Yanuar In
A/N : Hoy! Minna! Saya kembali lagi! Dan saya gak mau banyak bicara karena tenggorokan saya sakit hari ini! Oke terimakasih buat para reviewer!
Guest, NamikazeKevin, namikazenoah, abdi, Swilder, KyuubiNaru, rasengan, namikaze immah-chan sapphire, Lathifah Amethyst-chan, Fran Fryn Kun, Eiji Namikaze, mendokusai144, dan .
Dan buat kali ini saya gabisa bales review.. Jadi Gomenasai!
Dan buat reader, Hinata gak akan mati! Jadi tenang aja!
The End Of 4th Great Ninja War
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : K-T
Pair : NaruHina
Warning : First Fict, Canon, OOC (Maybe), Karena author baru mungkin juga ada typo.
Sumarry :
Bagaimana jadinya jika para kage membantu Aliansi Shinobi untuk Melawan Madara, Obito, dan Juubi?
Lets Read!
Cerita Sebelumnya:
Di suatu tempat, ada seorang laki-laki berjubah putih dan berambut kuning gelap.
"! Ini!" Dia terkejut karena merasakan Chakra yang sangat dikenalnya.
"Jadi begitu ya! Berarti sudah saatnya aku menyempurnakan kekuatan'nya.'" Kata sosok itu kemudian melompat pergi meninggalkan tempat itu.
"Ternyata tidak sia-sia aku menyimpan Chakra." Batin Orang Itu lagi.
Chapter 5 : New Power
"GGGGGGGGGGGRRRRRRRRRRRRRAAAAAAAAA!"
"Heh! Sudah mengamuk rupanya." Kata Madara.
Naruto langsung melesat bersama bijuu-nya dan memukul kepala Juubi yang membuat Madara dan Juubi terpental.
"Ini akan sulit." Kata Madara.
"Hinata." Kata Hiashi menatap putrinya yang sudah tewas.
Inside Naruto Body
"Oy! Naruto! Kau kenapa?" Kata Kurama.
"Hinata."
"Oy! Naruto!"
"Hinata."
"Hi…"
BUAK!
Omongan Naruto langsung berhenti saat Kurama menyentil Naruto. Yang langsung membuat Naruto terpental cukup jauh.
"KALAU NGAJAK BERANTEM BILANG DARI TADI!" Teriak Naruto setelah dia bangun.
"Kan' kalau disentil kau bisa sadar." Jawab Kurama enteng.
"Ngomong-ngomong, kenapa kau terus menyebut nama pacarmu itu?" Tanya Kurama.
"Hinata.. Dia.."
"Aku tau dia tewas. Tapi jangan depresi begitu. Mungkin akan ada suatu keajaiban yang membuatnya hidup kembali." Kata Kurama yang dibalas senyuman oleh Naruto.
"Terima kasih. Kurama."
Outside Naruto Body
Hiruzen, Minato, Tobirama, dan para Aliansi sedang menghalau ekor Juubi. Naruto sedang melawan Juubi, dan Hashirama yang melawan Madara. Dan para Rokie sedang mendiskusikan strategi Naruto
"Kau tidak perlu memakai Susano'o." Kata Hashirama sambil menyeringai.
"Hn!"
Hashirama langsung memanggil pedang-pedang raksasanya dan mencoba menebas Madara, akan tetapi ekor-ekor Juubi menghalau Hashirama.
"Dia bukan Kyuubi. Tetapi Juubi."
"Tidak usah kau bilang pun aku sudah tau." Kata Hashirama.
Madara kemudian menggunakan Katon-nya dan menyerang Hashirama. Tapi Hashirama yang telah siap menyerang, menggunakan pedangnya dan membelah api tersebut.
"Tidak semudah itu, Madara." Kata Hashirama.
"Heh! Kita baru mulai!"
"Jangan lupakan aku!" Kata Naruto.
"Kau itu jangan ikut campur bocah!"
"Kenapa Madara? Kau takut melawan Shodaime Hokage yang terhormat dan seorang anak yang IQ-nya dibawah rata-rata?" Kata Hashirama yang membuat Naruto emosi.
