-Pemandian Umum Namikaze-

"Silahkan Sasuke-sama menikmati pemandian dari keluarga Namikaze.. dan sebagai permintaan maaf atas perbuatan anak saya, naruko akan membersihkan luka anda.. Sekali lagi maaf atas perbuatan naruko" Kushina sambil membungkuk dengan sasuke yang masih duduk di ruang tunggu. Mendengar perkataan naruko sentak kaget dan menarik ibunya.

"kaa-san apa-apaan sih.. aku ngga mau mengobatinya! Aku ngga sudi!"

Naruko marah-marah kepada ibunya. Semarah-marahnya naruko terhadap ibunya, tetaplah lebih mengerikan kushina saat dia sedang marah. Melihat tatapan kushina saja, naruko sudah tahu hidupnya akan terancam dan membuat bulu kuduk naruko berdiri. "huuh… baiklah… aku akan mengobatinya.." Naruko pun tunduk di depan kushina.

"nah gitu dong sayang.. jangan buat konsumen kita yang terhormat merasa tidak nyaman ya.. kaa-san sayang narukoo" kushina langsung memeluk naruko yang hanya terdiam dan ingin menangis.

"huhuhuhuhuhu…aku benci hidupku" rintih batin naruko.

.

.

Naruko menuju ke ruang VIP yang kushina sediakan untuk sasuke agar pangeran tersebut merasa nyaman, ditangan naruko membawakan obat merah, kapas, dan air hangat. Setibanya naruko di ruang tempat sasuke berada, dia melihat sasuke duduk dengan angkuhnya sambil menutup matanya, dia menyadari bahwa naruko sudah datang dan duduk didekatnya. Itu membuat sedikit ketakutan atas kejadian didalam mobil tadi sore.

"jika kau ingin mengigitku lagi aku akan….."

"aku tidak akan mengigitmu. Aku akan membersihkan luka-lukamu"

Sasuke yang belum habis berbicara dipotong langsung oleh naruko yang menyiapkan air hangat dan memasukan handuk kecil berwarna orange berenda kedalam air hangat dan tanpa sepengetahuan sasuke, naruko tiba membersihkan luka yang ada di ujung bibir kanan sasuke akibat pukulan yang lumayan keras dari naruko tadi sore.

"he-heeii.. sakiit… pelan-pelan, baka!" sasuke mengeluh kesal dengan naruko yang kasar menyentuh lukanya.

"iya-iya.. maafkan aku." Naruko mulai pelan-pelan membersihkan darah segar yang keluar dari luka diujung bibirnya itu. Jarak antara mereka sangat dekat sehingga sasuke dapat menatap wajah naruko dengan seksama.

'ternyata dia tidak buruk juga. Kulitnya putih merona, tidak seputih mayat seperti sai, rambutnya yang pirang dengan di ikat satu kearah samping kiri, memakai kimono biasa membuatnya terlihat sexy, hmm.. bau jeruknya begitu lembut dan aku baru sadar ternyata monster ini memiliki mata yang indah, biru cerah.' Pikiran sasuke yang mulai menganalisis naruko.

Dan tiba-tiba sasuke memegang tangan naruko dan memberhentikan pekerjaan naruko yang sedang membersihkan luka di wajahnya. Sasuke menatap mata sapphire naruko seakan-akan mata sasuke terhipnotis olehnya. Dengan perlahan, sasuke merabahkan naruko yang masih membatu melihat mata onyx sasuke. Dengan perlahan, sasuke mendekatkan wajahnya ke wajah naruko yang sekarang di bawah sasuke.

Naruko yang melihat wajah sasuke yang mulai mendekat memerahkan wajah naruko, semerah kepiting rebut. Sasuke yang melihat wajah naruko yang memerah itu lagi membuat sasuke gemas, dengan perlahan sasuke mencium naruko tepat dibibir naruko dengan lembut membuat naruko kaget tapi mata naruko malah menutup dan menikmati ciuman lembut dari sasuke. Naruko berusaha mendorong sasuke tetapi permainan sasuke malah lebih dalam tapi lembut. Lidah sasuke menerobos masuk ke mulut naruko dan mulai memainkan lidah naruko. Panas dan begitu lembut, itulah permainan sasuke saat ini kepada naruko yang niatnya tadi berusaha mendorong sasuke malah terhenti dan pasrah dengan keadaan.

