Yanuar IN
A/N : Hi All! Gomen-ne Telat Update! Saya Minta Maaf Ya! Terimakasih Juga Buat Para Reviewer Di Chapter 5 : LoveMYSELF, .9, Guest, hm, LavenderSun, rasengan, Swilder, noah, NamikazeKevin, Eiji Namikaze, Delfiana Dei, Suuki Araku, Mira Misawaki, mendokusai144, dan juga Fran Fryn Kun .
Oke! Saatnya balas review!
LoveMYSELF : Sip! Ini Udah Dilanjut! :)
.9 : Ini Sudah Di-LANJUTKAN!
Guest : Ini Sudah Saya Update Dan Mudah-Mudahan Yang Ini Lebih Panjang. Terimakasih Atas Saran Alurnya!
hm : Udah Diupdate! Jadi, Jangan Galau(?) Lagi!
LavenderSun : Oke Ini Udah Diupdate! Kan Saya Udah Pernah Bilang Di Chapter 4 Kalau Hinata Gak Bakal Mati.
rasengan & Swilder : Oke! Ini Sudah Diupdate!
noah : Kalau Hinata Dihidupkan Pake Rinnegan, Resikonya Naru Yang Tewas Hehehehe Siapa Yang Akan Saya Bunuh? Hinata Atau Naruto?
NamikazeKevin & Eiji Namikaze : Sudah Diupdate! Silahkan Membaca!
Delfiana Dei : WHHOOOAA! You're Amazing! Keep Review! :D
Suuki Araku : Mungkin? Baca Aja Kelanjutannya! :D
Mira Misawaki : Oke! Udah Saya Update!
mendokusai144 : Yo Juga!
Fran Fryn Kun : Ini Udah Update! Walaupun Lama….. *garuk kepala
Cerita Sebelumnya :
"Paman Bee! Kemari!" Panggil Naruto.
"Yo! Apa yang akan kau lakukan Naruto?" Kata Bee lengkap dengan rap-nya.
"Aku akan mengadakan pemisahan, jadi bersiaplah!"
"Oke! Bakayaro! Konoyaro!"
'RIKUDOU JUTSU : BIJUU EXTRACT!'
"GGGHHHH!"
BOFF!
BOFF!
Setelah asap tersebut, Naruto dan Bee telah berdiri diatas Bijuu mereka dan dibelakang mereka berdua telah berdiri para Jinchuuriki termasuk Gaara diatas Bijuu mereka.
"Pertarungan akhir! Dimulai." Kata Naruto dengan semangat yang terpancar di mata rinnegannya.
Chapter 6 : Final Battle
Peperangan sudah mencapai puncaknya. Kini, para aliansi shinobi sudah mendapatkan kekuatan baru dari para Jinchuuriki. Semangat mereka kini kembali karena seorang pemuda. Seorang pemuda yang mereka lindungi malah berbalik melindungi mereka. Tetapi sang pemuda maupun para shinobi lain tidak memperdulikan hal tersebut. Yang terpenting sekarang, adalah cara untuk merebut kemenangan dalam peperangan ini.
Beberapa shinobi menganggap kalau 9 Jinchuriki dengan Biju-nya, 9 Kage, dan para aliansi dapat dengan mudah mengalahkan Madara, namun mereka tidak bisa yakin begitu saja. Yang mereka lawan sekarang adalah Madara Uchiha. Seorang legenda yang sangat kuat. Memiliki Rinnegan dan mempunyai Susano'o yang setara dengan Kyuubi. Bahkan, sekarang Madara dalam Edo Tensei. Otomatis Madara mempunyai Chakra yang tak terbatas dan abadi.
"Lawan kita kali ini tidak mudah." Kata Naruto menyeringai.
"Kalian, para shinobi menunggu disini. Biarakan kami yang menyerang dahulu. Setelah kuberi aba-aba, baru menyerang." Kata Yagura
Beberapa orang berfikir kalau Yagura hanya seorang anak-anak. Bagaimana dia bisa sok memerintah seperti itu? Namun beberapa orang Kirigakure mengatakan kalau Yagura itu adalah seorang Mizukage. Mizukage ke 4 sebelum Mei Terumi sang Mizukage ke 5.
