-Teng Tong Teng Tong-

Lonceng Bel Konoha High School yang berbunyi dua kali pun terdengar juga pertanda waktunya untuk istirahat pertama. Para siswa dan siswi pun keluar dari kelas mereka masing-masing. Tidak bagi naruko, dia masih menyesali tidak dapat kecupan dari sai. Dan malahan dia diganggu oleh sasuke. Sakura yang melihat raut wajahnaruko yang sedih akhirnya bertanya.

"ada apa sista ? kau diganggu oleh prince itu ?"

"hah ? siapa prince ? Pantat ayam ?"

"Uchiha Sasuke, sista…!" ucap sakura memperjelas

"huh ! Prince apaan... dia jahat ! menyebalkan ! dia sudah menghancurkan harapan dan impianku!"

"cup cup cup… sudahlah sista…" sakura pun memeluk sahabatnya yang malang itu dan berusaha untuk menghibur naruko.

"oh iya naru-chan, di kantin ada ramen loh… katanya ramen dengan rasa terbaru dan ada menu-menu lainnya… kamu mau ? aku teraktir deh…"

Naruko melepas pelukan sakura dan memandang sakura di depannya. Matanya mulai berbinar dan wajah naruko pun kembali bahagia mendengar ungkapan sakura tadi

"benarkah? Apakah rasanya semakin enak ?" ujar naruko yang masih melebarkan pupil matanya *kaya kucing aja*.

"tentu semakin enak dan lezat, naruko. Ayolah jangan sedih terus naruko." Sakura pun bangkit dari tempat duduknya dan menarik pergelangan tangan naruko.

"Baik-baik, saku chan. Tapi janji ya kamu teraktir aku."

"iya bawel. Ayolah cepat, nanti antriannya penuh."

Akhirnya mereka berdua pun keluar dari kelas dan menuju ke kantin. Tanpa mereka sadar, ternyata sudah ada seseorang yang sudah mematai mereka berdua dari balik pintu.

"anjing kepada sipanse… anjing kepada sipanse… ganti.. " ujar lelaki yang memiliki tato segitiga di kedua bawah matanya dan berbicara dengan walky talky *bener ga tuh kalimatnya*

"Cih.. kenapa aku di panggil sipanse sih… Ya.. Sipanse kepada anjing… target dimana.. Ganti " ucap laki-laki yang rambutnya diikat seperti nanas itu sedang duduk di koridor menuju kantin.

"Anak kucing blonde bersama monyet berjenong pinky itu menuju kearah sipanse.. ganti…" ucap lelaki bertato segitiga itu

"baiklah… target terlihat… ganti" ucap lelaki berambut nanas itu sambil menaruh walky talky nya ke kantong celananya dan pura-pura untuk tidur.

Naruko dan sakura pun sampai ke koridor yang menuju ke kantin. Naruko mendengar setiap sakura cerita. Walaupun cerita itu tentang dunia fashionnya. Naruko sedikit bosan mendengar ocehan tiap ocehan sakura itu. Tapi sebagai sahabat yang baik, naruko terpaksa mendengar sakura mengoceh panjang lebar. Dan mereka pun hampir dekat dengan shikamaru yang sedang tertidur di kursi. Mereka berdua tidak melihatnya. Tiba-tiba kaki shikamaru kedepan dan mengakibatkan naruko terjatuh dan kaget. Tapi hanya naruko saja yang terkena kaki shikamaru itu.

"Haah…. Naru chan, tidak apa-apa ?" ucap gadis pinky itu sambil membantu naruko untuk berdiri.

"Ti-tidak apa-apa saku chan… Lututku hanya terluka sedikit kok…" ucap naruko yang berusaha untuk bangkit dan ingin menampar lelaki nanas itu. Tapi niat itu di batalkan sakura.

"Jangan melawan naru chan… Dia shikamaru, anak buah sasuke… Jadi jangan berani macam-macam dengan dia…" bisik sakura dan membuat naruko membatalkan niatnya.

Naruko berjalan di bantu oleh sakura. Lalu mereka meninggalkan shikamaru itu dan tetap pergi menuju kantin sekolah. Melihat kedua wanita itu pergi, shikamaru pun mengambil walky talky nya di kantong.

"Sipanse kepada semut… Sipanse kepada semut… Ganti.." ucap shikamaru yang berbicara dengan walky talky nya.

"Semut kepada sipanse… Apakah tugasku sekarang? ganti" ucap pria yang mengenakan jaket yang menutupi separuh wajahnya dan mengenakan kacamata hitam sedang berada di luar dapur.

