Yanuar In
Halo Minna! XD sudah kembali nih! Gomen telat update. Soalnya ada kesibukan di dunia setan *?* yang ga bisa di toleransi jadi gomen ya! *Nunduk-nunduk* Saya seneng banget! Karena setelah saya cek review sudah mencapai 21 review! YEY! Berarti ada 20 orang yang mereview! Sekarang marilah kita balas reviewnya!
Satoshi 'Leo' Raiden : Thanks nih dah diupdate! J
LavenderSun : Trims atas dukungannya!
anime naruto-chan : nih dah saya update
Namikaze Eva IJI & rasengan : dah saya update
Nectarinia : nanti di chap depan team taka akan muncul jadi ditunggu ya!
Nalula zurachan : naruhina di chap depan
J .ayubbi : oke nih dah di update!
Buat yang lain, gomen ga bisa dibalas…
Selamat Membaca!
The End Of 4th Great Ninja War
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : K-T
Pair : Mungkin di chap selanjutnya baru ada pair.
Warning : First Fict, Canon, OOC (Maybe), Karena author baru mungkin juga ada typo.
Sumarry :
Bagaimana jadinya jika para kage membantu Aliansi Shinobi untuk Melawan Madara, Obito, dan Juubi?
Lets Read!
Cerita Sebelumnya :
"Obito! Mengapa kau melakukan ini semua! Apa ini karena Rin!" Teriak Minato. "Baguslah kalau kau sudah tahu. Sebenarnya aku mengumpulkan Bijuu untuk mengaktifkanTsuki no Me Keikaku untuk membuat dunia dimana Rin hidup dan untuk semua itu, aku membutuhkan kesembilan Bijuu." Jelas Obito. "Lalu kenapa kau mencoba membunuh Kakashi?" Tanya Minato lagi. "Itu karena dialah orang yang telah membunuh Rin!" Kata Obito. "Kalau begitu, ayo ikut aku. " kata Minato sambil mengulurkan tangannya. "Apa maksudmu?" Tanya Obito. "Membawamu ke masa lalu dan mengetahui kejadian sebenarnya antara Kakashi dan Rin." "Memangnya kenapa?" Tanya Obito lagi? "Ada sesuatu yang membuat Kakashi membunuh Rin" "Kalau begitu.. Baiklah…" Kata Obito dan memegang tangan Minato "Kalau begitu ayo kita pergi!" kata minato sambil mengeluarkan kunai spesial-nya "NINJUTSU RUANG DAN WAKTU AKTIF!"
Perang Dunia Ninja Ketiga
"Ini dimana?" Tanya Obito. "Ini adalah perang dunia Ninja ketiga." Kata Minato. "Disinilah kau akan mengetahui rahasia dan kebenaran tentang kematian Rin." Sambungnya lagi.
Chapter 4 : The Truth About Rin
"Kemana ayah dan pria jelek bertopeng itu?" kata Naruto. "Aku juga tidak tahu, tapi inilah kesempatan kita! Musuh kita tinggal satu orang lagi!" kata Kakashi. "Naruto-kun!" teriak Hinata saat Naruto terkena pukulan Madara. 'Ayah! Dimana kau!?' Batin Naruto.
Meanwhile
"Kemana kita?" kata Obito pada Minato. "Kita hanya akan mengunjungi beberapa orang." Kata Minato sambil tersenyum. "Cepat katakan kita mau kemana!" kata Obito tidak sabaran. "Oke…oke kita akan mengunjungi.. Ah! Itu mereka!" kata Minato yang membuat Obito keheranan. "Siapa yang kau maksud?" Tanya Obito. "Sssttt! Diamlah! Dan merunduk sepertiku!" perintah Minato pada Obito. "Memangnya kita ingin memata-matai siapa?" Tanya Obito namun langsung terjawab saat dia melihat Kakashi kecil dan Rin kecil duduk berduaan diatas sebuah batu besar. "Mereka? Kita akan mendengar pembicaraan mereka?" Tanya Obito. "Tepat sekali. Sekarang duduklah!" perintah Minato.
"Kakashi-kun." Kata Rin. "Ya?" jawab Kakashi. "Menurutmu apakah Obito-kun akan tenang dan bahagia disana?" kata Rin. Obito terkejut mendengar kata-kata Rin tadi. Namun Minato masih tetap tenang. "Kurasa dia akan bahagia jika kita bahagia." Kata Kakashi. "Yah kau benar. Tapi kemarin kamu bilang kalau Obito-kun menyukaiku kan?" kata Rin yang membuat Obito yang sedang mengintip bersemu merah. 'Huh! Penjahat kelas atas yang penuh dengan kebencian bisa memerah hanya dengan kata-kata gadis kecil 14 tahun?' batin Minato. "Ya. Dan memangnya kenapa kau bertanya begitu." Kakashi balik bertanya. "Sebenarnya… emm..sejak dulu…aku…" wajah Rin bersemu merah, dia tidak yakin untuk melanjutkannya. "Ya?" kata Kakashi sabar. "Emm..soal…itu..sebenarnya..aku..menyukai Kakashi-kun." Kata Rin malu-malu. 'Sudah kuduga! Kakashi….. saat aku kembali ke medan perang.. AKU AKAN BENAR-BENAR MEMBUNUHMU!' batin Obito penuh emosi dan tanpa sadar mengeluarkan aura pembunuh yang membuat Minato geleng-geleng. "Rin.." tanpa sadar Kakashi mendekatkan wajahnya ke wajah Rin yang membuat jarak antara wajah mereka semakin dekat. Rin hanya menutup matanya menunggu ciuman pertamanya. (A/N: Kakashi tidak memakai masker disini) Rin agak terkejut saat Kakashi menautkan bibirnya di bibir Rin. Obito memandang Kakashi dengan penuh nafsu membunuh dan memandang Rin dengan wajah putus asa yang KEMBALI membuat Minato geleng-geleng kepala.
