Nee, minna-san! Saya kembali,, gomen bila cerita ini masih jelek :) dan sepertinya ini pendek..

Maaf bila ada alur atau judul yang sama dengan para senior-senior (_ _)7

Naruto © Masashi Kishimoto

Kuroshitsuji © Yana Toboso

Warning : OOC, TYPO, Gaje, Bahasa nonformal dan formal kecampur, Dan lain-lainnya!

Happy reading!

Don't like? Don't read!

Tokoh baru :

Rina Durless, berambut panjang dan bergelombang berwarna merah mirip dengan Madam Red, begitu pun dengan mata Rina. sama dengan Madam. tingginya, hampir sama dengan Elizabeth. atau lebih tepatnya sama dengan Ciel :P umur di bawah Ciel :D

I LOVE YOU SENSEI :)

.

.

.

.

" Lho kamu?!" Kata Orang yang kemarin kutabrak padaku. Aku hanya menatapnya tak percaya!

Bagaimana inii?! Aku gugup! ARGH!

" Ahh, benar ya? Kamu yang kemarin aku tabrak! Ternyata kamu masih SMA ya,," Katanya sembari tersenyum. Ugh.

" Mungkin, cu-Cuma kebetulan kok!" Kataku ketus seperti biasanya. Naruto seperti melirik ku.

" Owh, baiklah. Sekali lagi, maaf untuk yang kemarin!" Kata orang itu. lalu menjauh dari tempat duduk ku.

" Baiklah. Perkenalkan. Namaku Sebastian Michaelis dan dia, Uchiha Sasuke. " Kata orang itu, atau lebih tepatnya Sebastian Michaelis. Yahh,, dia lumayan keren!

" Ne, Ciel kau tertarik pada Sebastian-Sensei?" Tanya Naruto terang-terangan. Sontak aku menatapnya tajam.

" Jangan bercanda!" Bentak ku keras sehingga semua anak menatap kami. Naruto melebarkan matanya ketika ku bentak.

" Go, Gomen Ciel.." Kata Naruto gugup. Tak ada rasa menyesal untuk meminta maaf pada Naruto. Kualihkan pandangaku pada papan tulis yang sudah ada tulisan.

" Ada apa? Phantomhive? Namikaze?" Tanya Sebastian-sensei. Aku menatapnya. Dan memejam kan mataku sejenak.

" Tidak ada apa-apa…" Jawabku sinis. Naruto tetap memandangku.

" Ma-maaf.." Kata Naruto lirih, aku mengacuhkannya dan tetap memerhatikan papan tulis.

" Ciel, gomen..!" Kata Naruto lagi. Aku tetap mengacuhkannya. Lalu, aku mendengar maaf naruto beberapa kali lagi. Tapi, aku mengacuhkan itu semua. Lebih mementingkan menatap papan tulis yang sudah di beri tulisan-tulisan yang tak ku mengerti. Tapi,

Apa maksud Naruto dengan aku menyukai Sebastian-Sensei?! Cihh, jangan bercanda! Aku, tau kalo aku sudah tak straight lagi! Karna aku tak pernah tertarik dengan perempuan. Dan jelas aku itu YAOI! Tapi, tak mungkin juga Semeku itu adalah Sebastian-Sensei! Coba lihat! Dia keren! Pervect! Dan,, err,,, entahlah itu! tak mungkin dia YAOI! Aneh sekali!

Normal Pov.

Tak lama kemudian, bunyi lonceng istirahat berbunyi.

" Baiklah, kita Istirahat dulu. nanti kita lanjutkan setelah Istirahat." Kata Sebastian. Lalu semua anak menjawab dengan serentak. Lalu, Sebastian dan Sasuke keluar dengan teratur.

Ciel, berdiri dari kursinya lalu berjalan ke ambang pintu. Naruto segera menyusul Ciel, tapi tak sengaja lagi. Naruto terpeleset ketika di tangga dan, al hasil Naruto terjatuh dan menabrak tubuh seseorang.

Bruk!

" Waa! Itaii~" Ringis Naruto sembari mengusab tangannya. Dan tanpa diketahuinya, dia telah menabrak seseorang dan jatuh di atasnya.

" Cih, kau lagi Dobe!" Kata Seseorang yang di tabrak Naruto tadi. Naruto menatap orang yang di bawahnya lalu berteriak.

