Tittle : Spoiled Girl And The Perfect Man

Author : Choi Ryeosomnia

Chapter : 4

( phiphohBie )

Rate : T

Pair : YeWook ( akan muncul sesuai kebutuhan cerita )

Disclaimer : Mereka adalah milik Tuhan YME dan ibu mereka masing-masing, saya hanya pinjam nama. Khusus Ryeowook, dia adalah suami sah saya ^^

Summary :

Gadis manja yang selalu mendapat apa pun yang Ia inginkan, bahkan seorang Pria sempurna pun tak dapat menolak yang ia inginkan. Tapi bagaimana jika sesuatu telah terjadi dan mengancam hubungan keduanya? Akankah mereka sanggup mempertahankan cintanya?

_Choi Ryeosomnia_

.

.

.

Ryeowook sedang duduk-duduk santai didepan televisi yang berada di ruang tengah dirumah mewahnya tersebut. Kakinya bersila terangkat berada disofa didepan televisi tersebut. Tangan kirinya membawa sebuah bungkus potato makanan ringan, sedangkan tangan kanannya sibuk memasukkan potato-potato tersebut kedalam mulutnya. Meskipun matanya masih setia memandang adegan romantis drama korea dihadapannya, tapi kenyataannya tangannya tetap setia menyuapi mulutnya yang entah sudah menghabiskan berapa bungkus makanan ringan yang tersedia dihadapannya.

Sesekali mata berpupil karamel itu membulat lucu saat melihat adegan kedua pasangan kekasih itu berciuman. Issh, bahkan sekarang ia membayangkan kalau yang berada di TV tersebut adalah dirinya dan Yesung Oppa. Aigooo~ bagaimana bisa kau membayangkan hal tersebut Ryeowook-ah kalau Yesung Oppa mu saja tak bisa bersikap romantis padamu.

Ryeowook mendengus kesal saat mengingat bagaimana sifat Yesung yang sesungguhnya. Ryeowook menggeleng-gelengkan kepalanya menolak semua pikiran tak waras yang menghampiri otaknya. kini ia kembali berkonsentrasi dengan apa yang ada dihadapannya.

Kali ini Ryeowook menggigit jari telunjuknya ketika terjadi sebuah adegan romantis di Drama tersebut. Ia seolah iri pada sang gadis itu yang mempunyai pasangan seromantis lelaki tersebut. Jinjaa... ia juga mau dilamar seperti itu. Dilamar dihadapan seluruh orang yang berada dicafe dan memberikan sekuntum mawar merah lalu berakhir dengan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah yang berisikan sebuah cincin indah. Aarrgg~ Ryeowook hampir menangis melihat adegan romantis tersebut.

Sangking asyiknya bahkan Ryeowook sampai tak menyadari bahwa seseorang sudah berada dibelakangnya dan memperhatikannya dengan seksama. seseorang— atau lebih tepatnya Yesung—kini memandang dengan intens perubahan mimik wajah Ryeowook yang tampak menggemaskan itu. Dia bahkan terkekeh tanpa suara melihat gadisnya itu memakan keripik kentang dengan kesal. Ah~ iya yakin betul bahwa yang membuat gadisnya itu kesal pasti karena melihat scene lamaran yang begitu romantis ditelevisi itu. Ck, benar-benar menginginkan lamaran yang romantis eh?

Karena Ryeowook tak kunjung menyadari keberadaannya dan lagi ia juga kesal terus-terusan berdiri dibelakangnya, akhirnya ia memutuskan untuk...

CHUUU~

" Ekkh? " Ryeowook yang kaget karena tiba-tiba mendapatkan ciuman lembut dipipinya itu kini menelengkan kepalanya kebelakang untuk melihat siapa gerangan yang berani menciumnya itu.

" Oppa! " pekiknya sebal dengan mempout bibirnya maju kedepan. Yesung terkekeh dan berjalan kesamping lalu memberi isyarat pada Ryeowook agar menggeser duduknya. Tapi rupanya Ryeowook tak mau dan malah semakin menegakkan tubuhnya dengan tangan yang sudah bersendekap di dada seolah memberitahu Yesung bahwa ia tak mau bergeser.

Yesung mengangkat sebelah alisnya lucu. " Heoh? Tak mau berbagi pada tunanganmu sendiri eh, Wookie? "

Ryeowook menggeleng mantab. " Aku tak punya tunangan. Tunanganku itu sekarang sedang sibuk dengan pekerjaannya sebagai dokter sampai lupa pada diriku "

Yesung tergelak mendengar penuturan yeoja manjanya itu. Ia yakin bahwa ucapan Ryeowook barusan adalah sindiran untuknya karena sudah seminggu ini tak memberi kabar padanya sama sekali. " Marah, hmm? "

Yesung mengangkat tubuh mungil itu sedikit sampai pantat Ryeowook tak menyentuh sofa tersebut, dan detik berikutnya ia mendudukkan tubuhnya pada sofa tersebut dan memangku tubuh mungil itu dalam rengkuhan hangatnya. Ia memeluk Ryeowook dari belakang dan menyusupkan wajahnya dileher Ryeowook. sedikit mengecup dan menjilat leher itu hingga Ryeowook sedikit terkekeh geli.

" Kenapa Oppa tak mengabariku selama seminggu ini? Apa Oppa tak tahu kalau aku sangat merindukan Oppa? Apa Oppa tidak tahu kalau aku khawatir dengan keadaan Oppa? Apa Oppa justru tak peduli padaku lagi? Oppa mempunyai yeoja lain? opp—ARRRggHHH "

Ryeowook berteriak keras tak melanjutkan kalimatnya saat merasakan lehernya digigit keras oleh Yesung. " Ah~ " Ryeowook melenguh saat Yesung menjilat bekas gigitannya yang pasti akan berbekas sampai beberapa hari kedepan.

" Oppa, apa yang Oppa lakukan? Issh~ " risihnya dengan menoleh kesamping memandang Yesung.

Yesung tampak memberikan ekspresi datar yang benar-benar menyebalkan bagi yeoja mungil itu. Wajah apa-apaan itu? Setelah membuatnya berteriak keras, ia malah membuat mimik wajah yang seolah-olah tak terjadi apa-apa. Sungguh, ia benar-benar ingin sekali membunuh namja pabbo itu.