"Tidak bisa dipercaya!" Kata seorang shinobi.
"Kau benar, tapi memang dialah legenda Yagura-sama dari Kiri." Kata temannya yang berasal dari Kirigakure.
DUUMMM!
"Kalian sudah dapat menyerang, Jinchuuriki." Kata Madara.
Betapa terkejutnya mereka saat melihat Susano'o Madara telah muncul. Besarnya sama dengan Kyuubi dan mereka yakin kalau Susano'o Madara akan sanggup melawan ke-sembilan Jinchuuriki. Hal ini membuat mereka khawatir. Tetapi, lagi-lagi sang pemuda kuning dapat menyemangati mereka kembali.
'Kami yakin! Kalau kami dapat memenangkan peperangan ini!' Batin para shinobi.
"Seranglah aku, Jinchuuriki." Kata Madara sambil tersenyum tipis.
"Yo! Kau yang minta ya, Bakayaro! Konoyaro!" Kata Bee.
Para Biju mulai membuat sebuah Bijudama berukuran super besar. Namun hal tersebut tidak membuat Madara gentar, malahan dia semakin melebarkan seringai dibibirnya sambil menggumam 'ini akan menjadi sangat menarik.'
"BIJUUDAMA!"
Bijuudama berukuran super langsung menuju Madara. Tetapi Madara masih tetap santai ditempat itu. Yang membuat para Jinchuuriki terkejut adalah saat Bijuudama mereka hampir mengenai Madara. Namun, bukannya melukai Susano'o-nya, Bijuudama tersebut malah diserap oleh Susano'o-nya.
"Hehe! Chakra Biju. Cukup bagus untuk Susano'o, dan cukup untuk menghabisi kalian." Kata Madara.
Madara kemudian melompat keluar dari Susano'o-nya dan BOFT! Susano'o tersebut menghilang dibalik asap tebal. Namun, asap tersebut menghilang beberapa saat kemudian dan menampakkan monster lain dibalik asap itu. Monster tersebut memiliki badan yang sangat besar dan memiliki 10 ekor.
"Inilah Juubi buatanku sendiri!" Kata Madara.
Para aliansi terkejut karena Juubi punya Madara mempunyai ukuran yang setara dengan Kyuubi, baju perang dan transparan. Badannya pun berapi-api seperti Susano'o biasa. Mereka yakin, kalau Juubi Madara merupakan evolusi dari Susano'o-nya.
"Ini akan sulit! Kalau begitu, Para Aliansi dan Biju, akan pergi melawan Juubi! Sedangkan Kage bersama Jinchuuriki akan melawan Madara!" Teriak Naruto.
"YYYYYYYYYAAAAAAAAAAAAA!" Teriak Para Shinobi.
"Ayo mulai!"
Para Biju menembakkan Bijudama kearah Juubi. Namun, masih mudah dihalau oleh Juubi. Mereka semua tahu, yang harus dikalahkan untuk menghentikan Juubi adalah Madara. Menurut Shikamaru, Juubi kali ini tidak sekuat Juubi yang tadi. Sehingga, mungkin mereka bisa lebih mudah menahannya. Mereka melancarkan serangan di mata dan kaki Jubi setelah itu baru menyerang ekornya. Pertama, mereka menyerang kaki Juubi dengan elemen tanah shinobi Iwa untuk menghentikan pergerakan Juubi. Pergerakan Juubi yang lebih lincah membuat para shinobi cukup kerepotan. Namun, berkat kerjasama yang baik, mereka dapat menghentikan pergerakan Juubi dengan menjepit kakinya dengan jutsu elemen tanah.
"Kita berhasil! Sekarang, beberapa dari kita harus mengincar matanya. Sisanya, menghentikan ekor Jubi." Kata Shikamaru.
