Tittle : Spoiled Girl And The Perfect Man

Author : Choi Ryeosomnia

Chapter : 3

( phiphohBie )

Rate : T

Pair : YeWook ( akan muncul sesuai kebutuhan cerita )

Disclaimer : Mereka adalah milik Tuhan YME dan ibu mereka masing-masing, saya hanya pinjam nama. Khusus Ryeowook, dia adalah suami sah saya ^^

Summary :

Gadis manja yang selalu mendapat apa pun yang Ia inginkan, bahkan seorang Pria sempurna pun tak dapat menolak yang ia inginkan. Tapi bagaimana jika sesuatu telah terjadi dan mengancam hubungan keduanya? Akankah mereka sanggup mempertahankan cintanya?

_Choi Ryeosomnia_

.

.

.

Sungmin menatap lekat Ryeowook yang masih saja tetap semangat memakan ice cream coklatnya. Bahkan Sungmin merasa tak ada artinya jika dibandingkan dengan coklat yang saat ini dimakan yeoja mungil itu. Dengan memutar mata bosan lagi entah untuk yang keberapa kalinya, Sungmin berusaha membujuk Ryeowook untuk menceritakan alasan Ryeowook yang tadi datang ke cafe nya dengan keadaan murung.

" Sebenarnya tadi kau kenapa eoh? "

Ryeowook memandang Sungmin sebentar dan kembali melanjutkan makan ice cream yang ada di tangannya. Saat ini Ia masih tak mau membicarakan alasannya yang membuatnya murung. Uggh, jika mengingat soal namja tak peka itu rasanya Ryeowook ingin sekali memukul kepalanya yang besar itu. Benar-benar membuatnya makan hati huh?

" Ya! jawab pertanyaanku Kim Ryeowook! " Sungmin mengambil gelas ice cream yang berada di tangan Ryeowook dan tak membiarkan Ryeowook untuk mengambilnya lagi. Sudah cukup kesabarannya menghadapi sifat Ryeowook yang kekanak-kanakan.

" Uggh, kembalikan ice cream Eonnie~ " Ryeowook memasang tampang cemberut yang tentu saja tak mempan untuk Sungmin.

" Tidak! Sebelum kau bercerita tentang alasanmu yang tadi datang dengan wajah murungmu itu "

Ryeowook membuang muka saat Sungmin menanyakan hal yang benar-benar tak mau Ia bahas itu. " Aku malas membahasnya. Lain waktu saja " tolaknya halus.

Sungmin menatap tajam iris karamel Ryeowook, " Mana bisa begitu? Kau harus bercerita sekarang " paksanya.

Dengan sedikit pasrah dan ogah-ogahan akhirnya Ryeowook menarik nafas berat untuk memulai menceritakan alasannya mengapa Ia murung tadi. " Yesung Oppa mengajakku menikah "

DEG...

Sungmin menggenggam gelas yang berisi ice cream milik Ryeowook dengan erat. Jantungnya berdetak tak karuan, nafasnya tercekat, seluruh saraf dalam otak Sungmin terasa mati begitu saja, aliran darahnya pun seakan berhenti beredar. Dunianya seakan runtuh mendengar kalimat simpel yang keluar dari bibir cerry tersebut. Hatinya tertohok bagai dihujami beribu paku yang langsung menancap di hatinya. sakiitt sekali.

Sungmin sekuat tenaga mencoba menahan dirinya untuk tak menangis di depan yeoja mungil itu. Tidak! Ia tak boleh menangis. Jika Ia menangis itu akan membuat Ryeowook curiga.

" Tapi dia benar-benar tak romantis Eonnie~ mana bisa ia mengajakku menikah hanya dengan ucapan datar? Ck, benar-benar namja pabbo " lanjut Ryeowook dengan nada kesal.

Sungmin diam, masih belum mau merespons.

" Aku tak akan mau menikah dengannya kalau Ia tak bersikap romantis dulu saat mengajakku menikah "

Sungmin mencoba menenangkan dirinya, dan bersikap sebiasa mungkin. " Jadi hanya karena masalah itu? "

" Jangan ucapkan kata-kata 'Hanya karena' saat membahas soal perikahan. Aku kan ingin seperti Kibum dan Siwon Oppa yang romantis~ " cicitnya sembari memajukan bibirnya kedepan.

Sungmin tersenyum kecut. Ryeowook benar, pernikahan memang tak bisa dianggap remeh.

.

.

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Yesung melepas pakaiannnya kesembarang arah. Huh, sepertinya hari ini sangat melelahkan untuk di laluinya. Banyak pasien yang harus ia tangani hari ini. Belum lagi jika harus memikirkan gadis manja itu...

Ngomong-ngomong soal yeoja itu, Yesung baru ingat kalau terakhir Ia bertemu tadi saat yeoja itu ngambek karena ajakan menikahnya yang bisa dibilang errrr tak romantis sama sekali.

Direbahkannya tubuhnya di kasur miliknya lalu mengambil ponsel yang ia simpan di saku celana dinasnya bekerja di rumah sakit. Sedikit mengutak-ngatik dan mengecek apa ada email atau pun pesan masuk untuknya dari Ryeowook. tapi ternyata...

