Hai, udah di update nih..Sorry yah kalau Author update-nya kelamaan, Chapter 3 akan ada Jiraiya loh (Guru Gai, dan Lee ngikut blakangan aja yah XD)..ok Langsung saja..Cekidot !

...

Disclaimer : Naruto ini miliknya om-Kishimoto loh, jangan salah..

Warning : Gaje, OOC (Maybe), Abal-abal, Susah dimengerti dll..

Rating : T (Teen)

Pairing : NaruHina x SasuSaku

R&R Please

Dont Like Dont Read !

...

Naruto yang kaget dengan sms yang dibacanya pun segera memberitahukannya ke Hinata yang berada didapur.

"Hinata-chan, baca ini." Kata Naruto pada Hinata sambil memberikan HP-nya pada Hinata.

"Apa ?"

"Hinata-chan, sebaiknya kita mencari kebenarannya dulu.." Naruto berusaha menghibur Hinata.

"Tapi Na-Naruto-kun. Bagaimana kalau betul ?" Tanya Hinata pada Naruto dengan mata berkaca-kaca.

"Ya udah, yuk kita ke kantor Sasuke-san untuk mendapat informasi tentangnya dan Sakura-san. Yuk !" Kata Naruto sambil menarik lengan Hinata untuk keluar dari dapur itu.

"Tunggu, tunggu..Ayane gimana ?" Tanya Hinata bingung.

"Eh iya, lupa kalau ada Ayane." Naruto garuk-garuk kepalanya yang tidak gatal sambil cengar-cengir tidak jelas.

"Maaf yah kalau Ayane mengganggu Paman dan Tante pacaran." Sahut Ayane secara cepat dari belakang mereka yang sontak membuat Naruto dan Hinata ber"eh ?"ria dengan penekanan.

"Bukan Ayane, tadi-kan Tante Hinata bilang kalau Paman Naruto itu teman Tante." Hinata memeluk Ayane erat-erat, "Yuk, kita pergi." Lanjutnya.

"Biasa aja kale, Ayane kan masih kecil." Keluh Naruto dengan mata berputar keatas. Hinata yang melihat Naruto seperti itu menjadi bingung.

"Ehh, kok biasa ? hmmm..jangan-jangan kamu suka Aku yah ? Naruto-ku, hah..Naruto aja." Kata Hinata agak meledek. Naruto yang mendengar perkataan Hinata ini menjadi agak salah tingkah.

"Bu-bukan begi-gitu Hinata-chan. Ya udah, langsung aja kita pergi yuk.." Ajak Naruto pada Hinata dan Ayane yang memandang aneh tingkahnya. Mereka hanya bengong dan tidak bergerak sedikit-pun—Tante-keponakan kompak nih—dari situ.

"Heeeh, tunggu apa lagi ? Ayo cepat !"

Mereka bertiga pun memanggil bajai—maklum, Naruto masih sales baru XD—untuk mereka gunakan ke kantor Sasuke.

(Sesampai-nya di kantor Sasuke)

"Eh, Naruto cay lagi ada keperluan yah dikantor ?" Tanya seorang gadis berpakaian kantor, berambut kuning pucat dan bermata violet, Shion. Maklum, Naruto yang berwajah tampan membuatnya memiliki beberapa penggemar dikantor ini, dan yang ter-"maniak" adalah Shion.

"Shion ? eh, jangan panggil gitu dong, malu ntar." Kata Naruto gugup. Shion yang dari tadi senyum-senyum tiba-tiba berubah raut wajahnya ketika melihat Hinata dan Ayane yang berada di belakang Naruto.

"Naruto cay..itu Istri sama Anak kamu ?" Pertanyaan Shion ini kembali membuat Naruto salah tingkah ditambah dengan Hinata.

"Bu-bukan.." Kata Naruto dan Hinata bersamaan, "Saudara, Saudara jauuuuuhhh banget." Kata Hinata lebay dengan senyum yang dipaksa-paksakan.

"Ohh, kalau begitu baguslah. Silahkan masuk Naruto cay !" Pinta Shion pada Naruto. Naruto pun segera masuk dan mencari Ten-Ten, nah ketemu juga.

"Ten, ." Panggil Naruto pada gadis bercepol 2 di dekat lift. Ten-Ten yang melihat Naruto pun segera berlari menghampirinya.

"Yah Naru ?" Tanya Ten-Ten pada Naruto yang hanya tertunduk sambil merangkul Ayane disampingnya.

"Begini Ten. Berita yang kau sampaikan, apa itu benar ?" Tanya naruto disusul dengan anggukan Hinata.

