Yanuar In
A/N:
Hello All! Author gila balik lagi *nyengir* Saya juga mempersembahkan chap ini buat NHFD! Yey! Ini NHFD pertama loh dimana aku ikut berparatisipasi! *reader gak nanya*
Terimakasih juga buat reviewer di chap 3:
Lathifah Amethyst-chan, Fran Fryn Kun, , Nalula zurachan, Satoshi 'Leo' Raiden, rasengan, nectarinia, wkjoan, Namikaze Kevin, LavenderSun, Guest, dan mendokusai144
Saatnya balas review!
Lathifah Amethyst-chan : Arigato atas sarannya! Minato saat itu memanggil Obito dengan sensei karena Obito terlalu memerintah.
Fran Fryn Kun & : Ini dah saya update
Nalula zurachan : memang karangan saya. Karena saya hanya author gila dengan imajinasi-imajinasi aneh
Satoshi 'Leo' Raiden : Betul,betul,betul
rasengan : Sasori lebih tua 5-6 tahun dari Kakashi.
Nectarinia & wkjoan : Thanks atas Dukungannya
Namikaze Kevin : Arigato nih dah saya update
LavenderSun : Oke! Nih dah diupdate! Kalo untuk NaruHina, puncaknya di chap-chap akhir.
Guest : Gak lah… nih kan cuman fanfiction.
mendokusai144 : mudah-mudahan yang ini lebih panjang
Selamat Membaca!
The End Of 4th Great Ninja War
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : K-T
Pair : NaruHina
Warning : First Fict, Canon, OOC (Maybe), Karena author baru mungkin juga ada typo.
Sumarry :
Bagaimana jadinya jika para kage membantu Aliansi Shinobi untuk Melawan Madara, Obito, dan Juubi?
Lets Read!
Cerita Sebelumnya
"Kakashi-kun…." Kata Rin lemas. Cukup! Obito sudah cukup melihat ini. Dia bersumpah untuk tidak akan pernah melihat ini lagi, tapi kenyataannya dia harus melihat kematian Rin sekali lagi. Sasori mendengus puas lalu meninggalkan tempat tersebut setelah menggumamkan 'Misi selesai'. 'Obito' melihat kejadian tersebut dengan penuh keterkejutan. Sahabatnya yang telah berjanji untuk melindungi Rin, membunuh Rin didepan matanya sendiri. "Rin…" kata Kakashi lemas. "Gyahhhhh!" 'Obito'menjerit keras, tidak kuat melihat kenyataan, dan dia mulai menghabisi semua Ninja yang ada disana. Setelah puas, 'Obito' membawa mayat Rin ketempat persembunyiannya. "Jadi begitu." Obito merasa bersalah pada Kakashi. "Sekarang kau mengertikan? Kakashi tidaklah membunuh Rin." Kata Minato pada Obito. "Ya! Dan sekarang, ayo kita kembali ke medan perang!" Kata Obito. "Kau akan membantu Madara?" "Tidak! Aku akan membantu kalian! Aku mempunyai sebuah rencana. Jadi dengarkanlah!" perintah Obito. "Ha'i Sensei!" Kata Minato.
Chap 4 : The Dead Of…
"Ukh! Madara tidak bisa dikalahkan! Dia dapat beregenerasi dengan tubuhnya yang sekarang!" Kata Hashirama yang sedang melawan Madara.
"Tentu saja! Dia kan di-Edo Tensei! Wajar saja dia dapat beregenerasi seperti itu! Dasar kakak memang lambat berfikir!" Jelas Tobirama.
"Yah…Kau…Benar…Aku….Baka…." Kata Hashirama sambil menunduk, depresi.
"Hashirama! Apakah kau masih dengan sikap depresi konyolmu itu?" Tanya Madara dari atas kepala Juubi.
"Heh! Tenanglah Madara! Aku tidak mungkin depresi di pertarungan yang sangat menyenangkan seperti ini!" Sahut Hashirama.
