Judul : Cinta Kuah Ramen & Sebuah Pensil (Chapter 2)
Rate : T
Sasuke, Sakura, Itachi, and other characters © Masashi Kishimoto
Cinta Kuah Ramen & Sebuah Pensil © Sera~Uchiha
WARNING : Gaje, Abal, OOC, Alay, Lebay, Ngeselin, Typo(s), DSB.
EFEK : Mata copot, jantung bochor, kepala lepas sama badan, mati mendadak/? *abaikan, minna._.*
BAHASA INDONESIA
Summary : ["Ah, panas!" kuah ramen itu tumpah tepat dikemeja putihnya - "Bolehkah aku meminjam sebuah pensil milikmu, Nona Jambu?" tanyanya] Kisah dimana seorang lelaki yang bernama Sasuke harus memilih antara cinta kepada kakaknya atau cinta kepada pujaan hatinya.
Ngeklik FF ini, jangan cuma jadi readers gelap, karena gelap-gelapan itu tidak baik! Minta review berupa kritik & saran (dan pujian kalo mau :3)
HAPPY READING, SENPAI :*
Salam GAHOEL, Author~
"Selamat datang di Pink Florist! Mau..."
"Itachi-kun?!" pekik gadis berambut merah muda itu
"Hei, kau! Kenapa bisa disini?" tanya Itachi ramah seraya menghampiri gadis yang ternyata Sakura itu
"Umm, ini toko bunga milik ayahku, ayahku sedang sakit, jadi aku yang menjaganya. Oh ya, kau.. Ingin membeli bunga apa?" Sakura dengan semangat melayani Itachi
"Aku ingin beberapa bunga yang menurutmu cocok untuk orang yang kau cinta" jelas Itachi
"Souka? Bunga untuk pacarmu?"
"Ya. Pacar tengah ada dialam lain" jawab Itachi dengan lirih
Sakura menundukkan kepalanya, "Gomennasai, Itachi-kun"
"Haha, tidak apa-apa kok, cepat ya. Aku tak punya banyak waktu, takut keburu siang,"
"Aku akan membayarmu 2 kali lipat!" sambungnya. Sakura sumringah dan dengan cepat memilih bunga yang masih segar dan harum
"Ini. Ada yang bisa dibantu lagi?" ucap Sakura seraya memberikan sebucket bunga
"Eh, kok kamu?!" Sasuke tiba-tiba datang dan menunjuk ke arah Sakura dengan tampang antara-nyata-dan-tidak-nyata ._.
Sakura mengacuhkan Sasuke, sial kenapa harus bertemu makhluk mirip pantat ayam ini!
"Tidak. Terima kasih ya. Sampai berjumpa lagi" Itachi memberikan selembar kertas bernominal 100.000, tanpa meminta kembalian. Tajir~
Sasuke masih cengo. Itachi segera menarik tangannya, "Ayo"
Mereka pun meninggalkan Pink Florist dan segera menuju ke pemakaman
Sesampainya disana, seperti biasa Sasuke harus menunggu-diam-bosan-kepanasan selama 1 jam lebih, mendengarkan kakaknya berbicara kepada pacarnya yang TIDAK NYATA ._.
"Ayo, Sas." Ujar Itachi
"Hah? Cepet banget. Baru 20 menitan loh"
"Yaudah, aku balik lagi deh!"
"Yeh, jangan! Udah ayo!" Sasuke pasrah -_-
-ooo-
Seperti biasa, dipagi hari (dimana kelas masih sepi), Sasuke datang ke sekolah dan duduk dibangku paling depan (padahal bukan bangku miliknya), katanya sih buat nunjukkin ke-KECE-an dia gichu(?)
"Apaan lihat-lihat?" tanya Sasuke ketus
"Jih, siapa yang ngelihatin! Pede banget!" jawab Sakura yang tak kalah ketusnya ._.
"Jangan bohong! Orang daritadi mondar-mandir ngelihatin. Ngefans sama aku?" yeah, penyakit PEDESIONSIS Sasuke kambuh
" .CHAIR, CHICKEN ASS!" ketus Sakura dengan tampang tidak nyatanya (?)
"Souka? Duduk dulu gih ditempatku. Kalau sudah bel, aku akan pindah. Ok?" Sasuke mengedipkan mata sebelah kirinya
"TIDAK." Jawab Sakura dengan singkat, kurang padat, dan kurang jelas (?)
"Yaudah, aku juga nggak mau"
"Pindah!"
"Gak mau!"
"Pindah, pantat ayam!"
"Gak mau, nona jambu!"
"Iiihhh! Pindah!"