Shikamaru memilih pengguna elemen petir untuk menyerang mata Jubi. Serangan petir yang dihasilkan dapat membuat Juubi kehilangan penglihatannya walaupun sesaat. Mereka mulai melaksanakan rencananya, terus menyerang mata Juubi dan ekornya. Madara yang melihat hal tersebut merapal sebuah jutsu dan otomatis membuat Juubi membesar dan membuatnya dengan mudah lolos dari para shinobi.
"GGGGRRRRRRAAHHHHHHHH!"
"Kalian mundur dan menyembuhkan diri! Persiapkan diri kalian kalau sewaktu-waktu kalian diperlukan oleh Naruto untuk melawan Madara! Kami bersembilan akan melawan Juubi!" Kata Kurama pada Aliansi.
Gyuki, Son, dan Shukaku menyerang duluan. Gyuki akan memukul kepala Juubi. Namun Juubi yang menyadarinya dapat menangkis serangan tersebut. Tanpa Juubi sadari, Son, Shukaku, dan Isobu telah berada dibawahnya. Mereka bersama-sama mengankat Juubi dan melemparnya kearah Matatabi, Kokuo, Saiken, Chomei, dan Kurama yang telah siap dengan Bijudama mereka.
"BIJUDAMA!"
BBLLAARRRRR!
Shinobi kelihatan sangat takjub dengan pertarungan ini. Pertarungan para monster. Juubi yang terkena serangan tadi terlempar cukup jauh. Namun, perlahan dia bangkit kembali dengan baju perangnya yang mulai terkelupas dari tubuhnya. Dia menatap kearah 9 Biju dan dalam sekejap mata sudah ada didepan mereka.
'Cepat sekali!' Batin Chomei.
Juubi langsung memukul Kurama kearah Gyuki yang membuat kedua monster itu terlempar. Kurama yang telah menstabilkan dirinya langsung berlari kearah Juubi dengan Bijudama dimulutnya. Juubi juga berlari kearah Kurama dengan Bijudama yang telah terbentuk dimulutnya. Juubi langsung menembakkan Bijudama-nya. Namun, Kurama masih dapat menghindarinya. Sambil menghindari bijudama Juubi, Kurama juga menembakkan Bijudama-nya dan tepat mengenai badan Juubi.
"GGRRRAAAAAAAAAAAA!"
"Berhasil!" Kata Kurama.
Namun, Juubi masih dapat berdiri dan luka-luka tadi beregenerasi. Juubi kemudian mengumpulkan chakra dan membuat Tenpen Chii (A/N : Serangan Ultimate Juubi Yang Menyebabkan Alam Hancur. Lihat Chapter 628.) Kurama yang menyadari hal tersebut langsung membagi chakranya kepada aliansi yang membuat para aliansi mempunyai pelndung chakra yang sangat kuat.
"Tenpen Chii." Kata Madara.
'Jutsu itu! Aku harus segera kembali!' Batin Naruto.
"Kalian, tahan Madara sampai aku kembali!" Kata Naruto.
Setelah itu, Naruto langsung pergi dari tempat pertarungannya dengan Madara. Setelah sampai di tempat para aliansi, perlahan awan gelap mulai menutupi bumi. Badai besar dengan petir dan tornado mulai menyerang aliansi. Disusul oleh gempa dan tsunami besar. Chakra Kurama tadi melindungi para aliansi sehingga mereka dapat selamat dari bencana itu. Petir-petir mulai menyambar bumi dan membuat beberapa tanah retak. Ditambah lagi dengan adanya gempa dan tsunami yang mulai membanjiri area tersebut. Namun anehnya, daerah sekitar Juubi tidak terkena bencana tersebut. Shikamaru berfikir, kenapa daerah sekitar Juubi aman-aman saja? Namun, dengan cepat otak jeniusnya bekerja. 'Aku yakin, Juubi merupakan pusat bencana ini dan itu membuktikan kalau Juubi yang mengeluarkan jutsu ini!' Batin Shikamaru.
"Biju! Bawa mereka semua pergi dari sini!" Perintah Naruto.