"Lalu, apa yang kau lakukan tadi?" Tanya Tobirama.
"Yah…Kau Benar…Aku….Depresi…" Kata Hashirama, kembali depresi. Semua Shinobi yang melihat hal tersebut, berfikir satu hal yang sama, yaitu 'Inikah yang dinamakan dewa Shinobi?'
"Dobe, aku tahu kau itu bodoh, tapi kenapa dari tadi aku melihat kau berfikir? Apa yang kau fikirkan? Hentai?" Tanya Sasuke dingin.
"Teme! Bisakah kau diam? Aku sedang memikirkan sebuah strategi, dan mendiskusikannya bersama Hinata!" Jelas Naruto.
"Bukankah Shikamaru lebih pandai menganalisis strategi. Kenapa kau mendiskusikannya dengan pacarmu?" Tanya Sasuke lagi.
"Ah! Eh… itu Oh! Na-nanti Akan aku diskusikan dengan Shikamaru! Se-setelah mendiskusikannya dengan Hinata, tentunya!" Kata Naruto yang entah mengapa menjadi gagap.
"Aneh." Kata Sasuke dingin. Kemudian Sasuke memanggil Shikamaru. Shikamaru pun mendekat namun dengan ekspresi kesal.
"Merepotkan saja! Ada apa sih!?" Tanya Shikamaru, masih kesal.
"Jangan ngambek seperti anak kecil, hanya karena kupanggil kemari!" Kata Sasuke dingin.
"Aku masih lelah! Setelah memberi tahu strateginya pada orang-orang ini! Namun tampaknya strateginya masih belum berhasil." Jelas Shikamaru.
"Kebetulan sekali! Si Dobe ini sedang mendiskusikan strategi bersama pacarnya." Kata Sasuke.
"Apakah dengan otak bodohnya itu dia bisa membuat strategi?" Tanya Shikamaru.
"Entahlah, menurutku, Naruto yang memikirkan strategi adalah hal yang diluar logika manusia." Kata Sasuke yang membuat Naruto kesal.
"BISAKAH KALIAN TENANG!? JIKA MEMANG INGIN MENDENGAR, KEMARI!" Marah Naruto. "Naruto-kun, tenanglah." Kata Hinata.
"Pacarmu betul Dobe, kau harus tenang." Kata Sasuke.
"Lalu, bagaimana strategimu?" Tanya Shikamaru.
"Baiklah! Dengarkan ini baik-baik!" Kata Naruto.
Dilain tempat, Suigetsu dan Jugo sedang membicarakan temannya, Karin.
"Menurutmu, apakah Karin baik-baik saja?" Tanya Suigetsu
"Aku yakin dia baik-baik saja. Dan kenapa kau bertanya begitu?" Kata Jugo
"Entahlah. Aku juga….."
BLETAK!
Omongan Suigetsu terhenti karena seseorang memukulnya. Dia belum mengetahui siapa yang memukulnya, namun Jugo telah mengetahuinya.
"I..ittai!" Ringis Suigetsu
"Membicarakanku ya?" Kata Sosok Tersebut.
"Karin?" Kata Suigetsu
"Kau ini pikun ya Suigetsu! Tentu saja ini aku!"
"Bagaimana kau bisa kemari?" Tanya Jugo.
"Aku menipu para penjaga Konoha yang semuanya bodoh itu. Hehehehehe. Dan aku mendeteksi Chakra kalian, ternyata Chakra kalian berada dekat Konoha. Tapi saat aku sampai disana, kalian tidak ada. Lalu aku mengikuti Chakra kalian sampai kemari." Jelas Karin
"Dasar kau ini!"
"Hehehehehehe. Ngomong-ngomong, Jugo, kenapa kalian berada dekat Konoha?" Tanya Karin.
"Oh.. Sasuke membangkitkan para Hokage di ruangan rahasia klan Uzumaki. Dia ingin mengetahui kebenaran klan Uchiha dari para Hokage." Jelas Jugo.