" Hmm? " alis sebelah kanannya terangkat sebelah seolah bertanya 'Ada apa'.

Ryeowook menggeram kesal. Dipalingkannya mukanya kedepan membiarkan Yesung terkekeh kecil.

" Oppa merindukanmu, baby " kata Yesung dengan mengeratkan pelukannya pada perut rata itu.

Ryeowook tak menyahut dan masih diam. Dasar namja bodoh—umpatnya kesal.

Yesung tertawa dan membalikkan tubuh kecil Ryeowook hingga menghadapnya secara sempurna. Dilihatnya wajah kesal yeojanya lalu tersenyum dan mencium gemas bibir merah menggoda itu. " Hmm~ Oppa hanya menandai milik Oppa. Apa itu salah? "

BLUUSSHH~

Wajah Ryeowook memerah saat Yesung berkata frontal. Menandai miliknya? Apa? Miliknya?. Arrgghh~ rasanya ia ingin sekali lari kedalam kamarnya dan memukul-mukul bantal, guling atau pun ranjang empuknya guna mengapresiasikan perasaannya yang begitu meledak-ledak dan..ahh entahlah terasa begitu sulit diucapkan dengan kata-kata.

Yesung kembali mengecup pipi Chubby yang merona itu. Tangan dengan jari-jari mungil itu menangkup wajah imut itu, meniup sebentar poni gadis mungilnya sampai sedikit terbang keatas. Segera saja Ryeowook merapikan poninya kembali. Ia tak suka terlihat berantakan dihadapan namja yang sangaaaaaattt ia cintai itu.

Kkk~ Yesung kembali terkekeh kecil. " Dengar! Oppa hanya pergi selama satu minggu dan itupun karena Oppa mendapat tugas dari rumah sakit untuk menangani para anak-anak yang kekurangan gizi di Jepang. Oppa tak macam-macam disana jadi berhenti menuduh Oppa yang tidak-tidak seperti itu "

Ryeowook memajukan bibir bawahnya kedepan, terlihat imut sekali bagi Yesung. " Tapi Oppa tak mengabariku selama satu minggu ini. Ck, benar-benar mengesalkan "

GREEPP~

Yesung membawa tubuh mungil dengan ukuran dada dibawah rata-rata itu kedalam pelukannya. Menciumi pucuk kepalanya sayang dan mengelus-ngelus punggung yeoja itu lembut. " Mianhae, Oppa benar-benar tak diberi kesempatan sedikit pun untuk memegang ponsel Chagy, Oppa benar-benar minta maaf "

" Hukz, Oppa jahat. Oppa benar-benar membuatku hampir mati memikirkan Oppa " tangannya memukul-mukul dada bidang Yesung sedikit keras hingga Yesung meringis pelan.

" Hei, kau pikir Oppa juga tak hampir mati karena terus-terusan merindukanmu yang manja ini, hmm? "

" Bohong. Kalau Oppa rindu seharusnya Oppa menelponku atau setidaknya mengirimi aku email, mentions di akun twitter ku, dan menulis wall di Facebook ku " cerocosnya kesal.

Yesung menempelkan keningnya pada kening Ryeowook. obsidiannya memancarkan kehangatan yang begitu menghanyutkan pada gadis manja itu, " Kau lupa dengan apa yang Oppa bilang tadi? Oppa benar-benar tak diberi sedikit pun kesempatan meskipun hanya untuk memegan ponsel " terangnya lagi.

Air mata Ryeowook mengalir deras. Sungguh, ia benar-benar rindu pada namja menyebalkan ini. Meskipun Yesung sangat menyebalkan tapi ia juga benar-benar mencintainya setulus hati. Biar saja ia dibilang lebay, alay atau labil sekalipun , yang pasti ini benar-benar kenyataan bahwa ia memang tulus mencintai Yesung.

Ibu jari Yesung mengusap lelehan air asin itu. Yesung tak suka melihat yeojanya menangis, " Berhenti menangis baby~ kau membuat Oppa merasa bersalah "

" Oppa memang bersalah dan wajar jika memang Oppa merasa bersalah " cibirnya dengan menghapus air matanya kasar. Ck, kenapa ia menangis sih?

" Tapi Oppa sudah minta maaf~ apa masih belum cukup? "

" Itu jauh dari kata cukup Oppa " jawabnya cepat.

" Heoh, kenapa kau begitu kejam pada Oppa? "

" Biar saja "

Yesung menghela nafas berat. Yeah, beginilah yeojanya itu. Manja dan selalu menuntut dirinya melakukan hal-hal yang..ummhh~ bukan dirinya sama sekali. Tapi apa boleh buat, toh semuanya demi yeojanya kan? jadi wajar jika ia rela-rela saja.

" Ne~ sekarang kau mau apa? Oppa akan menuruti permintaanmu "

Yesshh~ Ryeowook bersorak senang dalam hati. Ini dia yang ia tunggu-tunggu. Ia sudah yakin kalau pasti Yesung Oppanya itu akan menanyakan hal seperti itu, ia sudah hafal sangat.

Ryeowook tampak memikirkan sesuatu dengan pose imut yang entah kenapa sekarang justru terlihat sangat menyebalkan bagi Yesung. Padahal selama ini semua pose Ryeowook adalah hal-hal favoritenya. Kkk~

" Aku mau...ummhh "

Yesung merasakan aura-aura tak mengenakkan yang keluar dari tubuh gadisnya. Ia yakin bahwa apa yang diminta oleh gadisnya adalah sesuatu hal yang buruk bagi kelangsungan hidupnya(?). terlebih sebuah senyum mengerikan terpampang jelas diwajah imut itu.

" Ummhh~ aku mau Oppa melamarku seperti adegan romantis di drama korea yang selalu tampil dilayar TV "

JLEB!

Nah benarkan dugaannya? Pasti hal-hal tak menyenangkan baginya. Hah~ Yesung mengurut pelipisnya untuk mengurangi kelelahannya. Sudah cukup seminggu ini ia disibukkan dengan tugas-tugasnya sebagai dokter yang terpaksa harus menangani beberapa panti asuhan di Jepang yang rata-rata anaknya menderita kekurangan gizi, dan lagi jangan lupakan kerinduannya yang terasa sangat mencekik lehernya pada yeoja manja yang entah kenapa sekarang justru menambah deretan kesialannya selama sepekan ini.