"Oh, soal Sasuke-san dan Sakura-san ? maaf tapi, itu benar Naru." Kata Ten-Ten lesu. Tak terasa Hinata sudah meneteskan air matanya dari kata 'maaf tapi' tadi.

"Katakan itu bohong. Katakan itu bohong Ten-Ten." Sahut Hinata yang langsung membuat se-isi kantor memandanginya. Dia-pun segera berlari keluar dan terduduk di-tengah lapangan kantor.

"Kakak.. Kenapa Kakak meninggalkan-ku begitu cepat, hiks-hiks..?" Hinata kelihatannya menggantung kalimatnya, "Kakak.. Aku belum siap jadi orang tua kak ! belum.. Kenapa kak ?, hiks-hiks-hiks." Tangisnya memecah seisi lapangan.

"Naru, mayat Sasuke-san dan Sakura-san sudah dibawah ke rumah sakit. Tepatnya rumah sakit sumber hidup, kalau mau aku antar Naru dan I-istri anak ? benar ? Ke rumah sakit itu" Tanya Ten-Ten pada Naruto yang disambut gelengan kepala dari Naruto tanda bukan.

"Ohh, ya udah.. Kita pergi sekarang yuk..!" Ajak Ten-Ten pada Naruto dan Ayane yang ada disitu.

"Paman, Ayah dan Ibu kenapa ?" Tanya Ayane bingung karena dari tadi dia mendengar nama Ayah-Ibunya disebut.

"..." Naruto hanya terdiam, dia tidak sanggup menjawab pertanyaan Ayane.

"Hinata-chan, ayo bangun. Kita akan ke rumah sakit tempat mayat Sasuke-san dan Sakura-san ditempatkan." Ajak Naruto pada Hinata yang kelihaannya tidak menghiraukannya.

"Kamu tidak mengerti, Naruto-kun... Kamu bukan Aku, dan begitu juga sebaliknyaa, hiks-hiks-hiks-hiks." Bentak Hinata dengan tubuhnya yang masih gemetar.

"Baiklah Hinata-chan, Aku tidak mengerti, aku hanya mencoba untuk mengerti, okey ? Ayane.. ayo kita pergi."

"Tunggu Na-Naruto-k-kun. Hiks, hiks.. A-aku ikut denga-an m-mu." Kata Hinata dengan gagu-nya. Naruto yangg melihat Hinata pun tampak menjadi sedih, sedih sekali.

Naruto POV

Ku langkahkan kaki-ku mendekati Hinata-chan, rasa-nya hatiku hancur melihat-nya menangis.. Entah kenapa begitu..

Ku lihat Ayane yang wajah-nya tidak seriang se-waktu Sasuke-san dan Sakura-san ada, aku yakin hatinya akan retak ketika mendengar berita yang sebenarnya tentang ayah dan ibunya, aku maklum.. dia masih berumur 6 tahun.

"Hinata-chan, yuk." Ajak-ku sambil mengulurkan tanganku pada Hinata-chan.

"Naru, sebaiknya kita cepat." Kata Ten-Ten, teman kantorku pada-ku.

"Naruto-kun..be-benar-hiks-kata Ten-Ten, kita ha-hiks-harus cepat, hiks..hiks." Kulihat air mata bercucuran dari mata seorang Hinata, betapa manisnya dia. Huh, kenapa aku sudah berpikir manis-tidak manis-nya sih..

Karena tidak tahan melihatnya menangis, Ku gunakan tanganku untuk mengusap air mata yang keluar dari matanya yang indah itu..aku bahkan bisa melihat kedalamnya.

"Yuk kita pergi, Hinata-chan." Ajak-ku yang langsung membuat sebuah senyum tipis terukir diwajahnya.

Normal POV

"Yuk kita pergi, Hinata-chan." Ajak Naruto pada Hinata yang sudah berdiri didepannya, terllihat Hinata mengeluarkan sebuah senyum manis walaupun hanya sebentar.

Mereka bertiga ditambah Ten-Ten pun segera berlari mencari taksi—kali ini kan Ten-Ten yang bayar XD—untuk mereka naiki menuju ke Rumah Sakit Sumber Hidup yang tidak jauh dari situ, nah akhirnya Taksi ketemu juga.

"Mau kemana pak ?" Tanya supir Taksi pada Naruto yang duduk di sampingnya.

"Ke Rumah Sakit sumber hi—Kakek Jiraiya ?" Tanya Naruto kaget ketika melihat orang yang dekat dengannya diSuna, Jiraiya si mesum..begitu julukannya.

"Eh, siapa yah ?" Tanya Jiraiya bodoh yang langsung membuat Naruto sweatdrop.

