Hello First Love Chapter 6
Cast: HunKai!
Sehun Chanyeol Luhan (20 tahun)
Jongin, Baekhyun (16 tahun)
Jongin kemudian membalas ciuman Sehun tak kalah bersemangat, ia meremat bagian depan kemeja Sehun. Sehun semakin bersemangat mencium Jongin, lidahnya mulai mengabsen isi mulut Jongin. Sebelum tangannya merambat ke pinggang Jongin, Sehun mendapatkan tendangan di pinggangnya.
Sehun tersungkur ke aspal. Jongin yang melihat itu langsung berlari ke arah Sehun.
"Oppa baik-baik saja kan," Jongin panik melihat Sehun yang tiba-tiba tersungkur.
"Yak! Apa yang kau lakukan?!" teriak Jongin pada pria yang masih berdiri tegak setelah menendang pinggang kekasihnya tadi.
Chapter 6
"Luhan Oppa apa-apaan sih? Oppa tidak apa-apa kan?" Jongin baru menyadari orang yang menendang kekasihnya itu adalah sepupunya. Tak henti-hentinya Jongin melihat kondisi Sehunnya yang mengaduh kesakitan.
"Aku baik-baik saja sayang," ujar Sehun mencoba berdiri sembari menyentuk perutnya yang terasa berdenyut. Sehun berjanji tidak akan main-main dengan seorang idol, tenaganya bukan main, padahal mukanya cantik begitu-pikir Sehun.
"Oh jadi pria mesum ini kekasihmu Jong?" Sarkas Luhan.
"Sehun oppa tidak mesum, jangan mengatainya seperti itu!" ujar Jongin jengkel. Kan wajar-wajar saja sepasang kekasih berciuman. Jongin kembali mengarahkan pandangannya ke Sehun, memeriksa takut ada bagian tubuh pria pucat itu yang terluka.
"Aku baik-baik saja Jong. Maaf karena aku menciumnya di tempat umum Luhan. Aku akan mengantar Jongin ke sekolahnya," Setidaknya Sehun ingin sedikit menjelaskan insiden ini, bagaimana pun luhan itu masih sepupu Jongin. Walaupun sepertinya penjelasan Sehun tidak membantu meredakan amarah Luhan.
"Jadi menurutmu kalau kau mencium Jongin di dalam rumah aku tidak akan menendangmu?! Wahh," Luhan yang mendengar penjelasan Sehun makin terbawa emosi, hampir saja ia melayangkan tinjunya ke wajah Sehun kalau saja Jongin tidak menghalanginya.
"Sudah ah, aku mau berangkat sekolah saja dengan Sehun oppa, Luhan oppa menyebalkan," Jongin langsung menyeret lengan Sehun, membukakan pintu kemudi dan mendorong sang kekasih ke sana.
Setelah masuk ke mobil, Jongin menurunkan kaca jendela untuk melihat wajah sepupunya itu.
"Kita bicara setelah aku pulang sekolah oppa, bye!"
"Ayo jalan saja oppa, nanti aku akan bicara pada Luhan oppa, huhh pasti dia akan mengadu pada mommy. Menyebalkan sekali,"
Sehun diam saja melihat bagaimana Jongin terus membicarakan pria asal china itu, sebenarnya Sehun juga merasa tindakannya mencium Jongin seperti itu bukan hal benar. Apalagi dimata saudaranya. Sehun harus memikirkan bagaimana caranya mengambil hati Luhan itu.
"Oppa? Kenapa diam saja? Oppa tidak mendengarkanku ya?" Jongin menggoyangkan tangannya di depan wajah Sehun, kesal juga kalau dari tadi dia dicuekin.
"Bukan begitu baby, oppa memang salah, aku akan bicara dengan Luhan nanti," Sehun mau ngusak surai kecokelatan milik beruang manisnya, berusaha menenangkan Jongin.
"Tapi aku takut kalian nanti berkelahi," Jongin mengerucutkan bibirnya, dia benar-benar takut melihat Luhan berhasil menendang perut Sehunnya tadi.
"Aku janji tidak akan berkelahi," Sehun berkata dengan mantap, lagipula berkelahi dengan Luhan hanya akan merugikannya sebagai calon menantu keluarga Jongin. Uhuk.
Setelah mengantarkan gadis kecilnya ke depan gerbang sekolah, Sehun langsung menjalankan mobilnya ke rumah. Meskipun mungkin ia harus terlambat sampai kelas tapi Sehun lebih memilih mengganti pakaiannya dulu di rumah. Sehun masih anak rapih guys.
