Di sepanjang koridor sekolah itu bergema kicauan naruko yang sedang menghina dan memaki sang pangeran yang masih menggendongnya.
"Turunkan aku Teme !"
"Kau bisa diam sedikit, dobe ?"
"Turun kan dulu ! Baru aku diam !"
Akhirnya sasuke menurunkan naruko. Inginnya naruko langsung berlari menjauh dari sasuke tetapi pergelangan tangannya di tarik dan menghadap sasuke. Dengan mata yang terbelalak, sasuke sudah mengecup bibir merah naruko dengan lembut. Naruko masih kaget dengan kejutan sasuke itu. Sasuke pun melepaskan ciumannya itu.
"Aku minta maaf" kata sasuke.
Naruko pikir apa dia salah mendengar atau mungkin dia berhalusinasi saja. Tapi ternyata tidak. Sasuke meminta maaf kepadanya. Tiba-tiba wajah naruko memerah dengan sendirinya.
"Aaa-aa.. Aaaaaaa… Aa-aku ha-harus kembali ke kelas!" naruko pun berlari meninggalkan sasuke dan naruko masih bingung kenapa tiba-tiba jantungnya berdetag kencang dan wajahnya memanas saat dapat kecupan sasuke. Naruko yang ingin kembali ke kelasnya ternyata bel istirahat kedua pun berbunyi juga. Para siswa dan siswi pun keluar dari kelasnya masing-masing. Naruko bolos pelajaran pertama. Jika Kaa-san nya tahu, pasti sudah di tinju sampai naruko babak belur. Naruko pun mulai menaiki tangga dengan wajah yang murung dan lesu.
"Haaah… akhirnya bertemu dengan Kepala sekolah berdada besar itu sudah selesai." Ucap kankuro sambil menganggkat kedua tangannya ke atas.
"Jaga bicaramu, kankuro ! Dasar…" ketus temari.
Gaara hanya terdiam dan mendengar dua temannya itu saling mengejek satu sama lain. Tiba-tiba gaara menabrak seorang wanita dan gaara langsung menggenggam kedua tangan wanita itu agar tidak terjatuh. Sontak wanita yang ingin jatuh itu tertahan oleh kedua tangan gaara.
"Maaf… Kau tidak apa-apa ?"
Gaara memperhatikan wanita didepannya. Tampaknya dia begitu mengenal rambut pirang ini, rambut yang sering di ikan dua kiri dan kanan, kulit putih merona, dan aroma jeruk yang khas.
"Naa-naruko… ?"
Naruko pun langsung menghadap ke gaara. Begitu terkejutnya yang dihadapannya adalah gaara yang sangat di kenalnya. Tentu naruko mengenali gaara dari tato di dahinya dan rambut merah terang itu.
"Gaa… Gaa… Gaaaraaa kuunnn !"
Naruko langsung memeluk gaara. Melihat gaara dipeluk seorang wanita yang tidak mereka kenal, temari dan kankuro sangat terkejut.
"Naru chan… Ii-ini kau ?" kata gaara meragu.
"Tentu saja… Aku rindu kamu…" Naruko mempererat pelukanya. Dia begitu merindukan sosok lelaki yang di peluknya ini.
Akhirnya gaara pun membalas pelukan naruko.
"Aku juga… Sangat merindukanmu…"
"He-hei gaara, wanita itu lancang sekali sudah menabrakmu, tiba-tiba saja dia langsung memelukmu" ujar kankuro. Tapi tidak di perdulikan oleh gaara dan naruko.
"Oh iya… Kita kebelakang sekolah yuk.. Aku ingin melepas kerinduanku denganmu, Gaara kun… Hehehee"
Gaara pun tersenyum lembut kepada wanita dihadapannya ini.
"Kankuro.. Temari… Tolong kasih surat ini dengan nya ya." Gaara pun menyerahkan surat kepada temari dan kankuro.
"Eeh ? Kau mau kemana ?" Tanya temari
"Lalu… Siapa wanita itu…?" Tanya kankuro
"Aku ingin jalan-jalan sebentar. Dan kalian kembalilah ke sekolah dulu. Bilang saja aku sedang ada urusan. Dah.. Ayo naruko."
