Hello First Love Chapter 3
Author: Oreoshkji
Cast: Hunkai!
Rating: T-M
Genre: Romane
Hunkai! Genderswicth! DLDR!
Dont forget for review :*
°HunKai°
"Oppa bukunya terlalu banyak!" Gadis cantik berambut panjang itu mendengus melihat setumpuk buku yang dipilihkan sang kekasih untuknya. Jongin –gadis itu- bahkan tidak yakin akan membaca semuanya.
Seminggu lagi Jongin memang resmi menjadi siswi Sekang Senior High School, jadi mereka memutuskan untuk membeli buku pelajaran untuk Jongin. Berhubung Sehun adalah alumni di Sekang jadi Jongin mempercayakan Sehun untuk memilihkan semua bukunya.
"Ini belum semuanya Jongin, masih banyak buku yang diperlukan" Pria tampan yang menjabat sebagai kekasih gadis cantik itu masih mencari-cari buku di rak pengetahuan tanpa melihat raut sebal kekasih manisnya itu.
"Kita kan bisa membelinya kapan-kapan Oppa, lagipula aku tidak membawa cukup uang untuk semua bukunya" Cicit Jongin. huh Jongin jadi menyesal menolak kartu kredit ibunya tadi.
"Ini adalah hadiah untukmu karena bisa masuk Sekang" Sehun tersenyum kemudian mengusak rambut hitam Jongin dengan gemas, kekasihnya ini kenapa menggemaskan sekali sih.
"Oppa! Rambutku berantakan!" Jongin berusaha menyingkirkan tangan sehun dari rambutnya, tapi Sehun yang lebih cekatan langsung menggenggam tangan Jongin kemudian mencium pipinya. Mata jongin membola.
Jongin kaget.
Kenapa Sehun suka sekali menciumnya di tempat umum sih, Jongin kan malu.
Selama dua tahun mereka pacaran, Sehun memang lebih sering memberikan ciuman di depan umum. Padahal ketika mereka mengahbiskan waktu di rumah –rumah Sehun atau Jongin-, Sehun jarang sekali mencium Jongin. Kadang Jongin heran sendiri memikirkan itu, Sehun bahkan belum pernah melakukan hal yang iya-iya pada Jongin sejak masa pacaran mereka. Jongin sih senang, tapi juga penasaran. Baekhyun bahkan makin lengket dengan Oppa telinga peri itu –Jongin dengar dari Baekhyun omong-omong.
Apa aku tidak seksi? Kurang cantik? Kenapa Sehun tidak mengajak melakukan hal yang iya-iya?
Kurang lebih itulah yang dipikiran oleh Jongin selama ini, memang awalnya Jongin takut tapi kan sekarang berbeda, Jongin sangat mencintai Sehun dan sangat percaya pada anak tunggal Oh Siwon itu.
HunKai
"Bukunya aku letakan di sini ya" tunjuk Sehun pada pojok lemari yang terletak di kamar Jongin. Mereka sekarang berada di rumah besar keluarga Jongin, sejak pacaran mereka memang sudah terbiasa ke rumah masing-masing. Orang tua Jongin dan Sehun juga sudah tahu tentang hubungan mereka, bahkan kedua orang tuanya mendukung hubungan mereka.
"Iya, letakkan saja di sana oppa" Jongin menjawab tanpa memandang Sehun lagi. Ia lelah seharian menghabiskan waktu berbelanja keperluan sekolahnya bersama Sehun. Jongin merebahkan tubuhnya ke ranjang queen sizenya yang dibaut sprei berwarna merah muda itu. Sehun yang melihat itu hanya tersenyum, dia sudah tau bagaimana kebiasaan kekasihnya itu jika sudah menempel dengan kekasih keduanya –kasur- Jongin pasti bisa langsung tidur.
"Jae mommy kemana Jong? Kok sepi sekali" Sehun memang memanggil ibu Jongin dengan sebutan Mommy seperti Jongin, supaya lebih akrab katanya. Jaejoong yang menyukai Sehun tentu saja memperbolehkannya dengan senang hati.
"Mommy tadi bilang mau mampir ke kantor Daddy sebelum pulang," jawab Jongin seadanya. Melihat Sehun masih berdiri di samping lemarinya, Jongin menepuk sisi sebelah tempat tidurnya yang masih kosong. Sehun yang mengerti langsung melangkahkan kakinya, kemudian ikut berbaring di samping Jongin.
"Kenapa eum?" Sehun menatap Jongin yang merengut di depannya sambil merapikan beberapa helai rambut yang menutupi wajah cantik Jongin.
"Peluk"
Sehun tersenyum mendengar permintaan kekasihnya itu dan tanpa ragu merengkuh tubuh mungil Jongin ke dalam pelukannya. Sehun membelai rambut jongin yang sudah mulai panjang dan membuat Jonginnya semakin menawan.
"Kenapa kau sangat manja hari ini? hm?". Jongin maki merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan Sehun yang menurutnya sangat nyaman.