'Klan Uzumaki ya….. pantas aku merasakannya.' Batin Karin sambil tersenyum tipis.
"Jadi Suigetsu, mana pedangmu?"
"Aku juga tidak tahu. Aku jadi tidak bisa bertarung karena kehilangannya." Kata Suigetsu.
"Pedangmu Kubikiribocho?" Tanya Kakashi yang tiba-tiba datang.
"Ya! Kenapa kau bertanya begitu? Lagipula pedang itu sudah patah."
"Patah? Lihat pedang ini." Kata Kakashi sambil mengeluarkan pedang dari sebuah perkamen.
"Kenapa bisa menyambung lagi? Juga, kenapa bisa ada padamu?" Tanya Suigetsu bertubi-tubi
"Pedangmu dipanggil oleh kakakmu dan dipakai oleh Zabuza. Apakah kau tidak tahu kalau Kubirikibocho akan memanjang dan semakin kuat jika terkena darah?"
"Aku lupa hal itu. Ngomong-ngomong, kenapa kau bisa berjumpa dengan Mangetsu dan Zabuza?" Tanya Suigetsu lagi.
"Kabuto Yakushi meng-Edo Tensei 7 Pemegang Pedang Legendaris Kirigakure." Jelas Kakashi.
'Apa! Pantas aku bisa merasakan Chakra kakak.' Batin Suigetsu.
"Sudahlah! Aku akan kembali membantu aliansi. Jika kalian sudah selesai, bantulah mereka!" Kata Kakashi.
"Ya! Terima kasih banyak! Guru Sasuke!" Kata Suigetsu.
"Aku ingin bertanya! Dimana Sasuke?" Tanya Karin.
"Dia sedang mengadakan reuni disana." Kata Jugo sambil menunjuk Sasuke bersama Rokie 11.
"Sudahlah! Ayo kita membantu aliansi!" Kata Suigetsu sambil melesat menghalau ekor Juubi bersama Karin dan Jugo.
Meanwhile
"Kau mengerti?" tanya Obito setelah menjelaskan strateginya.
"Tidak kusangka, otakmu yang memiliki IQ dibawah rata-rata, dapat membuat strategi brilian seperti itu. Tapi, apa kau yakin, strategi ini bisa berhasil?" Tanya Minato pada Obito.
"Jangan menghinaku! Atau kau akan kubunuh! Tenang saja, aku yakin strategi kita akan berhasil." Kata Obito. "Jadi, ayo kita segera kembali." Sambungnya.
"Oke! NINJUTSU RUANG DAN WAKTU, AKTIF!" Kata Minato. Dan kemudian, mereka langsung menghilang dari tempat itu dan kembali ke masa depan.
"Jadi, begitu strategiku." Kata Naruto setelah menjelaskan strateginya.
Dua Shinobi didepannya hanya bisa melongo tidak percaya. Mengapa Uzumaki Naruto bisa membuat strategi tersebut? Tidak lama kemudian Shikamaru mengerti kenapa Naruto bisa seperti itu. 'Begitu rupanya, dia memang mungkin bisa menjadi jenius. Pasti karena 'itu.' ' batin Shikamaru.
"Tapi Dobe, bukankah strategimu membutuhkan lebih dari satu pengguna Hiraishin atau Sunshin No Jutsu?" Tanya Sasuke.
"Kau memang cerdas Teme, sebentar lagi kita juga akan mendapat satu pengguna Hiraishin dan satu pengguna Sunshin yang hebat." Kata Naruto.
"Aku tau. Kita sudah punya Raikage-sama. Tapi keberadaan Ayahmu masih belum jelas." Kata Shikamaru.
"Tenang saja."Naruto menyeringai. "Dia akan datang sebentar lagi." Sambung Naruto kemudian membuat Bunshin dan meninggalkan Sasuke dan Shikamaru dan menuju tempat Hashirama yang sedang melawan Madara.
"Shodaime!" Kata Naruto pada Hashirama.