"Baiklah kami akan membawa mereka." Kata Shukaku dan menyuruh para aliansi naik kepunggung sembilan Biju. Karena ada beberapa ratus aliansi tertinggal, dengan cepat Naruto langsung memanggil tiga katak kuat dari gunung Myoboku untuk membawa mereka. (Katak-Katak Ini Adalah Katak Yang Mengikuti Naruto Waktu Melawan Pain.)
'Aku harus menghentikan ini!' Batin Naruto.
"Shinra Tensei!"
Naruto menggunakan Shinra Tensei untuk menolak bencana-bencana tersebut. Dia telah mengatur kalau Shinra Tensei-nya hanya menolak bencana tersebut. Dia tahu, mengatur target Shinra Tensei dapat membuatnya kelelahan. Namun, semua demi keselamatan teman-temannya. Perlahan, bencana-bencana yang terjadi mereda dan Naruto terduduk ditanah, kelelahan.
"Naruto! Kau baik-baik saja?" Tanya Shikamaru yang telah turun dari bahu monster tadi.
"Hh~ Ya!" Kata Naruto kemudian menatap Juubi.
"Kau yang menyebabkan ini! Aku tidak akan mengampunimu!" Kata Naruto dan mengeluarkan pedang Totsuka dan melesat kearah Juubi.
Naruto kemudian membuat Cho Odama Rasengan dan menyerang Juubi dengan cepat. Juubi yang tidak siap dengan serangan tersebut tidak dapat menahannya dan membuatnya terpental. Setelah menstabilkan tubuhnya, Juubi langsung menembakkan Bijudama kearah Naruto. Naruto langsung menyerap Bijudama tersebut dan mengembalikannya kearah Juubi. Refleks, Juubi langsung menghindari serangan Naruto. Tanpa, Juubi sadari, Naruto telah melesat dan menyentuh kepalanya. Perlahan, Juubi mulai menutup matanya dan perlahan Juubi-Susano'o menghilang.
'Ck! Sialan! Bagaimana mereka bisa mengalahkan Juubi?' Batin Madara kesal.
Para Biju dan para shinobi terengah-engah. Mereka kelelahan karena chakra mereka terkuras oleh pertarungan melawan Juubi tadi. Chakra yang diberikan Kurama pun hanya untuk melindungi mereka. Sekarang, mereka benar-benar kelelahan.
"Aku akan melawan Madara. Kalian, setelah beristirahat, kumpulkan para mayat disini." Kata Naruto menunjuk tempat didepannya.
"Baik!"
"Sasuke! Ikut aku!" Kata Naruto.
"Kemana?" Tanya Sasuke
"Membantuku melawan Madara."
"Hn…"
Naruto dan Sasuke kemudian melesat ketempat Madara sambil menyiapkan rasengan dan chidori mereka. Mereka berdua telah merencanakan strategi pengecoh Madara agar Naruto dapat mengalahkannya.
"Tidak kusangka Juubi kalah oleh kalian." Kata Madara menyeringai.
"Tapi….. Amaterasu!" Kata Madara dan melancarkan Amaterasu-nya kearah Hiruzen dan Tobirama.
"Gahh!" Teriak kedua Hokage tersebut menahan sakit dan panasnya api hitam yang sedang membakar tubuh mereka.
"Tobirama! Hiruzen!" Teriak Hashirama.
"Hahahahaahaha! Dua kutu musnah!"
Hashirama memandang pilu kedua Hokage yang telah menjadi abu tersebut. Dua orang yang sangat berarti baginya. Adik dan murid kesayangannya telah dibantai didepan matanya. Walaupun mereka hanya ET tetapi mereka masih memiliki perasaan. Melihat kejadian tersebut membuat emosi dan amarah Hashirama memuncak. Dia langsung membuat tombak-tombak kayu dan berniat menyerang Madara. Namun, Naruto menahannya dengan tangan Bijuunya.
"Apa yang kau lakukan Naruto?"
"Jangan terbawa emosi Shodaime-jiisan. Kita pikirkan cara yang tepat untuk mengalahkannya." Kata Naruto sembari menurunkan Hashirama.
"Kau benar."
