Title : You're MINE
Chapter: 2
Author : Ruka17
Rating : NOT FOR CHILDREN (M)
Genre : Angst, Romance, Drama, Violence, Yaoi/BL (Don't like don't read)
Cast : DAEJAE, JONGLO, BANGHIM
Disclaimer : Cast milik Tuhan dan TS Ent. Author hanya pinjam mereka sebentar untuk meramaikan FF ini.
Warning: Typo, Alur maksa, Gaje, Kriuk-kriuk, EYD awut-awutan, Lemon asem kecut.
.
.
Annyeong~
Ketemu lagi dengan author terkeceh ^~^ #gaya lu thor
Chap kali ini ratenya author pindah haluan dari T ke M #ketawa epil bareng readernim.
Sekian. Langsung aja keceritanya. CekiD.O.t
.
.
Youngjae masuk ke dalam rumah besar milik keluarga Jung dan disambut oleh Daehyun yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Kau sudah pulang? Kau kemana saja? Aku mencari-carimu," ujar Daehyun seraya pergi menghampiri Youngjae
"Ah…mian tadi aku ketiduran dibalkon club."
"Jinjja? Gwenchana?" Daehyun memegang dahi dan pipi Youngjae.
"Hmmm…na gwenchana." Youngjae merasa berat karena harus berbohong pada Daehyun bahwa tidak terjadi apa-apa padanya.
"Pergilah ke kamar, lalu basuh dirimu dan istirahatlah. Kau terlihat capai sekali."
"Hmmm…ne…araseo," ujar Youngjae seraya pergi ke kamarnya.
Youngjae berjalan cepat ke kamarnya dan dengan segera pergi ke kamar mandi lalu membuka shower dan membasahi dirinya yang masih berpakaian lengkap. Disentuhnya bibir miliknya dan digosoknya hingga memerah. Lama ia berdiri dibawah derasnya air yang mengalir dari shower sampai rasa dingin tak lagi dapat ia rasakan.
.
.
Keesokan harinya di sekolah
TENG..TENG..TENG..
Bel istirahat berbunyi. Seluruh siswa yang ada dikelas segera berhamburan keluar. Younjae memutar posisi duduknya menghadap kebelakang.
"Daehyun-ah, pergilah duluan. Aku ingin bertemu dengan sonsaengnim. Nanti aku akan menyusulmu ke kantin."
"Hmmm…araseo," ujar Daehyun seraya pergi meninggalkan Youngjae yang masih terpaku di tempat duduknya.
Youngjae pun bangkit berdiri dan pergi keruang guru. Saat ia melintasi hall sekolah, ia tidak sengaja melihat kerumunan siswa yang sedang melihat papan pengumuman. Ia penasaran dengan apa yang dilihat oleh anak-anak itu dan ia pun berusaha untuk menerobos untuk melihat pengumuman yang ditempel dengan sangat besar disana. Betapa terkejutnya ia ketika melihat apa yang tertempel disana. Foto dirinya yang sedang berciuman dengan seorang gadis yang ia kenal wajahnya. Kini seluruh pasang mata yang ada disana menatapnya dengan tatapan tajam seperti sedang menghukum sang terdakwa.
Youngjae dapat mendengar semua siswa yang berbisik-bisik dibelakangnya ketika ia berjalan disepanjang koridor di sekolah. Tapi ia tidak mempedulikan apa yang mereka bicarakan. Ia pun sampai di kantin sekolah. Mata Youngjae melihat keseluruh penjuru arah, tapi ia sama sekali tidak menemukan orang yang dicarinya. Akhirnya, Youngjae pun memutuskan untuk pergi mencarinya ditempat lain. Baru beberapa langkah dari pintu kantin sekolah tiba-tiba terdengar suara logam yang berdentum mengenai lantai. Dilihatnya sebuah baskom besar jatuh dengan keras membentur lantai dan seragamnya yang rapi kini lusuh dan basah terkena air berwarna merah. Youngjae memutar bola matanya. Tak ada satupun siswa yang mempedulikannya. Ia pun pergi dengan tubuh basah kuyup. Ia masih mencari-cari orang yang dari tadi dicarinya. Sampai pada akhirnya ia ingat akan suatu tempat dan ia pun segera berlari ketempat itu.
Youngjae sampai di depan sebuah pintu ruangan. Dibukanya knop pintu dengan hati-hati dan dilihatnya 4 orang namja berada di dalam ruangan itu. Seorang dari namja itu segera pergi menghampirinya dan…
BUAAAGGHH!
Sebuah pukulan mengenai rahang youngjae hingga ia jatuh tersungkur diatas lantai.
Namja yang lain segera menghentikan aksi namja yang memukul Youngjae. "Tenangkan dirimu Jongup," ujar namja itu.