" Benar-benar marah rupanya. " gumamnya pada diri sendiri. Dengan lincah jari-jari jempol mungil miliknya menekan-nekan tombol touchscreen pada layar ponselnya untuk mendial nomor yang sudah hafal di luar kepala olehnya. Hampir saja jempol kirinya menekan tanda hijau di sebelah kiri untuk memulai menghubungi seseorang, namun digagalkan karena ada orang lain yang lebih dulu menghubunginya. Dengan cepat diangkatnya panggilan tersebut.

" Yeobseyo Umma " sapa Yesung setelah mengangkat panggilan tersebut.

" ... "

Yesung terbelalak dengan ucapan seseorang yang Ia panggil Umma tersebut. " Jinja? Tapi tadi dia sudah pulang lebih dulu "

" ... "

" Ah, Umma tenang saja, aku akan mencarinya. Annyeong. "

Piipppp~ Yesung memutuskan hubungan melalui ponsel genggamnya tersebut. Dengan tergesa-gesa Yesung mengambil baju yang tersimpan di almarinya dan memakainya sembarang. Segera ia sambar kunci mobil dan berlari secepat yang ia bisa.

" Ck, anak itu benar-benar selalu membuat ulah " decak Yesung kesal. Tapi meskipun Ia kesal, tetap saja tersirat pantulan cahaya khawatir dari sepasang bola mata obsidiannya. Sebagaimanapun menyebalkannya seorang Kim Ryeowook, baginya Ia tetaplah Yeoja yang selalu Ia cintai dan berusaha ia jaga sampai nanti.

Tak perlu berpikir panjang untuk mencari keberadaan Ryeowook, karena sudah pasti cafe Sungmin lah yang menjadi tempat Ryeowook bernaung saat kesal, sedih, marah padanya atau apapun itu. Meskipun Yesung sedikit tak ingin dekat-dekat dengan Sungmin, tapi apa mau dikata jika yeojacingunya itu begitu menempel dengan Sungmin dan membuatnya mau tak mau juga ikut terseret untuk dekat dengan Sungmin. Yesung masih ingat jelas kejadian seminggu yang lalu. Yeah, waktu yang membuatnya begitu muak dengan yeoja bergigi kelinci tersebut. Muak karena Sungmin secara tak sengaja akan membuat Ryeowook sedih jika mengetahui ini semua.

.

.

Yesung membuka pintu mobilnya dengan kasar dan menutupnya pula dengan kasar. Cafe Sungmin terlihat masih sangat ramai, mengingat ini masih jam 9. Kaki panjang Yesung berjalan lurus menghampiri Sungmin yang berdiri membelakanginya.

" Sungmin-ssi " panggil Yesung sopan.

Sungmin yang hafal dengan pemilik suara ini segera menolehkan kepalanya menghadap sang pemilik suara. Mata kelincinya melebar melihat wajah Yesung yang tak jauh dari wajahnya. Sungmin menelan ludahnya susah. Dengan jarak yang sedekat ini membuat jantungnya seperti ingin copot. Ketampanan Sunbae SMA nya ini benar-benar luar biasa. Secara tak sadar tangan Sungmin kini telah mulai terangkat dan meraba permukaan wajah Yesung yang terpahat begitu sempurna. Namun, saat tangan mulus Sungmin baru mencapai keningnya, dengan sedikit kasar ditepisnya tangan tersebut oleh Yesung.

" Mianhae, aku mencari Wookie. Apa dia disini? "

Sungmin menunduk dan menggigit bibirnya sampai keluar rasa asin yang diketahui adalah darah. Suara baritone Yesung yang sangat dingin seolah menjadi melodi menyayat hatinya yang teramat dalam. Suara itu... dulu selalu menyapanya hangat dan ramah. Bahkan Yesung selalu tersenyum tulus padanya, dan selalu mengacak surai hitamnya gemas saat dirinya bertingkah aegyo. Sekarang... kenapa semua terasa jauh berbeda?

" Apa Wookie ada disini? " ulang Yesung dengan masih bersuara dingin.

Dengan sedikit keberanian Sungmin menatap mata obsidian kelam milik Yesung yang kini menatapnya datar. " Apa Oppa kesini hanya karena untuk mencari Wookie? " suara Sungmin bergetar saat menanyakan hal bodoh tersebut.

Yesung mendecih kesal. Hei, bukankah sudah jelas paa tujuannya tadi? Bahkan Yesung tak berbasa-basi sama sekali akan kedatangannya kesini. Tapi kenapa yeoja ini malah menanyakan hal yang sudah pasti ia ketahui? Ckckck.. " Ya. dimana dia? " ujarnya malas.

" Oppa mengkhawatirkannya? " Lagi, Sungmin menanyakan hal yang benar-benar membuat Yesung kesal sendiri.

" Sudahlah, jangan bertele-tele. Aku sudah lelah. Jadi cepat jawab saja pertanyaanku "

Sungmin semakin menggigit bibir bawahnya, " Apa Oppa tak ingin tahu bagaimana keadaanku? "

" Aku hanya bertanya tentang Wookie. Bisakah tolong jawab pertanyaanku saja? Apa begitu susah? "

" Hikz..Hikz.. " hancur sudah pertahanan yang telah dibangun oleh Sungmin. Beruntung kini Sungmin berada di meja kasir dan lebih beruntung juga karena tak ada pelanggannya yang mau pulang sehingga harus membayarnya dulu di kasir.