"Sekali lagi kau ungkit masalah itu, kubunuh kau!" Kata Naruto pada Hashirama.
"Sepertinya perang ini membawa efek besar pada emosimu bocah." Kata Madara.
"DIAM!"
"Tenanglah Naruto. Jangan emosi begitu." Kata Hashirama.
"Sudahlah! Aku ketempat teman-temanku saja! Berada didekat kalian membuat aku gila!" Kata Naruto dan meninggalkan tempat tersebut.
"Sekarang tinggal kita berdua Madara. Ayo, serang aku."
"Heh! Kau yang minta ya."
"Obito." Kata Kakashi
"Ada apa Baka?" Sahut Obito
"Kenapa kau berpihak pada aliansi?" Tanya Kakashi
"Memangnya tidak boleh?" Kata Obito lagi.
"Tidak. Bukan begitu. Maksudku apa alasanmu sehingga kau membantu aliansi." Kata Kakashi.
"Aku tidak membencimu lagi."
"Kenapa? Bukannya aku telah membunuh Rin!?"
"Bukan kau yang membunuhnya."
"Jadi siapa?"
"Sasori Si Pasir Merah."
"Apa maksudmu?"
"Aku pergi ke masa lalu bersama Minato-sensei dan melihat kejadian yang sebenarnya."
"Jadi itu alasanmu membantu aliansi?" Tanya Kakashi.
"Tepat! Dan ingatlah satu hal."
"Apa Itu?"
"Setelah perang ini, aku akan membunuhmu!" Kata Obito.
"Ehh! Kenapa!?"
"Karena… Kau telah mencium Rin sebelum aku!" Kata Obito sambil memandang penuh kebencian kepada Kakashi.
"Hehehehe. Kau melihatnya ya."
"Kakashi…."
"Ups! Tenang Obito. Perang belum selesai." Kata Kakashi sambil menyeringai.
"Hehehehe. Dan kau tahu Obito, bibir Rin itu mulus, empuk, kenyal, manis, basah, dan.."
"Kakashi…."
"Dan juga, hangat" Kata Kakashi sambil melebarkan seringai di topengnya.
"Setelah perang ini, AKU BENAR-BENAR AKAN MEMBUNUHMU KAKASHI!"
"Hehehehehe."
Ditempat lain para Rokie yang sedang mendiskusikan strategi Naruto terlibat pembicaraan serius.
"Hey Dobe! Kenapa kau bisa mendapat kan strategi hebat seperti itu?" Kata Sasuke.
"Entahlah? Tunggu sebentar ya Sasuke." Kata Naruto kemudian mengeluarkan tangan Chakra-nya dan mengangkat tubuh Hinata disebelah Neji yang berada ditengah-tengah mereka. Naruto hanya menatap kedua temannya yang sudah tidak bernyawa tersebut dengan tatapan kosong. Para temannya khawatir melihat sikap Naruto tersebut. Sasuke menepuk bahu temannya tersebut dan mencoba tersenyum padanya.
"Naruto. Kau tidak apa-apa?" Kata Kiba.
"Tidak."
"Sudahlah Naruto. Jika memang takdir atau suatu keajaiban, mereka pasti akan bangkit kembali." Kata Ino.
"Keajaiban ya." Kata Naruto dan tanpa sadar mengeluarkan air matanya.
"Hey Naruto-kun! Kau menangis!" Kata Lee.
"Eh! Apa!? Benarkah?" Kata Naruto dan kemudian menghapus air matanya.
"Kau yakin tidak apa-apa?" Kata Chouji.
"Ya! Ayo kita kembali mendiskusikan strategi ini!"
"Aku tahu itu! Ngomong-ngomong, apakah kalian tahu kenapa Naruto bisa menjadi secerdas itu?" Kata Shikamaru.
"Kenapa?" Kata Naruto.
"Kau yang cerdas. Tapi kau tidak tahu kenapa kau bisa cerdas." Kata Kiba.
"Dia bisa menjadi seperti itu karena dia memiliki gen Namikaze Yondaime-sama." Kata Shikamaru.
