Tittle : Spoiled Girl And The Perfect Man
Author : Choi Ryeosomnia
Chapter : 2
( phiphohBie )
Rate : T
Pair : YeWook ( akan muncul sesuai kebutuhan cerita )
Disclaimer : Mereka adalah milik Tuhan YME dan ibu mereka masing-masing, saya hanya pinjam nama. Khusus Ryeowook, dia adalah suami sah saya ^^
Summary :
Gadis manja yang selalu mendapat apa pun yang Ia inginkan, bahkan seorang Pria sempurna pun tak dapat menolak yang ia inginkan. Tapi bagaimana jika sesuatu telah terjadi dan mengancam hubungan keduanya? Akankah mereka sanggup mempertahankan cintanya?
_Choi Ryeosomnia_
.
.
.
Yeoja mungil itu berjalan dengan hati-hati, Ia mencoba untuk menuruti kata-kata tunangannya yang menyuruhnya untuk berjalan hati-hati. Ia cukup percaya sekarang ini mengingat bagaimana ucapan tunangannya selalu menjadi kenyataan. Yeaah, seperti kejadian itu saat mereka di cafetaria milik Sungmin.
" Wookie-ah "
Ryeowook memberhentikan langkahnya dan menoleh pada seorang namja tinggi yang memiliki kulit pucat dan senyum evil yang selalu terlihat menawan bagi yeoja manapun.
" Kyu? Wae? Kenapa kau berlari-lari begitu? "
Kyuhyun menyangga tubuhnya di kedua lututnya serta dengan deru nafas yang tersenggal-senggal. Meskipun Ia hanya berlari beberapa meter saja itu sudah membuat keringat mengucur dari tubuhnya. Yeah, dia memang memiliki kekebalan tubuh yang lemah. Ryeowook mengambil sebuah sapu tangan dari dalam tas nya dan menyerahkannya pada Kyuhyun. kyuhyun tersenyum dan langsung menyeka keringatnya menggunakan sapu tangan dengan corak warna ungu itu.
" Jadi? " tanya Ryeowook. kyuhyun yang nafasnya sudah kembali normal mengangkat sebelah alisnya, " Jadi? Maksudmu? " Kyuhyun berbalik tanya pada Ryeowook.
Ryeowook mendesah berat, " Ayolah, kau tahu maksudku " dengusnya. Kyuhyun terkekeh sembari mengacak rambut Ryeowook gemas. " Aku hanya ingin memanggilmu. Tidak bolehkah? "
Ryeowook kembali mendengus, " Ck, ku pikir ada sesuatu yang buruk yang telah terjadi "
" Kau berharap begitu? " selidik Kyuhyun dengan memicingkan matanya lucu.
Dengan sigap Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya beberapa kali, " Tidak, tidak, tidak. Aku tak pernah berharap seperti ituuu~ " rengeknya yang berhasil membuat senyum di wajah tampan Kyuhyun bertambah lebar.
" Ne, aku hanya bercanda. Tadi aku memanggilmu karena ingin masuk ke kelas bersamamu. Bolehkah? "
" Tentu saja. Kkajja~ " di tariknya ujung lengan kemeja Kyuhyun sedikit keras yang membuat Kyuhyun mau tak mau mengikuti langkahnya. Ck, dalam hati Kyuhyun mendengus, 'kenapa harus ujung lengan kemejaku yang ditarik sih, seharusnya kan Ia menggandeng tanganku'
" Sungmin Eonniee~ " pekik Ryeowook saat secara tak sengaja matanya melihat yeoja bergigi kelinci itu yang sedang mengobrol dengan beberapa Hoobaenya. Yeah, Lee Sungmin memang Sunbae Ryeowook semenjak mereka berada di SMA yang sama. Dan itu membuat keduanya sangat akrab bahkan saat pertama kali Ryeowook masuk di Kampus tersebut Sungmin sudah menggembar-gemborkan untuk tak menyentuh yeoja mungil itu barang secuil pun.