" WAAA! KAU! APA YANG KAU KATAKAN TADI?! HAHH! DASAR TEMEE!" Bentak Naruto yang masih di atas tubuh orang itu.

" Argh! Diamlah Dobe! Kau itu membuat kita di lihat seisi sekolah! Dan, Turunlah dari TUBUHKU~!" Kata Sasuke sembari menekan kata "Tubuhku". Naruto yang sempat merasa terhina karna di panggil " Dobe" pun ingin marah. Tapi, mengingat kondisi mereka yang dilihat oleh para siswa dan, dengan secepat kilat Naruto berdiri dari tubuh Sasuke dengan wajah merah padam. Antara marah dan malu.

" Uhh,, kau Teme!" Kata Naruto sembari lari dari tempat itu. Sasuke memandang Naruto dan tersenyum misterius.

" Waw, tipe Uke yang kuinginkan." Gumam Sasuke pelan. " Kau, akan ku dapatkan Namikaze Naruto." Lanjutnya. Tapi, tiba-tiba Sebastian memanggilnya. Sasuke datang berjalan ke Sebastian. Masih dengan senyumnya.

Naruto Pov.

Apa-apa'an itu! kenapa dia memanggilku " Dobe" cih! Padahal aku, aku berfikir bahwa dia adalah orang yang baik! Orang yang bisa,, err,,, menjadi Semeku? Mungkin! Agh! Apa yang barusan aku pikirkan!?

Aahh! Sudahlah! Setidaknya aku harus mencari dimana Ciel! Dan aku harus meminta maaf padanya!

Aku, berjalan menuju atap. Mungkin dia ada di situ, ku buka pintu pembatas itu.

Cklek.

" Ehh! Ciel!" Kataku kaget. Dan benar saja! Ternyata Ciel berada di atap, bersama, err,, adiknya Ri-err,, Riu-err.. siapa sih?! Ahh! Rina!

" Mau apa kau disini?!" Kata Ciel sedikit sinis. Aku mendengarnya buru-buru berkata.

" Gomen Ciel! Aku tak sengaja tadi! Gomen!" Kataku sembari memeluk Ciel, Ciel menatapku malas.

" Kau, membuatku marah Naruto!" Kata Ciel dingin, Huwaaa! Gimana caranya aku mau minta maaf! Cielnya udah nakutin gini!

" Ayolah, Ciel! Aku minta maaf! Ya, ya, ya?" Tanyaku hati-hati. Yang bisa kuharapkan Cuma.. moga-moga aja di maafin.

" Hn, baiklah-baiklah." Jawabnya, aku langsung memper erat pelukan.

" Huwaa! Ciel baik deh!" Kataku senang. Sekilas aku, melihat Rina yang menggeleng-geleng.

" Ehehehe,," Tawaku.

" Sudah, ayok makan! nanti keburu masuk lho!" Kata , menggeleng lesu.

" Kenapa Nar,?" Tanya Ciel bingung. Aku menatapnya sebentar.

" Ugh,, aku, belum beli makanan di kantin…" Kataku pelan. Ciel menatapku.

" Kau, ini! Ya sudah ini! Ku beri kau setengahnya." Kata Ciel sembari memberiku setengah rotinya.

" Sangkyu~ Shiieru!" Kataku khas Lizzy, sembari memeluknya lagi. Ciel hanya menghela nafas. Nyaa,, khas Ciel!

" Hn, cepatlah makan!" Kata Ciel, aku mengangguk dan memakan roti itu. setelah kami selesai acara makan-memakan bel tanda masuk berbunyi. Kami buru-buru kembali kekelasku. Tak lupa, mengantarkan Rina ke kelasnya. Baru kami akan ke kelas kami.

" Dahh,, Rina!" Kataku dan Ciel. Setelah itu kami berlari ke kelas kami. Aku tak yakin akan selamat dari sensei itu!

Dan, kami pun sampai aku membuka pintu.

Cklek!

" Wahh,, sepertinya kalian telat ya?." TanyaSebastian-Sensei ketika aku sudah membuka pintu. Ugh,, wajahnya mengerikan!

" Go-gomen Sebastian-Sensei.." Kataku pelan. Ciel pun, hanya menundukan wajahnya.

" Hahh,, baiklah. Kali ini kalian aku maafkan. Cepat, duduk ketempat kalian!" Katanya Kasar. Aku merinding mendengarnya. Aku dan Ciel pun langsung berlari ke tempat duduk kami. Tapi, ketika aku melewati si Teme. Aku mendengar dia bergumam.