4 menit lebih mereka bercumbu dan naruko mulai berpikir bagaimana reaksi kaa-san ketika naruko saat ini sedang bercumbu dengan orang lain dirumah, dengan sasuke.

Kushina yang menunggu lama naruko yang dia kira sedang mengobati sasuke segera menuju kamar tempat sasuke dan naruko berada. Tanpa mengetuk langsung membuka pintu kamar tersebut.

"Narukoo! Lamaa see….ka…li…" Kushina yang mematung melihat naruko dan sasuke sedang menindih anaknya dan berciuman. Naruko kaget mendengar suara kaa-san nya dengan segera naruko langsung mengangkat kakinya dan menginjak dada sasuke lalu mendorongnya sekuat tenaga dan begitu keras sehingga sasuke terpelanting akibatnya. Akhirnya kepala sasuke pun membentur dinding dan pingsan. Membuat kushina dan naruko kaget panik.

"HWAAAAAAA!" Naruko dan kushina berteriak bersama-sama dan segera menghampiri sasuke yang pingsan akibat benturan itu dan membuat kepala sasuke benjol. (wkwkwkwk.. *author ketawa sambil mengetik*)

-2 jam kemudian-

Sasuke akhirnya terbangun dan melihat kushina ibunya naruko sedang mengompres tepat di benjolan tersebut agar benjolannya dapat mengecil dan disamping kushina ada naruko yang memasang muka malu-malu.

"hmm.. jam berapa sekarang…" lirih sasuke menanyakan kepada mereka.

"sekarang jam 8, sasuke-sama.." balas kushina sambil mengopres kepala sasuke.

"aku harus pulang… nnngghh…" sasuke bangkit dari tempat tidurnya dan merasakan sakit di kepalanya akibat benturan itu. Tapi sasuke tidak peduli dan segera keluar dan menuju ke mobilnya.

"naruko, kejar sasuke… kejar dia dan minta maaf dengan sasuke. Kalau tidak kita bisa dituntut akibat perbuatanmu!" ujar kushina sambil mendorong anaknya. Dan dengan terpaksa naruko menurut sambil memanggil sasuke. "te-temee…" naruko berusaha menutup wajahnya yang merah.

"apa! Kau sudah membuatku luka, sekarang kau malah membuat kepalaku benjol akibatmu!" ujar sasuke sedikit kesal dengan naruko. Saat sasuke tahu bahwa naruko mulai mengeluarkan air mata dan menatapnya yang sekarang sedang menuju parkiran mobilnya berada. Melihat itu, sasuke berhenti, kaget dan mendekat kehadapan naruko. Seangkuh-angkuhnya dan sejahat-jahatnya sasuke tetap tidak bisa terima melihat seorang wanita menangis didepannya.

Tanpa berpikir panjang sasuke mulai memeluk naruko yang sedang menangis dan naruko pun kaget dengan pelukan tersebut.

"aku sudah memaafkanmu dobe.. tolong jangan menangis.. aku tidak suka melihat matamu yang indah itu mengeluarkan air mata" lirih sasuke sambil berbisik pelan ke telinga naruko.

"tapi.. kamu akan menuntutku… dan menggusurkan rumahku… aku takut itu terjadi… aku mohon.. jangan lakukan sasuke… aku… aku minta maaf…." Ujar naruko sambil terisak nangis dipelukan sasuke.

"aku tidak akan menggusur rumahmu, aku juga tidak akan mengusir keluargamu.. tenang saja dobe…"

"hmm.. kamu janji teme ?"

"hn.."

"janji tidak mengusir keluargaku ?"

"hn.."

"sasuke.. itu bukan jawaban !"

"hn.."

"sudahlah…!"

Naruko yang kesal berbicara dengan sasuke mulai mendorong sasuke perlahan.

"iya.. aku janji…"

Mendengar pernyataan sasuke, naruko pun mulai menghapus air mata yang ada di kedua pipinya. Naruko pun mulai tersenyum dengan sasuke tapi senyuman naruko membuat sasuke yang melihatnya mematung dan wajahnya pun merona melihat senyuman penuh arti milik naruko. Segera sasuke memalingkan wajahnya dan segera berlari ke tempat mobilnya dan segera memanaskan mobilnya lalu melesat dengan cepat. Ada apa dengan sasuke. Dia begitu terpesona dengan senyuman naruko. "cih.. jangan bilang aku mulai menyukainya…" gerutu sasuke sambil menyetir mobilnya.

