A/N : Bales review ada di bawah.

Enjoy~


Summary : Ulangan semester akan digelar untuk Vocaloid Gakuen, tapi remaja-remaja ajaib ini malah bermain-main sampai H-1. Bagaimana persiapan (GJ) mereka? Baca saja.

Ulangan Semester

.

Disclaimer: I don't own any of these characters, except this story.

Warning : Gaje (sudah pasti), Typo (kalau ada), pendek, aneh, ajaib, bahasa gahol ada disini, dll. dst. dsb.

.

.

Don't like? Must Like! Hahahaha...

#gue serius!

.

[ All in normal pov ]

Terlepas dari keramaian, keajaiban, dan keanehan di Vocaloid Gakuen, ternyata ada seseorang yang existensinya kita lupakan. Seseorang yang memegang peranan yang sangat penting di Vocaloid Gakuen. Seseorang ini memiliki tugas dan tanggung jawab yang tak kalah pentingnya bagi aktivitas dan kehidupan di Vocaloid Gakuen.

Seseorang ini selalu menjalankan tugasnya dengan baik. Namun tidak semua murid menganggap keberadaannya penting bahkan menganggapknya tidak ada. Padahal tanpa dia, Vocaloid Gakuen tidak bisa menjadi sekolah ter-'ajaib' yang pernah ada seperti sekarang. Siapa kah orang ini? Yup! Tepat sekali. Dia adalah Pak Tukang Sapu sekolah.

GUBRAK

"Serius deh Author."

Itu memang benar Len, tanpa Pak Tukang Sapu sekolah, Vocaloid Gakuen pasti akan menjadi lahan sampah kulit pisang dan jeruk. -_-

"Ehehe... *sewatdrop*."

Namanya seseorang ini adalah Pak Sabar.

Dan dengan bangga aku persembahkan...

Jeng jeng jeng jeng

DUAR

"Omake part 1 : Tukang Sapu Naik Pohon."

-0o0-

SREK SREK SREK

Daun-daun bergerak ke kanan dan kiri seiring sapuan lidi yang di gerakkan dengan ritme yang sudah dipatenkan.

Namun, bukan hanya daun-daun yang berserakan di atas tanah lapang, melainkan juga plastik-plastik bekas apa-aja-boleh, rumput-rumput yang kering, kulit pisang, kulit jeruk, kulit apel, kulit daun bawang, dan kulit-kulit yang lainnya.

"Hah..." Pak Sabar menghela nafas, bukan karena dia kelelahan, melainkan dia kecewa dengan murid-muird di Vocaloid Gakuen. Padahal sudah disediakan tempat sampah di depan tiap-tiap kelas, tapi masih ada saja sampah yang berserakan di lapangan.

Hari sudah sore menjelang malam, namu Pak Sabar masih berada di are sekolah. Selain sebagai tukang sapu, Pak Sabar juga merangkap sebagai penjaga keliling sekolah dan mendapat gelar .

Tiap hari, Pak Sabar selalu datang pukul 06.00 untuk memulai pekerjaannya dan selalu pulang pukul 17.00. Tapi keberadaannya seakaan dilupakan oleh para murid Vocaloid Gakuen.

-0o0-

Hari ini sedikit spesial bagi Pak Sabar karena sekarang dia tidak sendirian di sekolah saat malam hari. Karena Len, Rin, dan Miku yang sedang menjalani hukuman dari si Otaku Kepsek. Pak Sabar juga mendapat tugas untuk menakut-nakuti ketiga murid itu dan dia menyamar sebagai Mas Pocong di kebun belakang sekolah.

Satu jam kemudian...

Satu jam sudah dia menunggu namun tidak ada tanda-tanda ketiga murid itu akan ke area kebun belakang sekolah. Pak Sabar pun memutuskan untuk pindah tempat. Pak Sabar kini berada di Gedung Olah Raga, menunggu ketiga murid itu dengan tenang. Namun lagi-lagi, tidak ada tanda-tanda dari ketiga murid itu.

Dua jam kemudian...