" Dasar Dobe," Gumam Sasuke-Sensei. Arghh! Si Teme inii! Ku tolehkan kepalaku padanya. Dan menatap sinis Teme. Tanpa ku sadari aku berhenti tepat di depannya, sedangkan Ciel sudah sampai di tempat Kami.

" Naruto! Ayo." Kata Ciel dari tempat duduk kami. Tapi, aku tetap memandang si Teme. Dan memejamkan mataku.

" Awas kau!" Kataku lalu pergi ke tempat duduk kami. Ketika aku duduk, Ciel berbisik.

" Ada, apa sih?" Tanya Ciel. Aku menatap Ciel dan menggeleng.

" Nanti, ku ceritakan." Kataku sembari mulai focus pada pelajaran. Ciel pun kulihat hanya mengangkat bahu dan juga mulai konsentrasi pada pelajaran.

Skip Time!

Ahh,,! Tak terasa! Akhirnya pulang juga! Senangnya~

" Ayo, Naruto! Aku harus ke tempat Rina." Kata Ciel sembari mengangkat tasnya. Aku langsung membereskan barang-barangku. Lalu ku, bawa tasku itu ke pundakku.

" Oke, ayo!" Kataku. Lalu kami pergi bersama-sama ke kelas Rina. Tapi, saat di kelasnya. Temannya berkata bahwa Rina pergi ke UKS, dan kulihat Ciel buru-buru ke UKS dengan lari, aku hanya mengikutinya.

Brak!

Suara Pintu UKS yang di dobrak Ciel,

" Ehh,, Nii-Nii!" Kata Rina santai sembari di obati oleh guru UKS, atau lebih tepatnya Undertaker.

" Hi hi hi hi,,, sepertinya kau sangat buru-buru ya, Phantomhive?" Kata Undertaker-Sensei( ihhh,, gak cocok -_-a) sembari tersenyum Khas. Ku lihat Ciel segera mendatangi Rina.

" Kau taka pa-apa kan Rina?"Tanya Ciel khawatir, Sepertinya Rina sangat berharga bagi Ciel.

" Ne, sensei? Tumben kau yang jaga biasanya kan, yang jaga suzune-sensei." Kataku pada Undertaker-sensei.

" Hi hi hi,, mungkin karna, Suzune-san sedang pergi." Jawabnya, aku hanya menaikan pundak ku lalu berjalan mendekati Rina dan Ciel.

" Hahaha,, aku tak apa-apa kok Nii-Nii! Malah keadaanku membaik karna Undertaker-sensei." Kata Rina sembari terseyum manis dan wajah yang merah. Wahh,, sepertinya ada sesuatu nih!

" Baiklah, ayo kita pulang." Kata Ciel sembari membantu berdiri Rina.

" Tapi, bagaimana dengan tasku?" Tanya Rina. Ciel menatapku dan berkata,

" Naruto tolong ambil kan tas Rina yang berwarna Hijau." Perintah Ciel, aku hanya mengangguk.

" Baik, tunggu aku di gerbang sekolah yaa!" Kataku lalu pergi meninggalkan Rina dan Ciel.

Aku berjalan ke tempat Ciel, ketika di koridor aku tak sengaja bertemu dengan Sebastian-sensei dan Sasuke-Sensei. Aku menatap mereka. Begitupun mereka yang juga menatapku.

" Eh,, selamat siang sensei, ehehehe." Kataku canggung. Sasuke-sensei mendekat padaku. Lalu mendekatkan wajahnya padaku.

" Kau, lagi! Astaga! Apa tak ada jam untuk tak bertemu denganmu!?" Katanya sinis tepat di depan wajahku. Ugh! Menyebalkan.

" Kau! Apa maksudmu! Aku juga tak sudi bertemu denganmu!" Kataku ikutan marah.

" Wah, wah,, Sasuke sudahlah!" Kata Sebastian-sensei. " Nanti, malah pergi lho." Lanjut Sebastian aneh. Aku bingung,

" Hn, mungkin juga," Balas Sasuke-sensei. Aneh!

" Ahh,, sudah lah, saya mau ke kelas teman dulu. selamat Siang sensei." Kataku lalu beranjak pergi ke kelas Rina. Saat di kelas Rina aku segera membawa tasnya yang memang berwarna Hijau, dan tak lupa tadi sempat ku cek. Apa benar ini milik Rina. Setelah itu aku segera pergi ke tempat Rina dan Ciel.

