Tittle: Hello First Love chapter 2
Author: oreoshkji
Cast: HunKai! Sehun Kai
suport Cast: Chanbaek! Chanyeol Baekhyun
Rating : T-M
Genre: Romance
Disclaimer:
Fanfict ini adalah ff pertama saya setelah 5 tahun cuma jadi pembaca. Dari dulu gatel banget pengen bisa buat ff, dan baru kesampean sekarang. Mohon kritik dan saran yang membangun biar tulisanku bisa lebih baik. Semoga kalian suka, happy reading °^°
Warning:
HunKai! Genderswicth! DLDR! DO NOT BASH BUT KRITIK ATAU SARAN SANGAT DI PERBOLEHKAN.
°HunKai°
Jongin menelungkupkan wajahnya ke atas meja. Wajahnya panas sekali. Jongin malu. Apalagi sebagai anak yang punya image manis kesayangan guru, Jongin malahberciuman di depan sekolah. Well walaupun itu bukan 'berciuman' tapi orang yang melihat mana peduli.
Sejak tadi banyak murid membicarakan aksi 'ciumannya' sepanjang lorong menuju kelas, bahkan saat ini teman-teman di kelasnya tak berhenti menatapnya. Bisik-bisik tentang ciuman itu telah membuat panas sekolahnya, Jongin cuma berharap guru-guru tidak ada yang percaya.
"Jongin?!" Suara cempreng Baekhyun memenuhi ruang kelas membuat semua mata tertuju padanya. Untung saja Guru Matematika mereka belum masuk.
Dengan lemah Jongin mengangkat kepalanya.
"Kau terlambat lagi Baek"
"Itu tidak penting sekarang. Kau benar-benar berciuman di depan sekolah?". Baekhyun bertanya setengah tak percaya sambil mengguncang bahu Jongin yang makin lemah. Setau Baekhyun yang merupakan sahabat dari bayi Jongin, Jongin adalah anak yang polos dan tidak mungkin Jongin punya ide briliant berciuman di depan sekolah.
"Diamlah Baek". Jongin kembali menenggelamkan wajahnya ke meja, sepertinya meja lebih menarik dari wajah imut baekhyun di mata Jongin. Baekhyun tak menyerah, setelah meletakkan tasnya di atas meja, ia menggeser kursinya ke samping kursi Jongin.
"Siapa yang menciummu? Kau dipaksa? Tidak mungkin. Apa kau punya pacar? Tapi kemarin saja kau masih single, masa hari ini sudah punya pacar". Baekhyun mikir keras, masih penasaran dengan cerita dibalik ciuman sahabat manisnya itu.
"Baek, Sehun oppa menciumku".
°HunKai°
Setelah mendapat hukuman manis -membersihkan lapangan sepak bola- dari guru bimbingan konseling, Sehun langsung melangkahkan kaki panjangnya ke kelas. Beruntung sekarang waktunya istirahat, jadi Sehun tak perlu dipermalukan karena membersihkan lapangan oleh Guru Cho yang kejam itu. Walaupun dapat hukuman yang sedikit memalukan -Sehun anak teladan omong-omong-tapi Sehun senang karena sudah merasakan manisnya bibir Jongin.
Sehun malu sendiri kalau mengingat kejadian tadi pagi, itu memang bukan ciuman pertamanya, oh ayolah mana mungkin pria setampan dia baru ciuman sekali. Kalau mau dihitung, deretan mantan Oh Sehun sangat banyak tapi baru kali ini Sehun degdegan setengah mati setelah mencium seorang gadis. Apa mungkin karena Jongin masih bocah? Entahlah, Sehun rasa ia benar-benar jatuh Cinta.
Langkahnya semakin cepat ketika melihat Chanyeol yang sedang duduk bersama Kris dan Tao.
"Ya Park Dobi bagaimana rasanya bercinta dengan bocah JHS?". Sehun mendudukan pantat indahnya di kursi samping Chanyeol, dan disambut pelototan ketiga sahabatnya.
"M-mwo? Apa maksudmu tuan Oh?". Chanyeol gugup, itu kan rahasianya.
"Chanyeol dengan bocah JHS? Bercinta". Ucap Kris syok. Mereka saja belum legal untuk bercinta malah bercinta dengan anak JHS yang -ah sudahlah.
Sehun menyeringai.
"Baiklah baiklah, aku memang bercinta dengan Baekhyun. Dia pacarku, dan kami melakukannya suka sama suka kok." ucap chanyeol membela diri, tak sepenuhnya salah sih mereka memang melakukan karena sama sama menyukainya.
"Astaga Chanyeol, dia masih JHS? Kau gila?". Ini suara si Panda, walaupun tampangnya cukup sangar tapi Tao adalah anak yang taat peraturan. Bercinta dengan anak dibawah umur adalah melanggar peraturan -menurut panda.
"Oh ayolah, dia juga menyukainya kok. Bahkan kadang Baekhyun yang memintaku melakukannya. Dia sangat menyukainya." Sahut chanyeol cepat, bahaya kalau dia semakin dipojokkan oleh teman-teman sialnya ini.
