The [Beginner]
Cast : BAP ( tanpa Himchan *mianhae* ), Choi Siwon, Kim Heechul
Part : 2 of 2
hi! i'm back with chap 2!
mianhae kalo ceritanya kecepetan *bow*
RnR juseyo ^^
happy reading!
-Zelo POV-
"bruuk.." Suara apaan tuh? Kenapa arahnya dari dapur ya. Jangan-jangan.. kakek!
Sesampainya di dapur.
"kakek bangun!" menggoyang goyangkan tubuh sang kakek. "Ze..Zelo~ maaf kakek, kakek tidak bisa menjagamu lagi." Rintih sang kakek dipelukan Zelo.
"kakek tidak boleh berbicara seperti itu! Aku yakin kakek pasti kuat." Teriak Zelo pada kakeknya. "Zelo-ah bisa ambilkan kotak kayu yang ada di lemari kakek?" Pinta kakek pada Zelo. "baiklah.."
Kotak yang dimaksud kakek jangan-jangan kotak yang dirahasikan itu, tapi ada apa ya? Dulu waktu aku mau memegangnya saja tidak boleh. Ugh.. Zelo! Apa yang kau pikirkan sih?! Kakek sedang sekarat, kau malah berfikir yang aneh-aneh.
"kakek, maksumu kotak yang ini?" Perlahan Zelo membangunkan sang kakek. "kau buka sekarang." Perintah kakek pada cucu kesayangannya.
Tidak mungkin ini kan Siwon-ssi! Kenapa dia bisa..
"Ze..Zelo, nanti kau akan tau yang sebenarnya." Terdengar suara kakek yang makin mengecil. "apa maksud kakek?" Tanya Zelo yang tidak dijawab oleh sang kakek.
"kakek! Kakek.. bangun! Jangan bercanda.. ini tidak lucu! Kakek!" Zelo menengok dan mengetahui kakeknya sudah tidak ada lagi di pangkuannya.
Zelo bergegas memanggil tetangga untuk membantu mengurus pemakaman kakeknya. Sejenak Zelo memikirkan apa yang tadi dikatakan kakeknya pada saat terakhirnya.
Apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa ada Siwon-ssi? Itu adalah pertanyaan yang sangat besar di dalam kepala Zelo.
"Zelo-ah.." Terdengar suara yang tidak asing baginya. "Daehyunn!" Menghampiri Daehyun dan memeluk sahabatnya itu.
"aku turut berduka cita Zelo" Suara yang khas terdengar dari orang yang ia cintai, Yongguk. "Yongguk Hyung~" Zelo memperlihatkan matanya yang sedih.
"iya.. aku tau, kau sangat sayang pada kakekmu. Tapi mungkin ini jalan yang terbaik untuknya." Tungas Yongguk dengan cepat. " kalau kakek tidak ada, aku tinggal dimana? Modal untuk toko ini pun tidak punya." Tanya Zelo pada Yongguk.
"aku yang akan mengurusmu." Lagi-lagi Zelo mendengar suara yang tidak asing baginya.
"Siwon-ssi!" Kaget Zelo pada Siwon. "aku akan mengurusmu Zelo, setelah pemakaman kemasi barang-barangmu dan sepeda mu. Mulai sekarang kau akan tinggal bersama ku." Ucap Siwon yang di damping butlernya.
"pertanyaan mu sudah terjawab kan Zelo. Sebenarnya Siwon-ssi adalah paman ku." Kata Yongguk sambil menepuk bahu Zelo.
"pa..paman mu? Tapi kenapa kau tidak pernah cerita?" Tanya Zelo Shok. "memang nya aku harus bilang pada mu kalau dia itu pamanku? Lagi pula juga tidak ada gunanya. Kalau misalnya kau tau aku keponakannya kau pasti akan mengejar-ngejarku." Gumam Yongguk yang terlalu percaya diri.