"Kakek Jiraiya lupa yah ? ini Na—"

"Nasi ?" Tebak Jiraiya.

"Bukan, Na—"

"Nabas ? Nafas ? Nanjak ? Nafsu ? Na—" Tebak Jiraiya secara cepat membuat Naruto semakin sweatdrop.

"Pak, jalan aja.." Sahut Hinata sembari melempar deathglare ke Naruto yang hanya bisa memberikan senyum-senyum yang dibuat-buat.

(Di depan Rumah Sakit)

"Udah sampai." Kata Jiraiya sambil memandangi Naruto, 'nih anak kok mukanya mirip rubah yah ?' Ledek Jiraiya dalam hati.

"Nih uang-nya." Kata Naruto sambil memberikan uang—yang tadi Ten-Ten berikan ke dia (sengaja tidak dimasukan kedalam scene XD)—kepada Jiraya. Naruto pun turun dan membuka pintu pada Hinata, Ayane, dan Ten-Ten yang dibelakangnya.

"Terima kasih nak Naruto." Kata Jiraiya pada Naruto yang saat itu hampir meninggalkan Taksi namun berbalik lagi karena merasa ada yang salah.

"Lah ? itu Kakek Jiraiya tau saya siapa." Naruto kembali memanas.

"Siapa yah ?" Tanya Jiraiya yang langsung membuat Naruto, Ayane, Hinata, dan Ten-Ten sweatdrop. Hinata pun menarik Naruto menjauh dari supir 'gila' ini, 'Tuh Kakek gila kali yah ?' Batin Hinata.

'Heh, kelihatannya Hinata-chan sudah tidak sedih lagi.' Batin Naruto sambil senyum-senyum sendiri.

Hinata yang melihat rumah sakit ini pun berusaha menginngat-ingat kembali masa lalunya.

Flashback ON

"Hinata, tolong jaga Ayane yah—Ayane-nya masih 2 Tahun—Kakak pergi dulu." Kata Sakura pada Hinata sembari memberikan secarik uang Rp.100.000 padanya

"Ihh, Kak.. Aku malas jaga Ayane deh." Keluh Hinata yang spontan menimbulkan senyum diwajah Sakura.

"Jangan gitu lo Hinata, nanti kalau kamu sudah jadi orang tua juga pasti kamu akan suka." Canda Sakura pada Hinata yang langsung cemberut.

"Kakak, aku sih ogah jadi ortu.." Wajah Hinata memerah namun terlihat manis.

"Jangan gitu Hinata, anak kamu bisa 4 nanti." Canda Sakura lagi yang langsung membuat Hinata tertawa.

"Kakak bercandanya kelewatan deh." Kata Hinata sambil menahan tangan Ayane.

Flashback OFF

'Kak, maaf-kan aku kalau ada salah yah kak..' Batin Hinata.

-To Be Continue-

...

Hehehe, akhirnya selesai juga *loncat-loncat GaJe*

Thanks yah semua yang udah Review *Terharu*, gimana.. masih bagus kah ? atau tambah hancur ?..hmmmm, maaf yah kalau kependekan (lagi).

Laila Angel SapphireBluee

Hai Laila, maaf yah kalau one-shot Author masih belum pakar membuatnya *ditimpuk, oke deh.. saran kamu diterima :D

Ksatriabawangmerah

Yang meninggal tuh Ayah kandung Sasuke, mertua Sakura. Eh lupa, iya yang meninggal tuh Sakura dan Sasuke..eh, Hinata itu bukan pembantu beneran loh (itu Cuma perkiraan pertama Naruto aja ;D)

Yogiblueside

Hai Yogi, insiparinya didapat dari FTV yang author tonton kemarin-kemarin. Nih udah update, maaf yah kalau belum kilat *bungkuk-bungkuk* XD :3

Algojo

Ada dong ! :3

Kazuto

Thanks yah, nih udah lebih panjang(dikit) dan update XD, Ok deh saran kamu diterima :D

Earl Grey Bernvoureth

Pemakaman ayah kandung Sasuke Earl :3, iya, harus dong.. kalau gak siapa yang mau jagain Ayane ?..kalau krnologi sih kayaknya iya tapi singkat aja yah XD..

Dewieka

Nih udah Lanjut ! Thanks udah reviex :D

Msconan

Nih udah ada kelanjutannya :D XD

Satoshi 'Leo' Raiden

Hmmm, Author akan berusaha untuk buat cerianya tidak mudah ditebak yah ;D, Ok saran kamu diterima... tapi Jiraiya dulu deh *kedip-kedip mata* *ditimpuk*

Thanks, semua yang udah Review