A/N : Bales review ada di bawah.
Enjoy~
Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Gakuen, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.
Ulangan Semester
.
Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.
Warning : Gaje, Typo (kalau ada), pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll. dst. dsb.
.
.
Don't like? Must Like! Hahahaha...
#gue serius!
.
[ All in normal pov ]
Vocaloid Gakuen. Sekolah 'ajaib' bertaraf Ultra Universenational. Banyak rumor yang beredar di dalam maupun di luar sekolah. Sekolah dengan teknologi tercanggih (baca:gaje) yang pernah ada. Sekolah dengan top secret yang melegenda. Sekolah yang terkenal akan ke-'jenius'-an para murid-muridnya. Sekolah yang menjadi impian para murid dan guru. Tidak hanya fasilitasnya saja yang bintang 7, tapi juga keramahan serta 'keanehan' yang membuat sekolah ter-ajaib ini menjadi idaman.
Banyak rumor yang mengatakan kalau sekolah ini dibangun dengan bantuan makhluk halus... tapi semua berubah saat si Otaku Kepsek menyerang.
Seperti yang aku jelaskan di chapter sebelumnya bahwa bangunan sekolah yang pertama kali dibangun yaitu kelas X-D dilanjutkan dengan 'ruang rahasia' kemudian bangunan-bangunan yang umumnya tidak dimiliki oleh sekolah-sekolah lain. Lalu bagaimana kelas X-D dibangun padahal kelas X-D berada di lantai 2, kok bisa?
Ada 3 teroris-ehem... maksudnya ada 3 teori tentang itu.
Teori pertama, si Otaku Kepsek sengaja membangun pondasi utama untuk kelas X-A, tapi kelas X-A dibiarkan begitu saja, hanya ada tiang-tiang yang terbuat dari beton yang berdiri tegak di masing-masing sudut kelas. Selanjutnya si Otaku Kepsek meminta bantuan dari penyanyi negara kita tercinta, Indonesia, untuk mengecoooorr bagian atas bangunan kelas X-A sehingga menjadi 2 lantai. Dan barulah kelas X-D dibangun diatasnya dengan segala fasilitasnya yang ajaibnya selangit. :D
Teori kedua, kelas X-D awalnya di bangun di atas tanah yang labil, sehingga suatu hari ada gempa bumi berkekuatan -9,9 SR yang mengguncang area sekolah. Karena kekuatan gempa yang bernilai minus, bangunan kelas X-D tidak roboh atau hancur atau amblas ke dalam tanah, melainkan naik sampai 5 meter di atas tanah. Si Otaku Kepsek pun mendapat ide 'cemerlang' yaitu memanggil penyanyi lagi dari negara kita tercinta, Indonesia, untuk mengebooooorr tanah di bawah kelas X-D sehingga terdapat ruang di bawah kelas X-D yang selanjutnya digunakan untuk membangun kelas yang nantinya akan menjadi kelas X-A. :D
Teori ke tiga, si Otaku Kepsek memanggil si Avatar untuk menaikkan bangunan kelas X-D ke atas menggunakan pengendalian tanahnya... tapi gak jadi karena negara api menyerang. XD
Setelah kelas X-D dibangun, ruangan-ruangan (gaje) lainnya pun dibangun juga. Cara pembangunannya pun juga masih misteri.
"Satu lagi narasi gaje dari Author."
"Len, lu ngomong sendiri?"
"Ya gak lah Rin, gue baru dengar si Author baca narasi gaje tentang "Asal Mula Kelas X-D"."
"Narasi gimana?"
"Tuh." *nunjuk ke atas*
"Oh." *sweatdrop*
"..."
"De~ Gimana kalau kita berkeliling sekolah?"
*gulp*
"Ayo~."
-0o0-
"Chapter Spesial : Night at Vocaloid Gakuen ft. Mbak Kunti – The Beginning!"
-0o0-
Angin berhembus dari barat ke timur, membawa hawa dingin yang menusuk tulang padahal sekarang bukan musim badai. (Len : hah? | Nova : musim ke lima setelah musim dingin. Hanya ada di Indonesia. :D )
Terlihat 4 sosok yang berjalan di tengah gelapnya malam di dalam area sekolah yang sudah sangat tidak asing lagi, Vocaloid Gakuen.
