Judul : Cinta Kuah Ramen & Sebuah Pensil (Chapter 3)
Rate : T
Sasuke, Sakura, Itachi, and other characters © Masashi Kishimoto
Cinta Kuah Ramen & Sebuah Pensil © Sera~Uchiha
WARNING : Gaje, Abal, OOC, Alay, Lebay, Ngeselin, Typo(s), DSB.
EFEK : Mata copot, jantung bochor, kepala lepas sama badan, mati mendadak/? *abaikan, minna._.*
BAHASA INDONESIA
Summary : ["Ah, panas!" kuah ramen itu tumpah tepat dikemeja putihnya - "Bolehkah aku meminjam sebuah pensil milikmu, Nona Jambu?" tanyanya] Kisah dimana seorang lelaki yang bernama Sasuke harus memilih antara cinta kepada kakaknya atau cinta kepada pujaan hatinya.
Ngeklik FF ini, jangan cuma jadi readers gelap, karena gelap-gelapan itu tidak baik! Minta review berupa kritik & saran (dan pujian kalo mau :3)
HAPPY READING, minna :*
Salam GAHOEL, Author~
"Ohayou, Sakura-chan!" sapa Itachi seraya membuka pintu kamar tempat Sakura dirawat
"Ohayou, Itachi-kun" balas Sakura seraya tersenyum manis. Membuat Itachi semakin tergila-gila
"Hm, aku membawakanmu sushi. Aku membelikannya langsung dari kantin sekolah. Kau mau?" tanya Itachi
Sakura mengangguk. Tak lama, seseorang membuka pintu
"Sasuke-kun?" pekik Sakura
"Hey, kau! Bagaimana keadaanmu sekarang? Kudengar kau sakit, jadi aku kesini" ucap Sasuke basa-basi (Readers : Ngapain diketik tebel? - Author : Iyalah, kan aneh kalo seorang Sasuke doyan basa-basi :D)
"Hn, iya. Terima kasih" Sakura masih cuek terhadap Sasuke
"Oh ya, kau tenang saja, aku sudah bilang ke Iruka-sensei kalau—"
"Ayooo buka mulutnya, ada makanan enak mau masuk!" dengan romantisnya, Itachi menyuapi sushi kepada Sakura tanpa merasa risih dengan keberadaan Sasuke :p
Sasuke menelan salivanya, si keriput memang sangat beruntung nasibnya. Gumamnya
"Apa kau bilang?" Itachi meminta Sasuke untuk mengulang ucapannya. Kali ini, Itachi memang sedang klimaks bolotnya
"Eh? Tidak. Anu.., aku lupa membersihkan lubang hidungku" jawab Sasuke seadanya yang membuat Sakura dan Itachi tertawa lepas. Sasuke hanya bisa menahan malu dan memasang tampang TIDAK NYATA
"Ohok ohok!" Sakura tersedak, bung!
"Ah, kau ini bagaimana, sih. Makanya jangan nertawain orang, begini kan jadinya" ujar Sasuke sewot (dan sedikit panik mencari air putih) seraya mencari segelas air putih
"Ini minum dulu…" Sasuke menyodorkan gelas itu kepada Sakura. Tiba-tiba suasana hening. Bahkan suara burung perkutut (entah milik siapa) diluar sana terdengar. Sakura blushing seketika seraya mem-flashback ulang kejadian saat dirinya dan Sasuke terjatuh dari bangku ._. Dan Itachi, mungkin ia sedikit cemburu sekarang
"WOY!" Sasuke sedikit berteriak agar Sakura dan anikinya sadar dari lamunan tidak jelas
"Eh? Ya ya, terima kasih" Sakura segera meminum air putih yang diberikan Sasuke tadi
Tiba-tiba, handphone Itachi bordering, ia segera keluar untuk mengangkatnya.
"Hey, kau! Aku rindu saat memanggilmu Nona Jambu" ucap Sasuke
"Souka"
"Kok singkat begitu jawabnya?"