"Klan Namikaze. Memiliki sedikit jurus. Sama kuat dengan Uchiha. Dan memiliki kecerdasan yang setara dengan Klan Nara." Jelas Shino.
"Hebat sekali!" Kata Lee.
"Tapi kenapa selama ini dia bodoh?" Tanya Sasuke.
"Simpel. Itu karena dia tidak mau belajar."
"Hahaha!"
"Ngomong-ngomong kenapa Naruto bisa memiliki gen Namikaze?" Kata Kiba.
"Wah… Kau ketinggalan berita, Kiba." Kata Chouji
"Si Naruto ini kan anak Yondaime-sama." Jelas Ten Ten.
"Pantas mereka sangat mirip!" Kata Kiba.
"Benar! Dulu, waktu aku masih di Akademi, aku juga sempat berfikir begitu!" Kata Ino.
"Sudahlah! Kita ingin membicarakan strategi bukan? Kenapa kalian malah membicarakanku?" Kata Naruto.
"Ya! Kau benar." Kata Shikamaru dan mereka kembali mendiskusikan strategi tersebut.
"Jadi kalian semua mengerti?" Kata Naruto.
"Ya!"
"Nah. Sekarang saat nya memberitahu aliansi tentang strategi ini!" Kata Shikamaru.
"Ino! Kemarikan tangan mu."
"Seperti ini?" Tanya Ino sambil mengulurukan tangannya dan Naruto memegang tangan Ino dan memberinya Chakra.
"Ini…."
"Aku memberikanmu Chakra Kyuubi agar kau bisa menggunakan Jutsumu dengan baik."
"Terimakasih Naruto." Kata Ino.
"Ino. Kau sudah siap?" Tanya Shikamaru.
"Tentu saja Shikamaru." Kata Ino kemudian memegang kepala Shikamaru dan mereka pun menutup mata.
'Aliansi dengar. Ini aku anak Shikaku Nara, Shikamaru Nara.' Kata Shikamaru kepada Aliansi.
'Aku akan menyampaikan sebuah strategi yang dibuat Naruto!' Sambungnya.
'Jadi ikuti yang aku katakan!'
'Pertama, kita akan membutuhkan Raikage-sama dan Yondaime Hokage-sama.' Kata Shikamaru.
"Aku Siap!" Kata Minato.
"Yeah!" Kata A.
"Rival bekerja sama, Heh!" Kata Minato sambil menyeringai kepada A.
"Tenang saja Minato. Setelah perang ini aku akan bertarung lagi denganmu dan mengalahkanmu."
"Kita lihat saja!"
"Aku juga siap!" Kata Naruto dan langsung mengeluarkan tangan-tangan Bijuu-nya.
'Baiklah! Ini Strateginya!'
'Pertama kita harus memutuskan lagi ikatan Madara dengan Juubi, agar dia tidak dapat mengendalikannya.'
'Raikage-sama! Yondaime-sama! Serang Madara melalui sisi kiri dan kanan dengan kecepatan terbaik kalian.'
"Baik!" Kata Minato sambil mengeluarkan beberapa kunai-nya.
"Oke!" Sahut A dan langsung mengeluarkan chakra listrik-nya.
"W-wow! Ninja-Ninja tercepat." Kata Matsuri.
Minato dan A langsung melesat dengan kecepatan (sangat) tinggi, langsung menyerang Madara dari sisi kanan dan kiri. Madara langsung sigap dengan membuat tangan Susano'o dan menahan serangan Minato dan A.
"Sangat cepat. Bahkan Sharingan-ku tidak dapat melihat pergerakan kalian."
"Kalau begitu yang ini juga tidak bisa kau lihat!" Teriak Naruto yang dating tiba-tiba dan langsung memotong kendali Madara terhadap Juubi.
"Strategi yang hebat. Tapi hal tersebut dapat membuat kau tewas!" Kata Madara dan menusuk Naruto dengan Mokuton-nya dan menendang Naruto. Naruto pun langsung terjatuh ketanah, dan aliansi melihat mata Naruto tertutup.
"Naruto!" Kata Minato.