Ada cowok blonde yang bermuka shota, ada cewek yang juga blonde tapi seperti loli, ada cewek berambut ijoo... mantap... hot... dan yang terakhir ada cewek berambut hitam panjang yang memakai gaun putih bersih.
Formasi? Cowok blonde alias Kagamine Len berada di tengah, cewek di sebelah kanannya adalah kembarannya alias Kagamine Rin. Di sebelah kiri ada Hatsune Miku, cewek berambut ijoo... mantap... hot... XD
Cewek yang berambut hitam panjang ada di belakang mereka tapi agak jauh dan bersembunyi dibalik tiang-tiang penyangga kelas. Sepertinya dia malu. :)
Mereka bertiga-ehem... berempat berjalan di koridor Batalion X. Kelas para junior di Vocaloid Gakuen.
Oh ya, ada tiga Batalion (ide si Otaku Kepsek) di Vocaloid Gakuen.
Batalion X adalah kelas bagi para junior, kelas X-A sampai kelas X-F. Kelas bagi para murid baru dan murid gaje. Memiliki satu kelas 'spesial' yaitu kelas X-D. :)
Batalion XI adalah kelas para senior, kelas XI-G sampai kelas XI-L. Kelas bagi murid yang ehem... 'jenius'. :D
Batalion XII adalah kelas bagi para sesepuh-#plak. Ehem... maksud ku kelasnya para senior yang sudah seniornya senior(?). Kelasnya terbagi atas kelas XII-M sampai kelas XII-R.
Ada pertanyaan? Silahkan PM si Otaku Kepsek. :D
Untuk nama kelas yang aneh, kenapa tidak A-F semua, itu karena negara api menyerang. XD
Ada rumor lagi yang menyebar, katanya si Otaku Kepsek akan membangun satu Batalion lagi yaitu Batalion Air. (Yuki : bandara dong? :D)
-0o0-
KRIK
KRIK
KRIK
"..."
"Rin, sepertinya ini bukan ide yang bagus untuk 'jalan-jalan' di sekolah saat malam hari." Ucap Len ketakutan sambil memegang tangan kiri kakaknya dan tangan kanan Miku. Oh untung lah hari ini gelap jadi Len tidak bisa melihat rona merah pada orang yang dipegang tangannya.
"Uh... aku juga ingin berpegangan tangan sama dia..." Ucap sebuah suara lirih yang membuat Len merinding entah kenapa. :D
Dan disini lah tiga karakter utama plus satu karakter pembantu kita. Berkeliling di sekolah ter-'ajaib' mereka di malam hari.
"Lu takut?" Rin mengejek dengan smirk-nya.
"Setelah lu paksa gue uji nyali di kebun belakang rumah, gue trauma tau gak!" seru Len yang bisa dilihat kalau wajahnya biru ketakutan. Len, kurasa kau harus ke Klinik Tong Kang sekarang. :D
"Hahahahahaha." Miku dan Rin tertawa tapi masih berpegangan tangan.
"Hihihihihihi..." Sebuah suara tawa terdengar lagi, tapi dari nadanya terlihat ceria. Len merinding lagi.
"Gak lucu!" seru Len protes yang wajahnya sekarang merah.
Mereka terus berjalan di Batalion X sambil melihat kanan kiri. Sesekali Len melihat kebelakang yang membuat 2 cewek di sampingnya berwajah heran.
"Seram juga berjalan-jalan di sekolah saat malam hari." Ucap Miku di tengah keheningan.
"Kan sudah gue bilang, ayo pulang deh." Ajak Len tapi Miku dan kakaknya tetap menariknya menaiki tangga menuju lantai 2.
"Hey, ini seperti di dunia mimpi." Ucap Rin tiba-tiba. Len dan Miku memandangnya bingung.
"Maksud gue lihat, ada asap tapi rasanya dingin." Ucap Rin sambil mengayunkan kaki kanannya diantara kepulan asap yang menuruni tangga. Len dan Miku mengamati sebentar.
"Wah iya ya." Ucap Miku dengan ceria lalu mengikuti Rin mengayunkan kaki kirinya. Sampai mereka sadar.
