Hello First Love Chapter 4

Cast: HunKai!

Sehun Chanyeol Luhan (20 tahun)

Jongin, Baekhyun (16 tahun)

HunKai

Baekhyun dan Jongin berusaha menembus kerumunan itu dengan tubuh mungil mereka, dan akhirnya mereka bisa berdiri di barisan terdepan. Pria itu berperawakan sedang, kulitnya sangat putih, dan tariannya luar biasa. Jongin dibuat terpana melihat bagaimana pria itu menari, tapi Jongin harus kecewa karena penampilan pria itu sudah berakhir. Jongin menyesal baru menemukan stand ini sekarang.

Pria itu menundukkan tubuhnya, menandakan bahwa penampilannya benar-benar sudah berakhir. Kemudian pria itu berdiri tegak dan tersenyum ke arah penonton, hingga mata rusanyanya bertemu pandang dengan Jongin. Jongin membeku.

Itu Xi Luhan

Kenapa Luhan oppa bisa ada di sini? Di Sekang?

Chapter 4

Luhan tersenyum manis memandang ke arah Jongin yang masih terdiam. Orang-orang yang berada di kerumunan itu masih menonton dengan rasa penasaran. Pasalnya Xi Luhan sedang memandang gadis cantik berkulit Tan dengan intens. Xi Luhan adalah seorang idol yang cukup populer belakangan ini omong-omong. Beberapa pasang kamera mulai dinyalakan, tak ingin kehilangan moment yang mungkin berharga nanti.

"Hai sayang, kau tau oppa sangat merindukanmu" ucap Luhan yang kini tepat berada di hadapan Jongin.

"Oppa apa yang kau lakukan di sini?" bisik Jongin hampir tak terdengar.

"Tentu saja untukmu, hari ini kan hari pertamamu di Sekang. Aku tau kau pasti akan bergabung dengan club dance" ucap Luhan sambil menyunggingkan senyum yang langsung disambut teriakan histeris para siswa yang menonton, termasuk Baekhyun yang terus memandangi wajah tampan Luhan.

"Kau benar-benar kurang kerjaan oppa, aku tidak ingin terlibat skandal denganmu" Jongin merajuk, sangat hapal dengan kebiasaan sepupunya yang sangat jahil itu.

"Baiklah adik kecilku yang manis, Oppa hanya bercanda. Oppa harus bertemu dengan guru dance di Sekang sekarang, see you" Luhan mengusak rambut Jongin, kemudian mendaratkan ciuman di pipi Jongin.

"Yak!"

HunKai

"Dia sepupumu Jong? Kenapa kau tidak mengatakan kalau sepupumu itu Xi Luhan member EXO?! Astaga Jongin kau keterlaluan sekali!" Baekhyun merengut mengetahui Jongin punya sepupu seorang idol yang sedang naik daun dan tidak mengatakan apapun.

"Aku lupa aku punya sepupu seperti itu Baek" Jongin menjawab malas, menurutnya Luhan itu sangat menyebalkan. Luhan selalu menganggap Jongin sebagai adik kecilnya, padahal Jongin merasa dia sudah dewasa dan bisa menjaga dirinya sendiri. Fakta bahwa Luhan juga adalah anak tunggal membuat ia senang dengan kehadiran Jongin sebagai sepupunya dan terlalu memanjakannya, walalupun kadang Jongin menyukainya. Jangan lupa kalau Jongin itu manja.

"Bagaimana bisa kau melupakan Luhan?! Astaga Jongin dia sangat tampan!" ucap Baekhyun membayangkan wajah Luhan yang sedang tersenyum.

"Ingat Chanyeol Baek" Jongin memutar matanya malas, Baekhyun selalu berlebihan kalau membicarakan pria tampan. Sebenarnya yang perlu dikhawatirkan itu kau Baek bukan Chanyeol oppa.