Ryeowook memperhatikan wajah lelah tunangannya itu. Rasa iba tiba-tiba saja muncul dibenaknya. Ah~ meskipun ia selalu manja dan egois tapi tetap saja kesehatan Oppa nya itu jauh lebih penting dari egonya. Ia memeluk tubuh Yesung, menaruh kepala Yesung di dadanya.

Yesung tersentak merasakan perlakuan Ryeowook yang seolah menyuruhnya untuk tenang itu. Ia tersenyum dan menyamankan posisinya, membalas pelukannya dengan erat. Yah, meskipun yeojanya itu menyebalkan tapi ada kalanya ia bisa sedikit mengerti keadaan dirinya yang terkadang kelelahan setelah seharian bekerja. Ummh~ wangi tubuh Ryeowook yang sudah lama ia rindukan masuk melalui indra penciumannya dan menyebar keseluruh tubuhnya, bak sebuah virus, wangi itu seolah menyebarkan virus-virus ketenangan bagi Yesung. " Wangii~ " gumamnya yang masih bisa didengar jelas oleh Ryeowook.

Ryeowook hanya tersenyum dan menaruh pucuk dagunya dikepala Yesung. Posisi keduanya benar-benar sangat romantis. " Oppa lelah? "

Yesung menjawab hanya dengan anggukan kepala. " Kenapa tak istirahat dulu? "

" Oppa sudah sangat merindukanmu, jadi tak ada waktu untuk istirahat karena Oppa juga takut kau semakin marah dan kesal lalu memutuskan Oppa "

Hati Ryeowook kali ini terenyuh. Bagaimana mungkin ia tadi bisa marah-marah pada Yesung oppanya, sedangkan Yesung sendiri justru mengesampingkan istirahatnya demi dia? Uggh~ kau jahat Ryeowook-ah~

" Oppa mianhae~ " suara manja itu membuat Yesung mau tak mau mendongak untuk memandang mata karamel cerah itu. Detik kemudia ia tersenyum dan mengangguk. " Oppa juga minta maaf Chagy, lain kali Oppa usahakan untuk menghubungimu jika Oppa sedang ada tugas yang kiranya jauh darimu "

CHUU~

Ryeowook mencium sekilas bibir tipis Yesung dan kini membenamkan wajahnya dilekukan leher Yesung. " Saranghae~ "

" Nado, Nado Saranghae Wookie-ah "

.

.

Jika waktu akan terus mengalir, ku harap waktu akan mengalir membawa kita pada saat-saat seperti ini.

Saat-saat aku bersamamu dan tersenyum bahagia denganmu...yah, hanya denganmu—selalu.

.

.

Kini Ryeowook dan Yesung telah berada dikamar apartement milik Yesung. Keduanya berpamitan pada salah satu pelayan rumah Ryeowook untuk disampaikan pada —Umma Ryeowook bahwa mereka berdua pergi ke apartement milik Yesung.

Ryeowook yang memang tak mau Yesung sakit akhirnya malah melupakan permintaannya dan memilih menyuruh Yesung untuk istirahat—tentunya dengan syarat dari Yesung yang mengharuskan yeoja mungil itu ikut tidur bersama.

Meskipun begitu, Yesung tak benar-benar istirahat dengan tenang meskipun sudah 2 jam mereka terlentang dikamar ini. Yesung bahkan merasa berada di Neraka karena yeoja mungil yang begitu manja ini terus-terus mengoceh tidak jelas tentang apa saja yang ia lakukan selama Yesung tak ada disampingnya.

Yesung sempat dibuat tertawa atas segala pengakuan yeoja mungilnya itu. Ryeowook berceloteh sebal saat ia menceritakan bahwa dirinya sempat menangis selama 2 hari 2 malam gara-gara Yesung yang tak kunjung mengabarinya. Mau tak mau Yesung hanya bisa tertawa dan mencium gemas bibir merah yang selalu ia kecup itu.

Ryeowook mencubit pipi sedikit chubby milik Yesung gemas serta kesal saat bercerita tentang segala pemikirannya tentang Yesung yang jauh disana. Ia berfikir bahwa Yesungnya pasti selingkuh hingga tak bisa menghubunginya sama sekali. Dan Yesung? Kini dia tersenyum senang. Umh~ Ryeowook benar-benar mencintainya.

Tapi perlahan, Ryeowook mempout bibirnya ketika menceritakan tentang Sungmin pada Yesung. " Sungmin Eonnie terlihat menjauhiku, Oppa~. Tapi mungkin itu hanya perasaanku saja, karena sebentar lagi juga ia akan menghadapi ujian. " katanya manja dengan memutar-mutarkan jari telunjuk kanannya pada dada bidang Dokter muda itu.

Yesung menegang sebentar, tapi ia segera merilekskan agar Ryeowook tak curiga.

" Umh~ bisa kau berhenti bercerita, Chagy? Oppa mau istirahat. Ini sudah 2 jam semenjak kau menyuruh Oppa istirahat dan tidur, tapi kau terus-terusa bercerita " Yesung berlagak sok kesal. Padahal niatnya hanya ingin membuang jauh topik pembicaraan tentang yeoja bernama Sungmin itu.

Ryeowook menampilkan deretan gigi putihnya, lalu melingkarkan kedua tangannya pada punggung Yesung. Memersempit jarak keduanya. dan lagi kaki Ryeowook diangkat sebelah untuk menaruhnya diatas paha Yesung. Umh~ kini sepertinya Yesung bagaikan guling untuk yeoja manja itu.

Hah~ Yesung menghela nafas bosan. Ini memang kebiasaan gadis manja itu. Selalu menjadikan orang lain gulingnya. " Oppa, cepat tidur. Jangan menghela nafas terus, aku terganggu tau! " sungutnya dengan masih mata terpejam.

Tuiing!

Yesung menyentil hidung kecil nan bangir itu. " Dasar cerewet "

Setelah mengucapkan itu, Yesung kini ikut merangkulkan tangan kirinya kepinggang ramping gadisnya itu.

Cup.