"Oke !" naruko sangat bersemangat.
Naruko pun menggenggam tangan gaara begitu erat dan membawanya ke belakang sekolah.
.
.
.
#Ruang osis#
.
.
.
"Kau kemana saja sasuke ?" Tanya kiba kepada sasuke yang sudah masuk ke ruang osis.
"Ada apa ?" Tanya sasuke kepada teman-temannya.
"Ini surat untukmu. Dari Suna High School." Ujar sai sambil menyerahkan surat yang sudah diberikan oleh temari dan kankuro.
Sasuke pun membuka dan membaca surat itu. Beberapa menit kemudian dia melipat kertas itu dan menaruhnya di atas meja kerjanya.
"Kenapa suke ? Apa isi surat itu ?" ucap shikamaru sedikir penasaran.
"Hn… Akan diadakan pertandingan antar sekolah Konoha high school melawan Suna high school dan sekolah lainnya." Jawab sasuke dan lebih mengagetkannya lagi di surat itu ditanda tangani oleh Sabaku Gaara. Sasuke pun mulai teringat kembali kenangan pahitnya dengan Gaara saat masih kecil.
"Kenapa? Kau takut suke ?" ucap sai menyeringai melihat ekspresi wajah sasuke.
"Tidak. Kita akan terima perlombaannya." Kata sasuke.
"Betul-betul… Lagipula sekolah kita kan selalu menjadi yang pemenang. Hahahaha… Aku tidak sabar melihat wajah Kankuro saat kalah. Xixixi…" ucap kiba sambil menjilati bibir atasnya.
"Lagi pula, kau akan bertemu dengan kekasihmu lagi kan Shika..?" Tanya neji kepada shikamaru.
"Hoam… Kalian belum tahu saja dia wanita seperti apa… Dia itu sama saja dengan monster blonde itu… Haaaah…" jawab shikamaru dengan malasnya.
"Seharusnya kau beruntung Shika… Kau mendapatkan wanita yang begitu cantik dan seorang model terkenal." Kata sai sambil tersenyum lembut.
"Biasa saja…" jawab shikamaru yang sedang bersandar di sofa dan menutupi matanya.
"Hei sasuke. Kenapa kau diam saja ?" Tanya neji kepada sahabatnya yang sedang duduk di kursi kerjanya dan menatap keluar jendela.
"Tidak… Tidak apa-apa…" jawab sasuke
Sasuke mulai mengingat kembali masa kecilnya bersama gaara dan 'gadis' itu. Dulu sasuke dan gaara memang bersahabat. Tiba-tiba tali persahabatannya putus begitu saja hanya karena 'gadis' itu datang di kehidupan mereka berdua. Sasuke menyukai 'gadis' itu, begitu pula gaara. Awalnya 'gadis' itu mendekati sasuke, selalu di mengikuti sasuke kemana pun dia berada, selalu di samping sasuke dan bermain-main dengan sasuke, walaupun sasuke tidak ingin, sampai akhirnya gadis itu menyatakan perasaannya kepada sasuke, tetapi entah kenapa belum saatnya dia menerima naruko. Tapi saat kecelakaan itu, tiba-tiba 'gadis' itu tidak mengenal sasuke dan lebih menyakitkannya lagi, 'gadis' itu malah meninggalkan dan menjauhi sasuke, memilih gaara dan bersahabat dengannya.
"Hei sasuke ! kita kembali ke kelas yuk…" ucap kiba yang membangunkan sasuke.
"Hn" sasuke pun bangkit dari kursi kerjanya dan mereka berlima pun meninggalkan ruang osis.
.
.
.
(Kembali ke tempat naruko dan gaara)
.
.
.
Di bawah pohon besar, gaara dan naruko duduk bersama sambil menatap kebun bunga yang begitu luas dan berada di belakang sekolah Konoha High School. Bunga yang bermacam-macam warna itu begitu indah di pandang.
"Naruko bagaimana kabarmu…?" Tanya gaara dengan senyum lembutnya
"Baik..! Gaara kun ?"
"Hmm… Baik… Sudah lama sekali kita tidak bertemu ya, naru chan… Saat kecelakaan itu, aku harus berpisah denganmu." Kata gaara sambil memandang kebun bunga di hadapannya sambil memasang senyum tipisnya.