"Lepaskan aku hyung! Orang ini harus diberi pelajaran!" ronta Jongup
Namja itu mendekatkan dirinya pada Yongjae dan membenarkan kacamata yang dipakainya. "Untuk apa kau datang kemari eoh?"
"Aku datang mencari Daehyun," ujar Youngjae seraya mengelap bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Jongup
"Sayang sekali. Dia tidak ada disini," ujar namja itu
"Jangan berbohong padaku. Katakan padaku dimana dia."
Namja itu mencengkeram kerah Youngjae, "Sudah kukatakan dia tidak ada disini. Berbohong? Bukankah kau yang sedang berbohong pada kami? Terlebih pada Daehyun."
Youngjae meneguk ludahnya seraya membalas tatapan tajam namja yang ada dihadapannya. "Himchan hyung, kumohon, beritahukan ku dimana dia sekarang."
Yongguk menepuk pundak Himchan. "Lepaskan dia."
Tatapan Yongguk kini beralih pada Youngjae, "Dia tidak ada disini dan kami tidak tahu dimana dia sekarang. Pergilah kalau kau masih sayang pada nyawamu."
Youngjae membalas tatapan tajam mata Yongguk, "Bukan nyawaku yang kupedulikan sekarang. Untuk saaat ini hanya Dia yang kupedulikan."
Yongguk menarik kerah Youngjae dan mendorongnya ketembok. "Kalau kau memang peduli padanya, kenapa kau lakukan itu padanya huh?!"
"Untuk itu aku ingin menebusnya," ujar Youngjae
"Menebus dengan apa huh?!" Yongguk menjadi naik pitam. "Sekalipun kau menebusnya dengan nyawamu, itu tidak akan membuatnya kembali. Pergilah!" bentak Yongguk seraya melepaskan cengkramannya.
Dengan berat hati, Youngjae pun keluar dari tempat itu. Ketika ia berada di depan pintu ruangan, seorang namja menghampirinya dan berbisik padanya, "Dia ada di bukit di pinggiran kota Seoul. Kau pasti tahu dimana tempat yang ku maksud."
Youngjae melirik kearah namja itu. "Gumawoo Zelo-ah." Ia pun segera pergi ketempat yang Zelo katakan.
.
.
Youngjae POV
Youngjae terus berlari dan berlari. Meskipun hujan deras mengguyurnya dan udara dingin yang menusuk tubuhnya, ia tidak peduli. Yang hanya ia pedulikan kini hanya seorang namja yang selalu ada dipikirannya.
"Aku benci hujan."
Kata-kata itu terngiang kembali ditelinganya. Youngjae berhenti sesaat dan menutup matanya, lalu menengadahkan kepalanya keatas langit.
Dear sky…please stop this rain…
Youngjae kembali berlari sekuat tenaga hingga akhirnya ia sampai dibukit yang dikatakan. Dari kejauhan ia dapat melihat sosok seorang namja dengan seragam yang sama dengan yang ia kenakan sekarang dan payung transparan ditangannya berdiri di depan sebuah nisan bertuliskan Mr. Jung dan Mrs. Jung. Ia pun segera menghampiri namja itu dan menyapanya "Akhirnya aku menemukanmu."
Namja itu menoleh kebelakang. Raut mukanya terlihat kaget ketika ia melihat Youngjae berada dihadapannya. "Yoo Youngjae…"
Youngjae tersenyum pada namja itu, "Ayo kita pulang."
"Shireo! Aku tidak mau pulang."
Youngjae menatap tajam kedua bola mata Daehyun, "Tuan Muda Jung pernah bilang, Tuan tidak suka dengan hujan. Kkaja kita pulang."
Daehyun membalas tatapan Youngjae. "Aku memang tidak suka hujan. Aku benci hujan. Ia membawa pergi orang-orang yang aku sayang, makanya aku benci dengannya."
"Bukan hujan yang membawa pergi orang yang Tuan Muda sayangi. Orang-orang yang Tuan Muda sayangi, mereka selalu ada disini walaupun mereka tak terlihat lagi," ujar Youngjae seraya menunjuk dada Daehyun.
"Benarkah? Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Daehyun
"Hmmm…Tuan Muda bisa percaya padaku," balas Youngjae
"Lalu…mengapa kau menghianati kepercayaanku?"
Sebuah pukulan tak terlihat menghantam wajah Youngjae. Youngjae hanya bisa menundukkan kepalanya. "Mianhae…" sebuah kata terlontar dari bibirnya dan air matapun turun membasahi pipinya yang sudah terlanjur basah oleh air hujan.