Sungmin melambaikan tangannya dan memberi isyarat agar Ryeowook mendekatinya. Dengan senang Ryeowook berlari-lari kecil ke arah Sunbae yang sudah dianggapnya kakak itu, dan tak lupa Ia juga menyeret Kyuhyun bermaksud mengenalkan mereka berdua.
" Ya! jangan berlari-lari seperti itu, kau lupa dengan kejadian semalam eoh? " cerocos Sungmin yang hanya dihadiahi cengiran lebar oleh Ryeowook. kyuhyun hanya diam dan tak mencoba membuka suaranya.
" Enggh, habis aku terlalu senang sih karena ketemu Eonnie " digaruknya tengkuknya ynag tak gatal.
Sungmin menghela nafas, sulit sekali memang untuk membuat gadis keras kepala ini menurut. " Ck, kalau sampai Yesung Oppa tahu aku sudah pasti di cincang karena tak bisa menjagamu dengan baik "
" Eonniiee~ apa Eonnie bermaksud mengadukan yang baru saja aku lakuakan pada Yesung Oppa~ ? " tanya Ryeowook.
" Molla, sepertinya 'iya' jika kau terus seperti barusan " jawabnya acuh sembari mengidikkan bahunya.
" Eonnieee~ " rengeknya manja yang membuat Sungmin dan Kyuhyun yang dari tadi hanya diam kini malah tertawa melihat tingkah yeoja berumur 19 tahun itu.
Ryeowook memajukan bibirnya ke depan. " Aku harap Eonnie tak mengadukannya, karena jika sampai Yesung Oppa tahu, dia pasti akan memarahiku habis-habisan sampai telingaku terasa akan tuli. Uggh, dia itu hanya luarnya saja kelihatan dingin pada orang lain, tapi padaku dia seperti bapak-bapak yang selalu memperhatikan anak gadisnya " kekehnya di akhir kalimat.
Entah sadar atau tidak, ucapan spontan dari Ryeowook barusan telah membuat dua hati orang yang berada di sampingnya terasa dicubit oleh jarum, sakit sekali hingga mereka meringis tertahan dalam hatinya. Yeoja ini selalu saja membicarakan perihal tunangannya secara terang-terangan.
" Itu tandanya Ia sangat mencintaimu Wookie-ah " kata Sungmin lembut dengan berusaha membuat suaranya terdengar biasa saja. Jujur saja, saat ini dia benar-benar merasa sakit, cemburu, merasa kalah, dan masih banyak lagi kata-kata yang dapat mendeskripsikan perasannya saat ini.
" Ne, aku tahu kok kalau Yesung Oppa memang menyayangiku. Hihi " Ryeowook mengangkat tangannya yang tersemat sebuah cincin berias permata berwarna coklat caramel yang sama seperti bola matanya. Cincin itu adalah cincin pengikat keduanya yang resmi bertunangan enam bulan yang lalu saat Ryeowook baru saja keluar dari sekolah menengah atas. " Buktinya Yesung Oppa melamarku, hihi " lanjutnya serasa mengelus-ngelus sayang cincin tersebut.
Kyuhyun mengeras dan mengepalkan tangannya. Kenapa selalu begini? Rasanya begitu sesak saat seseorang yang dia cintai mengungkapkan rasa bahagianya karena namja lain selain dirinya. Dia marah pada dirinya sendiri yang tak bisa membuat yeoja mungil itu mencintainya. Dia marah pada takdir yang lebih memilih Yesung sebagai kekasih Ryeowook bukan dirinya.