Di tempat kediaman namikaze, naruko masih bingung melihat wajah sasuke yang memerah. Tapi naruko tidak peduli, yang penting, dia tidak mengusir keluarganya. Naruko pun senang sekali akhirnya sasuke memaafkannya dan segera masuk kedalam rumahnya yang sederhana.

Saat jarum jam kearah 10 malam, naruko malah tidak bisa tidur memikirkan ciuman lembut sasuke tadi. Membuat wajahnya merona.

'kenapa aku memikirkan ciuman tadi… awalnya aku ingin sekali mencakar, menjambak rambutnya dan mengigitnya. Tapi kenapa aku tidak melakukannya.. malah aku menerima ciumannya dan lidahnya…hwaaaaaaaaaa…aku harus tidur… tidduuuuurrr….' Naruko menjadi frustasi dan mengacak-acak rambutnya dan segera membalikan badannya agar dia bisa dapat segera tidur.

Sementara dikediaman Uchiha, sasuke yang dari tadi hanya duduk terdiam dan bengong.

'apa-apaan aku… kenapa aku tiba-tiba menciumnya… tidak.. tidak mungkin aku terpesona dengan mata biru langitnya… dan.. senyumnya tadii…' sasuke juga sedang memikirkan naruko dan memikirkan semua tindakannya tadi. 'oke.. aku harus melupakannya dan kembali ke strategi untuk mengerjainya besok dan aku harus berusaha untuk tidur' sasuke pun langsung merabahkan badannya di kasur empuknya yang berukuran king size dan sasuke pun akhirnya terlelap tidur.

.

.

.

-Keesokkan harinya-

Seperti biasa, naruko selalu terlambat kesekolah 30 menit, naruko pun akhirnya diperbolehkan masuk oleh satpam penjaga pagar sekolah dan naruko pun segera menuju ke lokernya. Sudah selesai dengan lokernya, naruko langsung berlari ke kelasnya yang dilantai 3. Anak-anak tangga pun naruko lewati, dan sampai di depan kelasnya 3-2. Dan dengan keras, naruko membuka pintu kelasnya sambil mengatur nafasnya.

''SELAMAT PAGII….! Haahh… haahh…haahh…!" dan seisi kelas itu pun kaget termasuk sakura yang kaget yang sedang membersihkan kukunya dan guru anko pun juga sontak kaget akibat ulah naruko.

"Uzumaki ! KAU TERLAMBAT LAGII ! BERSIHKAN PERPUSTAKAAN DAN SUSUN BUKU-BUKUNYA !" teriak guru anko kepada naruko yang masih di depan pintu kelasnya. Mendengar hukumannya itu, membuat naruko kaget dan dengan lesu. Naruko menghadap sakura yang juga memberi semangat 'Ganbatte naru-chan'. Dibalasnya denga senyuman dan dia langsung menuju ke perpustakaan yang berada dilantai 1.

''huuh… kenapa aku selalu ketinggalan sih…habis… bis kota lambat sekali datangnya… jadinya aku juga telat ke sekolah… huhuhuhu… nasib nasib…'' naruto menggerutu sambil berjalan.

Dan diberlawanan arah, sasuke cs (shika, kiba, shino, neji) sedang berbincang canda tapi sasuke terdiam melihat naruko didepannya berjalan kearahnya dengan wajah yang menunduk. Wajah sasuke pun memerah mengingat kejadian kemaren dan memalingkan wajahnya kea rah jendela di sampingnya. Tanpa dihiraukannya, naruko melewati sasuke cs. Sasuke yang melihatnya kaget kenapa anak itu tidak menyapanya. Tanpa pikir panjang lagi, sasuke pun berbalik ke belakang dan mengejar naruko lalu di genggamnya pergelangan tangan naruko.

"hey.. dobe.."

"hm.."

"kau telat lagi ya.. hahaha"

"aku tidak ada waktu mendengar ledekanmu, teme.."

Dengan kasar, naruko pun menghempaskan tangannya dan genggaman sasuke pun terlepas. Sasuke yang melihat punggung naruko yang semakin menjauh menatap heran.