"Tenang saja Shodaime. Si dobe ini sudah menemukan rencananya." Kata Sasuke sambil menunjuk Naruto.
"Benarkah? Bagaimana?" Tanya Hashirama.
"Kalian hanya perlu menggiringnya kearahku." Kata Naruto.
"APA YANG KAU MAKSUD HAH? ITU SAMA SAJA BUNUH DIRI!" Kata Hashirama.
"Aku juga berfikir begitu. Tapi sibodoh ini tetap memaksa." Kata Sasuke.
"Kalian tenang saja… Lakukanlah! Giring dia kearahku!" Kata Naruto.
Minato yang mendengar percakapan tadi hanya bisa tersenyum dan berharap rencana putra semata wayangnya itu berhasil. Kelima kage pun berfikir hal yang sama. Mereka mulai menyerang Madara. Mei langsung menembakkan elemen lavanya dan membuat tangan kiri Madara meleleh. A, Tsunade dan Oonoki dengan kecepatan tinggi langsung menyerang Madara dengan serangan andalan masing-masing. Madara hanya menggunakan Kamui untuk menghindari serangan mereka. Namun, tanpa Madara sadari, Sasuke telah siap dengan Chidori-nya dan langsung menyerang Madara dan membuatnya beregenerasi.
"Cukup hebat. Kau pantas disebut Uchiha." Kata Madara pada Sasuke namun tidak digubrisnya.
"Tapi… Apa kau bisa menghindari yang ini?" Sambung Madara.
Madara langsung menyerang Sasuke dengan Gunbai Uchiwa-nya. Sasuke pun langsung mendapatkan luka menganga dikakinya. Naruto langsung menyelamatkan Sasuke dan membawanya kepada Sakura dan langsung dirawat.
"Gghhhh!" Ringis Sasuke.
"Tahan Sasuke-kun! Aku akan mengobatinya!"
Sasuke memperhatikan gadis berambut soft-pink tersebut. Dia berbeda dengan gadis-gadis yang pernah tergila-gila dengannya. Sakura berbeda, dia tidak hanya mencintai Sasuke seperti gadis lain yang sifatnya sementara, Sakura berbeda, dia menunggu Sasuke dengan sabar, tanpa mengenal waktu dan berharap cintanya akan terbalaskan. Sasuke tersenyum tipis, berbeda dengan senyum-senyumnya sebelumnya yang terkesan penuh dengan kebencian, senyuman kali ini adalah senyuman tulus dari Sasuke Uchiha kepada Haruno Sakura. Sasuke yakin, dia telah menemukan gadisnya.
Ditempat lain, Madara masih terlibat pertarungan seru dengan para kage dan Naruto. Oonoki menyerang Madara dengan elemen partikel-nya. Namun, kecepatan Madara membuatnya dapat menghindari serangan tersebut. Tapi, tanpa Madara sadari, Hashirama telah menggunakan Mokuton-nya dan melilit tubuh Madara kemudian dengan cepat melemparkannya kearah Naruto.
"Kau melemparku kearahnya sama dengan kau membunuhnya!" Kata Madara. Para shinobi pun berfikir hal yang sama.
Naruto langsung berlari kearah Madara. Dia bersiap menyerang Madara dengan pedang Totsuka-nya. Madara langsung menstabilkan tubuhnya dan berlari kearah Naruto. Dia bersiap menyerang Naruto dengan jutsu api andalannya. Mereka berlari kearah lawan mereka masing-masing dan jarak mereka semakin dekat.
"Matilah bocah!"
'KATON : GOKA MEKA…'
JREEBBB!
Kontan saja ucapan Madara terhenti saat Naruto menusuk Madara dengan pedangnya. Tetapi, mereka semua tahu kalau Madara itu adalah Edo Tensei dan serangan seperti itu tidak akan membunuhnya dan hanya membuatnya beregenerasi.
"Kau tidak akan bisa membunuhku bo…. INI! PEDANG TOTSUKA!" Teriak Madara setelah menyadari pedang yang menembus tubuhnya.
"Kau… Darimana kau mendapatkan pedang ini?"