Hunkai

"Xi Luhan EXO mencium seorang gadis tak dikenal di Sekang High School"

Judul berita itu langsung menjadi pencarian pertama di naver, Jongin yang melihatnya jadi jengkel sendiri. Firasatnya benar, sudah pasti sepupunya yang tampan itu akan menimbulkan kehebohan.

Kai meletakkan ponsel pintarnya di atas meja, sejak tadi teman-teman di kelasnya tak berhenti bertanya tentang hubungannya dengan Luhan. Hampir saja Kai dibully massal kalo dia tidak buru-buru mengklarifikasi bahwa mereka hanyalah sepupu. Dan sekarang teman-temannya makin semangat mengintrogasinya tentang luhan.

Masa SHSnya tidak akan damai lagi sekarang.

Kai menghela napas, menyentuh lagi ponsel pintarnya yang tadi ia letakkan. Ia membuka gallery fotonya yang penuh dengan selca dan fotonya dengan Sehun. Jongin jadi senyum-senyum sendiri kalau mengingat kesehariannya dengan kekasih pucatnya itu.

Setelah puas melihat-lihat, Jongin membuka aplikasi instagram. Senyumnya makin mengembang melihat postingan teratas adalah milik sang kekasih, tanpa sadar Jongin membuka profil instagram oohsehun itu. Setelah bosan memandangi wajah tampan Putra Oh Siwon itu, ia mengarahkan jarinya untuk mengklik ikon kiriman teman. Semakin banyak orang yang menandai akun instagram Sehun. Matanya tertuju ke kiriman dari salah satu akun anonim yang langsung membuat moodnya buruk.

Hunkai

"Wow Oh Sehun" ujar Mino kelewat semangat yang hanya direspon tatapan bingung si pria berkulit pucat.

"Kau berkencan dengan si cantik Manajemen itu? Kau memang luar biasa hun!" jawab Mino sambil mengacungkan jempolnya seolah tau isi kepala sehun.

"Kau tau sendiri aku punya Jongin, mana mungkin aku pacaran dengan gadis lain" jawab sehun acuh. Tanpa menghiraukan Mino, Sehun kembali memperhatikan buku Bisnisnya yang sudah minta dijamah.

Mino yang tak puas dengan jawaban Sehun, ikut duduk di sampingnya. Mino merogoh saku celananya untuk mengeluarkan ponsel pintarnya.

"Lihat ini" Mino meletakkan ponsel pintarnya itu tepat di atas buku yang tengah Sehun baca. Mau tak mau Sehun melihat layar ponsel yang sedang menampilkan foto dirinya dan Irene -yang mereka sebut si cantik manajemen-.

Putra tunggal Oh Siwon itu langsung mengambil ponsel itu, melihat kolom komentar yang dipenuhi mahasiswa fakultas ekonomi.

"Siapa hotnewsfeb ini?" tanya Sehun sambil menunjukkan layar ponsel Mino.

"Itu akun gossip di kampus, tapi followersnya puluhan ribu" jelas Mino.

"Itu cuma foto biasa, bukan masalah sama sekali. Lagipula itu cuma akun gossip" ujar Sehun santai. Setelah itu melanjutkan bacaannya yang sempat tertunda.

"Kau kan punya pacar? Kalau pacarmu melihat ini pasti akan panjang sekali hun."

Setelah mengatakan itu, Mino langsung melangkah ke kursi bagian belakang. Kursi depan bukanlah gayanya.

Sementara itu Sehun berhenti melihat bacaannya, ia jadi khawatir Jongin salah paham.

Hunkai

"Menyebalkan!"

Jongin masuk ke kamar dengan membanting pintu kayu kamarnya. Dengan sembarangan dia melemparkan tas sekolahnya ke lantai, kemudian berbaring di atas kasur empuknya.

"Dasar Oh Sehun menyebalkan! Kenapa dia tersenyum kepada gadis lain? Menyentuh tangannya pula! Jangan-jangan selama ini dia selalu tebar pesona di kampus" Jongin makin bersemangat menggerutu tentang sang kekasih ketika sampai di rumah. Rasanya Jongin ingin memukul lengan kekasihnya itu sampai kempes. Jongin sampai memukul bantalnya yang tak berdosa untuk melampiaskan rasa kesalnya.