"Heey sasuke! Ayolah kita ke kantin… perutku lapaaarrr….!" Kiba pun menarik tangan sasuke yang masih menatap bayangan naruko yang sudah semakin menjauh. 'kenapa aku memikirkannya… aku tidak peduli padanya' pikir sasuke dan menghampiri ke teman-temannya yang sudah menunggunya.

.

.

.

Naruko pun tiba diperpustakaan yang sepi karena siswa dan siswi sedang dijam pelajaran. Melihat naruko masuk, penjaga perpustakaan yang berusia 25 tahun miss shizune menyapanya.

"hai naruko… apa kabarmu… loh kan sekarang jam pelajaran… kamu pasti terlambat lagi ya?" ucap kizune pada naruko yang memasang wajah lesu dan tidak semangat menjawab pertanyaan nona shizune.

"iya miss. Huh.. aku dihukum membersihkan perpustakaan dan menyusun buku-buku'' jawab naruko lesu. Melihat naruko yang malang itu pun akhirnya miss shizune pun berdiri menghampirinya dan langsung menepuk pundaknya sambil tersenyum tipis. "miss bantu menyusun buku-buku ya.." kata miss shizune. Mendengar wanita itu, naruko pun langsung heran dan menatap miss shizune

"benarkah miss shizune mau membantuku?"

"tentu sayang… kamu kan langganan diperpustakaan ini… jadi aku akan membantu naruko chan. Hehehe" miss shizune memberikan senyuman kepada naruko membuat naruko pun senang dan menundukkan badannya di depan miss shizune.

"arigato miss…"

"hehe.. iya.. ayo kita mulai membereskannya naruko.." miss shizune pun mulai menyusun buku-buku yang berserakan di meja sedangkan naruko dengan kemocengnya yang dia pinjam dengan miss shizune mulai membersihkan rak-rak buku dan lemari-lemari yang berisikan buku-buku yang sudah disusun dan berdebu.

"tuut..tuut…tuut…tuut…tuut" suara dering ponsel dari miss kizune berbunyi dan langsung diangkatnya.

"moshi-moshi, Tsunade sama"

"…"

"oke.. aku akan segera membantu anda…"

Segera, miss kizune pun menutup panggilannya dan menghampiri naruko yang sedang membersihkan buku-buku yang berserakan dimeja.

"naruko maafkan miss ya.. sepertinya miss harus ke ruang kepala sekolah dulu. Miss disuruh membantunya menyusun buku-bukunya… tidak apa-apa kan miss tinggalkan naruko di perpustakaan ?" ucap miss shizune yang merasa bersalah jika meninggalkan naruko dan membersihkan perpustakaan sendirian.

"tidak apa-apa kok miss.. naruko bisa membersihkannya sendirian.." jawab naruko sambil tersenyum agar meyakinkan miss shizune. Miss shizune yang melihat senyuman naruko yang ceria itu pun mempercayainya. "baiklah naruko chan.. miss percaya padamu… kamu memang murid yang lucu…." Dengan gemasnya miss shizune memeluk erat naruko chan dan naruko hanya bisa membalas sambil tersenyum. "hehehehehe"

Akhirnya miss shizune pun pergi meninggalkannya diperpustakaan. Naruko pun dengan semangatnya mulai mengangkat satu persatu buku itu dan menyusunnya sesuai daftar yang sudah dituliskan miss shizune padanya.

"hmm… khusus buku sejarah… ada di ujung… huuuhh… jauh sekali… rak buku-buku ini sangat tinggi-tinggi dan membuatku pusing saja…" keluh naruto sambil berlari ke arah rak buku sejarah yang di ujung.

Kreekk… suara pintu perpustakaan terbuka. Tampak seorang siswa berkulit putih pucat, berwajah tampan, bermata onyx yang sama seperti sasuke dan rambutnya yang rapi. Ternyata Uchiha sai rupanya.

'kemana miss shizune?' pikir sai. Tanpa pikir panjang, sai pun masuk dan menuju rak khusus buku-buku biologi. Sai masih bingung dia ingin membaca apa. Karena di depannya sudah banyak yang dia baca. Sai yang masih sibuk mencari buku kembali ke naruko yang sudah memasukkan buku-buku sejarah itu secara teratur dan rapi.