"..." Len tidak berkata apa-apa. Dia ketakutan! Wkwkwk... :D
Len yang ketakutan berpegangan pada pagar besi yang menjadi pengaman tangga sekolah.
"Eh?" ucapnya heran ketika ada sesuatu yang menyentuh kulitnya. Len pun melihat tangannya yang sekarang berwarna merah.
"Apa ini? Cat?" tanya Len heran. Rin mendekat dan mengamati cairan yang menempel di tangan kanan adiknya.
"Ini bukan cat, tapi sesuatu yang kental dan kaya akan hemoglobin..." Ucap Rin sambil mencolek cairan di tangan Len dan menjilatinya. "Dan rasanya asin." Lanjut Rin.
"Dengan kata lain..." Len melanjutkan. Wajahnya mulai biru.
"Darah..." Miku mulai berwajah biru juga. Rin yang baru sadar langsung mengusapkan tangan kanannya ke baju Len yang mendapat protes dari orang yang bersangkutan.
"WHAAAAAAAAAAAAA!" Mereka bertiga pun lari dari Batalion X.
"Hihihihihihihihi..." Terlihat sesosok cewek berambut panjang yang sedang tertawa gaje di atas tangga sambil mengayunkan kedua kakinya. :D
-0o0-
"Kakak, sebaiknya kita pulang deh." Len kembali protes hanya untuk ditarik kembali oleh Rin dan Miku. Mereka sekarang berada di Batalion XI.
"Wow gue gak pernah sekalipun ke Batalion XI." Ucap Rin antusias, melupakan kejadian gaje 10 menit yang lalu. Memang, murid dari masing-masing Batalion dilarang (oleh si Otaku Kepsek) untuk pergi ke Batalion yang lain dengan alasan, "Biar sekolah ini tambah misteri."
Mereka melihat-lihat ruang kelas yang ada di sana. Mengecek peralatan apa saja yang akan mereka gunakan setelah lulus Ulses.
"Wah! Ada Flat Screen 49" di tembok kelas." Ucap Miku kagum. Lho... bukannya hari ini gelap. Entahlah. Miku punya skill Night Vision mungkin. :D
BUGH
"Auuch, napa sih Rin kok lu tinju perut gue." Ucap Miku kesakitan sambil memegang perutnya. Rin diam saja, masih mengamati ruang kelas XI-G. Len pun membisikkan sesuatu ke telinga Miku.
"Jangan sebutkan kata 'sakral' itu di samping Rin." Bisik Len. Miku diam sejenak lalu mengangguk paham. Kemudian mereka menuju lantai 2.
"Wah kelas ini memiliki kulkas sendiri!" seru Len takjub. Di kelas XI-J adalah kelas para murid 'jenius'... dalam arti lain. Kalau mereka mengamati lebih detail di kulkas itu ada tulisan yang berbunyi,
"Senggol Bacok!"
By. Prince Kaito.
Wih, serem... Hahahahaha. :D
"Hei lihat kelas XI-L ini!" seru Rin yang dari tadi diam. Miku dan Len pun melihat ke dalam kelas tersebut.
"Wahhh!" mereka berdua terkejut dengan apa yang mereka lihat. Seluruh kelas di cat dengan warna hijau dan ada hiasan negi yang di gantung di tiap-tiap jendela. Miku mulai drooling disamping Len. Len menjauh 1 meter.
"Gue harap gue masuk kelas ini nanti." Ucap Miku sambil nightdreaming. Len dan Rin sweatdrop.
"Mau aku bantu gak~?" ucap sebuah suara di belakang Miku. Miku pun mengangguk mantap kemudian menoleh ke belakang.
"Mau mau! Gimana caranya Len?" tanya Miku dengan mata hijau berkilaunya. Ok, sekarang aku yakin kalau Miku punya skill "Night Vision".
"Gimana apanya?" tanya Len bingung karena dia memang tidak mengatakan apa pun kepada Miku.
"Lu bilang mau bantu gue masuk ke kelas ini?" Miku bertanya balik dengan ekspresi heran.
