A/N : Bales review dulu.
To akanemori di Ch. 14 :
Hahaha. :D
*para murid melompat senang*
Arigato~.
-0o0-
To akanemori di Ch. 15 :
Gak apa-apa, ini kan dunia fiksi, apapun bisa terjadi. XD
Sudah update~
Arigato~.
-0o0-
To CoreFiraga :
Hihihihihihihi... *mbak kunti ikut ketawa*
All chara : *kabur*
Sudah update~
Arigato~.
-0o0-
To Shiyoko Miki-chan:
TO? Semoga lancaarrr, dan kalau perlu, pakai ide 'cemerlang' yang ada di fic ini. :D *ajakan sesat*
Sudah lanjut~
Arigato~.
-0o0-
To Karen White :
Anda masih 'normal', saya di atas 'normal', wkwkwkwk. XD #dor
Sudah update~
Arigato~.
-0o0-
To UsamiNekoBaaka :
Terima kasih atas dukungannya, Neko-san~. :)
Itu karena ini kelas 'ajaib'. :D
Mungkin akan lebih dari 20 chapter, ada side story yang akan di tambah... mungkin... hehehe... #dor
Hai'~
Arigato~.
-0o0-
To Mikan chanX3 :
Lulus gak ya? :D *dihajar satu kelas*
Jawabannya ada di bawah ini. *nunjuk ke bawah*
Arigato~.
Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Gakuen, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.
Ulangan Semester
.
Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.
Warning : Gaje, pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll, dst, dsb.
.
.
Don't like? Must Like! Hahahaha... #gue serius!
.
[ All in normal pov ]
Remidi Ulangan Semester yang sangat 'normal' telah selesai kemarin, entah berhasil atau tidak tapi hari ini adalah pengumuman hasil remidi. Rasa deg-deg-an kembali menyerang para remaja-remaja ajaib ini. Bagaimana hasil remidi mereka? Check this out!
-0o0-
Di sebuah jalan setapak yang bernama jalan sempit gang buntu- (Len : nama jalan yang aneh -_- | Nova : gue lagi narasi nih! | Len : narasi, narasi aja, napa lu sewot | Nova : lu ganggu tau! | Len : ya udah jangan ganggu aku -_- | Nova : siapa yang ganggu luuuu! *angkat meja makan* | Len : *kabur* )
Ulang narasi...
Di sebuah jalan setapak yang bernama jalan sempit gang buntu- (Rin : nama jalan yang aneh -_- | Nova : grrr... gue bakar jeruk lu! | Rin : *gasp* jangaann... *nangis lalu kabur* | Nova : -_- )
Ulang narasi (lagi)...
Di sebuah jalan setapak yang bernama jalan sempit gang buntu- (Miku : na- *mau komen* | Nova : nani Miku-cha~n~~? *smile* *bawa 3 pedang* | Miku : *gulp* na-nani mo nai *kabur* | Nova : ... )
Ulang narasi (lagi (dan lagi))...
Di sebuah jalan setapak yang bernama jalan sempit gang buntu, *lihat kanan kiri* terlihat sesosok karakter berambut ijoo... mantappp... hot... :D #plak #digorengMiku #dilindasLenRin
Ulang narasi (lagi (dan lagi (dan lagi lagi)))...
Di sebuah jalan setapak yang bernama jalan sempit gang buntu, terlihat sesosok karakter berambut hijau ber-twin-tail panjang yang sedang berjalan dengan santai. Dia memakai seragam Vocaloid Gakuen, yang berarti dia adalah salah satu murid disana. (Len : ya pastilah -_-)
Sesekali Miku bernyanyi-nyanyi kecil sambil terus berjalan tanpa memperhatikan keadaan sekeliling nya.
"Doushitara~" Miku bernyanyi kecil sambil melompat.
"Dousureba~" Menari kecil...
"Naite nanka~" Tersenyum simpul...
"Nain dakara ne~" Kemudian sambil menutup mata...