"Lalu… buku kimia… ada di depan… huuh kembali lagi ke depan." Gerutu naruko sambil mengangkat buku-buku tersebut ke rak yang ditujunya dan ternyata rak buku-buku kimia dibelakangnya jug arak buku-buku biologi. Sai pun masih memilih dan di ambilnya buku itu satu-satu, dilihatnya, dan dikembalikannya lagi dirak buku, belum ada yang menarik.

Lalu sampailah rak khusus kimia. Naruko pun menaruh tumpukan buku-buku yang tadi dia bawa di lantai. Naruko mengambil 4-5 buku-buku kimia dan mulai menyusunnya dari ujung dulu sampai akhirnya di depan. Naruko pun mengambil buku kimia yang terakhir dan merapikannya di rak buku dibagian depan.

Sai yang melihat ada buku yang menurutnya menarik di bagian depan pun mulai menariknya dan ketika ingin menarik, tiba-tiba dia melihat sosok mata shappire berambut kuning sedang menatap sai dengan wajah yang kaget. Sai pun juga tiba-tiba melihat sosok wajah naruko di depannya sontak membuatnya kaget pula.

"HAAH…HAAH… HAAH… A-AKU KIRA BERTEMU DENGAN HANTUU…." Ujar naruko yang masih mengatur nafasnya agar normal kembali. Sedangkan sai hanya tertawa tipis melihat wajah naruko yang menurutnya sangat manis ketika ketakutan seperti itu. "hahahahahaha.. maaf sudah mengagetkanmu naru-chan hahahaha.." melihat sai yang tertawa terbahak-bahak itu, membuat naruko cemberut sambil menahan malu nya yang luar biasa.

Akhirnya sai pun mengajak naruko untuk duduk dan menemaninya dan tidak mungkin naruko menolaknya, karena naruko menyukai sai.

"kamu tidak masuk naruko chan ?" ujar sai sambil melirik naruko yang duduk dihadapannya dengan wajah yang menunduk dan malu-malu.

"aaa ano.. aku di-dihukum Sai-kun.." jawab naruko dengan gugup tak sanggup menatap sai yang menatapnya juga.

"kok bisa. ? Mau ceritakan kenapa kamu biasa terlambat naruko chan ?" tanya sai

"ka-karna bis yang me-menuju ke se-sekolah terlambat.. ja-jadinya aku na-naik bis umum sa-saja.."

"oh begitu… jika aku menjemputmu, pasti kau tidak akan terlambat lagi."

Mendengar tawaran sai tersebut membuat naruko menghadap sai dan masih tidak percaya apa yang dia dengar. "hah? Maksudmu?" Tanya naruko yang masih tidak percaya dengan apa yang didengarnya.

"ya.. aku bersedia menjemputmu. Jika kau mau." Sai mengeluarkan senyuman pesonanya. Naruko pun malu dan menundukan wajahnya lagi.

"ti-tidak perlu sai-kun… a-aku bisa naik sepeda." Sebenarnya naruko ingin menerima tawaran sai. Tapi dia juga takut akan diserang oleh para wanita atau mereka menyebut diri mereka sebagai 'Sai Lovers'.

"baiklah… jika kau memerlukan bantuanku, aku tidak akan segan-segan untuk membantumu sebisaku, naru-chan" sai pun berdiri dan mengambil buku yang belum di baca daritadi.

"oya.. bilang dengan miss shizune, aku meminjam buku ini untuk beberapa hari." Ujar sai kepada naruko dengan malu-malu. Naruko hanya membalasnya dengan anggukan kecil.

Sai yang heran melihat tingkah naruko yang tidak menghiraukannya, akhirnya tangan sai memegang pipi lembut naruko yang merah dari tadi dan mengangkat sedikit kepala naruko . Agar sai dapat melihat wajah naruko sekarang. Sai pun mendekatkan wajahnya agar dapat melihat naruko lebih jelas. Sai tahu, di tengah mereka berdua, ada meja yang menghalanginya.

"kau sakit ?" ujar sai yang merasa pipi naruko mulai memanas.

"aa-aaa-aanoo…." Naruko terbata-bata melihat wajah tampan sai yang lumayan dekat.

"tapi, wajahmu panas dan merah sekali. Sungguh tidak apa-apa?" sai sedikit khawatir.

"ti-tii-tiidak apaa-apaa…" naruko menatap wajah tampan sai dan membuat wajahnya memerah seperti buah tomat.