"Apa! Jangan menggangguku sekarang!" Kata Hashirama sambil menggunakan Mokuton untuk menangkis beberapa serangan Madara. "
Bisa buatkan satu Mokuton Bunshin untukku!?" Tanya Naruto.
"Baiklah!" Kemudian Hashirama membuat tiruan kayu yang menyerupai dirinya.
"Untuk apa Mokuton Bunshin-ku?" Tanya Hashirama sambil mengeluarkan pedangnya dan mencoba menusuk Madara, akan tetapi Madara masih mampu menghindar.
"Sudahlah! Bunshin-mu akan kubawa! Ayo Bunshin!" Kata Naruto sambil membawa bunshin tersebut ketempat 5 kage yang sedang beristirahat. Serangan mereka kepada Juubi telah menghabiskan Chakra mereka yang tinggal sedikit, sehingga mereka harus memulihkan Chakra mereka.
"Ayo! Kita bantu mereka! Chakra-ku sudah pulih!" Kata A yang tidak sabar membantu para Shinobi.
"Jangan berbohong Raikage, memang mulutmu berkata begitu, namun tubuhmu berkata lain." Kata Gaara tenang.
"Selain itu, para Shinobi itu kuat. Pasti mereka bisa menahan Juubi." Sambung Onoki.
"Aku belum sempat berterima kasih pada Hokage." Kata Mei. Walaupun dia berusaha tegar, orang tetap dapat melihat dia yang sangat seperti orang kehilangan.
"Yo! Gaara." Kata Naruto yang telah sampai ditempat 5 kage.
"Naruto dan Shodaime Hokage?" Kata Gaara.
"Kalian hanya Kagebunshin kan? Apa yang ingin kalian lakukan? Dan dimana diri kalian yang asli" Tanya Mei beruntun. "
Ya kami memang Kagebunshin dan kami ingin menyembuhkan nenek. Sedangkan kami yang asli sedang berada disana. Melawan Madara dan Juubi." Jelas Naruto dan disusul oleh anggukan Hashirama.
"BAGAIMANA BISA? DIA SUDAH TEWAS!" Kata Mei.
"Coba kuperiksa." Kata Hashirama kemudian memegang kepala cucunya itu.
"Kau benar Naruto, dia belum tewas." Kata Hashirama.
"Bagaimana kau tahu kalau dia belum tewas?" Tanya A pada Naruto.
"Oh! Mode Chakra ini membantuku merasakan aura kehidupan!" Jelas Naruto.
"Baiklah aku akan membagi sel Mokuton-ku dan menyembuhkan semua lukanya." Kata Hashirama dan kemudian dia membuat sebuah pohon besar dan akar pohon tersebut mulai membungkus tubuh Tsunade.
"Benar-benar dewa Shinobi." Kata Gaara terkagum-kagum.
"Oke! Sudah selesai!" Kata Hashirama. Akar yang membungkus tubuh Tsunade-pun lepas dan terhisap kedalam tanah.
"Ukh… Aku dimana?" Kata Tsunade yang sudah sadar.
"Ternyata kau jadi Hokage ya, Tsunade." Kata Hashirama. Tsunade membelalakkan matanya. Dia tau persis suara siapa itu. Tapi dia masih ragu apakah memang benar itu suara kakeknya. Tsunade pun menoleh kesamping dan betapa terkejutnya ia setelah melihat sosok yang sangat dirindukannya. Tsunade pun langsung memeluk Kakeknya dan menangis disana.
"Kakek? Kenapa bisa kemarI?" Tanya Tsunade.
"Edo Tensei." Jawabnya simpel .
"Jadi kakek dalam pengaruh seseorang?" tanya Tsunade lagi.
"Tidak, aku tau segel Edo Tensei, jadi aku dapat melepaskan kendali Edo Tensei. Hahahahahahahahaha! aku ingin tertawa saat melihat wajah Orochimaru yang waspada saat mengetahui aku telah lepas dari pengaruhnya!" Tawa Hashirama.