"Terus aku harus jawab gimana?" tanya Sakura yang mulai bosan dengan Sasuke
"Hey, maaf aku harus pergi sekarang. Aku harus mengikuti rapat organisasi. Sasuke, bisakah aku menitipkan Sakura padamu? Jaga dia baik-baik. Kalau kau apa-apakan dia, aku akan mematahkan tulang lehermu" ujar Itachi dengan nada 'menyeringai'
"Ehm. Iya iya" jawab Sasuke singkat
Itachi pun pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura
"Hey, aku bosan" Ucap Sasuke tak lama kemudian
"Aku juga"
"Bagaimana kalau jalan-jalan? Daripada menunggu lama si keriput itu" usul Sasuke
"Ambilkan aku kursi roda disana" suruh Sakura seraya menunjuk pintu. Ya, kursi rodanya tepat berada didepan pintu
"Kau menyuruhku, nona jambu?" Sasuke mendekati wajah Sakura yang memerah dengan tatapan 'flirt'nya
"Ah, kau ini! Terserah kalau tidak mau!" Sakura mendorong pelan tubuh Sasuke agar menjauh darinya. Lalu, Sakura menutup wajahnya dengan selimut agar Sasuke tidak mengetahui bahwa Sakura tengah blushing karenanya :p
"Jangan ngadat! Kayak anak kecil aja. Nih!" Sasuke membawakan kursi roda untuknya
"Habisnya kamu begitu…,"
"Begitu gimana?" tanya Sasuke seraya menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal. Namun, inilah ekspresi bingung orang ketjeh! (y)
"Lupakan!"
-ooo-
"Kau harus tahu, Sas, kakakmu sangat baik padaku" ujar Sakura kepada Sasuke yang tengah mendorong kursi rodanya
"AH KATA SAPA?!" Sasuke mulai sewot bila seseorang memuju kakaknya itu
"Lho, bener kok. Buktinya, dari awal ketemu aja, dia orangnya penyabar"
"Penyabar gimana?"
Blablablabla~ Sakura menceritakan awal kejadian hingga ia bisa bertemu dengan Itachi (saat Sakura menumpahkan kuah ramen ke kemeja Itachi) hingga ia kagum pada sosoknya. Sasuke mendengarkannya. Cemburu? WAH PASTI. Namun, dihati kecilnya, ia mengakui bahwa Itachi memang seorang kakak yang baik dan bertanggung jawab. Beda dengan dirinya yang masih terkesan 'immature'
"Aku iri padanya…"
"Iri?" Sakura mengangkat sebelah alisnya
"Aku merasa mengapa aku tidak bisa menjadi adik yang baik padanya. Sedangkan, selama ini dia sudah berkorban banyak untukku"
"Berkorban yang maksudnya seperti apa?" tanya Sakura
"Kau tidak perlu tahu, jambu. Ini rahasia. SANGAT RAHASIA!" jawab Sasuke
"Baiklah…"
Sasuke berhenti di halaman rumah sakit yang dipenuhi bunga-bunga. "Kau tunggu disini dulu, ya". Sakura mengangguk pelan
Sasuke kembali dengan membawa setangkai bunga alamanda kuning dan menyelipkannya di daun telinga Sakura, "Kau tampak lebih bagus, Sakura-chan"
Tunggu, Sasuke memanggil Sakura dengan "Sakura-chan" (readers: author gak salah ngetik, kan? Matanya nggak siwer, kan? ~ Author: ya kagak sih)
"Kenapa melamun, jambu?" tanya Sasuke seraya tertawa kecil dan mengacak poni Sakura
"Aah, kau ini. Dasar pantat ayam!" Sakura membenarkan poninya kembali
Mereka pun tertawa bersama. Ini pertamakalinya Pantat Ayam dan Nona Jambu tertawa lepas setelah sebelumnya 'cuek-cuekan'
"Hey, sudah sejam kita disini. Kita balik aja, ya? Takutnya Itachi mencari-cari kita"
Sasuke pun mendorong kursi roda Sakura menuju kamarnya. Sakura-hime, kau harus tahu bahwa akun tidak ingin kehilangan saat-saat indah ini
"Eh, Sasuke! Aku mencarimu kemana-mana, ternyata jalan-jalan!" Itachi tampak panik
"Gomen, oniichan. Aku dan dia bosan, jadi, aku bawa dia jalan-jalan keluar—"
"Udara luar tidak bagus untuknya, Sasuke"
"Kau memotong pembicaraanku, TUAN! Dia yang mau!"
"Hormati aku sebagai kakakmu, Sasuke!"
"Kau sendiri yang memulainya, TUAN!"
