A/N : Bales review ada di bawah.
Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Gakuen, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.
Ulangan Semester
.
Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.
Warning : Gaje, Typo (kalau ada), pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll, dst, dsb.
.
.
Don't like? Must Like! Hahahaha...
#gue serius!
.
[ All in normal pov ]
Seharusnya sekarang atau lebih tepatnya 3 hari yang lalu adalah waktu liburan dan bersantai bagi murid-murid Vocaloid Gakuen, tapi semua berubah saat si Otaku Kepsek menyerang.
Para murid bersusah payah untuk melawan si Otaku Kepsek dengan ide-ide 'cemerlang' mereka, tapi usaha mereka sia-sia karena si Otaku Kepsek masih bisa berdiri di puncak.
Hanya si Game Maniac Wakil Kepsek yang dapat menghentikan serangan si Otaku Kepsek, namun... disaat murid-murid membutuhkannya, dia malah 'tidur'. :D
100 tahun dikurangi 99 tahun dan 355 hari telah berlalu semenjak si Otaku Kepsek menyerang murid-murid kelas X-D dan hampir memperoleh kemenangan, harapan untuk kedamaian pun mulai pudar. Hingga muncul 3 karakter yang membawa harapan baru bagi mereka, The Twin Kagamine dan Hatsune Miku.
~Jeng jeng jeng jeng~
-0o0-
"Apa'an si Author itu, pake narasi gak jelas lagi."
Komentar yang 'baik' Rin...
"Dia gak bisa baca situasi ya."
Aku tahu apa yang kau rasakan Len... :)
"..."
Heh? Kau tidak ikut komen Miku?
Dan di sinilah 3 karakter yang ku sebutkan tadi. Terkurung di kelas mereka sendiri akibat tindakan 'cemerlang' mereka, sekarang mereka harus tinggal di kelas X-D sampai si Otaku Kepsek kembali dari 'urusan'-nya.
Mereka sedang menunggu si Otaku Kepsek di kelas mereka selama 1-ah tidak 3 jam lebih... dan itu membosankan.
-0o0-
"Si Otaku Kepsek bikin gue frustrasi aja!"
Aku tau yang kau rasakan Miku.
"Gue pengen nguliti dia!"
Rin, bisa kah kau 'normal' sehari saja? :D
"Kenapa gue kena juga..."
Itu lah gunanya saudara Len, susah dan senang di tanggung bersama. :) #dilindasLen
BRAK
Pintu kelas di buka oleh seseorang, menampakkan seorang pria berumur 40 tahun, mungkin...karena tidak ada yang tahu umur Kepsek berapa. Sepintas Len melihat bayangan putih di belakang si Otaku Kepsek dan merinding gaje lagi. :D
Si Otaku Kepsek membawa setumpuk lembaran kertas di kedua tangannya. Kemudian menjatuhkan kertas-kertas itu di meja Kagamine Twins.
Len, Rin, dan Miku heran dan saling pandang.
"Sebagai hukuman karena kalian telah mengacau di kebun sekolah..." Si Otaku Kepsek mulai ber-'pidato'. Para remaja ajaib di depannya mengeratkan gigi mereka masing-masing. :D
"Kalian harus..." Si Otaku Kepsek menjeda kalimatnya, biar lebih menegangkan dan itu berhasil. Miku mulai berkeringat dingin. Len bersiap dengan sharingan-nya. Rin mengambil kunci Roadroller di dalam saku nya. :D
-0o0-
"Panaaaasssss..." Keluh Len selama membersihkan atap sekolah. Padahal dia sudah melepas semua pakaian-err...hanya bajunya saja. Tenang saja, gak ada yang melihat kok.
"Hihihihihihi." Len mendengar suara aneh dan mempercepat pekerjaannya.
Yup, gak ada yang melihat Len, kalau mengintip sih ada satu, dari tadi pagi malah. Kalian pasti sudah tau siapa/apakah dia. :D
Len? Dia sedang membersihkan atap sekolah karena pilihan 'cemerlang' nya.
Flashback on
"Kalian harus mengerjakan 1000 soal dari masing-masing subyek Ulangan Semester kemarin." Ucap si Otaku Kepsek dengan evil aura nya. Para remaja ajaib di depannya hanya diam membisu. Serius? 1000 soal dari masing-masing subyek Ulangan Semester? Aku aja gak sanggup.