ZIIINNGGGG!
Sebuah kilatan kuning keputih-putihan langsung menangkap Naruto dan membawanya pergi dari situ. Para aliansi mengira kilatan tersebut dari Minato. Tapi mengingat Minato sedang bertarung melawan Madara, kilatan tersebut tidak berasal dari Minato.
"Siapa itu?" Kata Minato.
"Uhhh…. Aku dimana?" Kata Naruto setelah bangun dari pingsannya.
"Kau sudah sadar? Naruto." Kata pria yang menangkapnya tadi.
"Ini.. Hutan.."
"Benar sekali! Kita sedang berada di Konoha!" Jawab sosok tersebut.
"Kau.. Siapa kau? Dan kenapa tahu Namaku?"
"Kau tidak mengenaliku?" Kata sosok tersebut dan membuka topengnya. Memperlihatkan wajahnya yang tampan, juga rambut kuning dan mata berpola riak air. Rinnegan.
Inside Naruto Body
'Jadi kau sudah datang ya.' Batin Kurama.
"Siapa dia?" Tanya Naruto pada Kurama.
"Naruto. Ayo bertukar sebentar." Kata Kurama.
"Memangnya apa yang akan kau lakukan?"
"Sudahlah! Bertukar saja!"
"Baik-baik."
Outside Naruto Body
"Rikudo-sama!" Kata Kurama dari tubuh Naruto.
"Ah! Kurama! Bagaimana kabarmu!"
"Yah! Buruk sekali! Aku harus disegel ditubuh anak berisik ini!" Kata Kurama.
"Hahahaha! Jangan kasar begitu."
"Baiklah! Ngomong-ngomong, kenapa anda masih hidup?"
"Kau itu lupa ya kalau aku abadi."
"Tapi saat itu.."
"Aku tidak tewas waktu itu!"
"Baiklah. Lalu, apa yang anda lakukan disini?"
"Aku akan menyempurnakan kekuatannya."
"Caranya?"
"Bertukarlah dengannya."
"Baik Rikudou-sama."
"Ada apa?" Kata Naruto
"Aku akan menyempurnakan kekuatanmu!"
"Caranya?"
"Haha! Kau sama dengan Kurama! Sekarang, tutup matamu."
"Oke!"
Rikudou langsung meletakkan kedua tangannya dimata Naruto dan mengucapkan sebuah mantra. Perlahan tubuh Rikudou mulai memudar dan tubuh Naruto mulai bercahaya, terutama bagian matanya.
"Sekarang. Buka matamu dan katakan apa yang kau lihat," Kata Rikudo.
"Kau semakin memudar. Dan kemana Rinneganmu?"
"Aku memberikannya kepadamu untuk kau pergunakan melawan Juubi."
"Kenapa kau memberikannya?"
"Aku yakin kau adalah penyelamat dunia. Ini kuberikan padamu." Kata Rikudou sambil menyerahkan sebuah pedang pada Naruto.
"Pedang ini… Kuat!"
"Itu adalah pedang asli Totsuka! Pergunakanlah untuk menyegel Madara."
"Terimakasih Rikudou-sama!" Kata Naruto.
'Berjuanglah! Naruto!' Kata Rikudou yang telah menghilang.
"Nah! Ayo Kyuubi!"
"Oke!"
Naruto pun langsung melesat pergi ke medan perang.
"Kemana Naruto?" Kata Sakura.
"Entahlah." Kata Sasuke.
Para Shinobi kembali dikejutkan dengan munculnya cahaya kilatan. Tetapi tidak seperti yang tadi berwarna putih, sekarang kilatan tersebut berwarna oranye. Pria yang membuat kilatan tersebut berdiri dihadapan Juubi.
"Siapa kau?" Kata Kakashi.
"Masa' kau tidak mengenal muridmu sendiri. Kakashi-sensei." Kata Sosok tersebut.
"Naruto?"
"Ini aku." Kata Naruto sambil berbalik dan membuat semua yang ada disana terkejut.