Satu kecupan terakhir sebelum tenggelam dalam alam mimpinya Yesung daratkan di bibir merah itu. " Saraghae~ " dan ucapan terakhir sebelum akhirnya Yesung benar-benar tertidur.

.

.

Saat kau hidup, ada saatnya kau mendapat penerimaan, dan ada saatnya kau menerima penolakan ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Sungmin duduk didepan meja kasir dengan tangan yang menopang dagunya. Sesekali nafas lelah ia hembuskan. Ia tidak lelah tentang pekerjaannya, hanya saja ia lelah akan jalan hidup dan takdirnya. Sungmin. Yeoja itu terus-terusan memikirkan bagaimana caranya agar ia bisa melupakan sesosok Sunbae yang selama ini selalu ia cintai namun tak pernah bisa ia gapai.

" Apa kau sudah merasa baikan? "

Seseorang bertanya pada Sungmin dengan mengelus punggung Sungmin lembut. Sungmin tersenyum, " Gwenchana~ aku selalu baik-baik saja " ucapnya.

Yeoja yang bertanya pada Sungmin itu hanya tersenyum janggal mendapati mata sahabatnya yang kembali menatap kosong didepannya. Eunhyuk begitu bingung dengan sikap Sungmin akhir-akhir ini. Terkadang ia nampak begitu bahagia, tapi menit berikutnya ia kembali seperti seorang mayat hidup. Tsk, ia sendiri bingung bagaimana caranya agar semua ini berakhir. Ia tak mau terus-terusan melihat sang sahabat yang selalu bersedih.

" Manusia itu bodoh ya? " celetuk Eunhyuk tiba-tiba.

" Hm? "

Eunhyuk tertawa kecil, " Yah. Manusia itu bodoh. Selalu mempersulit keadaannya sendiri. Mencari-cari hal yang nantinya akan menyakiti dirinya sendiri "

"..." Sungmin diam menunggu kelanjutan ucapan Euhyuk.

" Sama seperti dirimu. Yang berusaha menggali lubang kesakitan untuk dirimu sendiri " ucapnya ringan tanpa beban.

" Apa maksudmu? " tanyanya tak mengerti.

Eunhyuk ikut bertopang dagu menggunakan tangannya dengan mata yang masih lurus kedepan menatap para pengunjung di cafe milik Sungmin itu. " Kau sudah tahu kan kalau Yesung Oppa itu hanya mencintai Wookie? Sekuat tenaga kau berusaha menarik perhatian Yesung Oppa, kau tak akan berhasil "

"..."

" Kau sendiri tahu, bagaimana dulu sifat seorang Kim Yesung. Dia itu..namja yang dingin dan tak berperasaan. Tapi..semenjak bertemu dan menjalin hubungan dengan Wookie, ku rasa dia berubah total. Sedikit demi sedikit sifatnya berubah menjadi sosok yang lebih manusiawi " Eunhyuk tertawa kecil menceritakannya.

Sedangkan Sungmin, kali ini ia masih diam dan mengepalkan tangannya. Perasaan campur aduk kembali merasuki hatinya.

" Kau tahu? Dengan kau bersifat menjauhi dan tak mau berhubungan lagi dengan Wookie, itu sama saja dengan pengecut "

" Aku tau itu "

" Tidak. Kau tidak tahu hal ini Min. Jika kau tahu, seharusnya kau tak melakukan ini " terang Eunhyuk.

" Kau tidak tahu bagaimana rasanya berada di posisiku. Sebelum kau bicara seharusnya kau juga harus melihat dari sudut posisiku berada saat ini. Jangan melulu melihat dari porsi sisi pandangmu saja " Sungmin berkata pelan, hingga Eunhyuk harus membuka telinganya lebar-lebar.

" Yah kau benar. Aku memang tidak tahu bagaimana perasaanmu dan bagaimana berada diposisimu. Tapi..melihatmu yang selama ini bertindak seperti seorang pecundang membuatku sedikit banyak mengerti. Dan satu hal yang baru saja aku simpulkan "

" Apa? " Sungmin bertanya penasaran.

" Kau..adalah salah satu manusia bodoh yang mempersulit keadaannya sendiri. Mencari-cari hal yang nantinya akan menyakiti dirinya sendiri. Seperti yang tadi ku bilang "

Sungmin menelan ludah keluh. Benarkah?

Tapi mungkin ucapan Eunhyuk benar. Dia memang bodoh. Panggilan apa lagi yang bisa diucapkan untuk seorang yang mencintai orang lain tanpa pernah mengucapkan perasaannya dari dulu—selain kata bodoh? Idiot? Yah, mungkin itu juga bisa.

Tapi.. Sungmin sudah berusaha mengungkapkannya waktu itu. Dan hasilnya..—dia ditolak, bahkan dia merasa terhina dengan ucapan Yesung waktu itu.

Tapi ia tak melulu menyalahkan Yesung, karena ia sendiri tahu dan sadar bahwa ini memang salahnya yang terlambat mengungkapkannya. Tak ada lagi yang bisa kita lakukan jika kita sudah terlambat. Mungkin menangis hanyalah salah satu cara mengurangi kesedihan.

Sungmin mendesah berat. " Kau benar. Dan sekarang kau mau apa? Menertawakanku karena kebodohanku yang tak dari dulu mengungkapkan semuanya pada Yesung Oppa? Begitu? "

Eunhyuk tertawa renyah menyadari sang Sahabat yang mulai tersulut amarah. Tapi, Eunhyuk sedikit bersyukur, setidaknya Sungmin masih bisa bereaksi dengan ucapannya kan? dan tidak hanya diam seperti mayat hidup selama seminggu ini.

" Apa aku terlihat seperti seorang sahabat yang begitu tega berkata—Ini semua patut kau dapatkan—begitu? "

Sungmin menggeleng lemah. " Kau sahabat yang aku punya yang selalu setia menemaniku selama ini. Mianhae, Hyuukkie~ "

Grep.

Eunhyuk memeluk Sungmin kembali. " Jangan terus-terusan mengucapkan kata maaf. Aku tak butuh itu. Yang aku inginkan adalah sebuah ketegaran dan semangat. Maksudku, adalah aku ingin Sungmin kembali seperti Sungmin yang sulu selalu ceria dan semangat "

.