"Sebentar lagi aku akan masuk sekolah, aku pasti akan merindukan oppa" ucap Jongin yang membuat Sehun terkekeh. Menggemaskan sekali sih Jonginnya ini.
"Berlebihan sekali, kau bahkan bisa ke rumah setiap hari sayang" ucap Sehun sembari mencubit gemas pipi gembil kekeasihnya itu.
"Tapi nanti kan oppa juga mulai sibuk kuliah, aku takut oppa melupakanku dan lebih memilih kencan dengan tugas-tugas menyebalkan itu" Jongin mendongak, menatap Sehun yang terus membelai rambut hitamnya. Sehun kemudian ikut menatap Jongin, dan entah siapa yang memulai kini bibir keduanya saling memagut satu sama lain. Jongin memejamkan matanya kemudian membalas ciuman Sehun. Sehun yang terbawa suasana melumat bibir penuh milik Jongin, lidahnya masuk ke dalam mulut Jongin dan melilit lidah Jongin.
"mphhhh..." Jongin meremas bagian depan kaus Sehun. Tubuhnya lemas karena ciuman Sehun yang menuntut, ini kali pertama Sehun menciumnya dengan penuh nafsu seperti ini. Sehun menekan tengkuk Jongin , tak ingin Jongin melepaskan ciuman panas mereka.
"mhhh oppahh..." Jongin memukul dada Sehun pelan, dia lemas tapi Sehun belum menunjukkan tanda-tandan akan berhenti menciumnya. Jongin yang merasa pasokan udaranya semakin menipis terpaksa memukul dada Sehun agar Sehun melepaskan ciumannya. Sehun yang mengerti kekasihnya mulai kehabisan napas akhirnya melepaskan ciuman itu dengan sangat tidak rela. Sehun melihat bibir yang beberapa detik lalu bersentuhan dengan bibirnya itu penuh minat, bibir Jongin terlihat merah dan mengkilat akibat jejak saliva mereka.
Jongin membuka matanya dan melihat Sehun yang terus menatapnya, pipinya panas.
"Jangan melihatku seperti itu!" Jongin mengerucutkan bibirnya, Sehun yang melihatnya hanya berusaha menahan dirinya agar tidak memakan bibir dihadapannya itu.
"Apa sekarang aku dilarang melihat pacarku sendiri?"
"Bu-bukan begitu, maksudku.. aish". Jongin yang malu langsung menenggelamkan wajahnya ke dalam pelukan hangat Sehun. "Jangan melihatku!" ujarya sambil memeluk erat tubuh Sehun.
"Baiklah-baiklah aku tidak melihatmu". Sehun terkekeh melihat tingkah manis Jongin.
Beberapa menit kemudian Sehun merasakan napas Jongin mulai teratur, Jongin tertidur dalam pelukan Sehun. Sehun menggelengkan kepalanya, Jonginnya memang bisa tidur dengan mudah. Sehun bangun dari ranjang Jongin setelah membenarkan posisi selimut Jongin, saat itu juga pintu kamar Jongin berderit. Jaejoong Mommy tersenyum melihat sehun memasangkan selimut untuk anak kesayangannya itu.
"Jongin tidur hun?". Sehun terperanjat melihat ibu jongin sudah berada di kamar Jongin.
"Iya Mom, sepertinya Jongin kelelahan setelah keluar seharian. Setelah sampai di kamar Jongin langsung tidur". Sehun mencoba menjelaskan situasi yang terjadi, dia tidak ingin –uhuk- calon mertuanya ini berpikir macam-macam.
"Jongin pasti membuatmu repot ya? Maafkaan Jongin ya, dia kadang memang sangat manja."
"Sama sekali tidak kok mom, Jongin sangat menggemaskan"
"Mommy tadi membeli makan malam, makan dulu sebelum pulang ya?"
"Iya mommy". Sehun lega, sepertinya Jaejoong tidak melihat adegan panasnya tadi.
HunKai
Kaki jenang itu melangkah ke arah kerumunan di aula sekolah barunya. Setelah pengenalan terhadap sistem belajar dan fasilitas yang ada di Sekang, kini semua murid baru diminta untuk berkumpul di aula untuk melihat stand-stand ekstrakulikuler yang ada. Sebagai salah satu Senior High School yang berstandar internasional, Sekang mempunyai banyak ekstrakulikuler untuk menunjang minat dan bakat siswanya. Jongin –gadis pemilik kaki jnejang- itu melihat beberapa stand yang dianggapnya menarik, ada club basket, ada club olimpiade bahkan ada club band. Sebenarnya Jongin ingin masuk ke klub dance tapi ia belum menemukan standnya.
"Jongin? Kim Jongin?" Jongin mencari sumber suara yang meneyebutkan namanya, dari tadi Jongin memang belum menemukan teman yang diaggap cocok dengannya jadilah ia berjalan sendirian di tengah kerumunan.
"Baek?!" Jongin terkejut melihat tubuh mungil Baekhyun juga ada di aula Sekang, tapi kemudian mereka langsung berpelukan dan berteriak histeris karena menemukan satu sama lain. Beberapa siswa melhat ke arah mereka karena terakan Baekhyun yang luar biasa. Baekhyun sama sekali belum berubah.