"Anak kucing blonde itu menuju ke kantin. Segera laksanakan. Ganti" ucap shikamaru dan tanpa babibu lagi, shino pun masuk ke dapur lewat pintu belakang sekolah dan menuju ke panci lalu menuangkan kuah ramen itu lalu shino pun mengambil sesuatu di saku nya. Sejenis bubuk lalu ditaburkannya kedalam ramen yang sudah disiapkan khusus untuk naruko. Sudah dengan kegiatannya, shino pun member ramen tersebut ke ibu penjaga kantin.

"Serahkan ramen ini kepada anak bernama Uzumaki Naruko." Ucap shino yang sedikit berbisik itu membuat ibu kantin itu hanya terdiam dan takut. Ibu itu hanya mengangguk yang berarti ibu itu mengerti. Shino pun keluar dari kantin.

"Hai bibi… Apa kabar..Hehehe…" ucap naruko menyapa ibu kantin itu.

"Aah naruko… Baik… Ini ramen special untukmu dari seseorang…" ucap ibu kantin itu sambil menyerahkan ramen itu kepada naruko.

"Hah ? untukku ?" ucap naruko bingung

"Iya… Tapi uang dulu…" ucap ibu kantin itu sambil mengarahkan tangannya ke hadapan naruko.

"Berapa bibi ?" ucap sakura yang tiba-tiba muncul dari belakang naruko membuat naruko sedikit kaget.

"20 ribu dua ramen.." ucap ibu kantin itu sambil memberikan ramen untuk sakura dan mengambil uang dari tangan sakura.

Mereka berdua pun membawa masing-masing ramen milik mereka. Ternyata seorang berambut raven bermata onyx sedang menatap kearah kedua gadis itu. Tapi pandangannya tertuju ke gadis berambut blonde yang sedang duduk yang tak jauh dari tempat sasuke berada. Melihat raut wajah sepupunya itu, Sai pun heran, apa yang terjadi dengan saudaranya itu.

"Hei… Kau kenapa, sasuke..?" Tanya sai yang sudah selesai memakan ramennya.

"Sepertinya, permainan akan segera dimulai, Saudaraku" ucap sasuke sambil menyeringai yang masih memperhatikan naruko di seberang sana. Sai pun tidak mengerti apa yang dimaksud sasuke.

#kembali ke tempat naruko dan sakura#

"Terima Kasih saku chan ! Aku sudah lapar… Selamat makan…" naruko pun langsung melahap mie ramennya dengan rakus. Wajah naruko pun akhirnya berlepotan akibat kuah yang mengenai wajahnya.

"Hei.. Pelan-pelan… Wajahmu berlepotan tuh…" ucap sakura khawatir dengan kerakusan naruko. Seperti zombie yang lapar saja.

Saat ramen naruko hampir habis, tiba-tiba naruko merasa ada sesuatu yang salah dengan perutnya. Seperti ada yang berputar-putar di dalam perutnya. Naruko pun menghentikan kegiatannya dan memegang perutnya.

"Sa-sa-sakura… Pe-perutku… Mu-mulees…!" ucap naruko yang mulai merasakan ada sesuatu yang ingin keluar.

"Aah… kau jorok.. Ke toilet sana… Aku duluan ke kelas dulu ya…" ucap sakura.

"Ii-iyaa…" naruko pun langsung berlari meninggalkan kantin itu dan menuju ke toilet sekolah.

Tiba-tiba sasuke pun muncul di balik pintu kantin dengan tatapan iblisnya *kayak hantu aja*

"Serigala kepada tupai… Serigala kepada tupai… ganti..!" ucap sasuke kepada walky talkynya.

"Hah.. Pasti kiba yang membuat nama-nama jelek ini… Tupai kepada serigala… ganti. " ucap seseorang yang berambut coklat panjang bermata seperti mutiara itu berdiri dengan santainya di depan toilet khusus wanita itu.

"My catty menuju tupai… Laksanakan tugasmu dengan baik…! Ganti.." ucap sasuke.

Mendengar bahwa target nya mendekat, neji pun bersandar di dinding depan toilet wanita. Akhirnya naruko pun tiba dengan berlari terbirit-birit sambil memegang perutnya yang sakit dan mules.

"Hwaaaaaaa! Maaaauu keeeluuuaaaarrr…!" teriak naruko yang melewati neji begitu saja. Lalu di tutupnya toilet wanita itu dengan sangat keras.

Neji pun melakukan tugasnya. Dengan segera, neji langsung mengunci pintu toilet wanita itu.