Hunkai
"Aku harap kau tidak hanya bermain-main dengan Jongin, aku akan mengawasimu," Tegas Luhan. Saat ini Sehun dan Luhan berada di rumah Jongin, sebelum berhasil membuka gerbang Sehun dikejutkan oleh Luhan yang sudah membukakan gerbang untuknya-sengaja menunggunya mungkin.
"Aku tidak ada rencana untuk bermain-main Luhan, aku harap kau mengerti," Sehun jengah juga kalau sepupu Jongin sangat protective begini. Sehun kemudian berlalu, meninggalkan Luhan yang masih kesal menyadari Jonginnya sudah memiliki tempat bergantung selain dirinya dan Kim Yunho.
"Sialan Oh Sehun," umpat Luhan kepada angin yang berhembus, pasalnya Oh Sehun yang dimaksud sudah memasuki kediaman Kim.
"Baby bear" Sehun langsung mencari Jongin ketika sampai di ruang tamu. Ia sudah berjanji untuk datang ke rumah karena tidak bisa menjemput sang kekasih sepulang sekolahnya. Sehun akhir-akhirnya sangat merindukan Jongin, padahal mereka selalu menyempatkan bertemu setiap harinya.
"Jongin belum pulang tuh," ujar Luhan dengan nada yang cukup menyebalkan - menurut Sehun. Sehun melihat jam yang bertengger manis di tangan kirinya, Sudah jam 9 malam dan Jongin belum pulang. Sehun mendadak panik sendiri, tidak biasanya Jongin pulang larut tanpa memberitahunya.
"Jongin tidak mengatakan apa pun padamu?" Ujar Luhan, cukup panik juga, ia kira Jongin bersama Sehun seharian karena belum pulang. bisa-bisa dia kena amuk Jaejoong auntynya nih kalau tidak menjaga Jongin dengan baik.
"Tidak, dia tidak izin denganmu?" pertanyaan Sehun yang langsung dijawab gelengan kepala si rusa china.
Tanpa menunggu Sehun berusaha menghubungi Jongin, tapi sepertinya kondisi ponsel Jongin dalam keadaan mati. telponnya tidak tersambung.
"HPnya mati han," Sehun lesu. Namun, ia terus berjalan ke sana ke mari karena panik. jujur saja itu mengganggu pemandangan Luhan.
"Coba hubungi teman Jongin, dan berhenti mondar-mandir di depanku," sungut Luhan.
"Ah, Baekhyun.." Sehun langsung mencari nomor ponsel pacar Park Chanyeol itu di poselnya, untung saja Jongin perneh menghubunginya lewat Baekhyun.
Sudah beberapa menit Sehun mencoba menghubungi Baekhyun, ponselnya aktif tapi sepertinya sedang ditinggalkan pemiliknya.
"Tidak diangkat,"
"Kau tidak punya nomor ponsel teman Jongin yang lain?" Luhan ikut duduk di samping Sehun, tanpa sadar Luhan menggigiti kuku jarinya, dia belum ingin diusir karena tidak menjaga Jongin hari ini.
drrtt... drrtt...
Ponsel Sehun berbunyi, panggilan dari Baekhyun.
"Halo Sehun oppa," Baekhyun mengucapkan salam dengan sopan.
"Baek, Jongin sedang bersamamu," Ujar Sehun to the point, kebiasaan sekali.
"Huh? Jongin? ah.. Jongin tadi bilang ingin berlatih di club dance sih tadi. Apa Jongin belum pulang?" Baekhyun bingung, setahunya Jongin tadi ingin berlatih dance sekalian perkenalan anggota dance katanya tadi. Tapi seharusnya sudah pulang, Baekhyun saja sudah pulang sejak jam 7 tadi.
"Belum baek, kupikir Jongin bersamamu, Ponselnya mati," Sehun jadi berpikir macam-macam sekarang. Tidak mungkin kan Jonginnya diculik.
"Mungkin perkenalan club dancenya belum selesai oppa," ujar Baekhyun santai, Paling-paling Jongin keasikan ngedance,pikir Baekhyun.
"Baiklah aku ke sana Baek," Sebelum menunggu Baekhyun menjawab ucapannya, Sehun sudah memutuskan sambungan temponnya.
"Di mana Jongin?" Tanya Luhan.
"Aku akan menjemput Jongin, kau tunggu di sini saja,"
"Yakk! Aku ikut Oh Sehun!" teriak Luhan sembari menyusul langkah Sehun yang langsung meninggalkan kediaman kim.
"Sialan, cepat sekali jalannya," -Luhan, 2018.