Yesung tertegun saat melihat lelehan air mata Sungmin. " Wa-waeyo? Kenapa kau menangis? " kini Yesung mencba berbicara lembut.

" Tidak bisakah Oppa memikirkan keadaanku? "

" Kenapa Oppa selalu saja memikirkan Wookie, Wookie, dan Wookie? " lirihnya agar tak terdengar oleh orang lain.

Yesung bungkam mencoba mendengarkan apa saja yang ingin Sungmin katakan.

" Apa aku benar-benar tak bisa masuk dalam hati Oppa? Apa sudah tak ada tempat di hati Oppa? " katanya lemah sembari menangis sesenggukan.

Yesung tak menjawab apa-apa. Dia sendiri juga tak tahu harus bagaimana. Sudah jelas yang ditanyakan oleh Sungmin tadi adalah hal sia-sia. Sungmin malah akan semakin menyakiti dirinya sendiri jika ingin mendengar jawaban dari Yesung.

" Tolong, jangan ungkit masalah ini. Aku ingin menemui Wookie. Apa dia ada disini? "Yesung mencoba memotong pembicaraan Sungmin yang sudah pasti akan mengarah pada hal itu.

Dengan kasar dihapusnya air mata yang bertengger di pipinya. Perlahan diangkatnya wajahnya dengan senyum yang menghiasi wajah imutnya itu. Sungmin mengangguk semangat seolah-olah tak terjadi apa-apa. Yesung hanya memandangnya dengan tatapan datar seperti biasa. Yeah, hanya Ryeowook lah yang bisa membuat Yesung berubah menjadi pria manis.

" Ne~ dia ada di kamar tamu, sepertinya dia sudah tertidur tadi. Ayoo ku antar kesana " ajak Sungmin semangat. Yesung mengangguk dan mulai mengikuti arah langkah kaki Sungmin.

Saat mereka sudah berhenti tepat di depan sebuah pintu bercat pink, Sungmin menoleh sekilas pada Yesung dan kembali menatap pintu kamar tersebut. Dengan segera di bukanya kenop pintu tersebut. Menampilkan seorang yeoja bertubuh mungil yang tengah tertidur pulas bersama dengan boneka kelinci yang dipeluknya. Tubuhnya pun sudah terbalut piama tidur bercorak kelinci dengan warna pink yang sudah pasti adalah milik Sungmin. Sungmin melirik sekilas pada Yesung yang berdiri di sebelahnya. Dilihatnya Yesung yang sepertinya menghela nafas lega dan juga jangan lupakan senyum menawan yang begitu menenangkan bagi siapapun yang melihatnya.

Yesung melangkahkan kakinya untuk menuju Ryeowook yang tertidur pulas tersebut. Di dudukkannya dirinya di pinggiran ranjang dan menatap lembut wajah damai Ryeowook yang seperti bayi. Disibakkannya anak rambut yang sedikit menutupi bagian keningnya. Dengan lembut di kecupnya kening tersebut sedikit lama. Entah karena menyadari bahwa Yesung ada disitu atau karena hanya gerak refleks Ryeowook saat tidur, dengan tiba-tiba Ryeowook memeluk kaki Yesung yang membuat Yesung lagi lagi harus mengumbar senyumnya. Di elusnya pucuk kepalanya sayang dan memegang jemari lentik milik gadis manjanya itu. Uggh, jika saat tidur begini dia benar-benar bak seperti 'sleeping beauty' berbeda jauh sekali jika sudah terbangun yang...

Sungmin tersenyum kecut melihat bagaimana Yesung memperlakukan Ryeowook dengan begitu manis. Sungmin benar-benar merasa seperti orang bodoh yang mengharapkan cinta seseorang yang sudah jelas-jelas sudah mencintai orang lain. Rasa sesak itu memenuhi relung hati Sungmin. Rasa sakit itu terasa begitu menekan permukaan lukanya.

" Aku akan membawanya pulang. Dan masalah baju yang dipakai Wookie, biar Wookie yang akan mengembalikannya padamu "

Sungmin baru tersadar dari lamunannya saat mendengar suara baritone khas milik namja yang begitu ia cintai selama 4 tahun ini. Sungmin hanya bisa mengangguk dan memberi jalan pada Yesung yang tengah menggendong tubuh mungil Ryeowook.

" Gomawo "

Sungmin mendongak dan sedikit berjengit saat menatap senyum tipis Yesung. Walaupun hanyalah senyum tipis, tapi itu benar-benar membuat dirinya mengawang di surga. Sebegitu cintanya kah kau pada Yesung huh?

Yesung berlalu pergi dan membawa tubuh mungil gadis manja itu ke dalam mobilnya, memasangkan sabuk pengaman pada tubuh mungil yang masih terjaga dalam mimpinya. Yesung berdecak dan menggeleng-gelengkan kepalanya saat mendengar gemeltak gigi Ryeowook. kebiasan Ryeowook saat tidur eoh?