"Iiihhh! Gak mau!" bayangkan, dibagian ini, Sasuke bicara dengan nada 'chucok' ._.
"Piinndaaahhhh!~" Sakura berteriak seraya menarik tangan Sasuke
/GUBRAAAKKKK~/ Yang terjadi malah mereka berdua saling bertindihan (jangan ngeres-_-) terjatuh
Mereka berdua 'mengeblank'. Bukannya bangkit, malah saling bertatapan mata. Dag dig dug, DUAARR(?). Dalam hati Sakura, ia ingin bicara, "SESEORANG CULIK AKU SEKARANG!" yep, wajahnya memerah seperti kepiting rebus, BUS!
Tak lama, Sasuke tersenyum kecut, "Sakit tau!" bisiknya :p
Sakura segera bangkit dengan ekspresi 'jijik', dalam hatinya ia berkata, "Aku merasa kotor T^T" (?) /author dipenjarain karena tidak sesuai rating ._./
Sasuke pun pindah dengan gaya yang masih santai. Sementara Sakura panik sendiri, antara malu, marah, senang(?), deelel~
Sepanjang pelajaran, Sakura menjadi tidak konsen. Setiap ditanya gurunya, ia menjadi seperti anak kehilangan ibunya, LING LUNG! Ayolah Sakura Haruno, lupakan kejadian bodoh tadi! Ia menyemangati dirinya sendiri
Sesekali, Sakura menatap kearah Sasuke dengan gemetar dan pipi yang memerah, Sasuke membalasnya dengan kedipan genitnya ;)
-ooo-
Pelajaran telah usai. Murid-murid Konoha High School pun berhamburan keluar. Termasuk Sakura. Masih panik? Ya. Sepertinya dia mulai lapar(?) Tidak, author bercanda -_-v
"Ayolah, keluar dari pikiranku! Dasar kau pantat ayam terkutuk! Keluar keluar!" gumam Sakura seraya memukul-mukul dahinya. Jantungnya masih berdetak kencang (baca: deg-deg-an). Makanya, minum K*piko White Coffee, gak bikin deg-deg-an (?)
Sakura hendak naik angkutan umum. Sudah pasti harus menyeberang jalan,
"Duh, sudah jam 3 sore. Aku takut ada apa-apa dengan ayah!" kata Sakura. Ia menyeberang tanpa hati-hati
"Awas!" seseorang berada dihadapan Sakura dan menghentikan laju truk yang nyaris menabrak Sakura. Orang itu menunduk, lalu menatap mata Sakura
"Itachi-kun?" Sakura menganga, pipinya memerah. Itachi segera membantu Sakura bangkit,
"Masuk ke mobilku" ujar Itachi
"Tidak!" Sakura menolak
"Cepat masuk!" Itachi dengan paksa mendorong Sakura masuk ke mobilnya
"Aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu!" Itachi bersiap menyetir mobilnya menuju rumah Sakura
Sepanjang perjalanan, tak ada percakapan antara mereka berdua. Hening. Hingga akhirnya,
"Kau kenapa menangis, Sakura-chan? Apa aku terlalu keras padamu? Gomen!" ucap Itachi yang masih fokus kejalan
Handphone Itachi berdering, seseorang menelepon
"Sasuke, kau pulang naik taksi bisa, kan? Aku masih mengantar Sakura. Ok? Gomen.." tanpa bicara panjang lebar kepada Sasuke, ia segera memutus sambungan telepon
"Bahkan kau meninggalkan adikmu demi aku yang ..."
"Diam. Kau belum menjawab pertanyaanku tadi, Nona Sakura"
"Ayahku sakit. Aku takut sesuatu buruk terjadi padanya..." lirih Sakura
"Pakai sabuk pengamanmu"
Sakura segera memakai sabuk pengamannya. Itachi menancap gas dan mempercepat laju mobilnya. Itachi memang lelaki paling peka~
-ooo-
"Ayah!" Sakura menjerit tercengang melihat ayahnya tersungkur dilantai
Sakura segera berlari menuju ayahnya, "Itachi-kun, bantu aku"
Itachi membantu Sakura membopong ayahnya keatas kasur
"Sa-ku-ra..." lirih ayahnya
"Apa ayah? Ayah, kumohon bertahanlah, ini semua salahku. Aku pulang telat! Aku memang bodoh, Ayah!" Sakura mengutuk dirinya sendiri. Menangis
Itachi hanya diam mematung dibelakang Sakura. Ia tak berani menyentuh Sakura sedikitpun, ia tahu bagaimana perasaan Sakura saat ini. Matanya pun turut berkaca-kaca. Teringat bagaimana rasanya kehilangan seseorang yang dicinta. Itachi mengingat dimana ia menangis tak ingin kehilangan Konan.