"Daisuki-AAAH!" Miku mulai menghayati lagunya, tapi-
BYUR
-Miku tidak memperhatikan ada lubang di jalan. Miku pun jatuh ke dalam lubang yang berisi air. Tak lama kemudian Miku berdiri dan pulang kembali kerumahnya untuk berganti pakaian dan berjalan ke sekolah lagi dengan benyanyi kecil seperti tadi seolah tak terjadi apa-apa. Jika ada orang yang melihatnya pasti akan menganggap bahwa orang ini gila. Wkwkwkwk. :D #dibakarMiku
Oke abaikan narasi yang diatas, dia bernama Hatsune Miku. Seseorang yang ceria di luar dalam. (Len : emang tambal ban? -_-)
"Kira-kira berhasil gak ya...?" Tanya Miku pada dirinya sendiri sambil berjalan menuju sekolah ter-'ajaib'-nya, Vocaloid Gakuen. Di perjalanan dia melihat dua sosok remaja berambut blonde yang berdiri di depan sebuah cafe. Miku pun menghampiri mereka.
"Hai Rin~, Lenny~." Sapa Miku pada dua remaja blonde di depannya. Yang merasa dipanggil langsung menoleh dan mendapati teman mereka berlari menuju tempat Rin dan Len berdiri.
"Hai Miku~." Ucap Rin ceria.
"Hai." Ucap Len gak semangat.
"Kalian ngapain disini?" tanya Miku.
"Ini, Rin mau-hmphh!" jawab Len tapi Rin buru-buru membungkam mulut adiknya.
"Ehehehe..." Rin tertawa Gaje dan memberi tatapan 'jangan-bilang-baka!' kepada Len. Miku sweatdrop. Len sesak nafas. (Nova : Ambulan mana Ambulan... XD )
"Bukan apa-apa kok, udah ayo berangkat, ntar telat terus di 'apa-apain' lagi sama si Otaku Kepsek." Ucap Rin sambil mendorong Miku berjalan menuju sekolah, diikuti Len di belakang mereka dan diikuti lagi oleh mbak kunti di belakang Len. Len merinding gak jelas selama di perjalanan menuju sekolah. :D
-0o0-
Di sekolah...
"Sepi amat nih sekolah, belum ada yang datang nih." Ucap Len menyadari kalau hanya ada mereka bertiga dan beberapa murid yang sekelas dengannya.
"Yang masuk kan cuma kelas X-D aja." Ucap Rin sambil mengupas jeruk yang diambilnya tadi dari kebun sekolah. #hah?
"Hmm... Enal uga... (benar juga)." Ucap Miku sambil mengunyah negi-nya.
"Miku, jangan bilang kalau kau juga 'mengambil' negi itu dari kebun sekolah?" tanya Len sweatdrop.
"Ehehehehehe..." Miku hanya tertawa Gaje. Len memutuskan untuk mendahului Rin dan Miku yang masih asik dengan 'dunia' mereka ke kelas X-D.
TOK TO-
KRIEETT
BRAK
"Eh...!" Len sweatdrop ketika dia mengetuk pintu kelasnya, namun pintu kelasnya (yang sudah hancur) tiba-tiba jatuh ke lantai. Len mengangkat pintu itu dan memasangnya kembali, lalu berjalan dan duduk di kursi nya seolah tak terjadi apa-apa.
Tak lama kemudian kejadian yang sama terulang ketika Rin mengetuk pintu kelas. Len hanya bisa menahan tawa melihat raut muka kakaknya yang ketakutan.
"Len, bantuin napa!" Ucap Rin sambil meng-glare adiknya.
"Hahahahahahaha—OK GUE BANTU!" Len yang awalnya tertawa langsung berdiri dari tempat duduknya sambil mengangkat kedua tangan ketika Rin memasang pose kamehameha.
"Nah gitu dong." Ucap Rin setelah Len memasang kembali pintu kelas yang (memang) sudah rusak. Lalu mereka duduk di tempat masing-masing. Murid-murid yang lain juga sudah datang.
-0o0-
"Rencana kemaren berhasil gak ya?" tanya Rin sambil menghadap ke belakang.
"Mungkin saja..." Ucap Miku tak yakin dengan rencana mereka kemarin. Bisa saja si Otaku Kepsek pura-pura baka atau memang beneran baka. #dihajarKepsek
"Tapi melihat keadaan si Otaku Kepsek kemaren, ide 'cemerlang' kita gak akan ketahuan deh." Len ikut berbicara.
"Gue harap juga gitu." Sambung Rin.
Tak lama kemudian, si Otaku Kepsek datang ke kelas mereka.
"Tuh yang dibicarain datang, panjang umur dia." Ucap Len sambil menghadap ke depan diikuti kakaknya. Len, kau sangat 'sopan' terhadap Kepsek mu ya? :D
"Ehem, ok anak-anak, sepertinya kalian sudah tidak sabar dengan hasil remidi kalian masing-masing. Hehehehe." Si Otaku Kepsek mulai ber-'pidato'. Para murid memutar bola mata mereka. Sudah jelas kan?