.

Terkadang perasaan Sahabat itu selalu lebih peka dari pada perasaan keluarga sendiri ^^

.

.

Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya polos ketika melihat Yesung yang sedang berpakaian rapih dihadapannya. Ia tak tahu sejak kapan Yesung sudah bangun dari tidurnya, dan juga ia baru saja bangun dari tidurnya siang tadi. " Oppa, apa yang Oppa lakukan? "

Yesung bergumam, " Hm? "

" Kenapa berpakaian rapih? " tanyanya lanjut.

Yesung berjalan mendekati Ryeowook yang masih duduk disisi ranjang dengan tampang bodohnya yang membuat Yesung ingin sekali tertawa. Ia duduk disamping Ryeowook dan menyentil hidung kecil itu, " Adaaaww~ sakit, Bodoh " pekiknya tak suka.

Cup.

" Berapa kali Oppa harus bilang padamu, huh? Jangan panggil tunanganmu dengan sebutan 'bodoh' " titahnya tegas setelah mengecup sekilas hidung yang baru saja ia sentil itu.

Ryeowook memajukan bibirnya kedepan, " Habisnya, Oppa menyentil hidungku sih " elaknya.

Yesung hanya terkekeh kecil. Ia menarik Ryeowook bangun dari ranjang itu dan mendorongnya menuju kamar mandi yang terdapat dikamar itu. " Cepat mandi! Dan pakai baju yang sudah Oppa siapkan dimeja nakas itu " jari telunjuk Yesung mengarah pada sebuah bingkisan kotak berwarna ungu muda yang terletak dimeja nakas samping ranjangnya. Setelahnya, ia berlalu pergi dan menunggu Ryeowook di ruang tengah dengan sesekali membolak-balik majalah remaja yang entah siapa yang membawanya kerumahnya. Yah, walaupun sudah pasti itu adalah tunangannya.

.

.

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Ryeowook tersenyum manis saat dirinya sudah berada dihadapan Yesung. Yesung pun juga balas senyum tak kalah manis. Mata sipit itu menghilang seperti garis ketika ia terseyum. Umh~ ia cukup bahagia dengan dress pilihannya sendiri yang ia beli di Jepang khusus untuk yeojanya.

Sebuah dress selutut dengan warna hijau limenya membuat Ryeowook tampak begitu indah dan cantik. Jangan lupakan tatanan rambutnya yang memang Ryeowook sengaja ia gerai dengan sebuah pita kupu-kupu besar yang cantik. Bahkan rasanya Yesung seperti melihat bidadari kecil dihadapannya saat ini.

" Oppa~ apa aku cantik? "

Yesung tertawa renyah, " Kau selalu cantik, baby~ "

BLUSSHH~

Semburat pink tersebar dikedua pipi chubby itu. " Lalu, kita mau kemana? "

Tanpa menjawab pertanyaan Ryeowook, ia menggenggam hangat jemari Ryeowook dan ia bawa gadis manis itu menuju mobilnya. Ia bahkan tak menghiraukan tatapan kesal dari tunangannya itu karena tak menjawab pertanyaannya. " Opp— "

" Nanti kau juga akan tahu " potongnya cepat.

Mau tak mau Ryeowook pun akhirnya hanya diam, memilih memandangi rupa sempurna sang Dokter muda itu. Ia memandang dalam pada obsidian kelam yang begitu menghanyutkan, mencari sebuah sinar kasih sayang yang selalu dipancarkan sang pemilik kepada dirinya. Bibir mungil miliknya tak terasa melengkungkan sebuah senyuman tatkala ia menyadari bahwa namja yang saat ini sedang mengemudi itu adalah miliknya. Yah..hanya miliknya.

" Kau tahu, jangan pernah menatap seseorang terlalu dalam dengan matamu "

" Ehh? Memang kenapa? "

Yesung menoleh kesamping pada Ryeowook, lalu mengusap sebentar pipi chubby itu, " Karena sekali kau merekam sosoknya dalam kedua bola matamu itu, sekali kau menyimpan sosoknya dalam ingatanmu, maka akan sulit bagimu untuk mengalihkan pandanganmu dari sosoknya " Yesung terkikik geli melihat ekspresi aneh dari yeojanya. Umh~ padahal ia hanya bermain-main barusan, tapi yeojanya itu seolah menganggapinya dengan serius.

Ryeowook tersenyum, " Yah..tak apa. Asal sosok itu adalah dirimu, Oppa "

Ucapan Ryeowook barusan membuat Yesung mau tak mau merasakan secuil perasaan bahagia, senang dan gembira pada hatinya. ia senang, karena gadisnya ini begitu mencintainya apa adanya. " Itu memang sudah harus. Kau hanya boleh memandangku, jangan memandang namja lain selain aku " putusnya mutlak.

Ryeowook mendengus kesal.

" Selalu saja seenaknya "

.

.

Kau dapat memadamkan api yang berkobar panas

Kau juga bisa mencairkan hatinya yang seperti gunung Es

Bukan karena apa, tapi ini murni karena cinta

Ya, kau tahu jelas itu... bahwa ia mencintaimu ^^

.

.

Ryeowook membulatkan matanya lucu saat sudah sampai pada sebuah meja yang mana kursinya sudah hampir terisi penuh dan hanya tersisa dua buah kursi yang kosong. Terlebih, kursi-kursi di Cafe mewah itu telah diisi oleh orang-orang yang ia kenal. Umma, Appa, kedua orangtua Yesung, sanak saudaranya, dan juga sanak saudara Yesung.

" Oppa~ "

Ryeowook memanggil Yesung pelan, yang kini sudah duduk lebih dulu disamping Ummanya. Yesung mengangkat sebelah alisnya. " Mau sampai kapan kau berdiri disitu? Cepat duduk! " perintah Appa nya.

Ryeowook mengumpat dalam hati. Ia tak tahu menahu soal acara ini. Yesung bahkan bersikap seolah tak ada apa-apa. Tiba-tiba duduk tanpa memberi penjelasan sedikitpun pada dirinya. Ugh~ rasanya kesal sekali.

Mata karamel itu menatap tajam Yesung yang duduk berhadapan dengannya. Sedangkan Yesung, ia hanya mengangkat kedua bahunya acuh lalu tersenyum sopan pada semua yang ada disitu.