"Kau..." ayah Sakura menunjuk kearah Itachi
"Apa yang bisa aku bantu, Oji-sama?" tanya Itachi mendekati ayah Sakura
"Aku menitipkan Sakura padamu, anak muda... Jaga dia baik-baik.., bila ia membangkang, tampar dia.." pesan ayah Sakura seraya tesenyum
Itachi bersimpuh disamping kasur ayah Sakura, "Ya, Oji-sama. Aku akan melakukannya!"
Ayah Sakura mengelus kepala Itachi lembut, lalu memejamkan matanya, "AYAAAAAHHHH!" Sakura berteriak histeris, "Ayah, kembali, ayah, jangan pergi dariku! AYAH!"
Itachi memeluk erat tubuh Sakura yang melemah dan menenangkannya. Itachi ikut menangis, "Tenang, Sakura-chan!"
-ooo-
Malam harinya, setelah ayah Sakura dikebumikan, Itachi pulang kerumahnya. Ia melihat sepotong roti diatas meja makan dan Sasuke yang terbaring di sofa depan televisi. Ia tersenyum.
"Gomen, Sasuke." Itachi menuju kamar Sasuke untuk mengambil selimut dan menyelimuti adik kesayangannya itu, "Oyasumi. Mimpi indah~" bisik Itachi
Itachi menulis pesan singkat dan menempelkannya di pintu lemari es. "Maaf, aku harus menemani Sakura."
-ooo-
Tok tok tok. Itachi mengetuk pintu kamar Sakura.
"Ow, tidak dikunci. Tapi, apakah ini tidak sopan memasuki kamar wanita? Biarlah, aku khawatir dengannya." gumam Itachi seraya membawa nampan berisi dua potong roti dan segelas susu untuk sarapan Sakura
Ia masuk kekamar Sakura yang bernuansa pink itu. "Sakura-chan."
Ia melihat bantal dan kasur Sakura yang basah. Ingat! Bukan karena mengompol atau membuat pulau. Mata Sakura yang sembab membuat Itachi berasumsi bahwa Sakura menangis semalaman
"Badannya panas." Itachi segera membawa Sakura menuju Rumah Sakit terdekat
-ooo-
"Ada apa, Itachi?" tanya Sasuke seraya menghampiri Itachi yang duduk didepan ruang bara
"Sakura sakit" jawab Itachi singkat
"Souka? Lalu bagaimana keadaannya sekarang?" Sasuke tampak sedikit panik
Itachi mengangkat kedua bahunya, "Duduklah. Aku akan menceritakan semuanya"
"Kemarin, Sakura nyaris tertabrak truk. Aku menyelamatkannya, dan mengantarnya pulang. Diperjalanan, ia menangis ..." Itachi menceritakan semuanya dari awal sampai akhir
Sasuke tercengang. Sebenarnya, matanya ingin meneteskan air mata, namun, GENGSI LHA YAW~
"Lalu, kau dari kemarin hingga sekarang tidak pulang-pulang karena menemaninya? Kau peduli sekali padanya..." ujar Sasuke
"Kau... Mencintainya?" tanya Sasuke. Euh, KEPO!
"Ini bukan saat yang tepat, Sasuke. Kau bisa memperkeruh suasana"
"Gomen" entah kenapa, Sasuke menjadi merasa sesuatu aneh. Hatinya terasa begitu sakit begitu tahu keadaan Sakura yang sebenarnya. Apakah, Sasuke mulai simpatik kepada Sakura? Entahlah~
Dokter keluar dari ruangan. Dengan percaya diri, Sasuke berdiri dan menanyakan keadaan Sakura,
"Sakura mengalami depresi berat dan kelelahan. Sepertinya, ia hanya butuh istirahat banyak. Dan jangan sampai membuatnya sedih" jelas Dokter
"Oh ya, ini resep yang harus ditebus untuk obat-obat Sakura. Permisi" Dokter menyerahkan selembar kertas dengan tulisan yang hanya bisa dibaca apoteker itu
"Biar aku yang ke apotek" ucap Sasuke, Itachi mengangguk
Itachi masuk ke ruangan Sakura, "Itachi-kun, maaf aku telah banyak menyusahkanmu" lirih Sakura
"Tidak, Sakura-chan. Anggap saja ini semua sebagai janjiku kepada ayahmu" ujar Itachi seraya tersenyum
"Sakura, jangan terlalu larut dalam kesedihan. Kau tak sepenuhnya kehilangan, masih ada aku yang bersedia menggantikan posisi ayahmu. Aku yang akan menjagamu," bisik Itachi seraya menggenggam erat tangan Sakura
"Lebih baik, kau istirahat saja. Aku menyuruh Sasuke untuk menghubungi temanmu. Tenang, temanmu akan menjaga rumahmu. Bila terjadi apa-apa, aku yang akan bertanggung jawab penuh" sambungnya
"Istirahatlah. Jangan banyak bicara dulu" Itachi menarik selimut Sakura dan menyelimutinya. Sakura tersenyum dan memejamkan matanya.