Sehun makin menyeringai mendengar jawaban Chanyeol, diam-diam Sehun mematikan rekaman obrolan tak bermutu mereka.
"Bagaimana rasanya milik anak JHS chan?." Sehun bertanya dengan wajah mupengnya yang langsung dihadiahi jitakan sayang dari si Panda yang taat peraturan.
Sepanjang istirahat mereka habiskan mendengar panasnya cerita Chanyeol. Sehun kan jadi merindukan Jonginnya.
°Hunkai°
"Sehun oppa sangat tampan, kau beruntung Jongin". Ucap Baekhyun tak nyambung setelah mendengar penjelasan Jongin -guru matematika mereka tidak masuk omong-omong-.
"Baek!" Jongin kan sebal mendengar baekhyun tidak fokus mendengar ceritanya malah fokus pada ketampanan Sehun. Sehun kan pacarnya Jongin. Ah Jongin jadi Mali sendiri mengucapkannya.
"Bagaimana rasanya? Kau menyukainya?" Baekhyun makin semangat menggoda sahabatnya itu.
"Baekhyun!" Jongin mencebikkan bibirnya, kesal karena sejak tadi baekhyun terus-menerus menggodanya.
"Tapi Baek, um... "
"Kenapa malu seperti itu, katakan saja" Baekhyun tau Jongin ingin menanyakan sesuatu.
"Um.. Kau bilang Chanyeol sunbae sering minta hal yang iya-iya padamu. Anu.. Bagaimana rasanya? Apa sangat sakit?". Baekhyun tertawa mendengar pertanyaan Jongin. Jongin menundukkan kepalanya, dia kan jadi kelihatan bodoh di depan Baekhyun.
Baekhyun semakin merapatkan kursinya, sepertinya menggoda Jongin akan semakin menyenangkan.
"Rasanya sangat sakit Jong, aku bahkan tidak bisa berjalan dengan baik selama beberapa hari. Tapi rasanya juga sangat nikmattt".
"Be-benarkah?" Jongin merinding.
°HunKai°
"Ini Choco bubble tea milikmu". Sehun meletakkan bubble tea pesanan Jongin di atas meja, kemudian duduk di hadapan Jongin.
"Ah. Terimakasih oppa" Jongin menjawab cepat, gugup sekali duduk berdua dengan Sehun seperti ini. Sehun jadi gemas sendiri melihatnya.
"Kenapa kaku begitu di depan pacarmu sendiri". Sehun tersenyum kemudian mengusak rambut Jongin. Bahkan rambut Jongin terasa sangat halus, bagaimana dengan rambut yang lain -pikir Sehun ambigu. Pikiran Sehun tak pernah sehat kalau berlama-lama bersama kekasih manisnya ini.
Oh iya, mereka sedang berada di kedai bubble tea sekarang. Setelah pulang sekolah Jongin benar-benar menunggu Sehun di depan sekolahnya dan akhirnya berakhir di sini. Sehun menyebutnya kencan pertama mereka sebagai sepasang kekasih.
"Jongin, hey? Kenapa diam saja? Kau tidak suka tempatnya?". Sehun jadi khawatir melihat Jongin yang hanya diam saja.
"Bukan begitu oppa, aku hanya memikirkan tugas matematika tadi hehe" Jongin tertawa canggung, sebenarnya bukan itu yang mengganggu pikirannya. Ia memang punya tugas matematika karena gurunya tidak masuk, tapi matematika bukan masalah untuk Jongin. Masalahnya adalah dia takut menggagalkan kencan pertama mereka. Jongin gugup sekali.
"Sini biar aku bantu"
"Eh?" Jongin terkejut, tidak menyangka Sehun akan menawarkan bantuan untuk mengerjakan tugas matematikanya. Tapi akhirnya ia mengeluarkan buku matematikanya dari tas dan memberikannya pada Sehun.
"Aljabar? Kau belum makan ngerti materi ini?" ucap Sehun sambil melihat tulisan tangan Jongin. Jongin yang mendengarnya langsung menganggukkan kepalanya. Sebenarnya Jongin sudah paham materi itu, tapi mungkin kalau ia berpura-pura kencannya bisa berjalan lancar.
"Padahal ini tidak terlalu sulit" gumam Sehun. Tapi mungkin Jongin memang belum mengerti -pikir Sehun.
Sehun berdiri dari kursinya kemudian duduk di sebelah Jongin. Mereka menghabiskan sore itu di kedai sambil belajar matematika.
Walaupun kencannya tidak romantis tapi Jongin senang, setidaknya mereka tidak canggung lagi sekarang. Beberapa kali Jongin bahkan merajuk saat Sehun menggodanya, sikap yang hanya ia tunjukkan di depan orang yang membuatnya nyaman.
END
maaf kalo pendek banget ini ngetik di hp soalnya, sebenernya aku ngerasa endingnya gak banget(?) tapi udah Mentok hehe.
Rencananya tiap chapter bakal langsung end, jadi cuma cerita ringan gimana hari hari pacarannya HunKai aja. Buat adegan NC gak tau bakal ada atau enggak soalnya belum pengalaman, takut gak hot wkwk
Jangan lupa review yaaa, aku usahain chapter depan bakal cepet update
