Disclaimer : Kalau punya saya pasti Chara di Naruto sableng semua
Rate : M
WARNING : Plot yang kemungkinan bikin pusing/terlalu cepat,R18,Yaoi & Straight Pairing,kata kata kasar.
Pair : NaruHina,NejiTen,KakaIru dan sisanya masih bingung
-THE RULE—
Chapter 2 : Neji-nii?
Normal POV :
"Terima kasih Hinata!Hampir saja aku di marahi Hiashi-san" Neji menghela nafasnya sembari mengambil dokumen dari tangan Hinata.
"Umm…iya"
"…. Ada apa?Kau tampak murung" tanya Neji heran
"Ah tidak… aku cuma agak lelah" bohong Hinata. Pikirannya masih melayang pada kertas yang dia baca di kamar Neji. Nama dua pria yang baru dikenalnya itu…. Apa hubungan Neji dengan mereka?Entah kenapa perasaan Hinata menjadi tidak bisa beralih dari hal itu.
"Gawat,sebentar lagi rapat dimulai. Hinata,aku pergi dulu. Terima kasih ya.. Jaa!"
"Tu-tunggu Neji-nii!"
"Ya?"
"Um.. itu…. " mendadak lidah Hinata jadi kaku. "Jangan pulang terlalu malam,nanti Tenten khawatir.. "
Senyum lembut terukir di wajah pemuda dengan pupil abu abu itu "Ya… nanti aku akan menghubunginya"
Hinata menatap kepergian Neji dengan penasaran. Dia memang ingin menanyakan soal itu,tapi tampaknya bukan hak Hinata untuk mencampuri urusan Neji terlalu jauh. Mungkin nanti dia akan menceritakannya pada Hinata memutuskan untuk pulang. Matanya menatap langit sore.
Sementara itu,Neji dengan tergesa gesa menuju ruang rapat. Namun ada seorang pria bermasker menunggunya di lorong. "Neji,ada laporan terbaru soal THE RULE"
"Soal apa?Katakanlah dengan cepat Kakashi-san" Neji memperlambat langkahnya. Namun raut muka Neji berubah saat Kakashi menyebutkan kata THE RULE.
"Tampaknya dua obyek yang kita curigai dikabarkan masuk Konoha University. Tampaknya seumuran dengan Hinata karena mereka mahasiswa baru"
"Apa?!Mereka ternyata se muda itu?"
"Tampaknya mereka menjadi anggota sejak usia 17 tahun. "
"Terus upayakan pencarian soal THE RULE. Lalu…. Tolong periksa Konoha University. "
"Yah,kebetulan aku kenal seorang dosen disana. Pencarian ini akan menjadi sedikit lebih mudah"
-R.U.L.E-
"Hinata Hyuuga?Kalau begitu… selamat datang di klub melukis"
"Terima kasih banyak… um… "
"Umino Iruka. Aku dosen fakultas Biologi"
"Iruka-sensei,terima kasih banyak. Aku akan berusaha " kata Hinata sambil menundukkan kepalanya.
"Hahaha… jangan terlalu diambil serius. Santai saja. "
"Ba-baik… " Untunglah pagi ini ada dosen pembimbing klub. Hinata mencoba sekali lagi untuk memberanikan diri mendaftar.
"Dari tahun ke tahun peminat klub melukis semakin sedikit. Aku bersyukur masih ada kaum muda yang menekuni lukis" tampak ada sinar kecewa pada mata Iruka. Diam diam Hinata paham,karena dia hampir tak pernah menjumpai orang yang memang menekuni lukisan. Bahkan dua sahabatnya tidak bisa melukis sama sekali.
"Ka-kalau begitu saya permisi dulu"
"Baiklah,jangan lupa datang kesini setiap selesai kelas"
'Haah… akhirnya aku bisa masuk juga' batin Hinata lega. Mendadak pikirannya terbayang sosok dua pria yang ia temui kemarin. Apa mereka juga masuk klub melukis?Kaki gadis lavender itu melangkah keluar kampus. Sesosok gadis dengan aura merah muda menunggunya.
