereka sedang duduk melihat Naruto kesusahan tanpa niat membantu Naruto.

"Lihat player itu sepertinya dia orang yang sangat bodoh yang hanya menghabiskan uang untuk membeli perangkat Sword Art Online."

"Jangan begitu Klein. Biar bagaimanapun semua orang berhak untuk bermain game ini."

"Percuma saja orang bodoh seperti dia tidak akan berhasil Kirito."

Kirito memandang Naruto sejenak kemudian meninggalkan Naruto yang terlihat kewalahan mengatasi babi babi itu bersama Klein.

Naruto terus berjuang untuk mencari cara mengalahkan babi babi itu sambil menghindari terjangan musuh. Genggaman pada katananya semakin erat ketika Naruto menyadari bahwa hanya katana ini yang mampu menyelamatkannya.

Bagaimanapun aku harus terus bertahan untuk menyelidiki game ini. Kalau aku kalah disini akan terus terjadi pengulangan dan itu membuat penyelidikan semakin lama. Game virtual ini seperti dunia nyata dengan pengendalian penuh atas avatar mungkin berlaku dengan skill yang bisa aku gunakan.

Naruto mencoba memasukkan kesadarannya secara total pada avatarnya ddngan membayangkan bahwa dia benar benar samurai. Mengambil kuda kuda seni berpedang sambil menjaga jarak mata Naruto benar benar terfokus pada pergerakan babi yang ada di depannya.

Seketika waktu babi mulai menerjang Naruto yang tetap teguh dalam kuda kudanya. Konsentrasi psnuh Naruto membuahkan hasil ketika seberkas cahaya kekuningan terpancar dari bilah katananya. Secepat kilat Naruto sudah melompat ke atas dengan sword skill yang sudah aktif

Sword skill RYUTSUISEN

Dalam posisi melompat menghindari terjangan babi Naruto memposisikan katananya ke atas untuk mengambil power kemudian membelah kepala babi itu dan segera babi itu menjadi serpihan partikel cahaya.

Wow keren ternyata skill player di tentukan oleh system yang merespon setiap gerakan dan kemampuan player.

Naruto tidak sempat memikirkan lebih lama karena masih ada dua ekor babi yang menunggunya. Tanpa banyak tindakan Naruto memaksakan diri untuk menerjang babi secepat yang dia bisa bersamaan dengan melesatnya babi ke arah Naruto.

Sword skill RYUTSUISEN

Naruto kembali meloncat dan menggunakan skillnya untuk mengalahkan satu ekor babi sambil terus bergerak secepat yang dia bisa menghindari babi yang satunya.

Sebuah teknik yang sederhana namun Naruto merasakan sensasi yang aneh ketika menggunakan skill itu dengan menambahkan speed dan agilitynya. Ayunan pedang yang nampak biasa biasa saja mampu memberikan serangan cricital yang berujung one hit kill.

Tersenyum mendapatkan informasi sederhana ini dari otaknya Naruto kembali memaksakan speednya ketika mencoba mencari sword skill lainnya. Beruntung babi itu tidak sekuat dua babi yang telah di bunuhnya. Mengangkat katana dengan tangan kiri sejajar mata dan ujung katana ditumpunya dengan jari tangan kanan sebuah kuda kuda tusukan yang berhasil Naruto manfaatkan untuk melancarkan serangan tusukan ketika babi terakhir menyerangnya tiba tiba dari semak semak. Reflek yang terlatih ketika memainkan berbagai jenis game membuatnya cepat melakukan serangan critical dengan menebas leher babi setelah menusuk perut bawah babi ketika babi itu menyerang dengan cara melompat.

Hah! ternyata cukup melelahkan membunuh tiga babi ini. Aku cukup beruntung menjadi kutu buku, teknik bermain katana yang sempat aku baca mampu menyelamatkanku. Sekarang aku mengerti bagaimana mendapatkan skill itu dan sepertinya aku harus terus meningkatkan speed gan agility ku agar mampu memaksimakal skill katanaku. Baiklah sekarang aku sudah naik level berkat tiga ekor babi ini walau cuma keberuntungan kini saatnya untuk log out dan beristirahat.

Naruto menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya yang terlihat kecapekan setelah petarungan pertamanya. Walaupun cuma dunia virtual tapi Akihiko Kayaba membuat dunia ini seperti dunia nyata sehingga player mampu bisa merasakan capek juga. Hal ini wajar karena nervegear yang tersambung ke otak memaksimalkan kelima indera di dalam game sehingga kelima indera itu terasa di dalam game berikut hal hal yang berkaitan dengan otak. Walau semua seperti dunia nyata namun di dunia Sword Art Online tidak bisa merasakan sakit walau itu terkena senjata sekalipun.

Naruto mengaktifkan jendela menunya dan mengutak atik beberapa pengaturan dan seketika dia terlihat kebingungan. Mengutak atik jendela menunya berulang kali sambil mengeryitkan dahi Naruto berkeringat dingin menyadari satu keanehan.

NANI! Ini tidak mungkin terjadi. Pasti ini kesalahan system atau ada maintenance. Tapi kenapa tidak ada warning terlebih dahulu. Sialan Akihiko Kayaba itu apa yang dia inginkan dengan menghilangkan tombol log out. Benar benar game yang mencurigakan pantas Jiraiya-jii menyelidiknya.

Naruto benar benar terkejut mendapati hilangnya tombol log out sehingga terjebak dalam dunia virtual Sword Art Online. Tanpa sengaja mata Naruto melihat waktu yang di tunjukkan di jendela menunya, seketika Naruto menyentuh dagunya dengan jari telunjuknya sambil memikirkan sesuatu. Beberapa detik memikirkan sesuatu mendadak raut wajah Naruto menunjukkan raut ketakutan.

Kuso. Besok aku ada janji dengan Karin-neechan. Kalau aku tidak memenuhinya pasti dia akan menghajarku.

"Akihiko Kayaba sialan!"

TBC

Arigatou buat dukungannya buat newbie ini dan gomen kalo belum bisa seperti yang diinginkan reader sekalian. Masih banyak yang perlu di perbaiki karena tidak ada yang sempurna.

Fic ini menjadi tantangan tersendiri karena saya tidak menguasai cannon SAO hanya garis besarnya saja sehingga membutuhkan banyak referensi dari manga dan anime yang berkaitan dengan SAO. Gomen kalau ga bisa update kilat dan rutin karena hal tersebut.

Arigatou buat otoutou yang ngasih beberapa ide buat fic ini semoga aja bisa mengembangkan fic ini.