Yesung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang, dan segera mengirimkan email pada seseorang yang tadi Ia sempat panggil 'Umma' yang ternyata adalah Umma Ryeowook. yeah, mereka kan sudah bertunangan, jadi apa salahnya memanggil calon mertua dengan ucapan seperti itu? Agar akrab ne. Kekeke~

.

.

.

Sungmin jatuh terduduk dengan nafas yang terengah-engah karena sedari tadi menahan tangisnya di depan Yesung. Dan sekarang, lihatlah! Dia bahkan seperti pengecut yang selalu terlihat tegar dari luarnya saja akan tetapi benar-benar rapuh dari dalam.

Seseorang menghampirinya dan memeluknya dari samping seolah memberi kekuatan. " Ssst, uljima Min. Kau harus kuat ne~ "

" Aku benar-benar tak berarti apa-apa untuknya Hyukkie. Hikz..hikz.. ini benar-benar menyakitkan "

" Sangat menyakitkan saat hikz..seseorang yang kau cintai begitu lama hikz..hikz.. ternyata tak pernah memahami pera hikz.. pera-perasaanmu..hikz.. "

Hyukkie atau Eunhyuk memandang nanar Sungmin sahabatnya itu. Dia tahu benar tentang perihal perasaan Sungmin terhadap Yesung yang juga Sunbaenya karena dirinya seangkatan dengan Sungmin. " Dia bahkan menolakku secara terang-terangan dan lebih memilih yeoja sialan itu, hah..hah..hikz..hikz.. "

Sungmin benar-benar terlihat seperti orang yang dikejar-kejar hantu sampai nafasnya begitu memburu yang diselingi dengan isakan tangisnya. " Apa kekuranganku? Kenapa Yesung Oppa tak memilihku hah? Kenapa harus Ryeowook? kenapa harus gadis manja yang tak bisa apa-apa itu yang harus dipilih Yesung Oppa? Hikz..kenapa? kenapa Hyukkie? Kenapa harus Wookie? Hikz..hikz.. "

Eunhyuk semakin mengeratkan pelukannya pada Sungmin saat dirasa Sungmin benar-benar sudah berada diatas ambang kesabarannya. " Tenanglah, semua akan baik-baik saja. Kau harus bisa menyikapi ini dengan tenang Minnie " bisiknya pada telinga Sungmin.

Sungmin tetap menangis, " Kau tak tahu bagaimana rasanya jadi diriku Hyukkie. Kau tak tahu bagaimana rasanya jika cintamu tak berbalas. Kau tak tahu bagaimana jadi diriku yang mencintai seseorang begitu lama tapi pada akhirnya ia lebih memilih orang lain yang ajaibnya adalah orang yang sudah kau anggap sebagai Dongsaengmu. KAU TAK TAHU EUNHYUK-AH, KAU TAK TAHU BAGAIMANA SAKITNYA AKU SAAT HARUS MENAHAN INI SEMUA SENDIRIAN. KAU.. hikz..hikz.. tak tahuu~ " Sungmin lemas, sepenuhnya Eunhyuk lah yang menampung berat beban tubuh Sungmin.

Eunhyuk menangis, sungguh ini benar-benar membuatnya teriris. Melihat sahabatnya menderita, sahabat mana yang tak sedih?. Eunhyuk memang tak tahu bagaimana rasanya jadi diri Sungmin yang harus selalu berpura-pura bahagia akan hubungan Ryeowook dan Yesung. Eunhyuk juga tak tahu bagaimana hancurnya perasaan Sungmin saat melihat kemesraan keduanya. Tapi Eunhyuk jelas tahu bahwa itu sangat menyakitkan bagi sahabatnya tersebut.

" Sial sekali nasibku. Yang harus kalah pada bocah yang tak bisa apa-apa seperti Wookie. Ciih, benar-benar tak berguna " terdengar suara dingin yang sarat akan keputus asaan di dalamnya.

Eunhyuk menelan ludah keluh, lidahnya seperti kaku. Sungmin yang seeprti ini benar-benar menakutkan. " Aku yang lebih dulu mencintainya, aku yang lebih dulu mengenalnya, aku yang lebih lama bersamanya. Tapi..tapi kenapa..hikz..hikz.. kenapa harus aku yang kalah, kenapa? Kenapa? KENAPA EUNHYUK-AH? Kenapa? Hikz..hikz.. "

" Minnie, tenanglah. Jangan seperti ini. Hikz " Eunhyuk semakin memeluk Sungmin erat.

" Leppaskan aku Hyukkie, aku..aku ingin mati saja jika begini.. "

Eunhyuk membelalakkan matanya tak percaya. Oh tidak lagi. Eunhyuk tak mau kejadian dulu terulang lagi. " DONGHAE-YA, CEPAT KEMARI. PALLIIII~~ " eunhyuk berteriak kencang pada sahabatnya yang lain yang berada di cafe dan sedang menutup cafe milik Sungmin. Donghae yang mendengar teriakan tak bersahabat dan errr mungkin panik itu segera berlari.

" A-apa yang terjadi Hyukkie? " tanyanya saat sudah berada di dekat Sungmin dan Eunhyuk.

" Leppas..ku bilang hikz.. leppaskan akuu.. biarkan aku mati Hyukkie..hikz..hikz.. " Sungmin meronta-ronta dalam dekapan Eunhyuk.