Berbeda dengan Kyuhyun yang menggeram kesal tapi juga sedih, Sungmin justru menunjukkan ekspresi datar tanpa emosi. Meskipun begitu, jika diamati secara intens jelas kalian pasti bisa melihat pandangan mata Sungmin yang sendu dan menyakitkan. Mata kelinci yang selalu bersinar bahagia itu kini meredup seiring bertambah sakit yang bersarang di dadanya. Kenapa harus dia? Kenapa harus Ryeowook sesosok orang yang sudah Ia anggap dongsaeng sendiri yang bisa mendapatkan Yesung? Kenapa bukan dirinya. Sungmin merasa kalah, merasa terhina dan merasa Tuhan tak adil. Kenapa Tuhan dan takdir begitu kejam padanya?. Sungmin sudah lebih dulu mengenal Yesung, Sungmin sudah lebih dulu menyimpan perasaannya pada Yesung, bahkan Sungmin lah yang lebih dulu mencintai Yesung dan memperhatikannya secara diam-diam, tapi kenapa bukan dia yang mendapatkan Yesung? Kenapa justru Ryeowook? yeoja mungil Hoobaenya yang manis hanya mengenal Yesung tak lebih lama dari dirinya? Demi Tuhan, Sungmin benar-benar merasa takdir telah mempermainkannya.
" Oiya, Eonnie! Kenalkan, ini Cho Kyuhyun. teman sekaligus orang yang sudah ku anggap sahabatku. Dan Kyuhyun, ini Sungmin Eonnie, orang yang selalu aku ceritakan padamu itu. " Ryeowook berkata riang tak menyadari perubahan ekspresi dari kedua orang yang baru saja ia kenalkan masing-masing itu.
Kyuhyun tersenyum tipis dan sedikit membungkuk dengan hormat yang sepertinya juga di lakukan Sungmin. Ryeowook tersenyum saat kedua orang―yang menurutnya berharga dalam hidupnya kini sudah saling mengenal.
" Wookie-ah, ayo kita ke kelas. Sebentar lagi mata kuliah kita akan di mulai "
Ryeowook mengangguk, dan sejenak mengalihkan perhatiannya pada Sungmin. " Eonnie, aku kembali dulu ke kelas ne, nanti aku akan mampir ke cafe Eonnie lagi. Buatkan aku ice cream coklat dengan ukuran jumbo ne " ucapnya manja yang dijawab anggukan oleh Sungmin.
" Pasti. Datanglah kesana nanti sore "
Ryeowook berjalan meninggalkan Sungmin yang sepertinya belum mau beranjak dari tempatnya berdiam diri.
.
Cinta tak dapat di ukur dengan seberapa lama kau mencintainya
Bahkan jika kau sudah mencintainya dengan sangat jauh itu tak akan menjamin bahwa ia akan memilihmu
Berhenti menyalahkan takdir, karena takdir itu sudah tertulis jauh sebelum kau di lahirkan di dunia ini
_Choi Ryeosomnia_
.
.
.
Kyuhyun diam mendengarkan dosennya yang berceloteh di depan sana. Mata Kyuhyun fokus di depan memperhatikan sang dosennya. Tapi tahukah kalian? Meskipun Kyuhyun seperti memperhatikan namun pada kenyataannya dia tak benar-benar memperhatikan karena pikirannya kini tengah melayang jauh kembali memikirkan perkataan Ryeowook. 'Kyuhyun orang yang ku anggap sebagai sahabatku' kata-kata Ryeowook tadi benar-benar membuat hatinya tertohok. Seperti kaset rusak kata-kata itu berulang-ulang memenuhi otaknya. membuat semuanya menjalar menuju lubuk hatinya. Kembali, kata-kata jujur dan polos yang keluar dari yeoja berbibir cherry itu telah menorehkan luka pada hatinya. Luka yang kemarin-kemarin saja belum sepenuhnya kering, tapi kali ini ia sudah harus mendapat luka baru.
Drrttt... Drrtttt..
Terdengar bunyi bergetar ponsel seseorang yang duduk disampingnya. Seseorang pemilik ponsel itu membuka pesan yang baru saja masuk. Kyuhyun sedikit mengintip isi pesan tersebut dan benar saja dugaannya. ―pesan itu berasal dari Yesung―
Kyuhyun mengalihkan perhatiannya. Cukup, untuk hari ini Ia tak mau lagi menambah luka. Dan pada akhirnya memperhatikan sang dosen adalah alternatif satu-satunya saat ini.
Seseorang tersebut―Ryeowook tersenyum saat membaca isi pesan dari tunangannya yang sangat protective terhadapnya. Senyum manis terukir di bibir mungilnya.