Sasuke masuk ke ruang inap Sakura dengan membawa sekresek berisi obat-obatan. Langkahnya berhenti ketika melihat Itachi duduk (dan tertidur) disamping Sakura seraya menggenggam tangan Sakura. Pyaaarrr! Sasuke merasa hatinya tengah hancur berkeping-keping. Ya, cemburu buta
"Ada apa dengan aku ini. Hey, sadar Sasuke!" Sasuke melangkah mundur, menjauhi mereka (Itachi dan Sakura)
"Ternyata benar kalau Itachi menyukai Sakura..." lirih Sasuke
"Aduh, kenapa aku peduli banget, sih!"
-ooo-
Sasuke kehujanan. Ia pun segera menuju kamar mandi. Untuk apa? Ya mandi lah -_- /author kehabisan kata-kata/
Ia duduk disamping ranjangnya. Merenungi semua yang telah terjadi, "Cepat."
Mengapa semua ini begitu cepat? Mengapa aku harus pindah ke Konoha dan sekolah di Konoha High School? Kenapa aku harus berada dikelas X-B IPA? Dan…, kenapa aku harus mengenal nona jambu itu? Kenapa, kenapa, dan kenapa? Kenapa…, aku harus jatuh cinta kepada gadis yang dicintai kakakku sendiri. Aku tidak bisa membohongi hatiku. Ya, aku cemburu, aku ingin menjadi yang berada disamping Sakura. Menggenggam tangannya erat dan membisikkan janji-janji manis ke telinganya…
Sepertinya, aku harus menarik kata-kataku. Kenapa aku sampai jatuh cinta pada nona jambu? Apakah dia cantik? Tidak juga. Cerdas? Setahuku, juga tidak. Seksi? Yang ini apalagi, SANGAT MUSTAHIL. Yang jelas, dia berbeda. Ia tak seperti siswi kebanyakan. Cuek, pendiam, dan protektif terhadap dirinya sendiri, ya, itulah karakter yang menyebabkan aku mengagumi sosokmu, Sakura Haruno…
Aku mengingat beberapa minggu lalu, ketika aku dan kau diusir dari kelas dan tidak mengikuti ulangan karena ejekan "Nona Jambu" & "Pantat Ayam". Haha, lucu sekali…
Aku galau? Kupikir, iya
Apa ini yang namanya CINTA? Sebegitu rumitkah cinta itu? Atau sePAHIT inikah cinta itu?
Sasuke bergumam dalam hatinya seraya mengelilingi kamar Itachi. Nuansa yang berbeda. Semua serba kebiruan. Ia pun menuju ke rak-rak bukunya. Tersusun rapi novel, komik, buku dongeng, buku pelajaran, bahkan ada buku yang pernah ia tulis sendiri. Betapa hebatnya sosok Itachi Uchiha, berbeda jauh sepertiku. Batinnya.
Sasuke mengambil album foto milik Itachi. Mungkin, bila ada Itachi, ia segera mengusir Sasuke. Ia paling tidak suka jika privasinya diusik-usik. Dan ini saat yang tepat untuk Sasuke, hohoho!
"Aw" rintih Sasuke, tangannya tersayat bagian tajam kertas album. Tepat berada di album masa kecil Itachi dan Konan
"Ya. Itachi. Aku harus merelakan Sakura untuknya!" gumam Sasuke. Ia kembali ke kamarnya dan mengambil beberapa post-it berwarna hijau dan menulis sesuatu. Apa itu? ENTAHLAH~
-ooo-
"Ngggh~" Sakura terbangun. Ia duduk dikasurnya seraya menarik napas dalam-dalam
"Eh?" Sakura tertarik pada bingkisan berbentuk hati berwarna merah muda itu,
UNTUKMU YANG TERSAYANG,
SAKURA HARUNO
Sakura tertawa kecil dan membuka bingkisan itu. "Cokelat, haha!"
TO BE COUNTINUED
ARIGATOU GOZAIMASU, MINNA YANG UDAH MAU BACA FF CHAPTER 2 INI :)) JANGAN LUPA TINGGALKAN REVIEW YAA :)) 3
