A/N : Bales review yang masuk dulu.
To CoreFiraga:
Kepseknya ajaib (baca:sinting), hahahaha. XD #digantungKepsek
Mau punya Kepsek kayak gitu? Oh silahkan, 1 kali gampar berhadiah piring anti air(?). :D
Arigato~.
-0o0-
To Karen White:
Bukan cacad, tapi ajaib, haahaahaa... :D #dibakarKepsek
Ingin punya Kepsek kayak gitu juga? Nanti nyesel lho~ *smirk*
Prasasti itu ilmu rahasia para murid sekolah... (jangan adukan juga ya...) XD
Murid-muridnya dibikin gila sama si Otaku Kepsek, wkwkwk... :D *murid-murid pada demo Author di backstage*
Hehe, fic nya perfect? Padahal menurutku itu kacau pake sambal (baca:sangat).
Ini sudah update cepat pake software CheThaar Ver. 9000. :D
(Syahrono? : ada yang bilang cetaarr ya? | Yuki : heh? Lu gak di undang! Pergi! #desh ) #abaikan
Fav? Boleh, silahkan, go ahead, dll. dst. dsb.
Arigato~.
-0o0-
To Chalice07:
"Gila!" Hampir semua murid mengatakan itu di backstage, wkwkwkwk... #authordibakarbersama
Di scene terakhir mau saya kasih acara 'api unggun' tapi gak jadi karena koreknya hilang. :D
(Len : gue kan bisa nyalain apinya pake jurus gue. | Yuki : iya, dan kau akan membakar seluruh sekolah juga. -_- | Len : *ketawa Gj* )
Sudah update. Silahkan dikenyooottt~~ XD
Arigato~.
-0o0-
To Viki-chan:
Lucu? Thank you. :) *kasih bunga Alstroemeria*
(Len : bunga apa'an? | Yuki : gak tau, tanya aja sama Authorku. | Len : bunga apa'an author-san? | Author : go google it! :-P | Len : -_- )
Roadroller-nya Rin dan Len lagi di reparasi di bengkel, jadi gak bisa dipake. :)
(LenRin : itu kan gara-gara lu kemarin! | Yuki : a-aku gak ingat... *kabur* | RinLen : Woi! *ngejar Yuki* )
Salam kenal juga, Viki-san. Aku juga author baru.
(Yuki : gue sebenarnya OC yang merangkap sebagai Author karena Author gue agak pemalu orangnya, jadi bla bla bla gitu deh. *males jelasin, lihat di profil aja*)
Ok, ini sudah lanjut dan di update menggunakan software CheThaar Ver. 9000. :D
(Syahrono? : ada yang bilang cetaarr ya? | Yuki : heh? Lu lagi! Pergi! #desh ) #abaikan
Arigato~.
Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Academy, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.
Ulangan Semester
.
Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.
Warning : Gaje, pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll, dst, dsb.
.
.
Don't like? Don't read!
.
[ All in normal pov ]
Ulangan Semester hari ke-5 berakhir ricuh. Malam harinya mereka bertiga (Miku menginap di rumah Kagamine Twins lagi) berencana untuk melakukan uji nyali di kebun belakang rumah.
Untuk refreshing kata mereka. (Yuki : alasan yang aneh.)
-0o0-
"Miku, uji nyali yuk!" ajak Rin. Mereka bertiga sedang bersantai di ruang tamu, sebenarnya cuma Rin dan Miku saja karena Len sedang belajar.
(Yuki : belajar apa'an? | Len : cara membuat kastil pisang. | Yuki : *facewall* )
"Uji nyali? Dimana?" tanya Miku.
"Di kebun belakang rumah." Jawab Rin sambil menunjuk ke kebun belakang rumahnya. Keluarga Kagamine punya kebun jeruk, pisang, dan apel yang luasnya 1 kali 9 kali 14 dibagi 3 ditambah 58 meter persegi.
(Len : kenapa ada apel segala? | Yuki : Problem? *bawa triple katana* | Len : *gulp* G-gak. | Yuki : ^^ )
"Ok deh, sekalian refreshing." Ucap Miku menyetujui.
"Ok kita berangkat." Kata Rin semangat sambil menarik Len yang sedang asik belajar.
"H-hoi gue mau dibawa kemana nih?" tanya Len protes.
"Gue mau culik lu!" jawab Rin.
"Gak lucu kak." ucap Len datar. Len sempat melawan tapi karena 2 lawan 1 jadi dia terseret juga. :D
"Kita mau kemana nih?" tanya Len yang masih diseret kakaknya.
"Udah ikut aja." Jawab kakaknya.
"Nah sudah sampai." Ucap Rin ketika mereka sampai di kebun belakang rumah.
"Kakak ngapain malam-malam di kebun? Mau panen jeruk? Besok aja ya, gue mau belajar. Dah~." Ucap Len santai lalu berjalan pergi, tapi belum sampai 3 langkah dia diseret lagi sama kakaknya. :D
"Lu diam disini!" ucap Rin lalu mengambil tali dan mengikat Len di bawah pohon jeruk.