Bagaimana para Shinobi tidak terkejut. Naruto memakai baju Chakra nya yang biasa, namun berwarna oranye. Pedang dipunggung, lambang Rinnegan dipunggung, Naruto kemudian menutup mata Safir-nya, dan saat dibuka para shinobi kembali dikejutkan, karena mata Naruto berubah menjadi mata legendaris berpola riak air dan berwarna ungu. Rinnegan
"Kau berbeda!" Kata Sasuke.
"Tentu saja, Teme." Kata Naruto dan langsung meninggalkan tempat tersebut dan pergi melawan Juubi.
"Naruto! Tunggu! Apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kakashi.
"Pergi melawan Juubi!"
"Ayo! Kita bantu Naruto!" Kata Guy dengan penuh semangat.
"YAAAAAAA!"
Naruto langsung menyerang Juubi. Dia menggunakan pedang chakra dan menebas satu kaki Juubi. Namun, kekuatan Juubi yang hampir sempurna, membuat Juubi beregenerasi dengan sangat cepat.
"Shikamaru! Strategi!" Teriak Naruto.
"Baiklah!" Kemudian dia kembali menyampaikan Strategi dengan dibantu oleh Ino.
'Dengarkanlah! Kita akan kembali menghentikan Juubi. Tetapi, dengan cara yang berbeda!'
'Pertama! Aliansi! Buat Juubi tercabik-cabik agar dia beregenerasi!'
"Oke!"
Para Ninja Aliansi mulai menyerang Juubi. Serangan pertama adalah elemen petir yang mampu membuat badan Juubi teriris. Yang kedua adalah elemen angin, untuk memotong tangan dan ekor Juubi. Chakra yang diberikan Naruto membuat serangan mereka meningkat berpuluh-puluh kali lipat. Juubi yang mulai terdesak mengeluarkan bijuudama. Namun, bijuudama tersebut diserap Naruto menggunakan Ningendo dan dipecah menjadi Chakra dan dibagikan kepada aliansi yang membuat para aliansi semakin kuat. Naruto kemudian melesat dan memegang kepala Juubi dan mereka berdua pindah ke dimensi yang berbeda.
"Rikudou!" Teriak Juubi geram.
"Aku bukanlah Rikudou dan senang juga melihat Juubi dapat berbicara. Kukira kau bisu." Ejek Naruto.
"Kau! Bocah Kyuubi!"
"Tepat."
"Apa yang ingin kau lakukan?"
"Aku ingin bertanya sesuatu padamu. Kenapa kau membenci Rikudou dan para shinobi?" Tanya Naruto.
"Mereka tidak menganggap ku sebagai sahabat! Melainkan monster! Aku benci kalian semua!" Kata Juubi.
"Kau salah!"
"Apa maksudmu!"
"Kau tahu? Bijuu-bijuu dalam tubuhmu itu, mereka bersahabat dengan para Jinchuurikinya! Termasuk aku dan paman gurita. Dan kenapa kau harus membenci para shinobi? Bersikap baiklah pada mereka, dan mereka akan bersikap baik padamu, Toki." Kata Naruto.
"Kau… Mengapa bisa tahu namaku?" Tanya Juubi.
"Aku tahu namamu karena aku tahu isi hatimu. Kau kesepian. Dulu kau tidak mempunyai teman. Bahkan monster lainpun tidak ingin berteman denganmu. Kau butuh seorang teman."
"Ya! Kau benar. Tidak ada yang mau jadi temanku."
"Aku mau jadi temanmu!"
"HAHAHAHHAHA! Kau mau jadi teman seorang bijuu? Anak aneh!"
"Kau mengatakan hal yang sama dengan Son."
"Terimakasih Naruto. Dan aku punya permintaan. Maukah kau memecahku lagi?"
"Apa kau yakin?"
"Tentu saja. Rikudou-sama."
"Baiklah! Ayo kita kembali."
"Kemana lagi si Naruto itu? Dan dia juga pergi dengan Juubi. Aku takut kalau…"
DUUMMM!
Omongan Shikamaru langsung berhenti saat Juubi kembali dan memijak tanah yang membuat gempa sementara.
"Itu Juubi!"