'Ciih~ dasar bermuka dua. Dihadapan semua orang dia berlagak sopan, sedangkan padaku dia begitu menyebalkan' gerutunya dalam hati dengan meremas-remas tissue yang ada digenggamannya.

" Ekhem~ " Tuan Kim—Appa Yesung, berdehem sekilas untuk segera memulai acara. " Baiklah, seperti yang sudah kalian semua tahu bahwa kita semua berkumpul disini adalah untuk membicarakan tentang pernikahan anak kita, Yesung dan Ryeowook "

'A-Aapa?' mata karamel itu membulat sempurna dan menatap tak percaya pada Yesung yang tampak tenang-tenang saja. Lalu ia mengalihkan pandangannya pada sang Appa, dan ekspresi sang Appa hanya tersenyum sekilas. Tak ada wajah yang mengeluarkan ekspresi terkejut atau apa. Bahkan mereka semua tersenyum dan terlihat antusias. Ryeowook benar-benar merutukki Yesung.

Ugh~ ini jelas ulah Yesung yang tak mau memberitahunya terlebih dahulu. Ini semua pasti gara-gara dia. Ryeowook menundukkan kepalanya. Ia kesal! Amat kesal lebih tepatnya. Bagaimana bisa, dari sebagian banyak orang—maksudnya saudaranya dan saudara Yesung— dan bisa dibilang semuanya, hanya dia yang tak tahu menahu soal ini. Kesal, kenapa Yesung seenaknya sendiri sih~

Sibuk dengan pemikirannya sendiri, Ryeowook tak mendengarkan apa saja yang sudah calon mertuanya—Appa Yesung ucapkan.

" Kie~ Wookie~ "

Ryeowook mendongak kaget, " Eh? Enggh..i-iya? " matanya mengerjap-ngerjap ling-lung membuat semua yang ada disitu terkekeh kecil melihat wajahnya yang begitu imut. Yesung sendiri pun benar-benar sudah gemas sekali ingin mencubit kedua pipi chubby itu—dan tentu saja ia urungkan, mengingat saat ini masih ada keluarga besarnya dan keluarga besar calon istrinya.

'Ca-calon istri?' Yesung tersenyum simpul memikirkan hal ini. Kekeke~

" Baiklah, karena semua sudah setuju, jadi sudah kita sepakati bahwa Ryeowook dan Yesung akan menikah 2 minggu lagi "

" M-mwoo? " bibir bak bunga mawar itu kini membulat lucu memandang Appa Yesung.

Duk!

" Ah-angghh~ mi-mianhae. Aku hanya terlalu senang, Ahjussi " menggaruk tengkuknya yang tak gatal.

Mata Ryeowook kini beralih memandang namja tampan yang tampak mengerling jahil padanya. Ugh~ Demi Tuhan, ia ingin sekali menjitak kepala besarnya itu, mencongkel mata yang saat ini berkilat jenaka menggodanya. Dan..yah, Ryeowook benar-benar merasa kakinya begitu sakit sampai sekarang karena tadi diinjak secara sengaja oleh Yesung.

Appa Yesung tersneyum bahagia. " Nah, mulai sekarang Wookie tak perlu lagi memanggil Ahjussi seperti itu "

" Eh? La-lau? " gugupnya saat diajak bicara oleh Appa Yesung.

" Panggil Ahjussi dengan sebutan 'Appa' "

Ryeowook mengangguk ragu. Seluruh orang yang duduk dimeja itu tersenyum bahagia.

.

.

Membicarakan soal pernikahan membuatku begitu bahagia

Kelak, aku akan menjadi seorang Appa bagi anak-ana kita

Memberi kasih sayangku pada mereka, dan terutama dirimu ^^

.

.

Kaki mungil itu menghentak-hentakkan kesal pada lantai kamarnya. Ia membuang tas selempang kecil yang tadi ia bawa pada acara—oke yang menurutnya begitu gila, karena ia benar-benar tak tahu menahu soal ini semua.

Ryeowook mencak-mencak kesal saat ini. Mengacak-ngacak rambutnya asal lalu melepas dress selutut berwarna hijau lime pemberian Yesung tadi dengan kasar sehingga saat ini ia hanya memakai bra yang hanya menggunakan tali punggung dan g-string tipisnya yang senada dengan motif bra'nya. Yah, yang bergambar strawberry.

Dengan kesal ia mulai menelusupkan badannya masuk pada selimut. Ia berusaha menutup matanya sekuat tenaga dan mengabaikan panggilan masuk pada ponselnya yang sudah ia ketahui siapa yang memanggilnya. Yah, siapa lagi kalau bukan Yesung. Ryeowook sudah memberinya nada khusus untuk panggilan Yesung.

Kesal kesal kesal. Ia kesal pada Yesung. Kekesalan yang benar-benar memuncak. Bahkan ia tadi tak menyapa Yesung sama sekali saat dirinya pulang. Issh~ malas sekali menyapa seseorang yang sudah membuatmu kesal. Bukankah begitu?

.

.

Dia selalu saja begitu, melakukan semua hal dengan seenaknya

Tapi walaupun begitu, semua hal itu membuatku senang

Saranghae~

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Eunhyuk berjalan beriringan dengan Donghae. Malam ini, mereka pulang bersama seperti biasa. Tangan Donghae menggenggam jemari lembut Eunhyuk, seolah memberi perlindungan pada sang yeoja yang diam-diam ia cintai.

" Aku kasihan jika terus-terusan melihat Sungmin yang seperti itu " Donghae membuka percakapan.

Eunhyuk mengangguk menyetujui ucapan namja disampingnya ini. " Yah, aku juga. Aku sudah sering menasehatinya untuk melupakan Yesung Oppa, tapi sepertinya ia menutup telinga akan nasehatku "

Eunhyuk memandang bintang diatas langit gelap yang tampak menghiasi malam ini. Matanya memandang keatas dengan sorot kepedihan. Yah, dia merasakan pedih karena sahabatnya yang tak pernah mau bangkit dari lubang kesakitannya sendiri.