"Woi woi... gue diapain nih?" tanya Len sambil berusaha melepaskan diri.
"Udah diem aja." Lanjut Rin masih mengikat adiknya dibantu Miku.
"Selesai." Ucap Rin puas setelah mengikat adiknya.
"Nah, Miku lu taruh tuh kamera di sebelah sana, sana, dan disana, oh 1 lagi disini." Ucap Rin sambil memberi petunjuk kepada Miku.
"OK bos!" Lalu Miku melaksanakan apa yang disuruh Rin tadi.
"Woi kayak mau uji nyali aja pake kamera." Ucap Len yang masih belum sadar kalau dia adalah korban ke-stres-an Rin dan Miku. :D
"Emang iya, dan lu sebagai pesertanya." Ucap Rin santai.
"UAPA?!" teriak Len. "GAKK MAUU! GUE TAKUT HANTUU!" lanjutnya. Tapi kakaknya malah senyum-senyum GJ diikuti tawa Miku.
"LEPASKAN GUE!" teriak Len lagi.
"Ok, tapi tunggu jam 4 dulu yah." Ucap Miku dengan senyumnya.
"JAM 4? Sekarang kan masih jam 8 malam!" protes Len.
"Lu takut sama hantu?" tanya Rin datar.
"IYA!" teriak Len masih protes.
"Ok." Ucap Rin lalu pergi bersama Miku kembali ke ruang tamu dan menyalakan peralatan uji nyali yang entah kapan sudah ada disana.
"JANGAN TINGGALIN GUE!" teriak Len lagi, tapi kakaknya pura-pura gak dengar sambil cekikikan bersama Miku. Wkwkwk. :D
-0o0-
Uji nyali pun dimulai...
Jam 8 malam...
"Dasar kakak aneh, baka, gak berperi kemanusiaan dan peri keadilan dan perjuang-eh? Kok gue malah baca teks UUD? KAKAAKK! LEPASIN GUE!" teriak Len GJ.
-0o0-
Jam 9 malam...
KRESEK
KRESEK
"Eh apa tuh?" tanya Len waspada. Lalu dia melihat ke asal suara.
"Meooww."
"WAHHHH-eh? Oh hai neko-chan, apa yang kau lakukan di kebun malam-malam gini?" tanya Len pada kucingnya.
"Gue mau nakutin elu, hihihi." Ucap si Kucing. #lho?
"Oh cuma mau nakutin gue, gue kira ada ap—WAAAHHHHH!" teriak Len yang baru sadar kalau kucingnya bisa bicara lalu berubah menjadi sosok mbak kunti dan pergi lagi entah kemana. Rin dan Miku ngakak melihat adiknya ketakutan dari ruang tamu. :D
-0o0-
Jam 10 malam...
"Tenang...tenang..., itu tadi cuma hulasanisi." Ucap Len berusaha tenang.
"Halusinasi yang bener dek." Ucap sosok disamping Len.
"Oh iya itu maksud sa...ya...?!" ucap Len dengan muka pucat. Lalu dia menoleh dan mendapati sesosok hantu tanpa kepala.
"AAAHHH!"
Rin dan Miku kembali ngakak sampai jatuh dari sofa. :D
-0o0-
Jam 11 malam...
"Dingin banget sih. Brrrrr." Ucap Len kedinginan.
"Dingin yang bang?" ucap sebuah sosok lagi.
"Iya nih." Ucap Len yang masih belum sadar karena dia sedang melihat kebawah.
"Mau sate gak bang?" ucap sosok itu lagi.
"Hah, sate? emang malam-malam gini mbak masih jual...an... SATEEEE-eh? SETAAAANN!" teriak Len lagi sambil menendang tuh gerobak sate dan menimpa si mbak kunti. Hahaha. :D
Rin dan Miku sudah sakit perut gara-gara ngakak sampai berlinang air mata. :D
-0o0-
Jam 12 malam...
"Makin malam makin seram aja nih." Kata Len yang sudah kembali tenang.
Tut tut tut
"Eh apa'an tuh?" Lalu dia melihat ke sekeliling dan menemukan sesosok perempuan berambut hitam panjang.
"Mbak, ngapain malam-malam begini?" tanya Len.
"Gini dek, kan gue mau update status, tapi sinyal dibawah sana gak ada, jadi ya gue naik aja keatas." Ucap si mbak itu sambil menunjuk sebuah kuburan.
"WHAT THE HEAVEEENNN!" teriak Len lagi, sambil berusaha melepaskan diri. Dia masih terikat di bawah pohon jeruk. Rin dan Miku ngakak sampai jungkir balik. Wkwkwk. :D
-0o0-
Jam 1 malam...
"Gila tuh mbak kunti." Gerutu Len sambil berusaha menggaruk kepalanya yang gatal tapi gak bisa karena masih terikat.
"Uhh gatel nih." Ucap Len masih berusaha menggaruk kepalanya yang gatal.