From : Big Head
Ingatkan Oppa untuk mencincang bocah evil itu jika berani mendekatimu!
Ryeowook tersenyum kecil membaca pesan singkat dari tunangannya yang ia beri nama 'Big Head' itu, sebenarnya ia memberi nama tersebut beberapa minggu lalu saat Yesung tak mau menurutinya untuk membeli boneka jerapahnya. Dan dengan kesalnya akhirnya Ryeowook mengganti nama kontak yang awalnya 'My Prince' menjadi 'Big Head'. Segera ia membalas pesan tersebut dengan tak lupa senyum kecil yang selalu tersungging di bibirnya.
To : Big Head
Oppa~ aku sedang kuliah. Jangan ganggu aku dengan pesan singkat Oppa yang tak jelas itu~
Pesannya terkirim. Dan tak perlu menunggu lama balasan pesan dari Yesung kembali ia terima. Dengan cekatan di bukanya pesan tersebut.
From : Big Head
Hn, mianhae. Oppa hanya tak suka kau dekat-dekat dengannya. Dan apa kaki mu sudah tak sakit chagy?
Ryeowook kembali tersenyum, tunangannya ini selalu saja memperhatikannya. Bahkan luka yang bisa di bilang kecil dan hanya lecet sedikit itu pun ia tanyakan? Hei, dia bukan anak kecil lagi kan? oh, dear.. ingatkan Ryeowook untuk menyuruh kekasihnya itu berhenti bersifat over protective.
To : Big Head
Ya baiklah. Sudah! Jangan khawatir kan luka kecil ini lagi. Oppa tampak seperti memperlakukan aku seperti anak kecil. Uggh, ya sudah. Oppa jangan lupa makan ne, Saranghae~
Segera ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas nya. Ia masih cukup waras untuk tak melanjutkan kegiatan berkirim pesannya dengan Yesung disaat mata kuliah dosen yang menyeramkannya itu berlangsung. Bisa-bisa ia akan diusir kluar dari kelas.
Kyuhyun melirik sekilas wajah bahagia Ryeowook. terbesit rasa tak suka jika Ryeowook bisa tersenyum lembut dan bahagia seperti itu karena namja lain. Oh, demi apa. Kyuhyun sungguh ingin sekali memilik Ryeowook seutuhnya. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Ia bahkan sudah kalah sejak awal. Sudah kalah lebih dulu karena memang Kyuhyun mengenal Ryeowook masih 4 bulan, yang artinya Ryeowook sudah bertunangan dengan Yesung namjacingunya yang dipacarinya sejak duduk dibangku SMA kelas 2.
.
.
.
Ryeowook berjalan menuju halte bus. Tadi pagi dia memang berangkat kuliah diantar Appa nya, dan karena Ia tak mau merepotkan orang lain akhirnya menaiki bus mungkin jalan satu-satunya. Toh, Ryeowook juga jarang sekali kan naik bus mengingat semua orang yang mengenalnya selalu over protective padanya. Yeah, setidaknya itu demi kebaikan yeoja mungil itu sendiri. Sekali melanggar tak apa kan?
Setelah bus yang akan ditumpanginya untuk menuju rumah sakit tempat namjanya bekerja sampai, Ryeowook segera naik dan memilih tempat duduk di samping jendela. Memandang luar jendela dengan senyum merekah. Heumm, sudah lama sejak Ia berusia 13 tahun terakhir kali Ia menaiki bus. Rasanya seperti sedikit aneh, tapi juga menyenangkan. Hawa bus yang memang sedikit panas karena banyak penumpang sedikit membuatnya gerah, tapi Ia tak memperdulikannya karena menurutnya ini adalah salah satu cara bersosialisasi kan?
Setelah sampai di rumah sakit, Ryeowook berjalan dengan senyum merekah kepada setiap orang yang memandangnya takjub. Sudah bukan rahasia jika yeoja mungil ini akan kesini karena memang tunangannya kan salah satu dokter di rumah sakit ternama ini.
" Annyeong Wookie " seseorang menyapanya dengan ramah.