"SERANGG!" Teriak Shikamaru dan aliansi sudah akan menyerang.
"Jangan menyerangnya!" Kata Naruto dan melompat turun dari kepala Juubi.
"Kenapa Naruto? Apa yang terjadi?" Tanya Shikamaru.
"Ngobrol." Jawabnya simpel.
"Hanya ngobrol! Mana mungkin Naruto! Sudahlah! Ayo kita serang dia!" Teriak Shikamaru.
"Jangan menyerangnya atau aku yang akan menghadapi kalian!" Kata Naruto.
"Kenapa Naruto! Apa kau dalam Genjutsu?" Kata Kiba.
"Tidak! Dan jika Juubi masih jahat, kenapa dia tidak menyerang kalian dari tadi?"
"Lalu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Shino.
"Memecah Juubi menjadi ketujuh Bijuu."
"Apa kau gila!? Kenapa kau memecah mereka!? Itu sama saja bunuh diri Naruto!" Kata Shikamaru.
'Naruto! Bertukarlah!' Kata Kurama.
'Baik!'
"Ini aku Kyuubi!"
"Hahahaha! Naruto! Kau konyol! Sok mengaku jadi Kyuubi!" ejek Kiba.
"Dia bukan Naruto! Apa kau tidak bisa merasakannya?" Kata Sasuke.
"Terimakasih Uchiha. Aku hanya ingin mengatakan hal ini kepada kalian. Bisakah kalian berhenti membenci para Bijuu?" Kata Kurama yang membuat para aliansi terdiam.
'Ayo bertukar lagi!'
'Oke!'
"Nah. Kalian sudah mengertikan?" Kata Naruto.
"Ya!"
"Baiklah Toki! Kita mulai ritual pemecahannya. Tapi aku butuh sedikit chakramu!"
BBUUAAAKKKKK!
"HEI BODOH! AKU TAHU CHAKRA BISA MELALUI SENTUHAN! TAPI TIDAK DENGAN MEMUKULKU JUGA!" Amuk Naruto pada Juubi.
"Oke! Maaf-maaf. Hehehehe."
"Kau sama saja seperti Kurama! Sama-sama menyebalkan!"
"Sudahlah! Mulai saja!"
"Iya-iya."
'YIN-YANG ELEMENT : SOUL BODY SEPARATION!' Kata Naruto.
Tujuh lingkaran langsung muncul ditanah dan perlahan mereka semua langsung berubah menjadi bijuu dengan jinchuuriki diatas kepala mereka.
"Yo! Naruto!" Kata Son.
"Yo! Monyet Jelek!" Balas Naruto yang memunculkan perempatan siku-siku dikepala Son Goku.
"Hey! Naruto! Kenapa kami terpisah dari bijuu kami?" Tanya Utakata.
"Aku mengubah mekanisme bijuu kalian dari makhluk tersegel, menjadi Siluman Kuchiyose."
"Maksudmu, para bijuu adalah Kuchiyose kami?" Tanya Utakata lagi.
"Tepat! Jadi kalian bisa mengobrol lebih bebas!" Kata Naruto.
"Lalu, kau tidak mengubah mekanisme bijuu-mu?" Tanya Matatabi.
"Oh Iya! Ayo Paman Bee! Kemari!" Panggil Naruto.
"Yo! Apa yang akan kau lakukan Naruto?" Kata Bee lengkap dengan rap-nya.
"Aku akan mengadakan pemisahan, jadi bersiaplah!"
"Oke! Bakayaro! Konoyaro!"
'RIKUDOU JUTSU : BIJUU EXTRACT!'
"GGGHHHH!"
BOFF!
BOFF!
Setelah asap tersebut, Naruto dan Bee telah berdiri diatas Bijuu mereka dan dibelakang mereka berdua telah berdiri para Jinchuuriki termasuk Gaara diatas Bijuu mereka.
"Pertarungan akhir! Dimulai." Kata Naruto dengan semangat yang terpancar di mata rinnegannya.
TBC
A/N: Oke! Segitu Dulu! (Pendek Banget A/N-nya?)
Jangan Lupa!
REVIEW!