"Gue gak bilang apa-apa." Ucap Len yang juga heran. Miku pun menoleh ke arah Rin, Rin menggelengkan kepalanya tanda dia tidak mengatakan apapun juga. Miku mengerjap berkali-kali.
"Lah terus siapa yang bilang tadi?" Ucap Miku yang mulai merinding.
"Itu aku~." Ucap suara itu lagi. Mereka bertiga menoleh ke samping dan mendapati sesosok cewek berambut hitam panjang yang tersenyum ceria.
"Hai lagi~." Ucapnya sekali lagi.
"AAAAAAAAAAAAHHHH!" mereka bertiga kembali berlari menuruni tangga, sayangnya Len terpeleset dan jatuh lalu menggelinding di tangga dengan elitnya. :D
GLODAK
"Itai desu..."
"Ah! Len-sama!" si pemilik suara yang diketahui adalah 'Fans'-nya Len, langsung panik melihat 'pujaan hati'-nya terpeleset. 'Dia' pun mendekati Len dan membantunya berdiri.
"Ah, arigatõ, Kunti-san." Ucap Len sambil berdiri dengan bantuan sosok cewek manis di sampingnya.
"Dõitashimashite, Len-sama~." Ucap Mbak Kunti senang masih membantu Len berdiri. Tangan kanannya berada di pinggang Len, sedangkan tangan kiri Len di pundaknya Mbak Kunti. Mereka terlihat...ehem... mesra. Bisa dilihat ada aura pink dan bintang-bintang yang bertebaran mengelilingi mereka berdua. Ah~ romantis sekali, hahaha... :D
"Kunti-san..."
"Len-sama..."
"Kunti-san..."
"Len-sama..."
1 detik...
Blush. Rona merah terlihat di wajah keduanya.
2 detik...
Wajah Len mulai berwarna biru. Mbak Kunti masih blushing. :)
3 detik...
Wajah Len lama-lama menjadi putih. Mbak Kunti makin blushing. :D
"KYYAAAAAAAAAAAAAAA!" Len pun kabur dengan kecepatan cahaya menyusul Miku dan kakaknya, meninggalkan Mbak Kunti yang sedang nosebleed akibat mendengar teriakan pujaan hatinya yang dianggapnya... kawaii. XD (Yuki : hantu nosebleed? | Nova : *ngangguk* | Yuki : *facepalm*)
-0o0-
Mereka melanjutkan 'jalan-jalan' ke Batalion XII, kelasnya para seniornya senior.
"Wahh!" mereka kembali terkejut dengan apa yang mereka lihat. Batalion XII adalah Batalion termewah alias mefet sawah-#plak! Ehem... Teknologinya canggih, laptop di setiap meja, kursi mewah yang bisa diatur ketinggiannya, meja belajar terbalik-eh? Terbaik maksudnya. TV 49", dan ada kulkas 14 PINTU!
"Kenapa ya si Otaku Kepsek melarang kita untuk ke Batalion yang lain?" tanya Miku masih mengamati bagian dalam kelas XII-Q yang berada di lantai 2. 'Mereka' sekarang berada di lantai 2 Batalion XII.
"Gue juga heran, kenapa kita dilarang untuk ke Batalion yang lain ya?" Rin juga bertanya heran.
"Supaya anak-anak gaje seperti kalian tidak berkeliling di sekolah saat malam hari~." Ucap sebuah suara menjawab pertanyaan Miku dari belakang.
"Oh gitu." Ucap Miku.
"Lu tau dari mana Len?" tanya Rin menengok ke arah adiknya.
"Bukan gue." Ucap Len sambil menggelengkan kepalanya dan mengibaskan kedua tangannya di depan wajahnya.
"Terus?" tanya Miku dan Rin bersamaan.
"Dia." Jawab Len sambil menunjuk ke ujung koridor Batalion XII.
"Hai lagi~." Sesosok cewek berambut hitam panjang melambaikan tangan kanannya kepada mereka bertiga.
"HUUUUUAAAAAAAAAAAAAAAAA!" mereka bertiga berteriak lagi dan mulai berlari. Rin dan Miku melepas pegangan tangan mereka dan mulai berlari ke arah yang berbeda. Rin dan Miku ke arah kanan dimana ada (satu-satunya) tangga yang menghubungkan 2 lantai di Batalion XII sedangkan Len tetap berlari lurus ke depan. Eh tunggu dulu... LEN MELONCAT DARI LANTAI 2!