" Ya! Siwon Oppa, kau disini? "
" Tentu saja, aku kan seorang dokter. Jadi mustahil jika aku berada di di kantor presiden " sungutnya.
Ryeowook terkekeh pelan, " Ah, maksudku bukan begitu. Ungg, apa Kibummie juga disini? " tanyanya pada Siwon sambil mengerjap-ngerjapkan matanya lucu. Siwon tersenyum " Sekarang belum. Tapi mungkin 10 menit lagi dia akan sampai "
" Jadi dia akan kesini? " girangnya. Siwon terkeke kecil melihat ekspresi senang terpancar diwajah imut yeoja di depannya itu. Wajar saja, Ryeowook dan yeojanya itu memang sudah jarang ketemu semenjak mereka mengambil jurusan yang berbeda. Meskipun mereka satu kampus, tapi tetap saja gedung fakultas mereka berbeda. " Ya! berniat menemuinya juga? "
Ryeowook mengangguk antusias, " Tentu, aku merindukannya. Sangaaaaattt~ " pekiknya.
" Kalian, apa yang sedang kalian lakukan? " Yesung yang tiba-tiba datang menatap tajam Siwon seolah berkata –berani-macam-macam-pada-yeojaku-ku-bunuh-kau.
Oke, Siwon pun akhirnya mengangkat dua jarinya memberi tanda perdamaian. " Wookie, kenapa tak langsung ke ruanganku? " Yesung berjalan mendekati Ryeowook yang sedang menatapnya lembut.
" Aku sedang menunggu Kibummie kesini Oppa " jawabnya sembari menggenggam pergelangan tangan Yesung lembut. " Benarkah? "
" Eungg, Iya kan Siwon Oppa " tanya Ryeowook yang lebih mirip meminta persetujuan dari Siwon.
" Benar Yesung Hyung, sepertinya Wookie merindukan Bummie "
Yesung akhirnya mengangguk mengerti dan mulai menarik tangan Ryeowook untuk mengajaknya masuk ke ruangan miliknya, " Sepertinya ada yang harus ku bicarakan pada Wookie, jadi nanti jika Kibum sudah datang kau hubungi aku ne biar nanti aku dan Wookie ke ruanganmu " ucap Yesung yang dijawab anggukan kepala oleh namja berdimple smile yang menjabat sebagai Dokter mata di Rumah Sakit itu.
Siwon hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah kedua pasangan kekasih itu dari jauh. Yesung yang memang bersifat dingin ternyata bisa menjadi pribadi hangat jika berhadapan dengan Ryeowook yang notabenenya sangat manja itu. Tak beda jauh dengan hubungannya sebenarnya mengingat kekasihnya pun juga bersifat dingin.
.
.
" Oppa sudah makan? " Ryeowook bertanya lembut sembari menatap Yesung yang duduk di depannya dan hanya terhalani meja kerja Yesung.
Yesung mengangguk, " Kau sendiri sudah makan? ". Ryeowook juga mengangguk. " Sudah. Tadi aku makan di kantin kampus "
" Oppa, apa hari ini bisa menemaniku membeli ice cream di cafe Sungmin Eonnie? "
" Ani " jawab Yesung singkat. Mata yang awalnya terpancar sangat lembut kini mendadak menajam setelah mendengar nama Sungmin. Entahlah ada apa pada dirinya. Baru saja Ryeowook mau mengeluarkan suara, Yesung lebih dulu memotongnya, " Wookie, kemarin kau sudah membeli ice cream. Kau bisa sakit jika terus-terusan memakan ice cream " terangnya sambil berjalan mendekat pada Ryeowook yang mulai menggembungkan pipinya lucu. " Tapi aku sudah berjanji akan kesana nanti, lagi pula mumpung ada Kibummie jadi kita kan bisa kesana ramai-ramai dengan Siwon Oppa jugaaa~ " rengeknya manja.
Tokk.. Tokk.. Tokk..
Bunyi pintu ruangan Yesung diketuk. " Masuk " jawab Yesung malas.