Hunkai
Putra tunggal keluarga Oh Siwon itu melangkahkan kakinya ke area Sekang High School, terlihat masih ada beberapa siswa yang berlalu-lalang, mungkin mereka baru selesai pelajaran tambahan-pikir Sehun. Sebagai alumni, Sehun cukup banyak tahu kegiatan di Sekang, bahkan dulu ia sempat bergabung di Club debat yang sering pulang larut malam.
Sehun berjalan ke gedung sebelah barat, tempat khusus ruang-ruang club, Ia tahu dengan jelas letak-letaknya. Ruang club dance adalah ruang paling luas karena mereka memilki ruang latihan khusus, letaknya berada di ujung gedung lantai satu.
Beberapa lampu ruang club sudah dimatikan, pertanda penghuninya sudah meninggalkan tempat. Hanya tinggal club teater, osis dan dance yang lampunya masih menyala tapi dengan pintu tertutup, agak mencurigakan. biasanya ada saja siswa yang sengaja bermalam di sekolah untuk berduan dengan kekasihnya di ruangan club. Tidak modal memang, tapi Sehun juga pernah sih begitu.
Sayup-sayup terdengar alunan musik dari ujung ruangan, ruang dance. Pria tinggi itu berjalan mendekat, membuka pintu ruangan club dance yang tertutup rapat, yang untungnya tidak dikunci. Indera penglihatannya mengarah ke ruangan berbentuk kotak yang kosong, tidak ada satu orang pun di sana. Hanya ada beberapa botol minuman yang tidak dibereskan penghuninya, dan tirai yang tertutup rapat.
Sehun hanya berharap Jonginnya berada di ruang latihan yang berada di balik tirai, setahunya dibalik tirai ada ruangan dengan dinding kaca bening. Kalau Jongin tidak ada di sini Sehun tidak tahu harus kemana lagi mencari. Dengan perlahan Sehun menyibak tirai itu, tatapannya langsung terkunci pada seorang gadis yang dengan lihai meliukkan tubuhnya.
Ia terpana, tarian gadis itu sangat indah. Alunan piano dari lagu idol Exo Baby Don't Cry masih terdengar, sementara tubuh gadis itu terus menari. Sehun melihat Jonginnya yang berbeda hari ini, Jonginnya yang manis dan menggemaskan berganti menjadi gadis yang seksi dan mempesona. Jonginnya begitu hidup, begitu menyatu dengan tariannya.
"Oppa.. Sehun oppa?" Jongin melambaikan tangannya di depan wajah kekasihnya yang belum sadar bahwa pertunjukan itu sudah selesai. "Kok oppa ada di sini?" tanya Jongin lagi. Setahunya tadi Sehun bilang tidak bisa menjemputnya dan akan menunggu di rumah.
"Ah.. Aku khawatir karena kau belum pulang, Luhan juga mengkhawatirkanmu," jelas Sehun setelah sadar dari acara -bengong melihat tarian Jongin.
"Memangnya ini jam berapa?"
"Sekarang jam 10,"
"Huh? Benarkah?" Jongin kemudian melihat jam di dinding, benar, sekarang sudah pukul 22.17. Jongin baru sadar karena terlalu asik menari. maklum saja sudah lama Jongin tidak menari, jadi hari ini adalah pelampiasannya.
"Ayo pulang," Ujar Sehun yang entah terkesan dingin di telinga Jongin.
"Tunggu oppa, aku belum mematikan lampu," Jongin langung mengambil tasnya yang tergeletak di lantai, berlari menyusul Sehun yang sudah siap mematikan lampu ruang club. "Kajja" Jongin langsung melingkarkan tangannya ke lengan kokoh mahasiswa fakultas kedokteran itu.
Tak henti Jongin menceritakan bagaimana ia menjalani hari ini di sekolah dan bagaiamana menyenangkannya bisa menari lagi, meski ia harus menutupinya dari sang ayah. Ayahnya tidak suka melihat Jongin menari, menurutnya itu bisa membuat Jongin lelah dan sakit.
Sementara Oh Sehun masih terdiam, tidak mendengarkan celoteh si mungil. Pria pucat itu masih terpesona pada kekasihnya ketika menari.
TBC
Maaf menggantungkan ff ini hampir setahun, tadinya aku mau bikin ff lain dan inget kalau belum menyelesaikan ff ini. aku merasa berdosa kalau gak lanjutin ini.
Semoga masih menarik untuk kalian baca ya~~~
Insyaallah aku bakal lebih rajin update dari sekarang
Jangan lupa kasih komentar yaa, komentar kalian yang bikin aku tetep semangat lanjutin ff ini.
Thnakseuuuuu~~