"Aku adalah Rikudou Sennin. Dan ini adalah koleksiku."
"Dunia ini… Tidak akan pernah damai bocah!"
"AGRUMEN BODOHMU! ITULAH YANG KUBENCI DARIMU! KAU SAMA SAJA DENGAN ANAK KECIL PENYENDIRI YANG TIDAK PERNAH MEMPUNYAI DAN MERASAKAN APA ITU NAMANYA TEMAN! AKU TAHU RASANYA, SEHINGGA DENGAN MELINDUNGI MEREKA SAJA ITU SUDAH CUKUP!" Marah Naruto pada Madara yang memunculkan senyuman tulus dari para shinobi
Perlahan Madara mulai terserap kedalam pedang itu. Para shinobi masih menganga tidak percaya para kage pun begitu. Naruto hanya menatap Madara yang terserap dengan pandangan kosong. Dia tahu Madara-lah penyebab semua kekacauan ini, dan itu berarti dia pantas mendapatkannya. Setelah seluruh tubuh Madara terserap, Naruto tersenyum kearah para kage yang berada didepannya. Kemudian, dia berbalik kebelakang dengan mode rikudou yang telah dia hilangkan. Dia tersenyum tulus.
"Kita…. Menang!" Kata Naruto pada para shinobi lengkap dengan cengiran khasnya.
"HHHOOOORRRRREEEEE!"
Para aliansi pun langsung berteriak gembira. Beberapa diantara mereka langsung berteriak penuh kemenangan. Sakura langsung menangis memeluk Sasuke dan dia membalas pelukan Sakura. Semua gembira. Bahkan, Obito dan Kakashi pun sempat berpelukan. (A/N : Tidak Ada Yaoi Disini!)
Naruto melihat mereka semua langsung tersenyum. Kemudian dia mengaktifkan mode rikudo-nya dan mengatupkan kedua tangannya. Dia menyentuh tangannya ketanah dan perlahan, semua mayat melayang dan terkumpul disana. Para shinobi yakin kalau Naruto akan mengadakan ritual pembangkitan.
'Gedo : Rinnei Tensei No Jutsu'
Muncullah sebuah makhluk besar yang beberapa orang yakin adalah raja neraka. Makhluk tersebut langsung membuka mulutnya dan roh-roh mulai berterbangan dan kemudian masuk kedalam mayat-mayat tersebut. Roh juga masuk kedalam tubuh Minato dan membuatnya menjadi dalam bentuk manusia yang membuat mei sedikit err…. Tergoda. Hashirama kemudian merapal segel dan dia perlahan menghilang disusul pohon-pohon yang tumbuh disekitar mereka.
Berbeda dengan Edo Tensei yang memanipulasi mayat. Rinnei Tensei mengubah mayat menjadi manusia kembali. Perlahan beberapa orang mulai bangkit. Setelah semua bangkit, mereka disambut pelukan orang-orang terdekat mereka. Naruto yang mengetahui para orang yang dibangkitkan kebingungan langsung membuka suara.
"Yang baru saja dibangkitkan… Ukh! Harap kemari! Uogh! Shi..nobi.. juga…" Kata Naruto yang memuntahkan darah yang sangat banyak. Mungkin efek jutsu tadi sangat menguras tenaga dan chakra.
"Naruto-kun! Apa yang terjadi?" Kata Hinata sambil memeluk Naruto.
"He..he..he Ukh! Aku.. membangkitkan kalian semua dengan rinneganku!" Kata Naruto.
Para orang yang dibangkitkan terkejut. Terutama yang berasal dari konoha, seperti Asuma, Neji, dan Ibunya.
"Naruto!" Teriak Kushina dan langsung berlari memeluk Naruto.
"Hehehe.. Kaa-san, lebih baik kau jangan memelukku, nanti.. Ukh!..Tou-san cemburu…" Kata Naruto sambil memegang dadanya.
"Minato?"
"Hai Kushina!"
"Hinata, bisa minggir sebentar.. setelah itu kau boleh memelukku lagi.." Kata Naruto yang membuat Hinata merona.