"Iya… Tapi gara-gara kecelakaan itu, ingatanku pun sebagiannya hilang. Jadi aku hanya mengingat kau dan orang tuaku."
"Yang penting kau selamat, naru chan… Itu pun cukup…" ucap gaara sambil menggenggam tangan naruko begitu erat.
Naruko yang merasakan tangannya di genggam erat gaara pun membalas genggamannya itu dan tersenyum kepada gaara.
"Kau memang sahabat terbaikku, gaara kun" ujar naruko sambil tersenyum.
'Tapi aku ingin lebih, naru chan… Aku ingin memilikimu, seutuhnya dan selamanya…' batin gaara.
"Gaara kun.. Aku masih tidak ingat atas alasan apa aku kecelakaan dulu…?" Tanya naruko.
"Hmm… Tidak perlu di pikirkan lagi, naru chan…" ucap gaara sambil mengelus rambut pirang indah milik naruko.
"Ta-tapi… Sepertinya itu sangat penting bagiku… Aa-aku sudah menolong siapa dan siapa orang itu… Aduh… Kenapa aku bisa kehilangan ingatan itu…" kata naruko sedikit frustasi
Gaara sedikit khawatir, jika ingatan naruko kembali mengingat semuanya, pasti naruko meninggalkan gaara lalu harapan gaara yang ingin memilikinya pun akan pupus begitu saja.
"Teng Tong Teng Tong" bel sekolah pun akhirnya berbunyi yang menandakan pelajaran kedua akan segera dimulai.
"Aaah… sudah saatnya masuk kekelas…" naruko pun bangkit dan membersihkan rok nya.
"Hmm… Aku juga akan kembali ke sekolah dan sepertinya teman-temanku sudah mendahuluiku ke sekolah." Ucap gaara
"Padahal aku ingin berbincang-bincang dengamu, gaara kun…" naruko sedikit sedih karena pertemuannya dengan gaara tidak begitu lama dan padahal naruko masih ingin berbincang dengan gaara lebih lama.
Tiba-tiba gaara memegang pergelangan tangan naruko dan menariknya. Akhirnya mendaratlah sebuah kecupan lembut yang mendarat di kening naruko. Naruko sedikit kaget dengan apa yang dilakukan gaara. Naruko sedikit meronakan kecupan di keningnya itu selesai, gaara pun langsung memeluk naruko dengan eratnya.
"Aku mohon… Tetaplah disisiku selalu…" bisik gaara.
"Hehehe… Iya… Aku selalu ada untukmu, gaara kun…" naruko akhirnya membalas pelukan gaara.
"Aku sangat menyayangimu…" ucap gaara kepada naruko.
'Aku sangat mencintaimu…' batin gaara sebenarnya. Gaara ingin sekali mengatakan bahwa selama ini dia sangat mencintainya, tapi entah kenapa ini belum saatnya untuk mengatakan kepadanya.
"Hehehe… Aku juga menyayangimu, sahabatku…" naruko tersenyum begitu lembut.
Beberapa menit kemudian mereka berdua pun berjalan bersama-sama. Gaara berniat untuk mengantarkan naruko ke kelasnya ternyata didepan mereka sudah di hadang oleh sasuke. Sontak membuat naruko dan gaara kaget.
"Sepertinya anda sedang tersesat ya, Tuan Sabaku…?" ucap sasuke dengan angkuhnya.
"Hmm… Saya hanya mengantar putriku kembali ke kelasnya sebentar, Tuan Uchiha… Anda keberatan ?" kata gaara mulai sinis dengan sasuke.
"Biar saya yang antar. Anda tidak perlu repot-repot mengantarnya dan sebaiknya anda segera kembali ke sekolah anda. Sekarang jam pelajaran kedua akan segera dimulai kan ?"
Sasuke pun menarik tangan naruko dan naruko pun hampir terjatuh di hadapan sasuke. Naruko ingin memarahi sasuke tapi sepertinya dia sedang asik berbincang dengan gaara. Saking asiknya, aura hitam milik sasuke pun keluar juga. Membuat naruko sedikit merinding didekatnya.