"Mau gue bantu gak?" tawar sosok disamping kanan Len.
"Boleh." Ucap Len ceria sambil menengok ke samping kanan.
"..." Len langsung bermuka pucat.
"Jadi bagian mana yang mau di garuk?" tawar sosok itu lagi dengan tersenyum.
"T-t-t-ti-ti-tidak j-j-ja-jadi deh.. hehe..hehe...?" Len tergagap ketika melihat sosok hantu tanpa kepala sambil membawa sebuah garpu taman.
"KYAAAAAAAAHHH!" teriak Len lagi. Si hantu cekikikan gak jelas lalu menghilang.
Rin dan Miku sempat ketakutan tapi langsung ngakak lagi begitu melihat Len berteriak kayak cewek mau di *piipp*. :D
-0o0-
Jam 2 malam...
"Riiinnnn...Mikuuuu...lepasin gueee..." Ucap Len pasrah karena dia sekarang dikelilingi oleh anak-anak kecil. Eitss tapi kok mereka cuma pakai CD dan gundul semua ya? Hahaha. :D
Rin dan Miku sudah gak kuat nahan sakit perut gara-gara kebanyakan ngakak. :D
-0o0-
Jam 3 malam...
"Udah jam berapa nih? Gue lapeerrrr..." Ucap Len lemas. Dia belum makan dari kemarin sore.
"Laper bang?" tanya sosok disamping Len.
"Iya." Jawab Len lemas.
"Mau makan gak?" tanya sosok itu lagi.
"Emang lu bawa apa?" tanya Len gak sadar karena dia kelaparan jadi cuma bisa menundukkan kepalanya.
"Nih." Ucap sosok tersebut sambil meletakkan sepiring nasi goreng di depan Len.
"Wah terima kasih." Ucap Len ceria karena mendapat makanan lalu menyendok nasi goreng tersebut.
"Eh... kok nasinya bergerak-gerak mbak...?" Wajah Len kembali memucat ketika dia menoleh ke sosok 'dermawan' pemberi nasi goreng itu, lalu dia melihat ke arah nasi goreng yang ternyata adalah ulat-ulat yang masih hidup!.
"GYYYYAAAHHHHH!" teriaknya lagi yang entah sudah ke berapa kali sambil menendang jauh-jauh tuh nasi goreng bajakan.
Rin dan Miku muntah-muntah melihat ulat-ulat itu. :D
-0o0-
Jam 4 malam...
KUKURUYUUKKK
"Whaa sudah jam 4 nih, asekkkk gue berhasil cuy." Kata Len semangat karena berhasil melewati uji nyali dadakan malam ini.
"Wah udah selesai ya. Kalo gitu ini hadiah dari kami." Ucap sosok hantu tanpa kepala tadi sambil memberi Len sebuah benda bulat yang ternyata adalah kepalanya!.
"TIDAAAKKK! KAKAK CEPAT LEPASIN GUEE!" teriak Len yang membuat para hantu ketakutan. #lho?
-0o0-
Rin dan Miku menuju lokasi uji nyali.
"Gong sudah berbunyi tanda uji nyali telah selesai, bisa anda ceritakan apa saja yang anda alami selama uji nyali disini?" tanya Rin ala reporter sambil menahan tawanya.
"LU BERDUA KAN UDAH TAU! LEPASIN GUE SEKARAAAANG!" teriak Len frustasi.
"HAHAHAHAHAHA!" tawa Rin puas melihat adiknya hampir menangis.
"Pffttt, AHAHAHAHAHA!" Miku ikut-ikutan.
"KALIAN KEJAM... hiks..." teriak Len masih dalam posisi yang sama, diikat di bawah pohon jeruk. Oh! Dia menangis pemirsa. Wkwkwk. :D #dibakarLen
"Gyahahahahaha." Rin malah semakin tertawa GJ sambil guling-guling di tanah.
"Eh apa'an nih?" Ucap Rin ketika dia menemukan sesuatu di tanah. Dia pun mengambilnya.
"Tangan...?" Ucap Rin bingung.
"Tangan siapa tuh?" tanya Miku yang ikut bingung.
"..." Lalu mereka berdua diam sejenak.
"AAAAAAAHHHHH!" teriak mereka berdua lalu lari kembali kedalam rumah meninggalkan Len yang masih terikat.
"WOII JANGAN TINGGALIN GUE!" Len meronta ketakutan.
Para hantu yang bersembunyi dibalik semak-semak pada ngakak semua. :D
Wkwkwk. :D
-0o0-
Kesimpulan :
Uji nyali bisa menghilangkan (baca:menambah) stres setelah Ulses!
Hahaha. :D
T~B~C
.
.
.
Review boleh, gak review gak boleh. :D
.
Semua kritik diterima disini.
.
.
.
Preview Ch. 8 :
Hari ke-6 Ulses buat Vocaloid Academy.
"Napa lu, sakit?"
"Gue ngantuk..hoaamm...dan laperrr."
"Terima kasih."
"WAAHHH!"
"H-haah...i-itu..."