" YA! APA YANG KAU LAKUKAN? CEPAT AMBILKAN OBAT PENENANGNYA HAE " teriak Eunhyuk keras dengan masih berusaha keras memegangi Sungmin yang mulai berontak. Tak perlu di perintah dua kali, Donghae melesat pergi menuju kotak obat di rumah Sungmin yang memang sudah di sediakan oleh Sungmin. Terlebih Eunhyuk maupun Donghae juga sudah hafal obat penenang yang biasa Sungmin pakai.

" Palli..pallii.. minumkan padanya Hae~ "

Donghae mengangguk dan memaksa Sungmin untuk menelan pil tersebut. Tapi semua tak mudah begitu saja, perlu usaha keras hingga Sungmin yang tadinya memberontak kuat kini mulai sedikit tenang saat Donghae berhasil memaksa Sungmin.

" A-aku me-hikz..mencintaimu Yesung Op-Oppaaa " rancau Sungmin pilu yang membuat Donghae dan Eunhyuk menatap miris keadaan Sungmin. Donghae hanya bisa memegang tangan Sungmin sekedar memberi kekuatan padanya. Dan Eunhyuk hanya bisa menangis dan menangis. Dia tak tahu apa yang harus ia lakukan agar sahabatnya itu bisa merelakan Yesung Sunbaenya masa SMA itu. Berulang kali Eunhyuk mencoba tapi hasilnya tetap sama. Bahwa Sungmin tetap tak mau berpaling dari Yesung yang mencintai yeoja mungil bernama Ryeowook.

Eunhyuk juga tak bisa menyalahkan Yesung maupun Ryewook. Karena ini semua bukan salah mereka. Sungmin lah yang sebenarnya salah, ah aniyaa. Bukan salah melainkan terlambat. Ya, Sungmin terlambat karena dulu Ia tak kunjung menyatakan cintanya pada Yesung, hingga akhirnya Yesung menjalin hubungan dengan Ryeowook yeoja mungil yang sudah dianggap Dongsaeng oleh dirinya dan juga Sungmin. Jika saja Sungmin memiliki keberanian sejak dulu, mungkin saat ini ia tak perlu menderita seperti ini. Jika saja dulu Sungmin tak terlambat mungkin dia tak akan mengalami hal menyakitkan ini. Semua yang ada dalam otak Eunhyuk hanyalah pemikiran-pemikiran pengandaian yang tak berguna.

Eunhyuk menyelimuti tubuh Sungmin yang sudah tertidur. " Hae, sepertinya aku akan menginap disini. Tolong sampaikan pada Orang Tua ku ne kalau aku disini " pinta Eunhyuk.

Donghae tersenyum " Tentu saja. Jaga Sungmin baik-baik ne. Aku pulang dulu. Anyyeong "

.

Kau tak berhak menyalahkan orang lain dalam hal percintaan

Cinta tak pernah salah

Mungkin waktu dan situasi yang salah, tapi percayalah bahwa cinta itu tak bisa di salahkan

Semua yang menimpa dirimu bukanlah sepenuhnya salah cinta atau pun orang yang kau kambing hitamkan

Harusnya kau intropeksi diri dan lihat letak kesalahan yang ada pada dirimu

Kau terlalu naif untuk mengakui semuanya di masa lalu mu

Dan sekarang kau justru menyalahkan orang lain akan kenaifanmu itu

_Choi Ryeosomnia_

.

.

Yesung menidurkan tubuh ringan tunangannya itu di ranjang king sizenya. Memandang sejenak wajah damai putih tanpa cacat itu. Beribu syukur ia ucapkan saat ia menyadari bahwa gadis yang tengah terbaring damai itu benar-benar sempurna. Meskipun sifatnya yang benar-benar errr membuatnya kesal sendiri, tapi ia tak mempermasalahkan itu semua. Justru sifat manja dan menyebalkannya itulah yang benar-benar membuatnya berbeda dari gadis-gadis yang sering sekali menggodanya. Gadis ini... uhh, dari awal memang sudah menarik perhatiannya. Gadis yang dengan anehnya meminta resep untuk menghilangkan sifatnya yang suka membeli novel, gadis yang menanyakan 'Dokter, sebenarnya saya kekurangan gizi apa? Sampai-sampai saya benar-benar tak bisa menghilangkan hobby saya yang gemar shopping?' What thee? Yesung langsung cengo mendengar keluhan pasiennya ini. Hei, dia ini dokter kan? tapi kenapa seperti menjadi tempat curhat untuk gadis yang aneh itu?

Yesung tersenyum kecil mengingat-ngingat awal-awal bagaimana pertemuan mereka. Tertawa saat mengingat dimana saat gadis itu menangis ketika dirinya membentaknya, tersenyum mengejek saat berhasil mengerjainya, cemberut saat dirinya menolak mentah-mentah memberi resep cara menghilangkan keluhannya yang errr tidak masuk akal. Hah~ betapa aneh dan menyebalkannya gadis yang terbaring di dekatnya ini. Tapi tetap saja ia tak bisa menolak pesona Ryeowook.