"Jadi kakek dibangkitkan Orochimaru." Tanya Tsunade.
"Bukan hanya kakek Shodaime, tapi juga kakek Nidaime, Kakek Sarutobi, juga Ayah!" Kata Naruto.
"Naruto.. Kau.. Kau sudah bisa mengendalikan Kyuubi dengan sempurna?" Tanya Tsunade.
"Ya!" Kata Naruto bersemangat.
"Sudahlah. Kalian istirahat saja dulu. Jika sudah pulih, bantu para Shinobi melawan mereka." Kata Hashirama.
BOFT!
BOFT!
"Ayo! Aku juga sudah pulih." Kata Tsunade.
"Apa kau yakin?" Tanya Onoki.
"Ya! Sudahlah! Kita harus bergegas!" kata Tsunade kemudian menuju ketempat pertarungan, disusul oleh kelima kage.
Saat seluruh Shinobi sedang bertarung, mereka dikejutkan dengan munculnya sebuah pusaran kuning.
'Jadi, Ayah sudah selesai.' Batin Naruto.
"Dia sudah sampai." Kata Hiruzen.
Setelah itu, pusaran tersebut semakin menyusut dan menyusut kemudian disusul oleh ledakan besar. Diledakan tersebut, samar-samar mereka bisa melihat dua orang yang nampaknya sedang bertarung.
BUAK!
DUK!
BUK!
Ternyata yang sedang bertarung adalah Obito dan Minato. Minato langsung membuat sebuah Rasengan dan mengarahkannya kepada Obito. "RASENGAN!" Kata Minato sambil melesatkan Rasengannya ke tubuh Obito namun rasengan Tersebut diserap oleh Obito dan dia langsung memukul Minato. "Ugh!" Rintih Minato yang terpental dan ditangkap oleh Naruto.
"Heh! Lemah!" Kata Obito kemudian melompat mendekati Madara dan Juubi.
"Kemana dia membawamu?" tanya Madara.
"Dia membawaku kesuatu tempat dan kami bertarung disana." Jelas Obito.
"Heh! Lalu kau kalah?" Kata Madara menyeringai.
"Tentu saja tidak! Kami seimbang" Kata Obito sambil mengeluarkan dua Shuriken raksasanya.
"Heh! Sombong sekali kau mengatakan kalau kau dengan Minato se…"
JRASH!
DUAK!
Omongan Madara langsung terhenti saat Obito menebas tubuh Madara lalu menendangnya. Madara pun beregenerasi dan langsung menyerang Obito.
"Heh! Kau dipihak mereka!" Kata Madara sambil beregenerasi,
"Aku sudah tidak mau kau hasut lagi!"
Dibawah, para Shinobi pun terkejut melihat orang yang tadinya menjadi musuh. Sekarang malah membantu mereka melawan Madara. Tetapi perbedaan kekuatan yang sangat jauh antara Obito dan Madara membuat Obito kalah dengan dipukul oleh Madara dan terpental kearah Shinobi. Kakashi pun langsung Sigap menangkap teman se-timnya itu.
"Kau tidak apa-apa Obito?" Tanya Kakashi.
"Kau tetap bodoh Kakashi. Lihat luka ditanganku ini." Kata Obito sambil menunjuk tangannya yang mendapat luka berat akibat serangan Madara tadi.
"MEDIS!" Teriak Kakashi
"Siap!"
Pihak Medis pun langsung mengobati Obito. Tetapi begitu melihat lukanya yang cukup parah, Pihak Medis berkata kalau pengobatan dapat menjadi lama. Sementara itu Naruto, Hinata, Sasuke, dan Shikamaru sedang berjalan menuju Ino.
"Ino!"
"Ada apa Shikamaru?"
"Si Dobe ini mempunyai strategi brilian dan ingin memberitahukannya pada seluruh Shinobi" jelas Sasuke.
"Jadi, kau ingin aku menggunakan Jutsu telepati klan Yamanaka?"