"EEEHH! Kenapa kalian ini?! Hentikan! Kalian malah membuat mood-ku hancur! Awas!" Sakura mendorong kursi rodanya sendiri menuju kamarnya
"Maaf. Aku hanya khawatir padanya" ujar Itachi yang tersadar akan kesalahannya
Sasuke memeluk kakaknya itu, "Aku minta maaf, kak. Aku sangat merasa bersalah padamu. Maaf maaf maaf!"
Itachi tersenyum, terharu. "Hey, ada apa denganmu?"
"Aku sayang padamu, kakak" bisik Sasuke. Ingat di chapter 1, sekesal-kesalnya Sasuke terhadap Itachi, ia tidak akan membiarkan kakaknya itu bersedih. Begitupula sebaliknya :')
Sakura yang mengintip dari pintu terharu melihat 2 lelaki yang paling berarti—kedua setelah ayahnya—tampak saling menyayangi. Senyuman pun terukir manis di bibir Sakura
-ooo-
Seperti biasa. Setiap pagi, selalu ada bingkisan dengan kertas berwarna dengan tulisan-tulisan romantis. Kali ini, ia diberi boneka teddy bear pink dengan tulisan "I Love You" yang terjahit rapi tepat diperut boneka itu,
BONEKA LUCU UNTUK SOSOK YANG LUCU
Sakura kembali tertawa membacanya. Dalam hatinya, ia bertanya-tanya, siapa yang mengirimkan bingkisan ini semua?
-ooo-
Kini, dokter sudah memberikan izin Sakura untuk pulang kerumahnya. Sakura sangat senang, mengingat ia tak betah berada di rumah-rumah orang sakit ini :p
"Itachi-kun, terima kasih ya sudah membantuku" ucap Sakura
"Kau sudah mengatakannya lebih dari 3 kali. Ini belum seberapa, Sakura-chan" ujar Itachi yang masih terfokus kejalan
Kemana Sasuke? Dia sedang tidur dikursi tengah (?) Wajar, semalam ia belum tidur karena menonton bola bersama Itachi
"Duh, sial. Macet lagi" Itachi menggerutu
"Kau kepanasan?"
Sakura hendak menyalakan AC mobil, namun, tangannya bersentuhan dengan Itachi, "Tanganmu panas, Itachi-kun"
"Apa kau sakit? Gomen aku telah membuatmu lelah" Sakura menundukkan kepalanya
"Hey hey, aku sudah biasa dengan ini. Kau jangan menyesal begitu" ujar Itachi seraya mengangkat dagu Sakura pelan
"Harusnya kau yang perhatian pada dirimu, bukan pada diriku. Kau lebih penting daripada aku" bisik Itachi seraya mendekati wajah Sakura yang mulai memerah
"Ke-kenapa?" tanya Sakura yang gugup
"Karena aku mencintaimu, Sakura-hime" jawab Itachi
Mata Sakura terbelalak, "Senior jatuh cinta pada junior?" batinnya
Itachi menggenggam erat tangan Sakura dan memeluknya. "Maaf, Sakura-chan. Aku merasa kedinginan"
Sakura membalas pelukan Itachi itu. Pada dasarnya, ia juga menaruh hati pada Itachi (fyi, author menulis dengan derai air mata karena CEMBURU)
Sasuke yang baru membuka matanya terkejut karena ada pemandangan TIDAK NYATA dihadapannya. JLEBB! Ia segera membelakangi Sakura dan Itachi
"Ohoookk!" Sasuke pura-pura batuk agar menyadarkan mereka dari kegiatan yang membuat matanya hendak keluar itu (?)
"Sasuke-kun, apa kau sudah bangun?" tanya Sakura
Sasuke diam. Tak ingin bicara sepatah kata pun.
-ooo-
"Sakura-chan! Kau kemana saja? Aku merindukanmu tau!" seru Ino seraya memeluk Sakura
"Aku juga, Ino. Bagaimana kabarmu?"
"Baik kok. Oh ya, aku turut berduka cita ya, Sakura. Maaf waktu itu aku tidak bisa kerumahmu"
"Nggak apa-apa, Ino"
"Ohayou, Sakura-chan" Itachi muncul dari belakang dan langsung merangkulnya. Sasuke yang masih menenteng tasnya memasang tampang TIDAK NYATA-nya
Braakk! Sasuke menaruh tasnya dengan keras dan langsung pergi keluar
-ooo-
Disisi lain, aku senang ngelihat Sakura dan Itachi berdua. Tapi, kenapa hati aku selalu sakit begini. Aku gak bisa terima kalau semua ini terjadi. Aku gak sanggup ngelihat mereka berdua mesra-mesraan! Aku mau jadi posisinya Itachi-oniichan.