Sang pengetuk pintu itu membuka pintu tersebut dan menyembulkan kepalanya, " Kyaaa* Kibummie " pekik Ryeowook keras membuat Yesung yang berada di dekatnya langsung menutup telinganya dan menatap kesal Ryeowook yang seenaknya saja memeluk Kibum.
" Ughh, aku merindukanmu Bummie. Jahat sekali sih tak pernah main ke rumahku lagi " Ryeowook berbicara cepat tanpa menyuruh Kibum dan ekhem seseorang yang juga berdiri dibelakang tubuh Kibum―Siwon masuk ke dalam ruangan. Yesung yang tadi memasang tampang kesal kini justru tertawa kecil melihat tingkah imut yeojanya itu.
" Kau tak menyuruh kita terus berdiri sampai kaki kami mati rasa? " Sindir Siwon yang membuat Ryeowook sadar dan langsung menarik tangan Kibum masuk ke dalam ruangan namjacingunya itu.
" Hyung, sepertinya kau harus mengajari yeojamu untuk tak berteriak kencang, itu membuat seisi rumah sakit bergetar " Yesung tertawa mendengar perkataan Siwon tadi, dan tentu saja Ryeowook langsung menatap tajam Siwon.
Siwon duduk di kursi pasien yang tadi di duduki oleh Ryeowook. sedangkan Ryeowook dan Kibum kini lebih memilih duduk di ranjang pasien yang memang ada di ruangan Yesung. Mereka larut dalam obrolan masing-masing. Sesekali Ryeowook menceritakan hal-hal apa saja yang membuatnya kesal pada Yesung dan itu membuat semua yang ada di ruangan itu tertawa terbahak-bahak. Begitupun sebaliknya, Siwon pun juga terkadang bercerita bagaimana dinginnya Kibum padanya dan selalu membuatnya frustasi.
" Kibum, jadi kapan kau akan menikah dengan Siwon Oppa. Kalian sudah cukup lama pacaran kan? " tanya Ryeowook polos dan langsung membuat wajah Kibum yang seputih salju itu memerah menahan malu. " Eng, i-itu ta-tanyakan sa-saja pa― "
" Secepatnya! " Siwon memotong ucapan Kibum yang sepertinya mendadak gagap karena terlalu gugup. Oh God, sejak kapan seseorang jenius seeprti Kibum gagap hanya karena gugup? Kekeke~ hal yang langkah eoh?
" Woow, jinjayo? Kalau begitu jangan lupa undang kami ne~ " Ryeowook menatap Kibum dan Siwon secara bergantian dengan mata berbinar.
"Tentu. Dan kalian sendiri? Kapan akan menikah? " Siwon bangkit dari duduknya dan menarik Ryeowook untuk bertukar tempat duduk dengannya. Dengan bibir yang mengerucut imut akhirnya Ryeowook mau, tapi bukannya kembali pada tempat yang tadi Siwon duduk'i Ia justru berjalan pada Yesung yang masih stay cool dari tadi. Dengan manjanya ia mendudukkan tubuhnya di pangkuan Yesung, serta melingkarkan tangan Yesung pada perutnya. Dengan senang hati Yesung memeluknya erat dari belakang.
" Jadi? " Siwon kembali bertanya saat tak mendapat jawaban dari keduanya itu.
" Molla, tanyakan saja pada Yesung Oppa " Ryeowook menolehkan kepalanya kebelakang menengadah wajah tampan Yesung yang kali ini juga menatapnya dalam. Yesung mengkerutkan keningnya seolah bertanya 'Apa'?
Ryeowook mendengus sebal dan langsung membuang mukanya. Ugh, Yesung Oppa benar-benar tidak pengertian dan peka.
Siwon dan Kibum terkikik geli mendapati dua sejoli itu kini saling mendiamkan. Terlebih melihat Yesung yang justru juga tak melakukan apapun dan tetap memilih diam. Benar-benar tak peka atau memang sengaja huh?