Gaara tidak bisa mengelak. Memang yang dikatakan sasuke tadi benar. Seharusnya gaara segera kembali ke sekolah atau tidak dia akan dinyatakan bolos oleh gurunya.
"Baiklah… Sekarang, Kau menang, Tuan Uchiha…" ucap gaara sambil menyimpulkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menyeringai.
"Sejak dulu sampai sekarang aku selalu memenangkan segala hal, Tuan Sabaku…" kata sasuke
Dipikiran naruko sepertinya sasuke mengenal gaara. Merasakan sasuke tidak menggenggam pergelangan tangannya lagi, akhirnya naruko pun menggunakan kesempatan ini untuk kabur dari si pantat ayam. Tanpa pikir panjang naruko pun langsung berlari dan meninggalkan sasuke dan gaara.
"Eeh ! Dasar kucing sialan ! Kenapa aku bisa melepaskannya." Sasuke pun jengkel dengan naruko yang pergi meninggalkannya dengan gaara.
"Khukhukhu… Sepertinya kucing manisku pergi meninggalkanmu. Apakah kau ingat dulu dia mencampakanmu dan meninggalkanmu… Lalu dia malah memilihku…" gaara pun memasang wajah evilnya.
"Dan aku akan mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milikku…" sasuke pun mulai kesal dengan gaara.
"Saat ingatannya kembali, aku yakin dia akan selalu disampingku dan kau pun akan dicampakan… Hahaha…" Mendengar perkataan sasuke itu membuat gaara ingin meninju wajah angkuh mantan sahabatnya itu. Tapi dia masih memingat bahwa dia berada di kawasan dilarang berkelahi di sekolah. Gaara pun membatalkan niatnya dan dia pun membalikkan badannya dan ingin kembali ke sekolahnya. Lalu dia pun membalikkan sedikit kepalanya dan menatap sasuke yang berada di belakangnya.
"Aku berjanji, akan membuat naruko menjadi milikku… Bagaimana pun caranya…" ucapan gaara itu membuat sasuke harus mewaspadainya.
"Selamat siang, Tuan Uchiha… Saya permisi dulu…" gaara pun tersenyum dan meninggalkan sasuke yang masih berdiri terdiam.
Sungguh sasuke sangatmembenci gaara. Dari dulu sampai sekarang pun masih sama saja. Dia tidak akan melepaskan naruko lagi. Naruko adalah miliknya. Dan jika saja ingatan naruko tidak menghilang, pasti saat ini sasuke sudah berpacaran dengan naruko sampai sekarang.
"Gyaaa…! Sasuke sama…!"
Beberapa siswi pun bertemu dengan sasuke. Akibat teriakan gadis itu, sasuke terbangun dari lamunannya dan segera pergi. Jika tidak, dia akan menjadi santapan siang untuk para gadis-gadis di sekolah ini. Sasuke pun mulai berlari meninggalkan para fansnya itu dan menuju ke kelasnya.
.
.
.
"Teng Tong Teng Tong Teng Tong Teng Tong"
Bel sekolah pun akhirnya berbunyi juga petanda bahwa para siswa siswi untuk pulang.
"Hwaaaa… Akhirnya pulang juga.. Naru chan, antar aku ke mall yuk… Aku akan teraktir makan." Ucap sakura kepada naruko.
"Tentu sakura chan… Jika ada makanan, aku mau ikut. Hehehehe" kata naruko sambil tertawa
"Aaahh.. Ternyata membujukmu itu sangat mudah ya, naru chan…"
"Eeeh… Ti-tidak tidak hehehehehe… Ayolah cepat sakura chan… Aku lapar nih…" naruko pun menarik tangan sakura.
Mereka berdua pun menuruni tangga dan menuju ke parkiran mobil siswa. Saat ingin masuk ke mobil sakura, tiba-tiba suara yang menghentikan gerakan naruko dan sakura.
"Aku akan mengantarmu pulang, naruko.." ujar sasuke. Membuat naruko dan sakura kaget.
"Heh… Siapa yang mau diantar olehmu, Teme jelek!"