"Dasar sok tampan! Oh Sehun menyebalkan!" ucap Jongin tanpa menghentikan pukulan maut ke bantal kesayangannya itu.

"Jongin sayang"

Kegiatannya terhenti ketika mendengar panggilan dari sang mommy, Jongin buru-buru merapikan kasurnya. Akan panjang urusannya kalau Jae mommynya melihat kamarnya yang berantakan.

"Iya mom?!" teriak jongin malas

"Ayo makan malam sayang, ada Sehun di bawah" Jawab mommynya tak kalah keras. Keluarga berisik.

Jongin makin sebal mendengar nama Sehun sekarang.

"Jongin mau makan di kamar saja mom, jongin malas bertemu Sehun oppa". Jaejoong mengerutkan dahinya, sangat jarang Jongin tidak mau betemu calon menantu idamannya itu.

Jaejoong membuka pintu kamar Jongin, melihat Jongin yang duduk memeluk gulingnya dengan wajah cemberut. Ia tersenyum, putrinya lebih menggemaskan kalau memasang wajah cemberutnya.

Ibu satu anak itu duduk di samping Jongin, kemudian menyentuh anak rambut yang menghalangi wajah cantik sang anak. Ia mengerti, Putri cantiknya itu sedang bertengkar dengan Sehun.

"Mommy akan panggil Sehun ke sini okay, jangan bertengkar terlalu lama," Jaejoong mengecup kening Jongin sebelum meninggalkan kamar gadis tan itu.

Jongin memejamkan matanya, malu sekali mommynya mengetahui ia dan Sehun sedang bertengkar. Jongin rasanya mau tidur saja, masa bodo dengan Sehun yang masih ada di rumahnya. Ia berbaring di kasur, kemudian menyelimuti seluruh tubuhnya. Ia berharap sudah tidur ketika Sehun datang.

Tapi sebelum kantuk sepenuhnya menyerang Jongin, pintu kamarnya berderit pelan. Sehun masuk dengan hati-hati, takut kalau nampan yang dibawanya tumpah ke lantai. Setelah meletakkan nampan yang berisi ayam kesukaan Jongin di nakas, Ia duduk di samping Jongin, melihat tubuh kekasihnya yang dibalut selimut persis seperti kepompong.

"Sayang"

Tak ada sahutan.

"Baby"

Masih tak ada sahutan, padahal Sehun sangat yakin beruang manisnya belum pergi ke alam mimpi.

"Oh Jongin"

Sehun yang tak sabar kemudian menurunkan selimut yang menutupi wajah cantik kekasihnya itu. Jongin masih diam, pura-pura tidur.

Tak kehabisan akal, Sehun mulai mencium kening Jongin, kemudian turun ke kedua matanya. Tak lupa membubuhkan ciuman di hidung dan bibir plum kekasihnya yang langsung disambut pukulan sebal dari Jongin.

"Dasar menyebalkan! Menyebalkan!" Jongin masih belum berhenti memukul dada dan lengan Sehun. Jangan salah, pukulan penari seperti Jongin cukup untuk membuat Sehun mengaduh kesakitan. Awalnya Sehun hanya berusaha menghindar, kemudian Sehun menahan pergelangan tangan Jongin agak berhenti memukulnya. Jongin yang awalnya masih berusaha melepaskan diri akhirnya pasrah, ia terlalu lelah dan Sehun terlalu kuat.

Nafas keduanya terengah. Saling bertatapan dengan posisi di atas tubuh Jongin sedikit menyusahkan Sehun. Matanya terus memandang bibir plum yang selalu membayangi pikirannya belakangan ini, apalagi setelah ciuman mereka waktu itu.

Jongin memalingkan wajahnya, rona merah menjalar dipipi gembilnya. Ia bahkan melupakan rasa kesalnya karena tatapan Sehun.