Diam-diam Donghae memperhatikan wajah manis Eunhyuk. Ia tersenyum. Senang sekali rasanya bisa terus bersama gadis ini dalam waktu yang cukup pajang. Umh~ mereka sudah saling mengenal bahkan kedua orang tua mereka juga kenal, mereka kan bertetangga.

" Kalau seandainya kau menjadi Sungmin, apa yang akan kau lakukan? " bertanya dengan masih pandangan yang menatap bintang-bintang dilangit.

Donghae tampak berfikir sejenak, tapi kemudia ia tersenyum manis. " Mungkin, aku akan mengungkapkannya..jika memang ditolak, itu tak masalah. Yang penting kan aku sudah mengungkapkannya. Dan rasanya pasti lega~ "

Mata Eunhyuk menyipit saat mendengar perkataan Donghae. Ia paham betul bahwa namja disampingnya yang sudah berteman dengannya sejak kecil ini begitu bodoh soal kata-kata seperti itu, tapi bagaimana bisa sekarang namja itu mengucapkan hal mustahil seperti itu. Dengan tampang horrornya ia menoleh manghadap Donghae, " Kau mencontek kata-kata siapa? Huh? "

" Ya! seenaknya saja. Itu kata-kataku Hyuk. Kau pikir aku tak punya otak "

Wajahnya seketika murung.

Eunhyuk tertawa lebar melihat tampang jelek Donghae. " Nae~ aku hanya bercanda. Ck, rupanya prince manja kita sudah dewasa, eoh? "

Pletak~

Satu jitakan mendarat dikepala Eunhyuk. " Jaga bicaramu? Siapa yang kau maksud manja dan sudah dewasa? Aku ini jauh lebih dewasa dari pada dirimu tahu " sungutnya berapi-api.

" Yaiish, jangan memukul kepalaku, kalau nanti aku bodoh bagaimana? "

" Itu urusanmu, lagi pula kau kan memang sudah bodoh "

Mata Eunhyuk melebar sempurna mendengar kata 'bodoh'. Hei, bukankah selama ini dirinya yang selalu memberi contekan pada Donghae saat ujian diKampus? Bukankah selama ini juga dia yang berfikir? Jadi kenapa dia yang dikatai bodoh. Cih, enak saja.

" Kau itu yang bodoh. Selalu mencontek padaku saat ujian, mengcopy tugas-tugasku. Tsk " decaknya.

" Itu wajar, kau kan yeojaku "

BLUSHH~

Wajah Eunhyuk memerah bak kepiting rebus. 'yeojaku' ? sejak kapan?

" A-apa-apaan itu? Aku bukan yeojamu tau " sanggahnya agak kikuk.

Donghae mengalihkan pandangannya pada Eunhyuk. Mendekati Eunhyuk dan mencengkram pudak kurus itu. " Jadi..kau tak mau padaku? " dingin, suaranya kini berubah dingin.

" Y-ya "

Wajah Donghae terlihat kecewa, tapi segera saja ia ubah menjadi datar. " yah..baiklah "

Ia melangkah mendahului Eunhyuk. Menyembunyikan kesedihannya yang rasanya sudah tak kuat lagi untuk ia pendam.

Eunhyuk mematung. Apa yang baru saja ia ucapkan? Ia berbohong. Ia teramat mencintai Donghae. Jadi...

Eunhyuk berlari-lari kecil mengejar Donghae yang sudah berada agak jauh dari tempatnya.

Greeepp~

Donghae tersentak saat merasakan pelukan hangat dari belakang.

" Mianhae~ aku berbohong. A-aku...mencintaimu "

Suara Eunhyuk mendadak lirih saat mengucapkan 'mencintai' diakhir kalimat. Bibir Donghae melengkung keatas. Ia tersenyum. Bahagia? Oh..sudah jelas. Ini bahkan sebuah hal yang sudah ia tunggu sejak dulu. Yah~ ia cukup lama memendam cinta ini pada Eunhyuk, dan sepertinya perasaan cinta itu berbalas.

Segera saja ia berbalik dan memeluk tubuh kurus itu erat. " Saranghae~ "

" Nado, Saranghaeyo~ "

Sedikit berjinjit untuk menggapai bibir tipis milik Donghae.

Cup~

Kedua bibir itu bersatu, bertemu dalam sebuah elegi cinta baru yang telah Tuhan bentuk malam ini. Sebuah cinta yang telah ia rancang.

Mungkin kisah cinta mereka tak serumit dan sesulit mereka berempat—Ryeowook, Yesung, Sungmin dan Kyuhyun— tapi setidaknya mereka bersyukur bahwa Tuhan memilihkan jalan takdir yang begitu indah untuk kisah cinta mereka.

.

.

Dibawah langit yang sama dalam naungan beribu bintang yang menjadi saksi bisu malam itu

Malam yang begitu indah bagi sepasang anak manusia yang sudah mulai merajut cinta mereka

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

Ryeowook begitu benci dengan sinar matahari dipagi hari yang selalu mengusik tidurnya. Ia membenci suara Umma nya dipagi hari yang selalu menyuruhnya untuk cepat bangun. Issh~ apa Umma nya tak tahu bahwa ia benar-benar masih mengantuk? Tsk.

Bukannya bangun, Ryeowook malah semakin menenggelamkan badan mungilnya pada selimut tebal yang membingkis tubuhnya itu. Ia masih memejamkan matanya rapat saat dirasa ada seseorang yang masuk dikamarnya. Tak usah ditanya siapa dia, sudah pasti itu Umma nya yang akan mengomelinya. —pikir Ryeowook.

Tapi tidak.. kenapa..kenapa orang ini tak berteriak saat sudah dekat dengannya, dan juga sejak kapan Umma nya ini memakai parfum dipagi hari seperti ini? Biasanya Umma nya akan masuk ke kamarnya dengan memakai celemek yang ia gunakan untuk memasak didapur, dan lagi..mana ada orang yang di dapur memakai parfum... ah~ rasanya Ryeowook faham dengan parfum ini, wanginya terasa familiar. Tapi...mana mungkin.

Berusaha mengelakkan segala hal yang sudah mmenuhi otaknya, Ryeowook memeluk gulingnya erat dengan masih berlindung dibawah selimut tebalnya.