" Kibum, bagaimana kalau nanti sore kita ke cafe Sungmin Eonnie " Ryeowook akhirnya mulai mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajak bicara Kibum. Dari pada harus tetap diam-diaman dengan Yesung, itu tak akan ada gunanya. Sudah jelas Ia pasti yang harus memulai pembicaraan. Yesung kan memang tak suka banyak bicara.
" Boleh. " jawabnya enteng dan menatap Siwon, " Siwonnie, kau juga mau ikut kan? "
Siwon tersenyum geli melihat yeojanya yang berubah menjadi manja jika sudah menginginkan sesuatu. Siwon mengangguk, " Tentu. Apa pun yang kau minta sayang " jawabnya mesra dengan mencium mesra bibir merah milik Kibum.
Ryeowook mencibir pasangan tersebut dan mendengus kesal. Hei, mereka sedang tak sendiri kan? jadi jangan seenaknya beradegan mesum di depan orang lain dong. Ryeowook menggerutu sebal saat Siwon dan Kibum tak juga menghentikan kegiatan mereka.
Yesung yang sedari tadi diam hanya bisa mendengus menahan tawa melihat yeojanya yang sepertinya sangat kesal. " Jangan mendumel terus " bisiknya pelan pada Ryeowook.
Ryeowook tetap tak bergeming dan tak menghiraukan bisikan Yesung. Dia masih sebal, bagaimana bisa namjanya ini diam saja perihal pernikahan mereka? Seharusnya Yesung memberikan jawaban kan sebagai pria yang sudah kewajibannya mempersunting terlebih dahulu? Ck, memang sangat menyebalkan.
" Kau mau kita menikah? Baiklah, kita menikah minggu depan. Besok kita pilih gaun pernikahan kita " bisik Yesung santai. Ryeowook membulatkan matanya, dengan sekejap di putarnya tubuhnya menghadap Yesung.
GYUUTT.. GYUUTT.. GYUUTT..
" Awa, Appo baby, apa yang kau lakukan? " Yesung mengelus lengannya yang menjadi sasaran cubit Ryeowook. Siwon dan Kibum pun langsung menatap keduanya aneh.
" Uggh, bisa-bisanya Oppa berbicara begitu. Mana ada namja yang mengajak yeoja menikah dengan kata-kata seperti itu? Benar-benar tidak romantis " pekiknya kesal.
Siwon dan Kibum melongo mendengar ucapan Ryeowook barusan. Dengan sekuat tenaga mereka menahan tawanya. Sudah bukan rahasia umum lagi jika Yesung memang tak bisa bersikap romantis.
" Pokoknya aku tak mau menikah jika Oppa tak mengatakannya dengan romantis "
" Apa itu perlu? " Yesung bertanya dengan wajah tanpa dosa dan benar saja mempuat amarah Ryeowook berada di ubun-ubunnya yang sudah memuncak kini menyembur keluar.
" YA! DASAR NAMJA PABBO. AKU MENYESAL MENCINTAIMU " teriaknya dan langsung berlari keluar dari ruangan Yesung.
Yesung melongo sedangkan Siwon dan Kibum hanya geleng-geleng kepala melihat pasangan aneh tersebut.
Ryeowook berjalan lebih cepat dari biasanya, dalam hati Ia mendumel kesal 'Dia itu manusia apa sih? Kenapa bisa ada namja sebodoh dia. Akh, setidaknya nyatakan cintanya lagi saat mengajakku menikah'
.
.
.
Kau tahu arti cinta?
Cinta tak bisa digambarkan dengan apa pun. Cinta adalah sesuatu yang abstrak dan tak absurd
Jika cinta namja itu memiliki bentuk, bentuk apa yang akan terlihat?
Ini mungkin sesuatu seperti kaca, karena kau tak menyadarinya namun sebenarnya cintanya padamu selalu ada
Jika kau mengubah sudut pandangmu melihat cintanya terhadapmu, kaca akan mencerminkan cahaya
Dan itu akan menyatakan kehadiran dan keberadaan cinta namja itu terhadapmu yang lebih fasih dari pada hal lain di dunia ini ^^
.
.
.
TBC ^^
.
.
.
Mind to review?
.
.
.
Ryeowook's Wife