Daehyun memegang pipi Youngjae dan mengangkat dagunya. Tak sampai hitungan detik, ia pun menghapus jarak diantara mereka. Bibir mereka saling berpanggutan dan air mata yang turun kini telah bercampur dengan hujan.
Dear rain…please don't take him away from me…
.
.
Daehyun dan Youngjae pergi mencari tempat berteduh. Merekapun akhirnya berteduh dirumah yang dulu sempat ditinggali oleh Youngjae. Perabotan disana masih sama seperti saat Youngjae meninggalkan rumah itu.
Hujan tak kunjung berhenti. Suara derasnya air hujan yang jatuh keatap rumah dan suara gemuruh guntur terdengar sangat jelas.
BLAARRR!
Youngjae menutup kedua telinganya dan meringkuk diatas lantai. Daehyun segera menghampirinya dan memegang kedua tangan Youngjae yang ia tempelkan di telinganya.
"Kau takut dengan suara guntur?"
Youngjae mengangguk pelan, membenarkan perkataan Daehyun.
"Youngjae pabbo," Daehyun segera memeluk namja yang ada dihadapannya itu. "Seharusnya kau tidak perlu mencariku disaat hujan deras begini."
"Mianhae…"
Daehyun mempererat pelukkannya, "Ck…dasar pabbo."
Daehyun merasakan tubuh namja yang didekapnya itu bergetar dengan hebatnya. Ia pun melepaskan pelukannya dan memegang pipi Youngjae, lalu mencium lembut bibirnya.
"Kau tidak usah takut, aku ada disini."
"Hmmm…" Youngjae menganggukkan kepalanya.
Daehyun mengecup kening Youngjae sesaat dan kembali melahap bibir kissable milik Youngjae. Ciuman yang lembut dan penuh makna, kini berubah sedikit lebih ganas dan terkesan memaksa, membuat Youngjae kehabisan nafas dan terpaksa memukul pelan dada Daehyun. Daehyun pun memberi kesempatan bagi Youngjae untuk mengambil nafas sebanyak yang ia bisa lakukan dan ia pun kembali melahap benda kenyal yang baginya manis seperti marshmallow itu.
"Euunngghh~~~" sebuah lengkuhan keluar dari bibir manis Youngjae, membuat Daehyun memasang seringainya dan memasukkan dengan bebas lidahnya, mengabsen deretan gigi putih milik Youngjae. Tak elak ia pun mengajaknya untuk berperang dengan lidah sang empunya.
"Mmmmmppphhh~~~" Daehyun mengulum bibir bawah milik Youngjae, membuat bibir cherry Youngjae semakin memerah. Tak lupa ia pun mengigit kecil benda kenyal itu dan menyisakan kissmark disana.
Dari bibir, kini ia beralih ke cuping Youngjae. Mengigitnya kecil dan membisikkan sesuatu padanya, "Saranghaeyo Yoo Youngjae." Senyuman Youngjae merekah ketika ia mendengar bisikan Daehyun ditelinganya.
Daehyun sedikit mengeser posisinya dan menindihi tubuh Youngjae. Ia membuka paksa seragam Youngjae yang basah, melihat sekilas tubuh milkskin Youngjae, lalu menciumi leher Youngjae dan memberi kissmark yang cukup banyak disana. Tanpa diberi aba-aba, Youngjae meremas rambut emas Daehyun dan kembali mengeluarkan lengkuhan seksinya.
Dari leher, kini turun ke dada Youngjae. Daehyun mengulum dan menjilati nipple kiri Youngjae, sedangkan tangan kanannya memelintir nipple sebelah kanan. Tangan nakal Daehyun kini turun kebagian bawah dan meremas pelan junior milik Youngjae yang masih terbungkus rapi oleh seragam yang ia kenakan.
"Euunngghh~~~…Daehyun~ah…Jannngggaann gooddaaii akuuhhh…singkirkan tanganmu…" titah Youngjae.
Daehyun tidak mempedulikan perkataan Youngjae. Senyum evil kembali menghiasi wajahnya. Ia melepas ciumannya pada nipple dan beralih ke junior milik sang empunya. Ia melepas celana Youngjae dan hanya menyisakan boxer yang menggantung ditubuhnya. Ia mengigit kecil junior Youngjae dari luar boxer dan membuat sang empunya kembali melengkuh. Dengan segera ia membuka boxer dan mengulum junior yang sudah berkedut sejak tadi.
"Daehyun~ahhhhhh…akuuuh mau kheluarrr..aahhh~~"
Daehyun mempercepat kulumannya. Tak sampai hitungan detik keluarlah cairan manis yang memenuhi mulutnya dan dengan cepat Daehyun menelan cairan itu, menyisakan sedikit dibibirnya untuk ia bagi bersama dengan pasangannya.