"Hahaha… Maafkan aku cantik… Selamat bersenang-senang…" neji pun meninggalkan toilet wanita dengan wajah yang begitu puas. Sambil berjalan menuju kelasnya, neji mengambil walky talkynya.

"Tupai kepada semua makhluk… Tupai kepada semua makhluk… Rencana pertama sudah berhasil… Ganti " ucap neji.

..

.

#kembali ke toilet wanita#

..

.

Sudah 30 menit berlalu naruko pun akhirnya selesai juga. Naruko pun keluar dan segera membersihkan kedua tangannya di wastafel. Lalu dilihatnya pantulan cermin dihadapannya.

"Ini semua Pasti rencana teme si pantat ayam itu dengan cs nya ! Aarrgghh!" Naruko frustasi seharusnya dia menolak ramen itu.

"Huhuhuhuhu… Kenapa mereka jahat sekali.. Aku.. Aku salah apa sih… Padahal aku kan sudah meminta maaf dengan sasuke. Huhuhuhuhu…." Rintihan hati naruko.

Naruko pun ingin keluar dari toilet itu, tiba-tiba pintu toilet itu tidak bisa di buka. Naruko mulai panic. Apakah ini termasuk permainan sasuke lagi. Naruko pun berusaha membuka pintu, tapi hasilnya nihil. Dia benar-benar terkunci didalam toilet. Naruko pun sungguh frustasi sekarang. Dia benar-benar mengutuk seseorang yang bernama Uchiha Sasuke itu. Sungguh dia sangat membencinya.

"Aaaarrrggghhhh! Paaanntaatt aayaaamm!" teriak panjang naruko terkunci didalam toilet. Tapi sayangnya, toilet itu kedap suara.

Sementara naruko masih berkicau dengan merdunya di toilet, sakura yang sudah berada di kelas itu mulai mencari-cari naruko. Sudah lewat 30 menit, tapi gadis pirang itu tidak muncul juga. Padahal istirahat pertama sudah selesai. Lalu datanglah guru Kakashi. Para siswa-siswi pun mulai duduk di bangku mereka masing-masing dan segera mengambil buku pelajaran sejarah.

..

.

#Ruang Osis#

...

"Rencana berjalan dengan sempurna. Hahahaha….Kasihan sekali kucing blonde itu…" ucap kiba sambil menyantap kue kering milik fans-fans wanitanya.

"Aku sedikit kasihan dengannya, sasu.." ucap neji sedikit kasihan atas kenakalan mereka.

"Untuk apa kau kasihan dengannya. Dia itu monster ! Monster berambut pirang !" sahut kiba.

"Betul kata kiba. Dia sudah mengigitku dan membuat aku jatuh cinta kepadanya."

Pernyataan sasuke tadi membuat ketiga sahabatnya terkejut. Tidak mereka sangka, Uchiha Sasuke yang terkenal dengan playboy itu akhirnya bisa jatuh cinta juga dengan seorang gadis yang mereka sebut monster.

"Be-benarkah sa-sasu ? ucap kiba memucat

"Hn"

"Kau tidak salah pilih ?" Tanya neji yang juga memucat.

"Hn"

Ternyata tanpa mereka sadari Sai yang sudah dari tadi di balik ruang osis itu dan mendengar percakapan di ruang osis itu. Sebenarnya Sai ingin memasuki ruang osis itu, saat mendengar percakapan sasuke dan teman-temannya, dia pun membatalkan niatnya.

"Hei kunci toilet denganmu kan neji ?" Tanya kiba

"Entahlah. Kunci nya sudah aku buang ke luar jendela" jawab neji

Mendengar bahwa naruko disekap di toilet, sai pun langsung berlari menuju toilet wanita yang berada di lantai 1. Tiba di depan toilet wanita, sai mendengar isak kan tangis seorang gadis di dalam toilet. Sai mengetuk toilet itu dengan keras dan memanggil.

"Narukooo… Kau didalam ?" ucap sai

Mendengar suara yang begitu dia kenal, naruko yang terduduk bersandar di belakang pintu itu kembali berdiri.

"Sa-sai kun… to-tolong…" suara naruko begitu lirih.

"Menjauhlah naruko. Aku akan mendobrak paksa pintu ini." Ujar sai dan memundurkan dirinya untuk bersiap-siap mendobrak pintu dihadapannya. Begitu pula naruko yang memundurkan dirinya sesuai dengan perintah sai.