Yesung membalikkan tubuhnya yang tadi terlentang menjadi menyamping menghadap gadis itu, mengelus rambut yang begitu lembut dan elusan itu pun merambat turun menyentuh pipi chubby nya yang benar-benar gembuk seperti bakpao. " Kau ini sebenarnya apa? " tanya Yesung.

Beruntung saat ini yeoja manja itu sedang tidur, jika saja ia mendengar apa yang baru saja namjacingunya tanyakan, ahhh~ bisa di tebak apartement mewah milik Yesung itu pasti akan bergetar akan teriakan keras yang memaki nama Yesung dengan sumpah serapahnya. Oke, ingatkan tetangga sebelah mereka untuk menutup telinga mereka rapat-rapat.

Yesung yang hampir saja menutup matanya untuk mengikuti jejak tunangannya ke alam mimpi itu seketika tersadar saat sekelebat bayangan Sungmin melintas di pikirannya. Mata yang hampir terpejam itu kini menerawang ke atas menatap langit-langit kamar apartementnya. Mendesah berat jika mengingat bagaimana ekspresi sedih dan mata sendu itu menatapnya dalam. Jujur saja, ia benar-benar tak menyangka bahwa ia setega itu pada Sungmin orang yang sudah dianggapnya sebagai dongsaengnya. Tak menyangka juga bahwa ia bisa sedingin dan tak sepeduli itu pada yeoja kelinci tersebut. Tapi sungguh, bayangan kejadian seminggu yang lalu benar-benar membuatnya mau tak mau harus bersikap sedikit dingin dan menjauh pada Sungmin.

~FlashBack~

Yesung tengah duduk santai di kursi yang berada di ruangannya. Hari sabtu jadwalnya hanya setengah hari. Jadi dia sudah bebas dari tanggung jawabnya. Sebenarnya hari ini ia juga berniat untuk menjemput gadisnya itu, lagi pula dia hampir jarang sekali menjemput anak itu. Sedikit memberi kejutan tak apa kan?

Tokk.. Tokk..

" Masuk " ucap Yesung saat mendengar pintu ruangannya di ketuk.

" Minnie-ah, ada apa? Duduklah " sapanya ramah.

Sungmin tersenyum dan mendudukkan dirinya di depan Yesung di kursi pasien. Menatap Yesung dalam yang kini juga menatapnya. " Oppa "

" Ya! ada keperluan apa kau kemari "

Sungmin berdiri dan mendekat pada Yesung yang kini memandangnya heran.

GREEEPPP~

Tanpa aba-aba tiba-tiba Sungmin memeluk Yesung erat, menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Yesung. Sedangkan Yesung hanya mampu diam tak mengerti akan keadaan. Dia hanya berfikir mungkin Sungmin sedang ada masalah dengan namjacingunya. " Bisakah Oppa memutuskan Wookie? "

DEG!

Mara Yesung melebar. " Apa maksudmu? "

" Bisakah Oppa menjadikanku pengganti Wookie? "

Yesung semakin tak mengerti. Dengan sekuat tenaga di dorongnya tubuh Sungmin untuk menjauh dan melepas pelukannya.

" Aku mencintaimu Oppa! "

Mata Yesung menajam, " Kau bicara apa sih? Aku tak mengerti akan ucapanmu. "

Sungmin menyeka air matanya, " Aku mencintaimu Oppa. Aku mencintaimu jauh sebelum kau berpacaran dengan Wookie, aku mencintaimu jauh sebelum Oppa mengenal Wookie "

"..."

" Aku sudah memendam perasaan ini sangat lama Oppa, dan saat ini, saat ini aku sudah tak mampu lagi Oppa. Aku mencintaimu, sungguh. Tidak bisakah Oppa melepaskan Wookie dan memilihku? Hikz.. "

" Kau gila! "

" Ya, aku memang gila Oppa. Aku gila karena mencintaimu. Aku gila karena cemburu pada Wookie yang begitu mudah memiliki Oppa. "

" Wae Oppa? Wae? Kenapa Oppa jauh lebih memilih dan menyukai Wookie? Apa kehebatannya? Dia bahkan hanya anak yang cengeng dan manja, dia selalu menyusahkan Oppa. Kalau di banding aku, dia tak ada apa-apanya Oppa " ujar Sungmin sedikit keras. Yesung hanya menatap tajam mata foxy yeoja di depannya ini. Bagaimana mungkin Sungmin yang selama ini sudah dianggapnya Dongsaeng bisa berujar begitu, dan lagi bukankah Sungmin dan Wookie itu bersahabat. Jadi bagaimana bisa Sungmin seakan menusuknya dari belakang?

" Aku yang lebih dulu mengenalmu, aku yang lebih dulu mencintaimu, aku yang lebih dulu memperhatikanmu Oppa..hikz.. tapi kenapa? Kenapa bukan aku yang Oppa cintai? Kenapa harus Ryeowook? kenapa Oppa?hikz..hikz.."

Yesung semakin tak percaya akan ucapan Sungmin, jadi selama ini Sungmin sudah mencintainya? Selama ini dia selalu memperhatikannya?

Sungmin meremas dada kirinya kuat, sakit sekali rasanya. Sakit sekali jika orang yang lebih dulu kau cintai ternyata lebih menyukai sahabatmu sendiri. Sesak, sesak di dadanya seperti membuatnya ingin mati saja saat ini.