"Mmmmppphhh~~" Daehyun kembali menghisap kuat bibir cherry milik Youngjae seraya menanggalkan pakaiannya yang masih tergantung rapi ditubuhnya.
Kini mereka berdua benar-benar naked tanpa sehelai benang pun.
"Apa kau sudah siap?" tanya Daehyun seraya menatap Youngjae
"Hmmm…Jadikan aku seutuhnya milikmu."
"Araseo…because YOU'RE MINE." Daehyun kembali mengecup bibir Youngjae dan dengan sekali hentakkan, ia melesakkan miliknya ke hole milik Youngjae
"Aaww…Appooo..." Youngjae meneteskan air matanya
Daehyun yang melihatnya langsung mengecup air mata Youngjae yang jatuh dipipinya. "Mianhae…"
"Gwenchana Tuan Muda Jung…" ujar Youngjae seraya tersenyum
Daehyun menggerakkan secara perlahan junior miliknya di hole milik Youngjae. "Ssshhhh~~ kau seemmppiiittt sekali."
Hingga pada akhirnya junior milik Daehyun menyentuh spot terlarang milik Youngjae dan membuat Youngjae kembali menlengkuh. "Euuungghhh~~ Daehyun~ah."
Daehyun menatap Youngjae penuh makna. "Kau suka?"
"Hmmm…" Youngjae menganggukkan kepalanya, membuat seringai Daehyun semakin lebar.
Daehyun kembali mengocok junior miliknya dengan tempo yang sedikit dipercepat. "Daehyun~ah….Fasterrrr~ahhhh" Daehyun pun mempercepat tempo in out-nya dan membuat Youngjae semakin menggeliang.
"Daehyun~ah…akuuuhhh mau keluarrrr" ujar Youngjae seraya meremas punggung Daehyun.
"Aku juga…kita sama-sama…" ujar Daehyun semakin mempercepat temponya.
"Daehyun~ah."
"Youngjae~ah."
Dan mereka pun mencapai klimaks. Youngjae terlihat kelelahan setelah melakukan servis (?) pada Daehyun. Ia pun menyandarkan dirinya pada Daehyun, memeluknya dengan erat dan tertidur pulas dalam dekapan Daehyun.
.
.
"Oppaaaaaaaaaaaaa!" teriak seorang gadis yang tak lain dan tak bukan adalah Suly
"Aissshhh…kenapa anak kecil itu datang kemari…berisik sekali…" gerutu Jongup
Suly berjalan menghampiri 4 namja tampan yang sedang bersantai di ruang club. "Apa kalian ada yang melihat Daehyun oppa?"
Tak ada satupun dari mereka yang menanggapi pertanyaan Suly. Suly mem-pout-kan bibirnya dan pergi menghampiri Zelo. "Zelo-ah…kau tahu dimana Daehyun oppa?" tanya Suly seraya mengguncang-guncangkan tubuh Zelo yang sedang asik bermain PSP.
"Molla…munkin saat ini ia sedang melakukan 'itu' dengan Youngjae hyung," jawab Zelo datar
"Mwo? ANDAWEEEEEEEE!" teriak Suly memekakkan telinga dan membuat ke-4 namja itu harus menutup kuping mereka lekat-lekat.
.
.
"Daehyun-ah, apa kau dengar itu?" tanya Youngjae
"Hmmm? Dengar apa?" tanya Daehyun seraya memeluk Youngjae dari belakang
"Ah..aniyeo…" ujar Youngjae seraya tersenyum dan memandang kearah langit yang terlihat jelas dari balkon. "Hujan sudah berhenti. Kkaja kita pulang," lanjut Youngjae seraya mengelus tangan Daehyun yang melingkar di pundaknya.
"Shireo! Aku masih ingin bersamamu disini."
"Waeyo? Dirumah kan juga kita masih bisa bersama-sama."
"Shireo! Dirumah banyak pengganggu. Aku masih ingin disini."
Younjae tersenyum melihat tingkah laku Daehyun yang seperti anak kecil. "Hmmm...araseo…" ujarnya seraya mencium kilat pipi Daehyun.
.
.
Disetiap penghujung hujan…
Selalu ada pelangi yang menunggu.
.
.
END
.
.
Jangan bunuh author _ _)/
Mian klo alurnya maksa banget, kurang garing plus lemonnya kurang asem. Author uda berusaha nulis ni epep sampe sweatdrop dan kena serangan jantung (?)
Makasih buat yang uda bersedia RCL ni epep dan author minta RCLnya buat chap terakhir ini #maksa
Dua tiga empat lima (?) patah kata terakhir dari author…
Keep woles dan…salam olah raga!
Annyeongihasaeyoo~
#kabur bawa DAEJAE #dibakar readernim