" Bangunlah, yeobo~ "

Ryeowook menautkan alisnya dengan mata yang masih terpejam. Yeobo? Apa-apaan Ummanya ini? Dan lagi sejak kapan suara Ummanya menjadi baritone begini...

" Ck, kenapa kau pemalas sekali, huh? "

Oke, saat Ryeowook benar-benar hampir mati penasaran dengan seseorang yang membangunkannya ini. Dan..umh~ ia membuka matanya secara perlahan, hingga...

Mata Ryeowook membulat sempurna melihat namja yang dicintainya itu ada dihadapannya yang sedang menatapnya sambil tersenyum.

" OPPA! " teriaknya heboh sambil langsung terduduk tak memperdulikan selimut yang sudah melorot dipinggangnya dan menampakkan bagian atasnya yang...

Mata Yesung melotot. Bukan karena kesal akan teriakan Ryeowook yang memekakkan telinga, hanya saja ia benar-benar tak menyangka bahwa yeojanya ini..

" Strawberry? " gumamnya pelan yang masih dapat didengar oleh Yesung.

" Ehh? " Ryeowook mengerjap-ngerjapkan matanya polos tak mengerti dengan apa yang dimaksud namja itu. " Apa lihat-lihat? " ketusnya. Uh-oh..rupanya uri Ryeowookie masih belum menyadari akan keadaannya saat ini.

Yesung menggeleng, dan sekarang justru memasang tampang mesum dihadapan Ryeowook. ia mendekatkan wajahnya ke wajah manis itu, mengeleminasi jarak diantara keduanya, semakin dekat, dekat dan..

Cup~

Yesung mencium bibir mungil itu, perlahan tapi pasti tangan Yesung mulai ia tenggerkan dipinggang langsing Ryeowook yang terekspos jelas. Ia menyeringai dalam ciumannya saat dirasa Ryeowook sudah mulai menyadari dengan keadaannya sekarang.

Sekuat tenaga Ryeowook mendorong tubuh Yesung.

Sreet~

Ia menutupi tubuhnya dengan selimutnya. " Ya! kenapa masuk kamar gadis tanpa mengetuk pintu dulu " pekiknya kesal sembari menutupi rasa gugup serta malunya.

Yesung mengangkat sebelah alisnya tinggi. " Umma bilang aku tak perlu mengetuk pintu, karena kau tak akan membukanya, Chagy " jawabnya.

Ryeowook memajukan bibirnya kedepan. " Issh, cepat keluar. Aku mau mandi dulu, dan... jangan pasang tampang mesum begitu. Kau menjijikkan, Oppa "

Yesung terkekeh pelan. Kembali Yesung mendekatkan wajahnya pada Ryeowook, tapi segera saja Ryeowook memundurkan kepalanya menghindar. Yesung yang kesal, akhirnya meraih tengkuk Ryeowook dan mendekatkan padanya. Tapi salah, perkiraan Ryeowook yang mengira bahwa Yesung akan menciumnya ternyata salah, justru Yesung malah mendekatkan bibirnya ke telinga Ryeowook.

" Kau tahu baby~ kau sangat sexy~~ " bersuara begitu mendesah yang membuat Ryeowook merinding. " Eungh~ " lenguh Ryeowook saat bibir Yesung mengulum daun telinganya.

" Tapi..oppa baru tahu, seorang mahasiswa berusia 19 tahun masih saja memakai pakaian dalam bermotif Strawberry "

JLEB!

" Kyaaa~ "

Ryeowook berteriak keras dan mendorong tubuh Yesung mejauh dari dirinya. Lalu dengan sekuat tenaga Ryeowook berlari menuju kamar mandi dengan masih memakai selimut tebal yang membungkus dirinya.

Yesung tertawa keras begitu mengetahui bahwa yeojacingunya itu sangatlah malu.

Wajah Ryeowook memerah padam begitu ia sampai dikamar mandi. Ia merutukki Umma nya yang begitu mudahnya menyuruh Dokter muda menyebalkan itu masuk ke kamarnya. Issh~ ia baru saja dipermalukan oleh Yesung. Dan pasti hal ini akan menjadi bahan ejekan Yesung.

Ugh~ Ryeowook benar-benar malu.

" Arrgghhhh~ " teriaknya frustasi.

" Hei~ cepat mandi, jangan berteriak seperti itu. Kau mau Oppa memandikanmu, eh? "

" DIAM KAU DOKTER MESUUUMM " Ryeowook berteriak keras dari dalam kamar mandi yang semakin membuat Yesung tertaw keras.

.

.

.

Hal yang indah tentang jatuh cinta adalah ketika kau mempelajari dan mengetahui segala sesuatu tentang orang itu dengan begitu cepat ^^

[[ Choi Ryeosomnia ]]

.

.

.

TBC

.

Author Note :

Oh yeah~ saya tahu bahwa kalian semua pasti akan memberikan review yang mengatakan bahwa : Chap ini pendek, gak dapet feel, terlalu lama update dan yang pasti sangatlah buruk dan semakin aneh. Oke, saya sadar bahwa Chap ini rasanya saya begitu bodoh membuatnya. Dan lagi... saya sudah lama menelantarkan fict ini *nangis dipojokan*

Saya tahu, banyak sekali kekurangan saya dalam membuat sebuah FF, bisa dibilang saya adalah Author abal-abal dan masih NewBie, oke saya akui itu. Saya memang bodoh dalam membuat FF. Tapi.. yeah, dari pada saya membuat ff dan gak saya publish dan pada akhirnya menjadi junk di lepi, mending saya publish kan? ^,^V

Tapitapitapi~ saya rasa kalian tak menyukai FF-FF yang saya buat yah? O.o

Mianhae~ membuat kalian kecewa *bow*

Saya juga sadar bahwa selama saya menulis, banyak sekali typo dan kata-kata yang gak sesuai pada tempatnya *nangis*

Tapi..saya akan berusaha lebih keras untuk memperbaiki Fanfict-fanfit saya agar kalian bisa membacanya dengan enak.

Sepertinya kali ini saya begitu banyak bicara yach -_-

Oke deh, akhir kata~ bolehkan saya meminta bantuan kalian semua untuk mereview dan memberikan saya masukan atas fanfict abal yang saya buat ini?

Silahkan isi kolom review dibawah itu ^^

.

.

.

Ryeowook's Wife