Naruto mengeluarkan 11 peti, ketika peti tersebut dibuka, para shinobi terkejut karena didalam peti tersebut ada Yahiko, Nagato, Konan, Zetsu, Sasori, Deidara, Kakuzu, Hidan yang masih hidup namun hanya kepalanya sedangkan badannya terburai disitu, Itachi, Kisame, dan..
"Rin?" Kata Obito dan Kakashi bersamaan.
Naruto langsung membangkitkan kesepuluh orang tersebut (A/N : Hidan masih hidup, jadi dia gak dibangkitkan.) Cahaya bersinar dari peti tersebut dan keluarlah para Akatsuki. Namun peti Rin masih bercahaya dan Rin keluar dengan sosoknya yang dewasa dan langsung berlari memeluk Kakashi dan Obito.
"Kakuzu… Bisa kau… Ukh!..menjahit Hidan? Dia tampak tersiksa." Kata Naruto.
"Biarkan saja…" Kata Kakuzu.
"Hei! Kakuzu! Sialan kau!" Kata Hidan.
"Naruto?" Kata Konan dan Nagato serempak.
"Siapa dia? Konan, Nagato." Tanya Yahiko.
"Dia adalah Anak Dalam Ramalan yang sering dibicarakan Jiraiya-sensei."
"Kalian membicarakanku ya!"
"Jiraiya-sensei!" Kata Trio tersebut.
"Naruto! Kau mempunyai rinnegan.. Ah! Jangan-jangan kau menggunakan jutsu itu!" Tebak Nagato.
"Yah… Uogh!" Kata Naruto masih terbatuk-batuk.
"Tapi jutsu itu bisa membuatmu…. Mati!" Kata Nagato yang membuat mereka semua terkejut, terutama Minato, Kushina dan Hinata.
"Aku tahu.. Ukh! Itu… makanya aku punya kata-kata terakhir untuk kalian…." Kata Naruto.
"Sasuke… Aku.. telah membangkitkan Ayah, Ibu, dan kakakmu… temui.. Ukh! Mereka.."
"Jiraiya-sensei, Kakashi-sensei, kalian.. lihatkan kalau aku sudah berhasil…."
"Naruto.." Kata Para Rokie.
"Para shinobi, mungkin.. aku tidak terlalu mengenali kalian… tapi.. UGH! Aku tetap menganggap kalian temanku…"
"Shinobi Konoha… Aku tahu… dulu kalian membenciku… tapi jujur, aku tidak pernah membenci kalian.." Lanjut Naruto. Dan tanpa mereka sadari, beberapa shinobi telah mengeluarkan air mata.
"Kaa-san.. Tou-san, aku tidak terlalu mengenal kalian… tapi aku yakin kalian menyayangiku…"
"Dan... Hinata… Aku mencintaimu…" Kata Naruto dan mulai menutup matanya dan hampir terjatuh ketanah apabila sang gadis berambut indigo tidak membawa tubuh Naruto yang sudah tidak bernyawa kepelukan gadis tersebut.
Akhirnya…. Sang pahlawan meninggal didalam pelukan orang yang dicintainya, juga orang yang mencintainya.
TBC
Keterangan :
Shukaku, Matatabi, Isobu, Son Goku, Kokuo, Saiken, Chomei, Gyuki, Kurama, Toki : Nama-Nama Para Biju 1-10. Dan Untuk Nama Juubi, Saya Mengarangnya…. Hehehe.
Juubi : Juubi Asli (Ditulis Dengan Font Normal.)
Juubi : Juubi Evolusi Dari Susano'o Madara.
A/N : Sebenarnya Saya Bingung Mau Bunuh Hinata Apa Naruto. Tapi, Karena Hinata Lebih Cantik Dari Naruto, Makanya, Naruto Aja Yang Saya Bunuh! Dan Mungkin 1-2 Chapter Lagi Cerita Ini Akan Mencapai Akhir. Jadi, Tetap Baca The End Of 4th Great Ninja War! Dan Jangan Lupa~
REVIEW!