Sai pun mulai menatap naruko. Wajahnya yang lembut, matanya sangat indah, seperti warna langit. Rambutnya blonde yang di kepang dua membuatnya begitu manis, tubuhnya juga putih merona dan aroma jeruk yang sangat wangi dan lembut. Pikiran sai pun mulai menguasai dirinya.

Sai mulai perlahan mendekatkan bibirnya dengan bibir naruko. Naruko hanya bingung apakah dia menerima bibir sai atau tidak. Naruko pun akhirnya memutuskan untuk mengikuti kemauan sai tapi sebenarnya dilubuk hati naruko sangat menginginkannya 'aku akan dapat ciuman dari seorang pangeran tampan yang baik hati, masa aku harus menolaknya' batin naruko.

Tinggal beberapa senti lagi, bibir mereka pun sedikit lagi akan bersentuhan. Tiba-tiba seseorang sudah memperhatikan mereka berdua.

"apa yang kalian berdua lakukan!" ucap seseorang dengan suara lantangnya yang sudah melihat mereka berdua dari tadi di depan pintu perpustakaan.

Mereka berdua pun kaget dan mulai menghadap ke sumber suara tersebut.

"sa-sasuke…" lirih naruko. Sai pun hanya menatap sasuke dengan intens.

"kau bermesraan disini rupanya sai. Tapi kau tidak tau rupanya, naruko adalah kekasihku dan kau berani ingin menciumnya ? Berani sekali.." Ujar sasuke sambil menyeringai.

Sai pun kaget mendengar pernyataan sasuke bahwa naruko sudah menjadi kekasihnya. 'sial' dalam pikiran sai. Dengan segera sai mengambil buku itu dan berpamitan dengan naruko sambil memberikan senyuman lembutnya.

"maaf naru chan, aku permisi dulu" sai pun sambil menggenggam bukunya dan menghampiri sasuke.

"jika kau berani ingin merebutnya, lawan aku" ujar sasuke sambil berbisik di telinga sai yang berada di sampingnya. Sai pun mendengar bisikan sasuke itu pun berhenti sejenak. Dan membalas bisikan itu.

"boleh saja, aku tidak akan segan-segan merebutnya darimu, sasuke" sai pun sambil tersenyum dan berlalu meninggalkan sasuke dan naruko yang masih bingung, kaget dan malu-malu.

"cih… Dasar zombie!" ejek sasuke kepada sai yang sudah pergi. Sasuke pun melirik naruko dan dilihatnya naruko ingin pergi juga meninggalkan sasuke. Dan dengan sigap sasuke pun menggenggam pergelangan tangan naruko.

"hei.. mau kemana kau, dobe..?"

"bukan urusanmu, teme!"

"kau harusnya berterima kasih kepadaku sudah menolongmu dari si zombie itu… Hampir saja dia ingin menciummu. Apa kau tidak sadar?"

"aku tidak keberatan dia ingin menciumku! Dan satu lagi, aku belum menerimamu sebagai kekasihku, teme!"

"baiklah kalau begitu…" akhirnya sasuke pun melepaskan genggamannya, dan naruko pun berlari berusaha menjauh dari sasuke.

Entah, dipikiran naruko kacau. Senang, deg-degan dan bahagia atas perbuatan sai yang ingin menciumnya, di lain pihak, naruko merasa kesal, marah dan benci dengan sasuke yang sudah merusak suasana romantisnya dengan sai.

'SASUKE BAKA!' teriakan dari batin naruko yang sambil berlari menuju ke kelasnya.

Kembali ke sasuke yang masih berdiri diperpustakaan. Dan melihat dihadapannya sudah ada miss shizune

"wah sasuke-sama, sedang apa di depan perpustakaan, tidak masuk?"

"hn.. tidak miss, saya permisi dulu."

Sasuke pun membungkukan tubuhnya dengan hormat dan berbalik lalu meninggalkan miss shizune yang masih bingung dengannya.

"Awas kau dobe, aku akan mempermalukanmu saat istirahat pertama nanti. Hehehe"

-TBC-

thanks ya buat reviewnya...

maaf baru update chapternya =="

karena lagi musim libur jadi authornya juga liburan dulu deh

oya jangan lupa di review ya... hehehee

arigato ^_^