"Atau..." Si Otaku Kepsek mengeluarkan sebuah amplop berkilau berwarna emas.
"Kalian pilih apa yang ada yang ada di dalam amplop emas ini." Lanjut si Otaku Kepsek.
Miku terlihat menimbang-nimbang tawaran si Otaku Kepsek. Jiwa 'pengepul'-nya bangkit. :D #dihajarMiku
'Bisa saja itu jebakan.' Pikir Miku.
Rin, sama seperti Miku, tapi dia punya pemikiran yang berbeda.
'Warnanya emas, jangan-jangan itu tiket ke pulau Jeruk 1000 rasa(?)." Pikirnya senang.
Rin, mana ada jeruk 1000 rasa... *sweatdrop*
Len, dia terlihat berpikir sebentar.
'Kalau harus mengerjakan 1000 soal bisa hilang liburan ku, tapi amplop itu...' Len mendongak dan melihat si Otaku Kepsek yang tersenyum menanti jawaban para remaja ajaib di depannya sambil mengibaskan amplop berwarna emas di tangannya.
'Tak masalah, aku bisa menggunakan-'
"Oh, dan jangan harap trik mata kalian akan bekerja padaku untuk yang kedua kalinya." Pikiran Len terpotong oleh 'pidato' si Otaku Kepsek.
'Heh? Dia bisa baca pikiran!' Len panik. 'Tidak ada pilihan lain...'
Len pun mengangkat tangan kanan nya.
"Pak. Kami pilih amplop itu!" seru nya dengan lantang. Miku dan Rin menoleh dengan ekspresi heran.
"Yakin?" tanya si Otaku Kepsek. Len terlihat berpikir lagi lalu menoleh ke arah Rin dan Miku dan mengaktifkan sharingan-nya.
-0o0-
[...Masuk ke dunia ajaib bin aneh by Kagamine Len...]
"Apa maksud lu?" tanya Rin protes.
"Lu mau bunuh kita?" Miku juga bertanya dengan nada khawatir.
"Woowoo, santai. Ini juga aku terpaksa." Jawab Len dengan mengangkat kedua tangannya.
"Jadi apa maksud lu memilih amplop emas itu?" tanya Rin lagi.
"Memang kalian mau mengerjakan 1000 soal dari masing-masing subyek Ulses kemarin?" pertanyaan Len membuat Rin dan Miku diam.
"Ya gak lah." Ucap Miku. Di ikuti anggukan Rin.
"Kalau begitu kita terima saja amplop emas itu, mungkin isinya tidak seburuk yang kita pikirkan." Ucap Len berusaha meyakinkan Rin dan Miku.
Rin dan Miku terlihat berpikir sebentar lalu mengangguk bersama.
"Baiklah." Ucap Miku. Len tersenyum.
"Tapi kau harus menjadi ketua!" Ucap Rin.
"Heh? Ketua? Apa hubungannya?" tanya Len bingung.
"Buat jaga-jaga aja. Lagi pula kau kan yang punya ide." Ucap Rin menjelaskan.
"Terserah. Deal nih?" Ucap Len sambil bertanya yang dijawab anggukan oleh kakaknya.
[...Kembali ke dunia nyata...]
-0o0-
"Yakin?" tanya si Otaku Kepsek lagi.
"Sangat yakin." Jawab Len cepat.
"Baiklah. Ini." Ucap si Otaku Kepsek sambil menyerahkan amplop berwarna emas kepada Len. Kemudian pergi entah kemana.
Mereka pun membuka isi amplop itu.
"TRAAAAPPPPP!"
Karena kalian sudah memilih amplop ini, maka kalian harus :
Membersihkan WC sekolah, Atap sekolah, Aula sekolah, Gedung Olah Raga dan Lapangan sekolah setelah membaca isi amplop ini!
Jika kalian menolak, kalian tidak lulus!
No Protes! And No Comment!
NB: Kalian boleh menginap di sekolah jika perlu.
Hwehehehehehehehe... :D
.
.
Miku dan Rin meng-glare Len, Len hanya tertawa gaje.
Mereka dihukum membersihkan wc, atap sekolah, aula, gedung olah raga dan lapangan setelah pulang sekolah. Vocaloid Gakuen sangat besar dan luas, wilayah sekolahnya saja 100 Hektar itu pun belum termasuk hutan kecil dibelakang sekolah. Bisa dipastikan mereka akan menginap di sekolah malam ini.