Cukup lama mereka berciuman dan jika mereka tidak kehabisan oksigen mungkin mereka tidak akan menghentikan ciuman mereka. "Rin." Kata Kakashi. "Ya Kakashi-kun?" jawab Rin. "Kupikir kau hebat!" kata Kakashi antusias. "Kenapa?" Tanya Rin. "Kau bisa mencium dua pria sekaligus!" kata Kakashi. "Siapa Kakashi-kun?" Tanya Rin lagi. "Aku dan Obito!" kata Kakashi yang membuat Obito tertegun. "Kakashi, Rin." Sebuah suara mengagetkan mereka. "Ya. Minato-sensei." Jawab mereka serempak. "Cepat tidur! Besok kita akan menghadapi pertarungan besar!" kata 'Minato'. "Ya! Sensei!" kata Kakashi dan Rin. (A/N : 'Minato' adalah Minato dijaman Kakashi kecil.)
"Lihat? Kakashi tidak mungkin membunuh Rin. Dia mencintainya." Kata Minato. "Tapi saat itu.. Apa yang kulihat? Kau tidak membawaku dalam genjutsu kan?" Tanya Obito curiga. "Tidak mungkin aku meng-genjutsu muridku sendiri." Kata Minato. "Tapi kalau kau memang ingin tahu apa yang terjadi, kita akan pergi kemasa depan. Tepatnya, besok!" Kata Minato. "Kenapa tidak menunggu disini?" Tanya Obito. "Tidak mungkin aku melupakan sifatmu yang tidak sabaran itu." Kata Minato sambil tersenyum. "Heh!" Obito menyeringai.
Skip Time
"Rin! Larilah! Mereka mengincarmu!" teriak Kakashi. "Tidak Kakashi-kun! Aku tidak akan meninggalkanmu disini!" Jawab Rin. "Keras kepala!" kata Kakashi. "Chidori!" kata Kakashi dan mulai menyerang beberapa orang Kirigakure. "Yondaime! Ayo kita membantu mereka!" kata Obito. "Jangan! Kita tidak boleh merubah sejarah!" Kata Minato tegas. "Tapi Rin akan tewas!" kata Obito. "Ikuti saja takdir." Kata Minato. "Sial!" kata Obito tetapi dia tetap berlari kearah shinobi Kirigakure itu. "Dasar keras kepala!" kata Minato namun dia tetap menunggu. "Ini.. Kenapa begini?" kata Obito kebingungan karena tubuhnya seperti hantu tidak terlihat dan menembus shinobi Kirigakure tersebut. Obito pun langsung melompat ketempat Minato dan seketika tubuhnya kembali seperti semula. "Jika kau terkena matahari maka kau akan seperti tadi." Kata Minato. "Jadi memang tidak bisa ya." Kata Obito. Menyesal karena tidak bisa merubah keadaan.
"Khu Khu! Anak Shiroi Kiba memang hebat. Tapi, apakah dia bisa menghadapi ini?" kata Sasori. "Chidori!" kata Kakashi. Namun gerakannya tiba-tiba terhenti. 'Kenapa?' batin Kakashi. "Dia yang membunuh Rin." Kata Minato sambil menunjuk Sasori. "Sasori." Kata Obito. "Kenapa dia terlihat penuh dendam dengan Kakashi?" Kata Obito. "Dia jadi begitu setelah ayahnya dibunuh oleh Sakumo." Kata Minato. "Ayah Kakashi?" Tanya Obito. "Tepat!"
'Badanku… Tidak!' Batin Kakashi. "Rin Lari!" Kata Kakashi. "Kena..." Belum sempat Rin melanjutkan.
JRAASSHHH!
"Kakashi-kun…." Kata Rin lemas. Cukup! Obito sudah cukup melihat ini. Dia bersumpah untuk tidak akan pernah melihat ini lagi, tapi kenyataannya dia harus melihat kematian Rin sekali lagi. Sasori mendengus puas lalu meninggalkan tempat tersebut setelah menggumamkan 'Misi selesai'. 'Obito' melihat kejadian tersebut dengan penuh keterkejutan. Sahabatnya yang telah berjanji untuk melindungi Rin, membunuh Rin didepan matanya sendiri. "Rin…" kata Kakashi lemas. "Gyahhhhh!" 'Obito'menjerit keras, tidak kuat melihat kenyataan, dan dia mulai menghabisi semua Ninja yang ada disana. Setelah puas, 'Obito' membawa mayat Rin ketempat persembunyiannya. "Jadi begitu." Obito merasa bersalah pada Kakashi. "Sekarang kau mengertikan? Kakashi tidaklah membunuh Rin." Kata Minato pada Obito. "Ya! Dan sekarang, ayo kita kembali ke medan perang!" Kata Obito. "Kau akan membantu Madara?" "Tidak! Aku akan membantu kalian! Aku mempunyai sebuah rencana. Jadi dengarkanlah!" perintah Obito. "Ha'i Sensei!" Kata Minato.
Hore! Akhirnya selesai juga. Akhirnya Obito membantu aliansi! Nantikan kelanjutannya dan….
REVIEW!
See Ya!
Yanuar Out