Mereka pun terpisah di sekolah ter-'ajaib' ini. Len yang terus berlari entah kemana yang penting bisa menjauh dari "Fans" beratnya. Sedangkan Rin dan Miku berlari ke arah yang berlawanan dengan Len.
-0o0-
'Petualangan' yang sebenarnya baru akan dimulai di sekolah 'ajaib' ini. Bisakah Len dan yang lainnya bertahan? Apakah mereka akan menyerah dan melambaikan tangan ke arah kamera? Ngomong-ngomong, sekarang jam berapa ya?
"Sekarang jam 23:00 WVX~"
Oh.
...!
CUT!
Bersambung ke chapter selanjutnya. :D #dikroyokwarga
-0o0-
Kesimpulan :
Hantu juga punya perasaan!
Hahaha... :D
T~B~C
.
.
.
Review boleh, gak review gak boleh. :D
#gue duarius!
.
Semua kritik diterima disini.
#gue tigarius!
.
.
.
Preview Chapter 20 :
Len terpisah dari Miku dan kakaknya.
"Riiinnn... Mikuuuu... dimana kaliaaann?"
"Disini~."
"Waw!"
"Apa'an nih?"
"Rin kurasa kita harus..."
"HWAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
"Chapter Spesial : Night at Vocaloid Gakuen ft. Mbak Kunti – The Running!"
.
.
A/N : Bales review...
To Shiyoko Miki-chan :
Beli di toko hewan terdekat~. :D
Sarannya bagus juga, tapi huruf "X" di WVX ada artinya. X-tra Ajaib, X-tra Aneh, X-tra Gaje, dan X-tra yang lainnya. :D
Kan si Otaku Kepsek yang hukum mereka, jadi ya dia tau.
Pertanyaan anda sudah ku jawab (dengan gajenya) di atas. *nunjuk ke atas*
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To CoreFiraga :
*buff* Lho kok aku di summon? :D
Yuki : bukan lu BakAuthor!
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To UsamiNekoBaaka :
Hahahaha, tenang aja, si Otaku Kepsek selalu menyiram dan merawat partner-nya kok. (Len : emang tanaman? ) Tapi rambutnya aja yang akan panjang. :)
Len : gak! Gue gak mau uji nyali lagi! *kabur*
Nova : *ngakak*
Hai'.
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To akanemori :
Hehehe, Len terlalu malu (baca:takut) untuk membalasnya. :)
Rin : *ngangguk*
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To Alfianonymous22 :
Len punya banyak Fans di 'sana'. :D
Hehe, memang dari situ inspirasi namanya... :)
Hmm, bisa diatur...
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To Minami no Hikari Kagamine :
Miku pinjam kantung ajaibnya Dora the Ex-#plak! Doraemin-eh? Ya pokoknya itu lah. #digampar
Fans beratnya Len. Selalu perhatian di manapu Len berada. :)
Len : What!
Nova : hanya di tempat umum Len, bukan di tempat privasi. -_-
Len : ow...
? : hihihii...
LenNova : *merinding*
Arigatõ~
-0o0-
To Karen White :
Yang bagian mereka ngakak sampai malam itu inspirasinya dari Baka-Test. :)
? : hohoho. *smirk*
Len : *merinding*
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To rikascarlet37 :
Boleh kok, malah harus! #dor
Entahlah, aku gak tau. *angkat bahu*
Len : lu kan Authornya!
Nova : oh iya. Hehehe. :D
Arigatõ~
-0o0-
To Dark Kuroi :
Mereka sama-sama gaje, hahahah-#diglareOtakuKepsek *gulp*
Fav? Boleh, silahkan, go ahead, dll. dst. dsb. :D
Sudah update.
Arigatõ~
-0o0-
To Berliana-Arnetta03 :
*sweatdrop*
Etto...
Yuki : hahaha. :D
Yuka : update ya cyiinn~. :D
Nova : *blush* da-damare!
Gak tau mau bales apa...
Sudah update.
Arigatõ~