" Ciel!" Teriakku, Ciel menatapku. Aku berlari ke dekatnya dan berkata. " Gomen, lama ehehehehe.." Kataku sembari tersenyum 5 jari.

" Dasar, ayo kita pulang." Kata Ciel sembari mengambil tas Rina dari tanganku dan berjalan bersama.

Sasuke Pov.

Ku lirik, anak yang menjadi incaranku. Benar Namikaze Naruto. Adalah incaranku, dia manis. Sangat malah. Sikapnya juga, sangat lucu.

" Hey, Sasuke?" Panggil Sebastian padaku. Ku tolehkan kepalaku padanya.

" Apa?" Tanyaku. Sebastian mendekat dan menyerahkan ponselnya.

" Ada telfon dari kakakmu." Katanya To the point. Ku ambil Ponsel itu dan segera ku jawab.

" Thanks, Moshi-Moshi?" Balasku setelah berkata terimakasih pada Sebastian. Sebastian hanya mengangguk.

' Sasuke?' Tanya seseorang dari sebrang.

" Ya Aniki? Aku di sini." Kataku enggan. Lalu ku dengar suara lain dari sebrang.

' Hey Kriput! Kembali kau kesini!" Teriak seseorang yang membuat telingaku sakit, ugh, suara siapa ini?!

" Sory, Sasuke tadi suara calon Uke ku hahah," Kata Aniki, ap- " Apa maksudmu dengan calon Uke! Aku tak akan mau jadi Uke brengsek!" Kata suara seseorang yang tadi muncul kembali. Siapa sih ini? Apa coba maksidnya calon Uke?

" Hahh,, jadi to the point aja. Ada apa?" Kataku cuek, beberapa menit aku menunggu karna ada suara gaduh dari sembarang sana.

" Err,, sebenarnya aku tak akan pulang beberapa bulan ini. Itu saja yang ingin ku beri tahu." Kata Aniki. Cih, Cuma itu. Padahal sudah biasa dia gak pulang berbulan-bulan!

" Hn, baiklah kalo Cuma itu. bye. " Kataku lalu mematikan telfon. Sejak tadi Sebastian hanya menontonku.

" Ada apa?" Tanyaku sembari memberikan ponselnya. Sebastian mengambilnya.

" Tidak ada apa-apa. Rasanya aneh," Kata Sebatian pelan. Aku menaikan satu alisku.

" Baiklah, ayo kita pulang. Kita harus merencaranakan ide untuk mendapatkan 'mereka' " Kataku penuh dengan misteri ( GJ lu ==a)

" Ohh,, benar juga. Ayo." Lalu kami pun pulang, besok pasti akan cerah….

TBC~

Anisa : waktunya err,, balasan ripiuw :)

Chooteisha Yori

Sebenernya, saya udah gak sanggup buat nerusin nh cerita XD makin GJ dan aneh sihh DX

Oke, makasih Ripiuwnyaa~

Fetwelve

Hahaha,, gk papa kok XD gk ada pengaruh ama waktu :P

Err,, iya! Kita sama! Ehehe,, buat ciel yang di bully sih XD gegara manisnya kan XD?

Ckckkckc

Oke, makasih Ripiuwnyaa~

Lady Raven

gomen banyak typonya T,T udah berusaha ngilangin tapi gk bisaaaa gomenn!

Anisa : saya udah, rada capek nerusin ini! Ehm, entah ya kalo saya gk lanjutin XD-plak, gak bertanggung jawab!-

Sasuke : hn,, tamatin lah ==a

Naruto : huh! Tamatin! Lu gk tanggung jawab bener sih!

SebaCiel : setuju!

Anisa : hwaaa! Kalian! Liat tuh hasil UTS aku! Merahnya buanyak! Masih ada kenaikan kelas! Masak aku harus ngelanjutin!

Sebastian : harus lah!

Anisa : resikonya lamaaaa updet,, alias HIATUS!

Naruto : uapaaa?! –OOC-

Ciel : napa mangk –a

Anisa : ugh,,, musti belajar atuh!

SasuSeba (?) : makanya! Pinter dongk kayak kita!

Anisa : jahat! Udah ahh! Penutupan ajaaa

Minna! ! Mohon Reviewsnya! :D Flame? Tak masalah! Buat kami itu motivasi …