Kemudian mereka bertiga berunding untuk membagi tugas. Miku membersihkan bagian gedung olah raga, Rin membersihkan bagian aula, sedangkan Len sendiri yang harus membersihkan wc dan atap sekolah. Untuk lapangan mereka sepakat membersihkan nya bersama-sama.
-0o0-
"Hey hey hey, tunggu dulu. Kenapa bagian gue paling banyak, dan lagi, atap sekolah itu sangat luas!" Len protes pada mereka berdua.
"Lu kan ketua, jadi lu mendapatkan bagian lebih." Kata Rin santai. "Selain itu bukannya lu yang mengambil amplop gak jelas itu?" lanjutnya.
"Gue kan gak tau kalau isi amplop nya begini, huweeeee" Len nangis guling-guling dilantai. :D
"Sabar... sabar..." Kata Miku sambil tertawa atau lebih tepatnya menertawai.
"Kita berkumpul lagi di lapangan pukul 3 sore, Jaa~." Dan mereka pun pergi meninggalkan Len sendiri. Len hanya bisa berdecak kesal sambil berjalan ke arah atap sekolah.
Flashback off
"Haahh... akhirnya selesai juga." Len bersandar di tembok atap sekolah sambil menghela nafas. Len melihat jam di tangan kanan nya.
"14:15." Dengan tenaga nya yang masih tersisa, Len bergegas menuju ke wc sekolah dengan lemas.
-0o0-
Di depan wc sekolah...
Len membuka pintu wc dan langsung menutup hidung nya rapat-rapat. Baunya 'harum' sekali! Tanpa menunggu suara aneh yang selalu mengganggu nya, Len bergegas membersihkan wc sekolah yang 'harum' itu.
-0o0-
Len masih terdiam di dalam wc kemudian berjalan pelan-pelan ke salah satu bilik warnet-eh? Bukaan! Bilik wc dan mengetuk pintunya.
"Tok tok, ada orang?" tanya Len gaje pada siapa pun yang mungkin ada di dalam.
Hening~
Tidak ada jawaban, Len melanjutkan ke bilik sebelah nya.
"Tok tok, ada orang?"
Hening~
Len beralih ke bilik ke tiga.
"Tok tok, ada orang?"
Hening~
Bilik ke empat.
"Tok tok, ada orang?"
Hening~
Bilik ke lima.
"Tok tok, ada orang?"
"Iya~."
"Oh." Lalu Len berjalan ke bilik ke enam.
"...!" Len berhenti lalu menoleh kebelakang.
"Tadi..." Len mundur 3 langkah dan berdiri di depan bilik ke lima. Tangan nya bergetar sambil mengetuk pintu lagi.
"Tok tok, ada orang?" tanya Len dengan ketakutan.
"Iya~." Jawab sebuah suara dengan nada aneh tapi familiar di telinga Len.
"...!" Len merinding kemudian dengan kecepatan superhuman nya dia telah selesai membersihkan wc sekolah.
WC telah bersih tapi 'orang' yang ada di bilik ke lima belum keluar juga.
'Apa dia ketiduran?' tanya Len dalam hati. Lalu Len berinisiatif untuk mengetuk pintunya lagi.
"Tok tok, ada orang?"
Hening~
"..." Len merinding lagi. Dia pun masuk ke bilik ke empat dan berjongkok.
"...!" Kaget dengan apa yang dia lihat. Tidak ada sepatu atau kaki atau apa pun di dalam bilik ke lima. (Rin : Len, lu pervert!) Lalu kembali ke depan bilik ke lima dan mengetuk pintu nya lagi.
"Tok tok, ada orang?"
Sekali lagi tidak ada jawaban.
'Perasaan tadi gak ada yang keluar deh.' Pikir Len dengan wajah aneh. Lalu Len membuka pintu bilik ke lima itu.
KRIET
'Tidak di kunci!' Len kaget. Kemudian mengintip sedikit dan membuka pintu nya lebar-lebar.
Kosong. Tidak ada siapa pun di dalam. Di atas nya juga tidak ada lubang ventilasi. Len semakin merinding. Lalu dia berbalik dan hendak keluar wc hingga sebuah suara menghentikan nya.
"Mau kemana bang~?" tanya sebuah suara yang di dengar nya tadi.