Sai berusaha membuka paksa pintu toilet itu tapi tidak terbuka juga. Sudah beberapa kali dia berusaha mendobrak pintu itu tapi hasilnya nihil. Sai tidak menyerah. Lalu dobrakan terakhirnya itu akhirnyanya membuat pintu itu terbuka. Dan dilihatnya naruko terduduk dan menutupi telinganya dengan wajah yang takut dan menangis. Sai langsung memeluk naruko dan menggendong ala bridal style lalu keluar dari toilet itu.

"Maaf aku terlambat, naruko.." ucap sai yang merasa bersalah.

"Ti-tidak apa-apa, sai kun.." sahut naruko dengan sedikit berbisik.

Untung saja koridor sekolah tidak ada siswi-siswi yang berkeliaran. Karena sekarang adalah jam pelajaran. Sai membawa naruko ke uks. Sesampainya disana, ternyata guru yang menjaga uks sedang tidak ada.

"Tu-turunkan aku sai." Ujar naruko dan sai pun menurunkan naruko dan mendudukkannya di kursi."

"Kau tidak istirahat dulu ?" Tanya sai

"Tidak perlu, sai kun. Hehehe…" jawab sai sambil tersenyum lembut. Sai yang melihat senyuman naruko itu membuatnya ingin tersenyum pula. Sai akhirnya tersenyum. Sai duduk dan berhadapan dengan naruko.

"Tanganmu sampai memar seperti ini. Sudah berapa lama kamu di toilet.?" Tanya sai yang melihat tangan naruko yang sedikit memar dan merah.

Sai membersihkan tangan naruko dengan air hangat yang di bawakannya. Karena kegiatan sai itu membuat naruko kembali meronakan wajahnya.

"Kau mau menjadi kekasihku ?" ucap sai yang masih membersihkan tangan naruko tanpa menoleh kea rah naruko.

Tiba-tiba jantung naruko kembali berdetak begitu kencang mendengar pernyataan sai. Wajahnya kembali memanas. Lalu naruko pun berpikir mungkin dia hanya salah mendengar.

"Aa-apa…?" Tanya naruko sedikit ragu dengan pendengarannya.

"Kau mau menjadi kekasihku ?" jawab sai langsung menatap mata naruko.

"Aaa-aakuuu…. Aaa-aakuu….."

"Dia milikku !"

Seseorang dengan seenak dengkulnya, memotong pembicaraan pribadi sai dan naruko. Yang berani membuat ulah seperti itu tentu saja si rambut pantat ayam. Naruko kaget dengan kemunculan sasuke yang sudah berada di depan pintu UKS.

"Cih… Penganggu." Gerutu sai.

Tanpa disuruh siapa pun, sasuke langsung menarik pergelangan tangan naruko dan langsung menggendongnya ala bridal style. Naruko sontak kaget dan wajahnya memerah.

"Le-lepaskan Teme!" bentak naruko sambil meronta-ronta

Sasuke tidak menghiraukan kicauan naruko. Lalu ditatapnya ke arah sai dengan wajah stoic nya.

"Jangan ganggu naruko lagi, atau kau akan berurusan dengan ku, Uchiha Sai." Ucap sasuke dengan lantang dan meninggalkan sai yang masih berdiri di ruang uks.

Sai pun akhirnya menyeringai. Merasakan keringatnya mulai mengalir keluar dari kulit kepalanya. Sai pun mengambil sesuatu di saku celananya. Dan yang di ambilnya sapu tangan naruko berwarna orange berenda putih.

"Heh… Aku akan merebut naruko dari tanganmu, Uchiha Sasuke."

.

.

.

"Lepaskaaaan! Lepaskaaan akuuu Teme!" ronta naruko. Tapi sasuke tidak menghiraukannya dan masih menggendongnya.

"Dasaar! Bakaaa! Mesuum! Siluman jadi-jadian! Pantat ayaaam!" naruko pun mulai menghina sasuke, tetapi tetap saja sasuke tidak menghiraukannya.

"Wajahmu yang sok cool dan sok angkuh itu malah seperti pantaat ayaam yang sedang mengeluarkaan kotoraaan!" Naruko mulai hilang kesabaran tanpa memikirkan hinaan yang dia ucapkan.

Mendengar hinaan yang sangat pedas dari naruko itu, membuat sasuke berhenti melangkah, dan langsung menatap wajah naruko dengan tatapan tajamnya. Naruko pun melihat aura hitam dari belakang sasuke. Pasti sasuke sangat marah. Naruko pun sedikit ketakutan sekarang. Tetapi naruko masih menatap sasuke dengan wajah yang gugup dan sedikit takut. Tiba-tiba wajah sasuke mendekat dan akhirnya hidung nya pun menyentuh hidung naruko. Naruko pun merona dan menutup kedua matanya. Apakah sasuke akan menciuminya.