"Tepat sekali!"
"Tapi, Shikamaru, aku sudah lupa strategi-nya!"
"Dobe! Kenapa kau bisa lupa? Padahal itu kan strategi yang hebat! Dasar Bodoh!"
"Gomen."
"Su-sudahlah. Aku ingat strateginya kok!" Kata Hinata.
"Wah! Aku jadi tertolong! Terima kasih Hinata!" Kata Naruto dan langsung memeluk Hinata. Hinata yang tidak siap dengan pelukan Naruto pun langsung jatuh pingsan.
"Dasar Baka! Dobe! Kita jadi harus menunggu dia bangun…."
Tak lama Hinata sadar dan langsung mendiskusikannya dengan Ino dan yang lain. Madara yang melihat hal tersebut terkejut karena ternyata masih ada ahli strategi di aliansi. Dia langsung membuat satu Bunshin dan membawa pedangnya menuju Hinata. Gerakan Madara yang sangat cepat mebuat tidak ada yang menyadarinya, kecuali Hashirama. Hashirama yang langsung menebak arah bunshin Madara langsung berteriak
"Naruto! Awas Madara ada di…"
JLEEBBB!
"Terlambat!" Kata Bunshin Madara kemudian menghilang dengan kepulan asap.
Seluruh Shinobi terkejut, jika tadi yang tewas Neji dari klan Hyuga, maka sekarang…..
"Hinata! Oy! Hinata!" kata Naruto yang menggoyang tubuh Hinata.
"Hiks! Hinata-chan.." Tangis Ino.
Para Rokie sungguh terkejut. Karena sudah dua anggota Rokie dan juga sahabat mereka yang tewas. Dua anggota cerdas, dari klan Hyuga.
"Hinata…Hinata…" Suara Naruto semakin gelap.
Merasa ada yang aneh dengan sahabatnya itu, Sasuke pun langsung meneriaki temannya.
"Oy! Dobe! Kau Kenapa?"
"Hinata…" Kata Naruto Lagi.
"GGGGRRRRRRAAAAAAAAAAA!"
Naruto langsung mengeluarkan mode Bijuu sempurnanya. Tapi tidak seperti yang tadi, melainkan memiliki besar yang hampir setara dengan Juubi. Para aliansi pun terkejut. Sedangkan para Rokie sedang mendengar penjelasan Shikamaru.
"Kalian tahu tidak kalau Naruto menyukai Hinata?" Kata Shikamaru yang membuat sahabat-sahabatnya terkejut.
"Ah! Kau Bohong!" Kata Kiba.
"Dia tidak berbohong." Kata Sakura.
"Lalu, apa buktinya?" Tanya Tenten.
"Naruto mengamuk saat Hinata diserang Pain."
"Memang, tapi itu saat dia belum bisa mengendalikan Kyubi. Sekarang?"
"Dia mengamuk dan jadi Mode Biju-nya tapi dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada Mode Biju yang sebelumnya." Kata Sasuke.
"Dia memang menyukai Hinata." Kata Shino tenang.
"Sudahlah! Ayo kita bantu Naruto!" Kata Shikamaru.
"YYYAAAA!" Teriak para Rokie.
Di suatu tempat, ada seorang laki-laki berjubah putih dan berambut kuning gelap.
"! Ini!" Dia terkejut karena merasakan Chakra yang sangat dikenalnya.
"Jadi begitu ya! Berarti sudah saatnya aku menyempurnakan kekuatan'nya.'" Kata sosok itu kemudian melompat pergi meninggalkan tempat itu.
"Ternyata tidak sia-sia aku menyimpan Chakra." Batin Orang Itu lagi.
TBC
A/N:
Gimana? Dah Seru? Panjang? Menegangkan? Menakjubkan? Me…*BUAK! Dipukul Reader Karena Banyak Nanya.* Ugh Sudah Deh! Segini Dulu! Dan Siapa Sosok Tersebut?
JANGAN LUPA REVIEW!
JAA NE!