"Kau bilang akan melanjutkan sekolah di Jepang kenapa bisa di sini?"
"Aku tidak bisa meninggalkan Chanyeol oppa sendiri di sini, bisa saja nanti dia meninggalkanku dan pergi dengan gadis lain. Aku tidak bisa membiarkannya" Baekhyun menjawab dengan berapi-api. Jongin tertawa mendengar penjelasan Baekhyun yang sangat possesive.
"Chanyeol Oppa tidak mungkin meninggalkanmu Baek, dia sangat mencintaimu" ucap jongin meyakinkan.
"Tapi bisa saja dia berpaling kalau aku jauh darinya Jong, apalagi ku dengar mahasiswi di Fakutas Ekonomi Seoul University adalah yang terbaik, mereka sangaaaat cantik. Bisa saja Chanyeol oppa khilaf" Baekhyun mendesah, semenjak Chanyeol masuk universitas Baekhyun jadi semakin possesive.
"Kau harus percaya pada Chanyeol oppa, Baek" ucap Jongin berusaha memberikan pengertian pada sahabat mungilnya itu. Mereka duduk di kursi taman yang mengarah ke aula sekarang, supaya lebih enak ngobrolnya.
"Memangnya kau percaya pada Sehun oppa? Kau yakin dia tidak akan melirik gadis lain? Maksudku.. kau tau sendiri mahasiswi kedokteran juga sangat cantik, apalagi biasanya mereka dari keluarga berpengaruh" ujar Baekhyun dengan semangat. Bukan bermaksud memanas-manasi Jongin, Baekhyun hanya ingin berpikir realistis.
"Uhh.. Ituu.. aku percaya kok pada Sehun oppa" jawab Jongin setengah tidak yakin. Gara-gara Baekhyun ia jadi memikirkan kemungkinan itu, apa mungkin Sehun akan melupakannya?
"Tuhkan, kau juga tidak percaya padanya Jong"
"Bukan begitu Baek.. ah kau ini.. kau sudah memutuskan ingin masuk klub apa?" Jongin memutuskan untuk mengakhiri pembicaraan tentang Sehun, lebih baik memikirkan klub yang akan mereka masuki saja.
"Tentu saja, aku ingin bergabung dengan klub band Jong!" ujar Baekhyun sumringah, sepertinya gadis bermata sipit itu sudah melupakan kekhawatirannya tentang Chanyeol. "Kau sudah memutuskan ingin masuk klub apa?" tanya Baekhyun pada Jongin yang terlihat Bingung.
"Aku ingin menari lagi, tapi aku belum menemukan stand klub dance Baek. Apa mereka tidak membuat stand ya?"
"Aku melihatnya tadi di samping club vocal, mungkin kau yang tidak melihatnya tadi" Baekhyun kemudian menarik tangan Jongin untuk mengikutinya masuk ke aula, masih terlihat banyak siswa-siswi yang berlalu-lalang untuk melihat stand yang ada, dan juga senior yang berusaha menarik perhatian siswa baru untuk datang ke stand mereka.
"Kau yakin Baek?" tanya Jongin sangsi karena melihat beberapa siswa yang berpenampilan nerd di sana.
"bukan yang itu bodoh, tapi yang di sana" ucap Baekhyun sambil menunjuk stand yang memiliki sedikit antrian tetapi banyak orang yang berdiri di sekitar stand.
"sepertinya sedang ada pertunjukan menarik, ayo!" Baekhyun makin bersemangat menarik tangan Jongin ke arah kerumunan itu. Benar saja, di sana banyak orang yang datang untuk melihat seorang pria menari. Pantas saja Jongin tidak menemukan stand ini, di sini sangat ramai
Baekhyun dan Jongin berusaha menembus kerumunan itu dengan tubuh mungil mereka, dan akhirnya mereka bisa berdiri di barisan terdepan. Pria itu berperawakan sedang, kulitnya sangat putih, dan tariannya luar biasa. Jongin dibuat terpana melihat bagaimana pria itu menari, tapi Jongin harus kecewa karena penampilan pria itu sudah berakhir. Jongin menyesal baru menemukan stand ini sekarang.
Pria itu menundukkan tubuhnya, menandakan bahwa penampilannya benar-benar sudah berakhir. Kemudian pria itu berdiri tegak dan tersenyum ke arah penonton, hingga mata rusanyanya bertemu pandang dengan Jongin. Jongin membeku.
Itu Xi Luhan
Kenapa Luhan oppa bisa ada di sini? Di Sekang?
TBC
Balik lagi nihh, maaf yaa updatenya lebih lama dari chapter sebelumnya. Ini aku buat lebih panjang, semoga mengobati waktu kalian nunggu (kayak ada yg nunggu aja wkwk)
Tebak jadi siapakah luhan disini?
Oh iya buat chapter ini sengaja pke TBC biar greget/gg
Jangan lupa review yaaa