"hee! Jadi maksudmu aku ini penjilat?!" Ucap Zelo kesal dan hampir saja berkelahi dengan Yongguk. "HEI! Sudah! Sekarang lagi keadaan duka kenapa kalian berkelahi!" Lerai Heechul dengan menjewer salah satu telinga kedua bocah tersebut.
"APPO!" Teriak kedua bocah tersebut. "hihi.. Sudah Heechul lepaskan mereka. Ayo.. sekarang kita kedalam untuk berdoa." Ajak Siwon pada semuanya.
Setelah acara pemakaman selesai, Zelo segera mengemasi barang-barangnya tak lupa dengan sepeda tuanya itu.
"ma..maaf aku telat" Terdengar suara dari balik pintu mobil. "kenapa kau telat appa kan tadi sudah menyuruhmu untuk datang lebih awal!" Butler itu pun berteriak.
"appa? Jangan-jangan itu Jongup?!" Pikir Zelo penasaran.
"maafkan aku, aku tadi harus membantu Park Ahjussi untuk membatunya membeli peralatan untuk keperluan Zelo nanti." Jawab Jongup dengan nada yang pelan. "kan sudah ku bilang kalau si cebol itu menyuruh mu jangan mau! Dia hanya bisa menyusahkan mu saja. Mulai besok kecilkan otot mu itu." Marah sang appa pada anaknya.
"ta..tapi aku kan tidak enak dengan Park Ahjussi, aku juga kasian sama dia, badannya kan kecil. Kalau dia jatuh saat mengangkat barang yang dibawa bagaimana? Kan rusak semua~ lalu kalau tiba-tiba Park Ahjussi sakit gara-gara dia kecapaian dan kalau Park Ahjussi pingsan dijalan bagaimana? Kalau barang-barang nya tidak kebeli Siwon-ssi pasti marah pada Park Ahjussi. Lalu….." Celotehan Jongup terhenti saat appanya membekap mulutnya dengan tangan nya.
"sudah? Jongup Chagi?" Tanya Heechul dengan muka yang menyeramkan. "su..sudah appa!" Jawabnya dengan singkat.
"aku baru tau ternyata Jongup bisa berbicara sepanjang itu~" Benak Zelo sambil mengeluarkan sepeda tuanya.
"Zelo-ah, apa aku boleh mencoba sepeda mu?" Tanya Jongup yang perlahan mendekati Zelo.
"hee? Tapi apa kau yakin? Ini bukan seperti sepeda biasa loh! Hanya aku dan kakek yang bisa menggunakannya." Ujar Zelo sedikit cemas akan sepedanya. "tenang.. sepedamu akan aman dengan ku." Ucap Jongup meyakinkan Zelo.
"tapi…" Zelo tidak rela kalau sepeda tua itu di bawa orang lain. "sudah Zelo percaya saja dengan anak ku ini. Dia bisa naik sepeda kok, roda satu juga bisa." Sindir Heechul pada Zelo.
"baiklah kalau begitu.. jaga sepeda ku baik-baik ya Jongup-ah." Kata Zelo yang masih setengah hati memberikan izin. "ya.. aku janji!" Ucap Jongup meyakinkan Zelo lagi.
Sebelum Zelo pergi, ia berpamitan dengan teman dan tetangganya. Perpisahan itu diiringi dengan isak tangis para tetangga. Bagaimana tidak, Zelo adalah anak yang paling baik di deretan pertokoan itu.
"Zelo-ah, ayo kita pergi! Aku sudah menyiapkan sesuatu disana." Ajak Siwon yang berada disamping Zelo. "un.." Jawab Zelo singkat.
Saat di perjalanan entah kenapa perasaan Zelo tidak enak, Siwon yang ada di sampingnya merasa cemas dengan keadaan Zelo sekarang. Dalam pikirannya apakah dia harus mengaku sekarang atau tidak, tapi kalau ia tidak mengaku sekarang ia takut Zelo menganggap dia orang asing dan tidak akan dekat dengan nya.