"Sakura?Mana Tenten?"
"Dia duluan,tadi Neji-san meneleponnya. Katanya dia di depan kampus"
"Neji-nii kemari?" saat memasuki halaman universitas,matanya menangkap sosok Tenten dan Neji.
"Seharusnya kau ke rumah. " kata Neji lembut pada kekasihnya itu.
"Tapi.. kata Hinata kau selalu pulang malam"
"Menginap saja. "
"Eh?!"
"Memang akhir ahir ini aku sibuk,tapi bagaimanapun juga aku ingin melihatmu"
Wajah Tenten memerah. Neji tidak pernah menggombal dalam kata katanya,semua yang dia ucapkan selalu serius. Tapi justru itulah yang membuat Tenten semakin memerah. Dari kejauhan,Hinata dan Sakura mengendap endap keluar dari lingkungan kampus. Memangnya enak jadi obat nyamuk?
"Haah…. Aku ingin punya pacar… " kata Sakura
"Tampaknya menyenangkan jika mempunyai kekasih" timpal Hinata
"Coba kalau aku punya pacar seperti.. eh,itu Sasuke-kun!" mendadak Sakura menarik lengan Hinata. Tak jauh dari mereka Sasuke dan Naruto sedang berjalan. Mereka tampak berbisik pelan. Berbeda dari Sakura yang berbinar menatap mereka-tepatnya Sasuke,Hinata hanya diam. Namun tiba tiba Naruto menyadari akan dua pandangan Hinata,pandangan mata mereka bertemu. Pada detik kedua,senyum pria tan itu mengembang pada Hinata.
"Huh?Kenapa orang itu sih yang menoleh?Hei Hinata… Hinata?"
Wajah Hinata memerah.
.
.
.
"Bagaimana kampusnya?" tanya Neji. Kini dia dan Tenten sudah berada di dalam mobil.
"Kampusnya?Emm… bagus kok!Luas dan sejuk"
"…. Ngomong ngomong,apa kau kenal pria bernama Sasuke Uchiha,atau Uzumaki Naruto?"
"Uchiha?Oh,itu cowok yang di taksir Sakura. Dasar dia!Lelaki ganteng sedikit saja langsung genit"
"Hmm… "
"Memangnya ada apa?"
"Ah tidak,aku dengar di kantor kalau penerus kedua Uchiha satu kampus dengan mu,makanya aku hanya ingin tanya saja" Neji meraih kepala Tenten dan mengecup pelan pipinya. Wajah kekasih penerus Hyuuga Corporation itu kembali bersemu merah.
.
.
.
Malam yang sunyi,setidaknya begitulah suasana di apartemen Iruka. Lengannya menyeka tirai,melihat langit malam yang kelam. Menjadi dosen suatu universitas bukan hal yang mudah,apalagi Iruka adalah salah satu dosen yang rajin dan disiplin. Setidaknya kelelahan laki laki itu sedikit ringan karena adanya anggota baru di klub melukisnya yang cenderung sepi.
'ting tong' bel pintu apartemennya berbunyi. Iruka bersenandung kecil,namun senandungnya berhenti ketika mengetahui siapa yang membunyikan bel apartemen.
"Hai"
"Selamat malam" kata Iruka sinis. Pintu apartemennya hampir saja tertutup kalau si 'tamu' tidak menahan dengan tangannya.
"Kenapa sikapmu seperti itu?"
"Mau apa kemari,Kakashi?"
"Dingin sekali… padahal sudah lama kita tidak bertemu"
"Lebih baik kalau tidak usah bertemu. Lepaskan tanganmu!" tiba tiba tangan Kakashi membuka paksa pintu dan masuk ke dalam "Akh!Hei!" tubuh Iruka terkunci oleh lengan pria bermasker itu,memeluknya dengan erat. Sesaat keheningan tercipta sebelum pintu tertutup pelan.