Len berbalik ke arah bilik ke lima dan mendapati seorang cewek manis dengan gaun putih yang menutupi seluruh tubuhnya, rambut hitam panjang dengan senyum bahagia nya duduk di atas kloset sambil melambaikan tangan kanan nya.
"Haii~~." Ucap 'orang' itu sambil tersenyum ceria.
"HAAAAAAAAAAAAA!"
BRAK
Len membanting pintu bilik ke lima dan pergi dari tempat aneh bin ajaib itu a.k.a. wc sekolah.
-0o0-
"Hah...hah...ha..."
Len melihat jam di tangan nya lagi.
"15:20."
"Hah ternyata membersihkan wc jauh lebih lama." Setelah selesai, Len langsung menuju ke lapangan sekolah.
-0o0-
Di lapangan...
Rin dan Miku sedang bersantai di bawah pohon sambil menanti seorang laki-laki berambut blonde.
"Kau telat 25 menit!" omel Rin begitu Len sampai di lapangan.
"Heh?" Len tak mengerti maksud kakak nya.
"Kau telat 25 menit!" ulang Rin kedua kalinya.
"Lalu?" Len bertanya lagi kemudian Rin memukul kepala nya.
"Baka! Bukan kah tadi sudah gue bilang kita berkumpul lagi di lapangan pukul 3 sore dan lu telat 25 menit." Omel Rin sambil memukul kepala Len untuk yang kedua kalinya.
"Adaw... hentikan memukul kepala gue, lagi pula gue kan membersihkan atap sekolah dan wc jadi ya agak lama." Protes Len sambil memegang kepala nya.
"Sebagai hukuman lu harus membersihkan lapangan ini sendirian!" perintah Rin dengan Geass-nya.
"WHAATT?" Len menolak pengaruh Geass kakak nya.
"KAU. HARUS. MEMBERSIHKAN. LAPANGAN. INI. SENDIRIAN." Kali ini Rin menekankan setiap perkataan nya dengan 1 Geass lagi yang mulai muncul di mata kanan nya.
"Tapi kan-" Len masih berusaha menolak.
"Tidak ada tapi-tapi-an, lebih baik kau mulai sekarang sebelum hari menjadi gelap!" perintah Rin masih dengan Geass nya.
"Mikuu..." Len beralih ke arah Miku dengan muka termelas yang pernah ada, berharap Miku mau membela nya.
"Sabar... sabar..." Miku hanya menepuk pundak Len.
'Itu tidak membantu sama sekali!' Jerit Len dalam hati.
Dengan berat hati dan tenaga yang masih tersisa, Len pun membersihkan lapangan sekolah sendirian. Malang sekali nasibmu Len. Wkwkwkwkwkwkw. :D #dilindasLen
-0o0-
Sebenarnya Rin sedikit kasihan dengan Len, sedikit lho, tapi Len tidak keberatan jadi ya sudahlah.
Sekarang Rin dan Miku, sedang duduk santai di bawah pohon apel di tepi lapangan. Melihat Len yang sedang membersihkan lapangan sekolah.
"Hey Rin, apa ini tidak keterlaluan?" Miku memulai pembicaraan.
"Tidak, malahan ini bagus, kita bisa istirahat." Jawab Rin sambil menyandarkan tubuh nya di pohon apel.
"Tapi kan ini bukan semuanya salah Len?" Respon Miku menoleh ke arah remaja blonde yang tidur di samping nya.
"Benar juga sih, ini semua bukan salahnya Len." Rin pun bangkit dari posisi nya.
"Baiklah ayo kita bantu, lagi pula Len sudah menyelesaikan 2/3 bagiannya-errrr... bagian kita. Hehehehe." Ucap Rin sambil tertawa.
"Ok!" ucap Miku bersemangat. Saat mereka berjalan menghampiri Len, tiba-tiba Miku berhenti berjalan.
"Hmm.. ada apa Miku?" Rin melihat ekspresi Miku yang sepertinya kebingungan.
"Rin, apakah sekolah kita memelihara seekor singa?" tanya Miku.
"Heh? Singa? Setahu ku tidak, emangnya kenapa?" Rin bertanya balik.
"Lalu itu apa?" kata Miku sambil menunjuk sesuatu di tepi lapangan. Rin menoleh ke arah yang di tunjukkan Miku.