"Zelo-ah, ada apa? Kau tidak senang kalau akan tinggal di rumah ku?" Tanya Siwon dengan nada yang sedikit cemas. "tidak.. perasaan ku hanya sedang tidak enak saja." Jawab Zelo.
"sudah sampai!" Jelas Heechul pada Zelo dan Siwon. "kajja kita turun Zelo." Ajak Siwon pada Zelo.
Di dalam rumah
"selamat datang Zelo-ah." Sambut Pria berotot itu. "Jo..Jongup?! bagaimana bisa kau sampai duluan? Sepeda ku mana?" Tanya Zelo kaget.
"sepeda mu ada di teras belakang." Jawab Jongup dengan wajah yang tidak berekspresi. "tapi bagaimana bisa kau yang sampai duluan?" Tanya Zelo lagi.
"tuan muda ayo kita ke kamar.." Ujar Heechul sambil membawa barang bawaan Zelo. "hei! Sejak kapan kau menyebut ku dengan sebutan itu?!" Kaget Zelo.
"ayo cepat ke kamar, nanti aku di marahi Siwon-ssi." Ujar Heechul sambil berbisik. "hihi… baiklah." Sambil mengikuti Heechul.
Sesampainya di kamar Zelo.
"huwaaa…. Besar sekali kamar ini! Apa kau yakin ini kamar ku?" Tanya Zelo pada Heechul. "iya.. ini sekarang jadi kamar mu, termasuk dengan isinya." Jawab Heechul dengan datar.
Saat Zelo sedang melihat lihat kamar barunya dia melihat ada foto yang tidak asing baginya.
"foto ini sepertinya pernah ku lihat, tapi dimana ya?" Saat Zelo sedang memikirkan tentang foto itu tiba-tiba Siwon dengan membawakan makanan untuk Zelo.
"Zelo-ah, ini makanan untukmu." Menyodorkan makanan pada Zelo yang sedang memandangi foto yang ada di dinding kamarnya.
"ah.. maaf telah merepotkan mu. Ngomong-ngomong wanita ini siapa? Dan apakah ini siapa anak ini?" Tanya Zelo pada Siwon yang meletakan tray di atas meja.
"oh.. yang wanita itu istriku dan anak itu adalah anakku." Jawab Siwon.
"istrimu cantik ya! Andai aku punya ibu seperti dia. Lalu anak mu dimana sekarang?"
"dia ibumu Zelo! Dan anak itu kamu." Ucap Siwon sambil menahan tangisannya.
"ja..jadi kau itu appaku?! Dan wanita ini ibuku?! Lalu anak yang di gendong itu aku?" Tanya Zelo terkejut.
"iya, aku appamu, dan wanita itu ibumu, anak itu adalah dirimu saat berumur 3 bulan." Jawab Siwon.
"tapi.. kenapa kau meninggalkan ku? Dan kemana ibuku sekarang? Kau bercerai dengannya?" Tanya Zelo yang bertubu-tubi pada Siwon.
"maafkan aku, aku tidak bermaksud untuk meninggalmu, tapi aku tidak ingin kau seperti anak-anak yang lain yang manja dengan harta. Masalah ibumu dia meniggal karena kecelakaan mobil saat kau berumur 4 bulan. Apa sekarang kau membeciku?" Kata Siwon yang tidak bisa menghentikan airmatanya.
" tidak.. aku senang ternyata aku masih keluarga walaupun aku sudah menganggap kakek seperti kakekku. Bisakah sekarang aku memanggilmu appa?" Pinta Zelo.
"un.. Zelo-ah!" Diseretai oleh anggukannya.
"appa!" memanggil dengan meneteskan airmatanya.
Dan akhirnya Zelo mengetahui kalau dia adalah bagian dari keluarga Siwon.
-THE END-
Ya! tamat! maaf ya kalo kurang seru *bow*
ohiya.. yang udah ngereview gomawo ^^