"Sa-sasuke sama, silahkan… Hehehe… Naruko sungguh tidak keberatan kok…" sakura langsung menarik naruko untuk keluar dari mobilnya dan menarik tangan naruko ke hadapan sasuke. Naruko terkejut apa yang dilakukan sakura. Dia sangat tahu bahwa naruko sangat membenci sasuke dan tentu saja naruko tidak ingin diantar oleh sasuke. Sebagai sahabat, seharusnya sakura harus melindunginya.
"Gomen, naruko chan… Aku tidak bisa membantah, atau aku akan dihukum olehnya nanti…" bisik sakura kepada naruko.
Naruko hanya bisa pasrah dan mengangguk. Dengan terpaksa naruko pun mengikuti sasuke menuju parkiran mobilnya dan tempat parkiran itu khusus untuk Ketua Osis saja. Naruko langsung masuk ke mobil sasuke begitupula sasuke.
"Jika kau menggigitku, aku tidak akan segan-segan menghukum mu." Ucap sasuke sambil menyalakan mobil mewahnya itu.
"Iya… Teme brengsek !" jawab naruko memasang wajah cemberutnya.
"Temani aku sebentar ke mall untuk mencarikan pakaian…" kata sasuke yang menghadap ke belakang dan memundukan mobilnya secara perlahan.
"Iya… Teme mesum !" jawab ketus naruko
"Dan jagalah omonganmu !" kata sasuke langsung melaju dan meninggalkan halaman sekolah.
"Iya… Teme jelek !" jawab naruko lagi.
"Dasar dobe…" sasuke pun tidak mau kalah dengan naruko. Mendengar hinaan sasuke itu membuat naruko menjadi jengkel dengan sasuke.
"Kau pantat ayam !" naruko pun dengan suara yang lumayan keras.
"Kau kotoran ayam !" sasuke juga membalas dengan hinaan pula hingga mereka berdua saling menghina masing-masing.
"Baka !"
"Stupid"
"Kau Yaoi !"
"Kau Yuri"
"Dasar Playboy !"
"Dasar gadis tidak laku-laku"
"Saasuukeeee !"
"Apaa"
"Aku tidak mau menjadi kekasihmu ! Lebih baik aku menjadi kekasih Sai kun"
"Kau harus mau menjadi kekasihku dan aku akan menghalangi kau mendekatinya termasuk gaara."
Naruko tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Tidak boleh mendekati sai dan gaara. Naruko sangat tidak terima dengan pernyataan sasuke tadi.
"Terserah aku mau dekat dengan siapa pun. Kau tidak berhak mengaturku."
"Jika kau tidak menerimaku, aku tidak akan segan-segan membongkar semua pemukiman didaerah rumahmu. Tentu saja dengan rumahmu." Sasuke pun menyeringai dengan tampang evilnya.
Naruko terdiam mendengarnya. Dia harus mengikuti keinginan sasuke, jika tidak pria bermuka setan ini akan membongkar rumah-rumah tetangganya dan rumahnya. Naruko tidak bisa mengelak sekarang.
"Te-terserah kau saja." Ujar naruko sedikit lesu
"Hn" sasuke pun tersenyum begitu menyeramkan.
"Kau memang pangeran iblis, Teme.."
"Itulah aku, dobe"
Naruko terdiam agar emosinya tidak meluap-luap akibat pria itu. Naruko sangat membenci, mengutuknya dan sangat menyesal sudah bertemu dengan pria ini.
(kita tinggalkan pasangan ini dulu)
.
.
.
#Ruang Osis Konoha High School#
"Sai aku pulang dulu." Ujar neji dan meninggalkan sai sendirian di ruang osis.
Sai pun mulai membereskan berkas-berkas yang sedikit berantakan dan merapikan ruangan itu. Setelah selesai dengan kegiatannya, sai beristirahat sebentar dan duduk di sofa. Lalu di pandanginya langit yang berada di luar jendela. Dia pun mengeluarkan sebuah sapu tangan berwarna orange berenda putih itu dari sakunya. Lalu mencium aromanya.
"Naruko… Aku harus merebutmu dari sasuke…" ucap sai yang masih menciumi sapu tangan itu.
.
.
.