" Aku sudah menganggapmu sebagai seperti Dongsaeng ku sendiri, dan aku tak pernah berharap lebih akan hubungan ini. Ku mohon mengertilah "

Sungmin menggeleng. " Tidak Oppa. Aku tak ingin hanya sebatas ini, aku ingin lebih. Aku ingin Oppa mencintaiku seperti Oppa mencintai Ryeowook. tidak bisakah? "

" Kau adalah orang yang disayang Wookie, aku tak menyangka kau bisa berbuat sejahat ini padanya "

Yesung berdiri dan berjalan mulai meninggalkan Sungmin yang masih terpaku di tempatnya. Namun baru dua langkah ia berjalan, tangan Sungmin mencekalnya dan membalikkan tubuh Yesung menghadapnya, dan dengan sekejap bibir keduanya pun menempel sempurna. Yesung membelalakkan matanya. Di lepasnya dengan kasar. " APA YANG KAU LAKUKAN? " Yesung tampak murka dan membentak Sungmin dengan sekuatnya. Ini benar-benar gila. Yesung tak pernah berfikir bahwa akan berciuman dengan yeoja lain selain yeoja mungilnya itu. Dan lagi ini adalah sahabat yeoja cingunya itu?

Ciih, yang benar saja.

Sungmin menangis dalam diam. Dia tahu ini salah. Dia tahu ini sangat berbahaya bagi hubungan persahabatannya dengan Ryeowook atau pun hubungan Yesung dengan Ryeowook.

" Mulai sekarang jangan pernah lagi datang ke tempatku. Dan soal tadi ku harap kau tak akan mengadukannya pada Wookie, karena ku rasa kau sendiri juga tak akan mau dianggap tukang rebut pacar orang oleh Wookie " ucapnya dingin.

~FlashBack Off~

Yesung memeluk tubuh Ryeowook erat saat memory itu terputar begitu saja dalam otaknya. tidak! Ini bukan salahnya jika bersikap dingin pada Sungmin, Ia melakukan ini demi kebaikan dirinya dan juga Ryeowook.

.

.

Perjalanan cinta itu memang selalu tak selamanya baik dan bahagia

Ada kalanya saat kau harus merasakan sesuatu yang begitu sesak memenuhi hatimu

Tapi semua itu adalah proses menuju kebahagiaan yang Tuhan berikan untukmu

Meskipun kau tak dapat memilikinya di suatu hari nanti, mungkin kau bisa mendapatkan seseorang yang lebih dari dia ^^

.

.

.

Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya saat sebuah cahaya matahari menembus jendela kamar dan meneruskannya hingga mengenai wajah damai Ryeowook yang begitu cantik. Ryeowook mengucek-ngucek matanya seperti anak kecil. Dahinya mengernyit heran saat merasa dinding di kamar itu tak berwarna pink. Setahunya kamar Sunbae kelincinya itu full dengan warna pink. Lalu siapa pemilik kamar in—

" Ah.. Yesung Oppa! " pekiknya saat mulai menyadari bahwa kamar ini adalah milik tunangannya yang menyebalkan dan tak peka itu. Ryeowook mulai menurunkan kakinya dari ranjang itu dan berjalan keluar mencari sosok namja sang pemilik kamar sekaligus apartementnya. Wajahnya sedikit terkejut saat mendapati sang tunangan sedang berada di dapur dengan menggunakan kemeja putih yang di tekuk sampai siku. Rambutnya pun sudah tertata rapi, sepertinya Yesung sudah bersiap untuk pergi kerja, tapi tunggu! Saat dilihat-lihat lagi, ternyata Yesung memakai apron putih dan...

" Sudah bangun Nona manja? " sapa Yesung yang membuat Ryeowook mengerucutkan bibirnya ke depan. Ia berjalan mendekat kepada Yesung dan melihat sesuatu yang tadi di masak oleh tunangannya itu. Kepalanya melongok dan langsung menyatukan alisnya saat melihat apa yang tengah di buat tunangannya itu. " Oppa sedang membuat apa? "

Yesung mematikan kompornya dan membalikkan tubuhnya lalu mencium kening gadisnya sekilas,

" Bubur untukmu " jawabnya sambil tersenyum.

Ryeowook mengangkat alis tinggi-tinggi seolah-olah tak percaya bahwa bubur yang di buat oleh namja di depannya ini bisa di makan olehnya. " Ya! jangan berpose seperti itu. Meskipun Oppa tak bisa memasak, setidaknya kalau hanya untuk bubur Oppa bisa membuatnya Chagy "

Yesung mendorong tubuh Ryeowook dan mendudukkan tubuhnya di kursi meja makan yang terletak tak jauh dari dapur. " Oppa tidak berangkat kerja? Ini kan sudah pukul sembilan! "

" Mana bisa Oppa membiarkan gadis manis ini terbangun dan menyadari kesendiriannya di apartementku? Bisa-bisa dia nagmbek lagi sama aku "

Ryeowook memukul lengan Yesung pelan, " Oppa yang membuatku kesal "

" Ne~ Oppa tahu. Mianhae ne. Sekarang cepat mandi, kau bau sayang "

PUUKK~

" Menyebalkan "

Yesung terkekeh dan mengacak gemas rambut kecoklatan itu. Senang sekali rasanya jika bisa membuat gadisnya itu tertawa dan kesal di saat bersamaan. Ada rasa bahagia dan kelegaan sedniri bagi Yesung. Ryeowook pun beranjak masuk ke dalam kamar mandi di kamar Yesung.