"Apa kau masih tidak mau memaafkanku?"
"Mimpi saja" Iruka mencoba meronta dalam pelukan Kakashi.
"Mau sampai kapan kau bertindak kekanak kanakan seperti ini?"
"Apa?!" Iruka mencengkram kerah Kakashi "Kau yang kekanak kanakan!Punya kekasih tapi malah melaba di diskotik!"
"Aku sedang dalam tugas,lumba lumbaku.. "
"Tugas mencari pacar baru?Berpelukan dengan wanita seperti itu…. Tidak bisa kupercay—umh!" bibir kakashi membungkam suara kekasihnya. Tangan pria bermasker itu mulai menyusup ke dalam kaus biru Iruka. Memeluknya dengan erat seolah dia tidak bertemu dengan belahan hatinya selama seribu tahun. Namun pelukan itu tetap tidak membuat hati Iruka meleleh. Dengan sigap ditinjunya perut Kakashi.
"Uhuk,ukh…. "
"Pulanglah!Kumohon… "
"Iruka.. "
"Jangan mendekat!" namun Kakashi malah menyergap tubuh pria itu. Kini pelukannya terasa lebih menjaga dan melindungi,membuat Iruka sedikit lebih tenang.
"Aku tidak akan kembali sebelum kau memaafkan aku… tapi sungguh,aku bukan seperti itu.. "
"Ukh… " air mata Iruka mulai menggenang,mati matian dia menahannya untuk tumpah keluar.
"Lihatlah aku… ya?" kedua insan itu mulai berciuman. Kakashi menelusupkan tangan kirinya,menyentuh tubuh Iruka.
"Kau curang… " kata Iruka parau
"Terima kasih" dengan sigap pria yang lebih tinggi darinya itu menggendong Iruka dan menidurkannya ke kasur.
"Mmh… ah!Ka-kakashi.. " desahan kecil mulai dilantunkan karena sentuhan Kakashi.
"Terus sebutlah namaku.. " Kakashi melepaskan semua pakaian Iruka. Dengan cepat Kakashi dapat melihat tubuh menggoda lelaki itu,yang sudah lama tak memanjakannya.
"Haa…..nghh…" tubuh Iruka menggeliat karena ciuman dan gigitan pada lehernya. Entah berapa banyak kissmark yang timbul pada tubuhnya. Perlahan tapi pasti,sentuhan Kakashi mulai terasa mendesak dan kasar. Tanpa diduga Kakashi mengikat tangannya dengan dasi yang Ia kenakan sehingga pria lumba lumba itu tidak bisa bergerak bebas.
"Ah!A—ngh!Ja,jangan—" Iruka memancarkan sinar protes. Kalau tangannya tidak bisa bergerak,otomatis ia tidak akan bisa menghentikan jika sentuhan Kakashi terlalu brutal.
"Kau tau,rasanya aku sudah seperti mau meledak… bertanggung jawablah "
Mala ini akan jadi malam yang panjang.
To Be Continue
Suer,tadinya author pengen ngubah ratenya gara gara review hampir nggak ada. Tapi pas ngecek lagi tau tau reviewnya udah lumayan banyak. Makasih ya buat yang mau menyempatkan diri buat nge review~ aku jadi semangat nulis kelanjutannya!
Btw, aku bocorin sedikit deh buat peran di organisasi THE RULE. Residence itu buat ngurus kepemilikan/tempat tinggal/posisi masyarakat,Upper Social itu buat soal masyarakat kalangan Social itu buat ngurus masyarakat kelas bawah,lalu Economy pasti tau kan ngurus soal apa? Ou yang satu lagi anggota THE RULE masih bingung mau nentuin siapa,lalu chapter kedepannya masih banyak chara yang mau dimunculin.
REVIEW,atau COMMENT!