"Ok, yang namanya di panggil maju ke depan." Lanjut si Otaku Kepsek.
Kemudian satu per satu murid X-D di panggil dan di beri sebuah amplop berwarna putih. Kemudian mereka duduk kembali dan membuka amplop tersebut, 5 detik kemudian sebuah senyum dan kebahagiaan terlukis di wajah mereka. Rin dan Len penasaran dengan isi dari amplop tersebut, tapi mereka yakin kalau ide 'cemerlang' mereka kemarin membuahkan hasil. Rin dan Len ikut tersenyum.
'Yes!' batin mereka berdua senang.
"Hatsune Miku." Ucap si Otaku Kepsek.
"Hai'~." Jawab Miku ceria sambil berdiri dari kursi nya dan maju ke depan.
"Ini." Si Otaku Kepsek menyerahkan sebuah amplop berwarna hijau. Miku pun heran dan memutuskan untuk bertanya.
"Em, Pak... kok warna amplop saya beda dengan yang lain?" tanya Miku.
"Oh, itu karena tadi pagi pas saya berkeliling, saya lihat ada 2 makhluk aneh yang sedang makan negi dan orenji di kebun sekolah." Jelas si Otaku Kepsek.
'Dasar Kepsek aneh, apa hubungannya coba..." Batin Miku heran sambil kembali ke tempat duduknya.
'Eh.. tunggu dulu... 2 makhluk aneh yang sedang makan negi dan orenji di kebun sekolah... itu kan...' Kemudian Miku melakukan ritual headbang di meja nya, sadar dengan maksud dari ucapan si Otaku Kepsek. Miku membuka amplop tersebut dan menarik kertas yang juga berwarna hijau di dalamnya.
"...!"
"Ada apa Miku?" tanya Rin sambil menghadap ke belakang.
"Iie, na-nani mo nai." Jawab Miku sambil buru-buru memasukkan kembali kertas hijau itu ke dalam amplop.
"Boleh ku lihat apa isinya?" Tanya Len yang juga penasaran.
"Tunggu giliran kalian di panggil dulu baru ku beri tau punya ku." Ucap Miku. Kagamine Twins mengangguk.
"Kagamine Len." Ucap si Otaku Kepsek. Len berdiri dari kursi nya dan maju ke depan.
"Ini." Ucap si Otaku Kepsek lagi. Kali ini Len menerima amplop berwarna kuning. Len pun juga heran sama seperti Miku tadi.
"Ano... kenapa warnanya kuning?" tanya Len heran.
"Oh, itu... gue kehabisan amplop tadi. Hehehehe." Jawab si Otaku Kepsek yang dijawab dengan tatapan 'dasar-kepsek-pelit!' oleh Len yang dijawab lagi oleh si Otaku Kepsek dengan tatapan 'emang-gue-bapak-lu?'. Len pun duduk kembali di kursi nya.
"...!"
Len memperlihatkan ekspresi yang sama dengan Miku saat dia membuka amplopnya. Di dalam amplop kuning nya ada kertas yang juga berwarna kuning yang bertuliskan sesuatu. Rin yang duduk di sampingnya pun mengintip sedikit, tapi Len buru-buru memasukkan kertas kuning itu ke dalam amplop.
"Napa sih? Gue kan juga pengen lihat." Ucap Rin emosi. Tapi sebelum Len sempat menjawab, nama kakaknya di panggil si Otaku Kepsek.
Rin maju ke depan dan menerima amplop yang juga berwarna kuning sama seperti Len. Rin mau protes juga tapi si Otaku Kepsek memberi tatapan 'lu-mau-protes-juga?' yang di balas Rin dengan tatapan 'gue-geass-lu!'.
Kemudian...
[...Masuk ke dunia tatap-menatap-ketatap(?) antara Rin dan Otaku Kepsek...]
'Rinnouch vi Kagaminnea memerintahkan mu untuk-' – Rin.
'Untuk apa?' – Kepsek.
'Untuk memberikan alasan kenapa-' – Rin.
'Alasan apa?' – Kepsek.
'Kenapa warna amplop ku ber-' – Rin.
'Memang kenapa dengan warna amplop mu?' – Kepsek.
'Jangan memotong-' – Rin.
'Memotong apa?' – Kepsek.