Namun baru saja ia akan membuka pakaiannya, ia baru ingat kalau ia semalam kan meminjam baju Sungmin untuknya tidur dan sudah pasti bajunya tertinggal disana, ditambah lagi ia belum bertanya soal bagaimana bisa dirinya berada di kamar Yesung.

" Oppaaa~ " panggilnya manja yang sudah kembali memasuki dapur dimana Yesung yang sudah menata bubur buatannya di meja makan.

" Hm? Kenapa belum mandi? " dihampirinya tubuh mungil itu lalu menangkupkan kedua tangannya di wajah imut itu. " Mau Oppa mandikan eoh? "

BLUSSHH~

Wajah Ryeowook memerah akibat ucapan spontan yang keluar begitu saja dari bibir sang namja. " E-enak saja! " gugupnya.

" Lalu? "

" Engg, semalam Oppa menjemputku di rumah Sungmin Eonnie? "

" Ya, kenapa? Semalam kau tak pulang ke rumah dan membuat Umma dan Appa mu kebingungan mencarimu. Dasar merepotkan "

Ryeowook memajukan bibirnya ke depan, " Jangan salahkan aku terus. Ini kan juga karena Oppa yang seenaknya saja mengajakku menikah tanpa adegan romantis " cibirnya tidak suka.

Yesung memutar bola mata bosan " Jangan bilang kau berharap Oppa akan mengajakmu menikah dengan berbagai adegan seperti novel-novel bodoh yang sering kau baca "

" Ya! memang apa salahnya? Toh selama ini Oppa tak pernah bersikap romantis padaku "

Yesung duduk di kursi meja makan dan mengajak Ryeowook untuk duduk di pangkuannya. " Dengar baby! Kau tahu sendiri kan kalau Oppa memang bukanlah orang yang romantis dan lagi Oppa juga tak suka dengan sesuatu yang berlebihan, Oppa orang yang terus terang dan tak suka berbelit-belit. Jadi biarkan Oppa menikahimu dengan cara Oppa sendiri. Arasseo? "

Ryeowook menggembungkan pipinya lucu, " Ani! " jawabnya singkat. Yesung menghela nafas frustasi. Hah~ beginikah rasanya jika harus berurusan dengan orang manja. Dan lagi bagaimana bisa Yesung yang sejak dulu begitu mengidamkan seorang istri yang dewasa dan pengertian ternyata justru mendapatkan yang...*oke yang ini isi sendiri* kkk~

" Jika memang tak bisa bersikap romantis, setidaknya ucapkan kata-kata romantis untukku. Bisa kan? " pintanya sedikit memohon.

" Tidak "

Ryeowook menggeram kesal akan tingkah laku namjanya ini. Ciih, yeoja mana yang tak kesal jika dirimu diminta menjadi istrinya dengan tak romantis. Yeah, Ryeowook memang sedikit berlebihan tapi Yesung juga benar-benar tak peka. Ckckck~ pasangan aneh eoh?

" Oke, itu kita bicarakan nanti. Jadi sekarang kenapa kau belum juga mandi sayang? "

" Aku tak punya baju ganti. Jadi mana bisa aku mandi? "

Yesung tersenyum senang. " Oppa sudah menyiapkannya. Tadi Umma mu mengantarkannya "

Ryeowook membulatkan matanya lucu, membalikkan kepalanya menghadap Yesung, " Umma tahu aku menginap disini? "

" tentu saja. Wae? "

Ryeowook menggelengkan kepalanya, " Ku pikir Umma akan marah karena aku menginap di rumah namja yang sangat mesum " katanya sedikit menggoda yang sukses membuat sebuah sudut siku-siku terpatri di jidat Yesung.

" Ck, cepat mandi sana. Dan Oppa akan mengantarmu pulang. Dan lagi nanti makan dulu buburnya. "

.

.

.

Ryeowook hampir saja muntah jika saja dia tak ingat bahwa di depannya ada tunangannya itu. Bubur buatan Yesung benar-benar masih membentuk seperti beras. Ini lebih bisa di sebut racun dari pada bubur. Benar kan dugaannya? Yesung oppa itu tak bisa memasak.

Yesung tersenyum manis saat melihat Ryeowook melahap bubur buatannya tanpa mencelanya. Berarti kali ini Ia berhasil membuat Ryeowook nya tak memakan racun. Cih, kau saja yang tak sadar Tuan Kim, bahwa kekasihmu itu mati-matian menelan bubur yang masih memberas. Kkk~

" Kenapa tidak di habiskan? " tanya Yesung heran saat melihat Ryeowook meletakkan sendoknya.

" Aku sudah kenyang Oppa. Sekarang antarkan aku pulang saja "

" Baiklah, kkajja "

.

.

.

TBC ^^

.

.

Mind to review?

.

.

.

Ryeowook's Wife

*Dibacok Ryeosomnia*