#Ruang Osis Suna High School#
Gaara yang sudah selesai dengan kerjaannya itu mulai beristiraha sejenak, bersandar dan menutupi matanya sejenak lalu membukanya kembali. Gaara pun mengambil sesuatu dari kantong blazernya dan ternyata sebuah foto naruko dan gaara saat mereka kecil. Di foto itu naruko memeluk gaara begitu erat dan tersenyum dengan cerianya. Sedangkan gaara di foto itu hanya terdiam dan memerahkan wajahnya. Gaara mengelus foto itu dan meciuminya tepat di gambar naruko.
"Aku sangat mencintaimu dan akan ku buat kau menjadi milikku sepenuhnya dan selamanya…" gaara pun menggenggam erat foto itu.
.
.
.
Sepertinya perang pun akan segera di mulai antara Sasuke, Sai dan Gaara. Dan diantara mereka, siapakah yang dapat memiliki naruko ?
.
.
.
~ TBC ~
.
.
.
Terimakasih sudah membaca chapter 6 nya…
Saatnya membalas review teman-teman sekalian…
: Oke ini masih berlanjut juga kok hehehe.. tetap baca ya…
Blue Ocean : Makacih yaaap *_* hihihihii.. Jadi makin semangat… Heheh
Azhu-chan : hehehe tetap setia y abaca fanfic ku hehehehe
DheKyu : sengaja aku buat sasukenya jadi OOC wkwkwk.. Tapi kasihan juga sih narukonya.. Jadi ga tega juga sih buat naruko menderita T_T *gomen naruko chan*
Uzu-naku : oke deh aku usahakan untuk update secepat angina, secepat kilat, secepat badai yang membahana *LEBAY* wkwkwkwkwk XD
Nitya-chan : thanks :3 hehehe
Lavender : okeee…. ^_^ hehehehhee
Puchan : iyaa hehehe… aku usahakan update kilat hehehehehe :3
Lavenderchan : wkwkwkwkwk makasih banget lavender chan :3
Guest : okeeeh ! ^_^
Heztynha uzumaki : sasuke emang di sengaja di buat OOC wkwkwk biar makin menarik :3. Wah beda-beda dong *mengayunkan tangan* awalnya memang mirip BBF ya, tapi seterusnya beda kok.. Hehehe… Oke, disini aku sengaja buat sasuke jadi banyak saingannya. Biar semakin menarik ceritanya. Hehehehehe….
Miko Akari : makasih sudah suka fanficku ya :D bukan cinta segitiga lagi.. Cinta segi empat wkwkwkwk. Tetap ditunggu ya chapter selanjutnya ya dan jangan lupa di review juga hehehe
Black market : hehehehe… saingannya sengaja di tambah hehehhee….
: okee, ditunggu kelanjutannya juga ya
Eun Chae : hai eun chae… ^_^ hmm… kalau sasuke dengan naruko tapi rate M ya… Bingung nih bikin ceritanya gimana hehehehe… =_=" kasih saran dong ceritanya gimana nih… Hehehehe
Puchan : silahkan bantai aja tuh sasuke sedeng *Di cekik sasuke* wkwkwkwk
Renji : makasih.. jangan lupa di review juga chap 6 nya ini ya :3
Lavenderchan : gaara nya memang suka kok dengan naruko hehehehe… Ini chapter 6 nya semoga kamu suka ya jangan lupa di review juga hehehehe XD
Guest : Ini aku update sudah secepat mungkin hehehe… Jangan lupa di review lagi ya.. :D
Akhirnya selesai juga balas review teman-teman…
Aku sudah secepat mungkin tuh updatenya… Maaf ya aku ngga bisa secepat dulu updatenya maklum lah tugas kuliah hehehe… Tapi aku tetap update secepat mungkin deh fanfic-fanfic ku sampai selesai hehehe
Sekali lagi maaf ya Kalau typo nya semakin banyak saja, alurnya juga kecepatan dan kalimat-kalimat yang ngga nyambung dan gejje -_-
Review juga chapter 6 nya ya dan di tunggu chapter selanjutnya. ^_^
Reviewnya boleh berupa kritik, saran, komentar pedas atau manis dan flame (jangan terlalu lebay flamenya ya) aku akan balas semua review teman-teman semua hehehehe
Arigato Minna :D
.
.
.
RnR . . . ?