"Bangunlah, oppa membawakan ayam goreng kesukaanmu"

Suara Sehun memecah keheningan diantara keduanya. Jongin kembali memandang Sehun, minta tangannya dilepaskan. Buru-buru Sehun melepaskan pergelangan tangan beruang manisnya itu.

"Oppa menginap di sini kan?"

"Eh?"

Hunkai

"Sayang, mana mungkin aku membiarkan Sehun meginap di sini. Apalagi di kamar Jongin. Tidak akan" Kim Yunho tidak habis pikir dengan sang isteri yang mengizinkan Sehun menginap di kamar putrinya. Yunho sangat menyukai Sehun, dia adalah pria yang juga Yunho inginkan menjadi menantunya. Tapi tidak untuk menginap di kamar Putri semata wayangnya. Tidak.

"Kita tau Sehun tidak mungkin melakukan hal buruk pada Jongin Yun," Jaejoong belum menyerah untuk membujuk sang suami yang bersikeras tidak mengizinkan Sehun menginap.

"Ini akibatnya kalau kau terus menuruti keinginan Jongin, kau terlalu memanjakannya Jae".

"Aku hanya tidak ingin mereka terus bertengkar yun, aku tidak tega melihat Jongin bersedih seperti tadi" Jaejoong mulai mengeluarkan jurus puppy eyes andalannya agar sang suami luluh dengan permintaannya.

Yunho menyerah, puppy eyes istrinya memang selalu berhasil membuatnya mengiayakan semua permintaan anehnya.

"Baiklah. Tapi aku akan mengaktifkan CCTV di kamar Jongin"

Tak masalah, Jaejoong yakin putrinya dan Sehun tidak akan melakukan hal-hal yang belum legal untuk usia Jongin.

Jaejoong membuka pintu kamarnya, melihat Sehun yang masih bersandar di samping pintu untuk menunggu keputusan Yunho.

"Kau boleh menginap, mommy percaya padamu Sehun"

Hunkai

Sehun melangkahkan kakinya ke kamar bernuansa merah muda itu. Boneka-boneka dari berbagai ukuran bertengger manis di lemari kamar itu. Kamar Jongin sangat rapi, kecuali pada tumpukan buku-buku yang sepertinya belum sempat dirapikan pemiliknya.

Saat sehun kembali ke kamarnya, Jongin tak ada di sana. Mungkin di kamar mandi.

Sehun tak ambil pusing, ia mengamati buku-buku yang menjadi bacaan Jonginnya. Tak banyak buku lain selain buku pelajaran sekolah yang pernah ia belikan, hanya ada beberapa novel yang masih terbungkus rapi. Sehun tau, membaca bukan keahlian Jongin, kesehariannya lebih banyak dihabiskan untuk menari.

Drttt drttt

Getaran handphone mengalihkan pandangan Sehun, itu milik kai.

Xiaolu oppa

Sehun belum pernah mendengar nama itu, belum lagi panggilan oppa yang disematkan Jongin semakin membuat Sehun penasaran.

Tanpa babibu, Sehun mengangkat panggilan itu. Ia yakin Jongin tak akan marah hanya karena ia mengangkat telponnya.

"Halo sayang, bagaimana ciuman oppa tadi?"

Ciuman?!

Oh Sehun mengepalkan tangganya. Ia butuh penjelasan.

Tbc

Halo readerrrr, sorry banget aku baru update ff ini lagii. Sebulan terkahir aku sibuk nyiapin kegiatan nasional gitu, dan baru punya ide tadi pas karokean sama temen2 hehe.

Aku gak tau ini berapa karakter, semoga gak kedikitan soalnya aku ngetiknya di hp. Maaf kalo banyak typo atau kesalahan lainnya, aku gak sempet edit karna gak sabar buat upload chapter 4 iniiiii.

Jgn lupa review yaaa, apalagi saran saran supaya tulisanku bisa lebih baik lagi dari ini.