"Whaaa!" Rin terkejut melihat ada singa di sana. Bulunya yang berwarna hitam dan mata yang berwarna merah terlihat ingin memangsa buruan nya.
"Miku, sepertinya itu bukan singa biasa." Ucap Rin sedikit ketakutan.
"Maksud mu?" tanya Miku heran.
"Lihat orang yang lewat tadi, sepertinya dia tidak melihat sesuatu di tepi lapangan, itu sangat aneh kan." Jawab Rin.
"Hmm, benar juga, jadi itu apa?" tanya Miku lagi.
"Mungkin itu Yõkai." Jawab Rin.
Oh iya aku lupa bilang kalau mereka juga bisa melihat hal-hal aneh, ajaib, dan gak jelas, mengingat mereka bersekolah di sekolah yang juga aneh, ajaib, dan gaje nya selangit. Hahaha. :D
"Tapi kenapa singa itu terlihat seperti sedang konsentrasi?" tanya Miku.
"Mungkin dia sedang belajar ilmu hipnotis." Jawab Rin dengan santai. Rin ingat dengan salah satu pesulap di acara tv yang selalu bergumam, "Konsentrasi..." dimana hasil sulap nya selalu gagal. :D
"Mungkin sedang mengamati mangsanya, dan mangsanya adalah..." Miku terkejut ketika mengikuti pandangan si singa gaje itu.
"LEN!" spontan Rin dan Miku berteriak kaget.
CUT!
Bersambung ke chapter selanjutnya. :D #dikroyokmassa
-0o0-
Kesimpulan :
Pikir lah baik-baik sebelum memilih! Semua kilauan itu bukanlah emas.
-Spongebob Squarepants.
Hahaha... :D
T~B~C
.
.
.
Review boleh, gak review gak boleh. :D
#gue duarius!
.
Semua kritik diterima disini.
Ayo! Utarakan suara anda dan sukses kan pemilukadal(?) fic ini. :D
#gue tigarius!
.
.
.
Preview Chapter 18 :
"LEN!"
"...!"
"Nama ku..."
A/N : Bales review~.
To Alfianonymous22 :
Gpp kok, dan iya, tapi aku gak tau judul filmnya apa, kalau anda tau PM pliss.
Hahaha, aku suka membuat Len sengsara. Wkwkwkwk. :D #dilindasLen
Fav? Boleh, silahkan, go ahead, dll. dst. dsb. :D
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To Karen White :
Gpp kok. :)
Kepsek : Yey~! *lompat gaje*
Len : *sweatdrop*
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To CoreFiraga :
Rin : gue begini karena Author!
Nova : *pergi*
Rin : woi! *naik RR*
VR? Pengen banget! *histeris* #dor
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To UsamiNekoBaaka :
Wakil Kepsek nya masih tidur~, kalau sifatnya, gak jauh beda sama si Otaku Kepsek. Wkwkwkwk. :D
Iya, hahahaha. :D
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To Minami no Hikari Kagamine :
Kepsek : Hemat pangkal Kaya. Hahahahaha :D
Murid-murid : *bawa peralatan perang*
Kepsek : *kabur*
Murid-murid : WOI!
Mbak Kunti itu fans beratnya Len, hehehehe. :)
Arigato~.
-0o0-
To Akane Machikana :
Thank you~ :)
Hai'. Ganbatte~ Ahahahaha. :D
Arigato~.
-0o0-
To Mikan chanX3 :
Mereka gak nyuri, hanya 'mengambil' aja kok. :D
Itu tugas mereka~. *nunjuk ke atas*
Arigato~.
-0o0-
To akanemori :
Hehehehehehehehehe~
Len : gue punya firasat buruk..
Rin : gue juga...
Nova : *masih ketawa*
Chapter khusus Otaku Kepsek? Mungkin ada nanti di Side Story...mungkin...kalau ada ide 'cemerlang'. :D #dihajarwarga
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To Shiyoko Miki-chan :
Kelamaan? WB nih... gomen~ orz *ngaku*
Hai' Ganbatte!
Arigato~.
-0o0-
To xkagaminex :
Thank you~ awas dikira orang gila. Hahahaha. :D #plak
Sudah update.
Arigato~.
-0o0-
To Viki-chan :
Aku suka membuat Len sengsara, hahahaha... :D #dilindasLen
Fans beratnya Len gak hanya di satu dunia aja. :D
Sudah lanjut.
Arigato~.