[...Kembali ke dunia nyata...]
"..."
Rin hanya bisa tertunduk lesu sambil berjalan ke kursi nya. Dia kalah beradu mata dengan si Otaku Kepsek. Wkwkwkwk. :D #dilindasRin
"Napa lu?" tanya Len melihat kakaknya bermuka suram.
"Gue... Kepsek... potong..." Rin hanya bergumam gak jelas. Len hanya sweatdrop.
Kemudian Rin membuka amplop yang di terimanya. Sama seperti Len, di dalamnya juga ada kertas berwarna kuning.
"...!" Adalah ekspresi yang sama dengan Miku dan Len ketika Rin membaca tulisan yang ada di kertas itu. Len memilih diam dan menunggu hingga semua murid di panggil.
"Ok, yang mendapat amplop putih bisa langsung pulang ke rumah masing-masing." Ucap si Otaku Kepsek dengan senyum 1 juta artinya. Murid-murid yang mendapat amplop berwarna putih berdiri dari kursinya dan pulang ke rumah masing-masing. Menyisakan Len, Rin, dan Miku di dalam kelas. Ketiganya cengo di tempat. :D
Si Otaku Kepsek berdiri dari kursi nya dan hendak pergi, tapi Rin dan Len bertanya serempak.
"Lah terus kita gimana pak?" tanya Kagamine Twins.
"Kalian tunggu disini, nanti saya kembali lagi." Ucap si Otaku Kepsek lalu berjalan ke luar kelas X-D. Mereka bertiga saling pandang dan mengangkat bahu.
-0o0-
Oh ya kalian pasti penasaran apa isi dari amplop mereka?
Ini milik Miku.
"Selamat!"
Anda telah berhasil menempuh Remidi Ulangan Semester dengan sangat 'cemerlang'.
Tapi,
Karena ada sedikit masalah di kebun sekolah,
Dimana ada ladang negi yang tiba-tiba hilang dalam semalam,
Anda akan saya beri tugas tambahan.
By. The Great Emperor Otaku Kepsek
.
.
-0o0-
Ini milik Len.
"Congratulation!"
Anda telah berhasil menempuh Remidi Ulangan Semester dengan 'sangat' baik.
Tapi,
Karena kakak anda telah 'memetik' jeruk di kebun jeruk saya,
Anda akan saya beri tambahan tugas.
By. The Great Emperor Otaku Kepsek
.
.
-0o0-
Ini milik Rin.
"Omedetõ!"
Anda telah berhasil menempuh Remidi Ulangan Semester dengan 'sangat' baik dan 'cemerlang'.
Tapi,
Karena kemarin malam saya tiba-tiba kehilangan 1 buah jeruk beserta pohonnya di kebun jeruk saya,
Anda akan saya beri tambahan tugas.
By. The Great Emperor Otaku Kepsek
.
.
-0o0-
Hening~
"Rin/Miku/Len..." Len memanggil kakaknya, Rin memanggil Miku, dan Miku memanggil Len. Kemudian ketiganya tertunduk sambil menggenggam erat kertas ditangan mereka masing-masing.
"OTAKU KEPSEEEEKKKK! Teriak Rin dengan gaje-nya. :D
"KENAPA GUE BISA KETAHUAAAAANNN!" Miku frustrasi karena ketahuan 'mengambil' negi milik si Otaku Kepsek di kebun sekolah. :D
"KENAPA GUE KENA JUGAAAAAAA!" Len sudah melakukan ritual headbang di tembok terdekat. :D
"Hihihihihihihihihihi..." Mbak Kunti ikut ketawa dari balik pintu kelas. Len merinding gak jelas lagi. :D
Wkwkwkwk. :D
-0o0-
Kesimpulan :
Hati-hati dengan apa yang anda lakukan di wilayah Otaku Kepsek.
Waspadalah!
Waspadalah!
Hahaha... :D
T~B~C
.
.
.
Review boleh, gak review gak boleh. :D
#gue duarius!
.
Semua kritik diterima disini.
Ayo! Utarakan suara anda dan sukses kan pemilukadal(?) fic ini. :D
#gue tigarius!
.
.
.
Preview Chapter 17 :
Apa yang akan di lakukan si Otaku Kepsek kepada tiga remaja ajaib ini?
"Si Otaku Kepsek bikin gue frustrasi aja!"
"Gue pengen nge-smackdwon dia!"
"Kenapa gue kena juga..."
BRAK
"Kalian harus..."