Padahal selama ini, aku yang ngasih dia cinta lebih daripada Itachi. Apa mungkin karena aku terlalu gengsi sampe Sakura-chan nggak tahu itu? Apa aku nggak seromantis Itachi-oniichan? Iya? Mungkin. Bisa jadi.
Aku harus kuat! Bagaimanapun, ini memang keputusan terbaik buat jadi seorang adik yang baik buat Itachi. Ganbatte, Sasuke...
"Sasuke." Seseorang memanggil nama Sasuke yang tengah mendengarkan lagu-lagu dibawah pohon yang cukup besar itu
"Sasuke."
"Hn?" sahut Sasuke tanpa membuka matanya sama sekali
Orang itu langsung melepas headset yang tengah dipakai Sasuke
"Sasuke aku minta maaf" ucap orang yang bernama Itachi itu
"I-Itachi?"
"Aku tahu kau menyukai Sakura, huh?" tanya Itachi seraya tersenyum
"Idih, ogah, amit-amit! Nggak nggak" Sasuke mulai munafik. Ya, munafik demi kebaikan, KATANYA :')
"Benarkah? Kalau kau suka, kau boleh memacarinya. Sekalipun dia nanti bersamamu, dia akan tetap menjadi keluargaku, kan? Hehe. Tidak mungkin bila aku yang akan bersama karena aku tidak akan—"
"DIAM. Aku tak ingin mendengar itu lagi, Itachi. Aku benci dirimu yang selalu seperti itu!"
Itachi masih tersenyum. Senyuman itu membuat Sasuke hendak meneteskan air mata dan memeluknya seperti tak ingin kehilangan kakaknya itu
"Jangan tersenyum! Lebih baik kau marah-marah padaku. SENYUMANMU ITU MENYAKITKAN, Itachi!"
"Aku tidak akan bisa marah kepada adikku ini. Kau pantas untuk disayang, bukan dimarahi dan dibentak-bentak"
"Itachi, aku akan sangat membencimu bila kau mengatakannya lagi"
"Hahaha! Baiklah, aku diam"
Memang, senyuman Itachi itu membuat kita menangis. Termasuk author (?)
"Itachi-kun! Sasuke-kun!" sapa Sakura
"Ehm, aku hendak ke toilet dulu ya" ujar Itachi yang lalu pergi meninggalkan Sasuke dan Sakura
"E-eh! Itachi! Baka!"
"Ada apa?" tanya Sakura
"Tidak. Tidak ada apa-apa" jawab Sasuke
Sasuke bingung harus memulai bagaimana pembicaraannya
"Maaf, Sakura. Aku harus pergi. Ada tugas yang belum aku selesaikan" Sasuke pun pergi meninggalkan Sakura. Kini, ia sendiri dan bertanya-tanya, "Ada apa dengan dua Uchiha ini?"
TO BE CONTINUED
Maaf kalo singkat & gaje ya. Lagi hilang inspirasi nih._.
Fyi, kayaknya antara 1 atau 2 chapter lagi, FF ini selesai.
Berhubung sebelum tamat, author mau ngadain quiz kecil-kecilan nih. Cuma 2 pertanyaan :
1. Apa sesuatu yang dikorbankan Itachi kepada Sasuke sesuai dengan yang Sasuke bilang kepada Sakura? ( "Aku merasa mengapa aku tidak bisa menjadi adik yang baik padanya. Sedangkan, selama ini dia sudah berkorban banyak untukku" - Sasuke )
2. Siapa yang memberi Sakura bingkisan berupa cokelat & boneka beserta kertas berisi pesannya?
Nah, yang jawabannya benar, dapet pulsa 10K dari saya ^^
Syarat jawab: Harus sekaligus sama review tentang chapter ini. Jawaban + review disatukan ya, kalo gak sama review dianggap gak sah :p
Jawab di kolom REVIEW!
Contoh - Review : Ah, FF ini abal jelek banget!
Jawaban : 1. Ngasih Duit, 2. Bapak-bapak penjual ramen