"Berarti kau kotorannya." Sasuke menyeringai

Hinaan balik dari sasuke. Membuat naruko pun kaget dan kembali memerahkan wajahnya. Bukan karena malu, tapi amarahnya yang begitu meluap.

"Saaaaasssuuuuukeeeeeeeeeeee!" Teriak naruko menggema.

Akhirnya mereka berdua pergi dengan penuh kicauan merdu dari sang gadis yang di bopong oleh sang pangeran sekolah.

(kita tinggalkan pasangan romatis ini)

.

.

.

.

Didepan gerbang Sekolah elit konoha, telah berdiri seorang lelaki berambut merah terang, bertato 'ai' dan disamping kanannya seorang laki-laki berambut coklat dan sedikit lebih tinggi dari lelaki berambut merah. Dan samping kirinya seorang wanita berambut pirang berparas cantik dan anggun. Dari seragamnya, mereka bukan salah satu siswa atau siswi dari Sekolah Konoha ini. Satpam itu pun terkejut dan menghampiri mereka bertiga yang berdiri di depan gerbang.

"Maa-maaf Tuan Sabaku. Aa-apa yang anda lakukan di depan gerbang sekolah konoha ini ? Aa-apa anda ingin menemui seseorang ?" ucap satpam itu sedikit takut

"Hmm… Saya ingin menemui Kepala Sekolah dan rapat dengan ketua osis, pak. Boleh saya masuk sekarang ?" ucap Tuan sabaku.

"Si-silahkan, Tuan sabaku…" satpam pun membuka pagar besar itu. Dan ketiga tamu terhormat itu pun masuk dengan angkuhnya.

"Tidak berubah ya, Temari…" ucap lelaki berambut coklat.

"Iya… Sekolah ini selalu menjadi yang pertama di peringkat teratas dengan sekolah terpopuler dan terfavorit. Betulkan, Gaara..? Bukankah kau dulu bersahabat dengan ketua osis disekolah ini ?" ujar temari yang melirik lelaki berambut merah terang di sampingnya.

"Hmm… Itu hanya kenangan masa kecil.." jawab lelaki yang bernama Sabaku Gaara itu.

"Oh iya… Aku ingat… Kau sudah tidak bersahabat lagi dengannya kan, gaara…? Hanya karena seorang wanita saja kalian jadi berkelahi dan pulang sudah babak belur. Hahahahaahahaa…."

"Tertawalah sebisamu dan beberapa menit lagi, aku akan membuatmu tidak bisa tertawa lagi, Kankuro." Ucap gaara yang mulai metapa ke arah lelaki berambut coklat yang bernama kankuro itu.

Melihat tatapan gaara yang dingin dan aura membunuh itu pun membuat kankuro merinding dan takut hingga keringatnya pun keluar.

"Cih… Aa-aku hanya bercanda… Te-tenanglah…" ujar kankuro tersenyum sedikit memaksa padahal dia sebenarnya sangat takut dengan gaara. Gaara hanya mengangguk kecil dan melanjutkan perjalanannya.

"Aaah kalian berdua selalu saja. Kita sudah tiba di depan gedung. Kita cepat masuk dan selesaikan rapat ini dengan segera." Ucap gadis berambut pirang itu.

"Haaah… Kita harus berhadapan lagi dengan sasuke Cs itu. Cih… Menyebalkan" keluh kankuro.

"Kita bertemu lagi, Uchiha Sasuke…"

.

.

.

~ To Be Continue ~

Hallo all… Lama ngga berjumpa hehehe…

Gomen aku ngga update dengan cepat chapter di fanfic ini. Masalahnya data fanfic "I love you, Sasuke-kun" hilaaang semuanya T_T

Sebenarnya aku update juga chapter 6 nya, tapi datanya hilang huhuhuhu.. Gomen…

Aku usahakan update cepat chapter 6 nya.. ^_^

maaf ada typo bertebaran dimana-mana, alur cepat dan gaya bahasa yang campur aduk tak karuan, di chapter selanjutnya aku perbaiki deh.

Oh iya terimakasih sudah Review nya ya. Maaf ngga bisa balas satu-satu dulu. Lagi ngga mood nih. Tapi aku janji bakal balas semua review nya di chapter ke 6

aku sudah baca review semuanya.. Syukur deh kalian semua auka hehehe..

Yang mau review silahkan. Mau kritik, saran, komentar dan flame juga boleh, tapi jangan 'Terlalu' ya.. Hehehe

Arigato…

.

.

.

RnR ?