"Kemana tuh anak-anak?" tanya Pak Sabar pada dirinya sendiri.

Oh, kalau saja anda membuka pintu dan berlari (baca:melompat) ke arah lapangan sekolah, Bapak pasti akan menemukan Len yang sedang berhadapan dengan 'Fans' rahasianya.

Pak Sabar pun mulai bosan, dia pun keluar dari ruangan itu dan menuju lapangan. Namun apa yang dilihatnya membuatnya kaget.

Seekor singa dengan mata merah berlari ke arahnya. Spontan saja Pak Sabar melompat-lompat dan naik ke atas pohon yang dengan ajaibnya Pak Sabar bisa sampai di atas pohon.

"!" Pak Sabar menahan nafasnya, berharap singa itu akan menjauh. Namun bukannya menjauh, singa itu makin mendekat ke arah pohon dimana Pak Sabar bersembunyi.

"Hush... sana menjauh..." Ucap Pak Sabar kepada singa itu. Namun sekali lagi singa itu malah semakin mendekat. Pak Sabar semakin naik ke atas pohon dengan cara melompat.

1 Jam selanjutnya...

"Itu kan ketiga murid itu..." Ucap Pak Sabar yang melihat Len, Rin, dan Miku yang berjalan ke gerbang Utama, diikuti oleh dua sosok remaja berambut honey-blonde dan light-blonde.

"Siapa mereka berdua?" tanya Pak Sabar pada dirinya sendiri. Pak Sabar belum mengetahui siapa sebenarnya Kepala Sekolah Vocaloid Gakuen jadi dia tidak mengenali dua sosok itu. Kemudian Pak Sabar melihat ke bawah pohon.

"Hah, sukurlah singa itu sudah pergi." Ucap Pak Sabar lega karena singa itu sudah hilang. Namun, begitu Pak Sabar ingin turun, dia menyadari sesuatu.

"Bagaimana aku bisa turun dengan keadaan seperti ini?" tanya Pak Sabar kepada dirinya sendiri. Pak Sabar masih dalam kostum penyamarannya saat naik ke atas pohon dengan cara melompat yang ajaibnya dia bisa melompat setinggi 15 kaki!

"Seseorang, tolong aku..." Ucap Pak Sabar lirih, takut kalau singa itu datang lagi.

Beberapa jam kemudian matahari terbit.

"Hoam..." Pak Sabar mulai membuka matanya. Sudah semalaman dia tidur di atas pohon dengan kostum penyamarannya. Pak Sabar ingin turun namun dia menyedari sesuatu. Dia tidak bisa turun akibat kostumnya.

"Oh tenang saja, nanti pasti ada yang menyadari kalau aku tidak melakukan tugasku dan mereka akan mencari ku." Ucap Pak Sabar pada dirinya sendiri.

Berjam-jam kemudian...

'Apa tidak ada yang peduli dengan ku... hiks.' Batin Pak Sabar disela-sela tangisnya.

"Seseorang... tolong aku..." Ucap Pak Sabar. Namun tidak ada seorang pun yang mendengarnya karena hari ini adalah hari libur bagi Vocaloid Gakuen setelah Ulses selama satu minggu kedepan.

Sabar ya Pak. :D

~Omake part 1 End~

.

Review boleh, gak review gak boleh. :D

#gue duarius!

.

Semua kritik diterima disini.

#gue tigarius!

.

Preview Chapter 23 :

"Omake part 2 "

'Apa kami tak dianggap juga... hiks.'

.


A/N : Bales review yang gak login aja, yang login lewat PM.

To Flippy :

Iya, kasian mereka, hahaha.

Oh, Yuki itu cowok dan Yuka itu cewek. Mereka bukan Yuri. :)

Oke. :)

Arigatõ.

To Guest / rikascarlet37:

Yuki itu OC terajaib yang pernah ada, jadi maklumlah. :)

Oke.

Arigatõ.

To airi shirayuki :

Thank you, bingung ya, aku aja bingung. #plak

Baca saja Time Line-nya biar gak bingung.

Arigatõ.